Anda di halaman 1dari 3

Anggaran Sama, Kualitas Pendidikan RI

Kalah Jauh dari Vietnam

Septian Deny

24 Nov 2017, 10:16 WIB

Liputan6.com, Jakarta Upaya memperbaiki kualitas pendidikan di Indonesia, tidak selalu


bergantung pada besaran anggaran yang dialokasikan pemerintah. Pasalnya, dengan anggaran
yang relatif sama dengan Indonesia, peringkat kualitas pendidikan Vietnam berada jauh di atas
Indonesia.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyatakan, infrastruktur memang menjadi
hal yang menjadi fokus di masa pemerintahan saat ini. Namun, pemerintah tetap mengutamakan
bidang pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia (SDM).
Sebagai bukti, lanjut dia, dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018,
pemerintah mengalokasi anggaran sebesar Rp 440,9 triliun atau 20 persen dari total APBN.

"Di 2018 ada beberapa policy penting, fokus tetap investasi di infrastruktur dan SDM dan safety
net, karena manusia yang utama di pemerintahan Presiden Jokowi. Oleh karena itu, investasi di
bidang SDM seperti anggaran pendidikan 20 persen dan kesehatan 5 persen itu jadi penting,"
ujar dia di Jakarta, Jumat (24/11/2017).

Namun, kata Sri Mulyani, dari hasil yang telah dicapai di bidang pendidikan selama ini, besarnya
anggaran yang dialokasikan pemerintah tidak serta-merta membuat kualitas pendidikan di
Indonesia meningkat.

Sebagai perbandingan, dengan alokasi anggaran yang sama, Vietnam mampu berada di peringkat
8 dalam kualitas pendidikan di dunia. Sedangkan Indonesia saat ini hanya berada di peringkat 58.

"World Bank mengatakan Indonesia sama seperti Vietnam yang commited di bidang pendidikan.
Tapi peringkat Vietnam berada di posisi 8, sedangkan Indonesia di 58. Sama-sama punya
komitmen tapi hasilnya beda. Ini menggambarkan fenomena mengenai education and health it's
not only about money," kata dia.

Menurut dia, rendahnya kualitas pendidikan di Indonesia, tidak lepas dari kinerja guru yang
dinilai belum memiliki kompetensi. Padahal, ada sekitar 4 juta guru yang setiap tahunnya
dibayar oleh pemerintah.

"Saya undang guru Indonesia bertemu dan mereka akan membuat platform supaya mutu guru
bagus. Nanti di-tracking (ditelusuri) guru mana yang tidak kompeten," ungkap dia.
Kualitas Guru
Sementara itu, Head of Executive Board Tanoto Foundation, Sihol Aritonang menyatakan, jika
berbicara soal pendidikan di Indonesia, maka tidak lepas dari kualitas guru yang ada. Kualitas
guru menjadi salah satu penentu dalam upaya pemerintah mencerdaskan kehidupan bangsa.

"Baik buruknya kualitas pendidikan sangat ditentukan oleh standar kualitas guru. Oleh karena
itu, guru perlu meningkatkan kompetensinya seperti tercantum dalam Undang-Undang Nomor
14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen. Ada empat kompetensi yang harus dipenuhi guru, yaitu
kompetensi pedagogik, kepribadian, profesional, dan kompetensi sosial," jelas dia.

Menurut Aritonang, dalam rangka turut membantu pemerintah dalam upaya meningkatkan
kualitas guru, Tanoto Foundation secara berkelanjutan menjalankan salah satu programnya yakni
Pelita Guru Mandiri untuk meningkatkan mutu guru-guru di Indonesia.

Dia menjelaskan, program Pelita Guru Mandiri diarahkan untuk demi membantu pemenuhan
kompetensi guru bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk peningkatan proses
pembelajaran, pengembangan guru, serta perbaikan fasilitas belajar-mengajar.

"Permasalahan utama yang dialami sekolah-sekolah di Indonesia selain soal kesenjangan dalam
kompetensi guru, juga terkait dengan penyampaian pembelajaran yang kurang efektif dan
fasilitas sekolah yang tidak memadai," kata dia.

Menyikapi masalah tersebut, lanjut dia, dibutuhkan intervensi holistik yang dirancang untuk
menyelesaikannya. Hal ini kemudian diwujudkan dalam kerangka besar melalui program Pelita
Pendidikan yang hingga saat ini telah mendukung pembelajaran berkualitas di 518 sekolah,
menjangkau 43.000 siswa dan lebih dari 5.100 guru.

"Harapannya melalui program Pelita Guru Mandiri, lahir dan hadir guru-guru yang kreatif,
inovatif, dan inspiratif sehingga ruang-ruang kelas menjadi sarana terbaik melahirnya generasi
berkualitas yang siap menjadikan bangsa kita menjadi negara maju di masa depan," tandas dia.

http://bisnis.liputan6.com/read/3173788/anggaran-sama-kualitas-pendidikan-ri-kalah-jauh-dari-
vietnam
Summary
The efforts to improve the quality of education in Indonesia, do not always depend on the amount
of budget allocated by the government. However, Indonesia still prioritizes education and human
resource development (HR). In the State Budget Revenues (APBN) 2018, the government
allocates a budget of Rp 440.9 trillion or 20 percent of the total APBN for education.
The amount of budget allocated by the government does not make the quality of education in
Indonesia increases.
Based on data from Global Human Capital Report 2017 published by the World Economic Forum
(WEF), Indonesia's ranking in educational affairs ranked 53rd in the world, unlike Vietnam which
ranks 8th in the world, with the same budget.
Teacher is one part that effects the quality of education. Good or bad quality of education is
determined by teacher quality standard.

Comment