Anda di halaman 1dari 19

CARA KERJA SISTEM PENDINGIN PADA

LEMARI ES

MAKALAH
Diajukan unttuk memenuhi tugas mata kuliah Tata Tulis Karya Ilmiah

Oleh :

DEDI ALPARABI
122014177
GIPUTRA PRATAMA GINTING
122014163
MOHAMMAD AZRIL ASIDIQ
122014181
PUTRA ANDI KOLALA
122014178

FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI

INSTITUT TEKNOLOGI NASIONAL

BANDUNG

2014
KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Tuhan YME yang telah memberikan kami kemudahan sehingga dapat
menyelesaikan makalah ini. Tanpa pertolongan-Nya mungkin penyusun tidak akan sanggup
menyelesaikannya dengan baik.
Kami mengucapkan terimakasih kepada dosen bahasa Indonesia yang telah membimbing dan
memberikan tugas makalah mata kuliah bahasa Indonesia sehingga kami dapat mengerti
tentang bagaimana cara menyusun karya tulis ilmiah yang baik dan sesuai kaidah.
Makalah ini dibuat dalam rangka memperdalam pemahaman tentang cara kerja sistem
pendingin pada kulkasTujun peulisan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas bahasa
indonesia.
Semoga makalah yang kami buat ini dapat memberikan pengetahuan bagi pembaca.

Bandung, Desember 2014

Penyusun

1
ABSTRAK

Kulkas (lemari es atau freezer) merupakan salah satu jenis barang yang tergolong vital
(sangat dibutuhkan) bagi rumah tangga terutama di daerah perkotaan. Pada masa kini jarang
ada rumah tangga di daerah perkotaan yang tidak memiliki kulkas. Kulkas digunakan untuk
menyimpan bahan makanan maupun minuman.

Di Indonesia , kulkas atau lemari es dikenalkan sejak masa penjajahan kolonial


Belanda. Sebutan kulkas yang kita kenal sampai saat ini berasal dari bahasa Belanda yaitu
koelkast. Perlu diketahui , sebenarnya prototype atau model teknologi lemari es (kulkas)
pertama kali diungkapkan oleh seorang ilmuwan Jerman Bernama Carl Paul Gottfried Von
Linde pada tahun 1876. Kemudian, prototype tersebut dikembangkan oleh General Electric
Company yang dipimpin oleh seorang ilmuwan Prancis bernama Abbe Audiffren pada tahun
1911.

Lemari es atau kulkas dalam arti sempit merupakan alat pendingin bahan makanan
dan minuman. Pendinginan bahan makanan dan minuman tersebut tidak terjadi begitu saja.
Pendinginan merupakan suatu proses panjang dan berkelanjutan.

Ada banyak komponen yang saling berkaitan dan bekerja dalam proses pendinginan tersebut.
Komponen-komponen bekerja untuk mendinginkan ruangan dalam (cooling), kemudian
mencairkan es di evaporator (defrost).

pokok masalah yang dibahas: (1)Apa saja komponen-komponen sistem pendingin pada
lemari es?(2)Bagaimana cara kerja sistem pendingin pada lemari es ?(3)Apakah masalah
yang terjadi dalam sistem pendingin pada lemari es?

Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah: (1)Menginformasikan tentang komponen-


komponen sistem pendingin pada lemari es.(2)Mengetahui cara kerja sistem pendingin pada
lemari es.(3)Dapat mengidentifikasi masalah yang terjadi dalam sistem pendingin pada
lemari es.

Landasan teori: Mesin pendingin adalah rangkaian-rangkaian yang mampu bekerja untuk
menghasilkan suhu dingin, seperti kulkas dan AC (air conditioner).

Simpulan hasil pembahasan: Cara kerja sistem pendingin pada lemari es yaituu,komponen-
komponen bekerja untuk mendinginkan ruangan dalam (cooling), kemudian mencairkan es di
evaporator (defrost).

