Anda di halaman 1dari 6

RBB AKUNTANSI MANAJEMEN

(Pelaporan Segmen dan Desentralisasi)

KELOMPOK 10

HASNIAR (A31115025)
HARDIYANTI. S (A31115045)

Fakultas Ekonomi dan Bisnis


Universitas Hasanuddin
2017
Pelaporan Segmen dan Desentralisasi
Desentralisasi adalah wewenang pembuatan keputusan yang tidak hanya dimonopoli
oleh pimpinan puncak (top executive) saja (disebut sentralisasi), melainkan dengan cara
melibatkan seluruh elemen yang ada dalam organisasi (melibatkan manajer dan bawahannya
sesuai dengan keterkaitannya dengan masalah yang akan diputuskan).
Nah, dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan Desentralisasi Organisasi
adalah sebuah organisasi yang terdesentralisasi (decentralized organization), dimana
wewenang pengambilan keputusannya tidak diserahkan pada beberapa orang eksekutif
puncak, melainkan disebarkan diseluruh organisasi. Di satu sisi, organisasi yang
terdesentralisasi secara kuat adalah organisasi yang memberikan kebebasan kepada manajer-
manajer tingkat yang lebih rendah ataupun karyawan untuk membuat suatu keputusan. Pada
saat pengambilan keputusan terdesentralisasi memperkenankan manajer pada jenjang yang
lebih rendah untuk membuat dan mengimplementasikan keputusan-keputusan penting yang
berkaitan dengan wilayah pertanggungjawaban mereka.

Adapun berbagai alasan perusahaan memutuskan untuk melakukan desentralisasi


diantaranya:

1) Mengumpulkan dan Menggunakan Informasi Lokal


Kualitas dari berbagai keputusan dipengaruhi oleh kualitas informasi yang tersedia.
Sejalan dengan pertumbuhan perusahaan dan penambahan operasi dipasar dan area
yang berbeda, manajemen pusat mungkin tidak memahami kondisi lokal. Akan tetapi,
para manajer tingkat rendah yang berhubungan dengan kondisi operasional langsung
memiliki akses terhadap informasi ini. Akibatnya,mereka sering berada dalam suatu
posisi yang lebih baik untuk membuat keputusan lokal.

2) Memfokuskan Manajemen Pusat


Dengan mendesentralisasikan keputusan-keputusan operasional, manajemen pusat
bebas menangani perencanaan dan pengambilan keputusan strategis.
Keberlangsungan jangka panjang dari perusahaan harus lebih penting bagi
manajemen pusat dari operasional sehari-hari.
3) Melatih dan Memotivasi Para Manajer
Organisasi selalu membutuhkan manajer yang terlatih untuk menggantikan posisi
manajer jenjang lebih tinggi yang keluar untuk mengambil keuntungan dari peluang
yang lain. Peluang seperti itu juga memungkinkan manajer puncak mengevaluasi
kemampuan para manajer lokalnya. Manajer-manajer yang menghasilkan keputusan
terbaik adalah manajer yang bisa dipromosikan.

4) Meningkatkan daya saing


Pada perusahaan yang sangat tersentralisasi, margin laba secara keseluruhan mampu
menutupi ketidakefisienan yang terjadi diberbagai divisinya. Perusahaan-perusahaan
besar sekarang menemukan bahwa mereka tidak mampu mempertahankan suatu
divisi yang tidak berdaya saing. Salah satu cara terbaik untuk meningkatkan inerja
suatu divisi atau pabrik adalah memperkenalkannya lebih jauh pada kekuatan-
kekuatan pasar.

Keunggulan desentralisasi:

1) Manajemen puncak dibebaskan dari pemecahan persoalan sehari-hari yang banyak


sehingga memiliki peluang untuk berkonsentrasi pada strategi,pada perbuatan
keputusan yang tingkatnya lebih tinggi dan pada kegiatan-kegiatan koordinasi.
2) Manajer tingkat lebih rendah umumnya memiliki informasi yang lebih terperinci dan
lebih baru mengenai kondisi setempat dibandingkan dengan para manajer puncak
3) Pendelegasian wewenang pengambilan keputusan kepada manajer pada tingkat yang
lebih rendah membuat mereka dapat lebih cepat memberikan respons kepada para
pelanggan.
4) Desentralisasi memberikan pengalaman pengambilan keputusan kepada para manajer
tingkat lebih rendah yang nantinya diperlukan jika mereka dipromosikan ketingkatan
yang lebih tinggi.
5) Pendelegasian wewenang pengambilan keputusan kepada menajer tingkat lebih
rendah seringkali meningkatkan motivasi mereka,sehingga dapat meningkatkan
kepuasan kerja dan tingkat retensi karyawan,serta membaiknya kinerja.
Kelemahan Desentralisasi:

1) Manajer-manajer pada tingkat yang lebih rendah mungkin membuat keputusan-


keputusan tanpa sepenuhnya memahami gambaran besar (menyeluruh).
2) Di suatu organisasi yang betul-betul terdesentralisasi, memungkinkan terjadinya
kurang koordinasi diantara manajer yang memiliki otonomi.
3) Manajer tingkat yang lebih rendah mungkin memiliki tujuan yang berbeda dari tujuan
perusahaan secara keseluruhan.
4) Dalam suatu organisai yang sangat terdesentralisasi, akan mungkin lebih sulit secara
efektif menyebarkan gagasan-gagasan yang inovatif.

