Anda di halaman 1dari 30

BUKU SAKU

ALGORITME & REFERENSI


PELAYANAN EMERGENCY
MATERNAL
&
NEONATAL
DAFTAR ISI
MATERNAL
Posisi Saat Melahirkan ..................................................... 1
Analisa Partograf ............................................................... 2
Resusitasi Jantung, Paru Pada Ibu Hamil .................. 6
Penatalaksanaan Perdarahan Pascasalin .................. 7
Pedoman Resusitasi Cairan ........................................... 8
Penyebab Perdarahan Pascasalin ................................ 9
Penatalaksanaan Preeklampsia Berat/ Eklampsia .. 10
Pemberian MgSO4 Pada PEB/Eklampsia
di Rumah Sakit ................................................................... 11
Penatalaksanaan Demam Nifas .................................... 12
Antenatal Kortikosteroid Untuk Persalinan
Prematur ................................................................................ 13
Menyusui Dini ..................................................................... 14
Posisi Menyusui Yang Tepat .......................................... 15
Cara Melakukan Perawatan Metode Kanguru ........ 16
NEONATAL
Resusitasi Neonatus ......................................................... 17
Stabilisasi Neonatus ......................................................... 18
Cara Memasang Pipa Endotrakea ............................... 19
Cara Penggunaan T-Piece Resuscitator .................... 20
Air Susu Ibu (ASI) .............................................................. 21
Tatalaksana Hiperbilirubinemia Pada Neonatus 22
Algoritma Tranfusi Tukar ................................................. 23
Algoritma Terapi Sinar ..................................................... 24
Transpor Bayi Sakit ........................................................... 25
MATERNAL
Posisi Saat Melahirkan

1
Analisa Partograf

1234567

17.00

Persalinan Normal

2
Analisa Partograf

2345678

EVALUASI
&
BERTINDAK

Inersia Uteri

3
Analisa Partograf

3456789

EVALUASI
&
BERTINDAK

Distosia Fase Aktif

4
Analisa Partograf

4 5 6 7 8 9 10

EVALUASI
&
BERTINDAK

Partus Macet

5
Resusitasi Ibu Tidak Sadar
Jantung
Paru • Teriak Minta Tolong –
pada Ibu Hamil mobilisasi Tim Emergensi
• Nilai sirkulasi, jalan nafas dan
pernafasan

Khusus ibu dengan kehamilan >20mgg


(Uterus di atas umbilikus) miringkan ibu
dalam posisi berbaring ke sisi kiri dengan
sudut 15-30 derajat ATAU
dorong uterus ke sisi kiri

Bebaskan Jalan nafas


Lihat – dengar – rasakan
nafas ibu
Nafas spontan dan normal Tidak bernafas
Pertahankan Periksa pulsasi karotis
RJP Reaksi Berhasil

• Posisi ibu miring 15-30


RJP dihentikan jika: Tidak Ada
derajat ke kiri
ü
Tim terlatih telah • Pijat jantung 100-
mengambilalih ATAU 120x/mnt
Ada
ü
Tidak ada respon setelah • Setelah 30 kompresi,
30 menit ATAU berikan 2 kali ventilasi
Berikan
ü
Penolong kelelahan ATAU • Lanjutkan Ventilasi
ü
RJP berhasil konpresi:ventilasi30:2 Pastikan volume nafas cukup
• Pasang jalur infus Raba nadi tiap2 menit

