Anda di halaman 1dari 20

1.

1 FORMULA
R/ Vitamin B1 25 mg
Avicel 102 : Manitol 35 : 65
Mg Stearat 0,5%
Talk 2%

1.2 METODE
Metode yang digunakan untuk pembuatan tablet vitamin B1 ini adalah
metode kempa langsung.

1.3 ALASAN PEMILIHAN FORMULA DAN METODE


Dibuat tablet vitamin B1 dimana zat aktif yang digunakan yaitu vitamin B1,
avicel 102 sebagai zat pengikat dikarenakan avicel 102 cocok digunakan pada
pembuatan tablet dengan metode granulasi basah maupun kempa langsung,
manitol sebagai zat pengisi dikarenakan manitol cocok digunakan sebagai pengisi
dengan metode pembuatan tablet secara granulasi basah atau kempa langsung
serta dapat dicampurkan dengan zat aktif yang sensitif terhadap lembab, Mg
stearat sebagai antiadherents, dan talkum sebagai antiadherents.
Metode yang digunakan pada pembuatan tablet vitamin B1 yaitu metode
kempa langsung. Metode Kempa Langsung, yaitu pembuatan tablet dengan
mengempa langsung campuran zat aktif dan eksipien kering, tanpa melalui
perlakuan awal terlebih dahulu. Metode ini merupakan metode yang paling
mudah, praktis, dan cepat pengerjaannya. Jika dilihat dari keuntungannya, lebih
ekonomis karena validasi proses lebih sedikit lebih singkat prosesnya.
Penggunaan metode kempa langsung dapat digunakan pada massa cetak
fase dalam yang memiliki distribusi ukuran dimana ukuran didominasi oleh satu
ukuran yang berarti homogeny. Selain itu, zat aktif yang akan dibuat tablet harus
memiliki dosis yang cukup kecil sehingga cocok untuk dilakukan kempa
langsung.

1.4 MONOGRAFI
1.4.1 Vitamin B1 (Thiamine)

1
Gambar 1.4.1 Struktur Thiamine
(Sumber: The Vitamin B1 Content of Foods in Terms of Crystallin
Thiamin. Booher, Lela E. 1939)
Tiamina Hidroklorida : Mengandung tidak kurang dari 98,0% dan
tidak lebih dari 101,0% C12H17CIN4OS,HCl,
dihitung terhadap zat yang telah
dikeringkan.
Pemerian : Hablur kecil atau serbuk hablur; putih; bau
khas lemah mirip ragi; rasa pahit.
Kelarutan :Mudah larut dalam air, sukar larut dalam
etanol (95%)P; praktis tidak larut dalam
eter P dan dalam benzen P; larut dalam
gliserol P.
Susut Pengeringan :Tidak lebih dari 5%; pengeringan
dilakukan pada suhu 150° selama 2 jam,
menggunakan 500mg.
Penyimpanan :Dalam wadah tertutup baik, terlindung dari
cahaya.
Khasiat dan penggunaan :Antineuritikum, komponen vitamin B
kompleks. (Ditjen POM, 1979)
Dosis :Pada pengobatan defisiensi tiamin kronis
dosis oral 10-25mg sehari dapat sekali atau
dibagi. (Martindale, 1982)

1.4.2 Avicel 102

2
Gambar 1.4.2 Struktur Avicel 102
(Sumber: Handbook of Pharmaceutical Excipient. Rowe,20009)
Rumus Molekul : (C6H10O5)n dimana n = 220
Berat Molekul : 36000
Kegunaan : Adsorbent, suspending agent; diluent tablet dan
kapsul, disintegrant. Aplikasi pada foemulasi
farmaseutikal atau teknologi selulosa mikrokristal
secara luas digunakan dalam farmaseutikal,
terutama sebagai binder atau diluent pada tablet
oral dan formulasi kapsul yang diguanakan pada
metode granulasi basah dan proses kempa
langsung. Selain penggunaannya sebagai binder
atau diluent, selulosa mikrokristal juga mempunyai
lubrikan dan glidan yang dapat berguna pada
pembuatan tablet
Pemerian : Selulosa Mikrokristal dimurnikan, sebagian
selulosanya dipolimerisasi menjadi warna putih,
tidak berbau, tidak berrasa, berbentuk serbuk
kristal terdiri dari partikel-partikel berpori. Secara
umum, selulosa mikrokristal terdapat dalam ukuran
preatikel yang berbeda-beda dan tingkat
kelembaban yang mempunyai khasiat dan
kegunaan yang berbeda-beda.
Berat jenis ruah : 0.28–0.33g/cm3
Berat jenis sejati : 1.420–1.460g/cm3
Titik leleh : 260–270℃
Tabel 1.4.1 Kegunaan Selulosa Mikrokristal
Kegunaan Konsentrasi (%)

