Anda di halaman 1dari 4

HIV/AIDS TANPA KOMPLIKASI

No. Dokumen :

No. Revisi :
SOP
Tanggal Terbit :

Halaman :

Kepala UPT Puskesmas


Banjarangkan II
UPT. PUSKESMAS
BANJARANGKAN II

dr. Maria Wahyu Daruki


NIP. 197907292009022002

1. Pengertian HIV adalah Human Immunodeficiency Virus yang menyerang sel-sel


kekebalan tubuh. Sedangkan AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome)
adalah kumpulan gejala akibat penurunan kekebalan tubuh yang disebabkan
oleh infeksi HIV
2. Tujuan Sebagai acuan dalam menerapkan langkah penentuan diagnosis HIV AIDS
tanpa komplikasi di lingkungan Puskesmas Banjarangkan II
3. Kebijakan SK Kepala Puskesmas tentang Kebijakan Tahap Pelayanan Klinis

4. Referensi 1. Kementerian Kesehatan RI & PB Ikatan Dokter Indonesia. Panduan Praktik


Klinis bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Primer. Edisi Revisi.
2014: Hal 77-82.
2. Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan.
Pedoman Nasional Tatalaksana Infeksi HIV dan Terapi Antiretroviral pada
Orang Dewasa. Jakarta: Kemenkes. 2011.
3. Djoerban, Z., Djauzi, S. HIV/AIDS di Indonesia. Dalam: Sudoyo, A.W.,
Setiyohadi, B., Alwi, I., Simadribrata, M., Setiati, S. Buku Ajar Ilmu
Penyakit Dalam. 4thEd. Vol II. Jakarta: Pusat Penerbitan Departemen Ilmu
Penyakit Dalam FKUI. 2006: Hal 1825-30.

1
5. Prosedur dan Alat :
Langkah- - Stetoskop
langkah - Tensimeter
- Termometer
- Alat Pelindung Diri

Langkah :
1. Petugas mencuci tangan dan menggunakan alat pelindung diri
2. Petugas melakukan anamnesis yang mendetail (demam terus-menerus > 1
bulan, diare terus-menerus > 1 bulan, kehilangan BB > 10% dari BB
dasar).
3. Petugas melakukan pemeriksaan fisik yang menentukan adanya infeksi
HIV/AIDS tanpa komplikasi.
4. Petugas menyarankan konseling dengan konselor HIV
5. Petugas konselor merujuk pasien ke laboratorium puskesmas untuk
pemeriksaan darah HIV
6. Petugas laboratorium membawa hasil pemeriksaan darah ke konselor
7. Konselor merujuk pasien kembali ke poli umum/balai pengobatan
8. Jika pasien didiagnosis dengan HIV, pasien dirujuk ke pelayanan
kesehatan tingkat lanjut
9. Jika pasien tidak didiagnosis dengan HIV, pasien diterapi sesuai dengan
pedoman yang berlaku
10. Petugas kembali mencuci tangan setelah pemeriksaan dan melepas semua
alat pelindung diri
11. Petugas mencatat semua temuan yang didapat di rekam medis serta
mencatat data pasien di register pasien
6. Bagan Alir
Mencuci tangan dan
Menggunakan APD

Melakukan Anamnesis

Melakukan Pemeriksaan Fisik

Menyarankan Konseling
dengan Konselor HIV

2
Bagan Alir
(Lanjutan)

Melakukan Konseling dengan


Konselor HIV

Konselor Merujuk Pasien ke


Laboratorium

Petugas Lab Menyerahkan


Hasil ke Konselor

Konselor Merujuk ke Poli


Umum/Balai Pengobatan

Diagnosis
HIV ?

tidak ya

Memberi Terapi Rujuk ke Faskes


sesuai Pedoman Tingkat Lanjut

Petugas Mencuci Tangan dan


Melepas Alat Pelindung Diri

Petugas Mencatat di Rekam


Medis dan Register Pasien

3
7. Hal-hal yang
perlu
diperhatikan

8. Unit terkait 1. Poli Umum/Balai Pengobatan


2. Konselor HIV
3. Laboratorium
4. Rumah Sakit Rujukan

9. Dokumen 1. Rekam Medis


Terkait 2. Register Pasien

10. Rekaman No. Yang Diubah Isi Perubahan Tanggal Mulai


Historis Diberlakukan
Perubahan