6
Perdarahan Pascasalin
Penatalaksanaan
• Teriak Minta Tolong –
Perdarahan TATA mobilisasi Tim Emergensi
Pascasalin LAKSANA
UMUM
• Nilai sirkulasi, jalan nafas dan
pernafasan
• Oksigen • Oksigen
• Pasang infus dg kanul no
16 atau 18 2 jalur
Syok • Pasang infus dg kanul no
Ya Tidak 16 atau 18
• Berikan cairan kristaloid
• Berikan cairan kristaloid
1L dalam 15 – 20 mnt
• Ambil sampel darah sesuai kondisi ibu *)
• Pasang folley kateter Secara Simultan Lakukan • Ambil sampel darah
• Lanjutkan pemberian TATA LAKSANA KHUSUS • Pantau ketat tanda vital
cairan hingga 2L dalam 1 Periksa abdomen: kontraksi uterus, nyeri tekan,
ü
jam pertama *) parut luka , tinggi fundus
Periksa jalan lahir dan area perineum: robekan?
ü Singkirkan retensioplasenta,
ü
Periksa kelengkapan plasenta
ü sisa plasenta, robekan jalan lahir,
Pasang kateter
ü inversio uteri, gangguan hemostasis
Siapkan transfusi darah
ü

Tidak Ya ü
ATONIA UTERI:
Masase uterus
ü
Perdarahan berlanjut KBE/KBI
ü
• Pantau ketat tanda vital dan Singkirkan retensio plasenta sisa
perdarahan
ü Berikan Oksitosin 10U IM dan 20-
ü
• Perawatan post partum rutin
plasenta robekan jalan lahir 40U/1000cc NaCl/RL 60 tts/mnt
,
inversio uteri, gangguan ,
Lanjutkan dengan 20U oksitosin
ü
Tata Laksana Khusus **) hemostasis , /1000cc NaCl/RL 40 tts/mnt
ATONIA UTERI:
ü Injeksi ergometrin 0,2 mg IM atau IV
ü
Masase uterus
ü Injeksi asam traneksamat 1G IV
ü
KBE/KBI
ü
Berikan Oksitosin 10U IM dan 20-40U
ü
• Pantau ketat tanda vital dan
perdarahan tiap 15 menit /1000cc NaCl/RL 60 tts/mnt
• Perawatan post partum rutin Lanjutkan dengan 20U oksitosin/1000cc
ü
NaCl/RL 40 tts/mnt
Injeksi ergometrin 0,2 mg IM atau IV
ü
Injeksi asam traneksamat 1G IV
ü
Tidak Perdarahan berlanjut Ya
TATA LAKSANA PRE/PERI OPERATIF PERSIAPAN UNTUK TINDAKAN OPERATIF
ü
Lakukan Kompresi Bimanual atau
ü
Pantau ketat tanda vital dan ü Pemasangan Kondom Kateter
*) Lihat Pedoman Resusitasi perdarahan tiap 15 menit LAPARATOMI
Cairan berdasarkan Estimasi ü Prosedur B-Lynch
kehilangan Darah. ü
Pemasangan jalur vena sentral Ligasi cabang arteri uterine dan ovartika
ü
**) Lihat Penyebab Perdarahan ü
Resusitasi cairan secara optimal ü Ligasi a hipogastrika
Pascasalin.

Referensi : Buku Saku Pelayanan kesehatan ibu di fasilitas kesehatan dasar & rujukan, edisi 2013

7
Pedoman Resusitasi Cairan
Berdasarkan Estimasi Kehilangan Darah

mmHg x/menit
TDL (SYSTOLE) 120 100 <90 <70
NADI 80 100 120 >140
AKRAL HANGAT PUCAT DINGIN BASAH

Contoh : NORMO
-15%EBV
BB : 60kg VOLEMIA -30%
EBV(Estimation of Blood Volume) EBV -50%
Estimasi Volume Darah EBV
= BB X 70cc
= 60 X 70 cc = 4200cc

