Anda di halaman 1dari 23

KERANGKA ACUAN KERJA

1 Umum
1.1 Latar Belakang
Pembangunan perumahan dan kawasan permukiman merupakan kebutuhan dasar manusia
yang mempunyai fungsi strategis sebagai pusat pendidikan keluarga, persemaian budaya, dan
peningkatan kualitas generasi yang akan datang, serta merupakan pengejawantahan jati diri. Salah
satu perwujudan tercapainya kesejahteraan rakyat ditandai dengan meningkatnya kualitas
kehidupan yang layak dan bermartabat melalui pemenuhan kebutuhan papan sebagai salah satu
kebutuhan dasar manusia. Dengan demikian pembangunan perumahan dan kawasan permukiman
merupakan salah satu bidang strategis dalam upaya pembangunan manusia Indonesia yang
seutuhnya dan pembangunan perumahan dan kawasan permukiman merupakan kegiatan yang
bersifat multi sektor, yang hasilnya langsung menyentuh salah satu kebutuhan dasar masyarakat.
Berdasarkan Undang-Undang No 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah,
pembangunan perumahan dan kawasan permukiman menjadi salah satu urusan wajib yang
berkaitan dengan pelayanan dasar, sehingga harus dilaksanakan oleh Pemerintah Kota/Kabupaten.
Namun demikian, masalah pembangunan perumahan dan kawasan permukiman merupakan
tanggung jawab bersama antara pemerintah, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, dunia
usaha dan masyarakat sesuai peran masing-masing. Pemenuhan kebutuhan rumah layak dalam
lingkungan sehat tentunya menjadi kewajiban masyarakat sendiri, pemerintah dalam hal ini
mempunyai tugas untuk menciptakan iklim pembangunan yang kondusif sehingga memberikan
peluang kepada dunia usaha menyediaan perumahan dan kawasan permukiman.
Dinamika perkembangan pemanfaatan ruang di wilayah Kabupaten Seram Bagian Timur
membawa dampak terjadinya pola pergeseran dalam pemanfaatan ruang dari kawasan yang
bercirikan perdesaan ke kawasan yang bercirikan perkotaan. Perkembangan kebutuhan ruang
wilayah dan kondisi daya dukung ruang wilayah yang mengalami pergeseran mengakibatkan
peningkatan pertumbuhan kawasan terbangun. Sejalan dengan perkembangan wilayah Kabupaten
Seram Bagian Timur perlu adanya arahan pengembangan kewilayahan sehingga pemanfaatan ruang
wilayah oleh pengguna ruang yang secara fungsi mempunyai nilai ekonomis dapat terkendali.
Untuk mengantisipasi hal tersebut diperlukan suatu penetapan pemanfaatan ruang yang komperhesif
sehingga pembangunan dan pengembangan perumahan dan kawasan permukiman sejalan dengan
pembangunan sektor lain, supaya terjadi sinkronisasi, dan harmonisasi dalam mewujudkan Visi,
Misi, Tujuan dan Sasaran Pembangunan Kabupaten Seram Bagian Timur berdasarkan RPJM dan
RTRW Kabupaten Seram Bagian Timur.

Penyusunan Kebijakan Strategis Pengembangan Permukiman


Kecamatan Pulau Gorom dan Kecamatan Seram Timur
Salah satu peran strategis Pemerintah Pusat dalam upaya percepatan pembangunan
perumahan dan kawasan permukiman adalah penyediaan berbagai kebijakan, norma, standar,
panduan dan manual bagi daerah. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2011 tentang
Perumahan dan Kawasan Permukiman, bahwa pemerintah dan/atau pemerintah daerah wajib
memberikan kemudahan pembangunan dan perolehan rumah bagi Masyarakat Berpengahasilan
Rendah (selanjutnya disebut MBR). Hal ini merupakan wujud komitmen pemerintah dalam
meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya.
Agar penyelenggaraan pembangunan Perumahan dan Kawasan Pemukiman berjalan
optimal, tertib dan terorganisasi dengan baik, maka diperlukan suatu pedoman umum yang
mengakomodasi berbagai kepentingan dan dapat mengantisipasi persoalan-persoalan pokok yang
saat ini berkembang di kawasan permukiman perkotaan, bahkan yang diprediksi akan terjadi pada
periode tertentu.
Dalam rangka meningkatkan efektifitas dan efisiensi pembangunan Perumahan dan
Kawasan Pemukiman dan dalam upaya percepatan pembangunan Perumahan dan Kawasan
Pemukiman yang berkelanjutan dibutuhkan suatu dokumen perencanaan pembangunan strategis
terkait pembangunan Perumahan dan Kawasan Pemukiman. Dokumen yang dimaksud adalah
Dokumen Kajian Kebijakan Strategis Pengembangan Permukiman.
Dokumen Kajian Kebijakan Strategis Pengembangan Permukiman merupakan turunan dari
RTRW yang merupakan suatu produk rekayasa yang dapat dijadikan acuan bagi kebijakan dan
pengendalian pembangunan dan pengembangan perumahan dan kawasan pemukiman.
Penyelenggaraan pembangunan perumahan dan pemukiman harus dilakukan oleh pemerintah
daerah secara akomodatif, aspiratif, dan transparan. Konsepsi pembangunan dan pengembangan
perumahan dan pemukiman suatu wilayah harus direncanakan secara matang untuk kurun waktu 5
(lima) tahunan sebagai acuan baku bagi semua stakeholder dan masyarakat.
Dalam perkembangannya sebagian besar Pemerintah Kota/Kabupaten termasuk Pemerintah
Kabupaten Seram Bagian Timur belum mempunyai dokumen Perencanaan Pembangunan
Perumahan dan Kawasan Pemukiman sebagai acuan dalam penyiapan program dan arahan dalam
pembangunan perumahan dan kawasan permukiman di daerahnya. Sehubungan dengan hal tersebut,
maka saat ini diperlukan adanya suatu kegiatan Penyusunan Kajian Kebijakan Strategis
Pengembangan Permukiman Kabupaten Seram Bagian Timur.