3
Adsorbent 20-90
Antiadherent 5-20
Binder/diluent kapsul 20-90
Disintegrant tablet 5-15
Binder/diluent tablet 20-90
(Rowe, 2009)
1.4.3 Manitol

Gambar 1.4.3 Struktur Manitol


(Sumber: Handbook of Pharmaceutical Excipient. Rowe, 2009)
Rumus Molekul : C6H14O6
Berat Molekul : 182.17
Kegunaan : Pada sediaan farmaseutikal manitol digunakan
sebagai diluent (10-90% b/b) pada formula tablet
dalam kadar tertentu karena tidak higroskopik
sehingga dapat digunakan dengan bahan-bahan
aktif yang peka terhadap kelembaban. Manitol
dapat digunakan pada pembuatan tablet secara
kempa langsung atau granulasi basah. Manitol
umumnya digunakn sebagai eksipien dalam tablet
kunyah.
Pemerian : Serbuk kristal atau butiran yang mengalir bebas,
putih, tidak berbau, rasa manis.
Berat jenis ruah : 0.430g/cm3 untuk serbuk dan 0.7 g/cm 3 untuk
granul.
Berat jenis ketuk : 0.734g/cm3 untuk serbuk dan 0.8g/cm3 untuk
granul
Berat jenis sejati : 1.514g/cm3
Titik leleh : 166-168℃
(Rowe,2009)
1.4.4 Mg Stearat
Rumus Molekul : C36H70MgO4
Kegunaan : Lubrikan tablet dan kapsul. Magnesium stearat
banyak digunakan dalam kosmetik, makanan, dan

4
formulasi farmasi. Ini terutama digunakan sebagai
pelumas dalam pembuatan kapsul dan tablet pada
konsentrasi antara 0,25% dan 5,0% b/b.
Pemerian : Serbuk halus, berwarna putih, bau samar asam
stearat, rasa khas.
Berat jenis ruah : 0.159g/cm3
Berat jenis ketuk : 0.286g/cm3
Berat jenis sejati : 1.092g/cm3
Titik leleh :117-150℃
(Rowe, 2009)
1.4.5 Talk
Kegunaan : Agen anticaking, glidan, diluen
tablet dan kapsul, lubrikan tablet
dan kapsul.
Pemerian : Serbuk putih halus, putih keabu-
abuan sampai putih, tidak berbau,
mudah lengket ke kuli, lembut.
Stabilitas dan penyimpanan : Stabil dan dapat disterilkan dengan
pemanasan pada 160℃ selama tidak
kurang dari 1 jam, juga dapat
disterilkan dengan paparan etilena
oksida atau iradiasi gamma. Talk
harus disimpan dalam wadah
tertutup baik di tempat yang sejuk
dan kering.
Tablet 1.4.2 Kegunaan dari Talk
Kegunaan Konsentrasi (%)
Dusting powder 20-90
Lubrikan tablet dan kapsul 5-20
Diluent tablet dan kapsul 20-90
(Rowe,2009)

1.5 PERHITUNGAN BAHAN


Tiap tablet Vit. B1 mengandung Vit. B1 : 25 mg
Bobot tablet yang akan dibuat : 200 mg
Jumlah tablet yang akan dibuat : 500 tablet

Untuk tiap tablet:


Vitamin B1 : 25 mg
Avicel + Manitol : 200 mg - (25+1+4) = 170 mg

5
Avicel 102 : 0,35 x 170 mg = 59,5 mg
Manitol : 0,65 x 170 mg = 110,5 mg
Mg stearat : 0,5 gram
Talk : 2 gram

Untuk 500 tablet:


Vitamin B1 : 25 mg x 500 = 12500 mg = 12,5 gram
Avicel 102 : 59,5 mg x 500 = 29750 mg = 27,75 gram
Manitol :110,5 mg x 500 = 55,250 mg = 55,25 gram
Mg stearat : :
0,5 x 96,296 mg = 0,494 gram
Talk
2 x 96,296 mg =
97,5 1,976 gram

97,5

1.6 PENIMBANGAN BAHAN


Vitamin B1 : 12,5 gram
Avicel 102 : 27,75 gram
Manitol : 55,25 gram
Mg stearat : 0,494 gram
Talk : 1,976 gram

1.7 PROSEDUR KERJA


1.7.1 Evaluasi Masa Siap cetak Tablet
A. Distribusi Ukuran
Ayakan dengan nomor mesh 40, 80, 120 dan 200 disusun dari
atas nomor mesh terkecil sampai terbesar. Kemudian sebanyak
campuran serbuk ditimbang dan dimasukkan ke atas ayakan lalu
digoyangkan. Masing-masing serbuk yang tertinggal di ayakan
ditimbang kembali dan dihitung distribusi partikel setiap ayakan.
B. Kompresibilitas
Sampel berupa massa serbuk sebanyak 20 gram dimasukkan
ke dalam gelas ukur, kemudian diukur volumenya, dicatat sebagai
volume curah. Gelas ukur diletakkan di atas lap atau kain,
kemudian dimampatkan dengan diketuk secara berulang hingga
volume konstan, dan dicatat sebagai voume mampat. Kemudian
dihitung nilai kompresibilitas dan Rasio Hausner.

6
C. Laju Alir dan Sudut Istirahat
Sampel serbuk ditimbang sebanyak 20 gram, lalu dimasukkan
ke dalam corong getar dengan kondisi lubangnya tertutup. Dibuka
tutup corong dan dihitung waktu yang dibutuhkan oleh serbuk
untuk keluar sepenuhnya dari corong. Nilai kecepatan alir dihitung
dari serbuk yang keluar dari corong getar dan diukur diameter
curahan serbuk dengan mengukur diameter dari garis potong, lalu
dihitung rata-rata diameter dalam nya serta sudut istirahat.
1.7.1 Pembuatan Tablet
Fase dalam ditimbang terlebih dahulu. Masing-masing fase dalam
dicampurkan dengan cara Manitol dimasukkan ke dalam wadah, lalu
ditambahkan Avicel 102, dan dihomogenkan. Vitamin B1 sebagai zat aktif
dimasukkan dalam wadah, dan dihomogenkan kembali. Kemudian
campuran diayak. Evaluasi masa cetak dilakukan sebelum ditambahkan
fase luar. Setelah masa siap cetak dilakukan, fase luar tablet berupa Mg
stearat dan Talk (Talcum) dimasukkan serta dihomogenkan. Hasil campuran
kemudian dikempa langsung. Tablet pertama yang sudah jadi diukur
kekerasan tabletnya dan harus memenuhi persyaratan, setelah memenuhi
maka produksi tablet dengan kempa langsung dilanjutkan. Hasil tablet yang
sudah diproduksi dievaluasi dengan evaluasi tablet.
1.7.3 Evaluasi Tablet
A. Keseragaman Bobot
Sebanyak 20 tablet disiapkan, kemudian bobot rata-rata tiap
tablet dihitung. Satu persatu tablet ditimbang. Hasil dicatat.
B. Keseragaman Ukuran
Sebanyak 20 tablet disiapkan, kemudian tebal dan diameter
tablet ur satu persatu dengan menggunakan jangka sorong. Hasil
dicatat.
C. Kekerasan Tablet
Sebanyak 5 tablet disiapkan. Tablet diletakkan pada ujung alat
dengan posisi vertikal, kemudian spiral pada bagian bawah skala

