Anda di halaman 1dari 17

MAKALAH BIOLOGI

“PERAN ORANG TUA DALAM TERHADAP


PERILAKU DAN PRESTASI ANAK“

DI SUSUN OLEH :

1. Eni Eliza
2. Rahma

Kelas : XI IPA I

Guru Pembimbing : Arum Yuniarti, S.Pd

SMAN 4 KABUPATEN TEBO


TAHUN PELAJARAN
2017 / 2018

i
KATA PENGANTAR

Syukur Alhamdulillah kami haturkan kehadirat Allah SWT, karena dengan karunia-Nya kami
dapat menyelesaikan karya tulis ilmiah dengan judul “ Peran Orang Tua Terhadap Anak Terhadap
Perilaku Dan Prestasi Anak”. Meskipun banyak hambatan yang kami alami dalam pengerjaan, tapi
kami berhasil menyelesaikan karya tulis ilmiah ini tepat pada waktunya.
Tidak lupa kami ucapkan terima kasih kepada guru yang telah membantu kami dalam
mengerjakan karya tulis ilmiah ini. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang
telah membantu kamidalam penyelesaian tugas ini.
Kami menyadari bahwa dalam penyusunan karya tulis ilmiah ini masih jauh dari
kesempurnaan. Untuk itu kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun guna
sempurnanya karya tulis ilmiah ini. Kami berharap semoga karya ilmiah ini bisa bermanfaat bagi
kami dan para pembaca.

Sungai Bengkal, 30 April 2018

Penulis

ii
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDL
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar belakang
B. Rumusan masalah
C. Tujuan penelitian

BAB II LANDASAN TEORI


A. Pengertian orang tua
B. Pengertian prestasi
C. Pengertian anak
D. Pengertian pendidikan

BAB III PEMBAHASAN


A. Peran orang tua dalam dunia pendidikan
B. Tindakan yang harus dilakukan orang tua untuk memulihkan semangat belajar anak

BAB IV PENUTUP
A. Simpulan
B. Saran
DAFTAR PUSTAKA

iii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Orang tua yang baik adalah orang tua yang mampu memberikan keteladanan yang baik
kepada anak-anaknya. Karena keteladanan memiliki peran penting dalam mengarahkan tingkah
laku anak-anak dan pemuda pada masa pembentukan awal mereka. Ia adalah sarana yang paling
sukses mempengaruhi moral generasi baru serta pembentukan mereka sebagai pribadi ataupun
anggota masyarakat. Sebab, keteladanan orang-orang yang terdekat dengan si anak, yakni para
pendidik, adalah contoh tertinggi dalam pandangan anak yang tumbuh, dimana oleh karenanya dia
akan mengikutinya dengan baik dalam sikap atau tingkah laku. Bahkan karena adanya
keteladanan itulah, maka akan terpatri dalam jiwa dan perasaan si anak tersebut gambaran
perkataan perbuatan yang dimiliki oleh pendidiknya.
Dari sinilah kita melihat, bahwa keteladanan merupakan faktor yang berpengaruh sangat
besar dalam kebaikan atau kerusakan seorang anak. Jika yang dijadikan keteladanan tersebut
adalah sosok yang jujur, dapat dipercaya, berakhlak mulia dan pemberani, maka tumbuhlah anak
itu dalam kejujuran, berakhlak mulia, dan pemberani. Sebaliknya, jika sosok yang menjadi
pendidik tersebut adalah seorang pendusta, penghianat, kikir serta pengecut, maka tumbuhlah
anak itu dalam dusta, hianat, sombong dan kekikiran.
Sesungguhnya seorang anak, betapapun potensinya untuk kebaikan itu besar, dan betapapun
fitrahnya itu suci bersih, dia tak akan bisa melaksanakan prinsip-prinsip kebaikan dan
pokok-pokok pendidikan yang baik, apabila dia tidak melihat pendidik mereka ada di puncak
keutamaan akhlak.
Banyak orang tua yang kurang memperhatikan pendidikan yang ditempuh oleh anaknya saat
ini, yang dikarenakan disibukkan dengan pekerjaannya. Sehingga orang tua menyerahkan
kewajibannya sebagai orang tua yang seharusnya mengawasi, memperhatikan, dan memberikan
kasih saying kepada anak, semua itu sepenuhnya diberikan kepada pihak Sekolah. Padahal waktu
yang digunakan disekolah ± 7 jam, sedangkan waktu yang digunakan anak diluar jam sekolah ±
17 jam. Maka dari itu, anak juga masih membutuhkan perhatian dari orang tua selain perhatian
guru disekolah.
Apabila anak kurang mendapatkan perhatian dari orang tua, maka anak akan merasa dirinya
tidak dianggap dan tidak diperlukan dalam keluarga. Sehingga anak akan mudah terjerumus
pergaulan luar yang bebas dan banyak berbaur dengan kegiatan-kegiatan negatif. Dalam situasi
ini peran orang tua sangat diperlukan oleh sang anak.
Orang tua merupakan pendidikan utama yang memiliki tanggungjawab yang sangat besar
untuk menentukan masa depan sang anak. Dalam mendidik anak orang tua harus mengetahhui
karakter dan potensi yang dimiliki anak dan harus dikembangkan. Dengan demikian orang tua
akan lebih mudah dalam membimbing dan mengarahkan sang anak.
Dalam pencapaian prestasi anak disekolah, hal itu tidak lepas dari peran orang tua yang
mendidiknya sejak ia masih kecil. Kasih saying dan dukungan yang diberikan orang tua kepada
anak sangat diperlukan. Karena saat anak mendapatkan prestasi disekolah, orang tua patut bangga
dan menghargai kerja keras yang dilakukan oleh sang anak. Sehingga sang anak akan termotifasi
agar tetap bisa mempertahankan prestasi yang telah tercapainya. Terkadang anak juga mengalami
kesulitan dalam belajar baik itu dikarenakan kurang paham dengan penjelasan dari gurunya
maupun mempunyai masalah dengan teman sebangku atau teman lainnya. Keadaan itu dapat
memperngaruhi terhadap proses pembelajaran anak disekolah sehingga prestasi akan menurun
dan semangatbelajar berkurang . Dalam situasi inilah peran orang tua sangat dibutuhkan oleh
sang anak untuk memulihkan semangat belajarnya.