Penyusunan Kebijakan Strategis Pengembangan Permukiman


Kecamatan Pulau Gorom dan Kecamatan Seram Timur
1.2 Maksud dan Tujuan
Penyusunan Kajian Kebijakan Strategis Pengembangan Permukiman Kabupaten Seram Bagian
Timur ini dimaksudkan untuk:
1. Melaksanakan Standar Pelayanan Minimal bidang Perumahan Rakyat;
2. Mengidentifikasi permasalahan perumahan dan pemukiman, yang meliputi :
a. Permasalahan yang ada (pemberian ijin lokasi, pemberian perijinan yang melebihi
daya dukung lingkungan, pertumbuhan permukiman kumuh);
b. Permasalahan yang perlu diantisipasi (review terhadap peruntukan kawasan,
penetapan fungsi kawasan non perumahan yang berkembang menjadi kawasan
perumahan atau sebaliknya, penetapan negative list terhadap kawasan terlarang,
penetapan daya dukung lahan yang mengalami degradasi);
c. Permasalahan lain (masalah sektoral, masalah lintas publik, dan masalah yang
dipecahkan secara terkoordinasi melalui forum masyarakat).
3. Tersedianya data dasar perumahan dan pemukiman yang diperhitungkan sehingga masih
dapat digunakan (valid) dan mudah dikelola.
4. Terdefinisinya sasaran dan kebijakan daerah dalam pemenuhan kebutuhan sektor
Perumahan dan Kawasan Pemukiman secara terintegrasi dan sistematis;
5. Terwujudnya pedoman dan arahan terkait Perumahan dan Kawasan Pemukiman dalam
perencanaan dan pelaksanaan pembangunan Perumahan dan Kawasan Pemukiman; dan
6. Tersinerginya Pembangunan Perumahan dan Kawasan Pemukiman antar pihak-pihak yang
membidangi perumahan dan pihak-pihak lain yang terkait Perumahan dan Kawasan
Pemukiman;
7. Menunjang pembangunan ekonomi sosial dan budaya;
8. Pemberdayaan pemangku kepentingan.

1.3 Sasaran
Sebagai bagian dari rencana tata ruang wilayah, sasaran dari penyusunan Kajian Kebijakan
Strategis Pengembangan Permukiman ini antara lain:
1. Tersedianya rencana pembangunan perumahan dan kawasan permukiman di daerah yang
aspiratif dan akomodatif, yang dapat diacu bersama oleh pelaku dan penyelenggara
pembangunan;
2. Tersedianya skenario pembangunan perumahan dan kawasan permukiman yang
memungkinkan terselenggaranya pembangunan secara tertib dan terorganisasi serta terbuka
peluang bagi masyarakat untuk berperan serta dalam seluruh prosesnya;
3. Tertanganinya kawasan permukiman kumuh;
Penyusunan Kebijakan Strategis Pengembangan Permukiman
Kecamatan Pulau Gorom dan Kecamatan Seram Timur
4. Terakomodasinya kebutuhan akan perumahan dan kawasan permukiman yang dijamin oleh
kepastian hukum, terutama bagi kelompok masyarakat berpenghasilan rendah;dan
5. Tersedianya Kajian Kebijakan Strategis Pengembangan Permukiman yang memadai
kualitasnya, terutama bagi daerah yang telah memperlihatkan kebutuhan serta rnemiliki
intensitas permasalahan yang mendesak di bidang perumahan dan kawasan permukiman.

1.4 Lokasi Kegiatan


Penyusunan Kajian Kebijakan Strategis Pengembangan Permukiman Kabupaten Seram
Bagian Timur, yaitu pada Kecamatan ..................................

1.5 Sumber Pendanaan


Pelaksanaan kegiatan Penyusunan Kajian Kebijakan Strategis Pengembangan Permukiman
Kabupaten Seram Bagian Timur diperlukan biaya ............................................. termasuk PPN yang
bersumber dari APBD Kabupaten Seram Bagian Timur Tahun Anggaran 2018

1.6 Nama dan Organisasi Pejabat Pembuat Komitmen


Nama Pejabat Pembuat Komitmen :
Proyek/Satuan Kerja :

Penyusunan Kebijakan Strategis Pengembangan Permukiman


Kecamatan Pulau Gorom dan Kecamatan Seram Timur
2 Data Penunjang
2.1 Data Dasar
Kelengkapan data yang harus diakomodasikan dalam Penyusunan Kajian Kebijakan
Strategis Pengembangan Permukiman Kabupaten Seram Bagian Timur adalah :
1. Data primer meliputi :
a. Data sebaran rumah, perumahan dan permukiman;
b. Data sebaran perumahan kumuh dan permukiman kumuh;
c. Data ketersediaan prasarana ,sarana dan utilitas umum;
d. Data tipologi perumahan dan permukiman;
e. Data terkait budaya bermukim masyarakat;
f. Data sebaran permukiman tradisional;
g. Data kualitas lingkungan pada perumahan dan permukiman
2. Data sekunder meliputi:
a. Data dari RPJP dan RPJM Daerah Kabupaten Seram Bagian Timur yang terdiri dari :
i. Visi dan misi pembangunan daerah;
ii. Arah kebijakan dan strategi pembangunan daerah;
iii. Tujuan dan sasaran pembangunan daerah;
iv. Prioritas daerah; dan
v. Program pembangunan daerah terkait bidang perumahan dan permukiman.
b. Data RTRW Kabupaten Seram Bagian Timur 2010 – 2030;
i. Arahan kebijakan pemanfaatan ruang kawasan permukiman;dan
ii. Rencana struktur dan pola ruang.
c. Data dan informasi tentang kebijakan pembangunan dan pengembangan perumahan
dan kawasan permukiman di wilayah perencanaan;
d. Data wilayah administrasi;
e. Data fisiografis
f. Data penguasaan, penggunaan dan pemanfaatan lahan;
g. Data dan informasi perumahan dan kawasan permukiman yang berada di dalam
wilayah kabupaten meliputi :
i. Data kependudukan tiap kelurahan/desa;
ii. Data gambaran umum kondisi rumah (kualitas rumah, status kepemilikan) di
tiap kelurahan / desa;
iii. Data perumahan, permukiman, lingkungan hunian, dan kawasan
permukiman;

