Anda di halaman 1dari 7

RENSTRA RSUD PESAWARAN

ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS


POKOK DAN FUNGSI

3.1 Identifikasi Permasalahan berdasarkan Tugas Pokok dan Funsgi


Dari hasil evaluasi capaian hasil kinerja selama 5 tahun (2013-2017)
dapat dirumuskan permasalahan pelayanan RSUD Kabupaten Pesawaran,
antara lain :
1) Belum optimalnya penyusunan program, kegiatan dan anggaran yang
berorientasi pada kebutuhan peningkatan kinerja pelayanan di Instalasi
Pelayanan (IGD, IRJ, IRNA, Tindakan Medik).
2) Masih kurangnya SDM Medis Umum sesuai RS kelas C.
3) Belum optimalnya tata kelola klaim pelayanan BPJS Kesehatan.
4) Masih belum optimalnya pertumbuhan pendapatan layanan dibanding
dengan potensi pasar yang masih bisa diambil, SGR seharusnya dapat
ditingkatkan sampai sekitar 10%.
5) Belum optimalnya pemanfaatan fleksibilitas pengelolaan keuangan
dengan status penuh.
6) Perlu penataan kelembagaan RS, termasuk peningkatan kinerja
manajerial dan kinerja kepemimpinan (Leadership & management
performance).
7) Perlu penataan Sistem Akuntabilitas kinerja (SAKIP) terkait penetapan
kinerja, pengukuran kinerja dan evaluasi kinerja sesuai perjanjian
kinerja unit kerja dan perjanjian kinerja individu (Sasaran Kinerja
Pegawai).

3.2 Telaah Visi, Misi dan Program Kepala Daerah dan Wakil Kepala
Daerah Kabupaten Pesawaran
Visi Pemerintah Kabupaten Pesawaran tahun 2016-2021, yaitu
“Bersama Masyarakat Pesawaran Mewujudkan Cita-cita Luhur,
Mewujudkan Kabupaten Pesawaran yang maju, Makmur dan Sejahtera”,
Dari rumusan Visi Pemerintah Kabupaten Pesawaran tersebut kemudian
diwujudkan kedalam 8 (delapan) Misi.
Dari 8 (delapan) Misi tersebut, maka bidang kesehatan, khususnya
pelayanan RSUD Pesawaran terdapat pada Misi ke-3 yaitu “Mewujudkan
Masyarakat yang Sehat Jasmani dan Rohani”. Matrik Visi Pemerintah
Kabupaten Pesawaran dihubungkan dengan tugas dan fungsi RSUD
Kabupaten Pesawaran sebagaimana dilihat pada Tabel dibawah ini.nnnn
nnnnnnnnnnnnnnnnnn
VISI, MISI DAN PROGRAM FAKTOR
PERMASALAHAN PELAYANAN
NO BUPATI DAN WAKIL BUPTI
RSUD PESAWARAN PENGHAMBAT PENDORONG
TERPILIH

1 Visi
Bersama Masyarakat Pesawaran Belum optimalnya RSUD Kabupa- 1. RS Swasta semakin agresif da-lam Dukungan komitmen pimpinan Daerah
Mewujudkan Cita-cita Luhur, ten Pesawaran sebagai pusat penyediaan sarana dan pra sarana pada mutu pelayanan RSUD
Mewujudkan Kabupaten Pesawa- rujukan masyarakat Pesawaran peralatan serta pemasa-ran produk Kabupaten Pesawaran
ran yang maju, Makmur dan dan sekitarnya. unggulan;
Sejahtera 2. Adanya pembajakan tenaga pro-
fesional oleh Kompetitor;
3. Promosi yang kurang agresif ke
Masyarakat dan Fasilitas Kese-
hatan Pertama;
4. Kelembagaan RSUD yang belum
jelas;
5. Letak dan akses RSUD yang kurang
strategis