EBL 15% x 4200 30% x 4200 50% x 4200


(Estimation of Blood Loss) 630cc 1260cc 2100cc
Estimasi Jumlah
Pendarahan

RESUSITASI CAIRAN
2000cc 4000cc 6500cc
KRISTALOID 3 X EBL

In. ALARM, 2013

8
Penyebab Perdarahan Pascasalin
Penyebab yg harus Gejala dan Tanda Tata laksana Khusus
dipikirkan
Atonia Uteri • Perdarahan segera setelah anak lahir Konservatif hingga laparatomi
• Uterus tidak berkontraksi atau lembek
Retensio Plasenta • Plasenta belum dilahirkan 30 menit setelah bayi Plasenta manual
lahir Berikan antibiotik profilaksis dosis
tunggal
Sisa Plasenta • Plasenta atau sebagian selaput (mengandung Eksplorasi digital – kuretase
pembuluh darah) tidak lengkap Berikan antibiotik profilaksis dosis
• Perdarahan muncul 6-10 hari pascasalin tunggal
• subinvolusi
Robekan Jalan Lahir • Darah segar mengalir segera setelah bayi lahir Eksplorasi dan hemostasis
Berikan antibiotik profilaksis dosis
tunggal
Ruptura Uteri • Perdarahan segera Laparatomi Histerorafi –
• Nyeri perut hebat histerektomi
• Kontraksi yang hilang
Inversio Uteri • Fundus uteri tidak teraba pada palpasi abdomen Reposisi – laparatomi
• Lumen vagina terisi masa
• Nyeri ringan - berat
Gangguan Pembekuan • Perdarahan tidak berhenti, encer, tidak ada Tangani faktor predisposisi
Darah gumpalan darah Transfusi darah lengkap atau
• Terdapat factor predisposisi: solusio plasenta, komponen darah sesuai
kematian janin lama, eklampsia, emboli kebutuhan

9
Penatalaksanaan
Preeklampsia Berat/ Eklampsia
ALGORITMA MANAJEMEN EKSPEKTASI
Observasi dan manajemen inisial di kamar bersalin
- Evaluasi ibu : Gejala, temuan klinis, pemeriksaan laboratorium
- Monitor denyut jantung janin dan kontraksi
- USG : pertumbuhan janin dan jumlah cairan ketuban
- Pertimbangkan pemberian MgS04 dan antihipertensi

Kontraindikasi manajemen ekspektatif


- Gejala preeklampsia berat persisten
- Eklampsia
- Edema paru
- Hipertensi berat persisten
- Sindrom HELLP
- Disfungsi renal yang nyata
- Solusio plasenta
- Koagulasi intravaskular diseminata (disseminated intravascular
coagulation/DIC)
- Pertumbuhan janin terhambat, oligohidramnion, gawat janin

Terminasi kehamilan
Pertimbangkan kortikosteroid
- Beri kortikosteroid
Jika kemampuan Fasiltas - Kumpulkan dan periksa urin
Kesehatan untuk pemantauan 24 jam
laboratorium tidak ada - Nilai gejala maternal, tekanan
Pertimbangkan Terminasi darah, dan produksi urin
- Evaluasi laboratorium perhari
untuk fungsi ginjal dan sindrom
Terminasi Kehamilan HELLP
- Hipertensi berat - Observasi dapat dilakukan di
- Kontraindikasi ruang rawat setelah evaluasi
manajemen ekspektatif awal
Referensi :
Buku Saku Pelayanan Kesehatan Ibu di Fasilitas Kesehatan Dasar dan Rujukan,
WHO - Kementrian Kesehatan RI, 2013

10
Pemberian MgSO4 pada
PEB/Eklampsia di Rumah Sakit

pernapasan 16 x/menit

Gluconas 10%

Referensi :
Pedoman PONEK, JNPK, 2008
Buku saku Pedoman Dokter Umum dan Bidan. Kemenkes 2013

11
Penatalaksanaan Demam Nifas
Demam Nifas

PREDISPOSISI TANDA & GEJALA


• Kurangnya Tindakan • Demam >38? C dapat disertai menggigil
aseptis saat • Nyeri perut bawah
persalinan • Lokia berbau dan purulent
• Kurangnya hygiene • Nyeri tekan uterus
pasien • Subinvolusi Uterus
• Kurangnya nutrisi • Dapat disertai perdarahan pervaginam
• Dapat disertai Syok

