Anda di halaman 1dari 3

1.

Pengaruh Karakteristik Perusahaan dan Corporate Governance Terhadap Pengungkapan


Sustainability Report Pada Perusahaan LQ45 yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Selama Periode
2008-2011. Penelitian tahun 2014 (Oleh Azwir Nasir, Elfi Ilham Dan Vadela Irna Utara
Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Riau Kampus Bina Widya Km 12,5 Simpang Baru,
Pekanbaru)

Hasil: Berdasarkan hasil analisa dan pembahasan pada bab sebelumnya maka dapat disimpulkan
bahwa: Return on Asset, Debt to Equity Ratio dan Governance Committee berpengaruh signifikan
terhadap pengungkapan laporan keberlanjutan (Sustainability Report), sedangkan Current Ratio,
Inventory Turnover, Size, Komite Audit, dan Dewan Direksi, tidak berpengaruh signifikan terhadap
pengungkapan laporan keberlanjutan (Sustainability Report).

2. Pengaruh Karakteristik Perusahaan dan Corporate Governance Terhadap Pengungkapan


Sustainability Report (Populasi Dalam Penelitian Ini Adalah Seluruh Perusahaan yang Terdaftar Di
Bursa Efek Indonesia Dari Tahun 2010-2013). (Oleh Cichy Octavia Ningsyh, Yeasy Darmayanti,
Popi Fauziati, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi, Universitas Bung Hatta)

Dari hasil pengujian hipotesis yang penliti lakukan, maka diperoleh kesimpulan bahwa profitabilitas,
likuiditas, leverage, komite audit, dewan direksi, dan governance committee tidak berpengaruh secara
signifikan terhadap pengungkapan sustainability report.

3. Analisis Pengaruh Good Corporate Governance Terhadap Kualitas Pengungkapan Sustainability


Report (Studi Empiris Pada Perusahaan Di Indonesia Periode Tahun 2011-2012). Penelitian Tahun
2014. (Oleh Abdul Aziz, Jurusan Akuntansi, Fakultas Ekonomi Universitas Tanjungpura)

Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa faktor kepemilikan manajerial berpengaruh signifikan
terhadap kualitas pengungkapan SR di Indonesia, sedangkan ukuran Dewan Komisaris, proporsi
Komisaris Independen, ukuran Komite Audit, kepemilikan saham institusional, kepemilikan saham
terkonsentrasi, dan ukuran perusahaan tidak berpengaruh signifikan terhadap kualitas pengungkapan
SR di Indonesia.

4. Pengaruh Ukuran Perusahaan, Profitabilitas dan Tipe Industri Terhadap Pengungkapan Sukarela
Pelaporan Keberlanjutan (Perusahaan yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Tahun 2012-2013)
Disusun oleh: Maria Yosephin Kurnia Putri Anindita

Hasil: Ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap pengungkapan sukarela pelaporan


keberlanjutan (sustainability reporting), Profitabilitas berpengaruh positif terhadap pengungkapan
sukarela pelaporan keberlanjutan (sustainability reporting), Tipe industri berpengaruh positif terhadap
pengungkapan sukarela pelaporan keberlanjutan (sustainability reporting).

5. Kontribusi Karakteristik Perusahaan dan Corporate Governance Terhadap Publikasi Sustainability


Report (Populasi Penelitian Ini Adalah Seluruh Perusahaan Industri Pertambangan Terdaftar Di Bursa
Efek Indonesia 2011-2013). Penelitian tahun 2015, (Oleh Muhammad Khafid, Mulyaningsih.
Universitas Negeri Semarang PD. BPR Bank TGR Kabupaten Tegal)

Hasil pengujian menunjukkan bahwa variabel profitabilitas, ukuran perusahaan, dan governance
committee, berperan positif terhadap publikasi sustainability report. Leverage, dewan direksi, dan
komite audit tidak berpengaruh terhadap publikasi sustainability report.

