Anda di halaman 1dari 23

PRAKTIKUM BIOLOGI UMUM

JARINGAN PADA TUMBUHAN

Dosen Pengampu : 1. Dr. Rusdi, M.Biomed.


2. Eka Putri Azrai, S.Pd.,M.Si.
Asisten : 1. Muhammad Rifan
2. Mia Tanti Annisa
3. Susi R.
Nama : Ian Fadilah Nur

No. Reg : 1304617020

Kelas : Pendidikan Biologi A

PRODI PENDIDIKAN BIOLOGI


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA
2017
A. TUJUAN

1. Mengamati berbagai bentuk jaringan dasar


2. Mempelajari struktur jaringan yang membentuk organ akar, batang dan daun
3. Mempelajari ikatan pembuluh pada akar, batang dan daun
4. Membedakan jaringan penyusun; daun, batang dan akar.
5. Mengetahui perbedaan antara tumbuhan dikotil dan monokotil

B. TEORI DASAR

Satuan terkecil dalam tumbuhan adalah sel, yang berisi protoplasma diselubungi oleh dinding
sel. Tubuh tumbuhan terdiri atas sekumpulan sel-sel yang dilekatkan satu dengan lainnya oleh
suatu perekat antar sel. Pengelompokkan sel seperti itu, yang berbeda struktur atau fungsinya,
atau keduanya dari kelompok sel yang lain disebut jaringan. Jaringan yang secara umum terdiri
dari sel-sel yang sama bentuk serta fungsinya disebut jaringan sederhana, sedangkan yang
terdiri atas lebih dari satu macam sel namun asalnya sama disebut jaringan kompleks atau
majemuk. (Hidayat, 1995)

Sachs (1875) membagi jaringan dalam tiga sistem berdasarkan kesinambungan topografi, yakni
sistem dermal, sistem jaringan pembuluh, dan sistem jaringan dasar. Sistem dermal meliputi
epidermis, yakni pelindung primer bagi bagiab luar tubuh daan periderm yang menggantikan
epidermis pada tumbuhan yang mengalami pertumbuhan sekunder. Sistem jaringan pembuluh
terdiri dari xilem yang mengangkut air dan garam tanah, dan floem yang mengangkut hasil
fotosintesis. Berdasarkan struktur dan fungsinya, xilem dan floem ini merupakan jaringan
kompleks. Xilem teridir dari beberapa jenis sel, yakni trakea dan trakeid, parenkim, serat dan
sklereid, sedangkan floem terdiri atas sel tapis, pembuluh tapis, serat dan sklereid.

Sistem jaringan dasar mencakup jaringan yang membentuk dasar bagi tumbuhan, namun
sekaligus juga dapat menunjukkan spesialisasi. Jaringan dasar utama adalah parenkim yakni
jaringan yang berdinding tipis, dengan semya ragamnya; kolenkim, yakni jaringan yang
berdinding tebal dan sel tetap hidup, dan sklerenkim, yakni jaringan berdinding tebal dan
seringkali berkayu sehingga keras dengan sel yang biasanya mati.
Sel-sel parenkim membentuk jaringan berkesinambungan dalam korteks akar, batang, dan
mesofil daun. Selain itu, parenkim terdapat pula pada empulur, endosperm biji, buah berdaging
dan terdapat sebagai elemen xilem dan floem.

Kolenkim pada akar biasanta terdapat di daerah korteks langsung di bawah epidermis. Pada
batang kolenkim tersusun menjadi berkas yang memanjang sejajar sumbu batang, sedangkan
pada daun, kolenkim terdapat di kedua sisi tulang daun utama.

Parenkim Kolenkim Sklerenkim

Gambar 1. Jaringan Dasar Tumbuhan

Macam-macam jaringan tersebut terorganisasi dalam organ tumbuhan dalam pola tertentu. Pada
tumbuhan yang mempunyai jaringan pembuluh, dapat dibedakan organ sebagai berikut :

Akar
Fungsi akar antara lain untuk mengisap air dan garam-garam yang terlarut dalam tanah. Pada
potongan melintang akar primer, dijumpai 3 sistem jaringan pokok : jaringan epidermis,
eksodermis (jaringan pelindung pada lapisan terluar korteks pada sejumlah besar tumbuhan),
korteks, endodermis, perisikel dan silinder pembuluh. Jaringan pembuluh pada akar umumnya
tersusun berselang-seling antara xilem dan floem.

