Anda di halaman 1dari 7

Pengertian Ilmu Ekonomi

Ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia dalam memilih dan menciptakan
kemakmuran. Inti masalah ekonomi adalah adanya ketidakseimbangan antara kebutuhan manusia yang
tidak terbatas dengan alat pemuas kebutuhan yang jumlahnya terbatas. Permasalahan itu kemudian
menyebabkan timbulnya kelangkaan (Ingg: scarcity).
Kata "ekonomi" sendiri berasal dari kata Yunani οἶκος (oikos) yang berarti "keluarga, rumah tangga" dan
νόμος (nomos), atau "peraturan, aturan, hukum," dan secara garis besar diartikan sebagai "aturan rumah
tangga" atau "manajemen rumah tangga." Sementara yang dimaksud dengan ahli ekonomi atau ekonom
adalah orang menggunakan konsep ekonomi dan data dalam bekerja.
Secara umum, subyek dalam ekonomi dapat dibagi dengan beberapa cara, yang paling terkenal adalah
mikroekonomi vs makroekonomi. Selain itu, subyek ekonomi juga bisa dibagi menjadi positif (deskriptif)
vs normatif, mainstream vs heterodox, dan lainnya. Ekonomi juga difungsikan sebagai ilmu terapan
dalam manajemen keluarga, bisnis, dan pemerintah. Teori ekonomi juga dapat digunakan dalam bidang-
bidang selain bidang moneter, seperti misalnya penelitian perilaku kriminal, penelitian ilmiah, kematian,
politik, kesehatan, pendidikan, keluarga dan lainnya. Hal ini dimungkinkan karena pada dasarnya
ekonomi — seperti yang telah disebutkan di atas — adalah ilmu yang mempelajari pilihan manusia.
Banyak teori yang dipelajari dalam ilmu ekonomi diantaranya adalah teori pasar bebas, teori lingkaran
ekonomi, invisble hand, informatic economy, daya tahan ekonomi, merkantilisme, briton woods, dan
sebagainya.
Ada sebuah peningkatan trend untuk mengaplikasikan ide dan metode ekonomi dalam konteks yang
lebih luas. Fokus analisa ekonomi adalah "pembuatan keputusan" dalam berbagai bidang dimana orang
dihadapi pada pilihan-pilihan. misalnya bidang pendidikan, pernikahan, kesehatan, hukum, kriminal,
perang, dan agama. Gary Becker dari University of Chicago adalah seorang perintis trend ini. Dalam
artikel-artikelnya ia menerangkan bahwa ekonomi seharusnya tidak ditegaskan melalui pokok
persoalannya, tetapi sebaiknya ditegaskan sebagai pendekatan untuk menerangkan perilaku manusia.
Pendapatnya ini terkadang digambarkan sebagai ekonomi imperialis oleh beberapa kritikus.
Banyak ahli ekonomi mainstream merasa bahwa kombinasi antara teori dengan data yang ada sudah
cukup untuk membuat kita mengerti fenomena yang ada di dunia. Ilmu ekonomi akan mengalami
perubahan besar dalam ide, konsep, dan metodenya; walaupun menurut pendapat kritikus, kadang-
kadang perubahan tersebut malah merusak konsep yang benar sehingga tidak sesuai dengan kenyataan
yang ada. Hal ini menimbulkan pertanyaan "apa seharusnya dilakukan para ahli ekonomi?" The
traditional Chicago School, with its emphasis on economics being an empirical science aimed at
explaining real-world phenomena, has insisted on the powerfulness of price theory as the tool of analysis.
On the other hand, some economic theorists have formed the view that a consistent economic theory
may be useful even if at present no real world economy bears out its prediction.
Dalam hal ini Profesor Paul Anthony Samuelson, seorang ahli ekonomi dari Massachusetts Institute of
Technology (MIT), telah mengumpulkan sekurang-kurangnya enam buah definisi dari berbagai ahli lain.
Keenam definisi itu masing-masing adalah sebagai berikut :
1. Ilmu ekonomi, atau ekonomi politik (politicale economy) adalah suatu studi tentang kegiatan-kegiatan
yang dengan atau tanpa menggunakan uang, mencakup atau melibatkan transaksi-transaksi pertukaran
antarmanusia.
2. Ilmu ekonomi adalah suatu studi mengenai bagaimana orang menjatuhkan
pilihan yang tepat untuk memanfaatkan sumber-sumber produktif (tanah, tenaga kerja, barang-barang
modal semisal mesin, dan pengetahuan teknik) yang langka dan terbatas jumlahnya, untuk menghasilkan
berbagai barang (misalnya gandum daging, mantel, perahu layar, konser musik, jalan raya, pesawat
pembom) serta mendistribusikan (membagikan) nya kepada pelbagai anggota masyarakat untuk mereka
pakai/konsumsi.
3. Ilmu ekonomi adalah studi tentang manusia dalam kegiatan hidup mereka sehari hari, (untuk)
mendapat dan menikmati kehidupan.
4. Ilmu ekonomi adalah studi tentang bagaimana manusia bertingkah pekerti untuk mengorganisasi
kegiatan-kegiatan konsumsi dan produksinya.
5. Ilmu ekonomi adalah suatu studi tentang kekayaan.
6. Ilmu ekonomi adalah suatu studi tentang cara-cara memperbaiki masyarakat.
Ilmu ekonomi merupakan cabang ilmu sosial yang mempelajari berbagai perilaku pelaku ekonomi
terhadap keputusan-keputusan ekonomi yang dibuat. Ilmu ini diperlukan sebagai kerangka berpikir untuk
dapat melakukan pilihan terhadap berbagai sumber daya yang terbatas untuk memenuhi kebutuhan
manusia yang tidak terbatas.
Lingkup Ilmu Ekonomi
a. Microeconomics adalah bagian dari ilmu ekonomi yang membahas perilaku individu dalam membuat
keputusan penggunaan berbagai unit ekonomi. Di sini ada perusahaan dan rumah tangga.
Microeconomics is the study of individual people and businesses and the interaction of those decisions in
markets.
Studies:
• Prices and Quantities
• Effects of government regulation and taxes
b. Macroeconomics adalah bagian dari ilmu ekonomi yang menjelaskan perilaku
ekonomi secara keseluruhan (economic aggregates)— akan terkait dengan income, output, employment,
dan lain-lain—dalam kerangka atau skala nasional.
Macroeconomics is the study of the national economy and the global economy as a whole.