1
Disisi lain terkadang orang tua terlalu memaksakan anaknya untuk memilih sekolah maupun
memilih jurusan seperti apa yang mereka inginkan dengan alasan, gengsi dengan saudara dekat
maupun dengan tetangga sekitar. Padahal tindakan orang tua seperti itu merupakan langkah yang
sangat salah. Seharusnya tugas orang tua hanyalah memberikan dukungan dan mengarahkan
anaknya kejalan yang benar sesuai dengan aturan yang ada.
Dengan orang tua member kebebasan kepada anak dalam proses pendidikannya, anak akan
memiliki rasa tanggungjawab atas pendidikannya karena mereka akan berfikir bahwa mereka
harus sukses setelah menempuh pendidikan dan membahagiakan kedua orang tuanya yang telah
memberikan dukungan dan motifasi kepada dirinya selama ini.

B. RUMUSAN MASALAH
1. Bagaimana peran orang tua dalam perilaku dan prestasi anak ?
2. Bagaimana tindakan yang harus dilakukan orang tua untuk memulihkan semangat belajar
anak ?

C. TUJUAN PENELITIAN
1. Untuk mengetahui peran orang tua dalam perilaku dan prestasi anak.
2. Untuk mengetahui tindakan yang harus dilakukan orang tua terhadap perilku dan cara
memulikan semangat belajar anaknya.

2
BAB II
LANDASAN TEORI

A. PENGERTIAN ORANG TUA


Menurut Wikipedia orang tua adalah ayah dan ibu seorang anak baik melalui hubungan
biologis maupun social.
Adapun pengertian orang tua menurut Thamrin Nasution adalah orang tua merupakan setiap
orang yang bertanggung jawab dalam suatu keluarga atau tugas rumah tangga yang dalam
kehidupan sehari-hari disebut sebagai bapak dan ibu.
Sedangkan menurut Hurlock, orang tua merupakan orang dewasa yang membawa anak ke
dewasa terutama dalam masa perkembangan.

B. KONSEP DAN PENGERTIAN PERILAKU


Pengertian Perilaku adalah tindakan atau aktivitas dari manusia itu sendiri yang
mempunyai bentangan arti yang sangat luas antara lain : berjalan, berbicara, menangis,
tertawa, bekerja, kuliah, menulis, membaca, dan sebagainya. Dari uraian tersebut bisa
disimpulkan bahwa perilaku manusia adalah semua kegiatan atau aktivitas manusia, baik
yang diamati langsung, maupun yang tidak dapat diamati oleh pihak luar (Notoatmodjo,
2003). Sedangkan dalam pengertian umum perilaku adalah segala perbuatan atau tindakan
yang dilakukan oleh makhluk hidup.
Pengertian perilaku dapat dibatasi sebagai keadaan jiwa untuk berpendapa t, berfikir,
bersikap, dan lain sebagainya yang merupakan refleksi dari berbagai macam aspek, baik fisik
maupun non fisik.
Perilaku juga diartikan sebagai suatu reaksi psikis seseorang terhadap lingkungannya,
reaksi yang dimaksud digolongkan menjadi dua, yakni :
 bentuk pasif (tanpa tindakan nyata atau konkrit),
 dalam bentuk aktif (dengan tindakan konkrit),
Tentunya banyak juga para ahli memiliki pandangan masing-masing tentang Pengertian
perilaku ini, berikut daftar pengertian menurut para ahli di bidangnya:
1. Menurut Ensiklopedi Amerika, perilaku diartikan sebagai suatu aksi dan reaksi
organisme terhadap lingkungannya, hal ini berarti bahwa perilaku baru akan terwujud
bila ada sesuatu yang diperlukan untuk menimbulkan tanggapan yang disebut
rangsangan, dengan demikian maka suatu rangsangan tertentu akan menghasilkan
perilaku tertentu pula. Robert Y. Kwick (1972)
2. menyatakan bahwa perilaku adalah tindakan atau perbuatan suatu organisme yang dapat
diamati dan bahkan dipelajari.
3. Menurut Skinner, seperti yang dikutip oleh Notoatmodjo (2003), merumuskan bahwa
perilaku merupakan respon atau reaksi seseorang terhadap stimulus atau rangsangan dari
luar. Oleh karena perilaku ini terjadi melalui proses adanya stimulus terhadap organisme,
dan kemudian organisme tersebut merespons, maka teori Skinner ini disebut teori “S-O-
R” atau Stimulus – Organisme – Respon.
4. Menurut HERI PURWANTO, perilaku adalah pandangan-pandangan atau perasaan yang
disertai kecendrungan untuk bertindak sesuai sikap objek tadi.
5. Menurut PETTY COCOPIO, perilaku adalah evaluasi umum yang dibuat manusia
terhadap dirinya sendiri, obyek atau issue.
6. Menurut CHIEF, BOGARDUS, LAPIERRE, MEAD dan GORDON ALLPORT, menurut
kelompok pemikiran ini sikap merupakan semacam kesiapan untuk bereaksi terhadap
suatu objek dengan cara-cara tertentu. Dapat dikatakan bahwa kesiapan yang