Gambar 2. Penampang melintang akar

Batang
Pada batang jaringan lembuluh tersusun dalam berkas pembuluh, dimana masing-masing berkas
terdiri atas xilem di dalam dan floem di luar. Pada potongan melintang, berkas pembuluh pada
dikotil terletak dalam satu lingkaran, sedangkan pada monokotil tampak tersebar. Pada dikotil
kambium pembuluh terdapat diantara xilem dan floem, dan akan membentuo jaringan baru, di
dalam ikatan pembuluh dan di luar ikatan pembuluh. Susunan jaringan pada batang primer
adalah epidermis, korteks dan empulur.

Pada tumbuhan berpembuluh dapat dibedakan beberapa macam batang, yaitu :


1. Batang berkayu, seperti pohon jati , mangga;
2. Batang setengah berkayu, seperti bunga mawar;
3. Batang yang tidak mengalami pertumbuhan sekunder, seperti pada monokotil.
Gambar 3. Skema irisan penampang melintang batang dikotil dan monokotil

Daun
Sebagaimana halnya akar dan batang, daun terdiri dari sel-sel yang telah menyesuaikan diri
untuk macam-macam peranan. Pada umumnya daun berbentuk lebar sesuai dengan fungsi
utamanya yaitu fotosintesis.

Secara mikroskopis, daun juga terdiri dari sistem jaringan dermal, yakni epidermis, jaringan
pembuluh dan jaringan dasar yang disebut mesofil. Untuk mengurangi penguapan, epidermis
dilapisi kutikula atau lapisan lilin, sedangkan stromata berfungsi dalam mengatur penguapan
serta pertukaran gas.

Gambar 4. Penampang melintang daun


C. TEORI TAMBAHAN

Seperti layaknya makhluk hidup yang lain, tumbuhan dan hewan pun memiliki organ – organ
penyusun tubuh. Pada proses pembelahan, pembesaran dan diferensiasi, sel – sel terorganisasi
menjadi jaringan dan kumpulan jaringan membentuk organ – organ, selanjutnya kumpulan organ
membentuk sistem organ dan menjadi tubuh tumbuhan dan hewan yang bersel banyak
(multiseluler).

Cabang ilmu biologi yang mempelajari jaringan adalah histologi. Sedangkan cabang ilmu biologi
yang mempelajari tentang jaringan dalam hubungannya dengan penyakit adalah histopatologi.

Jaringan adalah kumpulan struktur, fungsi, cara pertumbuhan, dan cara perkembangannya.
Jaringan penyusun tubuh tumbuhan dibedakan atas dua bagian yaitu meristem dan jaringan
dewasa. Jaringan meristem adalah jaringan yang masih muda dan selalu aktif membelah atau
bersifat embrional, sedangkan jaringan dewasa adalah jaringan yang tidak lagi berdiferensiasi,
terdiri dari : jaringan pengangkut, jaringan pelindung, jaringan parenkim dan jaringan gabus.
Berikut pemaparan lebih jelasnya :

1. Jaringan meristem
Jaringan meristem merupakan jaringan yang terdiri atas sekelompok sel yang aktif membelah.
Pembelahan sel tersebut berlangsung secra mitosis. Setiap satu sel meristematik membelah dan
menghasilkan sedikitnya satu anakan sel. setiap anakan sel dapat meneruskan pembelahan
berikutnya.
Menurut letaknya, jaringan meristem dibedakan menjadi 3 yaitu;

a) Meristem Apikal
Merupakan meristem yang terdapat pada ujung-ujung batang dan ujung akar tumbuhan.
Pembelahan meristem apical menyebabkan pemanjangan pada batang dan akar tumbuhan.
Pertumbuhan ini termasuk pertumbuhan meristem primer dan jaringan yang dihasilkannya
disebut jaringan primer. Jaringan primer bersifat besifat keras dan berkayu.
b) Meristem Lateral
Merupakan meristem yang letaknya sejajar dengan keliling organ tempat jaringan ini ditemukan.
Misalnya, berupa cambium pembuluh dan cambium gabus. Pembelahan meristem lateral
menyebabkan pembesaran pada batang dan akar tumbuhan. Pertumbuhan yang dihasilkan oleh
meristem ini adalah perumbuhan sekunder dan jaringan yang dibentuk adalah jaringan sekunder.

c) Jaringan Interkalar
Merupakan jaringan meristem yang terdapat di antara jaringan dewasa. Misalnya, di daerah
pangkal ruasruas batang rumput-rumputan, ruas-ruas tebu.
Menurut asalnya, jaringan meristem dibedakan menjadi 2 yaitu:

a. Meristem Primer
Meristem primer adalah meristem yang berasal langsung dari perkembangan sel-sel embrio.
Meristem primer bertanggung jawab terhadap pertumbuhan primer.

b. Meristem sekunder
Merupakan meristem yang berasal dari perkembangan jaringan yang telah mengalami
diferensiasi. Meristem sekunder bertanggung jawab terhadap pertumbuhan sekunder. Contohnya
adalah cambium.

