Anda di halaman 1dari 10

BAB - 01 PEKERJAAN PERSIAPAN ARSITEKTUR - DAFTAR ISI 01. 02. 03. 04.

PENGUKURAN, DUGA
DAN PATOK UTAMA ……………… PEMBERSIHAN PERATAAN LAPANGAN DAN PEMBONGKARAN
……………………………………………... PEKERJAAN TANAH UNTUK KONSTRUKSI ……………….
PEKERJAAN PENCEGAHAN HAMA RAYAP (TERMITE CONTROL SERVICE)
…………………………….. 4 5 8 9 PT. Jasa Ferrie Pratama 3
RSU “KASIH IBU “- EXTENSION DENPASAR - BALI BAB - 01 PEKERJAAN PERSIAPAN ARSITEKTUR
- 01. PENGUKURAN, DUGA DAN PATOK UTAMA 1. Lingkup pekerjaan a. Meliputi penyediaan pekerja-
pekerja, ahli, bahan, peralatan dan kegiatankegiatan yang diperlukan, untuk menyelesaikan semua
pekerjaan pengukuran sesuai dengan RKS dan gambar. Pekerjaan pengukuran meliputi antara lain : -
Penentuan lokasi bangunan, jalan, landscaping dan lain-lain. - Penentuan duga. c. Uitzet dan
pemasangan bowplank : Kontraktor wajib melaksanakan pengukuran / uitzet terlebih dahulu untuk
menentukan peil dan as bangunan. Tanda-tanda as bangunan dinyatakan pada bowplank dan ditulis
dengan cat meni. Untuk itu Kontraktor harus mengajukan permohonan secara tertulis kepada Konsultan
Pengawas untuk mendapatkan persetujuannya. b. 2. Syarat-syarat a. b. Pengukuran harus dilakukan
oleh tenaga yang betul-betul ahli dan berpengalaman. Hasil pengukuran harus segera dilaporkan kepada
Konsultan Pengawas dan dimintakan persetujuannya. Konsultan Pengawas juga akan menentukan patok
utama sebagai dasar dari gedung, jalan dan bangunan-bangunan lainnya. 3. Bahan dan peralatan
Theodolite, waterpas serta peralatannya dan patok-patok yang kuat diperlukan dalam pengukuran.
Semua peralatan ini harus dimiliki Kontraktor dan harus selalu ada bila sewaktu-waktu memerlukan
pemeriksaan. 4. Tata kerja Lokasi, ukuran dan duga gedung, jalan maupun bangunan-bangunan lainnya
ditentukan dalam gambar. Jika terdapat keragu-raguan agar dikonsultasikan kepada Konsultan
Pengawas. PT. Jasa Ferrie Pratama 4
RSU “KASIH IBU “- EXTENSION DENPASAR - BALI 02. BAB - 01 PEKERJAAN PERSIAPAN
ARSITEKTUR - PEMBERSIHAN, PERATAAN LAPANGAN DAN PEMBONGKARAN 1. Lingkup
pekerjaan a. Meliputi semua pekerjaan-pekerjaan, bahan-bahan, peralatan-peralatan, kegiatan-kegiatan
yang diperlukan, untuk menyelesaikan semua pekerjaan : stripping, grubbing, penggalian, pengurugan,
pemadatan dan lain-lain sesuai dengan RKS dan gambar-gambar. Pekerjaan pembongkaran bangunan
permanen yang telah ada sampai dengan pondasinya. Pekerjaan pada seksi-seksi lain yang
berhubungan dengan hal ini antara lain pekerjaan untuk konstruksi. b. c. 2. Syarat-syarat Standar
pengujian adalah seperti yang disyaratkan dalam bab ini. a. Laporan penyelidikan tanah : Laporan
mengenai hal ini dapat diperoleh di Kantor Konsultan Perencana atau Pemberi tugas. Pemeriksaan
lapangan dan melihat kondisi-kondisi dan bahan-bahan yang akan dikerjakan sebelum memulai
pekerjaan. Kontraktor diwajibkan menyerahkan kembali barang-barang hasil pembongkaran bangunan
lama, yang sebelumnya telah ditetapkan oleh Pemberi Tugas. Pemeriksaan dan pengujian : Pekerjaan
tanah yang dilakukan akan diperiksa dan diuji pada laboratorium Penyelidikan Tanah yang dipilih oleh
Konsultan Pengawas. Jasa-jasa laboratorium akan meliputi : Pengawasan pekerjaan pengurugan.
