Anda di halaman 1dari 6

KASUS DAN PENATALAKSANAAN

“ MENINGITIS ”

KELOMPOK 1 :

DEA ALFANI NANDJAN FAA 116 001

ADELIA HANNI TIARA FAA 116 003

ZAITUNAL ABDAH FAA 116 004

LUCYA SULING FAA 116 005

JUAN ORTEGA PUTRA FAA 116 006

PUTRI HAGALANG SINTA FAA 116 007

DINDA AMALIA DEWI FAA 116 008

MUHAMMAD FERRY ALFAYED FAA 116 009

FAKULTAS KEDOKTERAN

UNIVERSITAS PALANGKARAYA

2018
A. PEMERIKSAAN RANGSANGAN MENINGEAL

1. Pemeriksaan Kaku Kuduk

Pasien berbaring terlentang dan dilakukan pergerakan pasif berupa fleksi danrotasi kepala. Tanda
kaku kuduk positif (+) bila didapatkan kekakuan dan tahanan pada pergerakan fleksi kepala disertai
rasa nyeri dan spasme otot. Dagu tidak dapat disentuhkan ke dada dan juga didapatkan tahanan pada
hiperekstensi dan rotasi kepala.

2. Pemeriksaan Tanda Kernig

Pasien berbaring terlentang, tangan diangkat dan dilakukan fleksi pada sendipanggul kemudian
ekstensi tungkai bawah pada sendi lutut sejauh mengkin tanpa rasa nyeri. Tanda Kernig positif (+)
bila ekstensi sendi lutut tidak mencapai sudut 135° (kaki tidak dapat di ekstensikan sempurna) disertai
spasme otot paha biasanya diikuti rasa nyeri.

3. Pemeriksaan Tanda Brudzinski I ( Brudzinski Leher)

Pasien berbaring terlentang dan pemeriksa meletakkan tangan kirinyadibawah kepala dan tangan
kanan diatas dada pasien kemudian dilakukan fleksi kepala dengan cepat kearah dada sejauh
mungkin. Tanda Brudzinski I positif (+) bila pada pemeriksaan terjadi fleksi involunter pada leher.

4. Pemeriksaan Tanda Brudzinski II ( Brudzinski Kontra Lateral Tungkai)

Pasien berbaring terlentang dan dilakukan fleksi pasif paha pada sendipanggul (seperti pada
pemeriksaan Kernig). Tanda Brudzinski II positif (+) bila pada pemeriksaan terjadi fleksi involunter
pada sendi panggul dan lutut kontralateral.

1. MENINGITIS BAKTERIAL

 ANAMNESIS
 Adanya infeksi saluran napas atau saluran cerna yang mendahului, seperti batuk,
pilek, diare, muntah
 Didapatkan gejala klinis yang mendukung sesuai usia

 PEMERIKSAAN FISIK
 Penurunan kesadaran atau iritabilitas
 Tanda peningkatan tekanan intrakranial (ubun-ubun membonjol)
 Tanda rangsang meningeal (kaku kuduk, tanda kernig,brudzinski), tanda rangsang
meningeal bisa tidak ditemukan pada usia<1 tahun
 Defisit neurologis fokal : hemiparesis,tetraparesis
 Tanda infeksi di tempat lain : infeksi saluran napas/ telinga, sepsis, pneumonia

2. MENINGITIS TUBERKULOSIS

 MANIFESTASI KLINIS
 Stadium I (Inisial)
Pasien tampak apatis, iritabel, nyeri kepala, demam, malaise, anoreksia, mual &
muntah. Belum tampak manifestasi kelainan neurologi
 Stadium II
Pasien tampak mengantuk, disorientasi, ditemukan tanda rangsang meningeal,
kejang, defisit neurologis fokal, paresis nervus kranial, & gerakan involunter (tremor,
koreoatetosis, hemibalismus)
 Stadium III
Stadium II disertai kesadaran menurun sampai koma, tanda peningkatan TIK, pupil
terfiksasi, pernapasan ireguler disertai peningkatan suhu tubuh, & ekstremitas spastis

 PEMERIKSAAN FISIK
 Funduskopi: dpt ditemukan papil yg pucat, tuberkel pada retina, dan adanya nodul
pada koroid
 Periksa parut BCG dan tanda-tanda infeksi tuberkulosis di tempat lain

B. PEMERIKSAAN PENUNJANG

- Cairan serebrospinal keruh dan berwarna kekuningan (xantokrom)


- Jumlah sel leukosit 50 (normal dewasa <5)
- Pemeriksaan nonne (+)
- Pemeriksaan pandy (+)
- Kadar gula 30 (normal dewasa 45-80mg/dL)
- Kadar protein 70 (normal dewasa 18-58mg/dL)
C. KASUS

Pasien laki-laki berusia 35 tahun diantar istrinya datang ke UGD dengan


mengeluhkan penurunan kesadaran sejak 3 hari yang lalu. Penurunan kesadaran terjadi secara
tiba-tiba. Terjadi pertama kali pada saat pasien bangun tidur, Pasien terlihat lemas dan ingin
tidur menerus. Pasien dipanggil oleh keluarganya tidak ada berespon untuk menjawab, tetapi
pada malam minggu pasien mulai ada respon jika dipanggil, makan atau minum pasien masih
bisa jika disuapi oleh istri pasien. Minggu pagi pasien terlihat masih sama dengan
sebelumnya, tetapi ia ketika ditanya nama anak dan keluarga pasien masih ingat. Senin pagi
pasien menggigil dan tiba-tiba kesadarannya mulai turun kembali.

