Anda di halaman 1dari 14

KUIS I (TAKE HOME)

Untuk memenuhi nilai mata kuliah Utilitas

Dosen Pengampu :

Ir. Slamet Priyanto, M.S.

Disusun oleh :
Nama : Putri Puspita Sari
NIM : 21030115120013

DEPARTEMEN TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNIK


UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG
2017
1. Saturated Steam dan Superheated Steam
a. Saturated steam (uap saturasi) adalah sebuah kondisi dimana uap air berada pada
equilibrium tekanan dan temperatur yang sama dengan air fase cair (liquid). Uap
saturasi menjadi fase transisi antara air fase cair dengan air fase gas murni, atau
yang biasa kita kenal dengan uap panas lanjut (superheated steam). Pada saat air
berada dalam fase transisi ini, terjadi pencampuran antara air fase cair (kita kenal
dengan istilah saturated water) dengan air fase gas (kita kenal dengan
istilah saturated steam) dalam proporsi yang sesuai dengan jumlah panas laten
yang diserap fluida. Uap saturasi ini mulai terbentuk tepat pada saat air mencapai
titik didihnya (titik saturated water), hingga semua energi dari panas laten diserap
oleh air. Di saat seluruh panas laten telah diserap oleh air, dan jumlah fase uap
sudah mencapai hampir 100% dibandingkan dengan fase cairnya, maka itulah
batas akhir dari fase uap saturasi. Proses mencapai hampir 100% fase uap tersebut
terjadi pada satu besaran tekanan dan temperatur konstan.

Superheated steam atau uap panas lanjut adalah air yang benar-benar berfase gas.
Jika uap saturated adalah uap air yang masih bercampur dengan air liquid, atau
uap supercritical yang tidak bisa dibedakan dengan air supercritical, maka uap
superheated adalah gas H2O kering yang sudah tidak mengandung kelembaban air
sama sekali. Air liquid dapat berubah fase menjadi superheated steam setelah
melewati garis kurva saturasi. Untuk dapat melewati garis kurva saturasi, ada
beberapa cara yang bisa dilakukan. Pertama dengan tekanan tetap, temperatur
lingkungan ditingkatkan. Kedua pada temperatur tetap, tekanan lingkungan
diturunkan. Terakhir, tekanan ruang diturunkan bersamaan dengan kenaikan
temperatur ruang. Namun semua proses tersebut harus memenuhi satu syarat,
garis perubahan kondisi lingkungan harus memotong kurva saturasi.

Manfaat di Industri
 Saturated steam digunakan sebagai steam untuk boiler karena mampu
melakukan transfer panas yang tinggi, sehingga dapat digunakan sebagai
pemanas bahan tertentu. Bisa juga digunakan untuk mengoperasikan
pompa.
 Superheated steam digunakan untuk proses transfer massa karena memiliki
kerapatan yang lebih rendah dari saturated steam. Dapat pula digunakan
sebagai steam stripping dan untuk menggerakkan turbin.

Kelebihan dan Kekurangan


 Saturated steam
( + ) Memiliki suhu yang seragam.
( + ) Mudah untuk dikondensasikan kembali karena memiliki banyak
kandungan air.
( + ) Memiliki tekanan yang seragam.
( - ) Energi yang dihasilkan lebih kecil.
( - ) Kurang efektif untuk meningkatkan efisiensi proses.
 Superheated steam
( + ) Meningkatkan efisiensi proses (misal meningkatkan efisiensi thermal
pada turbin).
( + ) Memiliki tenaga yang lebih besar.
( - ) Membutuhkan luas perpindahan panas yang lebih besar.
( - ) Memiliki laju perpindahan panas menyeluruh yang lebih rendah
walaupun memiliki suhu yang lebih tinggi.
( - ) Perlu ada pendinginan sampai suhu saturasi untuk melepaskan panas
latennya.
( - ) Suhunya tidak seragam.
b. Saturated steam digunakan untuk menggerakkan alat-alat yang membutuhkan
energi yang tidak terlalu besar, misalnya pompa. Sedangkan superheated steam
digunakan untuk menggerakkan alat-alat yang membutuhkan energi lebih besar,
misalnya turbin.

