Anda di halaman 1dari 12

RUMUS DOBUTAMIN

DOBUTAMIN
kandungan dalam 1 amp = 5 cc = 250 mg
bila 1 mg = 1000 microgram
maka dalam 1 amp dobutamin 250 mg = 250.000 microgram.

pemberian dobutamin dalam syring pump


bila dobutamin 250 mg (1 amp) dilarutkan dalam 50 cc PZ
maka 1 cc PZ adalah 250.000 microgram : 50 ccPZ = 5.000 microgram/cc

RUMUS = (Dosis x BB x 60 menit) : (5.000 microgram)

contoh soal sederhana


dosis = 5 microgram
bb = 50 kg
pelarutan = 50 cc

maka hasilnya dalam pemberian syring pump adalah


5 microgram x 50 kg x 60 menit : 5.000 microgram
= 15.000 : 5.000 = 3 cc/jam

bila tidak punya syring pump maka dilakukan tetesan manual


bila menggunakan infus macro maka 1 cc = 20 tts/mnt
hasil = 3 cc/jam x 20 tts/mnt : 60 menit = 1 tts/mnt

NB : bila menggunakan tetesan manual baiknya gunakan pelarutan minimal 100 cc

CARA MENGHITUNG DOPAMIN DAN CARA MENGHITUNG DOBUTAMIN

CARA MENGHITUNG DOPAMIN :


: DOSIS x BB x 60mnt
dosis mcg dlm spuit

CARA MENGHITUNG DOBUTAMIN :


: DOSIS x BB x 60mnt
dosis mcg dlm spuit
contoh : berat badan pasien 60 kg, kemudian dokter memberi advice:1ampul dopamin masuk
5 mcg/jam, (dokter terkadang hanya memberikan advice sprt itu, untuk pengenceranya
tinggal pilih dengan spuit 50cc atau 20cc, tetapi biasanya sering pakai 50cc).

jawab:
diketahui: a. dalam 1 ampul dopamin bervolume 10ml, dengan dosis 20mg/ml. jadi
dalam 1ampul/ 10 ml dopamin mempunyai dosis 200mg
b. 1mg = 1000mcg jadi
c. spuit 50cc
d. bb pasien : 60kg

rumus : dosis x bb x 60mnt


dosis mcg dlm spuit

pertama: cari dosis mcg dlm spuit= 200mg : 50cc x 1000mcg


=4000

kedua = 5mcg x 60kg x 60mnt


4000
= 4.5 ml/jam
jadi dosis yang diberikan pada pasien dengan bb 60kg dgengan dosis 5mcg sebanyak
4.5ml/jam

catatan:
-Rumus ini juga berlaku pada dobutamin, hanya saja "dosis tiap ampul DOPAMIN DAN
DOBUTAMIN yang berbeda",
-di ingat obat diencerkan dengan spuit berapa cc?

RUMUS DOBUTAMIN

DOBUTAMIN
kandungan dalam 1 amp = 5 cc = 250 mg
bila 1 mg = 1000 microgram
maka dalam 1 amp dobutamin 250 mg = 250.000 microgram.

pemberian dobutamin dalam syring pump


bila dobutamin 250 mg (1 amp) dilarutkan dalam 50 cc PZ
maka 1 cc PZ adalah 250.000 microgram : 50 ccPZ = 5.000 microgram/cc
RUMUS = (Dosis x BB x 60 menit) : (5.000 microgram)

contoh soal sederhana


dosis = 5 microgram
bb = 50 kg
pelarutan = 50 cc

maka hasilnya dalam pemberian syring pump adalah


5 microgram x 50 kg x 60 menit : 5.000 microgram
= 15.000 : 5.000 = 3 cc/jam

bila tidak punya syring pump maka dilakukan tetesan manual


bila menggunakan infus macro maka 1 cc = 20 tts/mnt
hasil = 3 cc/jam x 20 tts/mnt : 60 menit = 1 tts/mnt

NB : bila menggunakan tetesan manual baiknya gunakan pelarutan minimal 100 cc

PERHITUNGAN DOSIS

RUMUS PERHITUNGAN DOPAMIN


Dopamin ;1 ampul = 10 cc, 1 ampul = 200 mg , 1 mg = 1000 mikrogram
Rumus factor pengencer = 200.000 = 4000
50cc
Rumus : Dosis x BB x jam (menit ) = hasil
4000
Atau rumus langsung : Dosis x BB 60 x 50 = hasil
200.000

RUMUS PERHITUNGAN DOBUTAMIN


Dobutamin ; 1 ampul = 5 cc , 1 ampul = 250 mg , 1 mg = 1000 mikrogram
250 mg = 250.000 mikrogram
rumus factor pengencer = 250.000 = 5000
50cc
Rumus : Dosis x BB x jam (menit ) = hasil
5000
Atau rumus langsung : Dosis x BB x 60 x 50 = hasil
250.000
Rumus diatas digunakan untuk pemberian dopamine dan dobutamin dengan menggunakan
syringe pump.

