Anda di halaman 1dari 2

2.

1 Ayam Goreng Siap Saji (Fried Chicken)


Makanan siap saji adalah makanan yang disajikan dengan cara dipanaskan, sehingga tidak
membutuhkan proses yang rumit. Biasanya produknya berupa sandwich, burger, pizza, fried
chicken, french fries, chicken nuggets, fish and chips, ice cream dan sebagainya. Mudahnya
memperoleh makanan siap saji di pasaran memang memudahkan tersedianya variasi pangan sesuai
selera dan daya beli. Selain itu, pengolahan dan penyiapannya lebih mudah dan cepat, cocok bagi
mereka yang selalu sibuk (Sulistijani, 2002).
Fried Chicken merupakan olahan sepotong ayam yang dibalut dengan tepung dan digoreng
kering yang menjadi simbol makanan masyarakat modern. Berasal dari negara Amerika yang
sangat mendunia melalui jaringan restoran fastfood. Banyak orang menyukai makanan ini karena
renyah dan gurih. Fried Chicken merupakan makanan siap saji yang diolah dengan berbalut tepung
dan digoreng kering. Dengan kelezatannya ini, banyak masyarakat yang menyukainya. Dari
kalangan anak-anak hingga orang dewasa.
Fried Chicken merupakan lauk yang terbuat dari bahan dasar daging ayam (hewani). Yang
bisa dikonsumsi oleh semua konsumen baik orang dewasa maupun anak-anak. Produk makanan
ini berbahan dasar daging ayam dengan bumbu sederhana yaitu bawang merah, bawang putih dan
merica, penggunaan tepung beras dalam proses pemasakannya. Tahapan proses pemasakan yaitu
perebusan daging ayam, pelapisan ayam dengan tepung beras dan penggorengan sehingga
menghasilkan produk yang memiliki cita rasa lezat dan penampilan yang menarik.
Daging ayam dapat diolah menjadi beberapa produk yang mempunyai nilai komersial dan
cukup digemari masyarakat. Pengolahan daging ayam mempunyai beberapa keuntungan
diantaranya memperbaiki sifat fisik sensori (flavor, tekstur dan penampakan umum), inaktivasi
enzim lisosom, mempertahankan kestabilan warna pada produk curing dan menghilangkan
komponen yang tidak diinginkan serta mengurangi jumlah populasi mikroba patogen (Dawson et
al., 2005). Salah satu teknik pengolahan daging ayam yang umum dilakukan adalah dengan
penggorengan. Beragam inovasi dalam teknik penggorengan dilakukan agar menghasilkan produk
yang mempunyai nilai lebih dan berdaya saing.
Jenis daging yang berasal dari unggas yang umum dikonsumsi adalah daging ayam.
Menurut SNI 01-3924-2009 karkas ayam ialah bagian dari tubuh ayam tanpa kepala, leher, kaki,
paru-paru dan atau ginjal setelah penyembelihan halal, pencabutan bulu dan pengeluaran jeroan.
Produk daging ayam banyak dikonsumsi masyarakat global karena tidak ada faktor pembatas
dengan kultur budaya dan kepercayaan tertentu, sehat, bergizi, kandungan lemaknya sedikit
dengan asam lemak tidak jenuh yang lebih rendah dibanding daging lainnya (Mead, 2004).
Daging unggas lebih seragam dalam komposisi, tekstur dan warna dibanding dengan jenis
daging mamalia sehingga lebih mudah dalam konsistensi formulasi produk pangan (Sams, 2001).
Protein dari jenis daging ini mengandung asam amino essensial yang dibutuhkan oleh tubuh untuk
pertumbuhan dan perkembangan. Selain itu, daging unggas juga merupakan sumber beberapa
mineral seperti fosfor, zat besi, kobalt dan seng serta vitamin B12 dan B6 (Parker, 2003). Warna
daging unggas dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti umur potong, jenis kelamin, strain, pakan,
lemak intramuskular, kondisi sebelum pemotongan dan perbedaan teknologi pengolahan (Parker,
2003).

DAFTAR PUSTAKA
Badan Standarisasi Nasional. 2009. SNI-3924-2009. Mutu Karkas Dan Daging Ayam. Jakarta:
Badan Standarisasi Nasional.
Dawson, D. 2005. Foodborn Protozoan Parasites. International Journal Of Food Microbiology,
103. 207–227.
Mead, G.C. 2004. Current Trends In The Microbiological Safety Of Poultry Meat. World’s Poultry
Science Journal 60: 112-118
Parker R. 2003. Introduction To Food Science. United States Of America : Delmar, Thomson
Learning.
Sams, A. R. 2001. Poultry Meat Processing. CRC Press. New York.
Sulistijani, DA. 2002. Sehat Dengan Menu Berserat. Trubus Agriwidya: Jakarta.