3
dimaksudkan merupakan kecendrungan yang potensial untuk bereaksi dengan cara
tertentu apabila individu dihadapkan pada suatu stimulus yang menghendaki adanya
respon.
7. Menurut LOUIS THURSTONE, RENSIS LIKERT dan CHARLES OSGOOD, menurut
mereka perilaku adalah suatu bentuk evaluasi atau reaksi perasaan. Berarti sikap
seseorang terhadap suatu objek adalah perasaan mendukung atau memihak (favorable)
maupun perasaan tidak mendukung atau tidak memihak (unfavorable) pada objek
tersebut.
8. Menurut ELTON MAYO Studi Hawthorne di Western Electric Company, Chicago pada
tahun 1927-1932 merupakan awal munculnya studi perilaku dalam organisasi Mayo
seorang psikolog bersama Fritz Roetthlisberger dari Harvard University memandu
penelitian tentang rancang ulang pekerjaan, perubahan panjang hari kerja dan waktu
kerja dalam seminggu, pengenalan waktu istirahat, dan rencana upah individu
dibandingkan dengan upah kelompok.
9. Menurut REWARD dan REINFORCEMENT, menurut pendapat mereka tingkah laku
seseorang senantiasa didasarkan pada kondisi, yaitu tindakan mengenal atau memikirkan
seseorang terlibat langsung dalam situasi itu dan memperoleh insight untuk pemecahan
masalah.
10. Menurut CHESTER BARNARD, Barnard dalam karyanya The Functions of The
Executive menekankan agar organisasi dan individu dapat berhasil, organisasi atau
individu tersebut harus mengembangkan kerja sama. Barnard menekankan pentingnya
pengakuan terhadap adanya organisasi formal, Barnard merupakan orang pertama yang
memperlakukan organisasi sebagai suatu system.
11. Menurut PARKER FOLLET, keduanya memfokuskan studinya pada hubungan antara
atasan dan bawahan, Follet meletakkan kelompok diatas individu. Melalui kelompok
kemampuan individu dapat dimaksimalkan, organisasi ditentukan oleh kerjasama atasan
dengan bawahan dengan meningkatkan partisipasi, komunikasi, kooordinasi, dan
pembagian wewenang.
12. Menurut FREDERICK HERZBERG, sama halnya seperti Maslow, Herzbeg dalam
studinya juga mengembangkan konsep-konsep motivasi yang mana merupakan penentu
utama munculnya motivasi yaitu kondisi tempat kerja, upah kualitas pengawasan dan
pengakuan, promosi dan peningkatan profesionalisme.

C. PENGERTIAN PRESTASI
Prestasi berasal dari bahasa Belanda yang artinya hasil dari usaha. Prestasi diperoleh dari
usaha yang telah dikerjakan. Didalam kamus umum bahasa Indonesia dijelaskan bahwa prestasi
adalah hasil yang telah dicapai (dilakukan , dikerjakan dan sebagainya.)
Adapun pengertian prestasi menurut para ahli diantaranya menurut Nasrun Harap, yang
dimaksud dengan prestasi adalah penilaian pendidikan tentang perkembangan dan kemajuan
siswa yang berkenan dengan penguasaan bahan pelajaran yang disajikan kepada siswa.
Menurut Mas’ud Khasan Abdul Qomar yang dimaksud dengan prestasi adalah apa yang telah
diciptakan hasil pekerjaan, hasil yang menyenangkan hati yang diperoleh dengan cara keuletan
kerja.
Menurut sardiman A.M yang dimaksud dengan prestasi adalah kemampuan nyata yang
merupakan hasil interaksi antara berbagai factor yang mempengaruhi baik dari dalam maupun
dari luar individu dalam belajar.
Menurut A.Tabrani, prestasi adalah kemampuannya Lactual ability yang dicapai dari individu
dari satu kegiatan atau usaha.

4
Sedangkan menurut W.S. Winkel yang dimaksud dengan prestasi adalah bukti usaha yang
telah dicapai.
Dari beberapa pendapat para ahli diatas dapat diambil kesimpulan bahwa, prestasi adalah
suatu hasil yang telah dicapai sebagai bukti usaha yang telah dilakukan.