Rumus pemberian Dopamin dan Dobutamin dalam kolf / drip


Rumus = 200.000 = 400
500
= Dosis x BB x jam ( menit )
400
= hasil sesuai makro drip / mikrodrip

RUMUS PERHITUNGAN NITROCYNE


1 ampul = 10 cc , 1 cc = 1 mg, 1 ampul = 10 mg
Dosis yang digunakan dalam cc ( microgram ) jadi 1 ampul = 10.000 mikrogram
Rumus : Dosis x 60 x pengencer = hasil
10.000
RUMUS PERHITUNGAN ISOKET
1 ampul = 10 cc , 1 ampul = 10 mg , 1mg = 1cc
Isoket atau Cedocard diberikan sesuai dosis yang diberikan oleh dokter.

RUMUS PERHITUNGAN DARAH UNTUK TRANSFUSI


Rumus : Hb normal – Hb pasien = hasil
> hasil x BB x jenis darah
Keterangan :
Hb normal = Hb yang diharapkan atau Hb normal
Hb pasien = Hb pasien saat ini
Hasil = hasil pengurangan Hb normal dan Hb pasien
Jenis darah = darah yang dibutuhkan
= PRC dikalikan 3
= WB dikalikan 6

RUMUS PERHITUNGAN KOREKSI HIPOKALEMI PADA ANAK


Koreksi cepat
Yang dibutuhkan = ( jml K x BB x 0,4 ) + ( 2/6 x BB )
Diberikan dalam waktu 4 jam
Maintenance : 5 x BB x 2
6
Diberikan dalam 24 jam
Keterangan :
Jml K = nilai yang diharapkan ( 3,5 ) – nilai hasil kalian (x)

 DESKRIPSI
Dobutamine HCl.
 INDIKASI
Pengobatan inotropik (sifat mempengaruhi daya kerut otot) positif sebelum dan atau sesudah
gagal jantung akut atau gagal jantung kronis yang mengalami dekompensata akut.
 KEMASAN
Vial 250 mg x 1 biji.
 DOSIS
 Dewasa : 2,5-10 mcg/kg berat badan/menit.
 Anak-anak : 1-15 mcg/kg berat badan/menit.
 Tak ada pilihan
Tak ada pilihan
 PABRIK
Teguhsindo Lestaritama.

njeksi

Komposisi:
Tiap ml mengandung:
Dobutamine hydrochloride setara dengan Dobutamine 50 mg

Farmakologi:
Dobutamine merupakan amina simpatomimetik yang mempunyai efek stimulasi yang kuat
pada reseptor-β1 dan efek yang lemah pada reseptor-β2 dan reseptor α1 di jantung.
Dobutamine secara langsung menstimulasi reseptor β1 di jantung untuk meningkatkan
kontraktilitas miokard dan isi sekuncup, yang akan menyebabkan peningkatan curah jantung.
Aliran darah koroner dan konsumsi oksigen miokard biasanya meningkat karena terjadi
peningkatan kontraktilitas miokard. Tidak seperti dopamine, dobutamine tidak menyebabkan
pelepasan norepinefrin endogen. Dobutamine mengurangi peningkatan tekanan pengisian
ventrikel (pengurangan preload) dan memfasilitasi konduksi nodus atrioventrikel (AV).

Farmakokinetik:
Absorpsi:
Setelah pemberian secara intravena, mula kerja dobutamine timbul dalam waktu 2 menit.
Konsentrasi plasma puncak dan efek obat terjadi dalam waktu 10 menit setelah pemberian
awal infus hintravena.

Distribusi:
Tidak diketahui apakah dobutamine dapat melewati plasenta atau terdistribusi ke dalam air
susu.

