Anda di halaman 1dari 8

HASIL RESUME JURNAL STASE KEPERAWATAN ANAK

RUMAH SAKIT MUHAMMADIYAH BANDUNG


TA 2017/2018

 ANALISIS PICO

Author & Year Purpose Sample PICO


Problem Intervensi Comparison Outcome
Prasetyo, 2015 Potential Red Pada penelitian Penyakit demam Penurunan jumlah Hasil yang Hasil tersebut
Guava Juice menggunakan 27 berdarah dengue trombosit pada didapatkan memperlihatkan
In Patients sampel yang (DBD) pasien yang pada pasien bahwa pasien
With Dengue terdiri dari 17 menyebabkan diberikan sari jambu laki-laki yang diberikan
Hemorrhagic orang pria dan mordibitas dan biji merah terjadi kontrol sari jambu biji
Fever 10 orang mortalitas di pada pengamatan mengalami merah maupun
wanita.Untuk seluruh dunia, hari ke- 2, 3, 4, dan penurunan pasien kontrol
kelompok khususnya di 5, berturut-turut jumlah sama-sama
kontrol pria daerah tropis dan sebesar 8.83%, trombosit pada mengalami
sebanyak 8 subtropis, 23.51%, 43.35% pengamatan penurunan jumlah
orang dan sehingga hal ini dan 1.98%. hari ke-2, 3, 4, trombosit, tetapi
kelompok menjadi perhatian dan 5 berturut- presentase
perlakuan sari utama bagi turut sebesar penurunan
jambu biji merah pemerintah dan 28.30%, trombosit pasien
sebanyak 9 Organisasi 58.24%, yang diberi sari
orang.Sedangkan Kesehatan Dunia 67.2% dan jambu biji merah
untuk pasien (WHO). 48.52% lebih baik sekitar
wanita kelompok Sejak tahun 1968 dibandingkan 31.28%
kontrol sebanyak hingga tahun dengan dibandingkan
5 orang dan 2009, WHO pengamatan pasien kontrol.
perlakuan sari mencatat hari ke-1.
jambu biji merah Indonesia sebagai
sebanyak 5 negara dengan
orang. kasus DBD
tertinggi di Asia
Tenggara.Berbagai
penelitian telah
dilakukan untuk
mengatasi
penyakit DBD
salah satunya
adalah dengan
pemberian jus
buah jambu biji
merah (Psidium
guajava L.).
Jambu biji merah
mengandung
vitamin C, tanin,
dan flavonoid
yang berfungsi
untuk mengobati
penyakit DBD
dengan cara
meningkatkan
kekebalan tubuh,
menghambat
replikasi dari virus
dengue, dan
meningkatkan
kadar trombosit.
Giyatmo, 2013 Efektifitas Pengambilan Demam Berdarah Melalui Melalui Hasil penelitian
Pemberian Jus sampel Dengue dapat pemeriksaan kadar pemeriksaan menunjukkan:
Kurma Dalam dgn cara random mengakibatkan trombosit darah Pre kadar nilai
Meningkatkan sampling yg penurunan dan Post hari ke-3 trombosit rata-rata kadar
Trombosit berjumlah 60 trombosit pada pada kelompok darah Pre dan trombosit darah
Pada orang yg terdiri hari ke-3 sampai perlakuan dan Post hari ke-3 pre pada
Pasien dari 30 ke-7 dengan kelompok pada kelompok kelompok
Demam org kelompok penurunan control setelah perlakuan dan perlakuan adalah
Berdarah perlakuan dan 30 trombosit hingga pemberian jus kelompok lebih kecil
Dengue Di orang kurang dari atau kurma. control setelah dengan rata-rata
Rsu Bunda kelompok sama dengan menilai seberapa pemberian jus kadar trombosit
Purwokerto kontrol. 100.000/ul yang besar kenaikan kurma. darah pre
dapat angka menilai pada kelompok
menyebabkan trombosit setelah seberapa besar control, nilai rata
perdarahan pemberian jus kenaikan – rata
amnormal atau kurma angka kadar trombosit
bahkan kematian. pada hari ke-3 pada trombosit darah pre pada
Buah kurma kelompok perlakuan setelah kelompok
mengandung dan kelompok pemberian jus perlakuan lebih
zat-zat pembentuk kontrol (yang tidak kurma kecil dari kadar
sel-sel darah yaitu diberikan pada hari ke-3 trombosit
vitamin B12, Besi, jus kurma) pada pada kelompok darah post 3 hari,
Kobalt, pasien DBD di perlakuan nilai rata – rata
magnesium, Rumah dan kelompok kadar
Cu,Zn, asam Sakit Umum Bunda. kontrol (yang trombosit darah
amino, Vitamin C, tidak diberikan pre kelompok
dan vitamin B jus kurma) kontrol lebih
komplek. pada pasien kecil dari nilai
DBD di rata-rata kadar
Rumah trombosit
Sakit Umum darah post 3 hari
Bunda. dan Pemberian
jus
kurma efektif
dalam
meningkatkan
trombosit darah
pasien DBD pada
kelompok
perlakuan dengan
kelompok
kontrol
(p=0,039).