Studies:
• Average prices and total employment, income, and production
• Effects of taxes, government spending, a budget deficits on total jobs and
incomes
• Effects of money and interest rates
Pembagian Ilmu Ekonomi (Alferd W. Stonier dan Douglas C. Hague)
1. Descriptive Economics (ilmu ekonomi deskriptif).
Di sini dikumpulkan semua kenyataan yang penting tentang pokok pembicaraan (topik) yang tertentu,
artinya mendiskripsikan data-data yang menjelaskan berbagai fenomena dan kenyataan yang terjadi.
misalnya: sistem pertanian di Bali, atau industri katun di India.
2. Economic Theory (ilmu ekonomi teori atau teori ekonomi atau analisis ekonomi).
Di sini kita memberikan penjelasan yang disederhanakan tentang caranya suatu sistem ekonomi bekerja
dan ciri-ciri yang penting dari sistem seperti itu. Teori ekonomi dibangun dengan landasan pengamatan
sebab akibat berdasarkan aksi dan reaksi yang terjadi dalam kehidupan ekonomi masyarakat.

3. Applied Economics (ilmu ekonomi terapan).


Di sini kita mencoba mempergunakan rangka dasar umum dan analisis yang diberikan oleh ekonomi teori
untuk menerangkan sebab-sebab dan arti pentingnya kejadian-kejadian yang dilaporkan oleh para ahli
ekonomi deskriptif.
The Method of Economics
a. Positive economics
Positive economics studies economic behavior without making judgments. It describes what exists and
how it works.
Ekonomi positif adalah pendekatan ekonomi yang mempelajari berbagai pelaku dan proses bekerjanya
aktivitas ekonomi, tanpa menggunakan suatu pandangan subjektif untuk menyatakan bahwa sesuatu itu
baik atau jelek dari sudut pandang ekonomi.
Ekonomi positif di bagi menjadi dua, yaitu ekonomi deskriptif dan ekonomi teori.
b. Normative economics
Normative economics, also called policy economics, analyzes outcomes of economic behavior, evaluates
them as good or bad.
Oleh beberapa ahli dari hal ini membangun yang disebut dengan politik ekonomi (political economics),
salah satu cabangnya ekonomi kelembagaan. ekonomi normatif adalah pendekatan ekonomi dalam
mempelajari perilaku ekonomi yang terjadi, dengan mencoba memberikan penilaian baik atau buruk
berdasarkan pertimbangan subjektif.