2
DAFTAR ISI

Kata pengantar .................................................................................................................. 1

Abstrak .............................................................................................................................. 2

Daftar isi............................................................................................................................ 3

Bab I Pendahuluan ............................................................................................................ 4

A. Latar Belakang ...................................................................................................... 4


B. Rumusan Masalah ................................................................................................. 5
C. Tujuan ................................................................................................................... 5
D. Kegunaan Penelitian ............................................................................................. 5
E. Metode .................................................................................................................. 5
F. Sistematika Penyajian ........................................................................................... 6

Bab II Landasan Teori ...................................................................................................... 7

A. Pengertian mesin pendingin ................................................................................. 7


B. Pengertian lemari es .............................................................................................. 7

Bab III Hasil Penelitian ..................................................................................................... 8

A. Komponen-komponen pada lemari es ................................................................. 8


B. Cara kerja sistem pendingin pada lemari es .......................................................... 11
C. Kerusakan dan cara memperbaiki sistem pendingin pada kulkas ......................... 12

Bab IV Kesimpulan dan Saran .......................................................................................... 17

A. Kesimpulan ........................................................................................................... 17
B. Saran ..................................................................................................................... 17

Daftar Pustaka ................................................................................................................... 18

3
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Kulkas (lemari es atau freezer) merupakan salah satu jenis barang yang tergolong vital
(sangat dibutuhkan) bagi rumah tangga terutama di daerah perkotaan. Pada masa kini jarang ada
rumah tangga di daerah perkotaan yang tidak memiliki kulkas. Kulkas digunakan untuk
menyimpan bahan makanan maupun minuman.
Di Indonesia , kulkas atau lemari es dikenalkan sejak masa penjajahan kolonial Belanda.
Sebutan kulkas yang kita kenal sampai saat ini berasal dari bahasa Belanda yaitu koelkast. Perlu
diketahui , sebenarnya prototype atau model teknologi lemari es (kulkas) pertama kali
diungkapkan oleh seorang ilmuwan Jerman Bernama Carl Paul Gottfried Von Linde pada tahun
1876. Kemudian, prototype tersebut dikembangkan oleh General Electric Company yang dipimpin
oleh seorang ilmuwan Prancis bernama Abbe Audiffren pada tahun 1911.1
Lemari es atau kulkas dalam arti sempit merupakan alat pendingin bahan makanan dan
minuman. Pendinginan bahan makanan dan minuman tersebut tidak terjadi begitu saja.
Pendinginan merupakan suatu proses panjang dan berkelanjutan.
Ada banyak komponen yang saling berkaitan dan bekerja dalam proses pendinginan
tersebut. Komponen-komponen bekerja untuk mendinginkan ruangan dalam (cooling), kemudian
mencairkan es di evaporator (defrost).

B. Batasan dan Rumusan Masalah

Dalam penelitian ini akan dibahas sistem pendingin pada lemari es .Masalah tersebut dirumuskan
sebagai berikut:

1. Apa saja komponen-komponen sistem pendingin pada lemari es


2. Bagaimana cara kerja sistem pendingin pada lemari es ?

1
Sejarah, Fungsi dan Jenis Lemari Es” dalam http://mymediashare.wordpress.com/2013/09/12/prinsip-kerja-
kulkas-refrigerator/ diunduh 2 Desember 2014

4
3. Apakah masalah yang terjadi dalam sistem pendingin pada lemari es?

C. Tujuan

1. Menginformasikan tentang komponen-komponen sistem pendingin pada lemari es.


2. Mengetahui cara kerja sistem pendingin pada lemari es.
3. Dapat mengidentifikasi masalah yang terjadi dalam sistem pendingin pada lemari es.

D. Kegunaan Penelitian

1. Praktis
Menjelaskan ke masyarakat apa komponennya dari sistem pendingin pada lemari es,
bagaimana cara kerja sistem pendingin pada lemari es serta dapat mengidentifikasi masalah
yang terjadi pada sistem pendingin pada lemari es.

2. Teoritis
Memperdalam ilmu pengetahuan tentang teknik mesin terutama dalam cara kerja sistem
pendingin pada lemari es.
E. Metode
1. Studi Pustaka
2. Eksperimen

F. Sistematika Penyajian
Sistematika penulisan dalam penelitian ini dapat diuraikan sebagai berikut:

BAB I: PENDAHULUAN
Bab ini berisi latar belakang masalah, batasan dan rumusan masalah, tujuan, kegunaan penelitian,
metode, dan sistematika penyajian.

BAB II: LANDASAN TEORI


Bab ini berisi tentang pengertian sistem pendingin pada lemari es.

