Anda di halaman 1dari 29

KONSEP DAN ASUHAN KEPERAWATAN

PADA LANSIA DENGAN INSOMNIA

Disusun oleh :

YAYASAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN SAMAWA

AKADEMI KEPERAWATAN SAMAWA

TAHUN 2018

1
KATA PENGANTAR

Assalamuallaikum.wr.wb
Alhamdulilah hirabbilalamin,dengan memanjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT.
Atas berkat rahmat dan hidayahNya maka dengan ini penulis dapat menyelesaikan makalah ini
dengan lancar.

Terselesainya makalah ini berkat kerjasama dari berbagai pihak untuk itu penulisu
capkan terimakasih kepada Ns. AlfiahSafitri, S.Kep, M.Kep selaku dosen pembimbing penulis
serta rekan–rekan yang memberikan masukan dan gagasan tentang makalah yang penulis susun.

penulis menyadari bahwa makalah kami banyak terdapat kekurangan dan kesalahan baik
dari isi maupun sistem penulisan,maka dari itu penulis mohon maaf dan mengucapkan terima
kasih atas kritik dan saran yang bersifat membangun untuk kesempurnaan makalah ini.Semoga
apa yang penulis sajikan pada makalah ini bisa bermanfaat bagi kita semua.

Sumbawa, 2018

penulis

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ..................................................................................................................... i


DAFTAR ISI................................................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN ............................................................................................................... 1
1.1 LATAR BELAKANG ....................................................................................................... 1
1.2 TUJUAN............................................................................................................................ 1
BAB II PEMBAHASAN ................................................................................................................ 2
A. KONSEP INSOMNIA........................................................................................................2

2.1 PENGERTIAN .................................................................................................................. 2


2.2 ETIOLOGI......................................................................................................................... 2
2.3 PATOFISIOLOGI ............................................................................................................. 3
2.4 PATHWAY ....................................................................................................................... 4
2.5 TANDA DAN GEJALA ................................................................................................... 5
2.6 PENATALAKSANAAN................................................................................................... 5
B. ASUHAN KEPERAWATAN PADA LANSIA DENGAN INSOMNIA ........................... 7
3.1 PENGKAJIAN .................................................................................................................. 7
2.2 DIAGNOSA KEPERAWATAN ..................................................................................... 17
3.4 IMPLEMENTASI KEPERAWATAN ............................................................................ 20
3.5 EVALUASI ..................................................................................................................... 24
BAB III PENUTUP ...................................................................................................................... 25
4.1 KESIMPULAN ............................................................................................................... 25
4.2 SARAN............................................................................................................................ 25
DAFTAR PUSTAKA ................................................................................................................... 26

ii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Insomnia adalah salah satu fenomena umum dalam gangguan pola tidur,Jangka panjang
dapat menyebabkan gejala somatik dan perkembangan penyakit (Siregar, 2011:73). Dari semua
kelompok usia yang ada, masalah insomnia sering terjadi pada usia lanjut. Makin lanjut usia
seseorang, makin banyak terjadi insomnia. Pada usia lebih dari 50 tahun, angka kejadian
insomnia sekitar 30% (Siregar, 2011:75).Prevalensi insomnia di Indonesia sekitar 10%.Artinya
kurang lebih 28 juta dari total 238 juta penduduk Indonesia menderita insomnia.Jumlah ini hanya
mereka yang terdata dalam data statistik.Selain itu, masih banyak jumlah penderita insomnia
yang belum terdeteksi (Siregar, 2011:12).

Insomnia biasanya timbul sebagai gejala suatu gangguan lain yang mendasarinya, seperti
kecemasan dan depresi atau gangguan emosi lain yang terjadi dalam hidup manusia. Oleh karena
tingginya angka insomnia yang dialami lansia di Indonesia kami selaku penulis tertarik untuk
membahas mengenai gangguan insomnia pada lansia di makalah yang berjudul “konsep dan
asuhan keperawatan Pada lansia dengan insomnia” penulis akan membahas lebih jelas mengenai
konsep penyakit insomnia dan asuhan keperawatan insomnia pada lansia

1.2 TUJUAN

Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah agar mahasiswa mampu memahami :

