Anda di halaman 1dari 13

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami haturkan kehadirat Tuhan Yang Maha esa, yang telah memberikan rahmat
dan hidayah nya sehingga saya dapat menyelesaikan makalah ini yang merupakan tugas
matakuliah Bahasa Indonesia yang berjudul “ ALINEA”.
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Kita sering mendengar istilah paragraf atau alinea. Istilah tersebut sering
digunakan, baik dalam percakapan maupun dalam kegiatan-kegiatan pertemuan dalam
rapat, diskusi, atau seminar. Mereka yang sering menulis, baik surat, kertas kerja,
pelaporan, atau skripsi pasti menggunakan alinea dalam tulisannya. Apabila
ditanyakan definisi dari alinea maka akan bervariasi jawabannya. Alinea merupakan
salah satu hal yang sangat penting untuk kita pelajari, karena sangat berpengaruh
dalam pembentukan sebuah tulisan yang menarik dan berkualitas.

Bila kita membuat alinea,kita menuliskan sekelompok ide yang terdiri atas ide pokok
dan ide bawahan yang merupakan penjelasan tentang ide pokok.Di samping ide pokok
ini,terdapat ide pokok lainnya yang masih berkaitan dengan ide pokok pertama.Kedua
ide pokok ini merupakan bagian kelompok ide yang lebih besar.Oleh sebab itu,ide
pokok yang kedua ini diungkapkan dalam alinea berikutnya yang disertai pula dengan
ide pokok bawahan yang berupa penjelasan terhadap ide pokok kedua
tadi.Demikianlah seterusnya sehingga kita dapat membuat sebuah karangan yang
terdiri atas beberapa alinea yang mengandung kelompok-kelompok ide yang saling
berkaitan.

1.2 RUMUSAN MASALAH


a. Apa pengertian Alenia?
b. Apa bagian-bagian terpenting dari alenia?
c. Apa tujuan pembentukan alenia?
d. Apa sajakah syarat-syarat alenia?
e. Seperti apa struktur dalam sebuah alenia?
f. Apa saja macam dan unsur-unsur dalam sebuah alenia?
1.3 TUJUAN
a. Untuk memenuhi tugas mata kuliah Bahasa Indonesia
b. Untuk mengetahui bagian-bagian dari alinea.
c. Untuk mengetahui tujuan alinea.
d. Untuk mengetahui syarat sebuah alenia
e. Untuk mengetahui struktur dalam aleniaUntuk mengetahui macam-macam dan
unsur-unsur dalam sebuah alenia
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 PENGERTIAN ALENIA


Alinea adalah suatu bentuk bahasa yang biasanya merupakan hasil
penggabungan beberapa kalimat. Dalam upaya menghimpun beberapa kalimat
menjadi alinea, yang perlu diperhatikan adalah kesatuan dan kepaduan. Kesatuan
berarti seluruh kalimat dalam Alinea membicarakan satu gagasan(gagasan
tunggal).Kepaduan berarti seluruh kalimat dalam alinea itu kompak, saling berkaitan
mendukung gagasan tunggal alinea.

Dalam kenyataannya kadang-kadang kita menemukan alinea yang hanya terdiri atas
satu kalimat, dan hal itu memang dimungkinkan. Namun, dalam pembahasan ini
wujud alinea semacam itu dianggap sebagai pengecualian karena disamping
bentuknya yang kurang ideal jika ditinjau dari segi komposisi, alinea semacam itu
jarang dipakai dalam tulisan ilmiah. Alinea diperlukan untuk mengungkapkan ide
yang lebih luas dari sudut pandang komposisi, pembicaraan tentang alinea sebenarnya
ssudah memasuki kawasan wacana atau karangan sebab formal yang sederhana boeh
saja hanya terdiri dari satu alinea. Jadi, tanpa kemampuan menyusun alinea, tidak
mungkin bagi seseorang mewujudkan sebuah karangan.

