Anda di halaman 1dari 4

Nama : Rosani Chaerunnisa Ikhsan

NIM : A31115035

PPN dan PPn BM 3

1. Sebutkan kelompok-kelompok pemungut PPN!


Jawab: Kelompok pemungut PPN sebagai berikut:
a. Bendaharawan Pemerintah dan Kantor Perbendaharaan dan Kas Negara. Bendaharawan
Pemerintah atau KPKN memungutan PPN dan PPn BM pada saat pembayaran kepada PKP
Rekanan Pemerintah dengan cara pemotongan secara langsung dari tagihan PKP Rekanan
Pemerintah tersebut.
b. Kontraktor kontrak kerja sama pengusahaan minyak dan gas bumi; dan kontraktor atau
pemegang kuasa/pemegang izin pengusahaan sumber daya panas bumi. Kontraktor kontrak
kerja sama melakukan pemungutan PPN/PPnBM paling lama pada saat:
1) penyerahan Barang Kena Pajak dan/atau penyerahan Jasa Kena Pajak;
2) penerimaan pembayaran dalam hal penerimaan pembayaran terjadi sebelum penyerahan
Barang Kena Pajak dan/atau sebelum penyerahan Jasa Kena Pajak; atau
3) penerimaan pembayaran termin dalam hal penyerahan sebagian tahap pekerjaan.
c. Badan Usaha Milik Negara BUMN melakukan pemungutan PPN/PPnBM paling lama pada
saat:
1) penyerahan Barang Kena Pajak dan/atau penyerahan Jasa Kena Pajak;
2) penerimaan pembayaran dalam hal penerimaan pembayaran terjadi sebelum penyerahan
Barang Kena Pajak dan/atau sebelum penyerahan Jasa Kena Pajak; atau
3) penerimaan pembayaran termin dalam hal penyerahan sebagian tahap pekerjaan

Sumber: http://www.pajak.go.id/content/25222-pemungutan-ppn

2. Jelaskan definisi dari PKP Pedagang Eceran


Jawab:
Menurut Pasal 1 ayat (6) PER-24/PJ/2012 yang disebut sebagai PKP Pedagang Eceran
(Selanjutnya disebut sebagai PKP PE) adalah PKP yang dalam kegiatan usaha atau pekerjaannya
melakukan :
a. penyerahan Barang Kena Pajak dengan cara sebagai berikut :
1) melalui suatu tempat penjualan eceran atau langsung mendatangi dari satu
tempat konsumen akhir ke tempat konsumen akhir lainnya;
2) dengan cara penjualan eceran yang dilakukan langsung kepada konsumen akhir,
tanpa didahului dengan penawaran tertulis, pemesanan tertulis, kontrak, atau lelang; dan
3) pada umumnya penyerahan Barang Kena Pajak atau transaksi jual beli dilakukan secara
tunai dan penjual atau pembeli langsung menyerahkan atau membawa Barang Kena Pajak
yang dibelinya; atau
b. penyerahan JKP dengan cara sebagai berikut :
1) melalui suatu tempat penyerahan jasa secara langsung kepada konsumen akhir
atau langsung mendatangi dari satu tempat konsumen akhir ke tempat konsumen
akhir lainnya;
2) dilakukan secara langsung kepada konsumen akhir, tanpa didahului penawaran
tertulis, pemesanan tertulis, kontrak, atau lelang; dan
3) pada umumnya pembayaran atas penyerahan JKP dilakukan secara tunai.

Sumber:http://belajarmemahamipajak.blogspot.co.id/2013/02/faktur-pajak-bagi-pedagang-eceran.html

