Anda di halaman 1dari 10

Judul : Pengaruh latihan jasmani senam diabetes mellitus terhadap

penurunan kadar gula darah penderita diabetes melitus


Penulis : Yendi, Adwiyana
Tahun : 2014

Berdasarkan teori keperawatan, juga mengungkapkan bahwa latihan jasmani


merupakan kebutuhan pasien yang harus dipenuhi dalam mengatasi masalah
keperawatan yang timbul akibat dari diabetes (Potter dan Perry, 2005). Dari jurnal ini
bertujuan untuk : mengidentifikasi karakteristik responden penderita diabetes mellitus
di wilayah kerja Puskesmas Rasimah Ahmad Kota Bukittinggi. Penelitian ini
menggunakan desain quasi eksperimen dengan pendekatan pre test and post test
nonequivalent control group. Jumlah responden adalah 32 pasien (16 pasien
kelompok kontrol dan 16 pasien kelompok perlakuan). Hasil paired t test
menunjukkan ada perbedaan yang signifikan rata-rata kadar gula darah sebelum dan
sesudah latihan pada kelompok intervensi (p=0,001). Hasil Independent t test
membuktikan ada perbedaan yang signifikan rata-rata penurunan kadar gula darah
antara kelompok kontrol dan kelompok intervensi (p=0,007).
Sehingga dari hasil tersebut disimpulkan bahwa senam diabetes mellitus
berpengaruh dalam menurunkan kadar gula darah pasien diabetes. Rekomendasi hasil
penelitian ini adalah latihan ini dapat dilanjutkan sebagai program intervensi di
puskesmas dan sebagai bahan pertimbangan untuk melakukan upaya peningkatan
kemampuan tenaga medis, terutama perawat yang bekerja di bagian penyakit dalam.
Saran yang pertama bagi pelayanan kesehatan latihan senam diabetes mellitus dapat
dijadikan acuan pengendalian kadar gula darah, kedua bagi perawat spesialis medical
bedah dengan memahami patofisiologi dan pengendalian diabetes mellitus sehingga
dapat melakukan inovasi-inovasi dan modifikasi asuhan keperawatan dan yang
terakhir bagi perkembangan ilmu keperawatan direkomendasikan untuk penelitian
lebih lanjut tentang latihan jasmani yang lebih spesifik yang dapat mengendalikan
kadar gula darah

MUH REZKI NURFAJAR AZIS Page 1


Judul : Pengaruh aktivitas fisik terhadap kadar gula darah pada pria dewasa
Penulis : Matius F. Herwanto, Fransiska Lintong, Jimmy F. Rumampuk
Tahun : 2016

Berolahraga sangatlah penting untuk mengetahui cara, batasan-batasan dan


bagaimana seharusnya kita berolahraga yang baik, agar terhindar dari gangguan
didalam tubuh. Jurnal penelitian bertujuan dari penelitian ini adalah untuk
mengetahui apakah adanya pengaruh dari berlari terhadap gula darah. Rancangan dari
penelitian ini yaitu analitik secara potong lintang atau hanya dilakukan sekali dalam
waktu tertentu. Lokasi penelitian bertempat di lapangan KONI jalan Ahmad Yani
Manado Sulawesi Utara. Dari metode penelitian ditentukan secara simple random
sampling yang berjumlah 30 orang yang masih muda dan memenuhi kriteria inklusi,
dimana olahraga berlari yang dilakukan, dan dilaksanakan secara bergantian agar
penghitungan tidak terburu-buru dan hasilnya maksimal.
Dari hasil penelitian ini dapat di simpulkan bahwa terdapat pengaruh yang
bermakna akibat aktivitas fisik berlari terhadap gula darah pada pria normal.
Alternatif lain yang dapat dilakukan untuk berolahraga seperti bersepeda, berenang
dan senam. Semua cara tersebut dapat menurunkan kadar gula darah, tergantung dari
intensitas latihan itu sendiri. Jadi berlari dapat disimpulkan menjaga kadar gula darah
dalam keadaan normal jika dilakukan dengan teratur dan dalam batas kemampuan
dari seseorang itu sendiri, berolahraga juga dapat mempertahankan kadar gula darah
agar tetap normal, pada seseorang sudah memiliki riwayat gula darah yang tinggi.

