Anda di halaman 1dari 12

DEPARTEMEN DALAM NEGERI

REPUBLIK INDONESIA

Jakarta, 4 September 2007

Nomor : 900/743/BAKD Kepada


Sifat : Segera.
Lampiran : 1 (satu) Berkas. Yth. 1. Gubernur
Hal : Modul Akuntansi Keuangan 2. Bupati/Walikota
Pemerintah Daerah. di −
Seluruh Indonesia.

SURAT EDARAN

Sejalan dengan telah diterbitkannya Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 900/316/
BAKD tanggal 5 April 2007 Hal Pedoman Sistem dan Prosedur Penatausahaan dan Akuntansi,
Pelaporan dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah guna memberikan penjelasan dan
petunjuk teknis pelaksanaan penatausahaan dan akuntansi keuangan pemerintah daerah
agar dapat dipahami secara baik. Selanjutnya Direktorat Jenderal Bina Administrasi Keuangan
Daerah telah melaksanakan sosialisasi atas Surat Edaran Menteri Dalam Negeri kepada
seluruh aparat pengelola keuangan daerah di jajaran pemerintah Provinsi/Kabupaten/Kota.
Bahwa untuk mendukung proses pemahaman tersebut, dipandang perlu diterbitkan secara
khusus modul akuntansi keuangan pemerintah daerah yang dapat menjelaskan secara
detail konsep dan media akuntansi sebagai landasan umum praktik akuntansi bagi pejabat
Penatausahaan Keuangan di Satuan Kerja Perangkat Daerah (PPK-SKPD) dan Pejabat
Pengelolaan Keuangan Daerah (PPKD).
Modul Akuntansi Keuangan Pemerintah Daerah dimaksud disajikan sebagai pelengkap
dari seluruh rangkaian pembelajaran Sistem Akuntansi Keuangan Pemerintah Daerah
yang disusun sedemikian rupa sehingga para pembaca maupun para praktisi dapat
memperoleh gambaran umum mengenai dasar akuntansi keuangan, teknik akuntansi serta
teknik penyusunan laporan pertanggungjawaban APBD. Di samping itu pula dalam modul
dilengkapi dengan metode simulasi dan modul latihan kasus, agar dapat memberikan
pemahaman tentang praktik pencatatan transaksi keuangan serta penyusunan pelaporan
keuangannya.

iii iii
Modul Akuntansi Pemerintah Daerah

Sehubungan dengan hal tersebut, dalam rangka pengelolaan keuangan daerah yang
tertib, efisien, efektif, transparan, akuntabel, dan auditabel, diharapkan Modul Akuntansi
Keuangan Pemerintah Daerah ini dapat dijadikan salah satu pedoman pembelajaran bagi para
pihak yang terkait dengan pelaksanaan akuntansi di Pemerintah Daerah masing-masing.
Demikian untuk menjadi maklum dan dilaksanakan sebagaimana mestinya.

MENTERI DALAM NEGERI


DIREKTUR JENDERAL
BINA ADMINISTRASI KEUANGAN DAERAH

TIMBUL PUDJIANTO

Tembusan:
1. Yth. Menteri Dalam Negeri (sebagai laporan);
2. Yth. Sekretaris Jenderal Departemen Dalam Negeri;
3. Yth. Inspektur Jenderal Departemen Dalam Negeri;
4. Yth. Para Direktur Jenderal di lingkungan Departemen Dalam Negeri;
5. Yth. Para Kepala Badan di lingkungan Departemen Dalam Negeri;
6. Yth. Ketua DPRD Provinsi, Kabupaten/Kota Seluruh Indonesia.