7
diputar perlahan-lahan sampai tablet pecah. Skala yang dicapai
pada tablet saat tepat hancur dibaca dan dicatat.
D. Friabilitas
Sebanyak 20 tablet disiapkan dan ditimbang terlebih dahulu.
Ukuran Bobot
No.Mesh lubang Rataan Tertahan %Tertahan
(mm) (g)
2/40 95/0,425 4,96 0,357 0,37
40/80 0,425/0,180 0,30 0,121 12,07
80/120 0,180/0,125 0,15 14,936 15,32
120/200 0,125/0,075 0,1 20,337 20,36
200/400 0,075/0,033 0,094 50,099 51,38
Jumlah 85,85 99.5%
Diameter
0,048
rataan
Tablet dimasukan ke alat Friabilator, waktu diatur selama 4 menit
pada kecepatan 25 rpm. Tablet-tablet ditimbang kembali.
E. Friksibilitas
Sebanyak 20 tablet disiapkan dan ditimbang terlebih dahulu.
Tablet dimasukan ke alat Friksibility tester, waktu diatur selama 4
menit pada kecepatan 25 rpm. Tablet-tablet ditimbang kembali.
F. Waktu Hancur
Sebanyak 6 tablet disiapkan dan dimasukkan ke setiap tube,
lalu ditutup dengan penutup. Keranjang dinaik turunkan dengan
suhu 37oC, kemudian tablet yang terakhir hancur diamati.
1.8 HASIL DAN PERHITUNGAN EVALUASI
1.8.1 Evaluasi Masa Cetak
A. Homogenitas
Tabel 1.8.1.1 Tabel Distribusi ukuran partikel

8
Gambar 1.8.1.2 Grafik distribusi partikel Vitamin B1
Kesimpulan:
Distribusi partikel baik karena pada mesh no. 200/400
hasilnya 51,38 %, ada yang lebih dari 50% partikel yang melewati
mesh, artinya terdapat satu ukuran yang tidak dominan.

9
B. Laju Alir dan Sudut Istirahat
Laju alir dan sudut istirahat
a) Laju alir : baik
b) Sudut istirahat : cukup
Kesimpulan:
Laju alir baik karena waktu Vitamin B1 untuk mengalir
tidak lebih dari 10 sudut istirahat dikatakan cukup karena tidak
lebih dari 40 derajat.
C. Kompresibilitas
1. Massa serbuk / granul = 20 gram
2. Volume curah = 44 ml
3. ρ curah = 0.45 gram/ml
4. Volume mampat = 32,5 ml
5. ρ mampat = 0,62 gram/ml
6. Kompresibilitas = 44 – 32,5 ml x 100%
44 ml
= 26,14%

7. Rasio Hausner = 0,62 = 1,37


0,45
Kesimpulan:
Persen kompresibilitas serbuk adalah 26,14% yang
artinya kemampatannya sangat buruk dan Rasio Hausner adalah
1,37 yang artinya baik.
1.8.2 Evaluasi Tablet
A. Keseragaman Bobot
Tabel 1.8.1.2 Tabel Keseragaman Bobot Tablet Vit. B1
Syarat (ceklis ) Syarat (ceklis)
No Bobot (mg) A B
(0,193 - 0,225 mg) (0,178-0,240 mg)
1 260 - -
2 220  
3 220  
4 190  

10
5 210  
6 200  
7 230 - 
8 210  
9 180 - 
10 210  
11 210  
12 190  
13 200  
14 230 - 
15 210  
16 210  
17 180 - 
18 210  
19 210  
20 200  
SD 1,118503

SD :

: 1,118503
Kesimpulan:
Pada tablet A terdapat 4 tablet yang menyimpang, pada
tablet B terdapat 1 tablet yang menyimpang, dapat disimpulkan
bahwa tablet tidak memenuhi persyaratan keseragaman bobot.
B. Keseragaman Ukuran
Tabel 1.8.1.3 Tabel Keseragaman Ukuran Tablet Vit. B1
No D (mm) T (mm)
1 0,81 0,31
2 0,81 0,33
3 0,805 0,305
4 0,81 0,31
5 0,795 0,305
6 0,81 0,34
7 0,81 0,33

11
8 0,81 0,34
9 0.81 0,34
10 0,81 0,29
11 0,81 0,31
12 0,816 0,316
13 0,795 0,305
14 0,806 0,31
15 0,79 0,31
16 0,81 0,35
17 0,81 0,31
18 0,804 0,31
19 0,795 0,295
20 0,804 0,34
Rata-rata 0,766 0,318
SD 0,034 0,004