MUH REZKI NURFAJAR AZIS Page 2


Judul : Pengaruh senam kaki diabetes terhadap tingkat sensitivitas kaki dan
kadar glukosa darah
Penulis : Dedi Rusandi, Tri Prabowo, Tetra Saktika Adinugraha
Tahun : 2015

Salah satu teknik manajemen yang dapat mencegah neuropati pada


ekstremitas bagian bawah adalah dengan berlatih Latihan kaki diabetik yang bisa
meningkatkan sirkulasi darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh
senam kaki diabetes terhadap tingkat sensitivitas kaki dan kadar glukosa darah pada
penderita DM di Kelurahan Banyuraden Kecamatan Gamping Sleman Yogyakarta.
Penatalaksanaan pengobatan dan penanganan difokuskan pada gaya hidup dan
aktivitas fisik. Pengontrolan nilai kadar gula darah merupakan kunci program
pengobatan, yaitu dengan mengurangi berat badan, diet, dan berolahraga. Salah satu
bentuk pengelolaan penyakit DM untuk mencegah komplikasi neuropati atau
ekstremitas bagian bawah adalah melakukan senam kaki diabetes. Metode penelitian
ini menggunakan Quasi Eksprimental dengan desain mengunakan pre and post test
group with control.
Kesimpulan yang dapat diperoleh dari penelitian ini adalah senam kaki
diabetes berpengaruh terhadap nilai sensitivitas kaki dan kadar glukosa darah pada
pasien DM. Perlu adanya latihan kaki diabetik memiliki efek signifikan pada tingkat
sensitivitas kaki dan glukosa darah yang dilakukan oleh Puskesmas setiap minggu
dilakukan pertemuan secara rutin untuk menurunkan kadar glukosa darah dan
meningkatkan sensitivitas kaki mencegah terjadinya komplikasi.

MUH REZKI NURFAJAR AZIS Page 3


Judul : Hubungan aktifitas fisik,kepatuhan mengkomsumsi obat anti
diabetik dengan kadar gula darah pasien diabetes melitus
Penulis : Cahyono Widodo,Didik Tamtomo dan Ari Natalia Prabandari
Tahun : 2016

Menganalisis hubungan aktifitas fisik,kepatuhan mengkomsumsi obat anti


diabetik dengan kadar gula darah penderita DM tipe II rawat jalan di Fasyankes
Primer Klaten. Kepatuhan mengkomsumsi obat anti diabetik dan aktifitas
fisik,berhubungan denagn kadar gula darah (p=0.001).
Penelitian ini merupakan penelitian observasi analitik dengan desain studi
cross-sectional di laksanakan di Fasyankes primer Klaten,mulai dari bulang
September sampai dengan buln oktober 2015. Semua data hasil peneltian dari
sample terpilih dijaga kerahasiannya. Kriteria inklusi dalam penelitian ini adalah A).
Pasien DM tipe II yang berobat jalan di fasyankes primer Klaten dan B). Pasien DM
tipe II yang menggunakan obat anti diabetes oral. Sedangkan kriteria ekseklusinya
adalah A). Pasien DM tipe II dengan komplikasi seperti
kardiovaskuler,syaraf,mata,dan kulit, dan B). Pasien wanita hamil. Penelitian
tersebut menggunakan MMAS-8 untuk mengukur Tingkst kepatuhan minum obat
Hipoglikemik Oral dan instrument IPAQ untuk mengukur aktifitas fisik. Sedangkan,
kadar Glukosa Darah (KGD) dengan melihat rekam medis responden.
Dari penelitian diatas dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara
kepatuhan minum obat anti glikemik dan aktifitas fisik dengan kadar gula darah
sebagaimana ditunjukkan oleh hasil uji chi square yaitu hubungan antara kepatuhan
minum obat anti glikemik dengan kadar gula darah (p=0.006) dan hubungan antara
aktifitas fisk dengan kadar gula darah (p=0.45). disamping itu smelalui uji regresi
logistik ganda menunjukkan nilai p=0.001 artinya ada hubungan.
Berdasarkan pada hasil analisis, maka dapat dinyatakan bahwa terdapat
hubungan yang signifikan antara kepatuhan mengkomsumsi obat anti diabetik dan
aktifitas dengan kadar gula darah.
Berdasarkan kesimpulan diatas,maka disarankan terutama pada penderita
DM tipe II,khususnya responden yang memiliki tingkat aktifitas fisik dalam kategori

