Anda di halaman 1dari 9

JUDUL : HUBUNGAN KETAATAN DIET DAN KEBIASAAN OLAHRAGA DENGAN

KADAR GULA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELLITUS YANG


BEROBAT DI PUSKESMAS NGEMBAL KULON KABUPATEN KUDUS

Peneliti : Sugiyarti, Wulandari Meikawati, Trixie Salawati

Tahun : 2011

Tujuan dari penelitian tersebut yaitu mengetahui hubungan antara ketaatan diit dan kebiasaan
olahraga dengan kadar gula darah pasien DM. Jenis Penelitian yang digunakan adalah
explanatory research yaitu untuk menjelaskan hubungan antara ketaatan diit dan kebiasaan
olahraga dengan kadar gula darah sewaktu dengan menguji hipotesis yang telah dirumuskan. dan
menggunakan metode survey dengan teknik wawancara dengan pendekatan cross sectional.
Hasil dari penelitian tersebut adalah dari 32 responden diperoleh hasil bahwa sebagian besar
responden taat melakukan diit yaitu 30 orang (93,8%) dan responden yang tidak taat melakukan
diit sebanyak 2 orang (6,2%), responden yang biasa berolahraga dengan kategori benar sebanyak
17 orang (53,1%) dan responden yang biasa berolahraga dengan kategori salah sebanyak 15
orang (46,9%), responden yang memiliki kadar gula darah buruk sebanyak 24 orang (75%) dan
memiliki kadar gula darah sedang sebanyak 8 orang (25%)

Dari hasil jurnal penelitian tersebut dapat disimpulkan tidak ada hubungan antara ketaatan diit
dengan kadar gula darah pasien DM (p=1000 ≤ α). Hasil penelitian tersebut berbeda dengan
penelitian Titin Windayanti (2004) yang menyatakan bahwa ada hubungan yang bermakna
antara ketaatan diit dengan kadar gula darah. Ada hubungan yang bermakna antara kebiasaan
olahraga dengan kadar gula darah. Hasil Penelitian ini sesuai dengan penelitian Ani Sulistyowati
(2004) yang menyatakan bahwa terdapat hubungan antara kebiasaan olahraga dengan kadar gula
darah.

1
JUDUL : HUBUNGAN TERAPI DIET DAN OLAHRAGA TERHADAP PERUBAHAN
KADAR GLUKOSA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II DIRUMAH
SAKIT ISLAM FAISAL MAKASSSAR

Peneliti : Muh.Faisal Basir ,Junaidi ,Sri Suryani

Tahun : 2012

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan terapi diet dan olahraga terhadap
perubahan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus tipe II di RSU Islam Faisal Makassar
.jenis penelitian ini menggunakan Deskriptif analitik dengan pendekatan Cross sectional study .
penelitian ini dilaksanakan di RSU Islam Faisal Makassar pada tanggal 01 samapai 31 juli
tahun 2012. Responden adalah semua pasien yang dirawat di ruang rawat inap RSU islam faisal
makassar .

Hal ini sejalan dengan teori yang diungkapkan oleh Dr.Sidartawan dkk(2011) yang dikutip dari
chaveau dan khaufman (1889) ,olahraga pada diabetes dapat menyebabkan terjadinya
peningkatan pemakaian glukosa oleh otot yang aktif ,sehingga secara langsung olahraga dapat
menyebakan penurunan glukosa darah .demikian pula yang didapatkan dari hasil penelitian Allen
dkk,olahraga aerobic yang teratur dapat mengurangi kebutuhan insulin sebesra 30-50 % pada
diabetes tipe 1 yang terkotrol dengan baik ,sedangkan pada diabetes tipe 2 yang dikombinasikan
dengan penurunan berat badan akan mengurangi kebutuhan insulin hingga 100%.

Hasil uji dalam penelitian tersebut menunjukkan adanya hubungan antara terapi diet dan
olahraga terhadap perubahan kadar gula darah pada pasien diabetes melitus tipe II pada RSU
faisal makassar ,sehingga pasien harus mempertahankan kadar gula darah dengan melakukan
terapi diet yang benar serta melakukan olahraga yang teratur.

2
JUDUL : HUBUNGAN KETAATAN DIET DAN KEBIASAAN OLAHRAGA DENGAN
KADAR DARAH PADA PASIEN DIABETES MELITUS YANG BEROBAT DI
PUSKESMAS NGEMBAL KULON KABUPATEN KUDUS

Peneliti : Sugiyarti ,Wulandari Meikawati , Trixie salawati

Tahun : 2011

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara ketaaan diet dan kebiasaaan
olahraga dengan kadar gula darah pasien DM yang berobat dipuskesmas ngembal kulon
kabupaten kudus .dengan jenis penelitian yang digunaka adalah explanatory research dengan
metode survey tehnik wawancara dengan pendekatan cross sectional.

