Anda di halaman 1dari 3

pernapasan AVES

dasar teori

System Penrnapasan

System respirasi pada merpati terdiri atas nares, nares posteriors, larynx, trachea, pulmo,
syrinx, dan saccus pneumatiscus (pundi-pundi udara). Saccus pneumaticus ada lima jenis
yaitu saccus cervicalis, saccus interclavicularis, saccus thoracalis anterior, saccus thoracalis
posterior, saccus abdominalis.
Sistem pernapasan pada hewan menyusui dan burung bekerja dengan cara yang
sepenuhnya berbeda, terutama karena burung membutuhkan oksigen dalam jumlah yang jauh
lebih besar dibandingkan yang dibutuhkan hewan menyusui. Sebagai contoh, burung tertentu
bisa memerlukan dua puluh kali jumlah oksigen yang dibutuhkan oleh manusia. Karenanya,
paru-paru hewan menyusui tidak dapat menyediakan oksigen dalam jumlah yang dibutuhkan
burung. Itulah mengapa paru-paru burung diciptakan dengan rancangan yang jauh berbeda.
Pada hewan menyusui, aliran udara adalah dua arah: udara melalui jaringan saluran-saluran,
dan berhenti di kantung-kantung udara yang kecil. Pertukaran oksigen-karbon dioksida
terjadi di sini. Udara yang sudah digunakan mengalir dalam arah berlawanan meninggalkan
paru-paru dan dilepaskan melalui tenggorokan.
Sebaliknya, pada burung, aliran udara cuma satu arah. Udara baru datang pada ujung yang
satu, dan udara yang telah digunakan keluar melalui lubang lainnya. Hal ini memberikan
persediaan oksigen yang terus-menerus bagi burung, yang memenuhi kebutuhannya akan
tingkat energi yang tinggi. Michael Denton, seorang ahli biokimia Australia serta kritikus
Darwinisme yang terkenal menjelaskan paru-paru unggas sebagai berikut: Dalam hal burung,
bronkhus (cabang batang tenggorokan yang menuju paru-paru) utama terbelah menjadi
tabung-tabung yang sangat kecil yang tersebar pada jaringan paru-paru. Bagian yang disebut
parabronkhus ini akhirnya bergabung kembali, membentuk sebuah sistem peredaran
sesungguhnya sehingga udara mengalir dalam satu arah melalui paru-paru. Meskipun
kantung-kantung udara juga terbentuk pada kelompok reptil tertentu, bentuk paru-paru
burung dan keseluruhan fungsi sistem pernapasannya sangat berbeda. Tidak ada paru-paru
pada jenis hewan bertulang belakang lain yang dikenal, yang mendekati sistem pada unggas
dalam hal apa pun. Bahkan, sistem ini mirip hingga seluk-beluk khususnya pada semua
burung. Aves bernafas dengan paru-paru yang berhubungan dengan kantong udara (sakus
pneumatikus) yang menyebar sampai ke leher, perut dan sayap.
Paru-Paru Khusus Pada Burung Burung mempunyai bentuk tubuh yang jauh berbeda
dengan binatang yang dianggap sebagai nenek moyangnya, reptil. Paru-paru burung bekerja
dengan cara yang sama sekali berbeda dengan hewan menyusui. Hewan menyusui menghirup
dan membuang udara melalui batang tenggorokan yang sama. Namun pada burung, udara
masuk dan keluar melalui ujung yang berlawanan. "Rancangan" khusus semacam ini
diciptakan untuk memberikan volume udara yang diperlukan saat terbang. Evolusi bentuk
seperti ini dari reptil tidaklah mungkin.
analisis
pada organ pernafasan aves terdapat terdapat perbedaan dengan organ pernafasan hewan
lainnya yaitu adanya organ kantung udara. Kantong udara terdapat pada : Pangkal leher
(servikal)
• Ruang dada bagian depan (toraks anterior)
• Antar tulang selangka (korakoid)
• Ruang dada bagian belakang (toraks posterior)
• Rongga perut (saccus abdominalis)
• Ketiak (saccus axillaris)
pada aves paru-parunya terdapat lapisan pleura dan berwarna merah sedangkan kantung
udaranya juga berwarna merah yang berbentuk seperti kantung-kantung. paru-paru aves
terdiri dari dua buah lobus yang berada di kiri dan kanan trakeanya sama seperti trakesa
hewan tinggi lainnya.