iv iv
DEPARTEMEN DALAM NEGERI
REPUBLIK INDONESIA

KATA PENGANTAR

Dalam rangka peningkatan kinerja pengelola keuangan daerah, sebagaimana


diamanahkan oleh Peraturan Perundang-undangan dan khususnya Peraturan Pemerintah
Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah, pada tanggal 5 April 2007
telah diterbitkan Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 900/316/BAKD Hal Pedoman
Sistem dan Prosedur Penatausahaan dan Akuntansi, Pelaporan dan Pertanggunjawaban
Keuangan Daerah, dengan harapan dapat memberikan penjelasan dan petunjuk teknis
mengenai Sistem dan Prosedur Penatausahaan dan Akuntansi, serta dapat membantu
Pemerintah Daerah dalam penyusunan Laporan dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah
secara tertib, efisien, efektif, transparan, akuntabel, dan auditabel.
Sejalan dengan hal tersebut guna memberikan gambaran mengenai simulasi
penerapan pelaksanaan Penatausahaan dan Akuntansi Keuangan Pemerintah Daerah,
kepada berbagai pihak yang berkepentingan dan khususnya bagi Pejabat Pengelola
Keuangan Daerah (PPKD), pejabat pengguna anggaran serta Pejabat Penatausahaan
Keuangan di masing-masing Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), maka dipandang
perlu untuk memberikan secara khusus modul Akuntansi Keuangan Pemerintah Daerah
yang menjelaskan secara detail konsep dan media akuntansi sebagai landasan utama
praktik akuntansi di SKPD maupun PPKD. Dengan demikian para pihak yang berkepentingan
terhadap penerapan akuntansi pemerintah daerah dapat secara mandiri mempelajarinya.
Modul Akuntansi Keuangan Pemerintah Daerah dimaksud disajikan sebagai pelengkap dari
seluruh rangkaian pembelajaran Sistem Akuntansi Keuangan Pemerintah Daerah sebagai
salah satu cara “Belajar Cepat Memahami Akuntansi”. Modul ini disusun sedemikian rupa
sehingga para pembaca memperoleh gambaran umum mengenai dasar akuntansi keuangan,
teknik akuntansi serta teknik penyusunan laporan pertanggungjawaban APBD. Di samping itu
pula dalam modul dilengkapi dengan metode simulasi dan model latihan kasus, agar dapat
memberikan pemahaman tentang praktik pencatatan transaksi keuangan serta penyusunan
pelaporan keuangan.
Pada akhirnya, dengan modul Akuntansi Keuangan Pemerintah Daerah ini, diharap-
kan dapat menjadi pedoman awal bagi para pihak yang terkait dengan pelaksanaan akuntansi
di Pemerintah Daerah masing-masing. Semoga bermanfaat.

DIREKTUR JENDERAL
BINA ADMINISTRASI KEUANGAN DAERAH

Ir. TIMBUL PUDJIANTO, MPM

v v
Modul Akuntansi Pemerintah Daerah

vi vi
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ............................................................................................... iii

BAB I Overview: Akuntansi Keuangan Pemerintah Daerah ........................... 3


Tujuan Instruksional ......................................................................................... 3
A. Pendahuluan ................................................................................................ 3
B. Definisi Akuntansi ........................................................................................ 5
C. Dasar-dasar Teknis Akuntansi Pemerintahan Daerah ................................ 5
C.1. Pembukuan Tunggal (Single Entry) dan Pembukuan Berpasangan
(Double Entry) .................................................................................... 5
C.1.1. Pembukuan Tunggal (Single Entry) ......................................... 5
C.1.2. Pembukuan Berpasangan (Double Entry) ............................... 6
C.2. Siklus Akuntansi ................................................................................. 6
C.2.1. Persamaan Akuntansi ............................................................. 7
C.2.2. Konsep Debit dan Kredit .......................................................... 9
C.2.3. Penjurnalan (Journalizing) ....................................................... 9
C.2.4. Buku Besar .............................................................................. 10
C.2.5. Saldo Normal ........................................................................... 11
C.2.6. Laporan Keuangan .................................................................. 12
D. Jenis-Jenis Transaksi Pemda ...................................................................... 13
D.1. Pendapatan Daerah ........................................................................... 13
D.2. Belanja Daerah ................................................................................... 13
D.3. Pembiayaan Daerah ........................................................................... 13
D.4. Transaksi selain Kas .......................................................................... 14
D.4.1. Koreksi Kesalahan dan Penyesuaian ...................................... 14
D.4.2. Pengakuan Aset Tetap, Utang Jangka Panjang, dan Ekuitas .. 14
D.4.3. Depresiasi ................................................................................ 14
D.4.4. Transaksi yang bersifat Accrual dan Prepayment .................. 14
D.4.5. Hibah selain Kas ...................................................................... 14
E. Struktur Akuntansi Keuangan Pemerintah Daerah ...................................... 15
F. Jenis-Jenis Akuntansi .................................................................................. 16
F.1. Akuntansi Berbasis Anggaran ............................................................ 16
F.2. Akuntansi Berbasis Kas ...................................................................... 16
F.3. Akuntansi Berbasis Akrual .................................................................. 17
F.4. Akuntansi Berbasis Kas Menuju Akrual .............................................. 17
F.5. Ilustrasi Perbedaan Antara Basis Kas dengan Basis Akrual .............. 17
G. Standar Akuntansi Pemerintahan dan Kebijakan Akuntansi Keuangan
Daerah ........................................................................................................ 20
G.1. Pengakuan ......................................................................................... 21
G.2. Pengukuran ........................................................................................ 21
G.3. Pengungkapan ................................................................................... 21
Penutup......... .................................................................................................... 23

vii vii
Modul Akuntansi Pemerintah Daerah

BAB II Kode Rekening .......................................................................................... 27