Adapun tiga masalah pokok dalam perekonomian, yaitu :


1. Jenis barang dan jasa apa yang akan diproduksi?
2. Bagaimana menghasilkan barang dan jasa tersebut?
3. Untuk siapa barang dan jasa tersebut dihasilkan?

Memecahkan Masalah Ekonomi :


1. Barang Apa Yang Akan Diproduksi (What): Ditentukan Oleh Hak Memilih Dalam Nilai Rupiah Yang
Dimiliki Konsumen
2. Bagaimana Barang Diproduksi (How): Ditentukan Oleh Persaingan Diantara Produsen
3. Bagi Siapa Barang Dibuat (For Whom): Ditentukan Oleh Pola Permintaan Dan Penawaran Di Pasar
Atas Faktor Produksi

Pengertian Ilmu Administrasi Negara

Administrasi publik sering dipikirkan sebagai pertanggung jawaban kebijakan dan program pemerintahan.
Hal itu secara spesifik berkaitan Planning, Organizing, Staffing, Directing, Coordinating, Controlling,
Reporting, dan Budgetting dari operasi-operasi pemerintah. Lebih dari itu, administrasi publik menjadi
fitur dari negara/kerajaan apapun bentuk pemerintahannya. Praktek di level pusat, propinsi, dan lokal
adalah perkembangan administrasi publik. Pengadaan latihan administratif, eksekutif, atau direktif
menjadikan administrasi publik sebagai profesi yang berbeda. Profesi ini dimaksudkan melaksanakan
pelayanan sipil (civil service) kepada masyarakat. Karena itu, bagi administrator publik, pelayanan sipil
adalah ibarat tubuh manusia yang menjadi pusat utama. Maka, konotasi kelas elit yang berarti
pemyempitan makna dari pelayan publik harus secara sadar ditinggal dan dihindari
Ilmu Administrasi Publik dan kaitannya dengan Studi Analisis Kebijakan bisa dijejak sejak tahun 1930-an.
Doktrin klasiknya berawal dari dikotomi administrasi dengan politik. Jika ditelusuri, gagasan itu bersumber
dari Essai Woodrow Wilson yang berjudul “Introduction To Study Administration” (1887). Dalam essai
tersebut, Wilson sebenarnya ingin memfokuskan kajian Ilmu Politik ketimbang memaksimasi keyakinan
politis yang berkembang pada saat itu. Wilson berargumen “It’s getting harder to run a constitution than to
frameone”. Keinginan Wilson adalah memfokuskan tidak hanya masalah personal tapi juga masalah
organisasional dan manajemen secara umum. Pandangan ini merupakan langkah maju ke depan guna
melakukan investigasi terhadap kantor administrasi di negaranya yaitu Amerika .
Taktik atau strategi Wilson, dan ini sangat terkenal, adalah memisahkan Politik dan Administrasi. Hal ini
disebabkan bahwa janji publik seharusnya berdasarkan kecakapan dan manfaat ketimbang melalui
partisan. Maka, tekanan kuatnya, bahwa “politik” harus keluar posisinya dari pelayanan publik. Sebutan
populer periode ini adalah Dikotomi Politik dan Administrasi. (Shafritz & Hyde, 1991:1-2; Gupta, 1:3)
Gagasan Wilson berkembang dan mendapat apresiasi dari Frank J. Goodnow yang menulis buku
berjudul “Politics and Administration” (1900). Argumen dikotomi ditawarkan dan menjadi satu suara paling
signifikan bagi gerakan perubahan progresif munculnya Ilmu Administrasi. Goodnow berargumen “the
expression of the will of the state and the execution of that will”. Goodnow juga menambah, bahkan partai
politik pun harus memiliki administrasi. Meski ide Goodnow tidak gamblang dan jelas jika dikaitkan
tindakan pemerintah, tapi ide itu menjadi sumbangan berharga. (lihat Goodnow (1900) dalam Shafritz &
Hyde, 1991:25-32). Lebih lanjut, sarjana awal lain, di tahun-tahun itu, adalah Willoughby. Willoughby
berpendapat bahwa administrasi publik memiliki aspek universal yang bisa diaplikasikan di seluruh
cabang pemerintahan. Karyanya berkaitan perubahan sistem keuangan mengawali kreasi sistem
keuangan dalam pemerintahan negara. (lihat Shafritz, 1991; Islamy, 2003; Henry, 1995)
Suara Wilson, Goodnow, Willoughby, dan Taylor (lebih dikenal di Ilmu Manajemen) memberi sumbangan
besar dan menjadi demam di perkembangan Ilmu Administrasi Publik. Mereka mengidentifikasi tema
kritis yang menjadi bagian permanen dari kajian administrasi publik modern. Tema Utamanya, bahwa
Administrasi Publik harus jadi premis dari Ilmu Manajemen dan Administrasi Publik harus memisahkan
diri dari Politik tradisional. Inilah kemudian menjadi dogma pelajaran dan kurikulum disiplin terkait dan
