Anda di halaman 1dari 5

UNISIA, Vol. XXXI No.

67 Maret 2008

Hak Asasi Manusia Kaitannya dengan


Struktur Sosial Masyarakat
Human rights are universal, granted by God to all humans since their birth, and have
been recognized by nations as written in the United Nations Charter and in other
multilateral treaties. However, every state has its own characteristics and values in
relation to social structures, religions, and geographical condition. Therefore, it is difficult
to make the point of view of states about human rights similar, in the sense that human
rights problem in a state is impossible to resolve in the same way as that in others. If
the problems of human rights are resolved without considering social structures, the
society will be detached from their own social structures, and will be difficult to develop
values living in the society.
Keywords: human rights, treaties, states, social structures
Pendahuluan mana mereka menetap, aturan-aturan
(norma, nilai) tadi pada akhirnya
T uhan yang mahakuasa telah
menciptakan berbagai suku bangsa
merupakan suatu sikap hidup atau budaya
atau struktur sosial masyarakat yang telah
yang bertebaran di muka bumi ini.
terbina sesuai dengan perjalanan hidup
Diciptakan adanya berbagai suku bangsa
suku bangsa yang bersangkutan. Oleh
tersebut, agar satu suku bangsa dapat
karena beragamnya suku bangsa
saling mengenal (ta’aruf) dengan suku
(etnis) yang bertempat tinggal pada
bangsa yang lainnya. Hal tersebut telah
tercantum dalam Al Qur’an surat 49:13 tempattempat tertentu, menyebabkan
pandangan hidup ataupun struktur
yang berbunyi:
sosial masyarakat (suku bangsa) yang
“Hai manusia, sesungguhnya Kami satu dengan yang lainnya tidaklah sama.
menciptakan kamu dari seorang lakilaki, Sehingga tiap suku bangsa mempunyai
seorang perempuan dan menjadikan kamu cara pandang yang tertentu terhadap
berbaangsa-bangsa dan bersuku-suku masalah yang menjadi permasalahan
supaya kamu saling kenal mengenal. semua bangsa, seperti pengertian atau
Sesungguhnya orang yang paling mulia di pemahaman terhadap Hak Asasi
antara kamu di sisi Allah ialah orang yang Manusia.
paling bertaqwa di antara kamu.
Hak asasi merupakan hak yang
Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi
paling dasar yang diberikan oleh Tuhan
Maha Mengenal.” Kemudian suku bangsa
kepada manusia, misalnya hak untuk
yang berdiam atau menetap di suatu tempat
Hak Asasi Manusia Kaitannya dengan...; Habib Adji
tertentu memberikan identitas kepada hidup, hak untuk berbicara dan
dirinya sendiri, agar dapat dikenal oleh yang mengeluarkan pendapat, dan pada
lainnya dan mereka membuat atau prakteknya apabila ada suatu bangsa
menciptakan aturan-aturan yang yang mencoba untuk mengebiri hak-hak
disesuaikan dengan situasi dan kondisi di tersebut, maka dapat dikatakan negara