MUH REZKI NURFAJAR AZIS Page 4


sedang dan rendah agar meningkatkan aktifitas fisiknya dalam kehidupan sehari-
hari.atau aktifitas fisik yang dilakukan minimal 3 kali dalam seminggu dengan
durasi waktu sekitar 30 menit per harinya, dan harus ada kesadaran untuk patuh
mengkomsumsi obat anti diabetik sesuai anjuran dokter atau tenaga kesehatan yang
melayaninya, agar dapat terhindar dari timbulnya komplikasi.

MUH REZKI NURFAJAR AZIS Page 5


Judul : Kadar Gula Darah Sebelum dan Sesudah Melaksanakan Senam
Diabetes pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II
Penulis : Andri Nugraha, Engkus Kusnadi, Sigit Subagja
Tahun : 2016

Jurnal penelitian diatas bertujuan umum untuk mengetahui perbedaan kadar


gula darah sebelum dan sesudah melaksanakan senam diabetes pada pasien DM Tipe
II di Poliklinik penyakit dalam RSUD dr. Slamet Garut. Senam diabetes adalah
latihan fisik aerobik bagi penderita diabetes dengan serangkaian gerakan yang dipilih
secara sengaja dengan cara mengikuti irama musik yang dipilih sehingga melahirkan
ketentuan ritmis, kontinuitas dan durasi tertentu untuk mencapai tujuan tertentu.
Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen, dengan
menggunakan desain penelitian Quasi Eksperimen yaitu eksperimen yang belum atau
tidak memiliki ciri-ciri rancangan eksperimen yang sebenarnya, dikarenakan variabel-
variabel yang seharusnya dikontrol dan dimanifulasi sulit ditemukan (Notoatmodjo,
2012). Rancangan penelitian yang digunakan adalah One Group Pretest Posttest.Jadi
yang dimaksud One Group Pretest Postes disini adalah penelitian ini dilakukan
sebanyak dua kali yaitu sebelum senam DM (pretest) dan sesudah senam DM
(posttest) dengan satu kelompok subjek. Hasil penelitian didapatkan rata-rata kadar
gula darah sebelum senam diabetes 164,50mg/dl dan sesudah senam diabetes 145,13
mg/dl. Hasil uji statistik memperlihatkan bahwa nillai P-value sebesar 0,0005 yang
lebih kecil dari nilai α (0,05).
Sehingga dari analisa bisa di simpulkan :
1. Gambaran kadar Gula Darah Sebelum Senam Diabetes Pada Pasien DM
Tipe II
Hasil penelitian menunjukan bahwa Kadar Gula Darah Sebelum Senam
Diabetes Pada Pasien DM Tipe II, distribusi rata-rata kadar gula darah sebelum
ditunjukkan sebesar 164,50 mg/dl, dengan nilai kadar gula darah terendah adalah
145 mg/dl sedangkan nilai kadar gula darah tertinggi 188 mg/dl. Data di atas
menunjukkan bahwa rata-rata kadar glukosa darah sebelum senam relatif tinggi,

