Anda di halaman 1dari 11

Studi Kelayakan Jembatan Kembar

Mahakam Samarinda

Ringkasan eksekutif
Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk atau dikenal dengan nama PP (Persero) Tbk (PTPP)
didirikan 26 Agustus 1953 dengan nama NV Pembangunan Perumahan, yang merupakan hasil
peleburan suatu Perusahaan Bangunan bekas milik Bank Industri Negara ke dalam Bank
Pembangunan Indonesia, dan selanjutnya dilebur ke dalam P.N.Pembangunan Perumahan, suatu
Perusahaan Negara yang didirikan tanggal 29 Maret 1961. Kantor pusat PTPP beralamat di Jl.
Letjend. TB Simatupang No. 57, Pasar Rebo – Jakarta Timur 13760 – Indonesia.

PT PP Properti Tbk didirikan Tahun 2013 sesuai Akta Pendirian Perseroan Terbatas No.18
tanggal 12 Desember 2013 dibuat dihadapan Ir. Nanette Cahyanie Handari Adi Warsito, S.H.
yang telah mendapat pengesahan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor AHU-
04852.AH.01.01.Tahun 2014 tanggal 5 Februari 2014 ("PP Properti") yang merupakan
pemisahan divisi properti dari PT PP (Persero) Tbk yang telah ada sejak tahun 1991.

PT PP Properti Tbk mengintegrasikan pengembangan yang didukung dengan adanya fasilitas


yang beragam dan lengkap sehingga menjadikan penghuninya berkembang sehat lahir batin.
Lebih dari 20 (dua puluh) tahun PT PP Properti Tbk (yang merupakan pemisahan dari Divisi
Properti dari PT PP (Persero) Tbk) telah mengembangkan kemampuannya di segala bidang,
antara lain membangun Perumahan Otorita Jatiluhur tahun 1991, pengembangan kawasan
Cibubur tahun 1991 – 2004, Apartemen Paladian Park di Kelapa Gading, Juanda business center
di Surabaya dan pembangunan serta pengelolaan Park Hotel Jakarta tahun 2010 dan Park Hotel
Bandung tahun 2012. PT PP Properti Tbk memiliki 3 (tiga) unit Bisnis, yaitu Komersial,
Residensial dan Hotel. PT PP Properti Tbk berkomitmen untuk terus mengembangkan bisnisnya
dengan mengkombinasikan segala pengetahuan dan kemampuan karyawannya, dari segi desain
maupun kualitas pembangunan yang semakin baik dan juga berkomitmen kepada pelanggan
serta pemasoknya.

PT. Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk. (PTPP) beroperasi sebagai Badan Usaha Milik
Negara (BUMN) yang bergerak di bidang pelayanan konstruksi umum, pengaturan
pengembangan bisnis dan juga perusahaan investasi. Pada tahun 1953, PTPP dipercayakan untuk
membangun rumah bagi para petugas PT. Semen Gresik Tbk. Seiring dengan meningkatnya
kepercayaan, PTPP menerima tugas untuk membangun proyek-proyek besar yang berkaitan
dengan kompensasi perang yang dibayarkan Pemerintah Jepang kepada Republik Indonesia,
yaitu: Hotel Indonesia, Bali Beach Hotel, Ambarukmo Palace Hotel dan Samudera Beach Hotel.
Pada tahun 1991, PTPP diversifikasi bisnisnya, termasuk sewa ruang kantor di Plaza PP dan
pengembangan bisnis realty di daerah Cibubur. PTPP tercatat di Bursa Efek Indonesia di tahun
2010 pada Papan Pengembangan. Perusahaan didirikan pada tahun 1953 dan berpusat di Jakarta,
Indonesia.
Profil pengusul proyek
LATAR BELAKANG

Keberhasilan pembangunan tidak terlepas dari peran serta secara aktif sektor transportasi.
Dimana sektor transportasi merupakan urat nadi kehidupan ekonomi, sosial, budaya, politik dan
pertahanan-keamanan. Pembangunan sektor transportasi diarahkan pada terwujudnya sistem
transportasi yang handal, berkemampuan tinggi dan diselenggarakan secara terpadu, tertib,
lancar, nyaman; sekaligus dapat menggerakkan dinamika pembangunan, mobilitas barang,
manusia dan jasa. Diperlukan pula untuk mendukung pengembangan wilayah dan
pembinaan keakraban antar kelompok masyarakat.

