Anda di halaman 1dari 9

ASUHAN KEPERAWATAN

I. PENGKAJIAN
Tanggal masuk : 7 Agustus 2002 Jam Masuk : 11.30 WIB
Ruang : Poliklinik Anak No. Reg. Med : 10189154
Pengkajian : 7 Agustus 2002

1. Identitas
Nama Klien : An. Fahrul Rozi Nama Orang Tua : Tn. Madjiono.
Tgl Lahir : 26 November 2000/21 bln Umur : 29 tahun
Suku/bangsa : Jawa/Indonesia Suku/Bangsa : Jawa/Indonesia
Agama : Islam Agama : Islam
Pendidikan :- pendidikan : SLTA
Pekerjaan :- Pekerjaan : Swasta
Alamat : Krembangan Jaya I / 46 /Surabaya.

2. Riwayat Keperawatan
1.2.1 Riwayat Kehamilan
Selama kehamilan ibu tidak pernah menderita penyakit, Ibu tidak menderita
penyakit demam, campak, atau perdarahan serta mules yang berlebihan. Ibu
juga tidak pernah mengalami trauma fisik selama kehamilan.
Selama kehamilan ibu selalu memeriksakan dirinya ke Puskesmas dan
mendapatkan obat tambah darah. Ibu tidak pernah dianjurkan oleh petugas
kesehatan untuk menjalani pengobatan khusus selama hamil. Ibu tidak
mengkonsumsi jamu atau obat-obatan selama hamil kecuali yang didapatkan
dari Puskesmas.

1.2.2 Riwayat Persalinan


Persalinan spontan biasa ditolong oleh Bidan, Bayi 3 menit baru menangis,
APGAR Skor tidak diketahui (+ 7 - 8). Bayi/klien tidak mengalami Cyanosis
tetapi mengalami icterus. Perawatan di Bidan dijalankan selama satu hari.
Berat badan saat lahir 2800 gram, Panjang badan tidak diketahui (+ 45 – 50
Cm). Berat placenta tidak diketahui.

1.2.3 Riwayat Penyakit Sebelumnya


Anak pernah menderita varicella pada bulan juni 2001. Anak tidak pernah
jatuh dari tempat tidur atau mengalami trauma serius.
1.2.4 Riwayat Penyakit Keluarga
Orang tua tidak ada yang menderita penyakit jantung, paru, penyakit kencing
manis, penyakit gondok atau penyakit kronis lainnya. Dari keluarga tidak ada
riwayat keturunan yang mengalami gangguan bicara atau menderita penyakit
seperti klien.

1.2.5 Riwayat Tumbuh Kembang


Kemampuan untuk :
- Tengkurap : 4 bulan.
- Menggerakkan kepala : 4 bulan.
- Mengangkat kepala 45O: 5 bulan.
- Tersenyum : 5 bulan.
- Duduk dengan bantuan tangan : 7 bulan.
- Perkembangan gigi : 7 bulan.
- Merangkak : 7 bulan.
- Mengangkat kepala 90O: 9 bulan.
- Berdiri : 14 bulan.
- Berjalan : 16 bulan.
- Perkembangan bicara/bahasa belum bisa.

Teori Kepribadian anak Menurut Teori Psikoseksual Sigmund Freud


Fase anal, usia antara 11/2 - 3 Tahun.

Tahap perkembangan anak menurut Teori Psikososial Erik Erikson.


Usia bermain (Anal ) yakni 1 - 3 Tahun.

BILA TUGAS
TUGAS PERKEMBANAGAN PERMKEMBANGAN
TIDAK TERCAPAI
Usia bermain (1 - 3 Tahun)  Malu dan ragu-ragu
 Perasaan otonomi.
 Mencapai keinginan
 Memulai kekuatan baru
 Menerima kenyataan dan prinsip kesetiaan
POLA-POLA KESEHATAN
1. Pola Manajemen Kesehatan
Anak biasanya hanya dibawa ke Puskesmas atau ke bidan bila anak
mengalami sakit.