2. Jaringan dewasa
Merupakan jaringan yang telah mengalami deferensiasi dan tidak meristematis lagi (tidak
tumbuh dan memperbanyak diri).

Ciri-ciri dari jaringan permanen yaitu :


- sel-selnya sudah tidak membelah
- bentuknya tetap
- vakoula besar
- dinding sel sudah mengalami penebalan

Macam-macam jaringan permanen, meliputi :


a. Epidermis
Adalah jaringan atau lapisan terluar yang menutupi permukaan tubuh tumbuhan, seperti akar,
batang, daun dan bunga. Karena fungsinya untuk melindungi jaringan lain maka beberapa
epidermis mengalami modofikasi, seperti rambut (trikoma), duri, dan muluit daun (stomata).
Epidermis umumnya tertutup lapisan lilin (kutikula) pada daun dan zat gabus pada batang,
kecuali lentisel yang berfungsi untuk pertukaran gas.

Ciri-ciri dari jaringan epidermis yaitu :


- terdiri atas satu lapis sel
- tidak berklorofil
- susunan sel rapat
- tidak ada ruang antar sel
- dinding sel sangat tipis

b. Parenkim (jaringan dasar)


Merupakan jaringan yang berfungsi untuk memperkuat kedudukan jaringan yang lain. Disebut
jaringan dasar karena terbentuk dari meristem dasar yang terdapat hampir di semua tumbuhan
dan mengisi jaringan tumbuhan baik pada akar, batang, daun, biji maupun buah.

Ciri-ciri dari jaringan parenkim yaitu :


- sel umumnya berukuran besar dan berdinding tipis
- sel hidup dan mengandung klorofil
- banyak mengandung rongga antar sel
- banyak mengandung vakuola
- letak selnya tidak rapat

Macam-macam jaringan parenkim :


- klorenkim : parenkim untuk fotosintesis, karena selnya mengandung klorofil. Misal : parenkim
palisade (jaringan pagar) dan parenkim spon (bunga karang).
- aerenkim : parenkim untuk menyimpan udara sehingga dapat digunakan untuk mengapung.
- parenkim air : parenkim untuk menyimpan air
- parenkim penimbun : parenkim untuk menyimpan cadangan bahan makanan.

c. Jaringan Penyokong/ penguat/ penunjang


Merupakan jaringan yang berfungsi untuk menunjang agar tanaman dapat berdiri dengan kokoh
dan kuat. Jaringan penunjang dibedakan menjadi :

- kolenkim : adalah jaringan penunjang pada tumbuhan muda dan belum berkayu yang dinding
sel di bagian sudut-sudutnya mengalami penebalan dan tersusun atas sel-sel yang hidup. Contoh
: pada batang bayam

- sklerenkim : adalah laringan penguat yang dinding selnya melami penebalan dari zat kayu
(lignin) sehingga bersifat lebih kuat.
Ada 2 macam sklerenkim :
- sklereida (sel batu) : pada tempurung kelapa dan tempurung kenari
- serabut sklerenkim (serat/ fiber) : pada serat rami.

d. Jaringan Pengangkut
Merupakan jaringan yang berguna untuk transportasi hasil fotosintesis dari daun ke
seluruh bagian tumbuhan serta mengangkut air dan garam mineral dari akar ke daun.

Jaringan pengangkut terdiri dari :


- xylem (pembuluh kayu) : sel penyusunnya berupa trakeid, trakea dan parenkim xylem.
Terdapat pada bagian kayu. Fungsinya mengangkut air dan unsur hara dari akar ke daun
- floem (pembuluh tapis) : terdiri dari sel hidup, berdinding selulosa dan dindingnya melintang.
Terdapat pada bagian kulit kayu. Pada samping ploem terdapat sel pengiring.

e. Jaringan Gabus
Tersusun atas sel-sel gabus. Berfungsi melindungi jaringan lain yang terdapat di sebelah
bawahnya agar tidak kehilangan air yang berlebihan. Pada tumbuhan dikotil jaringan gabus
dibentuk oleh kambium gabus (felogen). Sel-sel hidup yang dibentuk oleh felogen ke arah dalam
disebut feloderm, sedangkan sel-sel mati yang dibentuk oleh felogen ke arah luar disebut felem.
Macam Jaringan pada Organ Tumbuhan :

1. Akar
Akar merupakan organ tumbuhan yang kebanyakan berada di bawah permukaan tanah. Fungsi
akar yaitu untuk melekatkan tumbuhan pada substrat, menyerap air dan berbagi garam mineral,
tempat menyimpan makanan, sebagai alat pernafasan, dan menghasilkan hormon yang dapat
merangsang perumbuhan pada batang.