Tujuan Instruksional ......................................................................................... 27
A. Pendahuluan ................................................................................................ 27
B. Struktur Lengkap Kode Rekening ................................................................ 28
C. Struktur Kode Rekening untuk Kelompok Akun Keuangan ......................... 30
C.1. Struktur Kode Rekening pada Kelompok Akun Aset .......................... 30
C.2. Struktur Kode Rekening pada Kelompok Akun Kewajiban ................ 31
C.3. Struktur Kode Rekening pada Kelompok Akun Ekuitas Dana ............ 31
C.4. Struktur Kode Rekening pada Kelompok Akun Pendapatan .............. 32
C.5. Struktur Kode Rekening pada Kelompok Akun Belanja ..................... 32
C.6. Struktur Kode Rekening pada Kelompok Akun Pembiayaan ............. 33
D. Latihan Kasus .............................................................................................. 33
Penutup......... .................................................................................................... 36

BAB III Akuntansi di Satuan Kerja ...................................................................... 39


Tujuan Instruksional ......................................................................................... 39
A. Pendahuluan .............................................................................................. 39
B. Akuntansi Pendapatan ............................................................................... 40
B.1. Definisi ................................................................................................ 40
B.2. Akuntansi Pendapatan Satker ............................................................ 40
B.3. Dokumen Sumber yang Digunakan .................................................... 41
B.4. Standar Jurnal Transaksi Pendapatan ............................................... 41
C. Akuntansi Belanja ....................................................................................... 42
C.1. Definisi ................................................................................................ 42
C.2. Akuntansi Transaksi Belanja Satker ................................................... 44
C.3. Dokumen Sumber yang Digunakan ................................................... 44
C.4. Standar Jurnal Transaksi Belanja ...................................................... 45
D. Akuntansi Aset Satker ................................................................................ 47
D.1. Definisi ................................................................................................ 47
D.2. Prosedur Pencatatan Aset di SKPD ................................................... 47
D.3. Standar Jurnal Akuntansi Aset ........................................................... 47
E. Akuntansi Transaksi Selain Kas ................................................................ 48
E.1. Koreksi Kesalahan Pencatatan; Pengakuan Aset, Hutang, dan
Ekuitas; Depresiasi; Transaksi yang Bersifat Accrual dan
Prepayment; dan Hibah selain Kas .................................................... 48
E.2. Dokumen Sumber yang Digunakan ................................................... 49
E.3. Standar Jurnal Transaksi selain Kas .................................................. 49
F. Akuntansi Transaksi PPKD – Satker ............................................................ 50
F.1. Akuntansi Rekening Pemda (RK-PPKD) ............................................ 50
F.2. Dokumen Sumber yang Digunakan .................................................... 51
F.3. Standar Jurnal Transaksi Rekening Pemda (RK-PPKD) .................... 51
Penutup......... .................................................................................................... 52

