Anda di halaman 1dari 17

Laporan Pratikum Akuisisi dan Pengolahan Data Seismik Refleksi

Program Studi Teknik Geofisika


Jurusan Sains

LAPORAN PRATIKUM MINGGU KE 2


(INPUT DATA DAN DISPLAY ASSIGMENT)

Nama : Ekky Riwandha Kurniawan (12115044)


Shift : (Sabtu),15:00-16:30
Asisten :
Yudha Styawan (12114002)
M. Ahsani Taqwim (12114004)
M. Hanif Syamri (12114003)

PRODI TEKNIK GEOFISIKA


FAKULTAS SAINS
INSTITUT TEKNLOGI SUMATERA
2018
ProMAX merupakan salah satu perangkat lunak pengolahan data seismik yang cukup populer
baik di kalangan industriawan maupun akademisi. “ProMAX” itu sendiri merupakan nama dari suatu
software pengolah data seismik yang dikeluarkan Landmark, sebuah perusahaan yang salah satu
produknya berupa software-software untuk bidang geologi dan geofisika (G & G software). Salah satu
hak (license) penggunaan software tersebut telah dimiliki oleh Laboratorium Seismik Departemen
Geofisika & Meteorologi, ITB, dan maka dari itulah penulisan buku panduan ini ditujukan, yaitu untuk
para mahasiswa Departemen Geofisika & Meteorologi - ITB, agar mendapatkan gambaran mengenai
teknik penggunaan software ProMAX (selanjutnya akan ditulis “ProMAX” saja) tersebut dalam bentuk
dan bahasa yang lebih sederhana dan mudah dipahami.

Langkah pertama yang harus di lakukan membuka Centos mechine lalu klik mulai, kemudian ketik username root
dan Password Promax.
Masuk kedalam program ProMAX, untuk mengakses direktor fol

Pada screenshoot ini masuk kedalam Line “no AREA Found”. Untuk membuat line baru klik Add lalu ketik
“LINE1”. Pada “LINE1” klik satu kali.

Setelah itu masuk kedalam Flows dari “LINE1”. Klik add untuk membuat flows baru, lalu ketik nama “INPUTSEGY”.
Masih pada Flows yang sama. Klik INPUTSEGY. Flow ini berguna untuk menampilkan hasil pengolahan data
seismik pada praktikum kali ini yaitu data seismik yang telah terkoreksi geometri. Pada “line1” klik satu kali.

Setelah itu akan masuk pada Editing Flow : INPUTSEGY. Pilih Disk Data Input untuk mengambil data seismik yang
akan ditampilkan. Sehingga pada editing flow Disk Data Input tadi bersifat masih INVALID karena belum ada
perintah untuk mengambil data seismik pada Dataset.
Setelah itu akan masuk ke table multifilesselect, pilih line.sgy
Setelah itu akan masuk pada Editing Flow : INPUTSEGY. Pilih Disk Data Input untuk mengambil data seismik yang
akan ditampilkan. Sehingga pada editing flow Disk Data Input tadi bersifat masih INVALID karena belum ada
perintah untuk mengambil data seismik pada Dataset.
Pada flow ini dilakukan input data raw seismik sesuai format media penyimpan data yang telah ditentukan, yakni
disk data input. Kemudian, klik MB2 pada Disk Data Input maka akan muncul jendela baru seperti pada gambar
diatas

Pilih dataset yang digunakan dengan cara klik menu select dataset dan pilih dataset TRACE DISPLAY. Lalu pada
Trace read option dipilih Sort. Kemudian pada primary trace header entry dipilih Field file ID number dan pada
secondary trace header entry dipilih Recording channel number. Pada menu Sort order list for dataset diedit
menjadi ‘*:*’ yang berfungsi sebagai pembatas data yang kita gunakan.
Pada gambar diatas terdapat editable flow ‘Trace Display’ yang berfungsi untuk menampilkan trace seismik dari
dataset yang digunakan, yakni dataset TRACE DISPLAY.

Tampilan raw data, Pada gambar diatas merupakan trace seismik dari dataset TRACE DISPLAY yang ditampilkan
menggunakan ‘Trace Display’.

Setelah melakukan Trace Display, kemudian kembali ke jendela ruang kerja flow untuk
menambahkan processing flow yang baru. Klik Add kemudian diketik ’02.GEOMETRY’ maka
akan terbentuk processing flow baru, yakni ’02.GEOMETRY’.
Setelah melakukan Trace Display, kemudian kembali ke jendela ruang kerja flow untuk menambahkan processing
flow yang baru. Klik Add kemudian diketik ’DISPLAY’ maka akan terbentuk processing flow baru, yakni ’DISPLAY’.