D. PENGERTIAN ANAK
Secara umum anak adalah seseorang yang dilahirkan dan merupakan awal atau cikal bakal
lahirnya generasi sebagai penerus cita-cita keluarga, agama, bangsa, dan Negara. Adapun definisi
anak menurut para ahli yaitu sebagai berikut.
Menurut Dra. Suryana anak adalah rahmad dan amanat Allah SWT, penguji iman, emdia
berawal, bekal diakhirat, unsur kebahagiaan, tempat bergantung di hari tua, penyambung cita-cita
dan sebagai makhluk yang harus dididik.
Menurut Discovery anak adalah peran utama dalam sebuah perjalanan sukses kehidupan.
Sedangkan menurut Nurhayati Pujiastuti anak, adalah buah hati orang tuanya, tempat orang
tua menaruh harapan ketika tua dan tidak mampu kelak

5
BAB IV
PEMBAHASAN

A. FUNGSI KELUARGA
Menurut Munandar (1985), pengertian keluarga
dapat dilihat dalam arti kata yang sempit, sebagai keluarga
inti yang merupakan kelompok sosial terkecil dari
masyarakat yang terbentuk berdasarkan pernikahan dan
terdiri dari seorang suami (ayah), isteri (ibu) dan anak-
anak mereka. Sedangkan keluarga dalam arti kata yang
lebih luas misalnya keluarga RT, keluarga komplek, atau
keluarga Indonesia.
keluarga adalah merupakan lingkungan pendidikan pertama bagi anak. Di lingkungan
keluarga pertama-tama anak mendapat pengaruh, karena itu keluarga merupakan lembaga
pendidikan tertinggiyang bersifat informal dan kodrat. Pada keluarga inilah anak mendapat
asuhan dari orang tua menuju ke arah perkembangannya.
Keluarga menjalankan peranannya sebagai suatu sistem sosial yang dapat membentuk
karakter serta moral seorang anak. Keluarga tidak hanya sebuah wadah tempat berkumpulnya
ayah, ibu, dan anak. Sebuah keluarga sesungguhnya lebih dari itu. Keluarga merupakan tempat
ternyaman bagi anak. Berawal dari keluarga segala sesuatu berkembang. Kemampuan untuk
bersosialisasi, mengaktualisasikan diri, berpendapat, hingga perilaku yang menyimpang. Selain
sebagai tempat berlindung, keluarga juga memiliki fungsi sebagai berikut:
1. Mempersiapkan anak-anak bertingkah laku sesuai dengan niai-nilai dan norma-norma aturan-
aturan dalam masyarakat dimana keluarga tersebut berada (sosialisasi).
2. Mengusahakan terselenggaranya kebutuhan ekonomi rumah tangga (ekonomi), sehingga
keluarga sering disebut unit produksi.
3. Melindungi anggota keluarga yang tidak produksi lagi (jompo).
4. Meneruskan keturunan (reproduksi).
Atau secara lebih rinci dapat dijelaskan sebagai berikut :
Ada beberapa fungsi yang dapat dijalankan keluarga, sebagai berikut :
a) Fungsi biologis
1. Untuk meneruskan keturunan.
2. Memelihara dan membesarkan anak.
3. Memenuhi kebutuhan gizi keluarga.
4. Memelihara dan merawat anggota keluarga.
b) Fungsi Psikologis
1. Memberikan kasih sayang dan rasa aman.
2. Memberikan perhatian diantara anggota keluarga.
3. Membina pendewasaan kepribadian anggota keluarga.
4. Memberikan Identitas anggota keluarga.
c) Fungsi Sosialisasi
1. Membina sosialisasi pada anak.
2. Membentuk norma-norma perilaku sesuai dengan tingkat perkembangan anak.
3. Meneruskan nilai-nilai budaya keluarga.
d) Fungsi Ekonomi
1. Mencari sumber-sumber penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
2. Pengaturan penggunaan penghasilan keluarga untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