Penyusunan Kebijakan Strategis Pengembangan Permukiman


Kecamatan Pulau Gorom dan Kecamatan Seram Timur
iv. Data tentang prasarana, sarana, dan utilitas umum, termasuk sarana
pemakaman umum;
v. Data perizinan pembangunan perumahan dan kawasan permukiman yang
telah diterbitkan;
vi. Data daya dukung wilayah;
vii. Data tentang pertumbuhan ekonomi wilayah;
viii. Data tentang kemampuan keuangan daerah;
ix. Data tentang pendanaan dan pembiayaan perumahan dan kawasan
permukiman;dan
x. Data dan informasi tentang kelembagaan terkait perumahan dan kawasan
permukiman.
h. Data terkait kawasan dan bangunan (kualitas, intensitas bangunan, tata bangunan).
3. Peta-peta, meliputi :
a. Peta dalam dokumen RTRW meliputi :
i. Peta batas administrasi;
ii. Peta penggunaan lahan eksisting;
iii. Peta informasi kebencanaan dan rawan bencana;
iv. Peta kondisi tanah antara lain peta geologi, hidrologi, topografi;
v. Peta – peta identifikasi potensi sumberdaya alam;
vi. Peta tata guna lahan;
vii. Peta daya dukung dan daya tampung wilayah;
viii. Peta prasarana, sarana, dan utilitas umum perumahan dan kawasan
permukiman, termasuk sarana pemakaman umum;
ix. Peta kawasan strategis, kawasan prioritas, dan kawasan yang memerlukan
penanganan khusus; dan
x. Peta rencana struktur dan pola ruang.
b. Peta tata guna lahan eksisting;
c. Citra satelit untuk memperbaharui (update) peta dasar dan membuat peta tutupan
lahan; dan
d. Peta status perizinan lokasi pemanfaatan tanah.

Penyusunan Kebijakan Strategis Pengembangan Permukiman


Kecamatan Pulau Gorom dan Kecamatan Seram Timur
2.2 Standar Teknis
Dokumen Penyusunan Kajian Kebijakan Strategis Pengembangan Permukiman Kabupaten
Seram Bagian Timur memuat tentang :
1. Dasar Pertimbangan Penyusunan Rencana
Untuk mengenali potensi dan permasalahan dalam pembangunan dan pengembangan
perumahan dan kawasan permukiman, melalui perumusan isu strategis baik eksternal dan
internal;
2. Tujuan, Kebijakan dan Strategi
Dirumuskan untuk menentukan arah kebijakan pembangunan dan perkembangan perumahan
dan kawasan permukiman yang bersangkutan;
3. Penyediaan Basis Data Perumahan dan Kawasan Permukiman
Untuk penyusunan profil data / informasi terkait perumahan dan permukiman sebagai
informasi kondisi, permasalahan, kebutuhan, serta rencana pembangunan dan
pengembangan perumahan dan permukiman yang sedang dan akan dilakukan;
4. Pengaturan
a. Tujuan perencanaan perumahan dan kawasan permukiman;
b. Klasifikasi/hierarki dari perencanaan perumahan dan kawasan permukiman
i. Kawasan permukiman;
ii. Lingkungan hunian;
iii. Permukiman;
iv. Perumahan;
v. Rumah.
c. Kriteria penyusunan rencana perumahan dan kawasan permukiman
5. Pemanfaatan Perumahan dan Kawasan Permukiman
a. Tujuan
i. Pemanfaatan perumahan digunakan sebagai fungsi hunian;
ii. Pemanfaatan kawasan permukiman dilakukan untuk :
1. Menjamin kawasan permukiman sesuai dengan fungsinya
sebagaimana ditetapkan dalam rencana tata ruang wilayah;
2. Mewujudkan struktur ruang sesuai dengan peerencanaan kawasan
permukiman.
b. Bentuk Pemanfaatan
Pemanfaatan perumahan di lingkungan hunian meliputi :
i. Pemanfaatan rumah;
ii. Pemanfaatan prasarana dan sarana perumahan;
Penyusunan Kebijakan Strategis Pengembangan Permukiman
Kecamatan Pulau Gorom dan Kecamatan Seram Timur
iii. Pelestarian rumah, perumahan, serta prasarana dan sarana perumahan
sesuai dengan ketentuan peraturan perundang – undangan;
iv. Pemeliharaan dan perbaikan dimaksudkan untuk menjaga fungsi
perumahan dan kawasan permukiman yang dapat berfungsi secara baik dan
berkelanjutan untuk kepentingan peningkatan kulitas hidup orang
perorangan.
6. Perumusan Indikasi Program;