viii viii
BAB IV Akuntansi di Pejabat Pengelola Keuangan Daerah (PPKD) ................ 55
Tujuan Instruksional ......................................................................................... 55
A. Pendahuluan .............................................................................................. 55
B. Akuntansi Pendapatan ............................................................................... 56
B.1. Definisi ................................................................................................ 56
B.2. Akuntansi Pendapatan PPKD ............................................................. 56
B.3. Dokumen Sumber yang Digunakan .......................................................... 57
B.4. Standar Jurnal Transaksi Pendapatan ............................................... 57
C. Akuntansi Belanja ...................................................................................... 57
C.1. Definisi ................................................................................................ 57
C.2. Akuntansi Transaksi Belanja PPKD ................................................... 58
C.3. Dokumen Sumber yang Digunakan ................................................... 59
C.4. Standar Jurnal Transaksi Belanja ...................................................... 60
D. Akuntansi Pembiayaan .............................................................................. 61
D.1. Definisi ................................................................................................ 61
D.2. Pelaksana Akuntansi di PPKD ............................................................ 62
D.3. Akuntansi Pembiayaan Penerimaan ................................................... 62
D.3.1. Dokumen Sumber Transaksi Pembiayaan Penerimaan ......... 62
D.3.2. Standar Jurnal Transaksi Pembiayaan Penerimaan ............... 63
D.4. Akuntansi Pengeluaran Pembiayaan ................................................ 64
D.4.1. Dokumen Sumber Transaksi Pengeluaran Pembiayaan ....... 64
D.4.2. Standar Jurnal Transaksi Pengeluaran Pembiayaan ............. 65
E. Akuntansi Aset ............................................................................................. 66
E.1. Definisi ................................................................................................ 66
E.2. Prosedur Pencatatan Aset di PPKD .................................................... 66
E.3. Standar Jurnal Akuntansi Aset ............................................................ 67
F. Akuntansi Ekuitas Dana ................................................................................ 67
F.1. Definisi ................................................................................................. 67
F.2. Akuntansi Ekuitas Dana (di PPKD sebagai PPKD/BUD) .................... 68
F.2.1. Pelaksana Akuntansi Ekuitas Dana .......................................... 68
F.2.2. Dokumen Sumber yang Digunakan .......................................... 68
F.2.3. Standar Jurnal Transaksi Ekuitas Dana.................................... 69
G. Akuntansi Rekening PPKD (di SKPD) dan Rekening SKPD (di PPKD/BUD) ..... 72
G.1. Pelaksana Akuntansi Rekening SKPD ................................................ 72
G.2. Dokumen Sumber yang Digunakan .................................................... 72
G.3. Standar Jurnal Transaksi Rekening SKPD ........................................ 73
H. Akuntansi Transaksi selain Kas ................................................................... 74
H.1. Koreksi Kesalahan Pencatatan; Pengakuan Aset, Hutang, dan
Ekuitas; Depresiasi; Transaksi yang Bersifat Accrual dan
Prepayment; dan Hibah selain Kas .................................................... 74
H.2. Dokumen Sumber yang Digunakan ................................................... 74
H.3. Standar Jurnal Akuntansi Transaksi selain Kas ................................. 75
Penutup......... .................................................................................................... 75

ix ix
Modul Akuntansi Pemerintah Daerah

BAB V Penyusunan Laporan Keuangan ............................................................ 79


Tujuan Instruksional ......................................................................................... 79
A. Pendahuluan .............................................................................................. 79
B. Tujuan dan Komponen Laporan Keuangan ............................................... 80
B.1. Tujuan Laporan Keuangan ................................................................. 80
B.2. Komponen Laporan Keuangan Pemda .............................................. 81
C. Penyusunan Laporan Keuangan SKPD ..................................................... 81
C.1. Neraca Saldo ...................................................................................... 82
C.2. Jurnal Penyesuaian ............................................................................ 82
C.3. Penyusunan Laporan Realisasi Anggaran SKPD sebelum Konversi ..... 83
C.4. Jurnal Penutupan ............................................................................... 84
C.5. Penyusunan Neraca SKPD sebelum Konversi .................................. 85
C.6. Catatan atas Laporan Keuangan ....................................................... 88
C.7. Konversi Laporan Keuangan SKPD ................................................... 90
C.7.1. Konversi untuk LRA ................................................................. 90
C.7.2. Konversi untuk Neraca ............................................................ 91
C.8. Penyusunan Laporan Keuangan SKPD setelah Konversi ................. 94
C.8.1. Laporan Realisasi Anggaran SKPD setelah Konversi ............. 94
C.8.2. Neraca SKPD setelah Konversi ............................................... 95
D. Penyusunan Laporan Keuangan PPKD ...................................................... 97
D.1. Neraca Saldo ...................................................................................... 98
D.2. Jurnal Penyesuaian ............................................................................ 98
D.3. Penyusunan Laporan Realisasi Anggaran PPKD sebelum Konversi ..... 99
D.4. Jurnal Penutupan ............................................................................... 101
D.5. Penyusunan Neraca PPKD sebelum Konversi .................................. 101
D.6. Catatan atas Laporan Keuangan ....................................................... 104
D.7. Konversi Laporan Keuangan PPKD ................................................... 105
D.7.1. Konversi untuk LRA ................................................................. 105
D.7.2. Konversi untuk Neraca ............................................................ 108
D.8. Penyusunan Laporan Keuangan PPKD setelah Konversi ................. 111
D.8.1. Laporan Realisasi Anggaran PPKD setelah Konversi ............. 111
D.8.2. Neraca PPKD setelah Konversi ............................................... 113
E. Penyusunan Laporan Keuangan Gabungan Pemda ................................... 116
E.1. Penyusunan Worksheet Laporan Keuangan Gabungan .................... 116
E.1.1. Worksheet untuk Laporan Realisasi Anggaran Gabungan ..... 116
E.1.2. Worksheet untuk Neraca Gabungan ....................................... 117
E.2. Jurnal Eliminasi ................................................................................... 118
E.3. Jurnal Penutup ................................................................................... 118
E.4. Laporan Arus Kas ............................................................................... 119
Penutup......... .................................................................................................... 120