MUH REZKI NURFAJAR AZIS Page 6


dikarenakan pasien DM tipe II ini masih kurang menyadari akan pentingnya diet,
latihan jasmani dan obat-obatan bagi penderita DM tipe II. Sebagian besar dari
pasien DM tipe II ini, kurang bisa menjaga diet, khususnya makanan yang manis-
manis.
2. Gambaran kadar Gula Darah Sesudah Senam Diabetes Pada Pasien
DM Tipe II
Hasil penelitian menunjukan bahwa Kadar Gula Darah Sesudah Senam
Diabetes, distribusi rata-rata kadar gula darah sesudah senam diabetes ditunjukkan
sebesar 145,13 mg/dl, dengan nillai kadar gula darah terendah adalah 114mg/dl
sedangkan nillai kadar gula darah tertinggi 176 mg/dl. Rata-rata kadar gula darah
setelah senam relatif turun, dengan rata-rata penurunan sekitar 23,708% hal ini
disebabkan responden sudah teratur mengikuti kegiatan senam yang dilaksanakan
3 kali dalam seminggu dengan durasi 40 menit yang dilaksanakan selama 1
bulan,pada Diabetes Mellitus Tipe II, olah raga berperan utama dalam pengaturan
kadar glukosa darah.
3. Perbedaan Kadar Gula Darah Pasien DM Tipe II Sebelum dan Sesudah
Pelaksanaan Senam Diabetes
Hasil penelitian didapatkan perbedaaan kadar gula darah antara sebelum dan
sesudah pelaksanaan senam diabetes, dengan nilai Pvalue =0,0000 dengan rata-
rata kadar gula darah sebelum pelaksanaan senam diabetes adalah 164,50 mg/dl
dengan standar deviasi 10,750. Pada responden yang sama rata-rata kadar gula
darah sesudah pelaksanaan senam diabetes adalah 145,13 mg/dl dengan standar
deviasi 16,193. Maka Kriteria pengujian adalah bila p value< alpha dengan derajat
kepercayaan 5% (0,05) maka disimpulkan bahwa terdapat perbedaan kadar gula
darah pasien DM tipe II sebelum dan sesudah senam diabetes.
Dapat disimpulkan bahwa Kadar gula darah rata-rata pada pasien DM Tipe II
sebelum melakukan kegiatan senam yaitu 164,50mg/dl. Kadar gula darah rata-rata
pada pasien DM Tipe II setelah melakukan kegiatan senam diabetesyaitu
145,13mg/dl.

MUH REZKI NURFAJAR AZIS Page 7


KESIMPULAN DAN SARAN :
Menurut (Yendi, Adwiyana : 2014 ) senam diabetes mellitus berpengaruh
dalam menurunkan kadar gula darah pasien diabetes. Rekomendasi hasil penelitian
ini adalah latihan ini dapat dilanjutkan sebagai program intervensi di puskesmas dan
sebagai bahan pertimbangan untuk melakukan upaya peningkatan kemampuan tenaga
medis, terutama perawat yang bekerja di bagian penyakit dalam. Saran yang pertama
bagi pelayanan kesehatan latihan senam diabetes mellitus dapat dijadikan acuan
pengendalian kadar gula darah, kedua bagi perawat spesialis medical bedah dengan
memahami patofisiologi dan pengendalian diabetes mellitus sehingga dapat
melakukan inovasi-inovasi dan modifikasi asuhan keperawatan dan yang terakhir
bagi perkembangan ilmu keperawatan direkomendasikan untuk penelitian lebih lanjut
tentang latihan jasmani yang lebih spesifik yang dapat mengendalikan kadar gula
darah
Menurut ( Herwanto, Lintong, Rumampuk : 2016 ) terdapat pengaruh yang
bermakna akibat aktivitas fisik berlari terhadap gula darah pada pria normal.
Alternatif lain yang dapat dilakukan untuk berolahraga seperti bersepeda, berenang
dan senam. Semua cara tersebut dapat menurunkan kadar gula darah, tergantung dari
intensitas latihan itu sendiri. Jadi berlari dapat disimpulkan menjaga kadar gula darah
dalam keadaan normal jika dilakukan dengan teratur dan dalam batas kemampuan
dari seseorang itu sendiri, berolahraga juga dapat mempertahankan kadar gula darah
agar tetap normal, pada seseorang sudah memiliki riwayat gula darah yang tinggi.
Menurut ( Rusandi, Prabowo, Adinugraha : 2016 ) senam kaki diabetes
berpengaruh terhadap nilai sensitivitas kaki dan kadar glukosa darah pada pasien DM.
Perlu adanya latihan kaki diabetik memiliki efek signifikan pada tingkat sensitivitas
kaki dan glukosa darah yang dilakukan oleh Puskesmas setiap minggu dilakukan
pertemuan secara rutin untuk menurunkan kadar glukosa darah dan meningkatkan
sensitivitas kaki mencegah terjadinya komplikasi.
Menurut (Widodo, Tamtomo dan Prabandari : 2015 ) penderita DM tipe
II,khususnya responden yang memiliki tingkat aktifitas fisik dalam kategori sedang
dan rendah agar meningkatkan aktifitas fisiknya dalam kehidupan sehari-hari.atau
aktifitas fisik yang dilakukan minimal 3 kali dalam seminggu dengan durasi waktu