2.3 Referensi Hukum


Dasar hukum untuk melaksanakan Penyusunan Kajian Kebijakan Strategis Pengembangan
Permukiman Kabupaten Seram Bagian Timur antara lain:
1. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria;
2. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumberdaya Alam dan Hayati;
3. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi;
4. Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan;
5. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2002 tentang Ketenagalistrikan;
6. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung;
7. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan
Perundangundangan;
8. Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan;
9. Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan;
10. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian;
11. Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang;
12. Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2007 Tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir Dan Pulau-
Pulau Kecil sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014;
13. Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah;
14. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan;
15. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan;
16. Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan;
17. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik;
18. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan
Hidup;
19. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Benda Cagar Budaya;
20. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Permukiman;
21. Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2011 tentang Informasi Geospasial;
Penyusunan Kebijakan Strategis Pengembangan Permukiman
Kecamatan Pulau Gorom dan Kecamatan Seram Timur
22. Undang – Undang Nomor 20 Tahun 2011 tentang Rumah Susun;
23. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2012 Tentang Pengadaan Tanah Bagi
Pembangunan Untuk Kepentingan Umum;
24. Undang–Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah;
25. Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 1991 tentang Sungai;
26. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 1993 tentang Angkutan Jalan;
27. Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 1993 tentang Prasarana dan Lalu Lintas Jalan;
28. Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 2000 tentang Tingkat Ketelitian Peta untuk Penataan
Ruang Wilayah;
29. Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2004 tentang Penatagunaan Tanah;
30. Peraturan Pemeritah Nomor 60 tahun 2009 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah
Nomor 45 Tahun 2004 tentang Perlindungan Hutan;
31. Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2005 tentang Jalan Tol;
32. Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2006 tentang Irigasi;
33. Peraturan Pemerintah Nomor 34 Tahun 2006 tentang Jalan;
34. Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah
Nasional;
35. Peraturan Pemerintah Nomor 61 Tahun 2009 tentang Kepelabuhanan;
36. Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2010 tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang;
37. Peraturan Pemerintah Nomor 68 Tahun 2010 tentang Bentuk dan Tata Cara Peran
Masyarakat dalam Penataan Ruang;
38. Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2012 tentang Izin Lingkungan;
39. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 36 tahun 2005 tentang Pengelolaan Tanah
bagi Pelaksanaan Pembangunan untuk Kepentingan Umum;
40. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 1990 tentang Pengelolaan
Kawasan Lindung;
41. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 34 Tahun 2003 tentang Kebijakan Nasional
di Bidang Pertanahan;
42. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 4 tahun 2009 tentang Koordinasi Penataan
Ruang Nasional;
43. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No 41 Tahun 2007 tentang Pedoman Kriteria Teknis
Kawasan Budidaya;
44. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No 5 Tahun 2008 tentang Pedoman Penyediaan
Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau di Kawasan Perkotaan;

Penyusunan Kebijakan Strategis Pengembangan Permukiman


Kecamatan Pulau Gorom dan Kecamatan Seram Timur
45. Peraturan Menteri Dalam Negeri 1 Tahun 2008 tentang Pedoman Perencanaan Kawasan
Perkotaan;
46. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 9 Tahun 2009 tentang Pedoman Penyerahan
Prsarana, Sarana, Dan Utilitas Perumahan Dan Permukiman Di Daerah;
47. Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 17 Tahun 2009 Tentang Pedoman
Penentuan Daya Dukung Lingkungan Hidup Dalam Penataan Ruang Wilayah;
48. Peraturan Menteri Negara Perumahan Rakyat Nomor 10 Tahun 2012 tentang
Penyelenggaraan Perumahan Dan Kawasan Permukiman Dengan Hunian Berimbang;
49. Peraturan Menteri Negara Perumahan Rakyat Nomor 07 Tahun 2013 tentang Perubahan atas
Peraturan Menteri perumahan Rakyat Nomor 10 tahun 2012 tentang Penyelenggaraan
Perumahan Dan Kawasan Permukiman Dengan Hunian Berimbang.

Penyusunan Kebijakan Strategis Pengembangan Permukiman


Kecamatan Pulau Gorom dan Kecamatan Seram Timur
3 Ruang Lingkup
3.1 Ruang Lingkup Kegiatan
Lingkup pekerjaan yang harus dilakukan oleh konsultan bidang Tata Lingkungan Sub
Bidang Jasa Perencanaan Urban dalam menangani Penyusunan Kajian Kebijakan Strategis
Pengembangan Permukiman Kabupaten Seram Bagian Timur meliputi:
1. Pengalaman kerja melaksanakan pekerjaan sejenis seperti:
a. Penyusunan Rencana Pembangunan Dan Pengembangan Perumahan Dan
Permukiman Di Daerah (RP4D);
b. Penyusunan Review Rencana Pembangunan Dan Pengembangan Perumahan Dan
Permukiman Di Daerah (RP4D) ; dan
c. Penyusunan Review Penyusunan Kajian Kebijakan Strategis Pengembangan
Permukiman.
2. Pengalaman kerja melaksanakan pekerjaan yang menunjang seperti :
a. Penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah;
b. Penyusunan Rencana Detail Tata Ruang Kawasan;
c. Penyusunan Rencana Teknis Ruang Kawasan;
d. Penyusunan Rencana Rinci Ruang Kawasan;dan
e. Penyusunan Rencana Teknik Bangunan dan Lingkungan.
f. Penyusunan Kajian Lingkungan Hidup Strategis
g. Penyusunan dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL);
h. Pemetaan Bangunan dan Lingkungan;
i. Survey dan Pemetaan;
j. Rencana Induk Kebakaran;
k. Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Daerah;
l. Masterplan Kawasan Industri;
m. Masterplan Drainase;
n. Masterplan Ruang Terbuka Hijau;
o. Masterplan Persampahan;
p. Rencana Strategis Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (RSWP3K);
q. Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau – Pulau Kecil (RZWP3K);
r. Rencana Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil ( RPWP-3-K);dan
s. Rencana Aksi Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (RAWP-3-K).
3. (Pengalaman sejenis dan menunjang tersebut diatas berlaku untuk seluruh tenaga ahli)

Penyusunan Kebijakan Strategis Pengembangan Permukiman


Kecamatan Pulau Gorom dan Kecamatan Seram Timur
3.1.1 Persiapan
Sosialisasi pekerjaan dan workshop identifikasi permasalahan perumahan dan kawasan permukiman
(PKP) dalam rangka Penyusunan Kajian Kebijakan Strategis Pengembangan Permukiman
Kabupaten Seram Bagian Timur;

3.1.2 Inventarisasi Data


1. Penyusunan profil kebijakan dan program pembangunan dan pengembangan perumahan dan
kawasan permukiman (PKP);
2. Penyusunan profil kondisi sosial – ekonomi budaya daerah;
3. Penyusunan profil perumahan dan kawasan permukiman (PKP);
4. Penyusunan profil kelembagaan dan pembiayaan perumahan dan kawasan permukiman
(PKP) Kabupaten.

