Anda di halaman 1dari 7

TUGAS BIOKIMIA

Air Liur (Saliva) dan Manfaatnya

Oleh :

Lady Novia Herlly


J3L109112

PROGRAM KEAHLIAN ANALISIS KIMIA


DIREKTORAT PROGRAM DIPLOMA
INSTITUT PERTANIAN BOGOR
2010
AIR LIUR (SALIVA) DAN MUSIN

Makanan yang masuk ke dalam mulut biasanya masih berbentuk


potongan atau keratan yang mempunyai ukuran relatif besar dan tidak dapat
diserap langsung oleh dinding usus. Oleh karena itu sebelum siap diserap oleh
dinding usus makanan tersebut harus melewati sistem pencernaan makanan
yang terdiri atas beberapa organ tubuh, yaitu mulut, lambung, dan usus dengan
bantuan pankreas dan empedu. Dalam mulut makanan dihancurkan secara
mekanis oleh gigi dengan jalan dikunyah. Selama penghancuran secara mekanis
ini berlangsung, kelenjar yang ada di sekitar mulut mengeluarkan cairan yang
disebut saliva atau ludah.

Saliva adalah cairan yang lebih kental daripada air biasa dan mengandung
enzim amilase. Saliva biasanya mengandung peptida tetapi tidak mutlak ada. Hal
ini dikarenakan makanan setiap orang berbeda-beda. Ada yang mengandung
protein dan ada yang tidak. Pembentukan suatu ikatan amida antara dua asam
amino atau lebih, menghasilkan peptida. Peptida adalah asam poliamino dan
ikatan amida yang menyebabkan asam aminonya bergabung disebut ikatan
peptida. Gugus perlindungan yang tepat biasanya digunakan untuk menjamin
kekhususan reaksi pada setiap tahap.

Air liur (saliva) disekresi oleh tiga pasang kelenjar besar yaitu parotis,
submaksilaris dan sublingualis. Kelenjar sublingual adalah kelenjar saliva yang
paling kecil, terletak di bawah lidah bagian depan. Kelenjar submaksilar terletak
di belakang kelenjar sublingual dan lebih dalam. Kelenjar parotis ialah kelenjar
saliva paling besar dan terletak di bagian atau mulut di depan telinga . Setiap hari
sekitar 1-1.5 liter saliva dikeluarkan oleh kelenjar saliva. Saliva terdiri atas 99.24%
air dan 0.58% terdiri atas ion-ion Ca2+, Mg2+, Na+, K+, PO43-, Cl-, HCO3-, SO42-, dan
zat-zat organik seperti musin dan enzim amilase (ptialin). Musin suatu
glikoprotein dikeluarkan oleh kelenjar sublingual dan kelenjar submaksilar,
sedangkan ptialin dikeluarkan oleh kelenjar parotid.
Musin dalam saliva adalah suatu zat yang kental dan licin yang berfungsi
membasahi makanan dan sebagai pelumas yang memudahkan atau
memperlacar proses menelan makanan. Cairan air liur mengandung α-amilase
yang menghidrolisa ikatan α(1→4) pada cabang sebelah luar glikogen dan
amilopektin menjadi glukosa, sejumlah kecil maltosa, dan suatu inti tahan
hidrolisa yang disebut dekstrin. Hanya sebagian kecil amilum yang dapat dicerna
di dalam mulut, oleh karena itu sebaiknya makanan dikunyah lebih lama untuk
memberi kesempatan lebih banyak pemecahan amilum di rongga mulut.

KANDUNGAN AIR LIUR (SALIVA)