PEMERIKSAAN PENUNJANG
TATA LAKSANA UMUM
ü Cukupi Hidrasi: oral atau parenteral
ü
Darah Perifer Lengkap ü Antibiotika hingga 48 jam bebas demam
ü
Hitung jenis lekosit • Ampisilin 2g IV /6 jam
ü
Gol Darah ABO/Rh • Ditambah Gentamisin 5mg/kgBB IV/24 jam
ü
Gula Darah Sewaktu • Ditambah metronidazole 500mg IV /8 jam
ü
Analisis Urin • Jika masih demam setelah 78 jam terapi,
ü
Kultur cairan vagina, darah kaji ulang diagnosis dan terapi
dan urin
ü
USG

TATA LAKSANA KHUSUS


Pemberian vaksin tetanus toksoid bila
ü
ada indikasi
Eksplorasi & evakuasi jika ada sisa
ü
plasenta
Jika tidak ada kemajuan atau ada
ü
peritonitis pertimbangkan laparatomi
drainase abdomen hingga histerektomi

PEMANTAUAN SELAMA PERAWATAN


• Kondisi umum dan tanda vital setiap 4 jam
• Periksa suhu pada grafik tiap 4 jam
• Tindak lanjuti hasil pemeriksaan laboratorium dan kultur
• Ulang pemeriksaan darah perifer lengkap dan hitung jenis lekosit tiap 48 jam

Pasien dipulangkan jika suhu <37.5 C selama minimal 48 jam dan lekosit <11.000
Referensi :
Buku Saku Pelayanan Kesehatan Ibu di Fasilitas Kesehatan Dasar dan Rujukan,
WHO - Kementrian Kesehatan RI, 2013

12
Penggunaan Antenatal Kortikosteroid
pada persalinan prematur akan dapat
menurunkan kematian neonatal
lebih dari 30%.

ANTENATAL KORTIKOSTEROID UNTUK PERSALINAN PREMATUR

LANGKAH 1 LANGKAH 1A LANGKAH 1B (Bila Jawaban “Ya” pada salah satu langkah
Tentukan apakah Apakah Ibu mengeluh: 1A, Lanjutkan ke Langkah 1B).
pada ibu hamil Nilai jika terdapat pada ibu:
itu terdapat Pengeluaran cairan per vagina? Ketuban Pecah Dini? Memastikan ketuban pecah menggunakan
kondisi yang spekulum steril dan kertas laksmus atau
Ya Tidak Ya Tidak
mengarah pada stix PH. Berikan Antibiotik sesuai protokol.
persalinan Kontraksi yang nyeri? Persalinan prematur? Terdapat penipisan dan pembukaan
prematur. serviks. Berikan terapi tokolitik sesuai
Ya Tidak Ya Tidak
protokol.

Perdarahan per vagina? Solusio plasenta atau Plasenta Previa? Bedakan antara kehilangan darah normal,
solusio plasenta dan plasenta previa.
Ya Tidak Ya Tidak
Lakukan tindakan sesuai protokol.

Tanda Preeklamsia Berat atau Preeklampsia Berat atau Eklampsia? Tentukan apakah preeklamsia berat atau
Eklamsia? eklamsia.
Ya Tidak Ya Tidak Berikan MgSO4 dan pengobatan
antihipertensi sesuai protokol.

LANGKAH 2
Bila jawaban “Ya” pada salah satu langkah 1B, tentukan apakah usia kehamilan ibu Ya Tidak
antara 24 hingga 36 minggu.
LANGKAH 3
Bila Jawaban “Ya” pada langkah 2, SEGERA berikan pada ibu suntikan dexamethasone 6 mg IM dan ulangi setiap 12 jam
hingga total pemberian 4 dosis.*
Walaupun waktu tidak cukup untuk memberikan dosis lengkap dexamethasone sebelum bersalin, berikan dosis pertama sesegera mungkin. Berikan sebanyak
mungkin dosis yang memungkinkan untuk diberikan. Walaupun pemberian antenatal kortikosteroid kurang dari 4 kali, tetap akan bermanfaat bagi bayi.
Antenatal kortikosteroid tidak boleh digunakan pada ibu yang jelas terdapat infeksi atau infeksi sistemik.
“Bila deksamethasone tidak tersedia, berikan ibu betamethasone 12 mg IM dan ulangi setelah 24 jam sampai total 2 kali pemberian.

