Anda di halaman 1dari 10

Anabolisme dan Katabolisme Asam Lemak

Reza Ainul Yaqin (102016077)


Mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana
Jalan Terusan Arjuna No. 6, Jakarta Barat 11510
Abstrak
Pemasukan makanan penting dalam menghasilkan energi yang digunakan untuk menjalankan
aktivitas kehidupan. Makanan yang masuk dalam tubuh diolah melalui proses kimia yang
disebut dengan metabolisme. Metabolisme mencakup sintesis (anabolisme) dan penguraian
(katabolisme) molekul organik kompleks. Lemak adalah suatu golongan senyawa yang larut
dalam pelarut organik tetapi tidak larut dalam air. Hasil dari pencernaan lipid adalah asam
lemak dan gliserol. Asetil Ko-A merupakan pusat metabolisme lipid dan triasilgliserol adalah
tempat penyimpanan tenaga bagi lipid. Oksidasi lemak melibatkan aktivasi asam lemak di
sitosol, transportasi asam lemak ke mitokondria dan β-oksidasi asam lemak. Akumulasi
lemak bisa menyebabkan penyakit.
Kata kunci: metabolisme, gliserol, oksidasi, lemak
Abstract
Food intake is important in generating the energy used to run the activities of life. The food
that enters the body is processed through a chemical process called metabolism. Metabolism
includes synthesis (anabolism) and breakdown (catabolism) of complex organic molecules.
Fat is a class of compounds that are soluble in organic solvents but insoluble in water. The
results of the digestion of lipids are fatty acids and glycerol. Acetyl Co-A is the center of lipid
metabolism and triacylglycerol is an energy storage for lipid. Fat oxidation involves the
activation of fatty acids in the cytosol, the transport of fatty acids into the mitochondria and
β-oxidation of fatty acids. The accumulation of fat can cause disease.
Keywords: metabolism, glycerol, oxidation, fat
Pendahuluan
Manusia dan makhluk hidup sememangnya mendapat energi daripada asupan makanan
bagi meneruskan kehidupan dengan menjalankan aktivitas fisik dan mental dengan lancar.
Makanan yang dikonsumsi menjadi sumber tenaga bagi pertumbuhan dan pemeliharaan
tubuh badan makhluk hidup. Namun, jika asupan makanan melebihi kebutuhan kalori yang
diperlukan oleh badan untuk melakukan metabolisme, maka akan berlaku penyimpanan
bahan cadangan energi. Penyimpanan bahan cadangan ini akan memudahkan metabolisme
energi pada masa akan datang jika tubuh badan mengalami kekurangan sumber makanan. 1
Namun begitu, jika simpanan makanan alam tubuh meningkat tanpa ada usaha untuk
mengurangkannya, berbagai masalah kesehatan bisa terjadi. Manusia membutuhkan dan
mendapat tenaga daripada makanan yang mengandung karbohidrat, protein maupun lemak.
Tubuh badan memerlukan kadar karbohidrat, protein dan lemak yang tertentu. Dan salah satu
kelompok organik yang terdapat dalam tumbuhan dan hewan yang sangat berguna bagi
kehidupan manusia adalah lipid atau lemak. Namun, penumpukan lipid berlebihan atau
akumulasi lipid dalam jumlah besar bisa menyebabkan penyakit pada tubuh badan manusia.

