Anda di halaman 1dari 3

SELULITIS

A. Penatalaksanaan

Apabila terdapat tanda-tanda seperti kondisi sistemik seperti malaise dan demam
tinggi, adanya disfagia atau dispnoe, dehidrasi atau pasien kurang minum,diduga
adanya penurunan resistensi terhadap infeksi, toksis septikemia dan infiltrasi kedaerah
anatomi yang berbahaya serta memerlukan anestesi umum untuk drainase, diperlukan
penanganan serius dan perawatan di rumah sakit sesegera mungkin. Jalan nafas harus
selalu dikontrol, intubasi endotracheal atau tracheostomi jika diperlukan. Empat prinsip
dasar perawatan infeksi (Falace, 1995), yaitu: menghilangkan causa (Jika keadaan
umum pasien mungkinkan segera dilakukan prosedur ini, dengan cara pencabutan gigi
penyebab), drainase (Insisi drainase bisa dilakukan intra maupun extra oral, ataupun
bisa dilakukan bersamaan seperti kasus-kasus yang parah. Penentuan lokasi insisi
berdasarkan spasium yang terlibat)

Dalam pemberian antibiotik perlu diperhatikan apakah pasien mempunyai


riwayat alergi terhadap antibiotik tertentu, terutama bila diberikan secara intravena
untuk itu perlu dilakukan skin test terlebih dahulu. Antibiotik diberikan selama 5-10
hari (Milloro, 2004)
Suppotive Care, seperti istirahat dan nutrisi yang cukup, pemberian analgesik &
antiinflamasi (analgesik-antiinflamasi nonsteroid seperti Diklofenak (50 mg/8 jam)
atau Ibuprofen (400-600 mg/8 jam) dan jika Kortikosteroid diberikan, perlu
ditambahkan analgesik murni, seperti Paracetamol antiinflamasi diberikan dalam (650
mg/4-6 jam) dan/atau Opioid rendah seperti Kodein (30 mg/6 jam), pemberian
aplikasi panas eksternal (kompres panas) maupun peroral (melalui obat kumur saline)
dapat memicu timbulnya pernanahan.
B. Komplikasi

Komplikasi yang seringkali menyertai selulitis fasial antara lain: obstruksi


pernafasan, septik syok, dan septikemia.

C. Prognosa

Untuk kasus selulitis fasialis tergantung pada umur penderita, kondisi pasien
datang pertama ke poliklinik dan juga tergantung pada kondisi sistemik pasien. Pada
umumnya. Dan jika segera ditangani dengan cepat dan benar.

Sumber :

Falace, DA, 1995, Emergency Dental Care. A Lea & Febiger Book. Baltimore (p
214-26)

Milloro, M., 2004, Peterson’s of Principles Oral and Maxillofacial Surgery, 2nd
edition, Canada: BC Decker Inc.

Peterson, et al, 2002, Oral and Maxillofacial Surgery. Mosby, St. Louis