Struktur anatomi akar yaitu:


a. Epidermis
Susunan sel-selnya rapat dan setebal satu lapis sel, dinding selnya mudah dilewati air. Bulu akar
merupakan modifikasi dari sel epidermis akar, bertugas menyerap air dan garam-garam mineral
terlarut, bulu akar memperluas permukaan akar.

b. Korteks
Letaknya langsung di bawah epidermis, sel-selnya tidak tersusun rapat sehingga banyak
memiliki ruang antar sel sehingga memungkinkan air air dan garam mineral bergerak melalui
korteks tanpa masuk ke dalam sel. Sebagian besar dibangun oleh jaringan parenkim.

c. Endodermis
Merupakan lapisan pemisah antara korteks dengan silinder pusat. Sel-sel endodermis dapat
mengalami penebalan zat gabus pada dindingnya dan membentuk seperti titik-titik, dinamakan
titik Caspary. Pada pertumbuhan selanjutnya penebalan zat gabus sampai pada dinding sel yang
menghadap silinder pusat, bila diamati di bawah mikroskop akan tampak seperti hutuf U, disebut
sel U, sehingga air tak dapat menuju ke silinder pusat. Tetapi tidak semua sel-sel endodermis
mengalami penebalan, sehingga memungkinkan air dapat masuk ke silinder pusat. Sel-sel
tersebut dinamakan sel penerus/sel peresap.

d. Stele
Silinder pusat/stele merupakan bagian terdalam dari akar.
Terdiri dari berbagai macam jaringan :
- Persikel/Perikambium
Merupakan lapisan terluar dari stele. Akar cabang terbentuk dari pertumbuhan persikel ke arah
luar.
- Berkas Pengangkut
Terdiri atas xilem dan floem yang tersusun bergantian menurut arah jari jari. Pada dikotil di
antara xilem dan floem terdapat jaringan kambium.
- Empulur
Letaknya paling dalam atau di antara berkas pembuluh angkut terdiri dari jaringan parenkim.

2. Batang
Batang merupakan bagian sumbu tumbuhan dengan cabang-cabang lateral. Pada umumnya
batang terletak di permukaan tanah, tumbuh tegak menjulang ke atas. Batang berfungsi sebagai
alat transportasi yaitu menyalurkan air dan garam-garam mineral dari akar ke daun dan
menalurkan hasil fotosintesis dari daun keseluruh tubuh. Sebagai tempat melekatnya daun, dan
sebagai tempat penyimpanan misalnya untuk menyimpan air pada kaktus dan penyimpanan
makanan pada tebu.

Struktur anatomi batang yaitu:

a. Epidermis
Epidermis batang terdiri dari satu lapisan sel yang pada permukaan luarnya dilapisi oleh
kutikula. Lapisan tersebut berfungsi untuk melindungi batang dari kekeringan.

b. Korteks dan Emuplur


Korteks batang terdiri atas sel-sel parenkim dan biasanya berisi kloroplas. Pada tumbuhan
tertentu, bagian tepi luara korteks sering terdapat kolenkim atau sklerenkim sebagai jaringan
pengokoh. Pada batang muda, korteks mengandung butir-butir pati sehingga disebut seludang
pati. Empulur terdiri atas sel-sel parenkim yang dapat mengandung kloroplas. Bagian tengah
empulur sering kali mengalami kerusakaan pada saat pembuahannya. Kerusakaan demikian
biasanya terjadi di daerah ruas.
c. Jaringan Pembuluh
Jaringan pembuluh primer batang terdiri dari sejumlah ikatan pembuluh yang tersusu khusus.
Setiap ikatan pembuluh memiliki xylem yang tersusun kea rah dalam dan floem kea rah luar.
Susunan ikatan pembuluh demikian dikenal sebagai ikatan pembuluh kolateral. Jika di antara
xylem dan floem terdapat cambium, maka disebut kolateral terbuka. Dan jika tidak ada cambium
maka disebut kolateral tertutup. Tipe kolateral terbuka biasanya terdapat pada tumbuhan dikotil
dan kotateral tertutup terdapat pada tumbuhan monokotil.