1
Metabolisme Lipid
Metabolisme lipid adalah suatu proses pencernaan, penyerapan, transportasi,
penggunaan dan ekskresi lipid di dalam tubuh makhluk hidup. Lipid adalah molekul-molekul
biologis yang tidak larut di dalam air tetapi larut di dalam pelarut organik.1,2 Lipid diperoleh
sebagai sumber energi utamanya adalah dari lipid netral, yaitu trigliserida (ester antara
gliserol dengan tiga asam lemak). Secara ringkas, hasil dari pencernaan lipid adalah asam
lemak dan gliserol, selain itu ada juga yang masih berupa monogliserid. Karena larut dalam
air, gliserol masuk sirkulasi portal (vena porta) menuju hati. Asam-asam lemak rantai pendek
juga dapat melalui jalur ini. Sebagian besar asam lemak dan monogliserida karena tidak larut
dalam air, maka diangkut oleh miselus (dalam bentuk besar disebut emulsi) dan dilepaskan ke
dalam sel epitel usus. Di dalam sel ini asam lemak dan monogliserida segera dibentuk
menjadi trigliserida (lipid) dan berkumpul berbentuk gelembung yang disebut kilomikron.
Selanjutnya kilomikron ditransportasikan melalui pembuluh limfe dan bermuara pada vena
kava, sehingga bersatu dengan sirkulasi darah. Kilomikron ini kemudian ditransportasikan
menuju hati dan jaringan adiposa.
Di dalam sel-sel hati dan jaringan adiposa, kilomikron segera dipecah menjadi asam-
asam lemak dan gliserol. Selanjutnya asam-asam lemak dan gliserol tersebut, dibentuk
kembali menjadi simpanan trigliserida. Proses pembentukan trigliserida ini dinamakan
esterifikasi. Jika sewaktu-waktu tak tersedia sumber energi dari karbohidrat barulah asam
lemak dioksidasi di mana, trigliserida dipecah menjadi asam lemak dan gliserol, untuk
ditransportasikan menuju sel-sel untuk dioksidasi menjadi energi.2 Proses pemecahan lemak
jaringan ini dinamakan lipolisis. Asam lemak tersebut ditransportasikan oleh albumin ke
jaringan yang memerlukan dan disebut sebagai asam lemak bebas (free fatty acid/FFA).
Lipid yang dikomsumsi oleh badan akan dihadam dan diabsorbsi di usus halus dan
seterusnya masuk ke dalam sirkulasi darah. Namun, sifat lipid yang tidak larut air
menyebabkan lipid tidak bisa masuk langsung ke dalam sirkulasi darah. Jadi lipid ini harus
bergabung dengan lipid amfifatik dan juga protein bagi membentuk lipoprotein yang bisa
bercampur dengan air dan plasma di dalam sirkulasi darah. Lipoprotein ini mempunyai
beberapa fungsi seperti berubah menjadi energi melalui proses oksidasi lemak. Namun
begitu, jika energi sudah mencukupi, lipid ini akan disimpan di jaringan adiposa tubuh
sebagai energi potensial dan memiliki beberapa fungsi yaitu:
- Sebagai insulator terhadap haba
- Jaringan penyokong organ vital tubuh
- Tempat simpanan energi tubuh

2
- Pengatur proses yang berlangsung dalam tubuh secara langsung dan tak langsung
Lipogenesis / Biosintesa Asam Lemak
Biosintesa asam lemak berbeda dengan oksidasi asam lemak. Senyawa yang digunakan
untuk menambah panjang rantai asam lemak adalah malonil –KoA, yang disintesa dari asetil-
KoA. Ditingkat sel pembentukan asam lemak berlangsung dalam sitosol, sebaliknya oksidasi
asam lemak terjadi pada mitokondria. Asam sitrat dan karbon dioksida merupakan senyawa
yang penting dalam biosintesa asam lemak yang bertindak sebagai katalisator. Sistem enzim
yang mengkatalisis asam lemak jenuh rantai panjang dari asetil KoA, malonil KoA, dan
NADPH disebut sintase asam lemak. Sintesis diawali dengan karboksilasi asetil KoA menjadi
malonil KoA.2,3 Reaksi didorong oleh ATP ini dikatalisis oleh asetil KoA karboksilase, suatu
enzim yang mengandung sistem biotin. Zat–zat antara pada sintesis asam lemak terikat pada
protein pengemban (ACP), khususnya pada ujung sulfhidril gugus prostetik
fosfopanteteinnya. Asetil-ACP terbentuk dari Asetil KoA dan malonil-ACP terbentuk dari
malonil KoA. Asetil ACP dan malonil-ACP bereaksi untuk membentuk asetoasetil-ACP,
suatu reaksi yang didorong oleh pembebasan CO2 dari unit malonil aktif. Kondensasi ini
dikatalisis oleh enzim penggabung asil-malonil-ACP. Kemudian menyusul reduksi, dehidrasi
dan reduksi kedua mengubah asetoasetil-ACP menjadi butiril-ACP. NADPH adalah reduktor
pada langkah-langkah ini.1 Pada daur kedua sintesis asam, butiril-ACP berkondensasi dengan
malonil-ACP membentuk C4- β ketoasil-ACP. Reduksi, dehidrasi, dan reduksi kedua
mengubah C6- β ketoasil-ACP menjadi C6- asil-ACP yang siap untuk proses daur ketiga.
Daur pemanjangan terus berlanjut sampai terbentuk C16-asil ACP atau palmitoil-ACP. Yang
selanjutnya akan dihidrolisis menjadi palmitat. Sintesis palmitat memerlukan 8 molekul asetil
KoA, 14 NADPH dan 7 ATP dan 7 HCO3- yang menjalankan peran katalitik.