3.1.3 Analisis Data


Pengolahan dan analisis data untuk Penyusunan Kajian Kebijakan Strategis Pengembangan
Permukiman Kabupaten Seram Bagian Timur meliputi :
1. Analisis implikasi kebijakan tata ruang terhadap pembangunan dan pengembangan PKP;
2. Analisis daya dukung dan daya tampung wilayah;
3. Proyeksi kebutuhan pembangunan dan pengembangan PKP;
a. Proyeksi Kebutuhan berdasarkan Proyeksi Penduduk dan Backlog;
b. Proyeksi Kebutuhan berdasarkan Segmentasi Pendapatan;
c. Estimasi Kebutuhan peningkatan Kualitas Permukiman;
d. Proyeksi Kebutuhan Penyediaan Rumah Baru;
e. Proyeksi kebutuhan Layanan Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum untuk
Pengembangan Rumah Baru; dan
f. Analisa kebutuhan Kelembagaan dan pembiayaan Perumahan dan Permukiman.
4. Perumusan persoalan dan tantangan pengembangan dan pembangunan PKP.

3.1.4 Perumusan Konsepsi dan Rencana


Perumusan Konsepsi
1. Perumusan dasar-dasar penetapan rencana
2. Perumusan kebijakan PKP
3. Perumusan strategi pelaksanaan pembangunan dan pengembangan PKP
4. Perumusan Visi ,Misi, Tujuan dan Sasaran Pembangunan dan Pengembangan PKP Daerah
a. Perumusan Rencana
Penyusunan Kebijakan Strategis Pengembangan Permukiman
Kecamatan Pulau Gorom dan Kecamatan Seram Timur
b. Perumusan Rencana Pembangunan dan Pengembangan PKP
c. Perumusan Rencana pengembangan Sumber daya PKP
i. Perumusan Rencana Pengembangan Kelembagaan Perumahan dan
Permukiman Daerah; dan
ii. Perumusan Rencana Pengembangan Pembiayaan Perumahan dan
Permukiman Daerah.
5. Perumusan Indikasi program
a. Perumusan Indikasi Program Perumahan Baru;
b. Perumusan Indikasi Program Peningkatan Kualitas Perumahan dan Permukiman;dan
c. Perumusan Indikasi Program Penunjang Perumahan dan permukiman.

3.1.5 Penyempurnaan Kajian Kebijakan Strategi Pengembangan Permukiman dan Legalisasi

3.2 Keluaran
1. Naskah Teknis Penyusunan Kajian Kebijakan Strategis Pengembangan Permukiman
Kabupaten Seram Bagian Timur yang terdiri atas 3 (tiga) Dokumen pelaporan yang terdiri :
a. Laporan Pendahuluan
Laporan Pendahuluan sekurang-kurangnya berisi pemahaman konsultan terhadap
lingkup pekerjaan, konsep pendekatan dan metodologi studi dan pelaksanaan
pekerjaan, program kerja dan jadwal pelaksanaan pekerjaan, termasuk daftar
kebutuhan data dan rencana survey lapangan berikut formulir-formulir survey
lapangan yang diperlukan serta dukungan tenaga ahli beserta perlengkapannya.
Laporan pendahuluan juga memuat Pengertian, Peran dan Manfaat, Kedudukan
RP3KP, dan ketentuan muatan RP3KP. Laporan Pendahuluan ini diserahkan kepada
Pemberi Tugas setelah diterimanya SPMK oleh Konsultan.
b. Laporan Data dan Analisa
Berisi data dan analisa hasil perolehan data, survey lapangan dan kajian rinci serta
memuat maksud dan tujuan, kategori data (Data Kebijakan dan Program Perumahan
dan Permukiman, Data Kondisi Sosial – Ekonomi dan Budaya, Profil Kelembagaan
dan Pembiayaan Perumahan dan Permukiman). Memuat data-data yang telah disusun
secara sistematis dan dilengkapi dengan uraian, peta – peta, grafik – grafik dan tabel-
tabel;
Data hasil survey, terdiri dari:
i. Data Eksisting (data dasar,produk peraturan, permasalahan,perijinan yang
sudah diberikan dan beberapa data pendukung yang dipandang perlu);
Penyusunan Kebijakan Strategis Pengembangan Permukiman
Kecamatan Pulau Gorom dan Kecamatan Seram Timur
ii. Rencana daerah dalam pengelolaan perumahan dan permukiman;
iii. Peta dasar dan peta lainnya.
Analisis untuk mendapatkan prediksi 20 tahun mendatang diantaranya tentang:
i. Analisis tentang kebijaksanaan dan kebijakan yang telah ada terkait dengan
wilayah perencanaan;
ii. Jumlah penduduk yang terdaftar maupun pendatang yang tidak terdaftar
(penduduk sementara), dimana keduanya memerlukan tempat tinggal yang
harus difasilitasi oleh pemerintah daerah;
iii. Backlog rumah yang dapat menunjukkan level masyarakat yang
membutuhkan;
iv. Permasalahan yang akan timbul dan harus diantisipasi sejak awal;
v. Kemungkinan arah perkembangan perumahan dan permukiman;
vi. Struktur hirarki ruang.
Laporan Data dan Analisa diasistensikan setelah penyerahan laporan pendahuluan.
c. Laporan Akhir
i. Pendahuluan;
1. Latar Belakang;
2. Permasalahan;
3. Azas,Tujuan dan Sasaran;
4. Dasar dan Konsep Pengembangan Permukiman;
5. Ruang Lingkup Pekerjaan.
ii. Gambaran Umum Wilayah Perencanaan;
1. Kedudukan dan Wilayah Administrasi
2. Kondisi Fisik dasar
3. Struktur dan Pola Ruang
4. Potensi ,Masalah dan Prospek Pengembangan Wilayah;
5. Kabupaten Seram Bagian Timur dalam Perencanaan Wilayah
iii. Kondisi Perumahan dan Kawasan Permukiman;
1. Faktor Penentu Perumahan dan Permukiman;
2. Faktor Rawan Bencana dan Pengaruhnya terhadap Perumahan dan
Permukiman;
3. Permasalahan perumahan dan permukiman.
iv. Tinjauan Pembangunan Perumahan dan Kawasan Permukiman;
1. Pembangunan Perumahan dan Permukiman;
2. Rencana Pembangunan Perumahan dan Permukiman;
Penyusunan Kebijakan Strategis Pengembangan Permukiman
Kecamatan Pulau Gorom dan Kecamatan Seram Timur
3. Perumahan dan Permukiman Khusus.
v. Proyeksi Kebutuhan dan Pengembangan Perumahan dan Kawasan
Permukiman;
vi. Kebijakan Strategi dan Rencana;
vii. Kelembagaan Perumahan dan Kawasan Permukiman;
viii. Indikasi Program.
Laporan Akhir (Materi Teknis) yang meliputi perbaikan draft Laporan Akhir (Materi
teknis) diserahkan pada Pemberi Tugas setelah pembahasan Draft Laporan Akhir
(Materi teknis).
2. Album Peta
Album peta yang disajikan dengan skala atau tingkat ketelitian minimal 1:25.000 dalam
format A1 yang dilengkapi dengan data peta digital yang memenuhi ketentuan sistem
informasi geografis (GIS).
3. Draft Rancangan Peraturan Daerah tentang Kajian Kebijakan Strategis Pengembangan
Permukiman Kabupaten Seram Bagian Timur berserta Naskah Akademis (ini nanti
disesuaikan)
4. Diskusi
Diskusi diagendakan tiga kali pertemuan bersama tim teknis dari unsur
BAPPELITBANGDA Kabupaten Seram Bagian Timur dan Satuan Kerja (SKPD) terkait,
membahas Draft Laporan Pendahuluan, Draft Data dan Analisa serta Draft Laporan Akhir.
Setelah dokumen telah disetujui tim teknis, selanjutnya dijilid dengan format kertas A4 dan
sampul depan berupa soft cover dan digandakan (berwarna jika terdapat foto/peta).
Rincian Produk Pekerjaan:
No Produk Pekerjaan Rangkap
1 Laporan Pendahuluan 5 buku
2 Laporan Data dan Analisa 10 buku
3 Laporan Akhir 10 Buku
4 Draft Rancangan Peraturan Daerah 1 buku
5 Soft Copy 5 buah
6 Album Peta 5 buku