62
yang bersangkutan telah melakukan without distinction as to race, sex,
pelanggaran hak asasi manusia. language or religion”.
Bahkan pelaksanaan hak asasi manusia Bahwa kenyataannya apa yang
di suatu negara sering dijadikan tolok tersebut pada Charter PBB tersebut pada
ukur apakah negara yang bersangkutan Charter PBB tersebut tidak bisa
dikategorikan negara demokrasi atau dilaksanakan sepenuhnya oleh negara-
bukan atau juga oleh negara-negara negara yang menjadi anggota PBB
yang sudah maju secara ekonomis yang meskipun dalam keadaan yang darurat
akan memberikan bantuan kepada PBB memberikan batasan untuk
negara-negara di dunia ketiga dalam melaksanakan hak asasi manusia seperti
memberikan bantuan keuangan yang tercantum dalam pasal 2 ayat (3)
terkadang dikaitkan dengan ESCR Covenant yang menyatakan:
pelaksanaan hak asasi manusia pada “Developing countries …., may determine to
negara yang akan diberi bantuan what extent they would guarantee the
tersebut, sudah tentu tolok ukur economic rights recognized in the present
pelaksanaan hak asasi manusia Covenant to non nationals”.
tersebut bukan hanya didasarkan ESCR (The International Covenant on
kepada nilai-nilai kemanusiaan yang
Economic, Sosial and Cultural Rights)
bersifat universal, tapi juga didasarkan
merupakan perjanjian internasional tentang
kepada nilai-nilai yang dianut oleh
aturan-aturan hak asasi manusia, dan
negara yang akan memberikan bantuan.
negara yang telah menandatangani
perjanjian ini akan tunduk terhadap
Kajian Pustaka aturanaturan hak asasi manusia yang
Dengan mengkaji bahwa tiap tersebut pada ESCR, di samping itu masih
bangsa yang ada di atas bumi ini sesuai banyak perjanjian-perjanjian internasional
dengan letak geografis yang berbeda lainnya tentang hak asasi manusia.
sudah tentu akan mempunyai Pembatasan hak asasi manusia dalam
pandangan yang berbeda terhadap keadaan yang darurat diperkenankan untuk
masalah hak asasi manusia, tapi bukan sementara yaitu dalam hal perang atau
berarti secara tegas karena masih ada keadaan darurat umum (public emergency)
masalah hak asasi manusia yang yang mengancam keselamatan negara.
diberikan persepsi yang sama oleh tiap Tapi hal ini tidak bisa langsung berlaku
bangsa (negara), hal ini sebagaimana secara otomatis, karena harus dapat diuji
yang dicanangkan oleh Perserikatan secara objektif. Dan tindakan yang
BangsaBangsa (PBB), bahwa hak asasi diberlakukan yang mengurangi hak asasi
manusia adalah milik semua bangsa manusia, harus dibatasi sejauh hal itu
dan semua kebudayaan di dunia kita ini. benar-benar diperlukan karena gawatnya
Perjanjian antar bangsa (multilateral keadaan (to the extent stricly required by
treaty) yang pertama, yang secara exigencies of the situation). Namun
umum menyebut pentingnya hak asasi demikian ada beberapa hak asasi manusia
manusia adalah Charter PBB yang yang tidak dapat dikurangi atau dibatasi,
ditandatangani pada tanggal 26 Juni meskipun dalam keadaan darurat misalnya:
1945 di San Fransisco. Dalam Charter “the rights to life, the freedom from torture
ini terdapat kalimat tentang tujuan PBB and other ill-treatment, the freedom from
yaitu dikatakan antara lain untuk slavery and servitud, and the imposition of
meningkatkan “respect for human rights retroactive penal laws”.
and fundamental freedoms for all,

63
UNISIA, Vol. XXXI No. 67 Maret 2008

Pembahasan - Pasal 33 : hak untuk berekonomi.