x x
BAB VI Penyusunan Neraca Awal ....................................................................... 123
A. Penyusunan Neraca Awal di SKPD ............................................................. 123
A.1. Definisi ................................................................................................ 123
A.2. Nilai Akun dalam Neraca Awal .......................................................... 123
A.3. Pelaksana dan Langkah-langkah Penyusunan Neraca Awal SKPD .... 123
A.4. Dokumen Sumber ............................................................................... 127
A.5. Standar Jurnal untuk Penyusunan Neraca Awal SKPD ..................... 127
B. Penyusunan Neraca Awal di PPKD .............................................................. 129
B.1. Definisi ................................................................................................. 129
B.2. Nilai Akun dalam Neraca Awal ........................................................... 129
B.3. Pelaksana dan Langkah-langkah Penyusunan Neraca Awal PPKD ..... 129
B.4. Dokumen Sumber ................................................................................ 133
B.5. Standar Jurnal untuk Penyusunan Neraca Awal PPKD ...................... 133

LAMPIRAN ............................................................................................................. 135


Modul Kasus Transaksi Akuntansi Keuangan di SKPD .................................... 137
Pengantar Modul .................................................................................................... 137
A.1 Modul Kasus Transaksi Pendapatan-SKPD .............................................. 139
Tujuan Pelatihan ........................................................................................ 139
Contoh Soal Transaksi Pendapatan SKPD ....................................... 139
Instruksi .............................................................................................. 139
Lampiran Dokumen Sumber .............................................................. 141
B.1 Modul Kasus Transaksi Belanja-SKPD ...................................................... 145
Tujuan Pelatihan ........................................................................................ 145
Contoh Soal Transaksi Belanja SKPD ............................................... 145
Instruksi .............................................................................................. 146
Lampiran Dokumen Sumber .............................................................. 147
C.1 Modul Kasus Transaksi Penyesuaian-SKPD ............................................. 159
Tujuan Pelatihan ........................................................................................ 159
Contoh Soal Transaksi Penyesuaian SKPD ...................................... 159
Instruksi .............................................................................................. 159
Lampiran Dokumen Sumber .............................................................. 160

Modul Kasus Transaksi Akuntansi Keuangan di PPKD .................................... 161


Pengantar Modul .................................................................................................... 161
A.2 Modul Kasus Transaksi Pendapatan-PPKD .............................................. 163
Tujuan Pelatihan ........................................................................................ 163
Contoh Soal Transaksi Pendapatan PPKD ....................................... 163
Instruksi .............................................................................................. 163
Lampiran Dokumen Sumber ............................................................... 164
B.2 Modul Kasus Transaksi Belanja-PPKD ...................................................... 165
Tujuan Pelatihan ........................................................................................ 165

xi xi
Modul Akuntansi Pemerintah Daerah

Contoh Soal Transaksi Belanja PPKD ............................................... 165


Instruksi .............................................................................................. 165
Lampiran Dokumen Sumber .............................................................. 166
C.2 Modul Kasus Transaksi Rekening Antar-Kantor (RAK)-PPKD ................... 169
Tujuan Pelatihan ........................................................................................ 169
Contoh Soal Transaksi Rekening Antar-Kantor PPKD ...................... 169
Instruksi .............................................................................................. 170
Lampiran Dokumen Sumber .............................................................. 171
D.2 Modul Kasus Transaksi Pembiayaan-PPKD ............................................. 181
Tujuan Pelatihan ........................................................................................ 181
Contoh Soal Transaksi Pembiayaan PPKD ....................................... 181
Instruksi .............................................................................................. 181
Lampiran Dokumen Sumber .............................................................. 182

LAMPIRAN A. Format Jurnal Kas Masuk (JKM) .................................................... 184


LAMPIRAN B. Format Jurnal Kas Keluar (JKK) ..................................................... 186
LAMPIRAN C. Format Jurnal Umum (JU) .............................................................. 188
LAMPIRAN D. Format Buku Besar ......................................................................... 189
LAMPIRAN E. Format Kertas Kerja (Worksheet) ................................................... 190
LAMPIRAN F. Lampiran E.1 Permendagri 13/2006 ............................................... 191
Kode Rekening Aset .................................................................................. 191
Kode Rekening Kewajiban ......................................................................... 207
Kode Rekening Ekuitas Dana .................................................................... 210
LAMPIRAN G. Lampiran A.VIII Permendagri 13/2006 ........................................... 211
Kode Rekening Pendapatan Kab./Kota ..................................................... 211
Kode Rekening Belanja Daerah ................................................................. 220
Kode Rekening Pembiayaan Daerah ......................................................... 237

xii xii