Pengaruh Tepid Mengetahui Pada penelitian Demam Anak (3 sampai Anak (3 sampai Kesimpulan
Sponge pengaruh ini menggunakan merupakan 12 tahun) yang 12 tahun) yang didapatkan tidak
Terhadap Tepid Sponge jumlah sampel masalah yang mengalami mengalami ada perbedaan
Penurunan terhadap 50 responden sering ditemukan demam 38 C ke demam 38 C ke yang bermakna
Suhu Tubuh penurunan dengan pada anak. atas dan orang atas dan orang dalam penurunan
dan suhu tubuh karakteristik Demam tuanya mendapat tuanya tidak suhu tubuh antara
Kenyamanan dan umum rata-rata menyebabkan rasa tindakan tepid mendapat kelompok
Pada Anak Usia kenyamanan usia sekolah tidak nyaman pada sponge. tindakan tepid intervensi dan
Pra Sekolah dan anak yang sebanyak 64%, anak. Pemberian Kegiatan tepid sponge dan kelompok kontrol
Sekolah yang menderita 86% anak antipiretik, sponge befungsi sebagai (p=0,21), serta
Mengalami demam didampingi oleh manajemen cairan, dilaksanakan kelompok kontrol. tidak ada
Demam di orang tua, 58% lingkungan selama 20 menit Kegiatan tepid perbedaan yang
Ruang anak dirawat di eksternal dan untuk setiap sponge bermakna dalam
Perawatan ruangan dengan kompres hangat partisipan dilaksanakan tingkat rasa
Anak Rumah alat pendingin (tepid sponge) dikelompok selama 20 menit nyaman anatara
Sakit ruangan. merupakan intervensi. untuk setiap kelompok
Muhammadiyah penatalaksanaan Pengukuran partisipan intervensi dengan
Bandung demam yang suhu tubuh (pre dikelompok kelompok kontrol
(Setiawati, direkomendasikan test) sebelum intervensi. (p=0,21) setelah
2009) saat ini. Studi diberikan Pengukuran suhu 60 menit
literatur tentang antipiretik pada tubuh (pre test) intervensi. Akan
pemberian kelompok sebelum diberikan tetapi ad
antipiretik disertai intervensi dan antipiretik pada kecenderungan
tepid sponge kontrol kelompok bahwa pemberian
menunjukan dilakukan untuk intervensi dan antipiretik yang
bahwa tindakan ini memperoleh kontrol dilakukan disertai tepid
efektif data dasar suhu untuk spongemengalami
menurunkan tubuh. memperoleh data penurunan suhu
demam Kelompok dasar suhu tubuh. yang lebih besar
dibandingkan jika intervensi Kelompok dan peningkatan
pemberian diberikan obat intervensi rasa nyaman yang
antipiretik saja. antipiretik diberikan obat lebih tinggi jika
(paracetamol antipiretik dibandingkan
atau ibuprofen) (paracetamol atau dengan
dan tepid ibuprofen) dan pemberian
sponge. Tepid tepid sponge. antipiretik saja.
sponge Tepid sponge
dilakukan segera dilakukan segera
setelah anak setelah anak
diberi minum diberi minum obat
obat antipiretik. antipiretik.
Kegaitaan Kegaitaan
evaluasi (post evaluasi (post
test) pada test) pada
kelompok kelompok
intervensi dan intervensi dan
kelompok kelompok kontrol
kontrol dilakukan pada
dilakukan pada menit ke 60
menit ke 60 setelah pemberian
setelah antipiretik untuk
pemberian mengukur
antipiretik untuk penurunan suhu
mengukur dan tingkat
penurunan suhu kenyamanan.
dan tingkat Hasil sebelum dan
kenyamanan. sesudah intervensi
Hasil sebelum dibandingkan.
dan sesudah
intervensi
dibandingkan.
Jurnal 1 : Potential Red Guava Juice In Patients With Dengue Hemorrhagic Fever (Prasetio, 2015)
Jurnal 2 : Efektifitas Pemberian Jus Kurma Dalam Meningkatkan Trombosit Pada Pasien Demam Berdarah Dengue Di Rsu Bunda
Purwokerto (Giyatmo, 2013)
Jurnal 3: Pengaruh Tepid Sponge Terhadap Penurunan Suhu Tubuh dan Kenyamanan Pada Anak Usia Pra Sekolah dan Sekolah yang
Mengalami Demam di Ruang Perawatan Anak Rumah Sakit Muhammadiyah Bandung (Setiawati, 2009).

