Anda di halaman 1dari 1

Cara berfikir yang inovatif dan Gaya Kepemimpinan yang Mengayomi

merupakan Kepemimpinan yang Dibutuhkan pada era Milenial

Seseorang bisa dikatakan menjadi seorang pemimpin apabila dia bisa membimbing bawahannya
untuk bisa mencapai tujuan organisasi atau kegiatan. Seorang pemimpin yang diperlukan itu harus
terlebih dahulu memahami siapa bawahannya, apa kekurangan dan kelebihannya, dan bagaimana cara
memanfaatkan kelebihan bawahannya untuk mengimbangi kekurangan dari suatu organisasi.

Setiap individu pasti menganut nilai budaya yang beranekaragam. Nilai budaya tersebut akan
bersinergis dengan perangkat organisasi, teknologi, system, dan gaya kepemimpinan. Sehingga setiap
individu yang menganut nilai budaya yang beranekaragam harus diselaraskan dan diseimbangkan agar
organisasi tetap berkembang menjadi lebih baik.

Seorang pemimpin harus memiliki inovasi untuk melakukan perubahan kearah yang lebih baik
dengan mengikuti perkembangan Ilmu Pengetahuian dan Teknologi (IPTEK). Pemimpin juga harus
memiliki terobosan-terobosan yang efektif untuk mengatasi permasalahan yang ada.

Menurut Reza pada tahun 2010, kepemimpinan adalah tulang punggung pengembangan
organisasi karena tanpa kepemimpinan yang baik akan sulit mencapai tujuan dari organisasi. Dan menurut
Thoha tahun 2013 mengemukakan bahwa gaya kepemimpinan seseorang merupakan norma perilaku
yang digunakan oleh seseorang pada saat orang tersebut mempengaruhi orang lain. Sehingga amat
penting untuk bisa menyelaraskan pandangan antara orang yang ingin mempengaruhi perilaku seseorang
dengan orang yang perilaku nya yang ingin diubah.

Era milenial identic dengan suatu kemajuan teknologi yang bisa diguanakan untuk mempermudah
suatu pekerjaan dan dapat meningkatkan pengetahuan. Pemimpin yang dibutuhkan dalam Era milenial
ini yaitu pemimpin yang memiliki cara berfikir yang inovatif dan gaya kepemimpinan yang mengayomi.

Car berfikir yang inovatif yaitu cara berfikir seseorang yang kreatif dan mampu membuat suatu terobosan-
terobosan baru untuk memecahkan persoalan yang ada dalam suatu organisasi. Sedangkan gaya
kepemimpinan yang mengayomi merupakan gaya kepemimpinan untuk menyelaraskan setiap individu
yang memiliki nilai budaya yang beranekaragam dan mau memahami latar belakang setiap individu yang
berperan dalam suatu organisasi.

Dan cara berfikir yang kreatif dan gaya kepemimpinan yang inovatif akan berdampak positif
tergadap suatu organisasi yang dijalankan atau agar suatu perusahaan tetap eksis berkembang menjadi
yang lebih baik