1. Konsep penyakit insomnia


2. Asuhan keperawatan pada lansia dengan insomnia

1
BAB II
PEMBAHASAN
A. KONSEP INSOMNIA

2.1 PENGERTIAN

Insomnia adalah kesukaran dalam memulai atau mempertahankan tidur yang bisa bersifat
sementara atau persisten (Siregar, 2011:73). Insomnia adalah ketidakmampuan untuk mencukupi
kebutuhan tidur baik kualitas maupun kuantitas.Jenis insomnia ada 3 macam yaitu insomnia
inisial atau tidak dapat memulai tidur, insomnia intermitten atau tidak bisa mempertahankan
tidur atau sering terjaga dan insomnia terminal atau bangun secara dini dan tidak dapat tidur
kembali (Potter, 2005).Insomnia merupakan suatu keadaan seseorang yang mengalami sulit
untuk tidur atau sering terbangun di malam hari atau bangun terlalu pagi (Hariana,
2004:46).Berdasarkan penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa insomnia merupakan suatu
keadaan dimana seseorang mengalami gangguan tidur berupa kesulitan untuk memulai tidur,
sering terbangun dimalam hari atas sering bangun terlalu pagi yang dapat bersifat sementara atau
persisten.

2.2 ETIOLOGI

1. Faktor psikologis

Beragam faktor psikologis dapat menyebabkan insomnia. Faktor tersebut antara lain rasa
cemas, depresi, ketakutan, berduka, dan stres.Seorang lansia yang ditinggal pasangan dan anak
cenderung memiliki perasaan depresi. Selain itu, gangguan tidur pada lansia dapat disebabkan
oleh berbagai hal seperti berkurangnya aktivitas, pensiun, perubahan pola sosial, atau kematian
pasangan.

2. Faktor lingkungan

Lingkungan dapat memengaruhi seseorang untuk dapat tidur. Lingkungan yang bising,
cahaya yang terang atau gelap, suhu yang ekstrem, kelembaban lingkungan, dan tatanan yang
tidak familiar bisa mengganggu pola tidur seseorang.

2
4. Asupan nutrisi

Asupan nutrisi bagi lansia juga mempengaruhi timbulnya insomnia, seperti konsumsi
alkohol, kebersihan diri yang tidak terjaga dengan baik, dan konsumsi obat yang memiliki efek
samping gangguan tidur lansia.

5. Ketidaknyamanan fisik

Penurunan fisik dan penyakit yang menghampiri lansia menyebabkan pola tidur terganggu.
Misalnya nyeri, batuk, mual, inkontinensia, permasalahan kardiovaskuler (perawatan paska
operasi jantung), urgensi, penyakit Alzheimer, penyakit degeneratif, penyakit paru. (Joewana,
2006).

2.3 PATOFISIOLOGI

Pola tidur-bangun berubah sesuai dengan bertambahnya umur,Dewasa muda


membutuhkan waktu tidur 7-8 jam dengan NREM 75% dan REM 25%.Kebutuhan ini menetap
sampai batas lansia.Lansia menghabiskan waktunya lebih banyak di tempat tidur, mudah jatuh
tidur, tetapi juga mudah terbangun dari tidurnya.Perubahan yang sangat menonjol yaitu terjadi
pengurangan pada gelombang lambat, terutama stadium 4, gelombang alfa menurun, dan
meningkatnya frekuensi terbangun di malam hari atau meningkatnya fragmentasi tidur karena
seringnya terbangun.Gangguan juga terjadi pada dalamnya tidur sehingga lansia sangat sensitif
terhadap stimulus lingkungan. Selama tidur malam, seorang dewasa muda normal akan
terbangun sekitar 2-4 kali. Tidak begitu halnya dengan lansia, ia lebih sering terbangun.
Walaupun demikian, rata-rata waktu tidur total lansia hampir sama dengan dewasa muda.
Ritmik sirkadian tidur-bangun lansia juga sering terganggu. Jam biologik lansia lebih pendek dan
fase tidurnya lebih maju. Seringnya terbangun pada malam hari menyebabkan keletihan,
mengantuk, dan mudah jatuh tidur pada siang hari. Dengan perkataan lain, bertambahnya umur
juga dikaitkan dengan kecenderungan untuk tidur dan bangun lebih awal. (Amir, 2007).