6
3. Menabung untuk memenuhi kebutuhan keluarga di masa yang akan datang,
misalnya pendidikan anak-anak, jaminan hari tua, dsb.
e) Fungsi Pendidikan
1) Menyekolahkan anak untuk memberi pengetahuan, keterampilan dan
membentuk perilaku anak sesuai bakat dan minat yang dimilikinya.
2) Mempersiapkan anak-anak untuk kehidupan dewasa yang akan datang dalam
memenuhi peranannya sebagai orang dewasa.
3) Mendidik anak sesuai dengan tingkat perkembangannya. Ahli lain membagi fungsi
keluarga, sebagai berikut :
 Fungsi Pendidikan : Dalam hal ini tugas keluarga adalah mendidik dan
menyekolahkan anak untuk mempersiapkan kedewasaan dan masa depan anak bila
kelak dewasa.
 Fungsi Sosialisasi anak : Tugas keluarga dalam menjalankan fungsi ini adalah
bagaimana keluarga mempersiapkan anak menjadi anggota masyarakat yang baik.
 Fungsi Perlindungan: Tugas keluarga dalam hal ini adalah melindungi anak dari
tindakan-tindakan yang tidak baik sehingga anggota keluarga merasa terlindung dan
merasa aman.
 Fungsi Perasaan : Tugas keluarga dalam hal ini adalah menjaga secara instuitif
merasakan perasaan dan suasana anak dan anggota yang lain dalam berkomunikasi
dan berinteraksi antar sesama anggota keluarga. Sehingga saling pengertian satu sama
lain dalam menumbuhkan keharmonisan dalam keluarga.
 Fungsi Religius : Tugas keluarga dalam fungsi ini adalah memperkenalkan dan
mengajak anak dan anggota keluarga yang lain dalam kehidupan beragama, dan tugas
kepala keluarga untuk meyakinkan bahwa ada kehidupan lain setelah dunia ini.
f) Fungsi Ekonomis
Tugas kepala keluarga dalam hal ini adalah mencari sumber-sumber kehidupan dalam
memenuhi fungsi-fungsi keluarga yang lain, kepala keluarga bekerja untuk mencari
penghasilan, mengatur penghasilan itu, sedemikian rupa sehingga dapat memenuhi
kebutuhan-kebutuhan keluarga.
g) Fungsi Rekreatif
Tugas keluarga dalam fungsi rekreasi ini tidak harus selalu pergi ke tempat rekreasi,
tetapi yang penting bagaimana menciptakan suasana yang menyenangkan dalam keluarga
sehingga dapat dilakukan di rumah dengan cara nonton TV bersama, bercerita tentang
pengalaman masing-masing, dsb.
h) Fungsi Biologis
Tugas keluarga yang utama dalam hal ini adalah untuk meneruskan keturunan sebagai
generasi penerus.
Menurut Kingslet Davis menyebutkan bahwa fungsi keluarga ialah sebagai berikut :
1. Reproduction, yaitu menggantikan apa yang telah habis atau hilang untuk
kelestarian sistem sosial yang bersangkutan.
2. Maintenance, yaitu perawatan dan pengasuhan anak hingga mereka mampu berdiri
sendiri.
3. Placement, memberi posisi sosial kepada setiap anggotanya, baik itu posisi sebagai
kepala rumah tangga maupun anggota rumah tangga, atau pun posisi-posisi lainnya.
4. Sosialization, pendidikan serta pewarisan nilai-nilai sosial sehingga anak-anak
kemudian dapat diterima dengan wajar sebagai anggota masyarakat.
5. Economics, mencukupi kebutuhan akan barang dan jasa dengan jalan produksi,
distribusi, dan konsumsi yang dilakukan di antara anggota keluarga.

7
6. Care of the ages, perawatan bagi anggota keluarga yang telah lanjut usianya.
7. Political center, memberikan posisi politik dalam masyarakat tempat tinggal.
8. Physical protection, memberikan perlindungan fisik terutama berupa sandang, pangan,
dan mperumahan bagi anggotanya.
Bila seorang anak dibesarkan pada keluarga pembunuh, maka ia akan menjadi
pembunuh. Bila seorang anak dibesarkan melalui cara-cara kasar, maka ia akan menjadi
pemberontak. Akan tetapi, bila seorang anak dibesarkan pada keluarga yang penuh cinta kasih
sayang, maka ia akan tumbuh menjadi pribadi cemerlang yang memilki budi pekerti luhur.
Keluarga sebagai tempat bernaung, merupakan wadah penempaan karakter individu.
Pada masa sekarang ini, pengaruh keluarga mulai melemah karena terjadi perubahan
sosial, politik, dan budaya. Keadaan ini memiliki andil yang besar terhadap terbebasnya anak
dari kekuasaan orang tua. Keluarga telah kehilangan fungsinya dalam pendidikan. Tidak
seperti fungsi keluarga pada masa lalu yang merupakan kesatuan produktif sekaligus
konsumtif. Ketika kebijakan ekonomi pada zaman modern sekarang ini mendasarkan pada
aturan pembagian kerja yang terspesialisasi secara lebih ketat, maka sebagian tanggung jawab
keluarga beralih kepada orang-orang yang menggeluti profesi tertentu.
Uraian tersebut cukup menjelaskan apa arti keluarga yang sesungguhnya. Keluarga
bukan hanya wadah untuk tempat berkumpulnya ayah, ibu, dan anak. Lebih dari itu, keluarga
merupakan wahana awal pembentukan moral serta penempaan karakter manusia. Berhasil
atau tidaknya seorang anak dalam menjalani hidup bergantung pada berhasil atau tidaknya
peran keluarga dalam menanamkan ajaran moral kehidupan. Keluarga lebih dari sekedar
pelestarian tradisi, kelurga bukan hanya menyangkut hubungan orang tua dengan anak,
keluarga merupakan wadah mencurahkan segala inspirasi. Keluarga menjadi tempat
pencurahan segala keluh kesah. Keluarga merupakan suatu jalinan cinta kasih yang tidak akan
pernah terputus.

B. ORANG TUA SEBAGAI TELADAN BAGI ANAK


Rumah adalah titik awal dari sebuah keteladanan. Di sanalah
perasaan tenang, aman, terindungi dan segala bentuk pembelaan
apabila anak yang dia sayangi tersakiti atau dilecehkan. Untuk
membentuk keteladan itu tidak dapat dilakukan secara tergesa-
gesa, memaksa atau memberikan suatu sanksi yang dalam
kondisinya anak yang terhukum itu tidak tahu menahu tentang
hukuman yang akan dia dapati dari orang tuanya. Maka dari itu,
dianggap perlu pembenahan sikap atau perilaku orang tua yang
sekiranya dapat membentuk sikap anak- anak yang patuh, cerdas, bersahaja dan mampu berbakti
kepada kedua orang tuanya

C. SIKAP YANG HARUS DIMILIKI ORANG TUA


Adapun beberapa sikap yang perlu dimiliki oleh orang tua tersebut, antara lain:
1. Introspeksi
orang tua harus berkaca diri atau menelaah baik dan buruknya perilaku diri sendiri. Seperti:
ada dan tiadanya sifat jujur, amanah, bertanggung jawab, penyayang dan bersikap adil kepada
anak-anaknya.,
2. Evaluasi
Evaluasi dapat mengatur semua susunan program yang terrancang secara apik mengenai cara
pandang, menyikapi perilaku sendiri, Maka dari masalah ini orang tua akan tahu, sejauh mana
dia mengukur perbuatan yang telah dilakukannya.