Penyusunan Kebijakan Strategis Pengembangan Permukiman


Kecamatan Pulau Gorom dan Kecamatan Seram Timur
3.3 Peralatan, Material, Personil dan Fasilitas dari Pejabat Pembuat Komitmen
1. Peralatan : Fasilitas Diskusi (Ruang Rapat dan Fasilitasnya)
2. Material : -Data Primer dan Peta
3. Personil : Tim teknis pelaksana kegiatan

3.4 Peralatan dan Material dari Penyedia Jasa Konsultasi


1. Peralatan : Kendaraan operasional, GPS Handheld, Laptop/PC, Printer, Kamera.
2. Material : -

3.5 Lingkup Kewenangan Penyedia Jasa


3.5.1 Kewajiban Konsultan
1. Konsultan berkewajiban dan bertanggungjawab sepenuhnya terhadap pelaksanaan
penyusunan rencana sesuai dengan ketentuan perjanjian kerjasama yang disepakati.
2. Konsultan wajib mengikuti ketentuan teknis yang ditentukan sesuai dengan kerangka acuan
3. Konsultan dalam melaksanakan pekerjaannya dinyatakan berakhir sampal dengan selesainya
semua kewajiban yang harus dipenuhi sesuai dengan perjanjian pekerjaan yang disepakati.
4. Konsultan wajib hadir dan menyerahkan hasil perencanaannya dalam forum diskusi dengan
Tim Teknis.

3.5.2 Hak Konsultan


1. Dalam pelaksanaan Penyusunan Kajian Kebijakan Strategis Pengembangan Permukiman
Kabupaten Seram Bagian Timur, konsultan berhak meminta bantuan Tim Teknis dalam
mencari data dan informasi yang diperlukan;
2. Setelah pelaksana pekerjaan melaksanakan seluruh kewajibannya, maka pihak pelaksana
pekerjaan berhak untuk mendapatkan pembayaran atas hasil pekerjaannya sejumlah tertentu
dengan syarat yang telah ditetapkan dalam kontrak kerja.

3.6 Jangka Waktu Pelaksanaan Kegiatan


Jangka waktu pelaksanaan kegiatan Penyusunan Kajian Kebijakan Strategis Pengembangan
Permukiman Kabupaten Seram Bagian Timur ditetapkan 4 (empat) bulan terhitung setelah
diterimanya SPMK (disesuaikan dengan waktu dari dinas)