Pengujian pekerjaan pemadatan tanah. Penyerahan laporan pengujian kepada Konsultan Pengawas
Rekomendasi-rekomendasi supaya dapat mencukupi persyaratan dan spesifikasi. b. c. d. e. Biaya
pengujian : Kontraktor harus menanggung semua biaya pengujian. Apabila hasil pengujian tidak
memenuhi syarat yang ditentukan maka Kontraktor harus menggali, mengurug dan memadatkan lagi
sampai pengujian memenuhi syarat yang ditentukan atas biaya Kontraktor sendiri. PT. Jasa Ferrie
Pratama 5
RSU “KASIH IBU “- EXTENSION DENPASAR - BALI f. Prosedur pengujian : BAB - 01 PEKERJAAN
PERSIAPAN ARSITEKTUR - Pengujian pemadatan terdiri atas test-test untuk mendapatkan prosentasi
relatif dari density maksimum yang dihasilkan oleh pekerjaan-pekerjaan pemadatan yang dibandingkan
dengan test-test laboratorium sebelumnya untuk density kering secara teoritis. Pengujian-pengujian
dapat disesuaikan dengan metode lain yang disetujui Konsultan Pengawas. 3. Bahan-bahan Urugan :
Bahan-bahan urugan harus disetujui oleh Konsultan Pengawas dan ditentukan sebagai berikut : Bahan-
bahan yang memenuhi syarat dari galian lapangan. Bahan-bahan yang didatangkan dari luar lapangan
yaitu jenis tanah yang berbutir kasar, tidak mengembang dan bebas sampah-sampah, akar dan bahan-
bahan organic lainnya. Lapisan teratas urugan setebal 30 cm tidak boleh dimasuki butir-butir yang lebih
besar dari 3 cm. Tanah untuk keperluan pengurugan taman. - 4. Tata kerja a. Pengertian clearing,
stripping dan grubbing : - Clearing : Membersihkan semua sampah-sampah dan barang-barang yang
tidak perlu. - Stripping : Memapras semua rumput dan tumbuh-tumbuhan lainnya kecuali pohon-pohon
yang memang dipertahankan - Grubbing : Menyingkirkan dan membuang semua sampah dari tempat
kerja. b. Pembongkaran bangunan lama Semua elemen bangunan lama dibongkar termasuk pondasi.
Bekas bongkaran seluruhnya dikeluarkan dari lapangan. Pemadatan area bangunan : Pemadatan
dengan pasir urug, dimana pada lapisan atas setebal 15 cm harus dipadatkan hingga mencapai 90 %
pemadatan maksimum. d. Pemadatan yang bukan area bangunan : Tanah urug pada area ini harus
dipadatkan paling sedikit mencapai 60% dari pemadatan maksimum. e. Pemadatan area jalan : Didaerah
yang akan dibuat jalan pasir harus dipadatkan sampai 95% dari pemadatan maksimum. PT. Jasa Ferrie
Pratama c. 6
RSU “KASIH IBU “- EXTENSION DENPASAR - BALI f. Finish grading : BAB - 01 PEKERJAAN
PERSIAPAN ARSITEKTUR - Didaerah untuk landscaping, elevasinya tidak boleh berbeda dari 3 cm
dengan elevasi yang tercantum dalam gambar. g. Pekerjaan-pekerjaan untuk melindungi kerusakan : 1.