2. Pola Kebutuhan Nutrisi


Anak mendapatkan minuman ASI mulai umur O bulan hingga umur satu
tahun. Anak mendapatkan makanan selain ASI mulai umur 3 bulan (diberi
pisang dan bubur). Umur 15 bulan baru mendapatkan nasi biasa. Ibu
memberikan makanan nasi biasa tiga kali sehari dengan lauk sama dengan
keluarga. Lauk tersering adalah tempe, tahu dan krupuk. Berat Badan : 11 Kg.

3. Pola Eliminasi
Jika klien b.a.b atau b.a.k klien masih mengompol. Klien belum pernah diajari
untuk berak (toilet training). Saat ini klien b.a.b kurang lebih sehari sekali,
konsistensi biasa dan b.a.k kurang lebih 4-6 kali sehari. Jumlah urin tidak
terkaji.

4. Pola Aktivitas Latihan


Anak biasanya diajak ibunya untuk berjalan disekitar rumah dengan
digendong dan sejak sekitar dua bulan yang lalu ibunya melatih anaknya.
Frekuensi latihan tidak pasti (sekitar 2-3 kali seminggu). Lama latihan sekitar
5- 10 menit. Klien melatih anaknya berjalan dengan menyangga kedua
pinggang anak.

5. Pola Isitirahat – Tidur


Klien biasanya tidur siang dari pukul 11.00- 15.00 WIB dan malam hari dari
pukul 19.30 – 06.00 WIB. Klien tidak sering terbangun saat tidur.

3. Pemeriksaan Fisik
Kesadaran : Composmentis
Nadi : 96 X/menit
Pernafasan : 24 X/ menit
Suhu tubuh : 36,8O C
Tinggi Badan : 84 Cm
Berat Badan : 11 Kg.
Kulit :
Tidak terdapat lesi, hiper/hipopigmentasi tidak ada, cyanosis tidak ada, icterus
tidak ada, tumor dan oedema tidak ditemukan.

Kepala :
Penyebaran, lingkar kepala 45 Cm, bentuk kepala simetris, rambut merata, sutura
dan fontanella menutup. Tidak terdapat tumor. Break vase sign tidak ditemukan.

Mata :
Posisi simetris, sunset sign tidak ditemukan, kornea jernih, iris simetris ukuran 10
mm, reflek pupil pisitif simetris, conjungtiva ananemis, sclera anicteric, hifema
tidak ditemukan, ptosis, nigtagmus tidak ditemukan. Koordinasi gerak bola mata
simetris dan mampu mengikuti pergerakan benda. Visus tidak diketahui.

Hidung :
Simetris, bersih, Conchae tidak membesar, tidak ada pernafasan cuping hidung

Telinga :
Simetris, bersih, tidak ada tanda radang telinga/mastoid. Membrana timphani
utuh. Refleks terhadap suara kurang (blink refleks negatif).

Mulut :
Bibir tidak cyanosis, mukosa mulut lembab, bibir tremor tidak ditemukan, tonsil
tidak membesar, oropharing tidak hiperemis. Kemampuan bicara kurang, suara
tidak jelas, tangisan kuat. Tidak dapat mengikuti suara satu suku kata

Leher :
Tidak terdapat pembesaran kelenjar thiroid dan kelenjar submandibular. Tidak
ditemukan distensi vena jugularis.

Dada :
Lingkar dana 50 Cm, bentuk simetris, trhill apex tidak ditemukan, gerak dada
simetris, focal fremitus simetris. Tidak ditemukan pekak abnormal, Suara napas
lapang paru vesikuler tanpa wheezing dan ronchii. Suara jantung S1S2 tanpa split/
suara jantung tambahan.
Perut :
Bentuk simetris, tidak ditemukan massa, kulit supel, distensi vena abdominal
tidak ditemukan, nyeri tekan tidak terindikasi, Bising usus tidak meningkat,
abdominal bruits tidak ditemukan, Tidak ditemukan pembesaran limfe / hepar.

