Anda di halaman 1dari 2

KELOMPOK 8

Anggota : Agatha Mega Ardita 150421772

Patrick Pahala 150421785

Anastasia Wayne Ferrera 150421846

Albertus Pranowo 150421936

Helena Sihombing 150422128

Mata Kuliah : AkuntansiSektorPublik

Kelas : E

1. Jelskan siapakah yang melakukan pengukuran kinerja pada organisasi pemerintah?

Sistem Pengukuran Kinerja Sektor Publik adalah suatu sistem yang bertujuan
untuk membantu manajer publik menilai pencapaian suatu strategi melalui alat ukur finansial
dan non finansial. Sistem pengukuran kinerja dapat dijadikan alat pengendalian organisasi,
karena pengukuran kinerja diperkuat dengan menetapkan reward and punishment systems.

Sistem pengukuran kinerja di Indonesia dikenal dengan nama sistem akuntabilitas


kinerja instansi pemerintah (SAKIP). Instruksi Presiden RI Nomor 7 Tahun 1999 merupakan
peraturan perundangan pertama yang mengatur sistem pelaporan kinerja pemerintahan di
Indonesia. Dalam Peraturan ini, Presiden mengintruksikan kepada para Menteri, Panglima
TNI, Gubernur BI, Jaksa Agung, Kepala Polri, Pimpinan Lembaga Pemerintah Non
Departemen, Pimpinan Sekretariat Lembaga Tertinggi dan Tinggi Negara, Gubernur, dan
Bupati/Walikota antara lain untuk melaksanakan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah
sebagai wujud pertanggungjawaban instansi pemerintah dalam mencapai misi dan tujuan
organisasi. Bentuk akuntabilitas kinerja instansi pemerintah tersebut diwujudkan dengan
menyampaikan laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah (LAKIP) kepada Presiden.

Dari situ dapat ditarik kesimpulan bahwa pihak yang melakukan kinerja pada
organisasi tersebut adalah pemertintah pusat yang dilakukan untuk melaksanakan
akuntabilitas kinerja instansi pemerintah sebagai wujud pertanggungjawaban instansi
pemerintah dalam mencapai misi dan tujuan organisasi. Yang nanti hasilnya dilaporkan
dengan menyampaikan laporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah (LAKIP) kepada
Presiden.

2. Jelaskan tujuan dari pengukuran kinerja sector public dilakukan ?

\Pengukuran kinerja sektor publik dilakukan untuk memenuhi tiga maksud :

1. Pengukuran kinerja sektor publik dimaksudkan untuk membantu memperbaiki kinerja


pemerintah. Ukuran kinerja dimaksudkan untuk dapat membantu pemerintah berfokus
pada tujuan dan sasaran program unit kerja. Hal ini pada ahkirnya akan meningkatkan
efisiensi dan efektivitas organisasi sektor publik dalam pemberian Pelayanan publik.
2. Ukuran kinerja sektor publik digunakan untuk pengalokasian sumber daya dan
pembuatan keputusan.
3. Ukuran kinerja sektor publik dimaksudkan untuk mewujudkan pertanggungjawaban
publik dan memperbaiki komunikasi kelembagaan
4. Memastikan pemahaman para pelaksana akan ukuran yang digunakan untuk
pencapaian kinerja
5. Memastikan tercapainya rencana kinerja yang telah disepakati
6. Memantau dan mengevaluasi pelaksanaan kinerja dan membandingkannya dengan
rencana kerja serta melakukan tindakan untuk memperbaiki kinerja
7. Memberikan penghargaan dan hukuman yang objektif atas prestasi pelaksana yang
telah diukur sesuai dengan sistem pengukuran kinerja yang telah disepakati
8. Menjadi alat komunikasi antar bawahan dan pimpinan dalam upaya memperbaiki
kinerja organisasi
9. Mengidentifikasikan apakah kepuasan pelanggan sudah terpenuhi
10. Membantu memahami proses kegiatan instansi pemerintah
11. Memastikan bahwa pengambilan keputusan dilakukan secara objektif
12. Menunjukkan peningkatan yang perlu dilakukan
13. Mengungkapkan permasalahan yang terjadi.