2.2 BAGIAN-BAGIAN ALINEA


Pada umumnya alinea terdiri atas lebih dari satu kalimat. Atau dapat dikatakan
bahwa alinea pada umumnya terdiri atas beberapa kalimat. Dari fungsi dan
kandungannya, kalimat dalam alinea dapat dipilah-pilah menjadi kalimat topik,
kalimat pengembangan, kalimat penutup, dan kalimat penghubung.

2.3 TUJUAN PEMBENTUKAN ALINEA


a. Memudahkan pengertian dan pemahaman terhadap satu tema
b. Memisahkan dan menegaskan perhentian secara wajar dan normal
2.4 STRUKTUR ALINEA
Alinea terdiri atas kalimat topik atau kalimat pokok dan kalimat penjelas atau
kalimat pendukung. Kalimat topik merupakan kalimat terpenting yang berisi ide
pokok alinea. Sedangkan kalimat penjelas atau kalimat pendukung berfungsi untuk
menjelaskan atau mendukung ide utama.

a. Ciri kalimat topik :


1. Mengandung permasalahan yang potensial untuk diuraikan lebih lanjut
2. Mengandung kalimat lengkap yang dapat berdiri sendiri
3. Mempunyai arti yang jelas tanpa dihubungkan dengan kalimat lain
4. Dapat dibentuk tanpa kata sambung atau transisi
b. Ciri kalimat pendukung :
1. Sering merupakan kalimat yang tidak dapat berdiri sendiri
2. Arti kalimatnya baru jelas setelah dihubungkan dengan kalimat lain dalam satu
alinea
3. Pembentukannya sering memerlukan bantuan kata sambung atau frasa
penghubung atau kalimat transisi
4. Isinya berupa rincian, keterangan, contoh, dan data lain yang bersifat
mendukung kalimat topik

2.5 SYARAT-SYARAT ALINEA


a. Kesatuan
Tiap alenia hanya mengandung satu gagasan pokok atau satu topik. Fungsi alenia
adalah mengembangkan gagasan pokok atau topik tersebut. Oleh karena itu,
dalam pengembangannya tidak boleh ada unsur-unsur yang sama sekali tidak
berhubungan dengan topik atau gagasan tersebut. Alenia dianggap mempunyai
kesatuan, jika kalimat-kalimat dalam alenia itu tidak telepas dari topiknya atau
selalu relevan dengan topik.

b. Koherensi
Syarat kedua yang harus dipenuhi oleh sebuah alenia ialah koherensi atau
kepaduan, yakni adanya hubungan yang harmonis, yang memperlihatkan kesatuan
kebersamaan antara satu kalimat dengan kalimat yang lainnya dalam sebuah
alenia. Alenia yang memiliki koherensi akan sangat memudahkan pembaca
mengikuti alur pembahasan yang disuguhkan. Ketiadaan Koherensi dalam sebuah
alenia akan menyulitkan pembaca untuk menghubungkan satu kalimat dengan
kalimat lainnya. Dalam koherensi, termasuk pula keteraturan (sistematika) urutan
gagasan. Gagasan dituturkan pula secara teratur dari satu detail ke detail
berikutnya, dari satu fakta ke fakta selanjutnya, dari satu soal ke soal yang lain,
sehingga pembaca dapat dengan mudah mengikuti uraian yang disajikan dengan
seksama. Untuk menyatakan kepaduan atau koherensi dari sebuah alenia, ada
bentuk lain yang sering digunakan yaitu penggunaan kata atau frasa (kelompok
kata) dalam bermacam-macam hubungan.

2.6 MACAM-MACAM ALINEA


a. Eksposisi
Berisi uraian atau penjelasan tentang suatu topik dengan tujuan memberi
informasi.

Contoh:
Para pedagang daging sapi di pasar-pasar tradisional mengeluhkan dampak
pemberitaan mengenai impor daging ilegal. Sebab, hampir seminggu terakhir
mereka kehilangan pembeli sampai 70 persen. Sebaliknya, permintaan terhadap
daging ayam dan telur kini melejit sehingga harganya meningkat.

b. Argumentasi
Bertujuan membuktikan kebenaran suatu pendapat/ kesimpulan dengan data/ fakta
konsep sebagai alasan/ bukti.