Gambar 1. Proses lipogenesis4

3
Gambar 2. Proses lipogenesis4
Pusat Metabolisme Lipid
Asetil Ko-A merupakan pusat metabolisme bagi semua jenis nutrisi seperti karbohidrat,
protein dan termasuk juga lipid. Di dalam metabolisme lipid, Asetil Ko-A ini diubah menjadi
beberapa bahan seperti asam lemak dan secara tidak langsung akan mengubah asam lemak ini
menjadi trigeliserida, fosfolipid, eicosanoids dan benda keton. Selain itu, Asetil Ko-A ini juga
menjadi prekursor kepada kolestrol untuk diubah menjadi hormon steroid dan asam empedu.1
Seterusnya, peran yang paling besar adalah penghasilan energi oleh Asetil Ko-A melalui
proses Siklus Asam Sitrat (SAS) dan fosforilasi oksidatif.

Gambar 3. Struktur Asetil Ko-A2

4
Triasilgliserol
Triasilgliserol merupakan tempat penyimpanan tenaga bagi lipid. Trigliserida ini hanya
berada di dalam jaringan adiposa dan tidak terdapat di otot. Terdapat beberapa cara sintesis
triasilgliserol ini yaitu:
1) Asid Fosfatidik: Triasilgliserol diubah menjadi diasilgliserol oleh enzim asil-transferase.
2) Glyserol backbone: Gliserol ini akan dirubah kepada dihidroaseton dan akan
melangsungkan proses glikolisis.
3) Sintesa oleh lipoprotein: Hal ini dipengaruhi oleh insulin karena insulin mengaktifkan
lipoprotein lipase dengan memecah kilomikron dan VLDL sehingga terbentuknya
triasilgliserol. Selain itu, insulin ini juga berfungsi untuk transport glukosa ke sel untuk
menurunkan kandungan glukosa dalam darah.
Oksidasi Asam Lemak
Oksidasi asam lemak ini bertujuan untuk menghasilkan energi ke tubuh manusia yang
diterjemahkan dalam bentuk adenosine triphosphate (ATP). Terdapat tiga tahapan dalam
proses oksidasi ini yaitu:
1) Aktivasi asam lemak di sitosol
2) Transportasi asam lemak ke mitokondria
3) β-oksidasi asam lemak
Aktivasi Asam Lemak di Sitosol
Sebelum memasuki fase B-oksidasi, asam lemak ini diaktivasi oleh asil-KoA sintetase
atau dikenali juga sebagai tiokinase. Hasilnya akan membentuk R-COOH + CoASH + ATP<-
--->R-CO-SCoA + AMP + 2Pi. Rangsangan ini mempunyai sifat reversible atau bolak balik.
Jadi untuk mengelakkan rangsangan ini daripada bergeser ke arah kanan, ATP haruslah
dipecah oleh enzim pirofosfatase dan akan membentuk adenosil monofosfat (AMP) dan 2
lifosfat.3
Walaupun tingkat energi daripada reaktan dan produk hampir sama dan memungkinkan
terjadinya reversible ini, namun, dengan pemecahan ATP ini akan membuatkan reaksi ini
akan cenderung ke sebelah kanan. Selain itu, gugus karboksil yang diaktivasi oleh asil-
adenilate intermediate (fatty acyl-AMP). Kumpulan asil pula bereaksi dengan Koenzim-A
serta fosfatase juga akan menyebabkan reaksi cenderung ke arah kanan. Reaksinya ini
berlangsung di retikulum endoplasmik dan juga membran luar mitokondria.
Transportasi Asam Lemak ke Mitokondria

