Anda di halaman 1dari 4

Pengertian HDL (High Density Lipoprotein)

High-Density Lipoprotein (HDL) merupakan salah satu dari lima kelompok utama Lipoprotein yaitu :
kilomikron, VLDL, IDL, LDL, dan HDL, yang memungkinkan tranportasi lemak seperti kolesterol dan
trigliserida sekitar sel, termasuk darah. Kolesterol HDL juga dikenal dengan kolesterol “baik”.

Kadar kolesterol merupakan ukuran penting kesehatan Antung, yaitu dengan menurunkan kolesterol,
akan tetapi penting untuk diingat bahwa meningkatkan kolesterol HDL dapat mengurangi resiko penyakit
jantung.

Kolestrol HDL disebut lemak yang baik karena bisa membersihkan dan mengangkut timbunan lemak dari
dinding pembuluh darah ke hati. Kolestrol HDL yang ideal harus lebih tinggi dari 40 mg/dl untuk laki-laki,
atau di atas 50 mg/dl untuk perempuan.

Penyebab kolestrol HDL yang rendah adalah kurang gerak badan, terlalu gemuk, serta kebiasaan
merokok. Selain itu hormon testosteron pada laki-laki, steroid anabolik, dan progesteron bisa
menurunkan kolesterol HDL, sedangkan hormon estrogen perempuan menaikkan HDL.

C. Mekanisme Kerja HDL (High Density Lipoprotein)

HDL merupakan salah satu dari tiga komponen lipoprotein, kombinasi lemak dan protein, mengandung
kadar protein tinggi, sedikit trigliserida dan fosfolipid, mempunyai sifat umum protein dan terdapat pada
plasma darah, disebut juga lemak baik yang membantu mengurangi penimbunan plak pada pembuluh
arteri. Endapan atherosklerotik yang mengandung kolesterol dan lemak bersifat tidak stabil dan mudah
pecah. Pada saat plak pecah, akan terbentuk luka terbuka pada dinding arteri. Luka terbuka dapat
menyebabkan darah dan protein menutup bagian terbuka dan membentuk gumpalan darah yang
disebut thrombus. Gumpalan tersebut dapat membesar dan menutup lubang arteri dan menghentikan
aliran darah ke jantung atau otak. Bila pembuluh darah arteri tersumbat ke jantung maka dapat
menyebabkan terjadinya penyakit jantung koroner.
HDL-kolesterol sering disebut sebagai kolesterol baik karena dalam operasinya HDL membersihkan
kelebihan kolesterol dari dinding pembuluh darah dengan mengangkutnya kembali ke hati. HDL ini
mempunyai kandungan lemak lebih sedikit dan mempunyai kepadatan tinggi atau lebih berat dan
mampu membawa kelebihan kolesterol jahat di pembuluh arteri untuk diproses dan dibuang. HDL
mencegah kolesterol mengendap di arteri dan mencegah terjadinya atherosklerosis.

Peranan HDL atau Lipoprotein berkepadatan tinggi, yang berperan sebagai pembersih lemak di dalam
aliran darah, dan merupakan kunci bagi pengangkutan kolesterol LDL itu, tampaknya memang sangat
berguna untuk membantu mencegah timbulnya penyakit jantung. Dewasa ini telah diketahui bahwa
seorang penderita dengan kadar kolesterol darah yang tinggi, tidak akan jatuh lagi ke dalam risiko yang
dapat membahayakan keselamatan hidupnya, terlebih bila ia cukup memperoleh HDL.

Penyebab Kolesterol HDL Rendah

Kolesterol turut beredar ke seluruh tubuh melalui aliran darah. Kadar kolesterol HDL yang terlalu rendah
yang diiringi kadar kolesterol LDL yang tinggi dapat memicu pembentukan plak dalam arteri.

Plak di arteri berpotensi menghambat aliran darah ke semua organ, termasuk jantung, ginjal, dan otak.

Beberapa hal yang menyebabkan seseorang memiliki tingkat HDL terlalu rendah adalah merokok,
obesitas, dan kurang olahraga.

Berikut adalah tanda dan gejala yang timbul akibat rendahnya kadar kolesterol HDL dalam darah.