Contoh:
Sebagian anak Indonesia belum dapat menikmati kebahagiaan masa kecilnya.
Pernyataan demikian pernah dikemukakan oleh seorang pakar psikologi
pendidikan Sukarton (1992) bahwa anakanak kecil di bawah umur 15 tahun sudah
banyak yang dilibatkan untuk mencari nafkah oleh orang tuanya. Hal ini dapat
dilihat masih banyaknya anak kecil yang mengamen atau mengemis di
perempatan jalan atau mengais kotak sampah di TPA, kemudian hasilnya
diserahkan kepada orang tuanya untuk menopang kehidupan keluarga. Lebih-
lebih sejak negeri kita terjadi krisis moneter, kecenderungan orang tua
mempekerjakan anak sebagai penopang ekonomi keluarga semakin terlihat di
mana-mana.

c. Deskripsi
Berisi gambaran mengenai suatu hal atau keadaan sehingga pembaca seolah-olah
melihat, merasa atau mendengar hal tersebut.

Contoh:
Gadis itu menatap Doni dengan seksama. Hati Doni semakin gencar memuji gadis
yang mempesona di hadapanya. Ya, karena memang gadis didepannya itu sangat
cantik. Rambutnya hitam lurus hingga melewati garis pinggang. Matanya bersinar
lembut dan begitu dalam, memberikan pijar mengesankan yang misterius.
Ditambah kulitnya yang bersih, dagu lancip yang menawan,serta bibir berbelah,
dia sungguh tampak sempurna.

d. Persuasi
Karangan ini bertujuan mempengaruhi emosi pembaca agar berbuat sesuatu.

Contoh:
Dalam diri setiap bangsa Indonesia harus tertanam nilai cinta terhadap sesama
manusia sebagai cerminan rasa kemanusiaan dan keadilan. Nilai-nilai tersebut di
antaranya adalah mengakui dan memperlakukan manusia sesuai dengan harkat
dan martabatnya, mengembangkan sikap tenggang rasa dan nilai-nilai
kemanusiaan. Sebagai sesama anggota masyarakat, kita harus mengembangkan
sikap tolong-menolong dan saling mencintai. Dengan demikian, kehidupan
bermasyarakat dipenuhi oleh suasana kemanusian dan saling mencintai.

e. Narasi
Karangan ini berisi rangkaian peristiwa yang susul-menyusul, sehingga
membentuk alur cerita. Karangan jenis ini sebagian besar berdasarkan imajinasi.

Contoh:
Jam istirahat. Roy tengah menulis sesuatu di buku agenda sambil menikmati bekal
dari rumah. Sesekali kepalanya menengadah ke langit-langit perpustakaan,
mengernyitakan kening,tersenyum dan kembali menulis. Asyik sekali,seakan
diruang perpustakaan hanya ada dia.
2.7 MACAM-MACAM ALINEA BERDASARKAN TUJUANNYA
a. Alinea pembuka
Alinea pembuka biasanya memiliki sifat ringkas menarik, dan bertugas
menyiapkan pikiran pembaca kepada masalah yang akan diuraikan.

Contoh alinea pembuka :

Pemuli baru saja usai. Sebagian orang, terutama caleg yang sudah pasti jadi,
merasa bersyukur karena pemilu berjalan lancer seperti yang diharapkan. Namun,
tidak demikian yang dirasakan oleh para caleg yang gagal memperoleh kursi di
parlemen. Mereka mengalami stress berat hingga tidak bias tidur dan tidak mau
makan.

b. Alinea penghubung
Alinea penghubung berisi inti masalah yang hendak disampaikan kepada
pembaca. Secara fisik, alinea ini lebih panjang dari pada alinea pembuka. Sifat
alinea-alinea penghubung bergantung pola dari jenis karangannya. Dalam
karangan-karangan yang bersifat deskriptif, naratif, eksposisis, paragraf-paragraf
itu harus disusun berdasarkan suatu perkembangan yang logis. Bila uraian itu
mengandung pertentangan pendapat, maka beberapa paragraf disiapkan sebagai
dasar atau landasan untuk kemudian melangkah kepada paragraf-paragraf yang
menekankan pendapat pengarang.

c. Alinea penutup
Alinea penutup biasanya berisi simpulan (untuk argumentasi) atau penegasan
kembali (untuk eksposisi) mengenai hal-hal yang dianggap penting.