Jembatan adalah suatu konstruksi yang dibangun untuk melewati massa (lalu-lintas, air) di atas
suatu penghalang. Semakin lebar halangan yang harus dilewati, makin besar panjang
jembatan yang dibutuhkan. Jembatan yang dibangun harus direncanakan untuk mampu
melewatkan lalu-lintas yang dilayaninya dengan aman dan nyaman. Jembatan merupakan bagian
dari suatu ruas jalan, sehingga keberadaan suatu jembatan tidak dapat berdiri sendiri melainkan
bagian dari suatu sistem jaringan jalan. Prinsip dasar dalam pembangun an jembatan adalah
jembatan untuk jalan raya, tetapi bukan jalan raya untuk jembatan. Dengan demikian
perencanaan jembatan merupakan bagian dari perencanaan jaringan jalan.

Di Kota Samarinda, dimana terdapat beberapa sungai besar, jembatan merupakan prasarana
dasar yang sangat penting untuk menghubungkan dua wilayah yang dipisahkan sungai-
sungai tersebut. Dengan adanya jembatan, diharapkan aktivitas ekonomi pada daerah
sekitar (daerah pengaruh) dapat lebih berkembang, sehingga pada akhirnya akan
meningkatkan taraf hidup masyarakat di daerah sekitarnya.

Salah satu tahapan penting dalam proses pembangunan jembatan adalah tahap Studi Kelayakan,
dimana semua aspek ditinjau untuk memastikan bahwa proses pembangunan jembatan dapat
dilanjutkan atau tidak serta untuk mengetahui kapan jembatan tersebut dibutuhkan.
Perkembangan ekonomi Kota Samarinda semakin pesat, kendaraan semakin banyak, sementara
jembatan penyemberangan Sungai Mahakam di Kota Samarinda hanya satu.

Tingkat kemacetan lalu-lintas di Kota Samarinda semakin bertambah dari tahun ke tahun serta
terjadinya kemacetan lalu-lintas yang sangat luar biasa. Kemacetan ini terjadi juga di jembatan
Mahakam, dimana terjadi penumpukan kendaraan terutama pukul 07 pagi dan pukul 16 – 19
sore, serta setiap hari sabtu dan minggu jumlah kendaraan roda empat dari luar kota yang ingin
masuk ke Kota Samarinda melalui jembatan Mahakam sangat banyak, sehingga menimbulkan
antrean panjang dan sering menyebabkan kemacetan. Pergerakan orang dan barang yang
mempergunakan penyeberangan sungai pada saat ini memerlukan waktu yang cukup lama,
dengan adanya jembatan waktu tempuh relatif cepat dengan demikian semakin murahnya biaya
transportasi. Memberikan kontribusi terhadap pendapatan Pemerintah Kota melalui pembayaran
tarif jembatan, sehingga akan meningkatkan kelayakan finasial dari pembangunan jembatan
Kembar Mahakam.

MAKSUD DAN TUJUAN

Maksud dari kegiatan feasibility studi ini adalah untuk memperhitungkan layak atau tidak
layaknya jembatan Kembar Mahakam tersebut ditinjau dari berbagai aspek dan kepentingan.
Adapun tujuan dari studi ini adalah menyediakan pedoman berupa informasi yang
diperlukan bagi studi kelayakan jembatan Kembar Mahakam yang mencakup analisis tentang
kelayakan, sampai seberapa jauh (target year) jembatan Kembar Mahakam tersebut dapat
dimanfaatkan / dikembangkan guna melayani permintaan kebutuhan jasa pelayanan jembatan
pada saat ini dan pada masa yang akan datang sesuai dengan ketentuan yang telah
dipersyaratkan untuk mewujudkan kondisi jembatan yang ideal sehingga dapat mencapai
pelayanan fungsi jalan yang lancar, aman, nyaman, efektif dan optimal.

