Anda di halaman 1dari 2

Pada praktikum kali ini, terdapat 3 jenis cairan yang digunakan untuk menguji

kecepatan korosi logam Fe, Zn, dan Cu, yaitu larutan NaCl 3,65 gpl, larutan HCl 1M, dan air
keran. Setelah 3 hari dilakukan proses elektrokimia / sel galvanik dapat diamati
perubahannya baik warna larutan, kondisi logam dan laju korosi dari logam yang diuji.
Pertama akan dibahas mengenai pengaruh larutan NaCl terhadap proses korosi pada
logam yang diuji. Larutan NaCl yang digunakan memiliki pH 6, hal ini menunjukan bahwa
larutan tersebut cenderung asam. Setelah proses terjadi selama 3 hari, larutan NaCl menjadi
keruh dari keadaan sebelumnya yang berupa larutan bening tidak berwarna. Pada larutan
tersebut juga terdapat endapan dari logam yang terkorosi baik logam Zn pada sel Fe-Zn,
maupun logam Fe pada sel Fe-Cu dengan jumlah yang banyak. Banyaknya endapan
dikarenakan larutan dibiarkan terbuka di dalam laboratorium, sehingga terdapat kontak
dengan udara. Reaksi dari timbulnya endapan tersebut adalah sebagai berikut:
Fe (s) + NaCl (aq) + H2O (l) → FeCl2 (s) + H2 (g) + NaOH (aq)

Padatan besi (II) klorida yang berwarna coklat tua.

Kedua dibahas mengenai korosi logam di dalam larutan HCl 1M. Larutan HCl 1M
yang digunakan memiliki nilai pH 2, merupakan larutan yang paling asam dibandingkan
larutan lainnya, sehingga logam yang terendam dalam larutan ini akan lebih cepat dan mudah
terkorosi dibandingkan dalam larutan lainnya. Dalam larutan ini tidak terjadi perbuhan warna
setelah didiamkan selama 3 hari. Warna larutan masih tetap bening, dan tidak terdapat
endapan dalam larutan. Berdasarkan reaksi berikut:

Fe (s) + 2 HCl (l) → FeCl2 (s) + H2 (g)


Padatan FeCl2 akan terbentuk di dalam larutan HCl apabila larutan sudah jenuh, yang
menunjukan larutan jenuh apabila sudah mencapai pH yang netral atau basa (pH ≥7). Akan
tetapi setelah didiamkan selama 3 hari pH larutan HCl tersebut masih dalam keadaan asam
sehingga tidak ditemukannya endapan FeCl2 di dalam larutan tersebut dan karena pengaruh
konsentrasi HCl yang rendah.

Ketiga dibahas mengenai korosi logam yang berada pada air keran. Air keran yang
digunakan memiliki nilai pH sebesar 6, sehinga air keran tersebut lebih cenderung asam.
Penyebab lebih asamnya air keran tersebut dipastikan karena mengandung sedikit zat besi,
serta kaporit yang digunakan untuk menjernihkan air keran. Penyebab munculnya kekeruhan
pada air keran tersebut adalah akibat bereaksinya zat besi yang teroksidasi (Fe3+) dengan OH-
yang membentuk Fe(OH)3 seperti pada reaksi berikut:

Fe (s) + 2 H2O (l) → Fe(OH)3 (aq) + H2 (g)