Contoh alinea penutup :

Demikian proposal yang kami buat. Semoga usaha kafe yang kami dirikan
mendapat ridho dari Tuhan YME serta bermanfaat bagi sesame. Atas segala
perhatiannya, kami ucapkan terima kasih.

2.8 MACAM-MACAM ALINEA BERDASARKAN LETAK KALIMAT


UTAMA
a. Alinea deduktif
Paragraf deduktif ditandai dengan terdapatnya kalimat utama di awal paragraf dan
dimulai dengan pernyataan umum yang disusun dengan uraian atau penjelasan
khusus.

Contoh alinea deduktif :

Kemauannya sulit untuk diikuti. Dalam rapat sebelumnya, sudah diputuskan


bahwa dana itu harus disimpan dulu. Para peserta sudah menyepakati hal itu.
Akan tetapi, hari ini ia memaksa menggunakannya untuk membuka usaha baru.

b. Alinea induktif
Alinea induktif ditandai dengan terdapatnya kalimat utama di akhir paragraf dan
diawali dengan uraian atau penjelasan bersifat khusus dan diakhiri dengan
pernyataan umum.

Contoh alinea induktif :

Semua orang menyadari bahwa bahasa merupakan sarana pengembangan budaya.


Tanpa bahasa, sendi-sendi kehidupan akan lemah. Komunikasi tidak lancer.
Informasi tersendat-sendat. Memang bahasa merupakan alat komunikasi yang
penting, efektif dan efisien.

c. Alinea campuran
Alinea campuran ditandai dengan terdapatnya kalimat utama di awal dan akhir
paragraph. Kalimat utama yang terletak diakhir merupakan kalimat yang bersifat
penegasan kembali.

Contoh alinea campuran :

Dalam kehidupan sehari-hari, manusia tidak dapat dilepaskan dari komunikasi.


Kegiatan apa pun yang dilakukan manusia pasti menggunakan sarana komunikasi,
baik sarana komunikasi yang sederhana maupun yang modern. Kebudayaan dan
peradaban manusia tidak akan bias maju seperti sekarang ini tanpa adanya
sarana komunikasi.

2.9 MACAM-MACAM ALINEA BERDASARKAN ISI


a. Alinea deskripsi
Alinea deskripsi ditandai dengan kalimat utama yang tidak tercantum secara nyata
dan tema alinea tersirat dalam keseluruhan Alinea. Biasanya dipakai untuk
melakukan sesuatu, hal, keadaan, situasi dalam cerita.

Contoh alinea deskripsi :

Dari balik tirai hujan sore hari, pohon-pohon kelapa di seberang lembah itu seperti
perawan mandi basah, segar penuh gairah dan daya hidup. Pelepah-pelepah yang
kuyup adalah rambut basah yang tergerai dan jatuh di belahan punggung. Batang-
batang yang ramping dan meliuk-liuk oleh hembusan angin seperti tubuh
semampai yang melenggang tenang dan penuh pesona.

b. Alinea proses
Alinea proses ditandai dengan tidak terdapatnya kalimat utama dan pikiran
utamanya tersirat dalam kalimat-kalimat penjelas yang memaparkan urutan suatu
kejadian atau proses, meliputi waktu, ruang, klimaks dan antiklimaks.

c. Alinea efektif
Alinea efektif adalah paragraf yang memenuhi ciri alinea yang baik. Alineanya
terdiri atas satu pikiran utama dan lebih dari satu pikiran penjelas. Tidak boleh ada
kalimat sumbang, harus ada koherensi antar kalimat.