3. Daun
Daun merupaka organ fotosintesis bagi tumbuhan berpembuluh. Pada umumnyadaun terdiri atas
helai daun(lamina) yang pipih dan tangkai(petiolus) yang menghubungkan daun ke batang. Helai
daun dapat berupa daun tunggal atau daun majemuk. Daun dibangun ole tiga jaringan utama.
Ketiga jaringan tersebut adalah jaringa dermal(epidermis), jaringan dasar(mesofil) dan jaringan
pembuluh(berkas pembuluh).

Struktur anatomi daun yaitu :

a. Epidermis
Epidermis merupakan lapisan terluar daun, ada epidermis atas dan epidermis bawah, untuk
mencegah penguapan yang terlalu besar, lapisan epidermis dilapisi oleh lapisan kutikula. Pada
epidermis terdapat stoma/mulut daun, stoma berguna untuk tempat berlangsungnya pertukaran
gas dari dan ke luar tubuh tumbuhan. Sifat terpenting daun adalah selnya yang kompak dan
adanya kutikula dan stomata.

b. Mesofil
Merupakan jaringan dasar yang berisi banyak kloroplas dan bnyak ruang-ruang antar sel. mesofil
dapat berdirerensiasai menjasi parenkim palisade dan parenkim spons. Parenkim palisade terdiri
atas sel-sel yang panjang dan tegak lurus terhapad permukaan daun, sedangkan parenkim spons
mengandung sel-sel dengan bentu tidak beraturan dan memiliki banyak rongga sel. pada
parenkim spons rongga-songga sel berguna untuk tempat pertukaran gas.
c. Berkas Pembuluh
Berkas pembuluh daun tersebar dari seluruh helaian daun. Berkas pembuluh pada bagian tengah
helaian daun membentuk tulang daun. Berkas pembuluh pada daun ini merupakan lanjutan dari
berkas pembuluh yang terdapat pada batang. Pola yang dibentuk oleh tulang daun disebut
pertulangan daun. Ada dua pola utama pertulangan daun, yaitu daun pertulangan jala dan
pertulanan sejajar.

D. HASIL PENGAMATAN

Kegiatan 1. Mengamati Jaringan Dasar (Parenkim dan Sklerenkim)

Dinding Sel

Lumen

Gambar 1. Jaringan Sklerenkim pada tempurung kelapa (Cocos nucifera)


Ruang antar sel

Gambar 2. Jaringan parenkim pada tangkai daun tasbih (Canna indica)

Kegiatan 2. Mempelajari Struktur Jaringan yang Menyusun Akar

Floem

Xylem

Perisikel

Endodermis

Kambium

Korteks

Gambar 3. Preparat awetan akar jagung (Zea mays) perbesaran 100 x.


Kegiatan 3. Mempelajari Struktur Jaringan pada Batang.

Parenkim

Berkas Pembuluh

Epidermis

Xylem

Floem

Gambar 4. Preparat awetan batang jagung (Zea mays) perbesaran 100 x.

Jaringan Penyokong

Xylem

Floem

Kambium

Epidermis

Gambar 5. Sayatan batang mawar (Rosa sp.) perbesaran 100 x.


Kegiatan 4. Mempelajari Struktur Jaringan pada Daun

Epidermis atas

Palisade parenkim

Berkas pembuluh

Spons parenkim

Epidermis bawah

Gambar 6. Preparat awetan daun karet (Ficus elastica) perbesaran 100 x.

E. ANALISA DAN PEMBAHASAN

Kegiatan 1 : mengamati jaringan dasar (parenkim dan sklerenkim)

Pada percobaan ini bertujuan untuk mengetahui jaringan parenkim dan skelerenkim pada tangkai
bungan tasbih dan tempurung kelapa, namun tempurung kelapa tidak digunakan karena
keterbatasan waktu dan sulitnya mencari kelapa. Pada jaringan parenkim dinding sel pada
tangkai daun tasbih nampak tipis dan terlihat ruang antar sel serta bentuk sel penyusun
jaringannya adalah segi enam atau hexagonal. Ciri utama jaringan parenkim adalah tipis dan
lentur serta mengalami penebalan seperti pada parenkim xylem. Ciri khas lainnya yaitu sel
banyak memiliki ruang antarsel sesuai pada gambar yang didapat.
Pada jaringan sklerenkim, menurut literatur bila pada batok kelapa jaringan skelerenkim akan
terlihat adanya hitam memanjang yakni skleid (sel batu) dan ada dinding sel sklereid yang
mengandung lignin yang tebal dan keras, zat inilah yang membuat tempurung kelapa keras dan
kuat. Jaringan sklerenkim adalah jaringan yang tersusun atas sel-sel mati namun sebelumnya
jaringan ini merupakan sel-sel hidup, yakni asal pembentukan sel skelerenkim merupakan
jaringan meristem atau parenkim, yang kemudian mengalami penebalan sel lalu berdiferensiasi
menjadi jaringan sklerenkim, yang nantinya aktivitas sel menjadi terhenti karena terhalang oleh
penebalan sekunder yang terdapat pada dinding selnya. Pada jaringan skelerenkim terlihat
adanya dinding sel dan lumen.