3
2.4 PATHWAY

insomnia

Faktor Faktor Faktor


psikologis Lingkungan Fisiologis

Cemas

Merangsang sistem Merangsang Merangsang kortek


limbik (pengatur sensori perifer serebral untuk
sistem emosi) untuk untuk meningkatkan
meningkatkan meningkatkan pengeluaran seroton
pengeluaran pengeluaran
katekolamin serotonin

Merangsang Sistem
Aktivasi Retikuler
(SAR) untuk
menurunkan
pengeluaran
serotonin

Bangun 3 kali atau lebih


dimalam hari, insomnia,
Ganggua ketidakpuasan tidur, total
n Pola waktu tidur kurang,
Tidur kebiasaan buruk saat tidur
dan keluhan verbal lainnya.

4
2.5 TANDA DAN GEJALA

Menurut Remelda (2008), tanda dan gejala yang timbul dari pasien yang mengalami
insomnia yaitu penderita mengalami kesulitan untuk tertidur atau sering terjaga di malam hari
dan sepanjang hari merasakan kelelahan. Insomnia juga bisa dialami dengan berbagai cara:
1. Sulit untuk tidur tidak ada masalah untuk tidur namun mengalami kesulitan untuk tetap tidur
(sering bangun)
2. Bangun terlalu awal Kesulitan tidur hanyalah satu dari beberapa gejala insomnia. Gejala yang
dialami waktu siang hari adalah:
a. Resah
b. Mengantuk
c. Sulit berkonsentrasi
d. Sulit mengingat
e. Gampang tersinggung

2.6 PENATALAKSANAAN

Penatalaksanaan yang dapat dilakukan pada pasien dengan insomnia ini dapat dibagi
menjadi 2 (dua), yaitu :
1. Tindakan Keperawatan
a. Kaji efek samping pengobatan pada pola tidur klien.
b. Pantau pola tidur klien dan catat hubungan faktor-faktor fisik (misalnya: apnea saat tidur,
sumbatan jalan nafas, nyeri / ketidaknyamanan, dan sering berkemih).
c. Jelaskan pada klien pentingnya tidur adekuat (selama kehamilan, sakit, stress psikososial).
d. Ajarkan klien dan keluarga untuk menghindari faktor penyebab (misal : gaya hidup, diet,
aktivitas, dan faktor lingkungan).
e. Ajarkan klien dan kelurga dalam teknik relaksasi (pijat/urut sebelum tidur, mandi air
hangat, minum susu hangat).Menurut Remelda (2008) untuk tindakan keperawatan pada
pasien insomnia dimulai dengan menghilangkan kebiasaan (pindah tempat tidur, memakai
tempat tidur hanya untuk tidur, dll). Jika tidak berhasil dapat diberikan obat golongan
hipnotik (harus konsultasi dengan psikiater).

5
2. Tindakan Medis
Menurut Remelda (2008) untuk tindakan medis pada pasien insomnia yaitu dengan cara
pemberian obat golongan hipnotik-sedatif misalnya : Benzodiazepin (Diazepam, Lorazepam,
Triazolam, Klordiazepoksid) tetapi efek samping dari obat tersebut mengakibatkan Inkoordinsi
motorik, gangguan fungsi mental dan psikomotor, gangguan koordinasi berpikir, mulut kering.

6
B. ASUHAN KEPERAWATAN PADA LANSIA DENGAN INSOMNIA

1. Seorang pasien laki-laki usia 70 tahun datang kerumah sakit dengan keluhan sulit untuk
tidur,pasien mengatakan membutuhkan waktu sekitar 40 menit untuk tidur,sering terbangun
dimalam hari dan sulit untuk tidur lagi,pasien mengatakan sering mengantuk pada siang hari
dan sulit berkomunikasi, istri mengatakan suaminya sering marah,setelah dilakukan
pengkajian pasien mengatakan sering merasakan cemas karena memikirkan anaknya yang
jauh darinya.pasien juga sering mengonsumsi kopi dimalam hari,pasien terlihat lemas dan
mengantuk pada siang hari,pasien mengatakan tidak tahu cara untuk mengatasi masalah
tidurnya,pasien tidak bisa menjawab saat ditanya masalah apa yang membuatnya susah tidur
,TTV,TD: 100/90,N:105 X/mnt,RR: 24 X/mnt,S: 370C

3.1 PENGKAJIAN

1) DATA BIOGRAFI
Nama : Tn. A L/P
Tempat&tanggal lahir :Sumbawa,22 maret 1948 Gol.Darah:O/A/B/AB
Pendidikan terakhir : SMP
Agama :Islam
Status perkawinan :Menikah
Alamat : Jln.kambing hitam NO.22
Telp :0819167878787
Orang yang dekat dihubungi :NY.M L/P
Hubungan dengan lansia : Istri
Alamat : Jln.kambing hitam NO.22