Sasaran dari kegiatan feasibility studi Jembatan Kembar Mahakam adalah :


1. Tersedianya acuan rencana struktur jembatan yang mampu memikul beban lalu-lintas di
atasnya;
2. Tersedianya acuan rencana kapasitas jembatan yang memadai dalam melayani volume
lalu-lintas serta sesuai dengan standar;
3. Tersedianya acuan rencana jembatan yang mampu memikul beban primer dan beban
sekunder sesuai standar yang berlaku;
4. Tersedianya acuan rencana jembatan yang memenuhi aspek estetika struktur namun
proposional dengan biaya.
RUANG LINGKUP KEGIATAN
Lingkup pekerjaan studi kelayakan ini meliputi secara pokok sebagai berikut:
a. Pengumpulan Data dan Informasi

- Data fisiografi/topografi
- Data iklim/meteorologi
- Data rencana tata ruang daerah
- Data utilitas (kapasitas dan jaringan)
- Data lalu lintas
- Data kependudukan
- Data-data lainnya yang diperlukan
Pengumpulan data dan informasi tersebut dapat diperoleh melalui survey lapangan, survey ke
instansi-instansi terkait dan perpustakaan.
b. Peramalan arus lalu-lintas berdasarkan analisa potensi daerah (pertanian, perkebunan,
peternakan, perikanan dan pariwisata) dan lain-lain.
Hasil Perkiraan arus lalu-lintas tersebut di atas antara lain:
1. Arus pergerakan kendaraan tahunan
2. Arus pergerakan penumpang tahunan
3. Arus pergerakan barang tahunan
4. Jalur transpotasi
5. Dan lain-lain

c. Analisa meliputi:
1. Analisa untuk menghitung tingkat tuntutan akan angkutan darat.
2. Analisa batas-batas Kawasan Keselamatan Operasi kendaraan sekitar jembatan.
3. Analisa kebutuhan dan kapasitas jalan serta kemungkinan pengembangan
4. Analisa kebutuhan dan kapasitas fasilitas terminal dan bangunan pendukung lainnya
5. Analisa kebutuhan dan kapasitas fasilitas telekomunikasi, navigasi darat dan penyediaan
listrik
6. Analisa kebutuhan fasilitas dan kapasitas jembatan dan parkir kendaraan
7. Analisa tentang seberapa jauh kondisi lingkungan di sekitar jembatan (pengembangan kota
dan lain-lain) membatasi/merupakan kendala bagi jebatan.
8. Analisa tentang kelayakan sampai seberapa jauh tahun sasaranyang ada dapat dikembangkan
dan dimanfaatkan secara optimal

d. Rencana Tata Letak jembatan Kembar Mahakam yang dibangun meliputi:


1. Rencana tata guna tanah
1. Rencana tata letak fasilitas
2. Jadwal waktu dan tahapan pembangunan
3. Pembiayaan pembangunan

e. Rekomendasi Tingkat Pengembangan


1. Tingkat pengembangan jangka panjang
2. Tingkat jangka menengah
3. Tingkat pengembangan jangka pendek

Secara umum suatu studi kelayakan Jembatan Kembar Mahakam, terdiri atas 3 (tiga) komponen
utama yaitu :
a. Analisis Kebutuhan
Hal paling penting yang harus dikaji dalam studi kelayakan Jembatan Kembar
Mahakam adalah perlu diketahui besarnya demand lalu-lintas yang akan menggunakan
jembatan tersebut jika jembatan tersebut dibangun. Jika ternyata kebutuhan tersebut tidak
mencapai level yang diharapkan, maka rencana investasi sebaiknya ditinjau kembali.
Data-data yang dibutuhkan didapat dengan melakukan survey/pengumpulan data
sekunder maupun primer serta kajian yang tepat.
a. Kelayakan Teknis
Secara teknik perlu dilakukan kajian terhadap lokasi investasi yang tepat serta solusi-
solusi teknik dalam pelaksanaan tersebut. Jembatan terencana lokasi terbaik adalah
Jembatan Kembar Mahakam didapatkan di samping Jembatan Mahakam perrtama, yang
dilanjutkan dengan keterkaitan jaringan jalan eksisting, tipe struktur yang mungkin
digunakan, biaya yang diperlukan, dan kemampuan melaksanakan pekerjaan tersebut.
b. Kelayakan Finansial
Berdasarkan estimasi yang dilakukan untuk 2 aspek di atas, analisis kelayakan finansial
dapat dilakukan. Hal-hal yang perlu diketahui adalah :
- Start-Up Costs,
- Operating Costs,
- Revenue Projections,
- Sources of Financing,
- Profitability Analysis.

