Anda di halaman 1dari 2

Asuhan Keperawatan Klien Gangguan Alam Perasaan

Secara garis besar ada beberapa proses yang berperan dalam terciptanya suatu perilaku manusia.
Pertama adalah proses kognisi yang meliputi; Sensasi, Persepsi, Perhatian, Ingatan,Asosiasi,
Pertimbangan, Pikiran, dan Kesadaran. Kedua adalah unsur Kemauan, sedangkan yang ketiga adalah
aspek emosi dan afek serta yang terkahir adalah psikomotor. Keempat komponen tersebut pada
kenyataannya merupakan satu kesatuan yang sulit dipisah-pisahkan serta saling berinteraksi dalam
lingkungan internal individu.

Perasaan (mood) merupakan bagian dari emosi dan afek. Seperti halnya kognitif, kemauan, dan
psikomotor, maka emosi serta afek klien dapat mengalami gangguan.

A. Pengertian Mood
Perasaan suasana hati yang mewarnai seluruh kehidupan psikis seseorang dan mempengaruhi
seseorang dalam waktu yang lama. Misalnya seseorang yang sedih, malas untuk berkomunikasi,
makan, bekerja, dsb.
1. Menurut Stuart Laraia dalam Psychiatric Nursing (1998: 349)
Keadaan emosional yang memanjang yang memperngaruhi seluruh kepribadian individu dan
fungsi kehidupannya. Hal ini berhubungan dengan emosi dan memiliki pengertian yang sama
dengan keadaan perasaan atau emosi. Seperti aspek-aspek lain dalam kepribadian, emosi atau
mood berperan dalam proses adaptasi. Ada 4 fungsi adaptasi dari emosi:
a. Sebagai bentuk komunikasi sosial,
b. Merangsang fungsi fisiologis,
c. Kesadaran secara subjektif, dan
d. Mekanisme pertahanan psikodinamis.
2. Menurut John W. Santrock dalam Psychology The Science of Mind and Behaviour (1991: 490)
Gangguan alam perasaan adalah kelainan psikologis yang ditandai dengan meluasnya irama
emosional seseorang, mulai dari rentang depresi sampai gembira yang berlebihan (euphoria),
dan gerak yang berlebihan (agitation). Depresi dapat terjadi secara tunggal dalam bentuk
mayor depresi atau dalam bentuk lain seperti mania sebagai gangguan tipe Bipolar
3. Menurut Patricia D. Barry dalam Mental Health and Mental Ilness (998: 302)
Gangguan mental afektif (ganggua alam perasaan) meliputi kondisi mental yang menyebabkan
perubahan alam perasaan seseorang (yang dikenal dengan afek) atau keadaan emosional dalam
periode waktu yang panjang. Perubahan keadaan emosional tersebut dapat berupa depresi,
kegembiraan atau kombinasi dari berbagai siklus.
4. Buskist Gerbing dalam Psychology Boundaries and Frontiers (1990: 548)
Gangguan mood dapat dicirikan dengan depresi yang dalam, atau kombinasi dari depresi dan
gembira yang berlebihan. Dengan kata lain individu dengan kelainan mood selain depresi yang
mendalam dapar berupa periode elasi (keceriaan) dan depresi.
5. Clinton Nelson dalam Mental Health Nursing Practice (1996)
Gangguan mental yang memperlihatkan perubahan suasana perasaan menonjol dan menetap
dan bersifat patologis. Sebagian besar gangguan alam perasaan berupa depresi dan mania.
Alam perasaan (mood) merujuk pada keadaan emosional internal dari individu, seperti “saya
merasa bahagia, saya marah, saya merasa sedih”. Affect merujuk pada tampilan luar dari
ekspresi emosi seperti mimic wajah, atau postur tubuh yang menunjukkan perasaan sedih atau
marah.
B. Rentang Respon Emosi

Emotional Reaksi kehilangan Supresi Supresi Reaksi kehilangan Mania atau


Redponsive yang wajar yang memanjang Depresi

Rentang respon emosi yang normal pada seseorang akan bergerak secara dinamis. Tidak
merupakan suatu titik yang statis dan tetap. Dinamisasi tersebut dipengaruhi oleh berbagai
faktor seperti organobiologis, psikoedukatif, sosiokultural. Pada klien yang mengalami gangguan
alam perasaan, reaksinya cenderung menetap dan memanjang. Tetapi hal tersebut juga sangat
tergantung pada tipe gangguan alam perasaannya. Apakah termasuk tipe manik, depresif, atau
kombinasi dari keduanya. Rentang respon emosi bergerak dari emotional responsive sampai
mania/depresi dengan ciri-ciri sebagai berikut:
1. Responsive. Klien lebih terbuka, menyadari perasaannya, dapat berpartisipasi dengan dunia
internal (memahami harapan dirinya) dan dunia eksternal (memahami harapa orang lain).
2. Reaksi Kehilangan yang Wajar. Klien merasa bersedih, kegiatan sehari-hari klien terhenti
(misalnya bekerja, sekolah), pikiran dan perasaan klien lebih berfokus pada diri sendiri tetapi
semua hal tersebut berlangsung hanya sementara.
3. Supresi. Merupakan tahap awal merupakan koping individu termasuk maladaptive, klien
menyangkal perasaannya sendiri, klien berusaha menekan atau mengalihkan perhatiannya
terhadap lingkungan. Apabila fase ini terus-menerus (memanjang) maka hal tersebut dapat
mengganggu individu.
4. Depresi. Gangguan alam perasaan yang ditandai dengan perasaan sedih yang berlebihan,
murung, tidak bersemangat, perasaan tidak berharga,merasa kosong, putus harapan, selalu
merasa dirinya gagal, tidak berinat terhadap ADL sampai ada ide bunuh diri.