Kegiatan 2 : mempelajari struktur jaringan yang menyusun akar

Pada percobaan ini dilakukan untuk mengetahui struktur jaringan pada akar jagung. Kami
memakai preparat awetan yang telah disediakan sebelumnya. Pada hasil pengamatan terlihat
jaringan epidermis yaitu jaringan paling luar yang menutup seluruh permukaan. Sel-sel penyusun
epidermis tersusun rapat dan hanya terdapat satu lapis sel. Sel epidermis pada akar jagung tipis
guna untuk memudahkan dalam penyerapan air dan garam mineral sebagaimana fungsi dari akar.

Lalu terlihat juga adanya korteks yang terletak di bagian luar endodermis. Korteks terdiri dari
beberapa lapis sel berdinding tipis dan susunannya tidak rapat berfungsi untuk pertukaran gas.
Endodermis juga terlihat. Endodermis terletak di tengah yang merupakan pemisah antara korteks
dan silinder pusat (stele).

Selain itu, perisikel pun terlihat. Perisikel merupakan lapisan terluar dari stele. Jaringan
pengangkut terletak selang seling (xylem dan floem). Xilem berperan mengangkut air dan
mineral dari dalam tanah ke daun sementara floem berfungsi mengedarkan hasil fotosintesis dari
daun ke seluruh bagian tumbuhan. Dari gambar yang didapat terlihat adaya :
a. endodermis : sel pemisah antara korteks dan stele
b. xylem : mengangkut air dan garram mineral
c. floem : mengangkut hasil fotosintesis
d. cortex : pada akar jagung jaringan penyusunnya adalah jaringan parenkim
sebab ada jarak antar sel
e. perisikel : awal terbentuknya cabang
f. kambium

Kegiatan 3: mempelajari struktur jaringan pada batang

Percobaan ini bertujuan untuk mengetahui struktur jaringan pada batang jagung dan bunga
mawar. Pertama, batang jagung dan batang bunga mawar disayat melintang setipis mungkin lalu
ditetesi dengan anilin sulfat yang berfungsi untuk mewarnai bagian – bagian jaringan pada objek
yang akan diamati.

Batang Jagung

Jagung adalah tumbuhan monokotil dapat dilihat dari gambar yaitu berkas pembuluh menyebar
dan tidak terdapat adanya kambium. Selain itu bagian lain yang terlihat adalah parenkim yakni
jaringan dasar yang terlihat mendominasi dengan ditandai adanya jarak antar ruang sel, lalu ada
epidermis yang berfungsi untuk melindugi jaringan yang ada dibawahnya, dan ada xylem yang
mengangkut air dan garam mineral dan floem yang mengangkut hasil fotosintesis. Selain itu
dapat dilihat dari xylem floem yang tidak dibatasi kambium hal ini menunjukan tanaman jagung
masuk kedalam tumbuhan monokotil, tipe seperti ini adalah koletral terutup.

Batang mawar

Mawar adalah tumbuhan dikotil dapat dilihat dar gambar hasil pengamatan struktur jaringan
batangnya. Pada percobaan ini ditemukan bagian-bagian pada batang mawar diantaranya
a. jaringan penyokong, yang terdapat pada sayatan batang bunga mawar ini adalah jaringan
kolenkim. Sebab Kolenkim tersusun dari sel-sel hidup dengan protoplasma yang aktif dan
memiliki bentuk memanjang dengan penebalan yang tidak merata. Fungsi dari jaringan
penyokong ini diantaranya Menunjang dan memperkokoh bentuk tumbuhan, Melindungi
berkas pengangkut, Memperkuat jaringan parenkim.
b. Jaringan pembuluh angkut, xylem sebagai pengangkut zat air dan mineral ke daun dan
floem sebagai pengangkut hasil fotosintesis dari daun ke seluruh tubuh.
c. Epidermis, jaringan terluar yang melapisi jaringan di bawahnya/di dalamnya. Sebab
terlihat memiliki susunan sel rapat tanpa disertai ruang antarsel.
d. Kambium, terlihat kambium dimana sebagai pemisah antara xylem dan floem.