menjadi sisa hingga munculnya Perang Dunia II.
Dilain pihak, Britania Raya dan Aliran Administrasi Publik Eropa membantah dan membuat resistensi dari
Aliran Administrasi Publik Amerika. Stillman II berargumen bahwa Administrasi Publik ada di Eropa sejak
abad 17 M. Stillman II juga menunjuk karya Bonnin ‘Principle D’administration Publique’ yang bertujuan
membangun Ilmu Administrasi Publik Positivis Perancis pada era Napoleon; dan karya Veit Ludwig von
Seckendorf ‘Teutscher Furstentat’ (1656) yang menegaskan Kameralism pada era Kerajaan Prussia
(sekarang Negara Jerman). Selanjutnya, masyarakat Eropa yang merasa lebih dulu menggagas
Administrasi Publik memakai istilah “Administrative Science”, sebagai suatu istilah pembeda dari “Public
Administration” yang dibuat Sarjana Amerika.
Terlepas dari perdebatan di atas tentang siapa yang awal, Paradigma Amerika mendistribusikan teori
mereka secara besar-besaran. Fenomena tersebut terjadi ketika Roosevelt merefleksikan ide Woodrow
Wilson melalui New Deal. Setidaknya tercatat 21 agensi mengurusi masalah publik. Publik Work
Administration (PWA) dan badan-badan lain tidak hanya diisi administrator tapi juga diisi ilmuwan sosial
lainnya. Setelah Perang Dunia II, Administrasi Publik meluas ke negara lain dan negara berkembang,
termasuk Indonesia.
Stillman II mendeskripsikan ciri dan memberi kritik kepada perkembangan Administrasi Publik Amerika.
Menurutnya, Paradigma Amerika banyak berpikir pendekatan induktif, interdisipliner, dan fokus
administrasi adalah pada fenomena. Standar ini berkaitan alat analisis empiris dari ilmu-prilaku
(behavioural Science), Sosiologi, ekonomi Kuantitatif, dan Psikologi. Namun, menurut Stillman II,
kesemuanya itu tidak berjalan bagus guna mengatasi masalah negara modern. Karena itu, Stillman II
merekomendasikan gabungan pendekatan normatif dan empiris. (Kickert & Stillman II (eds), 1999:259).
Administrasi negara mempunyai banyak definisi yang berbeda satu sama lain, sesuai dengan cakupan
dan pusat perhatian. Sekalipun demikian, jika administrasi negara dibandingkan dengan organisasi sosial
yang lain, maka segera terungkap bahwa administrasi negara mempunyai hal-hal yang bersifat khusus
yang tidak dimiliki oleh organisasi-organisasi lainnya. Caiden (1982) menunjukkan tujuh kekhususan
administrasi negara, yaitu:
a) Kehadiran administrasi negara tidak bisa dihindari.
b) Administrasi negara mengharapkan kepatuhan.
c) Administrasi negara mempunyai prioritas.
d) Administrasi negara mempunyai kekecualian.
e) Manajemen puncak administrasi negara adalah politik.
f) Penampilan administrasi negara sulit diukur.
g) Lebih banyak harapan yang diletakkan pada administrasi negara.
Pentingnya studi administrasi Negara dikaitkan dengan kenyataan bahwa kehidupan menjadi tak
bermakna, kecuali dengan kegiatan-kegiatan yang bersifat public. Segala hal yang berkenaan dengan
penyelenggaraan kegiatan-kegiatan yang bersifat public telah dicakup dalam pengertian administrasi
Negara, khususnya dalam mengkaji kebijaksanaan publik.
Dalam proses pembangunan sebagai konsekuensi dari pandangan bahwa administrasi Negara
merupakan motor penggerak pembangunan, maka administrasi Negara membantu untuk meningkatkan
kemampuan administrasi. Artinya, di samping memberikan ketrampilan dalam bidang prosedur, teknik,
dan mekanik, studi administrasi akan memberikan bekal ilmiah mengenai bagaimana mengorganisasikan
segala energi social dan melakukan evaluasi terhadap kegiatan. Dengan demikian, determinasi
kebijaksanaan public, baik dalam tahapan formulasi, implementasi, evaluasi, amupun terminasi, selalu
dikaitkan dengan aspek produktifitas, kepraktisan, kearifan, ekonomi dan apresiasi terhadap system nilai
yang berlaku.
Peranan administrasi Negara makin dibutuhkan dalam alam globalisasi yang amat menekankan prinsip
persainagn bebas. Secara politis, peranan administrasi Negara adalah memelihara stabilitas Negara,
baik dalam pengertian keutuhan wilayah maupun keutuhan politik. Secara ekonomi, peranan administrasi
Negara adalah menjamin adanya kemampuan ekonomi nasional untuk menghadapi dan mengatasi
persaingan global.