8
3. Manajemen Kemasyarakatan
Selain orang tua membuat usaha perbaikan sikap, maka cara orang tua bergaul, hutang
piutang, kerjasama atau gotong royong, harus baik dan tidak bersilangan dengan ketenangan
masyarakat pada umumnya.
Apabila ketiga komponen ini bersinergi dengan baik, maka orang tua akan mampu berdiri di
depan menjadi imam yang baik bagi keluarganya.

D. HAL-HAL YANG PERLU DIHINDARI OLEH ORANG TUA


Ada beberapa hal yang perlu dihindari oleh orang tua agar orang tua menjadi teladan yang baik
bagi anak-anaknya, yaitu:
1. Menampakan kebiasaan-kebiasaan buruk kepada anak; contohnya: merokok, mabuk-
mabukan, foya-foya , judi dan sebagainya.

2. Salah penempatan pengungkapan kasih saying kepada anak. Hal ini bisa terlihat dari peran
orang tua yang terlalu memberikan kebebasan kepada anak. Seperti : mengizinkan anak-
anaknya pacaran (seks bebas), memanjakan anak secara berlebihan atau memberikan fasilitas-
fasilitas praktis, karena perbuatan ini dapat membuat anak tidak mandiri.

3. Pertengkaran antara suami dengan istri di depan anak. Hal ini bisa membuat suasana hati si
anak dan apabila hal ini berkelanjutan, si anak akan lebih memilih hidup di luaran. Karena dia
merasa bahwasanya rumahnya bukanlah suatu tempat yang aman yang layak disinggahi.

4. Memaksakan hukuman kepada anak yang tidak sesuai dengan kesanggupan anak atau orang
tua yang tidak adil dan meng-anak emaskan salah satu dari anak-anak mereka..

Anak seharusnya diberikan kesempatan untuk mendapatkan pengalaman mengenai dunia secara
alamiah, tanpa diatur oleh aturan kaku dan bebas dari pembatasan oleh orang dewasa.

9
E. HAL-HAL YANG HARUS DIKEMBANGKAN PADA ANAK
Baik dan buruknya sikap atau cara pandang anak untuk menghadapi kehidupan, ada beberapa hal
yang dianggap perlu untuk di kembangkan dalam jiwa anak:
1. Kepedulian dan empati,
2. Kerjasama,
3. Berani,
4. Keteguhan hati dan komitmen,
5. Adil,
6. Suka menolong,
7. Kejujuran dan integritas,
8. Humor,
9. Mandiri dan percaya diri,
10. Loyalitas,
11. Sabar,
12. Rasa bangga,
13. Banyak akal,
14. Sikap respek,
15. Tanggung jawab,
16. Toleransi.
Berusaha untuk selalu dekat bersama anak merupakan perbuatan mulia agar anak bisa menjadi
manusia yang berguna bagi orang tua, keluarga dan masyarakat pada umumnya.

F. PERAN ORANG TUAN DALAM DUNIA PENDIDIKAN


Peran orang tua dalam dunia pendidikan anak sama halnya seperti peran guru yang memiliki
peran untuk mendidik, mengarahkan, dan mengawasi anak. Hal yang membedakan orang tua dan
guru yaitu, kalau orang tua memiliki peran mendidikan, mengarahkan dan mengawasi anak dalam
kegiatan sehari-hari baik dirumah maupun disekolah. Kemudian untuk menjadi orang tua ataupun
tidak memerlukan keahlian maupun pendidikan khusus. Sdangkan guru hanya berperan mendidik,
mengarahkan, dan mengawasi anak pada saat anak berada dilingkungan sekolah saja. Untuk
menjadi guru harus memiliki keahlian dan harus lulus dari perguruna tinggi terlebih dahulu.
Namun terkadang anak lebih patuh terhadap perintah yang diberikan guru dibandingkan,
perintah dari orang tuanya. Hal itu terjadi dikarenakan apabila perintah dari guru tidak
dilaksanakan maka yang akan terjadi mereka mendapatkan sanksi dari guru karena tidak
melaksanakan tugas yang diberikan.
Sedangkan perintah orang tua malah terkadang tidak dilaksanakan bahkan ditentang,hal itu
terjadi karena perintah dari orang tua biasanya tidak disertai sanki yang tegas sehingga, anak
memiliki rasa takut jika tidak melakukan perintah itu.
Terkadang orang tua yang sudah sibuk dengan pekerjaannya kurang memperhatikan
pendidikan yang ditempuh oleh anaknya. Mereka hanya memberikan biaya dan fasilitas yang
diperlukan anak untuk pendidikannya, padahal semua itu masih kurang lengkap tanpa disertai
perhatian dan kasih sayang dari orang tua.
Jika anak mendapat perhatian yang cukup dari orang tua dan perhatian guru disekolah maka,
motivasi belajar anak akan meningkat dan kemungkinan besar prestasi anak juga akan mengalami
peningkatan. Apabila anak kurang mendapat perhatian dari orang tua maka, yang akan terjadi
yaitu pergaulan anak menjadi tidak terkontrol sehingga kemungkinan besar anak akan terjerumus
dipergaulan luar yang bebas dan biasanya bersifat negative terhadap anak.