Terdapat perbedaan dengan struktur jaringan batang jagung. Pada batang mawar jaringan
pembuluh angkut tidak tersebar melainkan tersusun rapi disekeliling kambium, dimana pada
tumbuhan monokotil; seperti jagung, tidak memiliki kambium. Selain itu seharusnya ada
empulur pada struktur jaringan batang mawar, hanya saja penyayatan yang kurang pas
menyebabkan empulur tidak ikut tersayat. Batang mawar termasuk kedalam tumbuhan dikotil,
selain itu ada xylem floem yang dibatasi oleh kambium yang membuat pertumbuhan sekunder,
tipe ini termasuk koleteral terbuka

Kegiatan 4: Mempelajari struktur jaringan pada daun

Dari gambar terlihat adanya epidermis atas yang berfungsi untuk melindungi jaringan bagian
dalam, kemudian ada xylem dan floem (pembuluh angkut) yang fungsinya sama seperti yang
sebelumnya disebutkan mengangkut zat zat tertentu untuk diedarkan ke bagian tumbuhan
tertentu. Lalu terlihat jaringan palisade parenkim yang merupakan tempat fotosintesis utama. Sel
sel palisade parenkim terlihat memanjang dan terdapat tepat di baawah jaringan epidermis.
Bentuknya bulat memanjang / lonjong, yang rapat seperti pagar / tiang dan memiliki banyak
klorofil. Pada gambar terlihat jaringan spons terletak dibawah parenkim palisade yang
mempunyai fungsi sama, yaitu fotosintesis (namun tidak semaksimal jaringan parenkim palisade
dikarenakan jumlah klorofil yang lebih sedikit). Jaringan spons juga berfungsi sebagai tempat
penyimpanan hasil fotosintesis. Bentuk susunan spons parenkim ini tidak beraturan dan
renggang, serta bentuknya bulat-bulat tidak seperti palisade yang lonjong. Tidak memiliki ruang
antar sel yang besar ini dikarenakan pada daun tempat ini berfungsi untuk menyimpan CO2 hasil
fiksasi. Namun pada percobaan ini tidak ada stomata yang terletak pada epidermis bawah sebab
sayatan dilakukan secara melintang, stomata itu sendiri fungsinya untuk mengatur pertukaran gas
antara oksigen dan karbon dioksida pada daun.
F. JAWABAN PERTANYAAN

1. Jelaskan perbedaan antara akar dan batang penampang melintangnya !


Jawab :
Secara umum, pada penampang melintang akar dan batang memiliki struktur yang hampir sama,
karena sejatinya batang merupakan perpanjangan dari akar. Struktur dari luar ke dalam terdiri
atas Epidermis, korteks, endodermis, perisikel, dan silinder pembuluh.

Hanya saja, pada akar terdapat tudung akar yang menyelimuti ujung akar dan juga terdapat
rambut-rambut akar untuk menyerap air dan garam-garam mineral.

Korteks akar tersusun dari sel-sel parenkim yang kadang kala mengandung karbohidrat atau
kristal. Dinding sel pada lapisan terluar sel korteks mengalami penebalan oleh zat suberin dan
berdiferensiasi menjadi eksodermis. Sementara, pada penampang batang, korteksnya tersusun
dari parenkim, kolenkim dan slerenkim. Beberapa jenis tumbuhan memiliki parenkim korteks
yang mengandung klorofil, disebut klorenkim.

Pada akar tidak ditemukan empulur di sebelah dalam pembuluh angkut yang fungsinya sebagai
tempat cadangan makanan, walaupun pada akar monokotil terdapat parenkim sentral.

2. Jika dilihat dari ikatan pembuluhnya, apa perbedaan antara batang dikotil dan monokotil?
Jawab :
Batang dikotil dan batang monokotil pada umumnya keduanya memiliki tipe berkas pembuluh
kolateral, yaitu xilem dan floem terletak berdampingan, hanya saja perbedaannya adalah:

Pada batang dikotil


Jaringan pembuluh tersusun rapi membentuk jari-jari di sebelah dalam endodermis. Di antara
floem dan xilem terdapat kambium vaskuler (kolateral terbuka). Adanya kambium ini
menyebabkan pertumbuhan sekunder sehingga diameter batang pada dikotil umumnya
membesar.
Pada batang monokotil
Jaringan pembuluh tersebar dalam batang. Tidak terdapat kambium vaskuler di antara xilem dan
floem nya. Sehingga diameter batang monokotil cenderung tidk membesar.

