Anda di halaman 1dari 4

SOP PENGUMPULAN DAN PEMBUANGAN

SPUTUM
No Dokumen : 05
STANDAR
No Revisi :
OPERASIONAL
Tanggal Terbit :
PROSEDUR
Halaman :
1. Pengertian Suatu tindakan untuk mengambil sampel sputum untuk pemeriksaan
diagnostik, meliputi :
1. Pemeriksaan BTA (Basil Tahan Asam).
2. Pemeriksaan Sitologi.
3. Pemeriksaan kultur dan sensitivitas.
4. Pemeriksaan Gram Stain : Bakteri gram negatif atau positif.
2. Tujuan 1. BTA : Mengidentifikasi basil tahan asampada klien yang diduga
menderita TBC, pemeriksaan ini dilakukan 3 hari secara berturut-
turut.
2. Sitologi : Mengidentifikasi adanya sel-sel ganas pada klien yang
dicurigai kanker paru.
3. Kultur dan sensitivitas : Untuk menegakkan diagnosis, menentukan
jenis mikroorganisme, dan menentukan sensitifitas klien terhadap
terapi antibiotik.
4. Gram Stain : Untuk mengidentifikasi gram negatif atau gram positif.
5. Terhindar dari infeksi
1. Kebijakan 1. Permenkes Nomor 908 Tahun 2010 tentang Pelayanan Keperawatan
Keluarga
2. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.HK.02.02 /
MENKES / 305 /2014 Tentang Pedoman Nasional Pelayanan
Kedokteran Tata Laksana Tuberkulosis.
3. Kemenkes RI.2015. Pencegahan Dan Pengendalian Infeksi
Tuberculosis
2. Referensi Sultan, Abib.2016. https://www.scribd.com/doc/316007563/SOP-
pengumpulan-sputum (online) diakses pada tanggal 09-03-018
3. Prosedur/ 1. Persiapan pasien.
Langkah- a. Menjelaskan tujuan dan prosedur yanga akan dilakukan sehari
langkah sebelum pemeriksaan, meliputi :
b. Sputum diambil pagi hari sebelum makan dan minum.
c. Posisi klien fowler atau semi fowlwer.
d. Mengajarkan klien nafas dalam dan batuk efektif melakukan
fisioterapi dada dan postural drainage (kalau perlu).
e. Menganjurkan klien untuk banyak minum pada malam sebelum
tidur (bila tidak ada kontaindikasi).
f. Khusus untuk pemeriksaan sputum BTA dilakukan 3 kali/hari
berturut-turut.
g. Beritahu pasien tentang pentingnya mendapatkan dahak yang
berkualitas untuk menentukan penyakitnya.
h. Anjurkan pasien untuk berdahak dalam keadaan perut kosong
dan membersihkan rongga mulut dengan berkumur air bersih.
i. Dahak merupakan bahan infeksius maka anjurkan pasien untuk
berhati hati saat berdahak dan mencuci tangan dengan sabun
setelah selesai.
j. Anjurkan pasien membaca prosedur tetap pengumpulan dahak.
2. Persiapan alat
a. Siapkan pot dahak kecil.
b. Beri identitas pada badan pot dahak; tuliskan identitas pasien dan
tambahkan huruf A pada pot dahak yang diambil sewaktu dan
huruf B pada dahak yang diambil pagi hari. Stiker atau tulisan
ditempelkan pada badan pot jangan pada tutup pot.
c. Pengambilan dahak untuk diagnose TB adalah 3 x ( SPS) yaitu
sewaktu – pagi – sewaktu.
d. Tulis identitas pasien dan tanggal pengambilan dahak pada
formulir TB 05/ TB 05 MDR; TB 04.
3. Cara mengeluarkan dahak yang benar :
a. Kumur kumur dengan air bersih sebelum mengeluarkan dahak.

b. Pasien dianjurkan olah raga ringan seperti lari lari kecil atau
petugas memberikan tepukan ringan dengan kedua tangan
petugas pada punggung pasien selam 3-5 menit.

c. Atur posisi pasien dalam keadaan setengah duduk di tempat


tidur atau dalam posisi duduk dengan nyaman

d. Bimbing pasien untuk menarik nafas dalam 4-5 kali

e. Menyururuh pasien untuk menahan napas selama 1-2 detik pada


tarikan terakhir

f. Bimbing pasien untuk menagngkat bahu, dada dilonggarkan dan


batukan dengan kuat (tampung sputum pada pot sputum dan lap
muka atau sekitar muka dengan tissue
4. Selanjutnya dilakukan penilaian dahak scr makroskopis
tanpa membuka tutup pot ; adapum yang diamati adalah
volume ± 3 – 5 ml , dahak kental berwarna hijau kekuningan
( mukopurulen)
5. Setelah menilai kualitas dahak segera mencuci tangan dengan
air dan sabun

6. Semua pasien yang diduga menderita TB paru harus


menjalani pemeriksaan dahak mikroskopis minimal 2 kali
dan sebaiknya 3 kali; salah satu spesimen yang diambil harus
berasal dari dahak pagi hari.
7. Sewaktu pagi : dahak dikumpulkan pada saat suspek TB
datang berkunung pertama kali. Pada saat pulang suspek
membawa sebuah pot dahak untuk mengumpulkan dahak
pagi hari kedua.
8. Pagi : dahak dikumpulkan di rumah pada pagi hari kedua
segera setelah bangun tidur. Pot dahak dibawa dan
diserahkan sendiri kepada petugas laboratorium.
9. Sewaktu kedua : dahak dikumpulkan di laboratorium pada
hari kedua saat menyerahkan dahak pagi.
Pembuangan Sputum
1. Instruksikan kepada pasien untuk membuang sputum setelah pot
sputum terisi penuh ke wastafel menggunakan air mengalir
2. Cara membersihkan pot sputum untuk digunakan kembali :
a. Setelah sputum dibuang, cuci pot sputum dengan air dingin,
kemudian bilas dengan air panas
b. Letakkan pot sputum pada larutan cairan desinfektan
creosol/klorin selama 2 jam
c. Bersihkan sisi dalam dan luar pot sputum dengan
menggunakan sabun dan air hangat
d. Bilas menggunakan air panas
e. Jemur pot sputum di bawah panas matahari
f. Hal-hal yang perlu diperhatikan
g. Pastikan pot sputum tertutup rapat setelah digunakan

4. Diagram Unit terkait


Alir Posisi yang nyaman Dalam Gedung :
bagi klien 1. BP
2. KIA
3. P2M
4. Kesling
5. Lansia
Pelaksanaan dari persipan
6. MTBS
sampai pembuangan sputum
Luar Gedung
1. Keluarga
2. RT
Posisi Semula 3. RW
Desa

Evaluasi respon klien