Penyusunan Kebijakan Strategis Pengembangan Permukiman


Kecamatan Pulau Gorom dan Kecamatan Seram Timur
3.7 Personil
3.7.1 Tenaga Ahli
Tenaga ahli yang dibutuhkan untuk kegiatan Kajian Kebijakan Strategis Pengembangan
Permukiman Kabupaten Seram Bagian Timur adalah:
1. 1 (satu) orang Team Leader/Ahli Perencanaan Kota yang memiliki latar belakang
pendidikan S2 Perencanaan Wilayah dan Kota (Planologi),dengan pengalaman minimal 3
tahun mempunyai sertifikat keahlian (SKA) Ahli Madya Perencanaan Wilayah dan Kota
(502) yang di terbitkan oleh asosiasi profesi yang telah terakeditasi oleh lembaga yang
berwenang (LPJK) serta dilengkapi dengan referensi kerja dari pengguna jasa;
2. Tenaga Ahli Arsitek dan Perancangan Kota sebanyak 1 (satu) orang, kualifikasi S-2 Teknik
Arsitetur dan atau Urban Design dengan pengalaman minimal 3 tahun mempunyai sertifikat
keahlian (SKA) Ahli Madya Arsitek (101) yang di terbitkan oleh asosiasi profesi yang telah
terakeditasi oleh lembaga yang berwenang (LPJK) serta dilengkapi dengan referensi kerja
dari pengguna jasa;
3. Tenaga Ahli Arsitektur Lansekap sebanyak 1 (satu) orang, kualifikasi S-1 Teknik
Arsitektur/Arsitektur Lansekap dengan pengalaman minimal 3 tahun, mempunyai sertifikat
keahlian (SKA) ahli muda Arsitektur Lansekap (103) yang di terbitkan oleh asosiasi profesi
yang telah terakeditasi oleh lembaga yang berwenang (LPJK) serta dilengkapi dengan
referensi kerja dari pengguna jasa;
4. Tenaga Ahli Ekonomi Wilayah sebanyak 1 (satu) orang, kualifikasi S-1 Ekonomi
Pembangunan dengan pengalaman minimal 3 tahun serta dilengkapi dengan referensi kerja
dari pengguna jasa;
5. Tenaga Ahli Geografi dan Kependudukan sebanyak 1 (satu) orang, kualifikasi S-1 Geografi
dengan pengalaman minimal 3 tahun serta dilengkapi dengan referensi kerja dari pengguna
jasa;
6. Tenaga Ahli Hukum dan Kelembagaan sebanyak 1 (satu) orang, kualifikasi S-1 Hukum
dengan pengalaman minimal 3 tahun serta dilengkapi dengan referensi kerja dari pengguna
jasa;
7. Tenaga Ahli Geologi Tata Lingkungan sebanyak 1 (satu) orang, kualifikasi S-1 Geologi
dengan pengalaman minimal 3 tahun serta dilengkapi dengan referensi kerja dari pengguna
jasa;
8. Tenaga Ahli Sistem Informasi Geografis sebanyak 1 (satu) orang, kualifikasi S-1 Teknik
Geodesi dengan pengalaman minimal 3 tahun mempunyai sertifikat keahlian (SKA) ahli
muda Geodesi (217) yang di terbitkan oleh asosiasi profesi yang telah terakeditasi oleh

Penyusunan Kebijakan Strategis Pengembangan Permukiman


Kecamatan Pulau Gorom dan Kecamatan Seram Timur
lembaga yang berwenang (LPJK) serta dilengkapi dengan referensi kerja dari pengguna
jasa;
9. Tenaga Ahli Teknik Sumber Daya Air sebanyak 1 (satu) orang, kualifikasi S-1 Teknik
Pengairan dan atau Teknik Sipil dengan pengalaman minimal 3 tahun mempunyai sertifikat
keahlian (SKA) ahli muda Ahli Teknik Sumber Daya Air (211) yang di terbitkan oleh
asosiasi profesi yang telah terakeditasi oleh lembaga yang berwenang (LPJK) serta
dilengkapi dengan referensi kerja dari pengguna jasa;
10. Tenaga Ahli Teknik Lingkungan sebanyak 1 (satu) orang, kualifikasi S-1 Teknik
Lingkungan dengan pengalaman minimal 3 tahun mempunyai sertifikat keahlian (SKA) ahli
muda Teknik Lingkungan (501) yang di terbitkan oleh asosiasi profesi yang telah
terakeditasi oleh lembaga yang berwenang (LPJK) serta dilengkapi dengan referensi kerja
dari pengguna jasa.

3.7.2 Tenaga Pendukung


Tenaga Pendukung yang dibutuhkan untuk kegiatan Penyusunan Kajian Kebijakan Strategis
Pengembangan Permukiman Kabupaten Seram Bagian Timur adalah:
1. Surveyor sebanyak 5 (lima) orang , kualifikasi minimal SMA/SMK dengan pengalaman
minimal 2 tahun; (jumlah menyesuaikan)
2. Tenaga Administrasi sebayak 1 orang, kualifikasi minimal SMA/SMK/ SMEA dengan
pengalaman minimal 3 tahun; dan
3. Sopir sebanyak 1 orang, dengan kualifikasi minimal SMP atau sederajat dengan pengalaman
minimal 3 tahun.

Penyusunan Kebijakan Strategis Pengembangan Permukiman


Kecamatan Pulau Gorom dan Kecamatan Seram Timur
3.8 Jadwal Tahapan Pelaksanaan Pekerjaan
Jangka waktu pelaksanaan kegiatan Penyusunan Kajian Kebijakan Strategis Pengembangan Permukiman Kabupaten Seram Bagian Timur ditetapkan 4
(empat) bulan terhitung setelah diterimanya SPMK.

No Kegiatan Bulan Penugasan


1 2 3 4
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1 Kegiatan Persiapan
1.1 Koordinasi dengan pihak terkait
1.2 Telaah Materi dan Lingkup Pekerjaan
1.3 Penyusunan Kerangka Kerja dan Langkah Kegiatan
1.4 Telaah Teori, Kebijakan dan Peraturan
1.5 Koordinasi dengan Tim Teknis
1.6 Penyusunan Laporan Pendahuluan
2 Kegiatan Survey dan Pengumpulan Data
2.1 Survey Instansional
2.2 Survey Lapangan
3 Kegiatan Pengolahan Data, Analisa dan Sintesa
3.1 Pengolahan dan Tabulasi Data
3.1.1 Data Kebijakan Pembangunan
3.1.2 Peta Dasar dan Peta Tematik
3.1.3 Keadaan Eksisting Penggunaan Lahan
3.1.4 Keadaan Topografi Wilayah
3.1.5 Keadaan Fungsi dan Peralatan Bangunan
3.1.6 Keadaan Status dan Pemanfaatan Persil
3.1.7 Keadaan Jaringan Jalan dan Sistem Sirkulasi
3.1.8 Keadaan Jaringan Drainase dan Pengairan
3.1.9 Keadaan Jaringan Utilitas
3.1.10 Keadaan Elemen dan Penataan Fisik Lingkungan
3.1.11 Keadaan Kependudukan, Kegiatan dan Sistem Ekonomi Wilayah
3.1.12 Data Sumber Daya Buatan