2. Efisiensi Boiler
a. Efisiensi panas dari boiler adalah tingkat untuk kerja boiler atau ketel uap yang
didapatkan dari perbandingan antara energi yang dipanaskan atau yang diperoleh
oleh fluida kerja di dalam ketel dengan masukan energi kimia dari bahan bakar.
Persamaannya :
𝑝𝑎𝑛𝑎𝑠 𝑘𝑒𝑙𝑢𝑎𝑟
𝐸𝑓𝑖𝑠𝑖𝑒𝑛𝑠𝑖 𝑏𝑜𝑖𝑙𝑒𝑟 (η)= 𝑥 100%
𝑝𝑎𝑛𝑎𝑠 𝑚𝑎𝑠𝑢𝑘
𝑄𝑜𝑢𝑡
𝐸𝑓𝑖𝑠𝑖𝑒𝑛𝑠𝑖 𝑏𝑜𝑖𝑙𝑒𝑟 (η)= 𝑥 100%
𝑄𝑖𝑛
b. Efisiensi mekanis dari boiler adalah hal yang mengindikasikan seberapa besar
kerja atau tenaga yang digunakan untuk menjalankan operasi pada boiler.
Efisiensi mekanis berhubungan dengan kerja komponen mekanis yang
berpengaruh pada kerja boiler.
Persamaannya :
𝑝𝑎𝑛𝑎𝑠 𝑘𝑒𝑙𝑢𝑎𝑟
𝐸𝑓𝑖𝑠𝑖𝑒𝑛𝑠𝑖 𝑏𝑜𝑖𝑙𝑒𝑟 (η)= 𝑥 100%
𝑝𝑎𝑛𝑎𝑠 𝑚𝑎𝑠𝑢𝑘
𝑄 𝑥 (ℎ𝑔 − ℎ𝑓)
𝐸𝑓𝑖𝑠𝑖𝑒𝑛𝑠𝑖 𝑏𝑜𝑖𝑙𝑒𝑟 (η)= 𝑥 100%
𝑞 𝑥 𝐺𝐶𝑉
Keterangan :
Q : jumlah steam yang dihasilkan (kg/jam)
q : jumlah bahan bakar yang digunakan (kg/jam)
GCV : jenis bahan bakar dan nilai panas kotor bahan bakar (kkal/kg)
hg : entalpi steam jenuh (kkal/kg)
hf : entalpi air umpan (kkal/kg)

3. Definisi Eksplorasi, Diversifikasi, Konservasi, dan Efisiensi Bahan Bakar


 Eksplorasi adalah upaya penyelidikan lapangan untuk mengumpulkan
data/informasi selengkap mungkin tentang keberadaan sumber bahan bakar di
suatu tempat.
 Diversifikasi adalah upaya pengembangan bahan bakar dengan tujuan untuk
mengantisipasi dan mencegah adanya kelangkaan akan bahan bakar di kemudian
hari atau upaya untuk mendorong penggunaan bahan bakar alternatif yang lebih
ramah lingkungan.
 Konservasi adalah upaya penghematan dalam penggunaan bahan bakar dengan
cara mengurangi penggunaan bahan bakar.
 Efisiensi adalah suatu ukuran keberhasilan yang dinilai dari segi besarnya
sumber/jumlah bahan bakar atau penggunaan maksimum bahan bakar untuk
menghasilkan energi yang diinginkan.

4. Hubungan antara steam, udara tekan, dan bahan bakar


a. Steam, udara tekan dan BBM/BBG (bahan bakar) merupakan komponen yang
saling berkaitan dan saling melengkapi dalam berjalannya suatu proses operasi.
Ketiga komponen ini sangat penting dalam industry kimia, dimana steam
digunakan sebagai media penukar panas di sebagian alat penukar panas seperti
evaporator, boiler, dan lainnya. Udara tekan berfungsi sebagai transportasi fluida.
Sedangkan BBM/BBG berfungsi sebagai bahan bakar pada unit pembangkit
steam. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ketiganya merupakan komponen yang
penting dan memiliki perannya masing-masing dalam jalannya proses kimia.
b. Diagram alir
Udara tekan
Kompresor/ Unit
Steam
Pembangkit
Pompa Steam
Air