Ekstremitas
Lingkar lengan kiri 16 Cm, bentuk simetris tanpa ada lesi/bekas lesi. Tidak
ditemukan deformitas, krepitasi, artikulasi sendi patella – femur kaku, Artikulasi
sendi tangan tidak kaku.

Genital
Testis sudah turun, simetris, tidak terdapat pembesaran abnormal, tidak terdapat
fimosis.

Pemeriksaan Penunjang :
Resume hasil evaluasi Pemeriksaan audiologi tanggal 6 Agustus 2002.
Kesan fungsi pendengaran kurang.
Diagnosa Medik : Speech Delayed
Analisa Data
Data Etiologi Masalah
DS (allo) : Menurunnya fungsi Kerusakan
- Usia anak 21 bulan pendengaran komunikasi verbal
- Keluarga mengatakan
anak Pada saat ini belum
dapat merangkai kata - kata.
DO :
- Anak rewel
- Anak tidak pernah
menjawab bila ditanya, ada
bunyi atau suara anak tidak
berespon ke sumber bunyi.
- Reflek pendengaran
terhadap bunyi atau suara
kurang.
- Resume hasil evaluasi
Pemeriksaan audiologi
tanggal 6 Agustus 2002 :
Kesan fungsi pendengaran
kurang.

DS (allo) : Kurang pengetahuan Cemas


- Ibu menanyakan apakah tentang gangguan
kemampuan bicara anaknya perkembangan bicara yang
dapat kembali normal. dialami anaknya.
- Ibu mengatakan cemas
dengan masa depan anaknya
bila tidak bisa sembuh.
DO :
- Ekspresi non verbal ibu
tampak cemas dengan kondisi
anaknya.
1.2 Perencanaan
1. Gangguan perkembangan bicara : kerusakan komunikasi verbal berhubungan
dengan menurunnya fungsi pendengaran pada anak.
Goal : Dalam waktu 6 bulan kemampuan komunikasi verbal anak akan kembali
normal.
Kriteria : Anak dapat mengucapkan kata-kata kurang lebih 1500 – 2100 kosa
kata dan dapat berbicara 4 hingga 5 kalimat dengan jelas dan
memiliki arti.
Tindakan:
1. Kaji tingkat pertumbuhan dan perkembangan anak dengan DDST.
R/ : Mengetahui kesesuaian tugas perkembangan yang dicapai anak dengan
tugas-tugas yang seharusnya sudah tercapai sesuai perkembangan usianya.

2. Ukur : TB, BB, Lingkar kepala, Lingkar dada dan lingkar lengan.
R/ : Gambaran dari status gizi anak yang berpengaruh terhadap proses
tumbuh kembang anak dan ukuran kepala anak dapat memberi gambaran
dari perkembangan dari sel-sel otak.Anak usia lebih dari 2 tahun lingkar
kepala sedikit lebih kecil dari lingkar dada.

3. Ajarkan orang tua untuk sementara tetap melatih anak untuk berkomunikasi
secara verbal dan juga bisa menggunakan alternatif komunikasi non verbal
yang lebih sering dan efektif, misalnya menulis pesan di kertas yang mudah
dimengerti.
R/ : Penggunaan teknik komunikasi yang efektif akan menghasilkan
penyampaian pesan yang mudah dimengerti dan sebagai stimulasi terhadap
otak sehingga terjadi suatu memori. Latihan bicara yang sesuai dengan
perkembangan anak akan menghindari eksplorasi yang berakibat penekanan
fungsi mental anak.