- Pasal 34 : Fakir miskin dan anak-anak
Seperti telah diuraikan di atas, bahwa
tiap bangsa (negara) mempunyai terlantar dipelihara oleh negara.
pemahaman yang tersendiri tentang HAM, Bahwa meskipun Indonesia telah
dan ini secara imperatif, sebenarnya harus mengatur dan menjalankan praktek hak
diterima oleh masyarakat internasional, dan asasi manusia sebagaimana yang
jika hal ini dapat dimengerti, maka tidak tersebut dalam Undang-Undang Dasar
perlu adanya intervensi negara lain 1945 dan peraturan perundangan
terhadap pelaksanaan hak asasi manusia di laninnya., ternyata masih tetap dituding
negara lainnya. oleh negara-negara Barat (Amerika
Serikat dan sekutunya), bahwa
Oleh karena itu terhadap hak asasi
Indonesia telah banyak melakukan
manusia, Indonesia mempunyai konsep
pelanggaran hak asasi manusia, dan
hak asasi manusia sebagaimana yang
untuk menangkal tudingan tersebut,
tercantum pada Undang-Undang Dasar
kemudian pemerintah Indonesia
1945 yaitu:
membentuk “Komisi Nasional untuk
- Pasal 1 ayat 2 : bahwa rakyat mengurus masalah-masalah hak asasi
pemegang kedaulatan yang dilakukan manusia” yang pertama kalinya dipimpin
sepenuhnya oleh Majelis oleh Ali Said, S.H. (alm) dan sekarang
Permusyawaratan Rakyat. dipimpin oleh Munawir Sjadzali. Dengan
- Pasal 27 ayat 1: Segala warga negara adanya komisi ini menunjukkan bahwa
bersamaan kedudukannya di dalam Indonesia sangat berkepentingan
hukum dna pemerintahan dan wajib (concern) dengan pelaksanaan hak
menjunjung tinggi hukum dan asasi manusia.
pemerintah itu dengan tidak ada Hak asasi manusia di suatu negara
kecualinya. pada tahun 1993 ini telah menjadi
- Pasal 27 ayat 2 : Tiap-tiap warga sorotan dan perhatian negara-negara di
negara berhak atas pekerjaan dan dunia, dan untuk mengatasinya pada
penghidupan yang layak bagi tahun yang sama PBB telah
kemanusiaan. memprakarsai suatu pertemuan di
- Pasal 28 : Kemerdekaan berserikat Wina-Austria untuk membicarakan
dan berkumpul, mengeluarkan pikiran masalah hak asasi manusia. Pertemuan
dan tulisan dan sebagainya ditetapkan ini semuanya diawali dengan adanya
dengan undang-undang. keinginan beberapa negara barat yang
- Pasal 29 ayat 1: Negara menjamin akan memberikan bantuan kepada
kemerdekaan tiap-tiap penduduk utuk negara-negara di dunia ketiga, selalu
memeluk agamanya masing-masing dikaitkan dengan pelaksanaan hak asasi
dan untuk beribadat menurut manusia di negara yang akan menerima
agamanya dan kepercayaan itu. bantuan, bahkan PBB berkeinginan agar
- Pasal 30 ayat 1: Tiap-tiap warga dapat bertindak secara langsung apabila
negara berhak dan wajib ikut serta ada suatu negara telah melanggar hak
dalam usaha pembelaan negara. asasi manusia dengan terlebih dahulu
- Pasal 31 ayat 1 : Tiap-tiap warga membuat tolok ukurnya sendiri dengan
negara berhak mendapat pengajaran. tidak terlepas dari segala kepentingan
- Pasal 32 : Pemerintahan memajukan Barat.

Hak Asasi Manusia Kaitannya dengan...; Habib Adji


kebudayaan nasional Indonesia.

64
Sekarang timbul permasalahan, sehingga diperoleh jalan keluar yang
apakah pelaksanaan hak asasi manusia memuaskan semua pihak. Cara
pada seluruh negara harus seragam? penyelesaian masalah dengan
Sudah tentu dalam hal ini hak asasi musyawarah untuk mufakat merupakan
manusia yang sudah dibawa sejak manusia nilai-nilai hidup bangsa Indonesia yang
lahir ke dunia harus dipertahankan dan telah tertanam sepanjang perjalanan
siapapun tidak boleh melanggarnya. hidup bangsa Indonesia.
Untuk memperjelas dan membahas Terhadap tindakan yang diambil
permasalahan tersebut di atas, sangat pemerintah tersebut telah mendapatkan
menarik apabila dikaitkan dengan reaksi dari berbagai pihak, baik dari dalam
dilakukannya “cekal” atau “cegah- negeri maupun luar negeri. Dan tanggapan
tangkal” (yang pernah dilakukan) oleh yang ada pada dasarnya dapat dibagi
pemerintah terhadap para anggota menjadi dua bagian, yaitu:
petisi 50, dimana selama ini mereka 1. Ada yang menyatakan setuju, dengan
tidak boleh melakukan segala kegiatan, alasan bahwa, Indonesia sebagai
bahkan dapat dikatakan telah negara yang sedang membangun
mengalami “Kematian Perdata”. memerlukan kondisi negara yang stabil,
Tindakan yang dilakukan sehingga suara ketidaksetujuannya
pemerintah tersebut dapat dikatakan terhadap tindakan pemerintah dalam
telah melanggar hak asasi manusia atau membangun negara-masyarakat ini,
melanggar pasal 28 UUD 1945. untuk sementara waktu perlu dicekal
Pemerintah melakukan tindakan (cegah tangkal). Pemerintah
tersebut untuk menjaga keamanan memandang tindakannya tersebut
nasional dan kewibawaan pemerintah, telah sesuai dengan aspirasi yang ada.
berhubung kegiatan-kegiatan yang dila- 2. Ada yang menyatakan tidak setuju,
kukan oleh Petisi dengan alasan bahwa, apapun bentuk
50 dianggap merongrong kewibawaan tindakan pemerintah yang mencekal
pemerintah pada tingkat nasional hak-hak asasi manusia merupakan
(dalam negeri) maupun luar negeri. Dan tindakan melanggar hak asasi manusia,
pemerintah memandang bahwa dan hak asasi manusia itu bersifat
tindakan yang diambil tersebut tidak universal juga tidak ada hak asasi
melanggar hak asasi manusia, karena manusia yang bersifat lokal (sesuai
tolok ukur yang dipergunakan untuk dengan negara yang bersangkutan).
menyebut tindakan pemerintah Bahwa jika dikaji kedua pendapat di
melanggar hak asasi manusia atau tidak atas, dapat kita sebutkan bahwa memang
melanggar, tidak berdasarkan tolok ukur hak asasi manusia itu bersifat universal,
yang berlaku di negara-negara Barat hak yang diberikan Tuhan kepada manusia
yang liberal, tapi berdasarkan nilai-nilai yang dibawa manusia sejak lahir yang
yang hidup masyarakat Indonesia atau dipunyai oleh semua makhluk yang
tidak terlepas dari struktur sosial namanya
masyarakat Indonesia, yaitu apabila ada “manusia”, dan hal itu sudah disepakati oleh
yang tidak setuju dengan negara-negara di dunia sebagaimana yang
tindakantindakan pemerintah, pihak- tercantum pada Charter PBB atau
pihak yang tidak setuju tidak perlu berdasarkan perjanjian-perjanjian
menyatakan ketidaksetujuannya internasional yang multitreaty, tapi tidak
dengan cara yang berlaku di negara- boleh dilupakan bahwa tiap negara yang
negara barat, tapi harus diselesaikan ada di dunia ini mempunyai perbedaan-
secara musyawarah untuk mufakat perbedaan tentang nilai-nilai (disparity of