BBM/BBG Furnace

Pertama BBM/BBG sebagai bahan bakar dimasukkan kedalam furnace, kemudian


setelah dihasilkan energi maka digunakan sebagai pemicu untuk mengaktifkan
unit pembangkit steam. Pada saat yang sama, fluida dialirkan menuju unit
pembangkit steam, misalnya udara tekan dengan menggunakan kompresor atau air
dengan menggunakan pompa. Setelah ada fluida yang masuk ke pembangkit
steam, maka panas dari furnace akan mengaktifkan pembangkit steam untuk
mengubah fluida menjadi steam yang diinginkan.
c. Pernanan udara tekan dalam industri kimia :
 Untuk memindahkan partikel padat dari satu tempat ke tempat yang lain,
misalnya memindahkan memindahkan semen, tepung, batubara ataupun
pasir. Dengan pemindahan cara ini, partikel yang dipindahkan bisa dalam
jumlah besar dan waktu singkat, tetapi memerlukan saluran tersendiri agar
partikel padat tersebut tidak kemana-mana.
 Pada penggunaan tools, misalnya impact, hammer, ratchet, winch, ada yang
menggunakan udara tekan untuk memudahkan kerja manusia. Penggunaan
udara tekan memnungkinkan lebih kecilnya daya yang dikeluarkan manusia
juga mempersingkat waktu pengerjaan.
 Alasan safety dan ekonomis sebagaimana disampaikan di atas, juga
menyebabkan udara tekan juga digunakan pada diaghpram pump dan air
motor. Kedua peralatan tersebut sering digunakan pada area yang rawan
percikan api.
 Di dunia konstruksi baja, baik gedung-gedung, industri manufakturing, serta
galangan kapal, umumnya juga menggunakan aplikasi udara tekan. Ada dua
pekerjaan utama yang menggunakan udara tekan : sandblasting dan
pengecatan. Meski berbeda tujuan, udara tekan mempunyai fungsi yang
hampir mirip. Pada sandblasting, udara tekan meniup butiran pasir untuk
mengelupas pengotor dan karat pada permukaan baja. Proses ini
dimaksudkan agar proses pengecatan berlangsung dengan baik. Sedangkan
pada pengecatan, udara tekan digunakan untuk meniup cairan cat.
 Udara tekan juga digunakan untuk meniup plastik ataupun alumunium agar
mengikuti bentuk cetakannya. Misalnya pada industri botol plastik. Pada
aplikasi ini, udara tekan yang digunakan berkategori tekanan tinggi.
 Selain itu, udara tekan juga dimanfaatkan untuk starting engine. Baik untuk
diesel yang digunakan di kapal-kapal ataupun yang digunakan di power plant.
Ada yang menggunakan udara bertekanan tinggi (kurang lebih 35 bar) dan
ada juga yang menggunakan udara bertekanan sekitar 7 bar, sebagaimana
umumnya penggunaan udara tekan lainnya. Hal ini tergantung desain dari
pihak pembuat engine.
5. Skema dan Prinsip Kerja Alat
a. Boiler

Gambar 1. Skema Alat Boiler


Prinsip kerja boiler sebenarnya cukup sederhana sama seperti pada saat kita
sedang mendidihkan air menggunakan panci. Proses pendidihan air tersebut akan
selalu diiringi proses perpindahan panas yang melibatkan bahan bakar, udara,
material wadah air, serta air itu sendiri. Proses perpindahan panas ini mencakup
tiga jenis perpindahan panas yang sudah sangat kita kenal yakni konduksi,
konveksi, dan radiasi. Pada boiler pipa air di atas misalnya, sumber panas
didapatkan dari pembakaran bahan bakar di dalam furnace. Energi panas ini
sebagian akan terpancar secara radiasi ke pipa-pipa evaporator sehingga
memanaskan pipa-pipa tersebut. Panas yang terserap oleh permukaan pipa akan
secara konduksi berpindah ke sisi permukaan dalam pipa. Di dalam pipa, mengalir
air yang terus-menerus menyerap panas tersebut. Proses penyebaran panas antar
molekul air di dalam aliran ini terjadi secara konveksi. Perpindahan panas
konveksi antar molekul air, seakan-akan menciptakan aliran fluida tersendiri
terlepas dengan aliran air di dalam pipa-pipa boiler.

Gambar 2. Proses Pembentukan Uap dalam Boiler


Gas hasil pembakaran yang mengandung energi panas akan terus mengalir
mengikuti bentuk boiler hingga ke sisi keluaran. Di sepanjang perjalanan, panas
yang terkandung di dalam gas buang akan diserap oleh permukaan tubing boiler
dan diteruskan secara konduksi ke air di dalam pipa. Secara bertahap, air akan
berubah fase menjadi uap basah (saturated steam) dan dapat berlanjut hingga
menjadi uap kering (superheated steam).
b. Kompresor