5
Transportasi asam lemak ke dalam mitokondria ini tidak bisa berlangsung dengan
langsung karena membutuhkan bantuan daripada karnitin. Karnitin adalah sintesis daripada
lisin dan metionin di dalam paru dan ginjal. Proses tansportasi lemak ke mitokondria ini
mempunyai 3 fase.
Pertama, asam lemak akan berikatan dengan karnitin 1 atau dikenali juga sebagai CPT-I
di bagian membran luar mitokondria.1,3 Seterusnya, asam lemak karnitin ini akan masuk ke
bagian intermembran mitokondria dan CPT-I ini akan kembali semula ke bagian membran
luar mitokondria untuk mengambil lagi asam lemak yang ada di bagian tersebut.
Seterusnya, asam lemak ini akan dibawa pula oleh karnitin 2 (CPT-II) ke bagian
membran dalam mitokondria. Di bagian ini, gabungan asam lemak karnitin ini akan bereaksi
dengan KoA dan akhirnya akan berlanjutan ke fase yang terakhir yaitu β-oksidasi. Selain itu,
sewaktu proses transportasi ini, asam lemak yang berantai pendek bisa langsung masuk ke
dalam membran dalam mitokondria. Namun begitu, asam lemak yang berantai panjang harus
dipendekkan di peroxisomes dan akan di transportasi oleh carnitine shuttle.

Gambar 4. Transportasi Lemak ke Mitokondria5


β-oksidasi Asam Lemak
Secara umumnya β-oksidasi ini mempunyai 4 macam proses yaitu dehidrogenasi,
hidrasi, dehidrogenasi kedua dan thiolisis. Pada fase dehidrogenasi, Asil-KoA
dehydrogenase mengkatalisis eliminasi hydrogen di α-carbon sehingga terbentuk trans-enoyl-
KoA. Selain itu FAD juga akan direduksi menjadi FADH2. Seterusnya, pada fase hidrasi,
enzim enoyl-KoA hydratase digunakan untuk membentuk OH di sisi β-carbon sehingga
terbentuk 3-L-hidroksiasil-KoA.
Pada fase ketiga, yaitu dehidrogenasi kedua, enzim 3-L-hidroksiasil-KoA dihidrogenase
digunakan untuk oksidasi OH dan terbentuknya β-ketoasil-KoA. Sewaktu proses ini

6
berlangsung, NAD+ direduksi menjadi NADH.2,3 Akhirnya, pada fase thiolisis, enzim β-
ketoathiolase digunakan untuk memotong β-ketoasil-KoA menjadi 2 bagian yaitu ketoasil-
KoA dan Asetil-KoA. Selanjutnya, Asetil-KoA ini akan digunakan dalam Siklus Asam Sitrat
(SAS) untuk penghasilan energi.