MUH REZKI NURFAJAR AZIS Page 8


sekitar 30 menit per harinya, dan harus ada kesadaran untuk patuh mengkomsumsi
obat anti diabetik sesuai anjuran dokter atau tenaga kesehatan yang melayaninya,
agar dapat terhindar dari timbulnya komplikasi.
Menurut ( Nugraha, Kusnadi, Subagja : 2016 ) Dapat disimpulkan bahwa
Kadar gula darah rata-rata pada pasien DM Tipe II sebelum melakukan kegiatan
senam yaitu 164,50mg/dl. Kadar gula darah rata-rata pada pasien DM Tipe II setelah
melakukan kegiatan senam diabetesyaitu 145,13mg/dl.

MUH REZKI NURFAJAR AZIS Page 9


DAFTAR PUSTAKA

Yendi, Adwiyana. 2014. Pengaruh latihan jasmani senam diabetes mellitus terhadap
penurunan kadar gula darah penderita diabetes mellitus. Sumatera Barat.
http://webcache.googleusercontent.com/search?q=cache:HLpK3IIFy-
QJ:ejournal.stikesyarsi.ac.id/index.php/JAV1N1/article/download/43/134+&cd=1&hl=
id&ct=clnk&gl=id
Diakses 27 September 2017
Herwanto Matius F., Lintong Fransiska, Rumampuk Jimmy F. : 2016. Pengaruh aktivitas
fisik terhadap kadar gula darah pada pria dewasa. Jurnal e-biomedik (eBm), Volume 4,
Nomor 1, Januari-Juni 2016
https://webcache.googleusercontent.com/search?q=cache:Ax4goU1gy-
YJ:https://media.neliti.com/media/publications/68098-ID-pengaruh-aktivitas-fisik-
terhadap-kadar.pdf+&cd=1&hl=id&ct=clnk&gl=id
Diakses 27 September 2017
Rusandi Dedi, Prabowo Tri, Adinugraha Tetra Saktika. 2015. Pengaruh senam kaki diabetes
terhadap tingkat sensitivitas kaki dan kadar glukosa darah. Media Ilmu Kesehatan Vol. 4, 1
April 2015
http://ejournal.stikesayaniyk.ac.id/index.php/MIK/article/view/41
Diakses 27 September 2017
Widodo Cahyono, Tamtomo Didik dan Prabandari Ari Natalia. : 2016 Hubungan aktifitas
fisik,kepatuhan mengkomsumsi obat anti diabetik dengan kadar gula darah pasien diabetes
mellitus. Surakarta Jawa Tengah. JSK, Vol 2
http://webcache.googleusercontent.com/search?q=cache:mnfXfERbwesJ:jurnal.unpad
.ac.id/jsk_ikm/article/download/11237/5117+&cd=1&hl=id&ct=clnk&gl=id
Diakses 27 September 2017
Nugraha Andri, Kusnadi Engkus, Subagja Sigit : 2016. Kadar Gula Darah Sebelum dan
Sesudah Melaksanakan Senam Diabetes pada Pasien Diabetes Melitus Tipe II.
Jurnal Ilmiah Kesehatan (JIK) Vol IX, No.2, September 2016 ISSN 1978-316
https://webcache.googleusercontent.com/search?q=cache:rwng2nqgpkkJ:https://media.
neliti.com/media/publications/96937-ID-kadar-gula-darah-sebelum-dan-sesudah-
mel.pdf+&cd=1&hl=id&ct=clnk&gl=id
Diakses 27 September 2017

MUH REZKI NURFAJAR AZIS Page 10