7
2) RIWAYAT KELUARGA
Genogram :

Keterangan :

= Wanita hubungan penikahan =


= laki-laki hubungan saudara =

= pasien meningal dunia =

3) RIWAYAT PEKERJAAN
1. Pekerjaan saat ini
saat ini pasien bekerja menjaga toko yang dibangun di rumahnya sendiri
2. Pekerjaan sebelumnya
sebelumnya pasien adalah seorang penjual sate keliling

8
4) RIWAYAT LINGKUNGAN HIDUP
1. Tipe tempat tinggal : Perumahan
2. Ukuran : 6x4 M
3. Jendela :4
4. Pencahayaan : cukup terang
5. Jumlah kamar :3
6. Jumlah orang yang tinggal dirumah :2

5) RIWAYAT REKREASI
1. Hobi/minat : Mancing
2. Keanggotaan organisasi :-
3. Liburan/perjalanan :belum perna malakukan liburan atau perjalanan jauh

6) STATUS KESEHATAN
1. Keluhan utama
Pasien mengeluh tidak bisa tidur
2. Riwayat penyakit sekarang
pasien mengatakan tidak bisa tidur,ia membutuhkan waktu sekitar 40 menit untuk
tidur dan sering terbangun tengah malam,dan pagi harinya selalu terlihat lemah dan
mengantuk,pasien sering mengonsumsi kopi dimalam hari,pasien sering mersa cemas
pada anaknya yang breada jauh darinya,sejak 2 minggu yang lalu.
3. Riwayat penyakit 1 atau 5 tahun yang lalu
semala ini pasien tidak menmiliki riwayat penyakit apapun

7) AKTIVITAS HIDUP SEHARI-HARI


1. Aktivitas
Pasien selalu bangun lebih awal nampak lemah dan mengantuk pada siang
hari,sehingga saat siang hari pasien tidak melakukan aktifitas
2. Istirahat/tidur
pasien sulit untuk tidur dimalam hari selalu terbangun lebih awal,dan
mengantuk pada siang hari

9
3. Rekreasi
semenjak ditingal menikah oleh anaknya pasien dan istri tidak perna pergi berlibur
atau berekreasi
4. Psikologis
- Emosi : sejak 2 minggu ini pasien sulit diajak komunikasi pasien mudah sekali
marah atau tersingung
5. Indeks katz : (A) Kemandirian dalam hal makan, berpindah tempat, kekamar kecil,
berpakaian dan mandi

8) TINJAUAN SISTEM
 Keadaan umum : Compos metis (CM)
 Tingkat kesadaran :15
 Skala koma Glasgow :E4V5M6
 Tanda-tanda vital : TD :100/90 mmhg,N : 105x/mnt ,S :370C, RR: 24 x/mnt

9) STATUS KOGNITIF/AFEKTIF/SOSIAL
1. Short portebh mental status questionare (SPMSQ) : Kesalahan 4, (Inteletual Ringan)
Skore
No Pertanyaan Jawaban
+ -

+ 1 Tanggal berapa hari ini ? 1 maret 2018

+ 2 Hari apa sekarang ? Senin

+ 3 Apa nama Tempat ini ? Jln.kambing hitam NO.22

- 4 Berapa nomor telepon anda ? Tidak hapal

Dimana Alamat anda ?

(tanyakan bila tidak memiliki telepon)