BAB III: HASIL PENELITIAN


Bab ini adalah hasil penelitian yang berisi latar belakang sistem pendingin pada lemari es,

5
komponen-komponen sistem pendingin pada lemari es dan cara kerja Sistem pendingin pada lemari
es.

BAB IV: KESIMPULAN DAN SARAN


Bab ini berisi kesimpulan dari hasil penelitian dan juga saran yang ditujukkan pada pihak tertentu
sebagai penelitian dan perbaikan lebih lanjut.

6
BAB II
LANDASAN TEORI

A. Pengertian Mesin Pendingin


Mesin pendingin adalah rangkaian-rangkaian yang mampu bekerja untuk menghasilkan
suhu dingin, seperti kulkas dan AC (air conditioner).

B. Pengertian Lemari Es
Kulkas atau lemari es adalah sebuah alat rumah tangga listrik yang menggunakan refrigerasi
(proses pendingin) untuk mendinginkan makanan dan minuman. Kulkas disebut mesin
pendingin yang paling lama menyala dan konstan dalam sehari penuh. Adapun proses kerjanya
adalah “Penguapan”. Untuk mendapatkan penguapan diperlukan gas (udara) yang mencapai
temperature tertentu (panas). Setelah udara tersebut panas diubah agar kehilangan panas,
sehingga terjadi penguapan. Disaat adanya penguapan, maka timbullah suhu di dalam
temperature rendah (dingin).2

2
“Kulkas” dalam http://id.wikipedia.org/wiki/Kulkas diunduh 2 Desember 2014

7
BAB III
HASIL PENELITIAN

A.Komponen-komponen pada Lemari Es


Secara garis besar komponen-komponen lemari es mempunyai pengertian dan fungsi sebagai
berikut :3

Kulkas atau lemari es terdiri dari beberapa bagian penting yang saling mendukung, dimana
kalau salah satu bagian tersebut mengalami kerusakan maka akan berpengaruh pada kinerja
bagian lainnya.
Komponen kulkas diantaranya:
a)Kompresor

Gambar kompresor

Kompresor merupakan bagian terpenting di dalam kulkas. Apabila di analogikan dengan


tubuh manusia, kompresor sama dengan jantung yang berfungsi memompa darah ke seluruh
tubuh begitu juga dengan kompresor. Kompresor berfungsi memompa bahan pendingin
keseluruh bagian kulkas.

Kompresor Hermetik

Gambar kompresor hermetik

1) Rotor
2)Stator
3)Silinder
4)Poros engkol
5)Saluran isap
6)Saluran pengeluaran refrigerant

3
“Teori Dasar Kulkas”, dalam http://trainingcenter1.blogspot.com/2010/09/sistem-kerja-lemari-es-dimulai-
dari.html diunduh 20 Desember 2014

8
7)Sambungan
8)Terminal
b)Kondensor

Gambar kondensor

Kondensor adalah alat penukar kalor untuk mengubah wujud gas bahan pendingin pada suhu
dan tekanan tinggi menjadi wujud cair. Jenis kondensor yang banyak digunakan pada
teknologi kulkas saat ini adalah kondensor dengan pendingin udara. Yang digunakan pada
sistem refrigrasi kulkas kecil maupun sedang. kondensor seperti ini memiliki bentuk yang
sederhana dan tidak memerlukan perawatan khusus .saat lemari es bekerja kondensor akan
terasa hangat bila dipegang.

c)Filter

Gambar filter

Filter ( saringan ) berguna menyaring kotoran yang mungkin terbawa aliran bahan pendingin
yang keluar setelah melakukan serkulasi agar tidak masuk kedalam konpresor dan pipa
kapiler. Selain itu , bahan pendingan yang akan disalurkan pada proses berikutnya lebih
bersih sehingga dapat menyerap kalor lebih maksimal.

d)Evaporator

Gambar evavorator
Evaporator berfungsi menyerap panas dari benda yang di masukkan kedalam kulkas,
kemudian evaporator menguapkan bahan pendingin untuk melawan panas dan
mendinginkannya. Sesuai fungsinya evaporator adalah alat penguap bahan pendingin agar

9
efektif dalam menyerap panas dan menguapkan bahan pendingin, evaporator di buat dari
bahan logam anti karat, yaitu tembaga dan almunium.