10
Sehingga perhatian orang tua sangat diperlukan untuk mengarahkan dan memberikan nasehat
kepada anak tentang pergaulan yang baik dan pergaulan yang kurang baik untuk dirinya.
Apabila anak sudah terlanjur terjerumus kepergaulan yang bebas dan orang tua baru
menyadari bahwa saat ini dirinya kurang memperhatikan pendidikan anaknya maka, orang tua
harus segera memberikan nasihat dan pengarahan kepada anaknya jika pergaulan yang sedang
dilakukannya itu berpengaruh negative atau tidak baik bagi dirinya maupun bagi orang
disekitarnya.
Jika anak masih membangkang atau tidak patuh terhadap perintah orang tua maka, orang tua
tidak perlu memaksakan anak untuk langsung patuh dengan apa yang diperintahkannya.
Melainkan orang tua harus memberikan perhatian khusus kepada anak dan menasehatinya dengan
melalui pendekatan saat berkumpul bersama keluarga agar, sianak akan merasa dihargai dengan
apa yang dilakukannya.
Apabila anak sudah merasa cukup mendapatkan perhatian dari orang tua maka, dengan
sednirinya anak akan merasakan kenyamanan dan keharmonisan dalam suasana keluarga yang
utuh dan damai.
Kembalinya rasa nyaman dan keharmonisan saat dirumah anak akan lebih suka dirumah
dibandingkan dengan pergaulan diluar. Setelah anak merasa nyaman dengan keadaan dirumah,
orang tua juga harus tetap memberikan perhatian kepada anak supaya anak termotivasi kembali
untuk memperbaiki pendidikannya yang selama ini kurang diperhatikan olehnya.
Dengan demikian peran orang tua dalam dunia pendidikan anak sangat diperlukan oleh anak
dan juga perhatian orang tua sangat berpengaruh terhadap prestasi anak.

G. TINDAKAN YANG HARUS DILAKUKAN ORANG TUA UNTUK MEMULIHKAN


SEMANGAT BELAJAR ANAK.
Dalam proses belajar, terkadang anak mengalami kesulitan belajar yang dipengaruhi oleh
beberapa factor misalnya, factor biologis, factor psikologis berkaitan dengan kurang
berfungsinya, susunan syaraf, ataupun bagian-bagian tubuh lain.
Kemudian factor social, berkaitan dengan keadaan social orang tua si anak. Keadaan social
orang tua sangat berpengaruh terhadap proses belajar dan kecerdasan anak sebagaimana ada yang
mengatakan bahwa, sekolah adalah cermin masyarakat dan anak adalah gambaran orang tuanya.
Kemudian factor kejiwaan yang merupakan salah satu factor yang menjadi penyebab
kesulitan belajar anak, ini berkaitan dengan kurang mendukungnya perasaan hati (emosi) anak
yang bersangkutan untuk belajar secara sungguh-sungguh.
Kemudian factor intelektual, yang menjadi penyebab kesulitan belajar anak ini, berkaitan
dengan kurang sempurna atau kurang normalnya tingkat kecerdasan anak. Dalam hal ini orang tua
harus meyakini bahwa setiap anak memiliki tingkat kecerdasan yanh berbeda ada anak sulit untuk
menghafal sesuatu, ada yang sangat lamban menguasai materi tertentu,ada yang memiliki
pengetahuan prasyarat, da nada juga yang sulit membayangkan dan bernalar hal-hal yang
disebutkan tadi dapat menjadi factor penyebab kesulitan belajar pada diri anak.
Adapun factor pendidikan, yang menjadi penyebab kesulitan belajar anak ini, berkaitan
dengan belum mantapnya lembaga pendidikan secara umum. Guru yang selalu meremehkan
siswa, guru yang tidak bias memotivasi siswa untuk belajar lebih giat, guru yang membiarkan
siswanya melakukan hal-hal yang salah, guru yang tidak pernah memeriksa pekerjaan siswa, dan
sekolah yang membiarkan siswa bolos tanpa ada sanksi tertentu adalah contoh factor-faktor
penyebab kesultan dan pada akhirnya akan menyebabkan ketidakberhasilan siswa tersebut.
Hal ini disebabkan oleh beberapa factor tertentu, sehingga mereka tidak dapat belajar dan
kurang berusaha sesuai dengan kemampuan mereka. Idealnya, setiap guru harus bersaha dengan
sekuat tenaga untuk membantu siswa keluar dari setiap kesulitan belajar yang menghimpitnya.