2.10 UNSUR-UNSUR ALINEA


Dalam pembuatan suatu alinea harus memiliki unsur unsur pembangun
Alinea agar alinea dapat berfungsi dengan sebagaimana mestinya

a. Topik atau tema atau gagasan utama atau gagasan pokok atau pokok pikiran, topik
merupakan hal terpernting dalam pembuatan suatu alinea atau paragraf agar
kepaduan kalimat dalam satu paragraf atau alinea dapat terjalin sehingga bahasan
dalam paragraf tersebut tidak keluar dari pokok pikiran yang telah ditentukan
sebelumnya.
b. Kalimat utama atau pikiran utama, merupakan dasar dari pengembangan suatu
paragraf karena kalimat utama merupakan kalimat yang mengandung pikiran
utama. Keberadaan kalimat utama itu bisa di awal paragraf, diakhir paragraf atau
pun diawal dan akhir paragraf.
1. Kalimat penjelas, merupakan kalimat yang berfungsi sebagai penjelas dari
gagasan utama. Kalimat penjelas merupakan kalimat yang berisisi gagasan
penjelas.
2. Judul (kepala karangan), untuk membuat suatu kepala karangan yang baik,
ada beberapa syarat yang harus dipenuhi, yaitu :
a) Provokatif (menarik)
b) Berbentuk frase
c) Relevan (sesuai dengan isi)
d) Logis
e) Spesifik
BAB III
PENUTUP

3.1 KESIMPULAN
Alinea tidak lain dari suatu kesatuan pikiran, suatu kesatuan yang lebih tinggi
atau lebih luas dari kalimat. Alinea bertujuan untuk memudahkan pengertian dan
pemahaman dengan menceraikan suatu tema dari tema yang lain serta memisahkan
dan menegaskan perkataan secara wajar dan formal.
Alinea memiliki tiga macam yaitu, alinea pembuka, alinea penghubung dan alinea
penutup.
Syarat pembentukan alinea adalah kesatuan, koherensi dan perkembangan alinea.
Berdasarkan penempatan ide pokok pada alinea,alinea dibagi menjadi 4 jenis yaitu
alinea deduktif,alinea induktif,alinea campuran,alinea deskriptif.dan berdasarkan cara
mengembangkan ide dan alat bantu yang digunakan untuk menjaga kesinambungan
pengungkapan ide atu keruntunan ide dapat dibagi dalam sepuluh bagian, diantaranya
alinea definisi,alinea contoh,alinea perbandingan,alinea analogi,alinea klimaks atu
induktif,alinea anti klimaks atu deduktif,alinea campuran alinea sebab-akibat ,alinea
proses,alinea deskriptif.
Untuk menyusun alinea secara logis-sistematis diperlukan alat bantu berupa unsur-
unsur penyusun alinea,seperti transisi (transition),kalimat topik (topic
sentence),kalimat pengembang (development sentence),dan kalimat penegas (punch-
line) keempat unsur penyusun alinea tersebut,terkadang muncul secara
bersamaan,terkadang pula hanya sebagian yang muncul dalam sebuah alinea.

3.2 SARAN
Pembaca yang budiman, kami sadar bahwa masih banyak kekurangan yang
kami miliki, bak dari segi tulisan maupun bahasa yang kami sajikan, oleh karena itu
kami berpesan kepada pembaca,ambilah sesuatu yang psitif dari sebuah coretan yang
kami buat,dan semoga makalah ini bisa bermanfaat bagi kami mapun pembaca.dan
menjadi wawasan kita dalam memahami bahasa kita sendiri dan sebagai kata,marilah
terus berusaha untuk menggapai sebuah cita-cita yang luhur.
DAFTAR PUSTAKA
Budiharjo,Syukur dan Gunawan,Berlatih Menyusun Paragraf, Jakarta: Arya Duta,2010