2. Misi ke-3
Memujudkan Masyarakat yang
Sehat Jasmani dan Rohani
Sasaran 1 Belum optimalnya mutu pelayanan 1. Kepatuhan pada SPO masih per- lu 1. Sedang mempersiapkan Akre-ditasi
Meningkatnya Derajat Kesehatan di RS ditingkatkan; dengan Snars 2018;
Masyarakat 2. Terbatasnya anggaran pemeliha- 2. Tutntutan masyarakat terhadap
raan dan kalibrasi mutu pelayanan, keselamatan
3. Pengelolaan klinik perlu diting- pasien dan kenyamanan pelaya-nan
katkan (DPJP, case manager sejalan dengan keajiban akreditasi
RS
Mm
VISI, MISI DAN PROGRAM FAKTOR
PERMASALAHAN PELAYANAN
NO BUPATI DAN WAKIL BUPTI
RSUD PESAWARAN PENGHAMBAT PENDORONG
TERPILIH
3. Kepatuhan pengisian RM yang 3. Tingkat pemahaman masyara-kat
dapat berdampak pada medico semakin kritis terhadap mutu
legal pelayanan RSUD
Kurangnya kapasitas dan Kapabi- 1. Belum memiliki sistem pengem 1. Angaran diklat dari tahun ke tahun
litas SDM bangan karier cenderung meningkat
2. Sistem remunerasi belum stabil 2. Ketersediaan pegawai untuk di latih
2. Belum semua pegawai dilatih dalam rangka meningkat-kan mutu
sesuai dengan standar pelayanan
3. Terbatasnya tenaga medis umum 3. Memiliki tenaga medis spesialis RS
(Dokter Umum) Kelas C sesuai PKM 56/ 2014
4. Masih kurangnya SDM profesio-nal 4. Memiliki tenaga medis dan
yang sesuai standar kebutu-han keperawatab yang memadai de-
(jumlah, jenis & kompetensi) ngan komitmen profesionalisme
yang baik
5. Terbuka kerjasama dengan dok-ter
spesialis tamu;
Kurangnya sarana prasarana, per- 1. Regulasi pengadaan yang tidak me 1. Dukungan pembiayaan investasi
alatan di Fasilitas Kesehatan RS mungkinkan menyebut merek se- publik oleh Pemda dengan sumber
hingga peralatan medis tidak se- dana APBD dan APBN
suai dengan kebutuhan profesi; 2. Tersedianya di pasar produk baru
2. Terbatasnya lahan RS untuk pe- melalui pameran Peralatan Kese-
ngembangan kapasitas RS hatan
3. Masaih kurangnya peralatan Medik,
Penunjang Medik yang mampu
mendukung kebutuhan dan
kapaistas RSUD
Mm
3.3 Telaaah Rencana Strategis Kementerian Kesehatan
Visi Kementerian Kesehatan adalah “Terwujudnya Indonesia yang
berdaulat, mandiri dan berkepribadian gotong royong“ Dari visi tersebut
dirumuskan misi sebagai berikut :
1. Terwujudnya keamanan nasional yang mampu menjaga kedaulatan
wilayah, menopang kemandirian ekonomi dengan mengamankan
sumber daya maritim dan mencerminkan kepribadian Indonesia sebagai
negara kepulauan.
2. Mewujudkan masyarakat maju, berkesinambungan dan demokratis
berlandaskan negara hukum.
3. Mewujudkan politik luar negeri bebas dan aktif serta memperkuat jati
diri sebagai negara maritim.
4. Mewujudkan kualitas hidup manusia lndonesia yang tinggi, maju dan
sejahtera.
5. Mewujudkan bangsa yang berdaya saing.
6. Mewujudkan Indonesia menjadi negara maritim yang mandiri, maju,
kuat dan berbasiskan kepentingan nasional, serta
7. Mewujudkan masyarakat yang berkepribadian dalam kebudayaan.
Tujuan Kementerian Kesehatan menyelenggarakan Pembagunan
Kesehatan tersebut adalah (1) Meningkatnya status kesehatan masyarakat
dan (2) Meningkatnya daya tanggap (responsiveness) dan perlindungan
masyarakat terhadap risiko sosial dan finansial di bidang kesehatan.
Adapun Sasaran Strategis pembanguan kesehatan yang ditetapkan
Kementerian Kesehatan adalah :
1. Meningkatnya Kesehatan Masyarakat
2. Meningkatnya Pengendalian Penyakit
3. Meningkatnya Akses dan Mutu Fasilitas Pelayanan Kesehatan
4. Meningkatnya akses, kemandirian, dan mutu sediaan farmasi dan alat
kesehatan
5. Meningkatnya Jumlah, Jenis, Kualitas dan Pemerataan Tenaga Kesehatan
6. Meningkatnya sinergitas antar Kementerian/Lembaga
7. Meningkatnya daya guna kemitraan dalam dan luar negeri
8. Meningkatnya integrasi perencanaan, bimbingan teknis dan
pemantauan-evaluasi
9. Meningkatnya efektivitas penelitian dan pengembangan kesehatan
10. Meningkatnya tata kelola kepemerintahan yang baik dan bersih
11. Meningkatnya kompetensi dan kinerja aparatur Kementerian Kesehatan
12. Meningkatkan sistem informasi kesehatan integrasi.