65
UNISIA, Vol. XXXI No. 67 Maret 2008

value) yang hidup di dalam masyarakatnya Rahardjo, Satjipto. 1986. Hukum dan
atau dengan kata lain bahwa struktur sosial Masyarakat. Bandung: Angkasa.
masyarakat pada tiap negara berbeda-beda
tergantung kepada beberapa aspek, Reksodiputro, Mardjono. 1991.
misalnya keadaan geografi, agama. Pemantauan Pelaksanaan
Hukum Tentang Hakhak Asasi
Penutup Manusia, Majalah Hukum dan
Pembangunan, Fakultas Hukum
Cara pandang tiap negara terhadap
Universitas Indonesia, No. 6,
hak asasi manusia sulit untuk dibuat sama,
Tahun XXI.
artinya persoalan hak asasi manusia yang
terjadi di suatu negara tidak mungkin Sunny, Ismail. 1992. Hak Asasi Manusia
diselesaikan dengan cara-cara yang di Indonesia, Majalah Hukum dan
berlaku di negara lain, tapi harus Pembangunan, Fakultas Hukum
diselesaikan berdasarkan nilai-nilai yang Universitas Indonesia, No. 3,
berlaku pada masyarakat negara yang Tahun XXII.
bersangkutan. Apabila persoalan hak asasi
manusia suatu negara diselesaikan dengan Universal Declaration of Human Rights
cara-cara atau tidak melihat struktur sosial & The International Ovenant on
masyarakat yang bersangkutan, maka Economic, Social, and Cultural
masyarakat tersebut akan tercerabut dari Rigths, United Nations
strukturnya sosialnya sendiri dan akan Publication, Sales No. E.
mengalami kesulitan dalam mengem- 88.XIC.1.
bangkan nilai-nilai lain yang hidup di dalam
masyarakat. Maka dari itu, hak asasi
manusia tidak akan pernah terlepas dari cekkembali.com
nilai-nilai hidup atau struktur sosial Persaingan industri perbankan
masyarakat suatu negara.⚫ Peran perdagangan internasional
My profil
Daftar Pustaka My wordpress
Al Qur’an dan Terjemahannya. 1983. Pinjaman kredit
Departemen Agama Republik Asuransi
Indonesia, Proyek Pengadaan Kitab Contact form
Suci Al Qur’an. My wiki
B. Simanjuntak. 1981. Tiga UU Dasar RI
dan Sekitar Permasalahannya.
Bandung: Tarsito.

Henkin, Louis. 1991. Pernyataan Hak Asasi


Amerika dan Makna
Internasionalnya, Majalah Hukum
dan Pembangunan, Fakultas
Hukum Universitas Indonesia, No.
6, Tahun XXI.

66