Setelah processing flow ’DISPLAY’ terbentuk kemudian klik MB1 pada processing flow tersebut maka akan muncul
jendela editing flow. Kemudian tambahkan editable flow ‘2D Land Geometry Spreadsheet’. Pada Flow ini
digunakan pendefinisian geometri dari data yang telah di-loading sesuai dengan geometri pada saat pengambilan
data di lapangan. Kemudian, klik execute untuk menjalankan flow ‘2D Line Geometry Spreadsheet’. Setelah
eksekusi flow selesai maka akan muncul jendela baru ‘Pro MAX 2D Land Geometry Assignment’.
Kemudian klik Setup pada jendela ProMAX Land Geometry Assignment, maka akan muncul jendela baru
Geometry Setup. Selanjutnya, pilih menu Matching pattern number using pattern station shift. Hal yang harus
dilakukan berikutnya adalah memasukkan semua parameter parameter geometri lapangan ke dalam database,
mulai dari Minimal Receiver Station Interval sampai Last Live Station Number. Kemudian klik OK.

Klik Receivers pada jendela ProMAX 2D Land Geometry Assignment maka akan muncul SRF Ordered Parameter
File. Menu tersebut untuk memasukkan atau meng-import informasi mengenai receiver. Setelah muncul jendela
SRF Ordered Parameter File kemudian klik File dan pilih import, dicari lokasi penyimpanan file mengenai informasi
receiveruntuk mengimport file. Setelah data ditemukan kemudian klik import maka akan muncul jendela
ASCII\EBCDIC File Import. Kemudian klik Format pada jendela tersebut.

Kemudian akan muncul jendela Column Import Definition. Pada Jendela ini dimasukkan informasi mengenai
Receiver sesuai dengan data-data yang terdapat pada jendela ASCII\EBCDIC File Import dan klik save setelah
selesai menginput data. Lalu, pada jendela ASCII\EBCDIC File Import klik MB1 pada kiri tulisan H603 dan klik MB2
pada kanan tulisan 8r setelah itu tekan ctrl+D untuk menghapus tulisan diantara H603 dan 8r. Selanjutnya klik
Apply, maka data-data pada jendela ASCII\EBCDIC File Import akan berpindah ke dalam jendela SRF Ordered
Parameter File

Kemudian klik Edit pada SRF Ordered Parameter File kemudian pilih Delete, maka akan muncul jendela Station
Delete. Setelah itu klik Delete a single station dan klik Ok.

Langkah berikutnya yaitu dengan memilih sources pada kotak dialog, kemudian pada kotak dialog SIN Ordered
Parameter File yang baru muncul dilakukan import file dengan mengklik file lalu pilih import. Untuk informasi
mengenai sources, dipilih data “LINE_01.rps”.
Informasi sources akan muncul pada kotak dialog ASCII\EBCDIC File Import.

R line kebawahmenunjukkan data dari


*.rpssedangkanbagianatasnyamerupakanpenjelasanbagiandarisetiapkolom.

Pada kotak dialog import definition ketikkan REC


Selanjutnya pada kotak dialog column import definition masukkan data yang telah di tentukan.

Selanjutnya kotak dialog berisi tabel, diisi pada bagian FFID dan Pattern berdasarkan lokasi kolom data FFID pada
data xps. Kemudian pilih save. Seperti tahap pada pengisian informasi receiver, dilakukan seleksi dari pojok kiri
paling atas data xps sampai tulisan “8r” dengan mengklik MB2, lalu ketik Ctrl+D. Hal ini bertujuan agar hanya nilai
data yang dimaksud saja yang dimasukkan. Setelahnya klik apply.
Kolom FFID dan Pattern telah terisi, lalu pilih file dan save untuk menyimpannya.

Pada tahap selanjutnya, pilih pattern pada kotak dialog dan pada kotak dialog Recording System Channels, isi
pada bagian “maximum number of channels/record” dan pilih varying number of channels/record lalu klik OK.
Dengan sendirinya kotak dialog tersebut keluar.

Ubah ke format sps

Pada kotak dialog PAT Ordered Parameter File, pilih file lalu import data “XPS_LINE_01.xps”. Kotak dialog
ASCII\EBCDIC File Import berisi data xps akan muncul dan pilih format, lalu ketikan nama “PAT1” dan klik OK. Lalu
muncul kotak dialog untuk dimasukkannya informasi dari data xps.
Selanjutnya kotak dialog berisi tabel, diisi pada bagian FFID dan Pattern berdasarkan lokasi kolom data FFID pada
data xps. Kemudian pilih save. Seperti tahap pada pengisian informasi receiver, dilakukan seleksi dari pojok kiri
paling atas data xps dengan mengklik MB2, lalu ketik Ctrl+D. Hal ini bertujuan agar hanya nilai data yang dimaksud
saja yang dimasukkan. Setelahnya klik apply.

Isi data sps

Klik File lalu Exit untuk keluar dari kotak dialog PAT Ordered Parameter File.
Hasil data sps.

Isi data xps


Menu bin pertama

Sampe status
Kemudian klik geometry_headerload
Tampilan rawdata

Tampilan data geometry