Eliminasi:
Waktu paruh plasma dobutamine kurang lebih 2 menit. Dobutamine dimetabolisme di dalam
hati dan jaringan lain oleh catechol-Omethyltransferase menjadi senyawa inaktif, yaitu 3-O-
methyldobutamine, dan terkonjugasi dengan asam glukuronat. Konjugat-konjugat
dobutamine dan 3-O-methyldobutamine diekskresi terutama di dalam urin, dan dalam jumlah
yang lebih kecil diekskresi di dalam feses.

Indikasi:
Membantu inotropik miokardium pada terapi gagal jantung kongestif akut atau syok
kardiogenik.
Kontraindikasi:
Dobutamine dikontraindikasikan pada pasien dengan stenosis subaorta hipertrofik idiopatik
atau pada pasien yang diketahui hipersensitif terhadap obat atau bahan-bahan yang terdapat di
dalam formula.

Dosis dan cara pemberian:


Pemberian dobutamine secara infus intravena, dosis yang diberikan sebanyak 2,5-40
μg/kg/menit. Dosis lazimnya adalah 2,5-10 μg/kg/menit. Dosis harus disesuaikan secara
individual berdasarkan pada denyut jantung dan irama jantung, tekanan darah dan diuresis.
Toleransi parsial mungkin terjadi jika waktu pemberian infus melebihi 72 jam, dan pada
kasus seperti itu dapat dilakukan peningkatan dosis.

Larutan steril untuk injeksi 250 mg/5 ml:


Dosis ditentukan sebagai berikut:

Satu (1)Ampul Dua (2) Ampul Empat (4) Ampul


250 mg dobutamine
500 mg dobutamine dalam 1000 ml 1000 mg dobutamine dalam 1000
dalam 1000 ml larutan
larutan infus ml larutan infus
infus
Dosis Kecepatan infus
Kecepatan infus ml/kg/menit Kecepatan infus ml/kg/menit
μg/kg/menit ml/kg/menit
2,5 0,01 0,005 0,0025

5 0,02 0,01 0,005

7,5 0,03 0,015 0,0075

10 0,04 0,02 0,01

12,5 0,05 0,025 0,0125

15 0,06 0,03 0,015

Nilai kecepatan infus berhubungan dengan setiap dosis, dikalikan dengan berat badan pasien.
Oleh karena itu kecepatan infus adalah mililiter per menit.

Pelarutan:
Untuk infus: larutan steril untuk injeksi dilarutkan dalam larutanNaCl 0,9%, larutan glukosa
10%, atau Ringer Laktat. Jika disimpan pada suhu kamar, larutan infus yang sudah disiapkan
stabil selama 24 jam, dan jika disimpan dalam lemari pendingin, stabil selama 30 jam.

Dobutamine tidak boleh dilarutkan dalam larutan alkali.

Peringatan dan perhatian:


 Selama terapi dengan dobutamine, ECG dan tekanan darah harus dimonitor secara terus-
menerus. Sebagai tambahan, tekanan pengisian jantung dan curah jantung juga harus selalu
dimonitor setiap waktu bila memungkinkan.
 Hipovolemia harus selalu dikoreksi sebelum melakukan terapi dengan dobutamine.
 Dobutamine dapat menyebabkan timbulnya nyeri dada pada pasien dengan penyakit jantung
koroner. Oleh karena itu, dosisnya harus dipertimbangkan dengan hati-hati.
 Setelah terjadi infark miokard harus berhati-hati terhadap timbulnya takikardia dan inotropik
yang berlebihan, karena keadaan ini dapat meningkatkan konsumsi oksigen miokard dan
akibatnya, luas infark.
 Dobutamine biasanya menyebabkan sedikit peningkatan pada tekanan darah sistolik (10-20
mmHg) dan denyut jantung (5-10 denyut/menit). Peningkatan tekanan darah tinggi yang tidak
lazim pernah dilaporkan khususnya pada pasien dengan hipertensi arteri.
 Kadang-kadang takikardia yang berlebihan dapat terjadi. Penghentian infus atau pengurangan
kecepatan infus biasanya akan menormalkan kondisi dengan cepat.
 Dobutamine dapat meningkatkan konduksi atrioventrikel. Oleh karena itu, harus berhati-hati
pada saat menentukan dosis untuk pasien dengan fibrilasi atrium. Pasien ini sebaiknya diberi
digitalis sebelum memulai terapi dengan dobutamine.
 Dobutamine dapat menimbulkan aktivitas ventrikel ektopik.