SD Diameter : : : 0,034

SD Tebal : : : 0,004

Kesimpulan:
Tablet memenuhi syarat karena diameter tidak lebih dari
3x tebal tablet dan tidak kurang dari empat per tiga tebal tablet.
C. Kekerasan Tablet
Tabel 1.8.1.4 Tabel Kekerasan Tablet Vitamin B1
No Kekerasan (kg /cm³) Persyaratan (ceklis)
1 5 
2 3 -
3 3 
4 7 
Kesimpulan:
Tablet memenuhi syarat karena tablet masuk pada
rentang persyaratan tablet (4 – 7 kg / cm3).
D. Friabilitas dan Friksibilitas
Friabilitas
1. (Bobot Awal) W1 = 2,04 gram
2. (Bobot Akhir) W2 = 2,02 gram
3. % Friabilitas = 2,04 gram – 2,02 gram x 100%

12
2,04 gram

= 0,9 %

Friksibilitas
1. (Bobot Awal) W1 = 2,19 gram
2. (Bobot Akhir) W2 = 2,18 gram
3. % Friksibilitas = 2,19 gram – 2,18 gram x 100%
2,19 gram

= 0,456 %

Kesimpulan :
Ketahanan tablet baik karena memenuhi persyaratan
yaitu <1%.
E. Waktu Hancur
Tabel 1.8.1.5 Tabel Waktu Hancur Tablet Vitamin B1

No Waktu Hancur (menit)

1 0,1
2 0,05
3 0,1
5 0,07
4 0,02
6 0,15
Rata-rata 0,0817
Kesimpulan:
Enam tablet yang diuji menggunakan Desintegran
Tester, memerlukan waktu hancur ±15 detik, hal ini berarti
tablet memenuhi syarat karena waktu hancur kurang dari 15
menit.

1.9 PEMBAHASAN
Pada praktikum kali ini telah dilakukan percobaan pembuatan tablet.
Tablet adalah sediaan padat mengandung obat dengan atau tanpa bahan pengisi.
Formulasi yang digunakan yaitu:

13
R/ Vitamin B1 25 mg
Avicel 102 : Manitol 35:65

Mg Stearat 0,5%
Talk 2%
Pada formula di atas, zat aktif yang digunakan yaitu vitamin B1. Vitamin
B1 adalah salah satu dari delapan vitamin yang larut dalam air dari keluarga
vitamin B Kompleks. Vitamin ini membantu dalam mengkonversi karbohidrat
menjadi glukosa yang pada akhirnya digunakan untuk berbagai fungsi tubuh.
Avicel 102 digunakan sebagai adsorben, pengikat, dan pengisi. Dalam
formula ini konsentrasi dari avicel 102 yaitu sebesar 20-90% sehingga dalam
formula ini avicel 102 digunakan sebagai adsorben, konsentrasi 20-90% untuk
pengisi atau zat pengikat, avicel 102 mempunyai rumus molekul C6H10O5.
Eksipien berikutnya yaitu mannitol. Mannitol merupakan salah satu diuretik, yaitu
obat yang meningkatkan pembentukan urine oleh ginjal. Mannitol ini berfungsi
membantu mengeluarkan natrium dan air dalam tubuh sehingga kadar cairan yang
beredar di pembuluh darah akan menurun. Konsentrasi yang biasa digunakan
untuk mannitol yang dapat berfungsi sebagai pengisi tablet adalah antara 10-90%
untuk diluent atau zat pengisi. Pada formulasi yang digunakan dalam praktikum
ini konsentrasi mannitol. Mannitol sendiri memiliki rumus molekul C6H14O6.
Sedangkan Fase luar yang digunakan adalah Talk dan Mg-stearat. Talk dan
Mg-stearat adalah eksipien yang berfungsi sebagai pelicin yang dapat
meningkatkan aliran suatu serbuk sehingga tersebar ke seluruh tempat cetakan
pada saat pengempaan dan agar tidak meyumbat pada cetakan.
Pada pembuatan tablet kali ini dilakukan dengan metode kempa langsung.
Metode kempa langsung yaitu pembuatan tablet dengan kempa langsung
campuran zat aktif dan eksipien kering tanpa melalui perlakuan awal terlebih
dahulu. Digunakan metode ini karena metode ini merupakan metode yang paling
mudah, praktis dan cepat dalam pengerjaannya. Kempa langsung biasanya
dilakukan untuk bahan-bahan obat yang mempunyai daya kompresibiltas tinggi
dan daya alir yang tinggi, serta untuk zat-zat yang tidak tahan pemanasan dan
kelembaban.
Sebelum tablet dicetak, dilakukan evaluasi massa siap cetak serbuk tablet,
dilakukan uji massa siap cetak distribusi ukuran partikel, laju alir, sudut istirahat,