Pada hasil penelitian diketahui bahwa terdsapat hubungan antara kebiasaan olahraga dengan
kadar gula darah .hal ini sesuai dengan penelitian Ani Sulistyowati (2004) yang menyatakan
bahwa terdapat hubungan antara kebiasaan olahraga dengan kadar gulah darah . kebiasaan
frekuensi latihan ,lama latihan dan jenis latihan yang sesuai dengan penyakit DM yang diderita.
Olahraga yang baik akan bermanfaat dalam pengaturan kadar glukosa darah pada penderita DM
yang akan mempengaruhi dalam pengendaliaan kadar gulah darah mereka.

Hasil uji dari penelitiaan ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara kebiasaan olahraga
dengan kadar glukosa darah pasien DM ,sehingga bagi penderita DM lebih menjaga pola diet
dan meningkatkan kebiasaan olahraga agar gula darah selalu terjaga .

3
KESIMPULAN

Dari hasil jurnal penelitian tersebut dapat disimpulkan tidak ada hubungan antara ketaatan diit
dengan kadar gula darah pasien DM (p=1000 ≤ α). Hasil penelitian tersebut berbeda dengan
penelitian Titin Windayanti (2004) yang menyatakan bahwa ada hubungan yang bermakna
antara ketaatan diit dengan kadar gula darah. Ada hubungan yang bermakna antara kebiasaan
olahraga dengan kadar gula darah. Hasil Penelitian ini sesuai dengan penelitian Ani Sulistyowati
(2004) yang menyatakan bahwa terdapat hubungan antara kebiasaan olahraga dengan kadar gula
darah (Sugiyarti, Meikarti Wulandari, Salawati Trixie : 2011)

Dari jurnal penelitian tersebut, dapat disimpulkan terdapat hubungan pola makan, genetik, dan
kebiasaan olahraga terhadap kejadian diabetes mellitus tipe II (Sudaryanto, Setiyadi,
Frankilawati : 2014)

Dari jurnal penelitian tersebut , dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara terapi diet
dan olahraga terhadap perubahan kadar gula darah pada pasien diabetes mellitus tipe 2.( sehingga
pasien harus mempertahankan kadar gula darah dengan melakukan terapi diet yang benar serta
melakukan olahraga yang teratur.)

Dari jurnal penelitian tersebut , dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh penurunan kadar
glukosa darah yang bermakna pada pasien diabetes melitus sebelum dan sesudah melakukan
olahraga jalan santai. Hasil penurunan kadar gula darah yang bermakna didukung oleh beberapa
penelitian yang menyatakan terdapat penurunan kadar gula darah yang bermakna pada pasien
DM yang melkukan aerobic.

Dari jurnal peneloitian tersebut,dapat disimpulkan bahwa Ada hubungan antara olahraga dengan
kejadian DM tipe II di wilayah kerja Puskesmas Purwosari.jumlah responden yang melakukan
olahraga dengan kategori kurang lebih besar pada kelompok kasus dibandingkan dengan
kelompok ko

4
JUDUL : HUBUNGAN OLAHRAGA DENGAN KEJADIAN DIABETES
MELITUS TIPE II DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PURWOSARI SURAKARTA

PENULIS : Ikhtiyarotul arafah,Bejo Raharjo,Farid Setyo N.

TAHUN : 2015

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa hubungan antara olahraga dengan
kejadian DM tipe II di wilayah kerja puskesmas Purwosari Surakarta serta untuk
mendiskripsikanvariabel yang diteliti. Jenis penelitian ini adalah penelitian bservasional dengan
rancangan case control yaitu suatu penelitian analitik yang menyangkut bagaimana faktor risiko
dipelajari dengan melakukan pendekatan(Notoadmodjo,2012). Penelitian ini dilakukan pada
bulan juni tahun 2015 di wilayah kerja puskesmas Purwosari Surakarta yakni di kelurahan
Purwosari,Kerten dan jajar.

Populasi kasus pada penelitian ini adalah pasien baru DM tipe II yang tercatat sebagai
pasien rawat jalan di wilayah kerja puskesmas Purwosari,sedangkan populasi kontrol pada
penelitian ini adalah pasien baru yang bukan penderita DM yang tercatat sebagai pasien rawat
jalan di puskesmas wilayah purwosari

Pada DM tipe II olahraga berperan utama dalam pengaturan kadar glukosa darah. Pada
saat berolahraga resistensi insulin berkurang,sebaliknya sensitifitas insulin meningkat,hal ini
menyebabkan kebutuhan insulin pada diabetisi tipe II akan berkurang ( ilyas : 2009).

Ada hubungan antara olahraga dengan kejadian DM tipe II di wilayah kerja Puskesmas
Purwosari.jumlah responden yang melakukan olahraga dengan kategori kurang lebih besar pada
kelompok kasus dibandingkan dengan kelompok kontrol.

