Anda di halaman 1dari 3

1.

Hakikat Model Pembelajaran Explicit Instruction


a. Pengertian Model Pembelajaran Explicit Instruction
Explicit Instruction merupakan pembelajran langsung yang khusu dirancang untuk
mengembangkan belajar siswa tentang pengetahuan prosedural dan pengetahuan deklaratif
yang dapat diajarkan dengan pola kegiatan yang bertahap, selangkah demi selangkah (Archer
dan Huges, 2011). Explicit Instruction menurut Kardi (2011) dapat berbentuk “ceramah,
demonstrasi, pelatihan, praktik dan kerja kelompok”. Explicit Instruction digunakan untuk
menyampaikan pelajaran yang di transformasikan langsung oleh guru kepada siswa. Menurut
Arends, sebagaimana dikutip oleh Trianto (2009) menjelaskan bahwa model pembelajaran
Explicit Instruction disebut juga dengan direct instruction (pengajaran langsung) merupakan
salah satu pendekatan mengajar yang dirancang khusus untuk menunjang proses belajar siswa
yag berkaitan dengan pengetahuan deklaratif dan prosedural yang terstruktur dengan baik
yang dapat diajarkan dengan pola kegiatan yang bertahap atau selangkah demi selangkag.
Dari beberapa pendapat ahli diatas maka dapat disimpulkan bahwa, model
pembelajaran Explicit Instruction adalah sebuah model yang dirancang untuk
mengembangkan proses pembelajaran siswa yang berkaitan dengan pengetahuan deklaratif
dan prosedural yang dijelaskan dengan pola setahap demi setahap.

b. Kelebihan dan Kelemahan Model Explicit Instruction


Model Explicit Instruction sendiri memiliki kelebhan dan kelemhan (Huda, 2013).
Beberapa kelebihannya antara lain:
1) Guru bisa mengendalikan isi materi dan urutan informasi yang diterima oleh
siswa sehingga guru dapat mempertahankan fokus apa yang harus dicapai oleh
sisiwa.
2) Dapat diterapkan secara efektif dalam kelas besar maupun kecil.
3) Dapat digunakan untuk menekankan poin-poin penting atau kesulitan-kesulitan
yang mungkin dihadapi siswa sehingga hal-hal tersebut dapat diungkapkan.
4) Dapat menjadi cara yang efektif untuk mengajarkan informasi dan pengetahuan
faktual yang sangat terstruktur.
5) Merupakan cara yang paling efektif untuk mengajarkan konsep dan
keterampilan-keterampilan yang eksplisit kepada siswa yang berprestsi rendah.
6) Dapat menjadi cara untuk menyampaikaninformasi yang banyak dalam waktu
yang relatif singkat dan dapat diakses secara setara oleh seluruh siswa.
Sementara itu klemahan model pembelajaran Explicit Instruction adalah sebagai
berikut:
1) Terlalu bersandar pada kemampuan siswa untuk mengasimilasikan
informasi melalui kegiatan mendengar, megamati, dan mencatat,
sementara tidak semua siswa memiliki keterampilan dalam hal-hal
tersebut, sehingga guru masih harus mengajarkannya kepada siswa .
2) Kesulitan untuk mengatasi perbedaan dalam hal kemampuan,
engetahuan awal, tingkat pembelajaran dan pemahaman, gaya belajar
atau keterkaitan siswa.
3) Kesulitan siswa untuk mengembangkan keterampilan sosial dan
interpersonal yang baik.
4) Kesuksesan strategi ini hanya bergantung pada penilaian dan antusiasme
guru di kelas.
5) Adanya berbagai hasil penelitian yang menyebutkan bahwa tingkat
struktur dan kembali guru yang tinggi dalam kegiatan pembelajaran,
yang menjadi karakteristik strategi Explicit Instruction¸ dapat
berdampak negatif terhadap kemampuan penyelesaian masalah,
kemandirian dan keingintahuan.

2. Model Pembelajaran Konvesional


Menurut Djamarah & Zain (1996), metode pembelajaran konvensional adalah
pembelajaran tradisional atau sejak dulu disebut juga dengan metode ceramah, karena
sejak dulu metode ini sudah dipergunakan sebagai alat komunikasi lisan antara guru
dengan anak didiknya dalam proses belajar dan pembelajaran.
Langkah-langkah pembelajaran konvensional adalah sebagai berikut:
1) Guru membuka pembelajran dengan memberikan salam dan mengabsen siswa
sekaligus memberi motivasi kepada siswa.
2) Guru menjelaskan materi pembelajaran hari ini
3) Guru menyimpulkan materi pembelajaran yang diajarkan.
4) Guru memberikan tugas kepada siswa unuk dikerjakan dirumah
5) Guru menutup pembelajran dengan memberi salam kepada siswa.
A. Penelitian yang Relevan
Penelitian yang relevan ditulis berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan
peneliti lain. Penelitian yang relevan apabila membahas topik atau penggunaan
metode yang sama. Dibawah ini ada contoh penelitian yang relevan dari berbagai
peneliti yang pernah dilakukan, antara lain:
3. Penelitian irwanto rusyadi siahaan (2017) dengan judul “pengaruh model
pembelajaran Explicit Instruction terhadap hasil belajar menerapkan teknik
pemanfaatan tenaga listrik pada siswa kelaas XI TPTI SMK N 2 Medan,
menyimulkan dengan hasil analisis uji beda yang memakan uji-t dengan taraf
signifikansi 5 % menunjukan bahwa terdapat pengaruh model pembelajaran Explicit
Instruction terhadap hasil belajar menerapkan teknik pemanfaatan tenaga listrik pada
siswa kelas XI SMK N 2 Medan. Hal ini dilihat dari thitung = 3,363 yang lebih besar
dari ttabel yaitu 1,670.