 ANALISIS VIA

VALIDITY
1. Apakah fokus penelitian ini sesuai dengan tujuan penelitian?
a. Jurnal 1 : Ya sesuai, penelitian telah dilakukan untuk mengatasi penyakit DBD salah satunya adalah dengan pemberian
jus buah jambu biji merah (Psidium guajava L.)
b. Jurnal 2 : Ya sesuai, penelitian ini dilakukan untuk menganalisa efektifitas pemberian jus kurma dalam meningkatkan
trombosit pada pasien demam berdarah dengue.
c. Jurnal 3 : Ya sesuai, penelitian ini dilakukan untuk menganalisa perbandingan pengaruh pemberian tepid sponge pada
pasien anak yang mengalami demam.

2. Apakah subjek penelitian ini diambil dengan cara yang tepat?


a. Jurnal 1 : Ya, subjek diambil berdasarkan kesamaan diagnose yaitu pada pasien DHF. Serta dibedakan antar jenis
kelamin pasien.
b. Jurnal 2 : Ya, subjek diambil berdasarkan kesamaan diagnosa DBD.
c. Jurnal 3 : Ya, subjek diambil dengan cara yang tepat yaitu pada pasien anak yang mengalami demam 38 C ke atas.
3. Apakah data yang dikumpulkan sesuai dengan tujuan penelitian?
a. Ya, data yang dikumpulkan sesuai dengan tujuan penelitian yaitu mengetahui efek jambu merah untuk penaikan
trombosit pada pasien DHF.
b. Ya, data yang dikumpulkan sesuai dengan tujuan penelitian yaitu mengetahui efek pemberian jus kurma terhadap
kenaikan trombosit pasien DBD pada hari ke 3.
c. Ya, data yang dikumpulkan sesuai dengan tujuan penelitian yaitu mengetahui perbandingan penurunan suhu tubuh anak
yang diberikan tepid sponge dan antipiretik atau yang diberikan tepid sponge saja.

4. Apakah penelitian ini mempunyai jumlah subjek yang cukup untuk meminimalisirkan kebetulan?
Ketiga penelitian ini mempunyai jumlah subjek yang cukup untuk meminimalisirkan kebetulan.

5. Apakah analisis data dilakukan cukup baik?


Ya, analisis dalam penelitian ini sudah dilakukan cukup baik.

IMPORTANT

6. Apakah penelitian ini penting?


Ketiga penelitian ini penting diaplikasikan pada masyarakan untuk terapi komplementer khususnya pada pasien anak yang
mengalami demam serta penyakit DHF.
APPLICABLE

7. Apakah penelitian ini dapat diterapkan?


Ya ketiga penelitian ini dapat diterapkan,karena pada pasien anak yang demam serta anak yang mengalami sakit DHF
karena dari pelaksanaannyapun tidak sulit serta tidak memakan biaya besar.