11
Namun hal yang perlu diingat, penyebab kesulutan itu berbeda-beda. Ada yang karena factor
emosi, seperti ditinggal saudara kandung tersayang ataupun karena factor fisiologis pendengaran
yang kurang. Utnuk itu, para guru harus mampu mengidentifikasi kesulitan dan penyebab terlebih
dahulu sebelum untuk mencarikan jalan pemecahannya.
Selain guru peran orang tua juga sangat diperlukan pada saat anak mengalami kesulitan
belajar. Untuk memulihkan semangat belajar anak, orang tua dapat melakukan tindakan yang
dilakukan oleh seorang guru. Yaitu dengan cara mengidentifikasi dan mencari penyebab yang
menjadikan semangat belajar anak menurun. Setelah masalah dan penyebab semangat belajar
anak teridentifikasi tindakan selanjutnya yang perlu dilakukan yaitu menyelesaikan dengan cara
mencari jalan keluar masalah tersebut.
Apabila masalah yang dihadapi anak sudah terselesaikan maka semangat anak akan kembali
tumbuh dengan prestasi-prestasi yang akan dicapainya.

12
BAB V
PENUTUP

A. SIMPULAN
Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa keluarga merupakan satuan sosial yang paling
dasar dan terkecil di dalam masyarakat. Keluarga dapat hanya terdiri atas dua orang, yaitu suami
dan istri, atau ditambah dengan adanya anak-anak, baik yang dilahirkan ataupun diadopsi.
Lingungan keluarga mempunyai peranan yang sangat penting dan mendasar dalam rangka
membentuk kepribadian anak yang tangguh.
Orang tua dalam mendidik putra-putrinya dalam lingkungan keluarga dapat memberi contoh,
seperti apa yang telah dilakukan oleh Luqman dalam mendidik anak-anaknya, karena di dalamnya
telah mencakup pendidikan agama, akhlak, jasmani, dan pendidikan sosial. Luqman mendidik
anaknya diantaranya dengan mulai bersyukur kepada Allah dan bijaksana dalam segala hal,
kemudian yang dididik dan dinasehatkan kepada anaknya adalah kebulatan iman kepada Allah
semata, akhlak dan sopan santun terhadap orang tua dan kepada semua manusia serta taat
beribadah.
Pendidikan sosial berdasarkan tuntunan Islam juga harus diajarkan kepada anak sejak dini,
diantaranya rasa persaudaraan, saling mencintai, saling mengasihi, hormat menghormati, bekerja
sama, tolong menolong dan sebagainya. Bila anak mendapat pendidikan sosial yang baik, mereka
dari pengaruh-pengaruh yang negatif.
Pembentukan kepribadian terjadi dalam masa yang panjang, mulai sejak dalam kandungan
sampai anak berumur lebih kurang 21 tahun. Kepribadian merupakan suatu mekanisme yang
mengendalikan dan mengarahkan sikap dan perilaku seseorang. Apabila kepribadian seorang anak
kuat, maka sikapnya tegas, tidak mudah terpengaruh oleh bujukan dan faktor-faktor yang datang
dari luar serta ia bertanggung jawab atas ucapan dan perbuatannya.
Dalam dunia pendidikan anak, peran orang tua sangat diperlukan untuk memantau dan
meningkatkan prestasi anak disekolah. Apabila anak kurang mendapatkan perhatian dari orang tua
maka hal itu akan berpengaruh terhadap prestasi yang dicapainya.
Dengan demikian sosok orang tua amat sangat penting dalam dunia pendidikan anak. Tanpa
orang tua anak akan menjadi pribadi yang kurang terkontrol dalam kesehariannya.

B. SARAN
Pendidikan di lingkungan keluarga mempunyai peranan yang sangat penting dan fundamental
dalam rangka pembentukan kepribadian anak. Dengan pendidikan yang baik, terarah dan
berkesinambungan akan menghasilkan pribadi-pribadi yang kuat, tegas dan bertanggung jawab.
Hal-hal yang perlu diperhatikan diantaranya :
1. Orang tua harus membimbing anak dalam belajar, kalau berhasil berilah hadiah atau pujian
dan bila lengah berilah teguran sehingga anak merasa diperhatikan.
2. Arahkan anak dalam memilih pergaulan jangan sampai salah memilih pergaulan.
3. Didiklah anak seperti apa yang telah dilakukan oleh Luqman, meliputi pendidikan agama,
akhlak, jasmani, dan pendidikan sosial.
4. Orang tua hendaknya membantu anak dalam perkembangan kepribadiannya, arahkanlah
pada hal-hal yang positif sehingga anak mempunyai kepribadian yang cakap, kuat, tegas,
dan bertanggung jawab.
Oleh karena itu, orang tua harus memperhatikan setiap perkembangan atau perubahan yang ada
pada diri anak. Sebab bila anak mempunyai kepribadian lemah, maka ia akan mudah terombang-
ambing oleh berbagai faktor dan pengaruh dari luar.

13
DAFTAR PUSTAKA

Wahidatun, Umi Dkk. 2013. Bimbingan dan Konseling SMA/MA kelas X Semester Gasal. Klaten:
Viva Pakarindo
Wahidatun, Umi Dkk. 2013. Bimbingan dan Konseling SMA/MA kelas X Semester Genap. Klaten:
Viva Pakarindo
Kurniawati, Dewi. 2014.bimbingan dan konseling SMA/MA kelas XI semester gasal. Klaten: Viva
Pakarindo
http://id.wikipedia.org/wiki/Orang_tua
http://definisipengertian.com/2012/pengertian-definisi-prestasi-menurut-para-ahli]
http://dilihatya.com/2589/pengertian-anak-menurut-para-ahli
http://mobelos.blogspot.com/2013/10/pengertian-pendidikan-definisi.html.

14