Kontrol air dipermukaan dan dibawah tanah selama masa pembangunan dan masa pemeliharaan
dengan jaminan, lindungi seluruh lapangan terhadap air yang menggenang, yang mengalir yang dapat
menimbulkan erosi serta tanah longsor. Ini meliputi pembuatan tanggul-tanggul, selokan-selokan
sementara, sumur-sumur, alat-alat pompa dan lain-lain guna mencegah kerusakan atau hal-hal yang
mungkin terjadi dibawah tanah ditempat yang berdekatan, serta pengaruhnya terhadap bangunan
sekitarnya. 2. Kontraktor bertanggung jawab sepenuhnya terhadap kerusakan kerusakan termasuk
kerusakan-kerusakan bangunan disekitarnya akibat pelaksanaan proyek tersebut. 3. Perpanjangan
jangka waktu kontrak yang disebabkan lapangan basah tidak akan dipertimbangkan, kecuali bila
Kontraktor telah melakukan semua usaha-usaha perlindungan yang mungkin. PT. Jasa Ferrie Pratama 7
RSU “KASIH IBU “- EXTENSION DENPASAR - BALI 03. BAB - 01 PEKERJAAN PERSIAPAN
ARSITEKTUR - PEKERJAAN TANAH UNTUK KONSTRUKSI 1. Lingkup pekerjaan a. Meliputi
penyediaan pekerja-pekerja, bahan-bahan, peralatan-peralatan yang berhubungan dengan galian dan
urugan untuk konstruksi seperti yang tercantum dalam spesifikasi dan gambar-gambar b. Pekerjaan ini
berhubungan dengan : - Pembersihan dan perataan lapangan seperti tercantum dalam BAB I.B -
Pekerjaan-pekerjaan lain yang berhubungan dengan seksi ini. 2. Syarat-syarat a. Standar pengujian
seperti yang tercantum dalam BAB I.B. b. Laporan penyelidikan tanah untuk pondasi bangunan ini dapat
dilihat dikantor Konsultan Perencana atau Pemberi Tugas. c. Pemeriksaan dan pengujian : Syarat-syarat
sama seperti yang tercantum dalam BAB I.B 3. Bahan-bahan Bahan-bahan sama seperti yang tercantum
dalam BAB I.B 4. Tata kerja Galian untuk Konstruksi : Urugan dan perataan tanah galian untuk konstruksi
harus dikerjakan sesuai dengan BAB I.B dan harus selesai sebelum pekerjaan seksi ini dimulai. Semua
galian dan pemadatan tanah dari seksi ini harus mengikuti persyaratan dalam BAB I.B dengan
persyaratan lain sebagai berikut : a. Konsultan Pengawas memeriksa dan menyetujui semua permukaan
sebelum pengecoran beton. b. Semua sisa tanah dan bongkaran yang berasal dari galian harus dibuang
seluruhnya keluar lapangan sehingga bersih. Bila galian tanah dibuat terlalu dalam tanpa persetujuan
Konsultan Pengawas terlebih dahulu, kelebihan dari galian ini tidak boleh diurug kembali dengan tanah,
tetapi harus diisi dengan pasir urug atau beton tergantung dari jenis pondasinya. PT. Jasa Ferrie Pratama
8
RSU “KASIH IBU “- EXTENSION DENPASAR - BALI 04. BAB - 01 PEKERJAAN PERSIAPAN
ARSITEKTUR - PEKERJAAN PENCEGAHAN HAMA RAYAP (TERMITE CONTROL SERVICE) 1.