3.4 Telaaah Rencana Strategis Dinas Kesehatan


Memperhatikan visi Pemerintah Kabupaten Pesawaran yang tertuang
didalam RPJMD Kabupaten Pesawaran Tahun 2016-2021, yaitu “Bersama
Masyarakat Pesawaran Mewujudkan Cita-cita Luhur, Mewujudkan
Kabupaten Pesawaran yang maju, Makmur dan Sejahtera” maka hasi
analisis permasalahan pokok bidang kesehatan, dirumuskan Visi Dinas
Kesehatan Kabupaten Pesawaran yaitu ”Masyarakat Pesawaran untuk
Hidup Sehat”. Maknanya bahwa Masyarakat yang mandiri untuk hidup
sehat adalah suatu kondisi dimana masyarakat Pesawaran menyadari, mau
dan mampu untuk mengenali, mencegah dan mengatasi permasalahan
kesehatan yang dihadapi, sehingga dapat bebas dari gangguan kesehatan,
baik yang disebabkan karena penyakit termasuk gangguan kesehatan
akibat bencana, maupun lingkungan dan perilaku yang tidak mendukung
untuk hidup sehat.
Untuk mewujudkan Visi tersebut dirumuskan misi pembanguan
kesehatan sebagai berikut:
1. Mendorong terwujudnya kemandirian masyarakat hidup sehat
2. Mewujudkan, memelihara dan meningkatkan pelayanan kesehatan yang
bermutu, merata dan terjangkau
3. Mewujudkan upaya pengendalian penyakit dan penanggulangan
masalah kesehatan
4. Mendayagunakan sumber daya kesehatan
5. Menciptakan tata kelola upaya kesehatan yang baik dan bersih.
Berdasarkan misi tersebut maka ditetapkanlah tujuan dari Dinas
Kesehatan Kabupaten Pesawaran sebagai berikut:
1. Meningkatkan kemandirian masyarakat untuk hidup sehat.
2. Optimalisasi upaya kesehatan secara sinergis, menyeluruh, terpadu,
berkelanjutan, terjangkau dan bermutu bagi masyarakat.
3. Optimalisasi penanggulangan masalah gizi
4. Optimalisasi upaya pengendalian penyakit dan masalah kesehatan
akibat bencana serta Meningkatkan akses pada lingkungan yang sehat.
5. Optimalisasi ketersediaan, mutu, manfaat, dan keamanan sediaan
farmasi, alkes dan makanan
6. Meningkatkan jumlah, jenis, mutu, pemerataan dan pengembangan
sumber daya kesehatandan Pembiayaan Kesehatan dengan jumlah
mencukupi yang teralokasi secara adil.
7. Optimalisasi manajemen kesehatan untuk menunjang program
kesehatan.
Adapun strategi yang tertuang dalam Rencana Strategi Dinas
Kesehatan Kabupaten Pesawaran adalah
1. Masyarakat yang mandiri dan hidup sehat
2. Meningkatnya Pelayanan kesehatan yang bermutu danterjangkau bagi
masyarakat
3. Meningkatnya Penanggulangan masalah gizi yang optimal
4. Meningkatnya Upaya Pengendalian penyakit dan masalah kesehatan
akibat bencana;
5. Meningkatnya Akses pada lingkungan yang sehat
6. Meningkatnya sediaan farmasi, alkes, dan makanan bermutu,
bermanfaat, dan aman
7. Terwujudnya Sumber daya kesehatan yang memadai, proporsional, dan
handal
8. Meningkatnya pembiayaan kesehatan
9. Terwujudnya Tertib adminstrasi dan manajemen keuangan , aset ,
perencanaan dan evaluasi

3.5 Telaahan Renstra Tata Ruang Wilayah Dan Kajian Lingkungan


Hidup Strategis
Pemanfaatan rencana tata ruang pada lokasi RSUD Kabupaten
Pesawaran akan diarahkan pada terwujudnya “Green Hospital”, dimana
lahan terbuka hijau akan dimanfaatkan untuk penghijauan, dan pertamanan
tematik (gardening).

3.5 PENENTUAN ISU-ISU STRATEGIS


Dalam kurun waktu lima tahun ke depan, RSUD Kabupaten Pesawaran
akan menghadapi, mengantisipasi dan mengelola isu-isu strategis agar
dapat bertahan dan mengelola pembangunan kesehatan berkelanjutan. Isu-
isu strategis yang dihadapi, meliputi :
1. Perubahan bentuk kelembagaan RSUD dari Lembaga Teknis Daerah
menjadi UPT Dinas Kesehatan Kabupaten Pesawaran membutuhkan
penataan kelembagaan UPTD RSUD (Peraturan Pemerintah Nomor 18
Tahun 2016 Tentang Perangkat Daerah);
2. Pengelolaan BPJS – Kesehatan semakin menuntut mutu pelayanan dan
pola rujukan berjenjang;
3. Akreditasi RS menjadi bagian inhern untuk mewujudkan mutu dan
keamanan pelayanan kesehatan (patient safety) di RSUD dr Koesma .
4. Persaingan global melalui MEA (Masyarakat Ekonomi Asia) memasuki
babak baru akan merambah Kabupaten-kabupaten yang ada investasi
asing (bundling investment).
5. Kesadaran pendekatan paradigma sehat melalui penguatan program
UKM lebih dominan dibanding pendekatan UPK dengan pembiayaan
yang semakin mahal.
6. Perlunya pemahaman para manajer RSUD Kabupaten Pesawaran tentang
“manajemen Risiko Pengelolaan RS” (Patient safety, Provider Safety,
Building & Equipment Safety, Environmental Safety, Financial Safety).