e)Thermostat

Gambar thermostat
Thermostat memiliki banyak sebutan antara lain temperatur kontrol dan cool control. Apapun
sebutannya, thermostat berfungsi mengatur kerja kompresor secara otomatis bedasarkan
batasan suhu pada setiap bagian kulkas. Bisa dikatakan, thermostat adalah saklar otomatis
berdasarkan pengaturan suhu. Jika suhau evaperator sesuai dengan pengatur suhu thermostat,
secara otomatis thermostat akan memutuskan listrik ke kompresor.

f)Heater

Gambar heater

Hampir keseluruan kulkas nofrost dan sebagian kecil kulkas defrost dilengkapi dengan
pemanas ( heater ). Pemanas berfungsi mencairkan bunga es yang terdapat di evapurator .
selain itu pemanas dapat mencegah terjadinya penimbunan bunga es pada bagian rak es dan
rak penyimpan buah di bawah rak es.

g)Fan Motor

Gambar fan motor

Fan motor atau kipas angin berguna untuk menghembuskan angin. pada kulkas ada dua jenis
fan:

1)Fan motor evaporator


Berfungsi menghembuskan udara dingin dari evaporator keseluruh bagian rak ( rak es , sayur
,dan buah ).

10
2)Fan motor kondensor
kipas angin ini diletakkan pada bagian bawah kulkas yang memiliki kondensor yang
berukuran kecil yang berfungsi mengisap atau mendorong udara melalui kondensor dan
kompresor. selain itu berfungsi mendinginkan kompresor.

h)Overload motor protector

Gambar overload motor protector

Adalah komponen pengaman yang letaknya menyatu dengan terminal kompresor. Cara
kerjanya serupa dengan sekering yang dapat menyambung dan memutus arus listrik. Alat ini
dapat melindungi komponen kelistrikan dari kerusakan arus akibat arus yang dihasilkan
kompresor melebihi arus acuan normal.

i)Bahan Pendingin (Refrigerant)

Gambar bahan pendingin

Refrigerant adalah zat yang mudah diubah wujudnya dari gas menjadi cair, ataupun
sebaliknya. Jenis bahan pendingin sangat beragam. Setiap jenis bahan pendingin memiliki
karakteristik yang berbeda.

Persyaratan Bahan Pendingin (Refrigerant)


1.Tidak beracun, berwarna dan berbau
2.Bukan termasuk bahan yang mudah terbakar.
3.Bukan penyebab korosif
4.Dapat bercampur dengan minyak pelumas kompresor
5.Memiliki struktur kimia yang stabil
6.Memiliki titik didih yang rendah
7.Memiliki tekanan kondensasi yang rendah
8.Memiliki tingkat penguapan yang rendah

11
9.Memiliki kalor laten yang rendah
10.Memiliki harga yang relatif murah.

B. Cara kerja sistem pendingin pada lemari es

Uap cairan tertentu yang disebut refrigerant disemprotkan terus menerus ke dalam
ruangan kulkas yang akan mengambil kalor dari makanan-makanan di kulkas. Namun
berbeda dengan alcohol atau tetes-tetes air, titik uap refrigerant jauh lebih rendah, yaitu
sekitar -27 F, sehingga kalor yang diambil tidak digunakan untuk mengubahnya menjadi uap,
tetapi sekedar menaikkan suhu refrigerant.

Cara kerja lemari es dapat dilihat dari diagram siklus termodinamika Refrigerant,
misalnya freon masuk ke kompresor melalui pipa tembaga dalam bentuk uap. Dalam
kompresor freon di tekan sehingga keluar sudah berbentuk uap super panas (vapour super
heated) dan bertekanan tinggi. Uap bertekanan ini masuk ke kondensor dan
mengkondensasi uap menjadi cairan.

Cairan freon yang bertekanan tinggi ini masuk ke katup ekpansi sehingga tekanan turun
dengan drastis sehingga terjadi flash evaporation seterusnya masuk ke evaporator untuk
dirubah lagi menjadi uap. Untuk merubah nya menjadi uap evaporator menyerap panas
disekelilingnya, karena evaporator diletakan didalam kulkas maka kulkas pun menjadi
dingin.