Lingkup pekerjaan Pekerjaan ini meliputi pembasmian dan pencegahan hama rayap berikut peralatan
dan bahan-bahan yang diperlukan. 2. Syarat-syarat a. Soil Poisoning dan Ground Treatment
Penyemprotan seluruh tanah-tanah bangunan dari mulai penggalian parit, pondasi, area tanah sebelum
pemasangan ubin, slab, plat beton dan barikade luar dengan larutan obat anti rayap, dengan tujuan untuk
membunuh langsung rayap dan untuk perlindungan dari serangan rayap. b. Wood treatment :
Penyemprotan seluruh komponen-komponen kayu bangunan dengan larutan obat anti rayap. 3. Bahan-
bahan a. Obat yang digunakan dalam pekerjaan pencegahan anti rayap harus sesuai dengan : - SK
Mentan No. 14/KptS/TP,270/I/92 - SNI T-05-1990-F - SNI T-06-1990-F b. Pestisida yang digunakan -
STEDFAST 15EC produk Shell Formulasi 2-5 liter larutan untuk 1 m2 Konsentrasi 1 ½ % - 2%, yaitu 1 ½
- 2 liter Stedfast dicampur dengan 100 liter air. 4. Peralatan Alat-alat yang digunakan dalam pelaksanaan
pekerjaan ini antara lain : a. Machine power sprayers Alat untuk penyebaran obat kimia anti rayap yang
bertekanan tinggi khusus untuk pondasi dan pelataran tanah. b. Soil injector Alat penyuntikan kimia anti
rayap khusus untuk tanah. PT. Jasa Ferrie Pratama 9
RSU “KASIH IBU “- EXTENSION DENPASAR - BALI BAB - 01 PEKERJAAN PERSIAPAN ARSITEKTUR
- c. Wood injector Alat penyuntikan kimia anti rayap khusus untuk kayu-kayu d. Drilling dan boring Alat
pengeboran kimia anti rayap untuk pembuatan lobang-lobang pada ubin/lantai dinding yang berdekatan
dengan kayu-kayu kosen pintu dan jendela. e. Hand sprayer Alat penyemprotan kimia anti rayap pada
jenis kayu-kayu yang berada pada bangunan. f. Steak injector Alat suntikan kimia anti rayap untuk tanah
urugan yang telah dipadatkan dengan kedalaman 1 m kedalam tanah. g. Alat pengamanan Untuk
melindungi bahaya keracunan bagi teknisi. 5. Tata kerja a. Soil Treatment (peracunan tanah) Pre-
construction termite control service Untuk bangunan yang akan dibangun, agar supaya dapat mencegah
ruang lingkup kehidupan rayap dengan bangunan (toxic barrier) Tahap I : Setelah seluruh lobang pondasi
digali, maka dasar galian disemprotkan larutan kimia siap pakai sebanyak 5 liter untuk luas 1 m2
permukaan tanah. Tahap II : Setelah galian lobang pondasi kembali diurug, maka permukaan tanah pada
sisi kiri dan kanan pondasi diadakan injection dan penyemprotan kimia siap pakai sebanyak 5 liter untuk
1 m2 permukaan tanah, dilihat sesuai dalam gambar. Tahap III : - Untuk pekerjaan permukaan tanah
(floor) setelah selesai pemerataan akan disemprotkan kimia siap pakai pada seluruh permukaan tanah
sebanyak 5 liter untuk 1 m2 permukaan tanah. PT. Jasa Ferrie Pratama 10
RSU “KASIH IBU “- EXTENSION DENPASAR - BALI - BAB - 01 PEKERJAAN PERSIAPAN
ARSITEKTUR - Untuk pekerjaan dinding beton yang belum diplester ± 2 meter dari permukaan tanah
akan disemprotkan kimia siap pakai sebanyak 1,5 liter untuk 1 m2 permukaan beton (tembok) .
Penampang pekerjaan soil treatment yang telah diberi toxic barrier sesuai dengan spesifikasi untuk
pekerjaan pre-construction termite control service. b. Penyemprotan pada permukaan kayu (wood
treatment) Penyemprotan kimia siap pakai pada seluruh permukaan kayu, dengan memakai bahan kimia
anti rayap sebanyak 150 – 200 ml untuk 1 m2 permukaan kayu. Diminta jaminan : Sertifikat bebas dari
kerusakan rayap yang berlaku minimum 5 (lima) tahun. c. Urug kembali - Padatnya urugan ini sesuai
dengan BAB I B. Gunakan portable power compactor. Tidak diijinkan menyiram air berlebihan. Buang
semua sampah dan sisa-sisa bekisting dari galian sebelum di urug. - Pengurugan kembali harus
dikerjakan jika pondasi telah mencapai kekuatan penuh dan Konsultan Pengawas telah memeriksa serta
menyetujui pondasi tersebut. AKHIR BAB 11 PT. Jasa Ferrie Pratama