1. Peradangan

Kadar kolesterol HDL yang terlalu rendah bisa menghambat proses pembuangan LDL dalam darah.

LDL yang tidak terkendali akan memicu pembentukan plak dalam arteri dan menghambat oksigenasi
darah.
Menurut Mayo Clinic, LDL yang terakumulasi di dinding pembuluh darah bisa menyebabkan peradangan
(inflamasi).

2. Pembuluh Darah Pecah

Setelah pembuluh darah meradang, dan tingkat HDL tetap rendah, sel darah merah dan putih mulai
terjebak di daerah yang meradang dan tidak dapat mengalir lancar ke organ lain dan bagian tubuh yang
membutuhkan.

Jika dibiarkan, kondisi ini dapat menyebabkan pembuluh darah pecah. Pembuluh darah pecah akan
memicu pendarahan internal.

3. Aterosklerosis

Tingkat HDL yang tidak kunjung naik akan membuat LDL terus membentuk plak dalam arteri.

Seiring waktu, tidak hanya plak, tapi arteri lama-kelamaan akan mengalami aterosklerosis atau
pengapuran. Kondisi ini akan memperparah penyumbatan arteri.

Menurut American Heart Association, aterosklerosis juga dapat menyebabkan beberapa kondisi lain
seperti gagal ginjal, gagal jantung, dan serangan jantung.

4. Disfungsi Ereksi

Seiring menurunnya aliran darah akibat terjadinya penyumbatan, banyak organ dalam tubuh menderita,
termasuk alat kelamin laki-laki.

Menurut American Heart Association, menurunnya aliran darah ke organ vital laki-laki dapat memicu
disfungsi ereksi.

G. Cara Meningkatkan HDL

Cara meningkatkan HDL yaitu dengan cara :

1. Berat Badan Sehat

Ada banyak sekali alasan mengapa Anda harus menjaga serta memiliki berat badan yang sehat, salah
satu cara meningkatkan HDL Anda. Kabar baiknya adalah bahwa dengan kehilangan meskipun beberapa
kilogram, Anda dapat meningkatkan tingkat HDL Anda. Jika Anda kelebihan berat badan pada rata-rata,
Anda dapat meningkatkan kolesterol sebesar 0,35 mg / dL untuk setiap 2 kilogram berat badan Anda. Itu
berarti sekitar 1 mg / dL untuk setiap 6 kilogram.

2. Makanan Sehat

Pola makan yang sehat, rendah lemak dan kaya serat akan sangat bermanfaat dalam mempertahankan
kadar kolesterol sehat. Tidak lebih dari 25 dan 35 persen dari total kalori harian harus berasal dari lemak,
lemak jenuh sebaiknya dihitung kurang dari 7 persen dari jumlah ini. Jika Anda bertanya-tanya apa yang
harus saya makan untuk menurunkan kolesterol LDL dan meningkatkan HDL, maka itu adalah makanan
tinggi serat (serat larut) seperti havernut dan oat bran, kacang-kacangan seperti almond dan kenari,
serta makanan yang kaya omega-3 dan asam lemak esensial.

3. Latihan

Sekitar dua bulan latihan aerobik teratur dapat membantu untuk meningkatkan kolesterol HDL sekitar 5
persen, pada orang yang sehat. Berjalan cepat selama 30 menit setiap hari, atau setidaknya lima kali
seminggu, sebagai bentuk lain dari latihan aerobik seperti menyapu, berlari, berenang, bersepeda dan
bermain basket juga bekerja. Kuncinya adalah untuk meningkatkan denyut jantung Anda dan bekerja
sampai berkeringat.

4. Berhenti Merokok dan Batasi Konsumsi Alkohol:

Salah satu faktor besar yang merusak HDL adalah merokok. Tidak hanya merokok kolesterol HDL akan
rendah, bahkan dapat menyebabkan perubahan kimia. Meskipun mungkin tidak mudah, jika Anda
merokok, Anda harus berhenti. Dengan berhenti, Anda dapat meningkatkan HDL dengan cepat, hingga
10 persen. Jika Anda serius tentang kesehatan Anda, Anda harus membatasi konsumsi alkohol.

http://ariakiki.blogspot.co.id/2015/01/makalah-hdl-kolesterol-high-density_13.html?m=1