14
dan kompresibilitas. Uji massa siap cetak itu bertujuan untuk mengetahui apakah
serbuk yang digunakan layak untuk dibuat tablet atau tidak.
Pada evaluasi distribusi ukuran partikel didapat hasil yang homogen,
dengan ukuran partikel yang didominasi 0,048 mm. Pada evaluasi ini dilakukan
dengan metode pengayakan. Pengayakan adalah sebuah cara pengelompokkan
butiran, yang akan dipisahkan antara partikel lolos ayakan dan yang tertinggal di
ayakan. Ukuran butiran tertentu yang masih dapat melintasi ayakan sebagai
butiran batas.
Pada evaluasi laju alir didapat hasil laju alir 7,33 g/s (laju alir baik). Sifat
aliran serbuk yang baik merupakan hal penting untuk pengisian yang seragam ke
dalam lubang cetakan mesin tablet dan untuk memudahkan gerakan bahan di
sekitar produksi. Sifat aliran di pengaruhi oleh ukuran dan bentuk partikel,
partikel yang lebih besar dan bulat menunjukkan aliran yang lebih baik. Metode
mengevaluasi sifat aliran serbuk yang sering digunakan adalah metode corong
(langsung). Waktu aliran adalah waktu yang dibutuhkan oleh sejumlah granul
untuk mengalir dalam suatu alat . sifat alir ini dapat digunakan untuk menilai
efektivitas bahan pelican, mudah tidaknya granul mengalir dan sifat permukaan
granul.
Pada evaluasi kompresibilitas nilai yang didapat 26,14% artinya nilai
kompresibilitas dari serbuk tersebut buruk. Pengaruh dari kompresibilitas yang
buruk yaitu hasil pencetakan tablet memiliki bobot yang tidak seragam karena
ketika di cetak massa siap cetak mengalir pada cetakan yang tidak sesuai, selain
itu kompresibilitas juga mempengaruhi kekerasan dari tablet. Apabila
kompresibilitas buruk maka tablet yang telah di cetak menjadi rapuh. Karena
antara partikel yang satu dengan yang lainnya tidak kompak.
Pada evaluasi sudut istirahat didapat hasil 36,13% (sudut istirahat cukup).
Sudut istirahat adalah sudut yang dibentuk oleh tumpukan serbuk terhadap bidang
datar setelah serbuk tersebut mengalir secara bebas melalui celah corong. Semakin
kecil sudut istirahat maka semakin mudah serbuk tersebut mengalir.
Setelah serbuk di evaluasi, serbuk yang telah dicampurkan dengan pelincir
dan diaduk hingga homogen supaya terdistribusi homogen dan hasil tiap tablet
yang dicetak memiliki kualitas yang sama. Setelah itu, tablet dicetak dengan
menggunakan mesin pencetak tablet. Dilakukan beberapa kali pencetakan awal,
dimana setiap 1 tablet yang dibuat kemudian diuji bobot dan kekerasannya. Hal