+ 5 Berapa umur anda ? 70 tahun

10
- 6 Kapan anda lahir ? 22 maret 1948

+ 7 Siapa Presiden Indonesia sekarang ? Jokowi

+ 8 Siapa Presiden sebelumnya ? SBY

- 9 Siapa nama kecil ibu anda ? Tidak tahu

+ 10 Kurangi 3 dari angka 20, tetap kurangi 3 17,14,11


lagi untuk hasil angka pertama, semua
secara menurun

Jumlah Kesalahan Total 4

2. Inventaris depresi beck :


Skor Uraian

A. Kesedihan
3 Saya sangat sedih/tidak bahagia dimana saya tak dapat menghadapinya

2 Saya galau / sedih sepanjang waktu dan saya tidak dapat keluar darinya

1 Saya merasa sedih atau galau

0 Saya tidak merasa sedih

B. Pesimisme
3 Saya merasa bahwa masa depan adalah sia-sia dan sesuatu tidak dapat membaik

2 Saya merasa tidak mempunyai apa-apa untuk memandang kedepan

1 Saya merasa berkecil hati mengenai masa depan

0 Saya tidak begitu pesimis atau kecil hati tentang masa depan.

C. Rasa Kegagalan
3 Saya merasa benar-benar gagal sebagai orang tua (suami/istri)

2 Bila melihat kehidupan kebelakang, semua yang dapat saya lihat hanya kegagalan

11
1 Saya merasa telah gagal melebihi orang pada umumnya

0 Saya tidak merasa gagal

D. Ketidak puasan
3 Saya tidak puas dengan segalanya

2 Saya tidak lagi mendapatkan kepuasan dari apapun

1 Saya tidak menyukai cara yang saya gunakan

0 Saya tidak merasa tidak puas

E. Rasa Bersalah
3 Saya merasa seolah-olah sangat buruk atau tak berharga

2 Saya merasa sangat bersalah

1 Saya merasa buruk/tak berharga sebagai bagian dari waktu yang baik

0 Saya tidak merasa kecewa dengan diri sendiri

F. Tidak Menyukai Diri Sendiri


3 Saya benci diri saya sendiri

2 Saya muak dengan diri saya sendiri

1 Saya tidak suka dengan diri saya sendiri

0 Saya tidak merasa kecewa dengan diri sendiri

G. Membahayakan Diri Sendiri


3 Saya akan membunuh diri saya sendiri jika saya mempunyai kesempatan

2 Saya mempunyai rencana pasti tentang tujuan bunuh diri

1 Saya merasa lebih baik mati

0 Saya tidak mempunyai pikiran-pikiran mengenai membahayakan diri sendiri

H. Menarik Diri Dari Sosial


3 Saya telah kehilangan semua minat saya pada orang lain dan tidak perduli pada
mereka semuanya

12
2 Saya telah kehilangan semua minat saya pada orang lain dan mempunyai sedikit
perasaan pada mereka

1 Saya kurang berminat pada orang lain dari pada sebelumnya

0 Saya tidak kehilangan minat pada orang lain

I. Keragu-raguan
3 Saya tidak dapat membuat keputusan sama sekali

2 Saya mempunyai banyak kesulitan dalam membuat keputusan

1 Saya berusaha mengambil keputusan

0 Saya membuat keputusan yang baik

J. Perubahan Gambaran Diri


3 Saya merasa bahwa saya jelek atau tampak menjijikkan

2 Saya merasa bahwa ada perubahan-perubahan yang permanen dalam penampilan


saya danini membuat saya tampak tua atau tak menarik

1 Saya khawatir bahwa saya tampak tua atau tak menarik

0 Saya tidak merasa bahwa saya tampak lebih buruk dari pada sebelumnya

K. Kesulitan Kerja
3 Saya tidak melakukan pekerjaan sama sekali

2 Saya telah mendorong diri saya sendiri dengan keras untuk melakukan sesuatu.

1 Saya memerlukan upaya tambahan untuk mulai melakukan sesuatu

0 Saya dapat bekerja kira-kira sebaik sebelumnya

L. Keletihan
3 Saya sangat lelah untuk melakukan sesuatu

2 Saya merasa lelah untuk melakukan sesuatu

1 Saya merasa lelah dari yang biasanya

0 Saya tidak merasa lebih lelah dari biasanya

M. Anoreksia

13
3 Saya tidak lagi mempunyai nafsu makan sama sekali

2 Napsu makan saya sangat memburuk sekarang

1 Napsu makan saya tidak sebaik sebelumnya

0 Napsu makan saya tidak buruk dari biasanya

PENILAIAN

8 Depresi sedang

3. APGAR keluarga :

No Uraian Fungsi Skor

1 Saya puas bahwa saya dapat kembali pada keluarga Adaption 2


(teman-teman) saya untuk membantu pada waktu
sesuatu menyusahkan saya

2 Saya puas dengan cara keluarga (teman-teman) saya Partnership 2


membicarakan sesuatu dengan saya dan
mengungkapkan masalah dengan saya

3 Saya puas bahwa keluarga (teman-teman) saya Growth 2


menerima danmendukung keinginan saya untuk
melakukan aktivitas atau arah baru

4 Saya puas dengan cara keluarga (teman-teman) saya Affection 2


mengekspresikan afek dan berespons terhadap emosi-
emosi saya, seperti marah, sedih atau mencintai