13
Menyusui Dini
Pada 1 jam Pertama Kelahiran

Referensi : WHO

14
Posisi Menyusui yang Tepat

1 2 3

4 5 6

15
Cara Melakukan Perawatan
Metode Kanguru

Referensi :
Buku Saku Pedoman Dokter Umum dan Bidan. Kemenkes hal. 121 2013
WHO. Kangaroo Mother Care A Practical Guide, 2003

16
NEONATAL
Cara Memasang Pipa Endotrakea
Single Nasal Prong
Masukkan pipa endotrakea yang telah dilubrikasi
dengan air liur bayi atau NaCl ke lubang hidung
Siapkan pipa endotrakea bayi sedalam tanda garis hitam pada pipa endotrakea.

1 2

Fiksasi pipa endotrakea dengan menggunakan Ikat batas masuk pipa endotrakea pada hidung
plester perekat seperti gambar di bawah bayi dengan benang kasur.

4 3

Potong pipa endotrakea sepanjang 3 cm Sambungkan konektor pipa endotrakea ke sirkuit


dari hidung bayi pasien pada t- piece resuscitator

5 6

Referensi :
Unit Kelompok Kerja Neonatologi

19
Cara Penggunaan T-Piece Resuscitator

Indikasi : Bayi dengan tanda gawat napas (sesak, terdapat retraksi dada, dan merintih)
Kontraindikasi : Bayi dengan henti napas (apnu)

Tahap penggunaan T- piece resuscitator :

Pilih masker pada bayi dengan


ukuran yang paling tepat.

Terlalu Kecil Terlalu Besar Tepat

Sambungkan masker
keselang t-piece resuscitator.
tekanan awal 7 cmH2O,
maksimum 8 cmH2O.

Atur kecepatan aliran udara 8 -10 liter per menit.


Campurkan oksi gen dengan udara tekan
seperti gambar dibawah ini (target
saturasi oksigen 88-92%).
% Udara Bertekanan (liter/menit)
kons. O 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
1 41% 37% 34% 32% 31% 30% 29% 28%
2 61% 53% 47% 44% 41% 38% 37% 35% 34%
3 80% 68% 61% 55% 51% 47% 45% 43% 41% 39%
4 84% 74% 66% 61% 56% 52% 50% 47% 45% 44%
5 86% 77% 70% 65% 61% 57% 54% 51% 49% 47%
6 88% 80% 74% 68% 64% 61% 57% 54% 53% 51%
7 90% 82% 76% 71% 67% 64% 61% 58% 56% 54%
8 91% 84% 78% 74% 70% 66% 63% 61% 58% 56%
9 92% 86% 80% 76% 72% 68% 65% 63% 61% 58%
10 93% 87% 82% 77% 74% 70% 67% 65% 63% 61%

Konsentrasi oksigen yang akan diberikan merupakan campuran dari udara bebas dan udara tekan.
Usahakan FiO2 kurang dari 40%

Referensi :
Unit Kelompok Kerja Neonatologi

20
Air Susu Ibu (ASI)
Pada Bayi Sehat dan Cukup Bulan

Referensi :
Cepat temui tenaga kesehatan Unit Kelompok Kerja Neonatologi

21
Tatalaksana Hiperbilirubinemia Pada Neonatus Cukup Bulan
Atau Usia Kehamilan > 35 Minggu Dan Berat Lahir > 2000 Gram

Apakah Bayi Tampak Kuning


dalam 24 Jam pertama kehidupan?

Tatalaksana hiperbilirubinemia sesuai dengan


tabel penatalaksanaan hiperbilirubinemia

Referensi :
Unit Kelompok Kerja Neonatologi

22
Algoritma Transfusi Tukar

Referensi :
Unit Kelompok Kerja Neonatologi

23
Algoritma Terapi Sinar

Referensi :
Unit Kelompok Kerja Neonatologi

24