pembahasan
System pernapasan pada aves termodifikasi untuk bisa menampung oksigen ketika
terbang. Aves ini membutuhkan oksigen dalam jumlah yang sangat banyak daripada kelas
yang lain. Pada aves aliran udara hanya satu arah, udara baru datang pada ujung yang satu,
dan udara yang telah digunakan keluar melalui lubang lain (Radiopoetra, 1977)
Aves bernapas dengan paru-paru yang berhubungan dengan kantong udara (saccus
pneumatikus) yang menyebar sampai ke leher, perut dan sayap. Kantong udara terdapat pada
:
1.) Saccus cervicalis, terdapat di pangkal leher.
2.) Saccus interclavicularis, terdapat antara coracoids.
3.) Saccus thoracalis anterior, terdapat pada rongga dada depan.
4.) Saccus thoracalis posterior, terdapat pada rongga dada belakang
5.) Saccus abdominalism, dikelilingi oleh lingkaran intestinum

Fungsi kantong udara tersebut:


Membantu pernapasan terutama saat terbang
Menyimpan cadangan udara (oksigen)
Memperbesar atau memperkecil berat jenis pada saat burung berenang
Mencegah hilangnya panas tubuh yang terlalu banyak

 Proses inspirasi pada aves:


Udara yang kaya oksigen masuk ke paru-paru. Otot antar tulang rusuk (interkosta)
berkontraksi sehingga tulang rusuk bergerak keluar dan tulang dada membesar. Hal itu
menyebabkan tekanan udara dada menjadi kecil sehingga udara luar yang kaya oksigen akan
masuk. Udara yang masuk sebagian kecil menuju ke paru-paru dan sebagian besar menuju
kantong udara sebagai cadangan udara.
 Proses ekspirasi pada aves:
Otot interkosta relaksasi sehingga tulang rusuk dan tulang dada ke posisi semula.
Akibatnya roongga dada mengecil dan tekanannya menjadi lebih besar daripada tekanan
udara luar. Hal ini menyebabkan udara paru-paru yang kaya karbondioksida keluar. Adanya
kantong udara pada aves membantu untuk mengumpulkan udara dan memompanya secara
teratur ke dalam paru-paru.
 Pernapasan burung saat terbang :
Pada saat terbang pergerakan aktif dari rongga dada tidak dapat dilakukan karena tulang
dada dan tulang rusuk merupakan pangkal perlekatan otot yang berfungsi untuk terbang. Saat
mengepakan sayap (sayap diangkat ke atas), kantong udara di antara tulang korakoid terjepit
sehingga udara kaya oksigen pada bagian itu masuk ke paru-paru.
kesimpulan
pernafasan aves menggunakan organ paru-paru yang dibantu oleh kantung udara yang
berjumlah 5 pasang pada masing masing sisi yang berfungsi untuk membantu proses
pernafasan saat terbang
diskusi
1. mekanisnme pernafasan pada vertebrata terbagi menjadi dua tahap yaitu inspirasi dan
ekspirasi
 inspirasi udara masuk ke paru-paru saat volume paru-paru membesar (aktivitas otot
tulang rusuk atau otot diafragma) karena tekanan udara kecil.
 ekspirasi udara keluar dari paru-paru saat volume paru-paru mengecil (aktivitas otot
tulang rusuk atau otot diafragma) jkarena tekanan udara besar
pada dasarnya mekanisme pernafasan berdasarkan pada perbedaan tekanan dan volume
paru-paru yang ,memungkinkan pertukaran udara
Radiopoetro. 1977. Zoologi. Erlangga, Jakarta.