Anda di halaman 1dari 5

Tugas 7 Pertemuan 9

Desain Perencanaan Audit Laporan Keuangan


Perencanaan Audit Laporan Keuangan Menurut Standar Desain Perencanaan Audit
NO Keterangan
Auditing (yang terdapat dalam SPAP) Laporan Keuangan KAP ABC
Memperoleh informasi mengenai masalah yang berkaitan
dengan bisnis entitas dan industri yang menjadi tempat usaha v
1 entitas tersebut.
Memperoleh informasi mengenai kebijakan dan prosedur
v
2 akuntansi entitas tersebut. (SA Seksi 318)
Metode yang digunakan oleh entitas tersebut dalam mengolah
informasi akuntansi yang signifikan, termasuk penggunaan
v
organisasi jasa dari luar untuk mengolah informasi akuntansi
3 pokok perusahaan (SA Seksi 311 & SA Seksi 324)
4 Melaksanakan prosedur analitik (SA Seksi 329) v
Pertimbangan awal tentang tingkat materialitas untuk tujuan
v
5 audit (SA Seksi 312)
Kondisi yang mungkin memerlukan perluasan atau pengubah
pengujian audit, seperti risiko kekeliruan atau kecurangan yang
v
material atau adanya transaksi antar pihak-pihak yang
6 mempunyai hubungan istimewa (SA Seksi 316, SA Seksi 319)
Memperoleh pemahaman mengenai struktur pengendalian
v
7 intern klien (SA Seksi 319)
Menetapkan tingkat risiko pengendalian yang direncanakan
v
8 (SA Seksi 312, SA Seksi 319)
9 Membuat kertas kerja (SA Seksi 339) v
Pos laporan keuangan yang mungkin memerlukan penyesuaian
v
10 atau adjustment (SA Seksi 311)
Sifat laporan auditor yang diharapkan akan diserahkan
(sebagai contoh, laporan auditor tentang laporan keuangan
konsolidasian, laporan keuangan yang akan diserahkan ke v
Bapepam, laporan khusus untuk menggambarkan kepatuhan
11 klien terhadap kontrak perjanjian (SA Seksi 311)

Keterangan:
v : Tahapan Perencanaan audit ada dalam desain perencanaan audit laporan keuangan KAP
ABC.
Nomor KKP :
Objek audit :
Laporan Ref. PKP No :
Keuangan PT Kertas Kerja Pemeriksaan
Disusun oleh :
Pembangunan
Perumahan Tbk Tanggal/paraf :
Penetapan Nilai Risiko Audit
Periode audit : Direviu oleh :
TA. 2016
Tanggal/Paraf
Penetapan Nilai Risiko Audit
Bobot
No Faktor Kriteria Kondisi
1 2 3
1 Acceptable Kertergantungan pemakai
Audit Risk eksternal pada laporan
keuangan. Semakin tinggi
Rendah x
ketergantungan pemakai
eksternal, maka penilaiannya
semakin tinggi.
Klien mengalami kesulitan
dalam menganalisis dan
menelaah laporan keuangan.
Rendah x
Semakin tinggi kesulitan yang
dialami, maka penilainnya
semakin tinggi.
Integritas manajemen. Semakin
tinggi integritas manajemen
dalam menganalisis prosedur
Rendah x
penerimaan klien dan kelanjutan
klien, maka penilaiannya
semakin tinggi.
2 Inherent Risk Sifat bisnis klien. Semakin
tinggi pemahaman atas bisnis
Rendah x
klien, maka penilaiannya
semakin rendah.
Hasil audit sebelumnya.
Semakin tinggi auditor tidak
mengabaikan hasil audit tahun Rendah x
sebelumnya, maka penilaiannya
semakin rendah.
Pemahaman klien. Semakin Rendah x
tinggi dalam memahami klien,
maka penilaiannya semakin
rendah.
Pihak-pihak yang terkait.
Semakin tinggi pihak-pihak
Rendah x
yang terlibat, maka penilaianya
terhadap salah saji lebih tinggi.
Transaksi non rutin. Semakin
tinggi transaksi non rutin, maka Rendah x
penilaiannya semakin tinggi.
3 Planned Mengumpulkan bukti,. Semakin
Detection tinggi mengumpulkan bukti,
Sedang x
Risk maka penilaiannya semakin
tinggi.
4 Control Risk Semakin tinggi mengidentifikasi
tujuan audit, maka penilaiannya Rendah x
semakin rendah.
Semakin tinggi mengidentifikasi
pengendalian yang ada, maka Rendah x
penilaiannya semakin rendah.
Semakin tinggi menghubungkan
pengendalian dengan tujuan
Rendah x
audit, maka penilaiannya
semakin rendah.
Semakin tinggi mengidentifikasi
dan mengevaluasi defisiensi
pengendlaian, defisiensi yang
Rendah x
signifikan dan kelemahan yang
material, maka penilaiannya
semakin renah.
Semakin tinggi menghubungkan
defisiensi yang signifikan dan
kelemahan yang material
Rendah x
dnegan tujuan audit terkait,
maka penilaiannya semakin
rendah.
Semakin tinggi menilai risiko
pengendalian untuk setiap
Rendah x
tujuan audit, maka penilaiannya
semakin rendah.
Subtotal 14 2 0
TOTAL 16
Kesimpulan Tingkat Risiko Sedang