6. Pengaruh Karakteristik Perusahaan dan Corporate Governance Terhadap Publikasi Sustainability


Report (Studi Empiris Pada Perusahaan Go Public yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode
2007-2011). Penelitian tahun 2013, (Oleh PUSPOWARDHANI. JURUSAN AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS NEGERI SYARIF HDAYATULLAH
JAKARTA

Hasil penelitian ini menunjukkan profitabilitas (return on assets), aktivitas, ukuran perusahaan, dan
jumlah rapat komite audit berpengaruh signifikan terhadap publikasi SR. Sedangkan profitabilitas (net
profit margin), likuiditas, leverage, tipe industri, jumlah rapat dewan direksi, dan governance
committee tidak berpengaruh signifikan terhadap publikasi SR.

7. Pengaruh Mekanisme Good Corporate Governance dan Ukuran Perusahaan Terhadap Kualitas
Pengungkapan Sustainability Report (Pada Perusahaan Manufaktur yang Terdaftar Di Bursa
Efek Indonesia Periode 2010-2015). Penelitian tahun 2017, (Oleh Dwita Aliniar, Sri Wahyuni .
Universitas Muhammadiyah Purwokerto)

Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa variabel proporsi komisaris independen dan kepemilikan
saham institusional berpengaruh positif signifikan terhadap kualitas pengungkapan sustainability
report, sedangkan variabel ukuran dewan komisaris, ukuran komite audit, kepemilikan saham
terkonsentrasi dan ukuran perusahaan tidak berpengaruh positif signifikan terhadap kualitas
pengungkapan sustainability report.

8. Pengaruh Kinerja Keuangan, Ukuran Perusahaan dan Corporate Governance Terhadap


Pengungkapan Sustainability Report (Perusahaan Indonesia yang Terdaftar Di BEI dan Annual Report
Perusahaan Tersebut Diperoleh Melalui Bloomberg Pada Tahun 2009-2011). Penelitian Tahun 2013,
(Oleh Mega Putri Yustia Sari, Marsono. Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomika dan Bisnis
Universitas Diponegoro)

Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel independen yaitu profitabilitas, likuiditas, leverage,
aktivitas perusahaan, ukuran perusahaan, komite audit, dewan direksi dan dewan komisaris
independen secara bersama-sama berpengaruh terhadap pengungkapan sustainability report.
Kemudian secara uji signifikansi parameter individual (t-test), menunjukkan bahwa variabel
profitabilitas berpengaruh negatif signifikan terhadap pengungkapan sustainability report. Variabel
komite audit dan dewan komisaris independen berpengaruh positif signifikan terhadap pengungkapan
sustainability report. Sedangkan variabel likuiditas, leverage, aktivitas perusahaan, ukuran
perusahaan dan dewan direksi tidak menunjukkan pengaruh terhadap pengungkapan sustainability
report perusahaan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa rasio-rasio kinerja keuangan, belum
sepenuhnya dipandang manajemen perusahaan sebagai bahan pertimbangan dalam pengungkapan
sustainability report.

Penelitian ini memilki beberapa keterbatasan. Pertama, jumlah observasi yang digunakan hanya 45
observasi, dikarenakan adanya perusahaan yang tidak setiap tahun mengungkapkan sustainability
report. Kedua, sampel penelitian ini hanya menggunakan perusahaan non keuangan. Hal ini dilakukan
karena mempertimbangkan variabel independen yang digunakan dalam penelitian.

Berdasarkan keterbatasan tersebut, penelitian selanjutnya sebaiknya mempertimbangkan


menggunakan variabel lain di luar variabel yang digunakan dalam penelitian ini, sehingga dapat
memperluas sektor perusahaan sebagai sampel penelitian. Kedua, agar tidak terjadi bias penelitian
dalam menghitung indeks pengungkapan sustainability report hendaknya menggunakan pihak ketiga
yang independen.