15
ini dilakukan supaya tablet yang dicetak memenuhi rentang bobot tablet teoritis
yang sesuai literatur.
Kemudian terdapat perbedaan pada hasil berat nyata dengan berat teoritis.
Pada perhitungan berat teoritis yaitu 97,5 gram sedangkan pada berat nyata nya
yaitu 96,269 gram. Hal ini di sebabkan karena pada saat evaluasi massa siap cetak
banyak serbuk yang tertinggal atau berceceran sehingga mengurangi berat teoritis.
Pada perhitungan, tablet yang akan di cetak sejumlah 500 tablet, tetapi
setelah di cetak hanya menghasilkan tablet vitamin B1 sebanyak 300 tablet. Hal
ini di karenakan banyak tablet yang tidak seragam ukuran nya serta banyaknya
serbuk yang tertinggal atau beterbangan pada saat proses pencetakan. Ketidak
seragaman nya bobot ini menjadikan bahan yang akan di cetak menjadi kurang
atau tidak tepat dengan perhitungan, sehingga jumlah tablet yang di cetak tidak
sesuai dengan perhitungan.
Evaluasi yang dilakukan setelah masa siap cetak yaitu evaluasi pada tablet.
Evaluasi keseragaman bobot, keseragaman ukuran, kekerasan, friksibilitas,
friabilitas, dan waktu hancur.
Keseragaman bobot, uji ini dilakukan untuk mengetahui bobot tablet yang
dibuat seragam atau tidak. Menurut literatur tablet dengan bobot 200 mg harus
memenuhi syarat kolom A 7,5%, tidak boleh lebih dari dua tablet yang masing-
masing bobotnya dari bobot rata-ratanya lebih dari harga yang ditetapkan kolom
A. Dan tidak boleh ada satupun tablet yang menyimpang dari bobot rata-ratanya
lebih dari harga yang ditetapkan kolom B. keseragaman bobot yang telah di uji
tidak memenuhi syarat, pada literature kolom A terdapat 4 tablet yang
menyimpang dan pada literatur kolom B terdapat 1 tablet yang bobotnya
menyimpang dari rata-rata, hal ini kemungkinan disebabkan karena nilai
kompresibilitas serbuk yang buruk, sehingga berpengaruh pada pada saat proses
pencetakan bobot tablet menjadi tidak seragam dan tidak sesuai dengan literatur.
Uji keseragaman ukuran, uji ini dilakukan dengan mengukur diameter dan
tebal tablet. Diameter tablet akan memiliki ukuran yang seragam hal ini
dikarenakan alat tidak akan bergeser atau berubah hal ini karena diameter tablet
sudah ditentukan di mesin pencetak tablet, sedangkan tebalnya akan berbeda
karena pada saat pencetakan masa siap cetak yang ada dalam mesin tidak
mengalir dengan seragam kedalam cetakan tablet. Menurut literatur diameter
tablet tidak lebih dari 3 kali dan tidak kurang dari 4/3 tebal tablet.

16
Uji kekerasan tablet. Uji kekerasan tablet ini menggunakan hardnest tester.
Tablet harus mempunyai kekuatan dan kekerasan tertentu serta dapat bertahan dari
berbagai goncangan mekanik pada saat pembuatan, pengepakan dan transportasi.
Kekerasan adalah parameter yang menggambarkan ketahanan tablet dalam
melawan tekanan mekanik seperti goncangan, kikisan dan terjadi keretakan tablet
selama pembungkusan, pengangkutan dan pemakaian. Faktor-faktor yang
mempengaruhi kekerasan tablet adalah tekanan kompresi dan sifat bahan yang
dikempa. Kekerasan ini dipakai sebagai ukuran dari tekanan pengempaan.
Semakin besar tekanan yang diberikan saat penabletan akan meningkatkan
kekerasan tablet. Pada umumnya tablet yang keras memiliki waktu hancur yang
lama (lebih sukar hancur) dan disolusi yang rendah, namun tidak selamanya
demikian. biasanya tablet yang tidak keras akan memiliki kerapuhan yang tinggi
dan lebih sulit penanganannya pada saat pengemasan, dan transportasi. Prinsip
pengukurannya adalah memberikan tekanan pada tablet sampai tablet retak atau
pecah.
Uji friabilitas dan friksibilitas. Uji ini adalah suatu metode untuk
menentukan/ mengukur kekuatan fisik tablet terhadap tekanan mekanik atau
gesekan, friabilitas adalah gesekan antara tablet dengan kemasan, sedangkan
friksibilitas adalah gesekan antar tablet. Menurut literatur tablet yang baik adalah
tablet yang mempunyai nilai friabilitas dan friksibilitas kurang dari 1%. Tablet
yang kita buat memiliki friabilitas 0,9%, dan friksibilitas 0,456%. Maka tablet
yang terbuat tidak memenuhi syarat.
Uji waktu hancur, waktu hancur merupakan waktu yang dibutuhkan untuk
hancurnya tablet menjadi partikel-partikel penyusunnya bila kontak dengan
cairan. Waktu hancur tablet juga menggambarkan cepat lambatnya tablet hancur
dalam cairan pencernaan karena saat pengujian digunakan suhu 37° suhu tersebut
sesuai dengan suhu dalam tubuh.
Faktor-faktor yang mempengaruhi waktu hancur dari tablet adalah sifat
kimia dan fisis dari granulat, kekerasan dan porositasnya. Tablet biasanya
diformulasi dengan bahan pengembang atau bahan penghancur yang
menyebabkan tablet hancur di dalam air atau cairan lambung. Tablet harus hancur
kurang dari 15 menit dalam tubuh. Menurut data pengamatan yang didapat waktu
hancur yg didapat < 1 menit maka waktu hancur tersebut baik.