5
JUDUL : PENGARUH OLAHRAGA JALAN SANTAI TERHADAP KADAR
GLUKOSA DARAH PADA PASIEN DIABETES MELITUS

PENULIS : Arkan Adi Widiya,Safari Wahyu Jatmiko dan Sigit Widyatmoko

TAHUN : 2015

Tujuan dari Jurnal tersebut yaitu mengetahui pengaruh olahraga jalan santai terhadap
kadar glukosa darah pada pasien diabetes melitus pada kegiatan olahraga jalan santai.penelitian
tersebut menggunakan desain penelitian anlitik observational dengan pendekatan studi cross
sectional untuk mempelajari adanya pengaruh olahraga jalan santai terhadap kadar glukosa darah
pada pasien diabetes melitus.penelitian tersebut dilakukan di Prolanis Padimas Surakarta di
Kelurahan Sriwedari Kecamatan Laweyan Kota Surakarta dengan waktu penelitian bulan Januari
2015.

Jalan kaki merupakan aktivitas fisik yang sangat sederhana dan dapat dilakukan oleh
semua golongan.jalan kaki juga merupakan olahraga rekreasi yang dapat meningkatkan
kebugaran karena bersifat olahraga aerobik (Hasibuan,2010). Olahraga jalan santai disini
merupakan olahraga jalan kaki santai dengan jarak 2 KM dilakukan selama 30 menit.
Pengecekan kadar glukosa darah dilakukan sebelum dan sesudah dilakukan untuk mengetahui
pengaruh akut dari latihan yang dilakukan ( Horden et al,2010).

Penelitian tersebut mengamati penurunan kadar glukosa darah secara akut dengan
pengambilan sample dilakukan langsung pada saat sebelum dan sesudah dilakukan olahraga
secara tunggal.penelitian yang dilakukan di Prolanis Padimas Surakarta telah membuktikan
bahwa olahraga jalan santai selama 30 menit dapat menurunkan kadar glukosa darah yang
signifikan.

Kelebihan penelitian yaitu memiliki kelebihan pada jumalh sample yang lebih
banyak,pengukuran kadar glukosa darah dapat dilakukan secara bersamaan antara responden

6
yang satu dengan yang lain yang memiliki selisih waktu hanya beberapa menit.sehingga
responden lebih homogen.

Kekurangan pada penelitian tersebut yaitu menggunakan metode observasional dengan


pendekatan cross sectional yang hanya mengamati kegiatan olahraga jalan santai yang telah ada
sehingga variabel perancu yang kurang dapat dikendalikan.pengendalian variabel hanya dapat
dilakukan dengan pengambilan sample dengan metode.

Berdasarkan hasil dan pembahasan yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa
terdapat pengaruh penurunan kadar glukosa darah yang bermakna pada pasien diabetes melitus
sebelum dan sesudah melakukan olahraga jalan santai. Hasil penurunan kadar gula darah yang
bermakna didukung oleh beberapa penelitian yang menyatakan terdapat penurunan kadar gula
darah yang bermakna pada pasien DM yang melkukan aerobic.

7
DAFTAR PUSTAKA

1. Sugiyarti, Meikawati W, Salawati T. 2011. Hubungan Ketaatan Diet dan Kebiasaan


Olahraga dengan Kadar Gula Darah pada Pasien Diabetes Melitus yang Berobat di
Puskesmas Ngembal Kulon Kabupaten Kudus. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia
Vol.7 No. 1 tahun 2011 hal. 51-58. Semarang
http://jurnal.unimus.ac.id/index.php/jkmi/article/view/588 diakses tanggal 27 September
2017

2. Sudaryanto A, Setiyadi NA, Frankilawati DA. 2014. Hubungan Antara Pola Makan,
Genetik Dan Kebiasaan Olahraga Terhadap Kejadian Diabetes Melitus Tipe II Di
Wilayah Kerja Puskesmas Nusukan, Banjarsari. Prosiding SNST ke-5 tahun 2014.
Banjarsari
https://publikasiilmiah.unwahas.ac.id/index.php/PROSIDING_SNST_FT/article/view/98
5 diakses tanggal 27 September 2017

3 .Hasibuan.R,2010.Terapi Sederhana Menekan Gejala Penyakit Degeneratif.J II


kes.8(2):78-93.
http://eprints.ums.ac.id/39408/9/Naskah%20Publikasi.pdf (diakses tgl 27 September
2017).

4 .Basir MF ,Junaidi ,Suryani S,2012. Hubungan Terapi Diet Dan Olahraga Terhadap
Perubahan Kadar Gulah Darah Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II Di Rumah Sakit
Islam Faisal Makassar. Volume 1 Nomor 1 Tahun 2012. Makassar
http://www.academia.edu/30209207/HUBUNGAN_TERAPI_DIET_DAN_OLAHRAG
A_TERHADAP_PERUBAHAN_KADAR_GULA_DARAH_PADA_PASIEN_DIABET
ES_MELITUS_TIPE_2_DI_RUMAH_SAKIT_UMUM_ISLAM_FAISAL_MAKASSA
R ( diakses tanggal 27 september 2017)

8
5.Arofah I ,Raharjo B,Setyo FN , 2015.Hubungan Olahraga Dengan Kejadiaan Diabetes
Melitus tipe II di Wilayah Kerja Puskesmas Purwosari Surakarta .Surakarta
http://eprints.ums.ac.id/37860/1/Naskah%20Publikasi.pdf( diakses 27 september 2017 )