Akutansi Pertanggungjawaban
Karena perusahaan yang terdesentralisasi mengamanatkan tanggung jawab
pengambilan keputusan kepada manajer pada tingkat yang lebih rendah, maka diperlukan
sistem akuntansi pertanggung jawaban yang menghubungkan wewenang pengambilan
keputusan manajer tingkat lebih rendah dengan akuntabilitas berupa hasil dari keputusan
yang diambil tersebut. Istilah pusat pertanggung jawaban digunakan untuk setiap bagian
dalam organisasi yang memiliki manajer yang mengendalikan dan bertanggung jawaban atas
biaya, laba, dan Investasi.
Ada tiga jenis pusat pertanggung jawaban yang utama,yaitu

 Pusat biaya. Manajer pada pusat biaya memiliki kendali atas biaya-biaya, tetapi bukan
atas penerimanaan atau dana investasi. Departemen jasa seperti akutansi, keuangan,
administrasi umum, hukum dan personalia biasanya dianggap sebagai pusat biaya.
Manajer pusat biaya ini diharapkan meminimalkan biaya dan menyediakan jasa atau
produk yang diminta oleh bagian lain dari organisasi.
 Pusat laba. Manajer sebagai pusat laba memiliki kendali atas biaya maupun
pendapatan seperti halnya manajer pusat biaya, manajer suatu pusat laba memiliki
kendali atas dana-dana investasi. Manajer pusat laba sering kali dievaluasi dengan
membandingkan laba aktual dengan laba yang ditargetkan atau dianggarkan.
 Pusat Investasi. Manajer sebagai pusat investasi memiliki kendali atas
biaya,pendapatan, dan Investasi di aktiva operasi. Manajer pusat investasi biasanya
dievaluasi menggunakan ukuran imbal hasil atas investasi (ROI).
Pelaporan Segmen

Segmen adalah bagian atau aktivitas suatu organisasi dimana para manajer
menginginkan data biaya dan laba dari organisasi tersebut. Laporan segmen adalah laporan
rugi laba yang menyajikan informasi tentang laporan rugi laba untuk setiap segmen usaha.

Tujuan Laporan Segmen:

Untuk menetapkan prinsip-prinsip pelaporan informasi keuangan berdsarkan segmen


yaitu informasi tentang berbagai jenis produk atau jasa yang dihasilkan perusahaan dan
berbagai wilayah geografis operasi perusahaan.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pelaporan segmen:


1) Digunakan laporan laba rugi dengan format kontribusi, yang membedakan biaya
menjadi komponen biaya variabel dan biaya tetap.
2) Biaya tetap dibedakan menjadi:
 Biaya tetap yang dapat ditelusuri(traceable fixed cost) adalah suatu biaya tetap
yang terjadi dikarenakan keberadaan segmen tersebut—jika segmen tersebut tidak
pernah ada, biaya tetap tersebut tidak akan pernah terjadi; dan jika segmen tersebut
dihilangkan, biaya tetap tersebut akan menghilang. Contoh-contoh biaya tetap yang
dapat ditelusuri yaitu gaji manajer produk Indomie di Indofood adalah biaya tetap
yang dapat ditelusuri dari segmen usaha Indomie di PT Indofood Sukses Makmur
 Biaya tetap umum (common fixed cost) adalah biaya tetap yang mendukung
operasi lebih dari satu segmen, tetapi tidak dapat ditelusuri seluruhnya atau
sebagian ke segmen manapun. Meskipun suatu segmen dihilangkan, tidak akan ada
perubahan biaya tetap umum yang sesungguhnya. Contoh: Gaji direktur PT
Indofood adalah biaya tetap umum dari berbagai Divisi PT Indofood. Contoh lain
yaitu biaya gaji resepsionis kantor yang dibagi bersama dengan sejumlah dokter
merupakan suatu biaya tetap umum dari dokter-dokter tersebut. Biaya tersebut
dapat ditelusuri pada suatu kantor, tetapi tidak pada dokter-dokter secara individu.
3) Penentuan Margin Segmen diperoleh dengan mengurangkan biaya tetap dapat
ditelusuri untuk suatu segmen dari margin kontribusi segmen. Ini menunjukkan
margin yang tersedia setelah suatu segmen menutup seluruh biayanya. Margin
segmen merupakan ukuran terbaik profitabilitas jangka panjang suatu segmen

4) Hambatan pembebanan biaya yang tidak tetap agar laporan segmen memenuhi tujuan
yang dimaksudkan, biaya harus secara tepat dibebankan ke segmen. Jika tujuannya
adalah menetukan laba yang dihasilkan oleh divisi tertentu, maka seluruh biaya yang
dapat dibebankan pada divisi itu hanya biaya-biaya itu.

Laporan Laba Rugi Segmen Dengan Menggunakan Perhitungan Biaya Variabel

Untuk menyusun laporan labarugi dari suatu segmen diawali dengan :


1) Penjualan dikurangi dengan beban-beban untuk menghasilkan margin kontribusi segmen
tersebut.Margin kontribusi menyatakan apa yang terjadi pada laba jika terjadi perubahan
volume-biaya tetap dan kapasitas segmen dianggap sama. Margin kontribusi berguna
dalam pengambilan keputusan yang berkenaan dengan penggunaan kapasitas secara
temporer.
2) Mengidentifikasi Biaya Tetap yang Dapat ditelusuri dan Biaya Tetap Umum

Sumber:

http://ezalovely.blogspot.co.id/2011/05/pelaporan-segmen-dan-desentralisasi.html

http://qisthialifitriah.blogspot.co.id/2014/03/pelaporan-segmen-dan-desentralisasi.html

https://prezi.com/ojc757wocxlr/laporan-segmen-kelompok-08042013/

https://kumpulansoalari.wordpress.com/

http://restrianaerin.blogspot.co.id/2012/11/tugas-desentralisasi-laporan-segmen.html