Penggunaan pada anak-anak:


Keamanan dan efektifitas penggunaan dobutamine untuk anak-anak belum terbukti.

Penggunaan pada wanita hamil:


Karena selama ini dobutamine belum pernah diberikan kepada wanita hamil, pada setiap
kasus dokter harus mempertimbangkan keuntungan dibandingkan dengan potensial risikonya.

Penggunaan pada wanita yang menyusui:


Tidak diketahui apakah dobutamine terdistribusi ke dalam air susu. Karena banyak obat-
obatan yang terdistribusi ke dalam air susu, harus diperhatikan jika dobutamine diberikan
kepada wanita yang menyusui. Jika wanita yang menyusui itu membutuhkan terapi
dobutamine, pemberian air susu harus dihentikan selama terapi.

Efek samping:
Efek samping yang timbul pada dasarnya adalah tergantung pada dosis dan oleh karena itu
dapat dikontrol dengan mengurangi kecepatan infus. Karena dobutamine hampir sempurna
dieliminasi dalam waktu 10 menit, efek samping yang timbul akan segera hilang dengan cara
pengurangan dosis atau penghentian infus. Mual, sakit kepala, palpitasi, sesak nafas, dan
nyeri dada pernah dilaporkan sebagai efek samping yang paling umum terjadi.

Interaksi obat:
Pemberian bersamaan dobutamine dan nitroprusside akan meningkatkan curah jantung dan
biasanya lebih mengurangi tekanan baji kapiler pulmonalis (pulmonary capillary wedge
pressure) dibandingkan jika hanya diberikan salah satu dari kedua obat ini. Dobutamine dapat
menjadi tidak efektif pada pasien yang baru diterapi dengan obat penghambat β
adrenoreseptor. Pada kasus ini, tahanan vaskular perifer dapat meningkat.
Overdosis:
Pada keadaan overdosis, yang menunjukkan adanya perubahan tekanan darah atau takikardia,
kecepatan infus harus dikurangi atau terapi dihentikan sampai pasien dalam keadaan stabil.

Contoh :

1. Obat Ampicillin 1 vial berisi 1000 mg/1 g obat kering diencerkan/dioplos dengan 4
cc pelarut/air steril, hal ini berarti bahwa :

a. Kita harus menghitung dulu berapa 1 cc jika diencerkan ke dalam 4 cc

Jawabanya...

Ingat mg=cc,

( jadi satuan tak perlu disamakan langsung aja ga pake rumit cukup pake simple)

1000 mg/4 cc = 250 mg ...................................... (1)

jadi 1 cc obat yang telah diencerkan mengandung 250 mg obat

b. Pertanyaan kedua adalah untuk menukan hasil intinya

Kan ada tu... kadang dokter memberikan petunjuk dosis pemberiannya 3 x 1 grm atau 3 x 1
ampul. Jika sudah seperti itu, berati bukan maslaha karena tinggal memberikan semuanya.

Tapi.... berhubung dalam soal adalah jika pemberian obat jika pasien diberikan dosis 3 x 500
mg?? Hayooo?

Untuk mengambilnya ga semuanya lho... ingat 3 x 500 mg

Dilihat lagi ...

1 ampul ada 1000 mg à dalam soal dibutuhkan 500mg.


Hasilnya..

500 mg/250 mg (1cc yang telah diencerkan 4cc) = 2 cc ................................. (2)

Jadi pakenya spuit 3 cc ya.... karena dalam sekali pemberian diberikan 2cc

2. Obat Penicillin-G Procain (PP) 1 vial berisi 3 g (3.000.000 units) obat kering
diencerkan/dioplos dengan 10 cc pelarut/air steril

Jangan bingung dulu dengan angka ya...

a. Penicillin-G Procain setiap 1 cc obat mengandung 300.000 unit

Jadi... jika dioplos 10 cc menjadi(3.000.000 unit/10 cc =300.000 unit)

Jika kita bertanya denagn memaki spuit 5cc maka berapa ahsilnya?? Bila menggunakan
spuit 5 cc (1 cc = 5 strip)

berarti tiap 1 strip = 60.000 unit(300.000 unit/5 strip)................................. (1)

b. Bila pasien mendapatkan dosis 2 x 900.000 unit, berapa unit yang harus diambil?