Batang monokotil Batang dikotil


- Batang tidak bercabang-cabang - Batang bercabang
- Pembuluh angkut - Pembuluh angkut teratur dalam susunan
tersebar lingkaran atau berseling radial
- Tidak mempunyai kambium vaskuler, - Mempunyai kambium vaskuler, sehingg dapat
sehingga tidak dapat tumbuh membesar tumbuh membesar
- Mempunyai meristem interkalar - Ti dan mempunyai meristem interkalar
- Tidak memiliki jari-jari empulur - Jari-jari empulur berupa deretan parenkima di
- Tidak dapat dibedakan antara korteks dan antara berkas pengangkut
empulur - Dapat dibedakan antara daerah korteks dan
empulur

3. Pada jaringan manakah letak ikatan pembuluh pada daun karet?


Jawab :
Jaringan pembuluh terletak pada jaringan spons. Jaringan pembuluh pada daun merupakan
kelanjutan dari jaringan pembuluh pada batang. Ada dua jenis pembuluh yaitu:
1. Pembuluh kayu (xylem)
Merupakan pembuluh yang berperan untuk mengangkut air dan mineral yang diserap akar dari
tanah menuju daun.
2. Pembuluh tapis (floem)
Merupakan pembuluh yang berperan untuk mengangkut hasil fotosintesis ke seluruh bagian
tumbuhan.

Pada tumbuhan dikotil, terdapat kambium yang membatasi pembuluh kayu dan pembuluh tapis.

G. KESIMPULAN

1. Jaringan merupakan kumpulan dari sel yang mempunyai bentuk dan fungsi yang mengalami
spesialisasi untuk menjalankan suatu fungsi tertentu.
2. Setiap tumbuhan memiliki struktur anatomi tersendiri namun secara umum memiliki
jaringan yang sama dengan tumbuhan lain.
3. Semua tumbuhan memiliki jaringan penyokong
4. Organ penting penyusun tumbuhan antara lain akar, batang, dan daun yang struktur dan fungsi
yang berbeda dan mempunyai peranan yang penting untuk kelangsungan hidup tumbuhan seperti
untuk fotosinteis, cadangan makanan, penegakan tanaman, dan sebagainya.
5. Ikatan pembuluh antara monokotil dan dikotil adalah pada kambiumnya, yaitu pada monokotil
tidak memiliki kambium sementara dikotil punya.
6. Yang menyebabkan tumbuhan menjadi kaku atau kuat dan tidaknya terletak pada jaringan
darasnya. Seperti tumbuhan yang keras dan kaku jaringan dasarya sklerenkim sebab selnya mati,
dan yang lunak yaitu jaringan kolenkim yang selnya hidup.
7. Jaringan pada daun yang disayat melintang tidak akan terlihat stomata, sementara bila
dipotong membujur maka akan nampak stomatanya.
8. Jaringan yang menyusun daun dikotil adalah epidermis, jaringan tiang, stomata, jaringan
pengangkut, dan epidermis bawah.
9. Jaringan yang menyusun daun monokotil adalah epidermis, jaringan spons, stomata, jaringan
pengangkut, dan epidermis bawah.
10. Jaringan yang menyusun batang monokotil adalah epidermis, korteks, dan jaringan
pengangkut.
11. Jaringan yang menyusun batang dikotil adalah epidermis, korteks, endodermis, perisikel,
dan jaringan pengankut.
12. Jaringan yang menyusun akar monokotil adalah epidermis, korteks,endodermis,
cambium, dan jaringan pengangkut.
13. Jaringan yang menyusun akar dikotil adalah epidermis, korteks, endodermis dan jaringan
pengangkut.
14. Bentuk tumbuhan dipengaruhi oleh susunan struktur jaringan pada akar, batang, daunnya.

H. DAFTAR PUSTAKA
Amin. 1994. Fisiologi Hewan dan Tumbuhan. Karunika. Jakarta.

Boedjin, K.B., J,R, Kuperus dan S. Satiadireja, 1954. Botani. J.B. Wloters. Jakarta.

Brotowidjoyo. 1989. Zoologi Dasar. Erlangga. Jakarta.

Esau, K. 1977. Anatomy of Seed Plants. John Willey & Sons. New York.

Hamka, dkk. 2006. Biologi Umum. UNM. Makasar.

Hidayat, E.B. Anatomi Tumbuhan Berbiji. Penerbit ITB. Bandung.

Kimbal, L.W. Biology. Addison Wesley Publ. Co. Reading Massachusetts.


Radiopoetra. 1997. Zoologi. Erlangga. Jakarta.

Sihombing, Betsy. et al., 2000. Panduan Praktikum Biologi Umum. Jurusan Biologi FMIPA
Universitas Negeri Jakarta.

Wahyu, Guntur. 2008. Sel, Jaringan, Organ, Sistem Organ dan Anatomi. PT. Mandiri Berjaya.
Bandung.

Anda mungkin juga menyukai