5 Saya puas dengan cara teman-teman saya dan saya Resolve 1


menyediakan waktu bersama-sama

Penilaian :

Pertanyaan-pertanyaan yang dijawab;

14
1. Selalu : skor 2

2. Kadang-kadang : skor 1

3. Hampir tidak pernah : skor 0

10) Data focus


DATA FOKUS
DATA SUBJEKTIF DATA OBJEKTIF
1. Pasien mengatakan sulit untuk 1. pasien terlihat lemas dan mengatuk
tidur,untuk tidur pasien membutuhkan 2. TD: 100/90,N:105 X/mnt,RR: 24
waktu sekitar 40 menit X/mnt,S: 370C
2. Pasien mengatakan sering terbangun 3. Pasien terlihat binggung saat ditanya
dimalam hari dan sulit untuk tidur mengapa tidak bisa tidur
lagi
3. pasien mengatakan sering mengantuk
pada siang hari dan sulit
berkomunikasi
4. istri pasien mengatakan pasien seing
marah
5. pasien mengatakan tidak tahu cara
untuk mengatasi masalah tidurnya
6. pasien mengatakan tidak tahu
mengapa ia tidak bisa tidur

11) Analisa data

15
ANALISA DATA
SYMTOM ETIOLOGI PROBLEM
Ds : Cemas Gangguan Pola Tidur
1. Pasien mengatakan sulit
untuk tidur,untuk tidur pasien Merangsang sistem limbik
(pengatur sistem emosi) untuk
membutuhkan waktu sekitar
meningkatkan pengeluaran
40 menit katekolamin
2.Pasien mengatakan sering
terbangun dimalam hari dan Merangsang Sistem Aktivasi
Retikuler (SAR) untuk
sulit untuk tidur lagi
menurunkan pengeluaran
3.pasien mengatakan sering serotonin
mengantuk pada siang hari
Insomnia
dan sulit berkomunikasi
istri pasien mengatakan
Gangguan Pola Tidur
pasien seing marah
4.pasien sering mengonsumsi
kopi dimalam hari, pasien
mengatakan tidak tahu cara
untuk mengatasi masalah
tidurnya
Do :
1. pasien terlihat lemas dan
mengatuk
2. TD: 100/90,N:105
X/mnt,RR: 24 X/mnt,S:
370C

16
Ds : sering merasa cemas Kurang pengetahuan
1. pasien mengatakan tidak
tahu mengapa ia tidak bisa Pasien tidak bisa tidur sering
tidur bangun malam,tidur tidak
puas(insomnia)
Do :
1. pasien terlihat lemas dan Tidak mengerti cara mengatasi
mengatuk gangguan tidur
2. Pasien terlihat binggung
saat ditanya mengapa Kurang pengetahuan
tidak bisa tidur

2.2 DIAGNOSA KEPERAWATAN

1. Gangguan pola tidur berhubungan dengan ansietas ditandai dengan sulit untuk tidur,sering
terbangun dimalam hari,sering mnegntuk pada siang hari,sulit berkomunikasi,mudah marah
,dan sering merasa cemas.
2. Kurang pengetahuan berhubungan dengan pemahaman klien yang buruk mengenai insomnia

17
3.3 INTERVENSI KEPERAWATAN

No Tujuan dan kreteria Intervensi Rasional


.dx hasil
1. Setelah dilakukan Sleep Enhancemen 1. Untuk mengetahui
tindakan keperawatan 1. Monitor pola tidur dan apakah poal tidur atau
selama 2x24 jam jumlah jam tidur frekunsi tidur klien
gangguan pola tidur 2. Anjurkan agar kafein sesuai dengan kebutuhan
pasien teratasi dengan (kopi) dihilangkan dari berdasarkan usia
indicator : diet klien di malam hari 2. Mengonsumsi Kafein
 Anxiety Control 3. Bantu klien mengatasi dapat menyabkan pasien
 Sleep : Extent ang stress berjaga untuk waktu
Pattern 4. Tentukan waktu sebelum yang lama dan sulit
1. Jumlah jam tidur klien pergi tidur untuk untuk tidur
dalam batas latihan relaksasi yang 3. Kondisi stress dapat
normal tenang, dan mandi menyebakan pasien
2. Pola tidur,kualitas ,Fasilitasi untuk berfikir terlalu keras
dalam batas mempertahankan aktivitas hingga pasien yang
normal sebelum tidur (membaca) memiliki tingkat stress
3. Perasaan fresh dan Ciptakan lingkungan yang tinggi biasanya
sesudah yang nyaman akan kesulitan untuk
tidur/istirahat 5. Jelaskan pentingnya tidur tidur
4. Mampu yang adekuat 4. Membaut jadwal tidur
mengidentifikasi dapat membantu pasien
hal-hal yang terbiasa untuk
meningkatkan tidur tidur,latihan relaksasi
dan mandi dengan air
hangat dapat membuat
pasien lebih tenang
sehingga dapat tidur
dengan lebih
nyenyak,membuat