Penyusunan Kebijakan Strategis Pengembangan Permukiman


Kecamatan Pulau Gorom dan Kecamatan Seram Timur
No Kegiatan Bulan Penugasan
1 2 3 4
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
3.1.13 Kelembagaan Hukum, Peraturan dan Undang – Undang
3.2 Kegiatan Analisa
3.2.1 Analisa Perkembangan Kota dan Kawasan
3.2.2 Analisa Kondisi Bangunan dan Ruang Luar
3.2.3 Analisa Kualitas Estetik Bangunan Gedung
3.2.4 Analisa Persyaratan Bangunan Gedung dan LIngkungan
3.2.5 Analisia Prasarana dan Sarana Jaringan Jalan dan Utilitas Lainnya
3.2.6 Analisa Kemampuan Ekonomi dan Pembiayaan Pembangunan
3.2.7 Analisa Kondisi dan Potensi Masyarakat
3.2.8 Analisa Kelembagaan Hukum maupun Peraturan Perundangan yang Berlaku
3.3 Kegiatan Sintesa
3.3.1 Arah dan Upaya Pemanfaatan Wilayah
3.3.2 Upaya untuk Mengatasi Kendala dalam Pengmebangan/Penataan Wilayah
3.3.3 Arah dan Upaya Pemanfaatan Ruang/Jalan
3.3.4 Arah dan Upaya Pemanfaatan dan Penataan Permukiman
3.3.5 Arah dan Upaya Pengembangan Sistem Sarana dan Prasarana
3.3.6 Arah dan Upaya Peningkatan Nilai Tambah Lingkungan
4 Kegiatan Penyusunan Draft Akhir
4.1 Pendahuluan
4.2 Gamaran Umum Wilayah Perencanaan
4.3 Kondisi Perumahan dan Kawasan Permukiman
4.4 Tinjauan Pembangunan Perumahan dan Kawasan Permukiman
4.5 Proyeksi Kebutuhan dan Pengembangan Perumahan dan Kawasan Permukiman
4.6 Kebijakan Strategi dan Rencana
4.7 Kelembagaan Perumahan dan Kawasan Permukiman
4.8 Indikasi Program
5 Kegiatan Penyusunan Album Peta
5.1 Album Peta
6 Diskusi dan Pembahasan
6.1 Diskusi Pendahuluan
Penyusunan Kebijakan Strategis Pengembangan Permukiman
Kecamatan Pulau Gorom dan Kecamatan Seram Timur
No Kegiatan Bulan Penugasan
1 2 3 4
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
6.2 Diskusi Akhir
7 Pelaporan
7.1 Laporan Pendahuluan
7.2 Laporan Data dan Analisa
7.3 Laporan Akhir
7.4 Album Peta
7.5 Soft Copy dan Database

Penyusunan Kebijakan Strategis Pengembangan Permukiman


Kecamatan Pulau Gorom dan Kecamatan Seram Timur
3.9 Pelaporan
3.9.1 Laporan Pendahuluan
Laporan harus diserahkan selambat-lambatnya 1 (satu) bulan sejak SPMK diterbitkan.

3.9.2 Laporan Data dan Analisa


Laporan harus diserahkan selambat-lambatnya 3 (tiga) bulan sejak SPMK diterbitkan.

3.9.3 Laporan Akhir


Laporan Akhir diserahkan selambat-lambatnya 1 (satu) bulan setelah dilaksanakan Pembahasan
Akhir dan Perbaikan laporan, atau selambat-lambatnya 4 (empat) bulan sejak SPMK diterbitkan

4 Hal-Hal Lain
1. Konsultan bertanggungjawab secara kontraktual kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)
sesuai dengan Surat Perjanjian;
2. Selain data dan informasi penting sebagai masukan serta ketentuan khusus yang diberikan
proyek, berlaku pula ketentuan, peraturan, persyaratan, standart dan pedoman lainnya,
antara lain :
a. Surat Keputusan Pemberian Pekerjaan (Gunning) dan atau Surat Perintah Kerja
untuk melaksanakan pekerjaan perencanaan;
b. SNI dan SK-SNI Teknis yang berlaku;
c. Pertimbangan Regional dari Pemerintah Daerah setempat;
d. Peraturan Pembangunan dan Rencana Pengembangan Daerah setempat.
3. Konsultan harus menyelesaikan adminitrasi proyek sesuai dengan prosedur yang berlaku.
Pencairan dana sesuai kemajuan pekerjaan dengan melampirkan invoice dan persyaratan
lainnya.
4. Untuk mencapai target, Konsultan harus menyediakan, tenaga dan peralatan yang kualifikasi
dan klasifikasinya sesuai persyaratan, baik untuk bidang teknis, Admnistrasi dan Keuangan.
5. Untuk mengendalikan pelaksanaan kegiatan, Konsultan mendapat bimbingan dan
pengarahan dari Pengelola Kegiatan dan Tim Teknis yang bertindak sebagai aparat
Pemerintah yang mengatur dan membina Konsultan.
6. Setiap tahapan hasil perencanaan harus dipresentasikan oleh Konsultan kepada Team teknis
untuk membahas semua aspek yang telah ditentukan
7. Hasil perencanaan yang telah dibahas dan disetujui Team Teknis akan menjadi penilaian
untuk penyelesaian pekerjaan yang dilaksanakan oleh Tim Pemeriksa / Penerima pekerjaan.

Penyusunan Kebijakan Strategis Pengembangan Permukiman


Kecamatan Pulau Gorom dan Kecamatan Seram Timur
8. Pekerjaan lain yang belum dimasukkan dalam TOR ini akan dibahas dan disepakati dalam
perjanjian.
9. Semua kegiatan jasa konsultansi berdasarkan KAK ini harus dilakukan di dalam wilayah
Negara Republik Indonesia kecuali ditetapkan lain dalam angka 4 KAK dengan
pertimbangan keterbatasan kompetensi dalam negeri.

Seram, April 2018


(Jabatan)
Selaku
Pejabat Pembuat Komitmen
(Nama)
(NIP)

Penyusunan Kebijakan Strategis Pengembangan Permukiman


Kecamatan Pulau Gorom dan Kecamatan Seram Timur