Gambar 5. β-Oksidasi6 Gambar 6. β-Oksidasi7


Oksidasi Pelengkap β-Oksidasi
1) Oksidasi Asam Lemak Periksosom.
- Berfungsi untuk memendekkan rantai panjang asam lemak dan akan menghasilkan
produk yaitu Oktanoil-KoA dan Asetil-KoA. Astil KoA akan digunakan untuk Siklus
Asam Sitrat (SAS) untuk penghasilan energi.
2) Oksidasi Alpha
- Jarang berlaku. Oksidasi ini berfungsi untuk menghilangkan cabang methyl dan akan
menghasilkan produk Proponoil-KoA dan Asetil KoA. Satu karbon hilang dalam
bentuk CO2 per siklus.
3) Oksidasi Omega
- Membutuhkan NADPH dan oksidasi ini akan mengoksidasi ujung asam lemak yang
mempunyai omega untuk penambahan O2 di sis tersebut agar terbentuknya asid
dikarboksilik untuk proses β-Oksidasi.8 Dikatalisir oleh cytochrome P450.
Defek dari β-Oksidasi

7
1) Kekurangan enzim β-Oksidasi
- Kebiasaannya adalah enzim medium-chain asil-CoA dehidrogenase (MCAD) yang
berkurang bisa menyebabkan kematian jika keadaan ini berlaku kepada bayi / Rey’s
syndrome
2) Kekurangan Translokase
- Akan menyebabkan kram otot karena defisiensi dalam penghantaran lemak.
3) Kekurangan Karnitin
- Asetil-KoA tidak bisa ditransport ke mitokondria dan akhirnya asetil-KoA ini akan
diubah secara langsung kepada trigliserida. Jika kadar trigliserida ini terlalu tinggi
dalam darah, maka sel darah bisa berwarna putih susu.
- Selain itu, terjadi juga kram otot dan otot menjadi lemah.
Transport Lemak
Transport lemak di dalam aliran darah merupakan dalam bentuk kilomikron, asam
lemak bebas, dan lipoprotein.
1. Kilomikron terbentuk dalam mukosa usus dari asam lemak dan gliserol, diabsorpsi
dalam lakteal, dan masuk ke sirkulasi darah. Kilomikron terdiri dari 90% trigliserida,
ditambah kolesterol, fosfolipid, dan selubung tipis protein.9 Dalam waktu empat jam
setelah makan (tahap post absorptif), sebagian besar kilomikron dikeluarkan dari darah
oleh jaringan adiposa dan hati.
2. Asam lemak bebas adalah asam lemak yang terikat pada albumin, salah satu protein
plasma. Bentuk bebas ini adalah bentuk asam lemak yang ditransport dari sel-sel jaringan
adiposa untuk dipakai di jaringan lain sebagai energi.
3. Lipoprotein adalah partikel kecil yang komposisinya serupa kilomikron. Lipoprotein
disintesis di hati. Lipoprotein diguna untuk transport lemak antar jaringan dan bersikulasi
dalam darah pada tahap post absorptif setelah kilomikron dikeluarkan dari darah.
Lipoprotein terbagi menjadi tiga kelas sesuai dengan densitasnya.
a. VLDL (very low density lipoprotein) mengandung kurang lebih 60% trigliserida dan
15% kolesterol dan memiliki massa terkecil.2,3 VLDL mentransport trigliserida dan
kolesterol menjauhi hati menuju jaringan untuk disimpan atau digunakan.
b. LDL (low density lipoprotein) mengandung hampir 50% kolesterol dan membawa
60%-70% kolesterol plasma yang disimpan dalam jaringan adiposa dan otot polos.
Konsentrasinya bergantung kepada banyak faktor, tetapi faktor utama adalah asupan