18
lingkungan yang nyaman
seperti cahaya yang
cukup dan tidak bising
juga membantu pasien
untuk tidur dengan lebih
tenang.
5. Untuk membuat pasien
mengerti bahwa tidur
yang cukup merupakan
hal yang penting
sehingga pasien akan
mengusahakan cara yang
tepat untuk mengatsi
gangguan tidurnya
2 Setelah dilakukan Teaching : Health 1. Agar pasien dapat
tindakkan keperawatan 1. Bantu pasien mengindari hal-hal
1 x 24 jam pengetahuan mengidentifikasi yang dapat
pasien meningkat penyebab gangguan tidur mempengaruhi
dengan indicator : pada pasien kualitas tidurnya
Knowledge :Health 2. Jelaskan pada pasien 2. Sehingga pasien dapat
1. Pasien memahami mengenai tanda dan gejala mengerti perubahan-
masalah yang dari perubahan yang perubahan yang
dihadapi dihadapi terjadi pada dirinya
2. Pasien mengatakan 3. Diskusikan bersama akibat masalah tidur
tahu cara pasien dan keluarga cara dan dapat menentukan
mengatasi masalah mengatasi masalah tidur tindakkan yang tepat
3. Pasien mampu pasien untuk mengatsinya
menjelaskan 3. Pasien dan keluarga
kembali dapat memahami cara
pemahaman yang untuk menyelesaikan
diberikan masalahnya serta

19
dapat mengatasi dan
memilih bersama
perawat intervensi
atau trapi yang akan
diberikan

3.4 IMPLEMENTASI KEPERAWATAN

No.d waktu dan Implementasi Respon pasien Ttd


x Tanggal
1 23/05/201 1. Memonitor pola tidur dan S: pasien mengatakan
8
jumlah jam tidur membutuhkan waktu sekitar
(09.00)
40 menit untuk tidur,sering
tebangun dimalam hari,
O: -pasien tidur selama 4 jam
dan sering terbangun
23/05/201 2. Menganjurkan agar kafein S:-pasien mengatakan tidak
8
dan dihilangkan dari diet minum kopi lagi
(09.20)
klien di malam hari O: -pasien tidak minum
kafein atau kopi lagi
23/05/201 3. Membantu klien S:-pasien mengatakan
8
mengidentifikasi mengerti alasan dibalik dari
(09.30)
penyabab kesulitan tidur perubahan pola tidur yang
dan membantu pasien dialami pasien stelah
mengatasi stres berdiskusi
O:-pasien dapat
mengidentifikasi masalah
yang dihapainya dan dan
mengetahui cara-cara
mengatsi stress seperti
mengerjakan hobi yang
disukai,belibur atau

20
berrekreassi bersama
keluarga

23/03/201 4. Menentukan waktu S:-pasien mengatakan sudah


8
sebelum klien pergi tidur melakukan ritual seperti
(10.00)
untuk latihan relaksasi relaksasi nafas dalam atau
yang tenang, dan mandi mengunakan teknik relasasi
dan Memfasilitasi untuk seblum tidur,dan mandi air
mempertahankan aktivitas hangat sebelum tidur
sebelum tidur (membaca) O: -pasien membaca sebelum
dan menciptakan tidur,ruangan pasien tenang
lingkungan yang nyaman tanpa bising dan dengan
cahaya yang cukup
23/03/201 5. Menjelaskan pentingnya S: pasien mengatakan sudah
8
tidur yang adekuat mengerti mengenai
(10.30)
pentingnya tidur dan
berapalama frekuensi tidur
yang dibutuhkan untuk
tingakt usianya
O: pasien dapat mengulang
kembali penyelasan yang
diberikan mengenai
pentingnya tidur yaitu untuk
membantuk otak beristirahat
sengga tidak berkerja secara
berlebihan dan tubuh tidak
mudah lelah,tidur yang cukup
juga bermanfaat untuk
meningkatkan system
imun,pasien juga mampu
menjelaskan tidur yang baik