17
1.10 KESIMPULAN
Pada praktikum pembuatan tablet kali ini dapat disimpulkan bahwa tablet
yang kami cetak masih kurang baik, karena pada evaluasi massa siap cetak masih
serbuk masih memiliki nilai kompresibilitas yang buruk, sudut istirahat yang
cukup sehingga perbengaruh pada proses dan hasil tablet yang di cetak menjadi
tidak memenuhi syarat.

1.11 DAFTAR PUSTAKA

Ditjen POM. 1979. Farmakope Indonesia Edisi III. Jakarta: Departemen


Kesehatan Republik Indonesia.
Martindale. 1982. The Extra Pharmacopoeia 28th ed. London:
Pharmaceutical Press.
Rowe, Raymond C, Paul J Sheskey, and Marian E Quinn. 2009. Handbook
of Pharmaceutical Excipients. London: Pharmaceutical Press .
Booher, Lela E. 1939. The Vitamin B1 Content of Foods in Terms of
Crystallin Thiamin. Washington D C: Uniter States Department of
Agriculture.

1.12 LAMPIRAN
1.12.1 LABEL
KOMPOSISI :

Tiap 1 tablet mengandung :

QUINBI® Thiamine HCL ……… 5 mg


INDIKASI :
VITAMIN B1

Kekurangan vitamin B1, gangguan urat saraf, nyeri urat saraf,


beri-beri, letih setelah bekerja keras, kurang nafsu makan.

ATURAN PAKAI :
25 mg 100 tablet
Pencegahan dan pengobatan : 1-2 tablet sehari

1.12.2 BROSUR

18
QUINBI®
VITAMIN B1 Tablet

KOMPOSISI :
Tiap 1 tablet mengandung :
Thiamine HCL ……… 5 mg
INDIKASI :
Kekurangan vitamin B1, gangguan urat saraf, nyeri urat
saraf, beri-beri, letih setelah bekerja keras, kurang nafsu
makan.
KONTRAINDIKASI :
Jangan digunakan untuk pasien yang memiliki riwayat
hipersensitif.
EFEK SAMPING :
Vitamin B1 hampir tidak pernah menyebabkan efek
samping, terutama jika dikonsumsi dalam dosis yang
tepat. Terkadang pemberian vitamin B1 dapat
menimbulkan reaksi seperti hangat, gatal, kesemutan,
dan mual. Meski jarang sekali terjadi, dapat
menimbulkan syok anafilaktik, khususnya vitamin B1
dalam bentuk suntikan.
PERINGATAN :
· Secara umum, penggunaan suplemen vitamin B1
dianggap aman bila digunakan sesuai dengan dosis
yang dianjurkan.
· Harap berhati-hati bagi penderita gangguan ginjal yang
direncanakan pemberian vitamin B1 melalui
suntikan.
· Kekurangan vitamin B1 dapat dipicu oleh kondisi yang
dapat menyebabkan kekurangan vitamin lainnya,
disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter
mengenai kemungkinan kekurangan vitamin lainnya
selain vitamin B1.
· Jika terjadi reaksi alergi atau overdosis, segera temui
dokter.
ATURAN PAKAI:
Pencegahan dan pengobatan : 1-2 tablet sehari
KEMASAN :
Botol @100 Tablet Disimpan
ditempat REG. NO . DBL1830510110A1 yang
sejuk
dan kering

Diproduksi Oleh :
PT. QUINQUE FARMA

1.12.3 KEMASAN SEKUNDER

19
20

Anda mungkin juga menyukai