Hubungan Ilmu Ekonomi dengan Ilmu Administrasi Negara

Efisiensi merupakan tujuan administrasi Negara. Efisiensi dapat dicapai dengan cooperation (kerjasama)
dan competition (kompetisi). Dalam ilmu ekonomi dikemukakan bahwa dalam memenuhi kebutuhannya,
manusia selalu berkompetisi dan membutuhkan kerjasama.
Berdasarkan definisi-definisi ilmu administrasi Negara, bahwa administrasi negara berfungsi melakukan
penataan dan pengaturan sistem ekonomi dalam suatu otoritas/pemerintahan agar terwujud efisiensi
dalam tata kelola perekonomian. Sedangkan keadaan ekonomi suatu negara menunjukkan indikator
keberhasilan penerapan administrasi Negara oleh pemerintah Negara tersebut.
Administrasi Negara juga bertujuan untuk mencapai kesejahteraan umum. Kesejahteraan umum sangat
berkaitan dengan ekonomi. Bagaimana manusia berlomba-lomba untuk memenuhi kebutuhannya
dengan sumber daya/alat pemuas kebutuhan yang terbatas.
Pada hakekatnya administrasi Negara berarti keterlibatan Negara dalam masyarakat. Orientasi
administrasi Negara adalah non-profit. Di sini terlihat bahwa pelaku administrasi Negara berusaha
menciptakan pengaturan agar suatu lembaga non-profit oriented mampu menciptakan kemakmuran pada
masyarakat tanpa menghasilkan kerugian bagi lembaga itu sendiri, contohnya Puskesmas dan Kantor
Pos. Kesinergian ilmu ekonomi dan ilmu administrasi Negara sangat berperan di sini.
Hubungan antara ilmu ekonomi dan ilmu administrasi Negara juga terjadi dalam penyusunan anggaran
belanja suatu Negara. Di Indonesia disebut APBN (Anggaran Pembiayaan dan Belanja Negara).
Administrasi Negara berperan sebagai pengambil kebijakan dalam rancangan dan persetujuan APBN.
Begitu pula sebaliknya, ilmu ekonomi menentukan para alat administrasi Negara dalam menentukan
APBN karena APBN harus dibuat berdasarkan keadaan ekonomi Negara dan kebutuhan-kebutuhan
Negara, mulai skala prioritas kecil sampai besar.
Di administrasi Negara juga dikenal ilmu yang berkaitan dengan ilmu ekonomi yatu manajemen.
1. Dasar-dasar Manajemen
Perkembangan teori manajemen, menurut pendapat Leonard J. Kazmier, dapat dibagi dalam empat
periode yakni:
a) Gerakan manajemen ilmiah
b) Prinsip-prinsip umum manajemen
c) Pengaruh dari ilmu perilaku
d) Pendekatan sistem dan kuantitatif
2. Fungsi-Fungsi P.O.S.D.Co.R.B. dalam Administrasi Negara
a) Yang mengembangkan tujuh prinsip POSDCoRB adalah Luther H. Gullick. POSDCoRB adalah
akronim dari “planning, organizing, staffing, directing, coordinating, reporting, budgeting”. Menurut Gullick
ketujuh aktivitas inilah yang pada umumnya dijalankan oleh manajer pada semua organisasi.
b) Perencanaan adalah kegiatan-kegiatan yang berkenaan dengan penyusunan garis-garis besar yang
memuat sesuatu yang harus dikerjakan, dan metode-metode untuk melaksanakannya dalam rangka
mencapai tujuan organisasi. Henry Fayol telah menunjukkan adanya 8 kriteria bagi suatu rencana yang
baik. Dalam pemerintahan, dikenal tiga macam perencanaan, yakni: perencanaan jangka panjang,
menengah, dan pendek.
c) Yang dimaksudkan dengan pengorganisasian adalah aktivitas-aktivitas yang berkaitan dengan
penyusunan struktur yang dirancang untuk membantu pencapaian tujuan-tujuan yang telah ditentukan.
Pengorganisasian sebenarnya merupakan proses mengorganisasikan orang-orang untuk melaksanakan
tugas pokoknya. Karena itu, dalam administrasi negara masalah organisasi dan personalia merupakan
dua faktor utama.
d) Yang dimaksudkan dengan penyediaan staf adalah.pengarahan dan latihan sekelompok orang yang
mengerjakan sesuatu tugas, dan memelihara kondisi kerja yang menyenangkan. Dalam upaya
mengembangkan staff metode yang dapat dipergunakan, antara lain: latihan jabatan, penugasan khusus,
simulasi, permainan peranan, satuan tugas penelitian, pengembangan diri dan seterusnya. Sementara itu
ada tiga tipe program pengembangan staf yang terdiri dari: “presupervisory programs”, “middle