Untuk garis besar nya berikut urutan kerjanya. Freon masuk kompresor dalam bentuk uap
bertekanan dan temperatur rendah, keluar dalam bentuk uap bertekanan dan temperatur
tinggi kemudian masuk ke kondensor. Dari kondensor dalam bentuk cairan (temperatur dan
tekanan tinggi) ke katup ekspansi tekanan turun (bentuk uap dan cairan) masuk ke
evaporator. Dari evaporator keluar dalam bentuk uap dan masuk lagi kekompresor. Siklus
ini terus berulang.

C. Kerusakan dan cara memperbaiki sistem pendingin pada kulkas

12
Mesin kulkas tidak bekerja sedangkan saat socket ditancapkan pada stop kontak PLN
mesin kulkas tidak bekerja sama sekali ini menandakan adaya kerusakan pada mesin kulkas.
Motor tidak terdengar gerakannya, kompresor pun demikian ini. Jika menjumpai kerusakan-
kerusakan yang demikian ini, maka perlu diadakan perkiraan atau dugaan untuk mengetahui
penyebabnya. Umumnya, jika kulkas tidak bekerja meskipun kabel sudah tersambung ke stop
kontak mungkin disebabkan oleh hal-hal berikut.

a. starting pada kapasitor terbuka

b. overload terbuka

c. kontak pada relay terus terbuka

d. ada kabel socket yang putus

e. open sircuitnya pada strating wing tidak berkerja sama

sekali.

Apabila diduga ada kabel saluran menuju stop kontak yang terputus maka langkah-langkah
yang harus dilakukan sebagai berikut.

a. Memeriksa sambungan kabel dalam socket. Biasanya gangguan ada di daerah ini dengan
terputusnya kabel.

b. Memeriksa seluruh permukaan kabel mulai dari jack sampai ke mesin pendingin.

c. Memeriksa pula saluran yang menuju atau yang menempel pada dinamo. Mungkin pada tap-
tapnya terlepas.

Apabila diduga gangguan pada overload, biasanya tegangan menjadi turun bahkan lenyap sama
sekali. Hal-hal yang perlu dilakukan antara lain.

a. Memeriksa sumbertegangan.

b. Mengukur dengan menggunakan multitester untuk mengetahui tegangan yang masuk apakah
sesuai dengan kebutuhan mesin pendingin.

c. Mencari lokasi yang menyebabkan tegangan arus listrik menjadi menurun.

Kulkas tidak bekerja disebabkan pula karena starting kapasitor terbuka. Untuk melihat ini perlu
memeriksa kapasitornya. Jika ternyata sudah aus, maka harus diganti dengan yang baru. Jika
putus, cukup disolder. Selain itu, mungkin relay kontak terus membuka sehingga arus listrik
tidak bisa mengalir. Ini dapat mengakibatkan dinamo tidak mendapatkan tenaga dan tetap mati.
Langkah-langkah yang perlu dilakukan saeperti berikut.

a. Memeriksa kabel-kabel pada relay yang bersangkutan.

b. Memeriksa plat-plat apakah masih berfungsi.

13
c. Memeriksa sistem pengaturan, apakah normal.

Apabila mesin pendingin atau kulkastidakjalan mungkin juga sircuit pada startingnya
mengalami gangguan, tindakan yang harus dilakukan pemeriksaan bagian ini untuk memastikan
dugaan. Jika memang terdapat gangguan perlu dilakukan perbaikandengan cara pengaturan
yang disesuikan dengan petunjuk.

Gangguan lain pada mesin pendingin dapat berupasuara berisik. Apabila dijumpai kulkas yang
menimbulkan suara berisik hendaknyajangan dibiarkan. Kalau dibiarkan berlarut-larut
dikhawatirkan akan mempengaruhi unit lainnyasehingga timbul kerusakan baru. Sebaiknya
diperiksa. Kemungkinan-kemungkinan suara berisik pada mesin pendingin disebabkan oleh
hal-hal berikut.

• pipa yang berhimpitan dengan cabinet,

• sekrup atau baut yang kurang keras atau terlepas,

• kerusakan pada fan, dan

B. kerusakan pada kompresor.

Untuk menemukan penyebab suara berisik, langkah pertama dapat dilakukan pemeriksaan
pertama sistem pipa mesin pendingin. Mungkin adanya pipa-pipa yang berhubungan satu sama
lain diatur secara normal, sesuai dengan petunjuk yang berlaku (ukuran standar). Jika pipa
menempel padakabinet, hendaknyadijauhkan. Pemeriksaan dapat dilanjutkan dengan
mencermati seluruh rangkaianyang terpasang dengan baut atau sekrup. Mungkin ada sekrup
yang terlepas atau kurang keras sehingga menimbulkan suara berisik. Jika sekrup yang terlepas,
maka pasang kembali, Jika ada sekrup yang kurang kencang, hendaknya dipastikan kalau
pemasangan semua baut dan sekrup cukup sempurna.