8
makanan yang mengandung kolesterol dan lemak jenuh. Konsentrasi LDL tinggi
dalam darah dihubungkan dengan insidensi tinggi penyakit jantung koroner.
c. HDL (high density lipoprotein) mengandung 20% kolesterol, kurang dari 5%
trigliserida dan 50% protein dari berat molekulnya.9,10 HDL penting dalam
pembersihan trigliserida dan kolesterol dari plasma karena HDL membawa kolesterol
kembali ke hati untuk proses metabolism bukan untuk disimpan dalam jaringan lain.
Konsentrasi HDL tinggi dalam darah dihubungkan dengan insidensi rendah penyakit
jantung koroner.
Pengaturan metabolisme lemak
Hormon mengendalikan keseimbangan antara penguraian dan penyimpanan lemak.
a. Insulin adalah faktor pengendali terpenting.
- Insulin meningkatkan aliran glukosa ke dalam sel sehingga glukosa dapat dipakai
sebagai energi.
- Insulin juga mencegah penguraian lemak dalam sel-sel adiposa melalui penghambatan
enzim lipase sensitif hormon yang mengkatalis proses hidrolisis trigliserida menjadi
asam lemak dan gliserol.10
- Sekresi insulin dan glukagon diatur oleh kadar glukosa darah. Dengan demikian,
glukosa juga berperan sebagai salah satu regulator metabolisme lemak.
b. Epinefrin, glukosa, hormon pertumbuhan, ACTH, dan tiroksin merangsang penguraian
dan pelepasan asam lemak dari simpanan trigliserida dalam jaringan adiposa. 11
c. Kendali saraf pada metabolisme lemak berlangsung melalui stimulasi parasimpatis yang
meningkatkan simpanan lemak dan melalui stimulasi simpatis yang mempererat
penguraian asam lemak dari simpanan lemak.
Kesimpulan
Sebagai kesimpulan, metabolisme lipid atau lemak memainkan peran penting dalam
tubuh badan manusia di mana lipid akan dicerna dan dipecah untuk energi atau disimpan
sebagai cadangan simpanan tenaga untuk kegunaan tubuh di masa depan. Lemak sangat baik
digunakan sebagai sumber energi seluler karena lemak mempunyai rantai karbon yang lebih
panjang sehingga berenergi lebih tinggi. Pemecahan lemak yang terjadi menghasilkan energi
yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan karbohidrat. Namun, penumpukan lipid
berlebihan atau akumulasi lipid dalam jumlah besar bisa menyebabkan penyakit pada tubuh
badan manusia.
Daftar Pustaka:

9
1. Murray RK, Granner DK, Rodwell VW. Harper’s Illustrated biochemistry. 27th Ed. Mc
Graw Hill; 2006.p.132-253.
2. Harvey RA, Ferrier DR, Champe PC. Lippincott’s Illustrated Reviews: Biochemistry. 3 rd
Ed. p.211-29.
3. Harvey RA, Ferrier DR. Lippincott’s Illustrated Reviews: Biochemistry. 5th Ed.p.189-
191.
4. Proses Lipogenesis [internet]. [cited on 2016 October 22]. Available from:
https://www.scribd.com/doc/43279641/Biosintesis-asam-lemak
5. Tranportasi Lemak ke Mitokondria [internet]. [cited on 2016 October 22]. Avaliable
from: http://carbsanity.blogspot.co.id/2014/11/fat-burning-101-biochemistry.html
6. Beta Oksidasi [internet]. [cited on 2016 October 25]. Available from
:http://2012books.lardbucket.org/books/introduction-to-chemistry-general-organic-and-
biological/section_23/dffe79ed4c0fd085f6bd1b0dc928c941.jpg
7. Beta Oksidasi [internet]. [cited on 2016 October 22]. Available from
:http://themedicalbiochemistrypage.org/fatty-acid-oxidation.php
8. Katherine DJ, Joseph TJ, Robert CL. General, Organic and Biochemistry, 5th Ed. New
York,Mac Graw Hill; 2007.p730-1.
9. Murray RK, Bender DA, Botham KM, Rodwell VW. Harper’s Illustrated biochemistry.
28th Ed. Mc Graw Hill; 2009.p.184-193.
10. Harvey RA, Ferrier DR. Lippincott’s Illustrated Reviews: Biochemistry. 5th Ed.p.187-
191.
11. Campbell MK, Farrell SO. Biochemistry.8th ed. Canada: Cengage Learning; 2012.

10