management programs” dan “executive development programs”.
e) Yang dimaksudkan dengan pengarahan adalah pembuatan keputusan-keputusan dan menyatukan
mereka dalam aturan yang bersifat khusus dan umum. Fungsi pengarahan melibatkan pembimbingan
dan supervisi terhadap usaha-usaha bawahan dalam rangka pencapalan sasaran-sasaran organisasi.
Dalam kaitannya dengan fungal ini, ilmu-ilmu perilaku telah memberikan sumbangan besar dalam
bidang-bidang motivasi dan komunikasi.
f) Yang dimaksudkan dengan pengkoordinasian adalah kegiatan-kegiatan untuk mempertalikan berbagai
bagian-bagian pekerjaan dalam sesuatu organisasi. Mengenai koordinasi ada beda pandang antara
beberapa sarjana. Di satu pihak ada yang memandangnya sebagai fungsi manajemen. Sedang pihak
yang lain, menganggapnya sebagai tujuan manajemen. Dalam pandangan yang kedua, keberhasilan
koordinasi sepenuhnya tergantung pada keberhasilan atau efektivitas dart fungsi-fungsi perercanaan,
pengorganisasian, pengarahan, dan pengawasan.
g) Dengan pelaporan dimaksudkan sebagai fungsi yang berkaitan dengan pemberian informasi kepada
manajer, sehingga yang bersangkutan dapat mengikuti perkembangan dan kemajuan kerja. Jalur
pelaporan dapat bersifat vertikal, tetapi dapat juga bersifat horizontal. Pentingnya pelaporan terlihat
dalam kaitannya dengan konsep sistem informasi manajemen, yang merupakan hal penting dalam
pembuatan keputusan oleh manajer.
h) Penganggaran adalah fungsi yang berkenaan dengan pengendalian organisasi melalui perencanaan
fiskal dan akutansi. Sesuatu anggaran, baik APBN maupun APBD, menunjukkan dua hal: pertama
sebagai satu pernyataan fiskal dan kedua sebagai suatu mekanisme. Allen Schick mengungkapkan
adanya tiga tujuan anggaran: pengawasan, manajemen, dan perencanaan. Sedangkan fungsi anggaran
berdasarkan perjalankan historisnya terdiri dari empat macam yaitu: fungsi kontrol, fungsi manajemen,
fungsi perencanaan, dan fungsi evaluasi.
Semua itu tentu harus ditata dan dikelola sebaik serta dibutuhkan kesinkronisasian antara ilmu ekonomi
dengan ilmu administrasi Negara agar terjadi keharmonisan dalam pengaturan kegiatan ekonomi dan
terciptanya administrasi Negara yang baik di suatu Negara. Jika antara ilmu ekonomi dan ilmu
administrasi Negara telah digabungkan dengan baik, maka pencapaian tujuan kedua ilmu tersebut yaitu
mencapai kesejahteraan umum berada pada jalan yang benar dan harapan terwujudnya pun lebih besar.
Lebih lanjut, Yahezkel Dror bercerita bahwa Administrasi US menggunakan teori mikroekonomi, ekonomi
kesejahteraan, dan teori keputusan kuantitatif. Alat utama dari pendekatan ini adalah “Riset Operasi” dan
profesional baru dari pendekatan ini adalah analis sistem. Karena itu, alat analisis ekonomi memberi
sumbangan bagi teori membuat kebijakan.
Perkembangan ini menunjukkan invasi teori pembuatan-keputusan dari Ilmu Ekonomi, yang sebenarnya
berada jauh di seberang Ilmu Ekonomi. Invasi ini tidak dapat dihindari dan bisa menguntungkan, namun
juga bisa menakutkan dan membahayakan. Menurut Dror, invasi itu tidak bisa dihindari karena basis
teoritis yang berkembang maju dalam teori pembuatan-keputusan adalah berasal dari Ilmu Ekonomi.
Sedangkan, bisa menguntungkan, karena pendekatan Ekonomi bisa memberi kontribusi dalam
pembuatan keputusan publik. Selanjutnya, bisa menakutkan, karena tidak cukup alasan untuk berurusan
dengan banyak elemen kritis dan distorsi pembuatan kebijakan publik. (Dror, 1967 dalam Shafritz &
Hyde, 1991:299)
Metode Kuantitatif Ekonomi mungkin berguna menciptakan poin pasti. Tapi nilai dalam kehidupan
manusia, bebas dari rasa sakit dan kesengsaraan, keselamatan di jalan raya, dan udara bersih sangat
sulit dihitung dan diukur dalam istilah moneter. Pada intinya, Administrasi dan Kebijakan publik menurut
alat analisis Ekonomi sangat dominan pada tujuan efisiensi.