21
selama 8 jam

2 23/03/201 1. Membantu pasien S:Pasien mengatakan telah


8
mengidentifikasi mampu mengerti penyebab
(10.40)
penyebab gangguan tidur dari gangguan tidur yang
pada pasien dialaminya
O:-pasien dapat menjelaskan
bahwa gangguan tidur yang
dialaminya karena dirinya
sedang merasa cemas terhap
anaknya yang berada jauh
darinya
2. Menjelaskan pada pasien S:pasien mengatakan sudah
mengenai tanda dan gejala paham mengenai tanda dan
dari perubahan yang gejala dari insomnia
dihadapi O:paien mempu menjelaskan
kembali tanda dan gejala
yang dialaminya dan
mengidentifikasi perubahan
yang dihadapinya seperti
mudah lelah,cemas dan
mudah marah merupakan
dampak dari kurangnya
istirahat dan waktu tidur
3. Mendiskusikan S:pasien mengatakan
bersama pasien dan mengerti cara untuk
keluarga cara menyelesaikan masalahnya
mengatasi masalah O: pasien dapat menjelaskan
tidur pasien cara penyelesaian masalahnya
adalah dengan berkomunikasi
dengan anaknya yang

22
jauh,pasien dapat mengisi
waktu luang dengan berlibur
ataupun berekreasi bersama
keluarga pasien dapat
melakukan hobi atau hal-hal
yang ia sukai,pasien harus
tenang dan rileks,tidak boleh
teralu stres

23
3.5 EVALUASI

No.dx waktu dan Evaluasi TTD


Tanggal
1 25/05/2018 S : pasien mengatakan sudah dapat tidur dengan
(08.00)
nyenyak,tidak terbangun saat malam hari dan sudah tidak
merasa cemas lagi
O: -pasien tidur selama 8 jam
-tidak ada kantung mata
-wajah pasien terlihat berseri
A: masalah teratasi
P: intervensi dihentikan
2 25/05/2018 S :-pasien mengatakan sudah paham mengenai penyebab
(08.20)
kesulitan tidur dan mampu mngatasinya
O: -pasien mampu mengulang kembali pentingya istirahat
dan tidur,penyebab dari masalah dan cara menatasinya
A: masalah teratasi
P: intervensi dihentikan

24
BAB III
PENUTUP
4.1 KESIMPULAN

Insomnia merupakan suatu keadaan dimana seseorang mengalami gangguan tidur berupa
kesulitan untuk memulai tidur, sering terbangun dimalam hari atas sering bangun terlalu pagi
yang dapat bersifat sementara atau persisten. Insomnia dapat karena factor
psikologis,lingkungan,nutrisi ataupun ketidaknyamanan fisik. Dimana tanda dan gejala dari
insomnia adalah Sulit untuk tidur tidak ada masalah untuk tidur namun mengalami kesulitan
untuk tetap tidur (sering bangun),Bangun terlalu awal Kesulitan tidur hanyalah satu dari
beberapa gejala insomnia dan gejala yang dialami waktu siang hari adalah
Resah,Mengantuk,Sulit berkonsentrasi,Sulit mengingat,Gampang tersinggung.

4.2 SARAN

Untuk meningkatkan pengetahuan tentang insomnia pada lansia hendaknya mahasiswa


aktif mencari dan membaca refrensi-refrensi sehingga mehasiswa bisa mengamplikasikan dan
mengunakan teknik pendokumentasian yang benar yang bisa dipertanggung jawabkan,dan selalu
mengunakan komunikasi terapeutik antar perawat dan klien sehingga terjalin hubungan yang
terapeutik sehingga penataksanaan asuhan keperawatan dapat berlangsung dengan optimal.

25
DAFTAR PUSTAKA

Prayitno, A. 2002. Gangguan Pola Tidur Pada Kelompok Usia Lanjut Dan Penatalaksanaannya.
Bagian Ilmu Kesehatan Jiwa. Jakarta. FKUT.
Puri, B.K. 2011. Buku Ajar Psikiatri. Ed. 2. Hal: 268. Jakarta : EGC.
Rafknowledge, 2004. Insomnia Dan Gangguan Tidur Lainya. Jakarta: Gramedia

26