Anda di halaman 1dari 3

Contoh pengubinan dengan segienam beraturan saling menutupi dan tidak saling tindih sehingga tidak

terdapat celah. Terdapat 3 (tiga) macam pengubinan, yaitu:

1. Pengubinan Beraturan

Pengubinan beraturan (regular tessellation), adalah pengubinan dengan satu macam ubin (poligon)
beraturan yang semuanya kongruen. Ada tiga macam pengubinan yang termasuk dalam kelompok ini,
yang dinotasikan dengan:

2. Pengubinan Semi Beraturan

Pengubinan semi beraturan (semi regular tessellation), yaitu pengubinan yang menggunakan dua atau
lebih segi-n beraturan. Pada pengubunan ini setiap titik sudutnya :

Bersekutu tiga atau lebih poligon beraturan

Ada dua atau lebih jenis poligon yang setiap jenisnya kongruen

Panjang sisi semua poligon sama

Urutan siklis jenis poligon yang bersekutu di setiap titik persekutuan, sama

3. Pengubinan setengah beraturan campuran (demi-regular tesselation)

Pada kedua jenis pengubinan dengan ubin beraturan terdahulu, terdapat kelompok poligon yang sama di
setiap titik persekutuannya. Artinya, jika di suatu titik sudut A terdapat kelompok poligon (3, 4, 6, 4),
demikian pula yang terjadi di titik B dan titik-titik sudut persekutuan lainnya.

Untuk menentukan pengubinan bangun-bangun segibanyak beraturan, kita harus memahami besar
setiap sudut pada segibanyak beraturan. Kita telah mengetahui bahwa jumlah ukuran sudut segitiga
adalah 180º dan besar ukuran sudut satu lingkaran penuh adalah 360º. Meskipun demikian, mungkin
banyak diantara kita belum mengetahui besar ukuran setiap sudut dalam segibanyak beratuarn, yaitu
sebagai berikut:

Segitiga beraturan (segitiga sama sisi). Karena jumlah ukuran sudut dalam segitiga beraturan adalah 180,
besar ukuran setiap sudutnya adalah 60º

Segiempat beraturan (persegi). Karena segiempat beraturan dapat dibangun dari dua segitiga, maka
jumlah ukuran sudut dalam segiempat itu adalah 2 x 180º = 360º. Dengan demikian, besar ukururan
setiap sudutnya adalah 90º
Segilima beraturan. Gambar di atas adalah segilima beraturan yang dibagi menjadi lima buah segitiga
kongruen. Setiap segitiga itu mempunyai jumlah ukuran sudut 180º, akibatnya, lima buah segitiga
mempunyai jumlah ukuran sudut 5 x 180º = 900º. Ukuran sudut ini menunjukkan gabungan antara
jumlah ukuran segilima beraturan dan besar sudut pusatnya (sudut yang ada di tengah-tengah segilima).
Karena ukuran sudut pusat itu adalah 360º, jumlah ukuran segilima beraturan itu adalah 900º – 360º =
540º. Dengan demikian, besar setiap sudut dalam segilima beraturan adalah 540º : 5 = 108º.

Segienam beraturan. Gambar di atas adalah segienam beraturan yang dibagi menjadi enam buah
segitiga kongruen. Setiap segitiga itu mempunyai jumlah ukuran sudut 180º, akibatnya, enam buah
segitiga mempunyai jumlah ukuran sudut 6 x 180º = 1080º. Ukuran sudut ini menunjukkan gabungan
antara jumlah ukuran segienam beraturan dan besar sudut pusatnya (sudut yang ada di tengah-tengah
segienam). Karena ukuran sudut pusat itu adalah 360, jumlah ukuran segienam beraturan itu adalah
1080º – 360º = 720º. Dengan demikian, besar setiap sudut dalam segienam beraturan adalah 720º : 6º =
120º.

Dari hasil nomor 1 sampai dengan nomor 4 di atas, kita dapan memperoleh pola untuk mencari besar
steiap sudut segibanyak beraturan. Pola itu adalah sebagai berikut:

Nama Bangun Jumlah Ukuran Sudut Besar Ukuran Setiap Sudut

Segitiga beraturan 180º 1/3 x 180º= 60º

Segiempat beraturan 2 x 180º = 360º 2/4 x 180º = 90º

Segilima beraturan 3 x 180º = 540º 3/5 x 180º = 108º

Segienam beraturan 4 x 180º = 720º 4/6 x 180º = 120º

Segitujuh beraturan 5 x 180º = 900º 5/7 x 180º = 128,57º

Segidelapan beraturan 6 x 180º = 1080º 6/8 x 180º = 135º

Segisembilan beraturan 7 x 180º = 1260º 7/9 x 180º = 140º

Segisepuluh beraturan 8 x 180º = 1440º 8/10 x 180º= 144º

Segi-n beraturan (n – 2) x 180º ((n – 2) / n) x 180º

Pengubinan sering kita temukan di sekitar kita, termasuk pada motif kain tradisional. Amati gambar
berikut dan tulis hasilnya pada tabel di bawahnya.

Contoh Pengubinan

Pengubinan Bukan Pengubinan

Nomor 2 Saling mengisi dan tidak ada celah Nomor 1 Saling tumpuk
Nomor 5 Semua celah terisi dan tidak saling tumpuk Nomor 3 Ada celah yang tidak
terisi

Nomor 7 Semua celah terisi dan tidak saling tumpuk Nomor 4 Ada celah yang tidak
terisi

Nomor 8 Semua celah terisi dan tidak saling tumpuk Nomor 6 Saling tumpuk