Anda di halaman 1dari 2

NAMA : MUSLIM WAHYU RIFALDI HULUMUDI

KELAS : A S1 MANAJEMEN
NIM : 931417015
SEJARAH PERKEMBANGAN TEORI

1. Manajemen Sumber Daya Manusia

MSDM merupakan terminologi modern yang mengemuka sejak tahun 1970 an dan telah diterima
luas sejak tahun 1989 setelah Perhimpunan Amerika untuk Administrasi Personalia mengganti
nama menjadi Perhimpunan Manajemen Sumber Daya Manusia. Namun istilah manajemen
personalia dan MSDM mengacu pada hal serupa, personalia yang bekerja bagi sebuah
perusahaan mewakili SDM perusahaan tersebut. Karena SDM merupakan harta organisasi yang
terpenting, semua manajer selayaknya berkepentingan dengan MSDM. Perbedaan kedua istilah
hanya terletak pada penekanannya, MSDM dipakai memperlihatkan ruang lingkup yang lebih
luas.

Abraham Maslow (1908 – 1970)

Maslow menyatakan bahwa sumber daya manusia adalah yang terpenting. Manusia merupakan
unsur pemberi kehidupan dalam setiap organisasi. Maslow telah mengemukakan teorinya
mengenai kebutuhan manusia. Teori inilah yang kemudian diakui sebagai dasar Douglas Mc
Gregor mengembangkan Teori Y yang terkenal. Jika Sigmund Freud mengatakan bahwa
manusia adalah binatang yang agresif, penuh nafsu dan ceroboh, maka Maslow menganggap
manusia pada dasarnya adalah baik dan layak, bahkan kadang-kadang berbuat luhur dan mulia.
Manusia tidak pernah sepenuhnya terpuaskan. Kebutuhan yang tidak terpuaskan itulah yang
memotivasi seseorang.

2. Keuangan

Perkembangan teori keuangan dikenal sejak tahun 1900 sampai abad dua puluh satu initidak
begitu pesat. Perkembangan tersebut umumnya merupakan penyempurnaan dan pendalaman
serta perluasan analisis dari teori yang adaTeori Struktur Modal

Adalah teori yang dikemukakan leh dua ahli yaitu Modigliani-Miller (MM) Theory Teori MM
tanpa pajak. Teori struktur modal modern yang pertama adalah teori Modigliani dan Miller (teori
MM). Mereka berpendapat bahwa struktur modal tidak relevan atau tidak mempengaruhi nilai
perusahaan. MM mengajukan beberapa asumsi untuk membangun teori mereka (Brigham dan
Houston, 2001) yaitu:

a. Tidak terdapat agency cost.

b. Tidak ada pajak.


c. Investor dapat berhutang dengan tingkat suku bunga yang sama dengan perusahaan
d. Investor mempunyai informasi yang sama seperti manajemen mengenai prospek perusahaan di
masa depan
NAMA : MUSLIM WAHYU RIFALDI HULUMUDI
KELAS : A S1 MANAJEMEN
NIM : 931417015
e. Tidak ada biaya kebangkrutan
f. Earning Before Interest and Taxes (EBIT) tidak dipengaruhi oleh penggunaan dari hutang.
g. Para investor adalah price-takers.
h. Jika terjadi kebangkrutan maka aset dapat dijual pada harga pasar (market value)

3. Pemasaran

Perkembangan pemasaran bermula ketika tahun 1900 terjadi sebuah revolusi industri secara
besar-besaran dan mengubah cara atau perilaku masyarakat. Jika sebelum terjadinya revolusi
masyarakat masih mengenal cara berbisnis dengan ciri utama merkantilis (berdagang), maka
setelah revolusi perilaku bisnis masyarakat berubah menjadi kapitalis. Keadaan berubah menjadi
kapitalis dikarenakan munculnya kekuatan baru didunia perdagangan, dimana banyak orang-
orang yang memiliki uang yang banyak menggunakan uang mereka sebagai modal untuk
membangun pabrik dan perusahaan. Tujuannya tidak lain adalah untuk memproduksi barang
secara lebih cepat dan memperdagangkannya.

Robert (1996) menyatakan bahwa marketing adalah fungsi organisasional. Implementasi konsep
pemasaran tergantung pada “ host variables” seperti structur organisasi dan demand operasi
internal.

4. Produksi

Perkembangan manajemen produksi tidak lepas dari sejarah manajemen itu sendiri, yaitu
bahwasanya ilmu manajemen telah ada sejak ribuan tahun yang lalu. Hal ini dibuktikan dengan
adanya piramida di Mesir. Piramida tersebut dibangun oleh lebih dari 100.000 orang selama 20
tahun. Piramida Giza tak akan berhasil dibangun jika tidak ada seseorang—tanpa mempedulikan
apa sebutan untuk manajer ketika itu—yang merencanakan apa yang harus dilakukan,
mengorganisir manusia serta bahan bakunya, memimpin dan mengarahkan para pekerja, dan
menegakkan pengendalian tertentu guna menjamin bahwa segala sesuatunya dikerjakan sesuai
rencana.

Manajemen produksi tidak terlepas dari pengertian produksi itu sendiri. Produksi adalah segala
kegiatan dalam menciptakan dan menambah kegunaan (utility) suatu barang atau jasa yang
membutuhkan faktor-faktor produksi berupa tanah, modal, tenaga kerja, dan skills
(organizational, managerial and technical skills) (Assauri, 1978)