MANFAAT
- Ilmu ekonomi menyumbangkan analisis biaya dan manfaat bagi administrasi.
- Secara ekonomi, administrasi Negara menjamin adanya kemampuan ekonomi nasional untuk
menghadapi dan mengatasi persaingan global

KESIMPULAN
Ekonomi merupakan satu di antara ruang lingkup ilmu sosial dan ilmu sosial itu mempunyai keterkaitan
antara satu dengan lainnya. Ekonomi mempelajari tentang bagaimana memenuhi kebutuhan dan peran
ilmu administrasi Negara adalah mengatur agar pemenuhan kebutuhan tersebut memperhatikan
kebijakan dan kepentingan umum karena ilmu administrasi Negara adalah keseluruhan usaha untuk
memerintah, mengarahkan, dan menyatukan sekelompok manusia yang difokuskan untuk mencapai
maksud dan tujuan tertentu.
Tujuan dari ilmu administrasi Negara adalah kesejahteraan umum, di mana kesejahteraan umum tidak
bisa lepas dari ekonomi. Sedangkan kegiatan administrasi Negara tergantung pada keadaan ekonomi
suatu wilayah otoritas. Oleh karena itu, untuk mencapainya dibutuhkan kesinkronan antara penerapan
ilmu ekonomi dengan ilmu administrasi Negara agar tujuan kedua ilmu tersebut tercapai. Ilmu ekonomi
tidak bisa lepas dari administrasi Negara, begitupun sebaliknya.