3. Jelaskan mengenai Faktur Pajak atas penyerahan Barang Kena Pajak yang dibuat oleh PKP PE!
Jawab:
Dirjen Pajak mengeluarkan ketentuan khusus mengenai faktur pajak bagi PKP PE melalui
Per Dirjen Pajak Nomor PER-58/PJ/2010 tanggal 13 Desember 2010 tentang Bentuk Dan Ukuran
Formulir Serta Tata Cara Pengisian Keterangan Pada Faktur Pajak Bagi Pengusaha Kena Pajak
PE .
Faktur Pajak atas penyerahan Barang Kena Pajak oleh PKP PE paling sedikit harus memuat
keterangan :
a. nama, alamat, dan Nomor Pokok Wajib Pajak yang menyerahkan Barang Kena Pajak;
b. jenis Barang Kena Pajak yang diserahkan;
c. jumlah Harga Jual yang sudah termasuk Pajak Pertambahan Nilai atau besarnya Pajak
Pertambahan Nilai dicantumkan secara terpisah;
d. Pajak Penjualan atas Barang Mewah yang dipungut; dan kode, nomor seri dan tanggal
pembuatan Faktur Pajak yang dapat berupa nomor nota, kode nota, atau ditentukan sendiri
oleh PKP PE. (Pasal 3 ayat 1 dan Pasal 5 PER-58/PJ/2010).
Faktur Pajak yang dibuat PKP PE dapat berupa : bon kontan, faktur penjualan, segi cash
register, karcis, kuitansi, atau tanda bukti penyerahan atau pembayaran lain yang sejenis.
Sedangkan Bentuk dan ukuran formulir Faktur Pajak disesuaikan dengan kepentingan PKP PE.
Pengadaan formulir Faktur Pajak dilakukan oleh PKP PE.

Sumber:http://belajarmemahamipajak.blogspot.co.id/2013/02/faktur-pajak-bagi-pedagang-eceran.html
4. Selesaikan soal berikut ini:
Toko “Nona” menjual pakaian untuk konsumen di Pasar Induk dengan omzet penjualan setahun
Rp 800 juta. Penghitungan penghasilan neto untuk Pajak Penghasilan Onah selaku pemilik Toko
memutuskan untuk menggunakan Norma Penghitungan Penghasilan Neto. Selama bulan
September 2011 omzet penjualannya adalah Rp 150 juta dan membeli bahan dagangannya sebesar
Rp 80 juta. Hitunglah PPN ats Toko “Nona” untuk bulan September 2011.
Jawab:
Penghitungan PPN atas Toko “Nona” untuk bulan September 2011 adalah sebagai berikut:

a. Menggunakan Pedoman Penghitungan Pengkreditan Pajak Masukan


Peredaran Usaha Rp 150.000.000
Pajak Keluaran 10% x Rp 150.000.000 = Rp 15.000.000
Pajak Masukan 80% x Rp 15.000.000 = Rp 12.000.000 -
PPN Kurang Bayar = Rp 3.000.000

Atau dengan cara :

Pajak Keluaran 10% x Rp 150.000.000 = Rp 15.000.000 x 20%


PPN Kurang Bayar = Rp 3.000.000

b. Bandingkan jika Onah menggunakan Mekanisme Umum untuk kewajiban PPN-nya


Peredaran Usaha Rp 150.000.000
Pajak Keluaran 10% x Rp 150.000.000 = Rp 15.000.000
Pembelian Rp 80.000.000
Pajak Masukan 10% x Rp 80.000.000 = Rp 8.000.000 -
PPN Kurang Bayar = Rp 7.000.000

Dari 2 metoda di atas sudah tentu metoda yang I adalah metode yang lebih menguntungkan
bagi Onah karena bisa hemat hingga 100%, sehingga “beban” usaha semakin ringan.

Sumber: http://akuntansifreeline.blogspot.co.id/2012/09/ppn-pedagang-eceran.html

5. Sebutkan tata cara Pelaporan surat Pemberitahuan Masa PPN (SPT Masa PPN)
Jawab:
Tata Cara Pelaporan surat Pemberitahuan Masa PPN (SPT Masa PPN)
PKP Pedagang Eceran yang melakukan penyerahan BKP:
a. Wajib mengisi SPT Masa PPN beserta lampirannya (formulir 1195) dan melaporkannya ke
Kantor Pelayanan Pajak (KPP) tempat PKP PE dikukuhkan; dan
b. Wajib membuat Faktur Pajak, memungut dan menyetor pajak yang terutang serta
melaporkannya pada SPT Masa PPN.
 Slip Cash Register atau Segi cash Register yang dibuat dapat diperlakukan sebagai Faktur
Pajak Sederhana
 Apabila harga jual BKP sudah termasuk PPN, Slip Cash Register atau Segi Cash Register
wajib diberi keterangan “untuk BKP harga sudah termasuk PPN”
 Pencantuman alamat Pedagang Eceran pada Slip Cash Register atau Segi Cash Register
dapat disingkat.

Sumber: http://www.pajakonline.com/engine/learning/view.php?id=791