Gambar 3. Proses Pemompaan pada Ban


Gambar 1. Skema Alat Boiler
Prinsip kerja kompresor udara hampir sama dengan pompa ban sepeda atau
mobil. Ketika torak dari pompa ditarik keatas, tekanan yang ada di bawah silinder
akan mengalami penurunan di bawah tekanan atmosfir sehingga udara akan
masuk melalui celah katup ( klep) kompresor. Katup (klep) kompresor di pasang
di kepala torak dan dapat mengencang dan mengendur. Setelah udara masuk ke
tabung silinder kemudian pompa mulai di tekan dan torak beserta katup (klep)
akan turun ke bawah dan menekan udara,sehingga membuat volumenya menjadi
kecil. Tekanan udara menjadi naik terus sampai melebihi kapasitas tekanan di
dalam ban, sehingga udara yang sudah termampat akan masuk melalui katup
(pentil). Setelah di pompa terus menerus tekanan udara di dalam ban menjadi
naik. Proses perubahan volume udara yang terletak pada silinder pompa menjadi
lebih kecil dari kondisi awal ini di sebut proses pemampatan (pengkompresan
udara).

6. Diketahui :
Kapasitas kompresor (m3/menit) (Q) = 35
Tekanan saat menyala (kg/cm2) = 6,8
Tekanan saat mati (kg/cm2) = 7,5
kW yang dipakai untuk load = 188 kW
kW yang dipakai untuk unload = 54 kW
Waktu load rata-rata (T) = 1,5 menit
Waktu unload rata-rata (t) = 10,5 menit
Ditanya : Besarnya jumlah kebocoran = ?
Jawab :
𝑇
Besarnya jumlah kebocoran sistem = 𝑄 𝑥
𝑇+𝑡
1,5
= 35 𝑥
1,5 + 10,5
= 4,375 𝑚3 /𝑚𝑒𝑛𝑖𝑡
Maka kebocoran sistem sebesar 4,375 m3/menit.

7. Hasil uji lab air danau di Semarang :


TSS 500 ppm
TDS 105 ppm
Warna 15
pH 8,5
Besi 3 ppm
Cl- 300 ppm
Kesadahan CaCO3 500 ppm

Berdasarkan referensi yang didapat, standar air umpan boiler adalah sebagai berikut :
Tabel 2. Rekomendasi batas air umpan (IS10392, 1982)

REKOMENDASI BATAS AIR UMPAN (IS 10392, 1982)


Faktor Hingga 20 kg/cm2 21-39 kg/cm2 40-59 kg/cm2
Total besi (maks.) ppm 0,05 0,02 0,01
Total tembaga (maks.) ppm 0,01 0,01 0,01
Total silika (maks.) ppm 1 0,3 0,1
Oksigen (maks.) ppm 0,02 0,02 0,01
Residu hidrasin ppm - - -0,06
pH pada 250C 8,8-9,2 8,8-9,2 8,2-9,2
Kesadahan, ppm 1 0,5 -
Jika dibandingkan dengan referensi, maka :
Hasil Uji Layak/ Tidak Layak
TSS 500 ppm Tidak Layak
TDS 105 ppm Layak
Warna 15 Layak
pH 8,5 Tidak layak
Besi 3 ppm Tidak layak
Cl- 300 ppm Tidak layak
Kesadahan CaCO3 500 ppm Tidak layak

Berdasarkan analisa di atas, maka dapat disimpulkan bahwa air danau ini tidak layak
untuk langsung digunakan sebagai umpan boiler, karena hasil uji yang didapatkan
belum memenuhi standar spesifikasi baku mutu air umpan boiler itu sendiri. Dimana
mayoritas hasil melebihi batas maksimum dari standar yang telah ditentukan. Air
danau ini masih mungkin untuk digunakan sebagai air umpan boiler, namun harus
melewati tahapan pengolahan terlebih dahulu untuk mendapatkan spesifikasi yang
diinginkan dan sesuai baku mutu. Misalnya harus ada penurunan kesadahan,
perlakuan untuk senyawa CaCO3 yaitu dengan cara presipitasi maupun penambahan
resin. Untuk menghilangkan ion klor maka dapat digunakan cara reverse osmosis
untuk treatment secara fisik, namun untuk lainnya yaitu dengan cara kimia, maka
airnya diberi perlakuan dengan menggunakan metode penukaran anion. Kemudian
untuk penghilangan material besi yang berlebihan, dan lainnya.
REKOMENDASI BATAS AIR UMPAN (IS 10392, 1982)
Hingga 20 21-39 40-59
Faktor kg/cm 2 kg/cm 2 kg/cm2
TDS, ppm 3000-3500 1500-2500 500-1500
Total padatan besi terlarut ppm 500 200 150
Konduktivitas listrik spesifik
pada 250C (mho) 1000 400 300
Residu fosfat ppm 20-40 20-40 15-25
pH pada 250C 10-10,5 10-10,5 9,8-10,2
Silika (maks.) ppm 25 15 10