DATA TAMBAHAN :

I. Identitas Pasien
Nama : Tn. Iwan
Jenis kelamin : Laki-laki
Usia : 35 Tahun
Agama : Islam
Alamat : Yos Sudarso
Status : Menikah Pekerjaan : Pedagang
Tanagl masuk : 3 Mei 2018

II. Anamnesis

Secara autoanamnesa oleh istrinya

Keluhan utama :
Penurunan kesadaran sejak 3 hari SMRS.

Riwayat penyakit sekarang :


Seorang pasien datang dibawa oleh keluarganya ke UGD RSUD Banjar dengan
penurunan kesadaran sejak 3 hari yang lalu SMRS. Penurunan kesadaran terjadi tiba-tiba,
terjadi pertama kali pada hari sabtu pagi sewaktu pasien bangun tidur, pasien terlihat lemas
dan ingin tidur terus-menerus, pasien di panggil oleh keluarganya tidak ada berespon untuk
menjawab, tetapi pada malam minggu pasien mulai ada respon jika dipanggil, makan atau
minum pasien masih bisa jika di suapi oleh istri pasien. Minggu pagi pasien terlihat masih
sama dengan sebelumnya, tetapi ia ketika ditanya nama anak dan keluarga pasien masih
ingat. Senin pagi pasien menggigil dan tiba-tiba kesadarannya mulai turun kembali. Pasien
juga disertai dengan demam sejak ± 3 hari, demam terjadi pada malam hari dan menghilang
jika pada pagi hari. Riwayat Kejang (-). Sejak 1
bulan yang lalu pasien mengeluhkan sakit pada kepalanya, sakit dirasakan hilang timbul,
sakit kepala terasa pada bagian tengkuk/kepala bagian belakang. Sakit kepala terasa tertusuk-
tusuk dan berat pada leher, pasien juga mengeluhkan adanya batuk- batuk sejak > 3 minggu,
batuk berdahak. Dahak berwarna keputihan, pada akhir bulan januari pasien pernah batuk
berdarah, darah berwarna merah segar, disertai sesak disangkal oleh keluarga. Batuk-batuk
juga disertai dengan napsu makan yang munurun dan berat badan yang menurun juga.

Riwayat penyakit dahulu :


Pasien belum pernah mengeluhkan hal yang sama sebelumnya, riwayat demam tifoid
(+), riwayat tuberkulosis (-), darah tinggi (-), kencing manis (-).

Riwayat penyakit keluarga :


Dikeluarga pasien tidak ada yang pernah mengeluhkan seperti ini, riwayat
tuberkulosis, darah tinggi, kencing manis disangkal.

Riwayat pengobatan :
Pasien belum pernah berobat sebelumnya.

Riwayat alergi:
Alergi obat-obatan, makanan, debu disangkal.

Riwayat psikososial :
Sehari-hari pasien merokok 1 ½ bungkus rokok kretek/hari, alkohol disangkal.

III. PEMERIKSAAN FISIK


Keadaan umum : Tampak sakit berat
Kesadaran : Sopor, GCS = 6 ( E=2 V=1 M=3)
Tanda vital :
 Tekanan Darah : 140/80 mmHg
 Nadi : 88 x/m
 Frekuensi Nafas : 28 x/m
 Temperatur : 37,6˚c

Status generalis
Kepala : normocephal, rambut berwarna hitam, tidak mudah dicabut
Leher : tidak ada pembesaran kelenjar tiroid
Mata : konjungtiva anemis -/-, sklera ikterik -/-, pupil bulat, isokor, 4 mm
Hidung : normotia, deviasi septum (-), sekret -/-, rhinore -/-
Telinga : normotia, otore -/-, serumen -/-
Mulut : caries (+), lidah kotor (+), tonsil T1-T1, faring tidak hiperemis
Kelenjar getah bening : Tidak ada pembesaran

IV. STATUS NEUROLOGIS

Keadaaan umum : tampak sakit berat


Kesadaran : sopor

Rangsang meniengal
 Kaku Kuduk : (+)
 Tanda Kerniq : (+)
 Tanda Laseque : (-)
 Tanda brudzinski I : (-)
 Tanda brudzinski II : (-)
Peningkatan tekanan intrakranial
 Muntah : (-)
 Sakit kepala : (+)
 Kejang : (-)

KOORDINASI

Percobaan apraksia : sulit dinilai


Mimic : sulit dinilai
Tes Telunjuk-telunjuk : sulit dinilai
Tes Telunjuk-Hidung : sulit dinilai
Tes Tumit-lutut : sulit dinilai
Tes Romberg : sulit dinilai

VEGETATIF

Vasomotorik : Tidak dilakukan pemeriksaan


Sudomotorik : Tidak dilakukan pemeriksaan
Pilo-Erektor : Tidak dilakukan pemeriksaan
Miksi : Tidak dilakukan pemeriksaan
Defekasi : Tidak dilakukan pemeriksaan
Potens dan Libido : Tidak dilakukan pemeriksaan

TANDA PERANGSANGAN RADIKULER

Laseque : sulit dinilai


Cross Laseque : sulit dinilai

FUNGSI LUHUR

Kesadaran Kualitatif : Sulit Dinilai


Ingatan Baru : Sulit Dinilai
Ingatan Lama : Sulit Dinilai
Orientasi
 Diri : Sulit Dinilai
 Tempat : Sulit Dinilai
 Waktu : Sulit Dinilai