 Elektrolit: (2-21 mmol/L natrium, 10-36 mmol/L kalium, 1,2-2,8 mmol/L


kalsium, 0,08-0,5 mmol/L magnesium, 5-40 mmol/L klorida, 2-13 mmol/L
bikarbonat, 1,4-39 mmol/L fosfat).
 Mukosa, yang terutama mengandung mukopolisakarida dan glikoprotein.
 Senyawaan antibakteri (tiosianat, hidrogen peroksida, dan
immunoglobulin A).
 Beberapa macam enzim, di antaranya alfa-amilase (EC3.2.1.1), lisozim
(EC3.2.1.17), dan lingual lipase (EC3.1.1.3). Amilase dan lipase berturut-
turut memulai pencernaan pati dan lemak sebelum makanan ditelan.
Enzim-enzim tersebut bekerja optimal pada pH 7,4. Lingual lipase
memiliki pH optimum 4,0, sehingga tak akan aktif jika belum memasuki
lingkungan asam. Lisozim berperan dalam lisis bakteri.
 Air liur manusia juga mengandung fosfatase asam ludah A+B (EC3.1.3.2),
N-asetilmuramil-L-alanin amidase (EC3.5.1.28), NAD(P)H dehidrogenase-
quinone (EC1.6.99.2), laktoperoksidase ludah (EC1.11.1.7), superoksida
dismutase (EC1.15.1.1), glutation transferase (EC2.5.1.18), dehidrogenase
aldehid kelas 3 (EC1.2.1.3), glukosa-6-fosfat isomerase (EC5.3.1.9), dan
kallikrein jaringan (EC3.4.21.35). Adanya produk-produk ini kadang
mengakibatkan air liur berbau tidak sedap.
 Manusia mengeluarkan sekitar 700 ml air liur setiap harinya.
MANFAAT AIR LIUR UNTUK KESEHATAN

Untuk mempertahankan derajat keasaman mulut, manusia secara alami


memiliki ludah yang sangat berperan bagi kesehatan mulut. Fungsinya antara
lain untuk perlindungan permukaan mulut baik mukosa maupun elemen gigi
geligi, pengaturan kandungan air, pencernaan makanan dan pengecapan.
Perubahan sifat, jumlah, dan susunan air ludah, akan berpengaruh terhadap
kesehatan mulut dan proses lain yang berhubungan dengan fungsi ludah. Salah
satu fungsi yaitu perlindungan permukaan mulut dipengaruhi oleh derajat
keasaman air ludah, sehingga perubahan derajat keasaman air ludah akan
berpengaruh terhadap derajat kesehatan mulut baik mukosa maupun elemen
gigi-geligi.

Mengutip Guyton & Hall dalam Textbook of Medical Physiology, air liur
atau saliva mengandung dua tipe pengeluaran atau sekresi cairan yang utama
yakni sekresi serus yang mengandung ptyalin (suatu alfa amylase) yang
merupakan enzim untuk mencernakan karbohidrat dan sekresi mucus yang
mengandung musin untuk tujuan pelumasan atau perlindungan permukaan yang
sebagian besar dihasilkan oleh kelenjar parotis. Cairan tipe mucus itu
disekresikan atau dikeluarkan setiap detik sepanjang waktu kecuali saat tidur
yang produksinya lebih sedikit.

Dalam hal pencernaan, air liur berperan dalam membantu pencernaan


karbohidrat. Karbohidrat atau tepung sudah mulai dipecah sebaagian kecil dalam
mulut oleh enzim ptyalin. Enzim dalam air liur itu memecah tepung (amylum)
menjadi disakarida maltosa dan polimer glukosa kecil lainnya. Misalnya, saat
mengunyah nasi yang terasa tawar lama-kelamaan akan terasa manis akibat
pecahnya zat tepung menjadi maltosa yang rasanya manis.
Selain dalam pencernaan air liur juga berperan dalam kebersihan mulut.
Sekresi saliva terutama tipe mucus penting dalam mempertahankan kesehatan
jaringan rongga mulut. Rongga mulut berisi bakteri atau kuman patogen
(merugikan) yang dengan mudah merusak jaringan dan menimbulkan karies gigi
(gigi berlubang). Air liur juga mencegah kerusakan dengan beberapa cara.
Pertama, aliran air liur itu sendiri membantu membuang bakteri atau kuman
patogen juga pertikel makanan yang memberi dukungan nutrisi metabolik bagi
bakteri itu sendiri.