• Mengamati pipa kompresi. Pada kompresor yang mas baik, saat ibu jari yang menutup pipa
kompre dilepaskan, terdapat letupan (tekanan) yang cuku kencang. Cara ini juga bisa dilakukan
pada bagia pipa isap atau pengisian (dua pipa yang lebih besj dibandingkan pipa kompresi).
Bedanya, ketika dua pip tersebut ditutup, tidak ada embusan udara samaseka dari pipa
kompresi.

• Jika hembusan lemah dari pipa kompresi (buka-tutu pipa kompresi dengan ibu jari),
dipastikan kondisi kle isap atau kompresi ataupun keduanya sudah rusal* Untuk mengganti
klep, kompresor harus dibelah ata dibuka terlebih dahulu dengan menggunakan garga besi.
Setelah klep terpasang, belahan kompreso disatukan kembali dengan pengelasan listrik. Periks;
kembali dan pastikan tidak ada kebocoron pad; pengelasan kompresor. Selanjutnya, nyalakai
kompresor dan lakukan pengetesan tekanan dar isapan dengan membuka-tutup pipa tekan atau
isar. menggunakan ibu jari. Membongkarmesin kompreso terlalu berisiko menyebabkan
kompresor bocor, bod) contact, bahkan tidak dapat digunakan lagi. Selain itu penggantian klep
kompresi dan isap tidak menjamir kompresor bertahan lama. Oleh sebab itu, agar sisterr bekerja
maksimal, sebaiknya kompresor digant dengan yang baru.

Jenis kerusakan lainnya sering kita jumpai adanya gangguan pada kompresor, yaitu tidak bisa
distart dan seringkali terdengar suara mendengung. Kerusakan ini mungkin disebabkan oleh
perawatan dan pemakaian yang salah, penurunan arustegangan listrik yang masuk ke mesin

14
motor (dinamo), kapasitor starting yang terbuka, relay kontak yang terus terbuka, open sircuit
pada starting winding, dan kumparan (spoel) korsleting dengan body, tekanan kompresor yang
baik melebihi batas, kompresor yang macet, dan kerusakan pada kapasitor starting. Untuk
mengatasi kerusakan ini antara lain perlu dilakukan pemeriksaanyang telititerhadap sistim
kelistrikan dan alat-alat yang berkaitan tersebut.

RELAY TERBAKAR

Jika bagian relay yang terbakar, maka mesin dinamo dan kompresor sama sekali tidak
berfungsi, atau bahkan sebaliknya bekerja trus-menerus tanpa berhenti secara otomatis. Hal ini
karena relay berfungsi untuk memutuskan arus yang masuk secara otomatis bila motor sudah
berputar sekian detik atau menit. Relaynya yang terbakar kemungkinan disebabkan oleh
adanya:

• arus tegangan yang rendah,

• arus tegangan yang melebihi batas,

• running capasitor yang tidak sesuai,

• start cycling,

• relay yang terus bergetar, dan

• relay yang tidak cocok dengan spoel running.

Tegangan rendah akan mengakibatkan relay terbakar. Tegangan yang kurang dari 10 persen
dari kebutuhan dinamo listrik, mengakibatkan dinamo bergerak lamban dan relay tidak bisa
memutus. Relay terus-menerus terkena arus yang akhirnya terjadi kebakaran pada bagian ini.
Langkah-langkah yang harus dilakukan adalah sebagai berikut.

• Mengukur arus tegangan dengan menggunakan multitester (pada voltmeter/AVC).

• Menaikkan tegangan, jika kurang dari sepuluh persen.

