Anda di halaman 1dari 2

HEPATITIS AKUT

1. Hepatitis A Akut
- Nekroinflamasi akut pada hati, sembuh spontan tanpa sekuele kromol
- Masa inkubasi 14-28 hari
- Inf secara fekal-oral
- Gejala prodormal: lemas, cepat lelah, anoreksia, muntah, rasa tidak nyaman pada
abdomen, diare, demam, sakit kepala, atralgia, mialgia. Gejala prodormal akan hilang
seiring munculnya ikterus
- Lima pola klinis infeksi hep A:
1. Infeksi hep A asimtomatik: biasanya pada usia <5-6 tahun
2. Infeksi hep A simptomatik: spt teh dan feses warna dempul, biasnya disertai ikterus
3. Hep Kolestasis: pruritus, peningkatan jangka panjang alkaline fosfatase, gamma
glutamyl transpeptidase, hiperbilirubinemia, penurunan berat badan
4. Hep A relaps: kembali munculnya sebagian atau seluruh tanda klinis, penanda
biokimia virus, penanda serologi infeksi hep A akut stlh resolusi inisial
5. Hep fulminan: jarang terjadi, dpt hilang spontan, dpt juga fatal
- PF: hepatomegali, ikterus
- DD: inf virus hepatitis lainnya (Hep B, hep C, hep E, CMV, campak, reaksi obat
hepatotoksik
- Tx: tx simtomatis, hidrasi
2. Hep B akut
- Transmisi dgn efektif melalui cairan tubuh, perkutan, membran mukosa. Konsentrasi
dalam jumlah tinggi pada darah, serum, eksudat luka
- Virus bereplikasi di dalam hepatosit, dmn virus tidak bersifat sitopatik  shg yg
membuat kerusakan sel hati dan manifestasi klinis bukan krn virus yg menyerang
hepatosit namun krn respon imun oleh tubuh. Respon sel T thd selubung, nukleokapsid,
dan antigen polimerase berperan dlm eliminasi sel yg terinfeksi
- Masa inkubasi: 1-4 bln
- Gejala konstitusional: malaise, anoreksia, mual muntah, mialgia, mudah lelah, nyeri
abdomen kanan atas atau epigastrium intermiten ringan-moderat, demam jarang terjadi
dibading hep A/E  gejala muncul 1-2 minggu sblm ikterus (tjd pada 30%)
- Gejala klinis dan ikterus hilang stlh 1-3 bln
- Demam tidak terlalu tinggi, ikterus, hepatomegali ringan
- HbsAg muncul 2-10 minggu stlh paparan, hilang 4-6 bln. Anti-HBs muncul stlh
serokonversi
- HbsAg persisten lebih dari 6 bulan  infeksi hep B kronik
- Window period = periode antara hilangnya HbsAg dan munculnya anti=HBs ; HbeAg
negatif dan HBV-DNA tidak terdeteksi ; IgM anti-HBc positif
- IgM anti HBc bertahan 4-6bln slm hep B akut. Namun positif selama hep B kronik yg
eksaserbasi akut
- IgG anti-HBc  positif pada hep B kronik dan pada yg telah sembuh dari Hep B akut,
biasanya disertai anti HBs positif
- Peningkatan ALT > AST, sampai 1000-2000 iu/L
- Tx: Inf hep B akut tidak perlu terapi antiviral, hanya simptomatik dan suportif krn dpt
sembuh spontan. Antiral diberikan pada hep fulminan dan pasien imunokompromais
3. Hep C akut
- Viral load berfluktuasi selama inf akut
- Titer IgM anti HCV dan IgG anti HCV penting utk membedakan inf hep C akut dan kronik
- HCV-RNA bertahan > 6 bln  inf kronik
- 20-25% sembuh spontan
- Tx: suportif dan simptomatik