4. Anjurkan ibu/keluarga untuk selalu mengajak anak berkomunikasi di rumah


atau ajak bermain ke tetangga.
R/ Keikutsertaan keluarga atau lingkungan sosial secara langsung akan
banyak membantu perkembangan bicara anak.
2. Cemas pada keluarga ( ibu ) berhubungan dengan kurang pengetahuan tentang
gangguan perkembangan bicara yang dialami anaknya.
Goal : Dalam waktu 1 jam, orang tua ( ibu ) dapat menerima keadaan
putranya.
Kriteria : Ibu tidak tampak cemas, ibu dapat menguraikan hal-hal yang positip
yang dapat dikembangkan yang berkaitan dengan keadaan anaknya
seperti mau melatih anaknya dirumah, mengajak anak bermain, setuju
untuk melakukan suatu pemeriksaan yang lengkap yang dianjurkan
pihak medis dalam penanganan masalah kemampuan bicara anaknya.
Intervensi :
1. Terangkan bahwa anak mengalami keterlambatan perkembangan bicara dan
dapat di perbaiki secara maksimal dalam batas waktu tertentu dengan usaha
yang keras.
R/ Peningkatan pemahaman dan kesadaran orangtua untuk bisa menerima
keadaan anaknya dan menggali koping yang positip terhadap kemampuan
yang ada pada anaknya.

2. Dorong keluarga untuk mau melakukan pemeriksan yang lengkap terhadap


gangguan perkembangan bicara yang di alami anaknya.
R/Membantu di dalam proses penegakan penyebab gangguan yang lebih
pasti dan mempercepat proses penanganan yang lebih cepat dan tepat.

3. Support keluarga dalam melakukan stimulasi pada anak


R/ : Meningkatkan harapan dan kemauan keluarga dalam melakukan
stimulasi.

4. Kuatkan koping keluarga dalam menerima kondisi anak.


R/ Meningkatkan penerimaan keluarga terhadap kondisi anak.
Pelaksanaan dan Evaluasi
Implementasi
Tanggal 7 Agustus 2002 jam 11.30
1. Mengukur : nadi : 96 x/menit, RR : 24x/menit, suhu : 36,8oC.
2. Mengukur TB : 84 cm, BB : 11 kg, LK : 45 cm, L D : 50 cm, LL kiri : 16 cm
3. Mengisi lembar DDST
4. Mengisi kurva TB/BB
5. Mengisi kurva lingkar kepala
6. Menjelaskan tentang perkembangan anak yang harus sudah dilalui untuk anak
usia 21 bulan.
7. Memberikan penjelasan tentang perkembangan anaknya dan program
pemeriksaan selanjutnya yang telah dianjurkan dokter.
8. Melatih anak untuk mengucapkan kata sederhana ( “mama” “papa” ).
9. Menganjurkan ibu untuk selalu melatih anak bicara dan memancing anak
untuk menyebut benda atau warna yang diinginkan.
10. Mendiskusikan upaya orang tua melatih anak berkomunikasi : ibu selalu
mengajarkan anak menyebut benda di rumah.
11. Menyarankan ibu untuk sabar dan rajin dalam melakukan pemeriksaan dan
pengobatan terhadap anaknya.

Evaluasi
Tanggal 7 Agustus jam 13.00 untuk diagnosa keperawatan no. 1.
S:-
O : Anak lebih banyak rewel, tidak respon terhadap bunyi atau suara.
A : Masalah belum teratasi
P : Dorong orang tua untuk terus melatih anaknya dirumah baik secara verbal atau
dengan alternatif lain seperti menggambar, menulis pesan di kertas dengan mudah
di mengerti dan kontrol anak yang teratur ke poli anak.

Tanggal 7 Agustus jam 13.00 untuk diagnosa keperawatan no. 2.


S : Ibu mengungkapkan mengerti keadaan anaknya, ibu mengungkapkan akan selalu
melatih kemampuan bicara anaknya dan akan membawa anaknya ke dokter ahli
untuk pengobatan lanjutan.
O : Ibu tampak tenang.
A : Ibu mulai menerima dan mengerti apa yang harus dilakukan demi perkembangan
anaknya.
P : Anjurkan ibu untuk tetap sabar di dalam penanganan anaknya.