Sebaliknya, tegangan tinggi atau arus yang mengalir sangat kuatdan berlebih-lebihan
menyebabkan relay terbakar. Arus yang berlebihan menyebabkan beban yang sangat berat

pada rangkaian re/ayyang akhirnya terjadilah kerusakan. Bila yang dicurigai karena tegangan
berlebihan, maka langkah-langkah yang harus dilakukan sebagai berikut:

• Pengetesan atau pengukuran menggunakan multitester untuk memastikan apakah tegangan


benar-benar melebihi batas atau tidak (gunakan AVC).

• Jika memang benar ada tegangan yang tinggi melebihi kebutuhan (ratting dinamo) maka harus
diturunkan.

• Ganti relay dengan yang baru.

Relay yang terbakar bisa juga disebabkan karena running capasitor sesuai dan tidak cocok

15
sehingga cara kerjanya tidak normal. Langkah-langkah yang harus dilakukan adalah:

• Cocokkanlah running capasitor sesuai petunjuk atau pedoman.

• Bila memang kenyataannya tidak cocok sebaiknya diganti dengan running capasitor baru yang
cocok.

Keadaan yang terlalu sering start pada dinamo menyebabkan relay menjadi terbakar. Hal ini
karena relay tidak tahan dengan keadaan yang demikian itu. Cobalah melakukan tindakan
sebagai berikut:

• Periksalah relay tersebut apakah sjdah sesuai.

• Jika tidak cocok dan tidak sesuai sebaiknya diganti dengan yang baru.

• Periksa pula starting kapasitornya.

Relay yang bergetar akan menyebabkan hubungan pendek dan relay terbakar. Langkah-langkah
yang harus dilakukan adalah sebagai berikut:

• Sebelum memasang relay hendaknya dipasang dulu baut-baut dan mur pengikat serta plat-
platnya.

• Kencangkan atau keraskan dulu sebelum dipasang.

• Pemasangan pada rangkaian lain hendaknya dipastikan secara tepat dan keraskan baut-baut
yang berfungsi menempelkan relay tersebut.4

4
“Teknik Pendingin (Tugas Kuliah - 10 Oktober 2012)” dalam http://rekap-tugas-
kuliah.blogspot.com/2012/10/teknik-pendingin-tugas-kuliah-10.html di unduh 29 Desember 2014

16
BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan:

1. Kulkas atau lemari es adalah sebuah alat rumah tangga listrik yang menggunakan refrigerasi
(proses pendingin) untuk mendinginkan makanan dan minuman.
2. Cara kerja sistem pendingin pada lemari es yaitu, Freon masuk kompresor dalam bentuk
uap bertekanan dan temperatur rendah, keluar dalam bentuk uap bertekanan dan temperatur
tinggi kemudian masuk ke kondensor. Dari kondensor dalam bentuk cairan (temperatur dan
tekanan tinggi) ke katup ekspansi tekanan turun (bentuk uap dan cairan) masuk ke
evaporator. Dari evaporator keluar dalam bentuk uap dan masuk lagi kekompresor. Siklus
ini terus berulang.
3. Kerusakan pada sistem pendingin pada lemari es dapat terjadi pada komponen-komponen
sistem lemari es.Seperti relay terbakar,kompresor rusak,dll.

B. Saran:
Semoga pembaca khususnya calon insiyur teknik mesin yang akan datang dapat menciptakan
lemari es dengan sistem kerja yang lebih efisien bagi kebutuhan manusia.Dan berbagai
kerusakan yang terjadi pada sistem pendingin pada lemari es ini dapat dikurangi.

17
DAFTAR PUSTAKA

Paman Sam.2010. “Teori Dasar Kulkas”. (Online).(


http://trainingcenter1.blogspot.com/2010/09/sistem-kerja-lemari-es-dimulai-dari.html
)diunduh 20 Desember 2014
PERAWATAN KULKAS DAN AC.2011.“Sejarah,Fungsi dan Jenis Lemari
Es”.(Online).http://mymediashare.wordpress.com/2013/09/12/prinsip-kerja-kulkas-
refrigerator/ diunduh 2 Desember 2014
Tugas kuliah.2012.“Teknik Pendingin (Tugas Kuliah - 10 Oktober 2012)”.(Online)(
http://rekap-tugas-kuliah.blogspot.com/2012/10/teknik-pendingin-tugas-kuliah-10.html) di
unduh 29 Desember 2014
Wikipedia.2014.“Kulkas”.(Online).(http://id.wikipedia.org/wiki/Kulkas) diunduh 2 Desember
2014

18