KELUARAN
1) Analisis Kelayakan Teknis
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam analisis ini antara lain meliputi :
a. Kondisi fisik dan daya dukung lahan dilokasi rencana pembangunan Jembatan Kembar
Mahakam.
b. Analisis topografi permukaan lahan rencana lokasi Jembatan Kembar Mahakam.
c. Keterpaduan rencana pembangunan lokasi Jembatan Kembar Mahakam dengan Rencana
Tata Ruang Wilayah (RTRW) di Propinsi / Kota setempat.

2) Analisis Kelayakan Operasional


Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam kelayakan operasional antara
lain,meliputi:
a. Analisis jenis kendaraan yang akan yang beroperasi di Jembatan Kembar Mahakam
tersebut.
b. Analisis pengaruh cuaca.

3) Analisis Kelayakan Lingkungan


Hal-hal yang perlu mendapatkan perhatian berkenaan dengan kelayakan lingkungan adalah
melakukan identifikasi dampak besar dan penting, antara lain meliputi :

- Identifikasi prakiraan besar dan pentingnya dampak kebisingan serta polusi.


- Identifikasi prakiraan besar dan pentingnya dampak sosial, ekonomi dan
budaya,khususnya berkenaan dengan pemindahan penduduk serta perubahan
peruntukan lahan.
- Identifikasi prakiraan besar dan pentingnya dampak terhadap flora dan fauna.
- Identifikasi prakiraan besar dan pentingnya dampak kimia fisik akibat perubahan
bentuk bentang alam serta transportasi materian galian / timbunan dan bahan
bangunan.
- Identifikasi prakiraan besar dan pentingnya dampak tersebut diatas mencakup 3
(tiga) periode waktu, yaitu :
a) Pra Konstruksi,
b) Konstruksi,
c) Pasca Konstruksi.

4) Analisis Kelayakan dari Segi Angkutan darat


Hal-hal yang perlu mendapatkan perhatian dalam kelayakan dari segi angkutan darat antara
lain meliputi :

- Analisis prakiraan kebutuhan jasa angkutan darat di Kota Samarinda.


- Analisis kemungkinan adanya perusahaan/investor jembatan yang akan bersedia
berinvestasi.
5) Analisis Kelayakan Ekonomi dan Finansial
Hal-hal yang perlu mendapatkan perhatian dalam kelayakan ekonomi an finansial,
Kelayakan ekonomi mencakup hal-hal sebagai berikut :
a) Analisis perbandingan kondisi pertumbuhan ekonomi di Kota Samarinda apabila
tidak ada Jembatan Kembar Mahakam.
b) Analisis kajian biaya yang akan dikeluarkan dan manfaat yang akan diperoleh
Pemerintah Daerah dan masyarakat setempat, apabila dibangun / dikembangkan
Jembatan Kembar Mahakam.
c) Analisis Economic Internal Rate of Return (EIRR) terhadap rencana
pembangunan/studi kelayakan dan pemilihan lokasi Jembatan Kembar Mahakam.

6) Prakiraan Kebutuhan Biaya


Prakiraan biaya pembangunan agar dibuat secara rinci disesuaikan dengan pentahapan
pembangunan Jembatan Kembar Mahakam yang optimal berdasarkan kebutuhan
operasional dan standar satuan harga terakhir yang ditetapkan oleh pemerintah daerah
setempat dan atau satuan harga pasar yang berlaku. Alternatif lokasi dipilih berdasarkan
parameter-parameter penting yang perlu diperhatikan. Kemudian dilakukan evaluasi dengan
cara memberikan bobot serta penilaian tingkat kesesuaian dari masing-masing alternatif
lokasi terhadap parameter-parameter yang ditetapkan.
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Berdasarkan dari uraian kegiatan di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa perencanaan sebuah
pembangunan jembatan harus melalui beberapa tahapan salah satunya ialah dengan membuat
studi kelayakan suatu proyek, dalam hal ini adalah pembanguna jembatan Kembar Mahakam.
Dilihat dari berbagai aspek, yakni kelayakan teknik, operasional, lingkungan, angkutan darat
ekonomi dan finansial, makan jembatan Kembar Mahakam layak untuk dibangun dan diharapkan
selesai tepat pada waktunya dan sesuai denagan anggaran biayaya yang talah ditetapkan.

Saran
Sebaiknya penulisan studi kelayakan ini mengambil reverensi yang lebih banyka lagi dan sumber
yang lebih terpecaya, sehingga data yang disajikan dapat dipertanggung jawabkan.
Lampiran