Kedua, air liur mengandung beberapa faktor yang menghancurkan bakteri


salah satunya adalah ion tiosianat dan beberapa cairan proteolitik terutama
lisosim yang menghancurkan bakteri,membantu ion tiosianat membunuh
bakteri,mencerna partikel makanan dan air liur mengandung antibody protein
yang menghancurkan bakteri. Selain berfungsi untuk kesehatan dalam tubuh, air
liur juga diyakini dapat memberikan manfaat bagi luar tubuh. Sejak zaman
dahalu, secara naluri ketika ada jari-jari yang terluka akibat tergores pisau, kita
akan mengisap luka tersebut dengan mulut. Hewan pun demikian. Misalnya
kucing, monyet, dan anjing, biasa membasuh tubuh dengan air liurnya ketika
luka.

Nabi Muhammad SAW seperti yang diriwayatkan oleh Bukhari-Muslim


mengisahkan, apabila ada sahabat yang tergores kemudian luka, maka beliau
membaca doa kemudian air liurnya ditempelkan pada tangan kanannya, lalu
diusapkan pada luka orang itu sembari membaca doa yang berbunyi
“ALLAHUMMA ROBBINNAS ADZHABILBAS ISYFI ANTASY-SYAFII LAA SYIFA-A ILLA
SYIFA-UKA LAA YUGODIRU SAQOMAN”.

Sementara itu, berdasarkan penelitian yang pernah dilakukan di Jepang


pada tahun 2001 seperti yang dikutip dari cbn.com, air ludah mengandung 40
sampai 50 protein. Tiap protein punya fungsi yang berbeda-beda. Satu protein
untuk menangkal debu, sinar, dan bahan kimia. Dari 50 protein itu di dalamnya
ada 3 protein yang khusus untuk mikroorganisme.

Atas khasiat itulah, diyakini air liurnya bisa bermanfaat bagi gangguan mata,
seperti katarak, rabun jauh dan dekat, atau gangguan mata karena cedera seperti
terbentur, terkena benda tumpul maupun benda tajam.

MANFAAT AIR LIUR UNTUK PERTANIAN

Setiap bangun tidur bau mulut pasti terasa tak sedap. Akan tetapi bau tak
sedap itu sangat bermanfaat untuk dunia pertanian. Air liur dapat menjadi bahan
dasar pupuk dan obat pemberantas hama tanaman. Melimpahnya kotoran sapi,
kambing, dan ayam dapat dijadikan pupuk kandang. Agar menjadi pupuk alami
yang baik, kotoran itu harus diperam selama dua sampai empat bulan.
Bagaimana mempercepat proses penghancuran dan pembusukan
kotoran ternak tersebut ? Ternyata bakteri penghancur yang ampuh justru ada di
perut manusia.

Menurut penelitian Laboratorium Mikrobiologi Universitas Padjajaran,


Bandung, dalam air liur memang terdapat empat macam bakteri:
Saccharomyces, Cellulomonas, Lactobacillus, dan Rhizobium. Bakteri ini biasa
hidup di lambung manusia. Bagaimana mendapatkan bakteri itu?
Melalui kebiasaan makhluk renik itu, apabila tidak ada makanan
masuk dalam waktu cukup lama, mereka akan naik untuk menyantap sisa-sisa
makanan yang ada di dalam rongga mulut. Karena saat tidur tidak ada makanan
yang masuk, saat itulah banyak bakteri berkumpul di mulut.

Mikroorganisme dalam air liur itu lalu dikembangbiakkan dengan


menambahkan molase (gula), dedak, dan pepaya ke dalamnya. Setelah beberapa
hari, air liur yang dikumpulkan ternyata berubah menjadi cairan kental berwarna
keruh, dengan bau wangi seperti bau cokelat. Itu berarti bakteri dapat
berkembang biak dengan subur. Cairan bakteri itu kemudian disiramkan ke
kotoran ternak dan jerami yang sedang diperam. Hasilnya sangat mengagumkan.
Hanya dalam tiga hari, kotoran ternak itu hancur dan busuk,
siap dipakai sebagai pupuk kandang. Penemuan ini diberi nama MFA
(Mikroorganisme Fermentasi Alami). MFA berkasiat untuk mempercepat
ketersediaan nutrisi tanaman, mengikat pupuk dan unsur hara, serta mencegah
erosi tanah.