900.000 unit/300.000 (hasil enceren 1 cc penicillin-G Procain) unit = 3 cc diberikan 2


kali dalam sehari diberikan dengan interval/jarak pemberian setiap 12 jam (24 jam/2 = 12
jam) secara IM.

Bila pasien mendapatkan dosis 1.000.000 units (1 g) berarti obat diencerkan dengan 9
cc pelarut sehingga lebih mudah pembagiannya. (3.000.000 units/9 cc, sehingga setiap 3 cc
berisi 1.000.000 units)

B. Rumus Menghitung Syringe Pump

Untuk lebih jelasnya langsung ke contoh aja


1. Pasien Ny. P (48 tahun) memiliki BB= 80 kg, dengan diagnosa shock hipovolemik
membutuhkan terapi dobutamin 12,5 mikro gr/kg/mnt. Berapa dosis yang diberikan
jika 1 ampul dopamin mengandung 250 mg dan diencerkan 50 cc dalam hitungan
menitnya
Dijawab pertahap

a. ampul adalah 250 mg maka diubah dulu sama menjadi sesuai kebutuhan yaitu diubah ke
mikro gram

250 mg= 250.000 mikro gram .................. (1)

Jika dioplos 50 cc, berapa 1 cc nya??

=250.000/50= 5.000 mikro gram/cc .................. (2)

b. Rumus dosis syringe pump!

Dosis x BB x jam (mnt)

Dari soal di satuan ada 12,5 mikro gr/kg/mnt.

Untuk menit 1 jam= 60 menit

= 12,5 x 80 x 60 .................................................... (3)

= 60.000 mikro/jam

c. Jadi kecepatan yang diberikan

=60.000/5.000= 12 ................................................ (4)

2. Berikan vasokontriksi (non adrenalin) dengan dosis 0,1 mikro gram/kgBB/mnt pada bapak
Agus (56 tahun) dengan diagnosa Infark Miokard Akut dengan BB=60 kg. Berapa dosis yang
harus diberikan yang 1 ampul vasokontriksi mengandung 4mg/1cc jika diencerkan 40 cc?

a. 1 ampul mengandung 4 mg, dalam soal mikro gram jadi diubah

4mg= 4000 mikro gram per 1 ccnya .................... (1)


Diencerkan 40 cc jadi 4000/40= 100 .................... (2)

b. Dosis syringe pump

Dosis x BB x jam (mnt)

=0,1 x 60 x 60 = 360 ................................ (3)

c. Jadi kecepatan yang diberikan

360/100= 3.6 cc.................................... (4)

Menghitung dosis pemberian Dopamine,


Dobutamin dan Vascon
Dopamine adalah agen vasopressor dan inotropic. Dopamine bekerja dengan cara
meningkatkan kekuatan memompa pada jantung dan suplai darah ke ginjal dan digunakan
untuk meningkatkan fungsi jantung ketika jantung tak mampu memompa cukup darah.

Dobutamine diberikan untuk Gagal jantung kronik yang mengalami eksaserbasi akut dan
membutuhkan terapi inotropik.

Vascon diberikan untuk Mengendalikan tekanan darah pada keadaan hipotensi akut tertentu,
dan Terapi penunjang pada gagal jantung dan hipotensi berat

Batas pemberian,

Dopamine :5 – 20 mcg

Dobutamine : 5 – 20 mcg

Vascon : 0,05 – 0,2 mcg

1) *di ubah dari mili gram (mg) menjai mikro gram (mcg), dalam sediaan:

Dopamine/Indrop : 200 mg => 200 000 mcg

Dobutamin/Inotrop/dobujet : 250 mg => 250 000 mcg

Vascon/non epinefrin : 4 mg => 4000 mcg


2) * rumus pengencer

biasanya pengencer yang dipakai water injection 50 cc

“banyaknya pengencer : sediaan dalam micro gram”

Dopamine 200 000 : 50 =4000

Dobutamine 250 000 :50 = 5000

Vascon 4000 : 50 = 80

3) *rumus penghitungan dosis yg masuk ke dlam tubuh perjam

= dosis yg dmnta oleh dokter X BB pasien X 60


mnt pengencer

contoh: diminta dopamine 6 mcg dengan pengencer 50 cc, BB klien 50kg, hitung dosis !

= 6 mcg X 50 X 60 4000

= 4,5 ml/jam.

Semoga bermanfaat, Salam profesional.