Anda di halaman 1dari 1

Ketika kau tau bahwa hidup ini bukanlah hal yang mudah, mungkin kau akan takut untuk

menapakinya, mungkin kau tak ingin dilahirkan di dunia ini, sama seperti apa yang aku rasakan. Sakit
itu bahkan mulai menyiksa diriku, kadang aku berpikir mungkin aku gila, gila dengan semua hayalan
ku yang tak kan mungkin terjadi dalam hidupku. Semua yang aku impikan telah pergi, satu persatu
dari jejak itu meninggalkan diriku pergi sepi tanpa asa lagi. Mungkin jika aku bisa, aku ingin menangis
sepanjang masa hidupku.

Aku selalu merasa terkucilkan sejak aku dilahirkan, yang aku kenal hanyalah tangan lembut ibuku
penuh kasih sayang yang memelukku ketika aku sedih, yang aku tau adalah tangan kekar ayahku
yang penuh dengan guratan perujuangan di setiap inci tangannya yang selalu melindungiku disaat
aku takut. Aku bahkan tak pernah tau untuk apa aku hidup. Semua orang seakan membenciku,
mereka tak menginginkanku ntah apa salahku. Dari dulu tak ada yang ku kenal sebagai sahabat, yang
ada hanya mereka yang bermuka dua, terlihat manis namun sesungguhnya palsu. Aku hanya bisa
membangun dunia ku dalam mimpi, aku bermimpi dan berkhayal menjadi orang lain, yang aku
anggap sosok itu akan disukai oleh siapapun. Aku hanya bermain sandiwara dengan topeng sama
seperti yang mereka lakukan, meski aku tau itu salah, toh aku bahagia.

yaahh..bahagia..

Ntah apa makna dari kata itu, yang aku tau kata itu aku ungkapkan ketika aku bisa tertawa, hanya
tertawa bukan bahagia. Bahkan aku tak pernah mengerti knp orng2 bisa menyatakan dirinya bahagia
sementara mereka akan menangis mengenang apa yang sudah terjadi pada dirinya, sama seperti
diriku. Aku selalu berharap suatu saat nanti bahagia itu datang padaku, meski aku tak pernah tau itu
berlaku bagiku atau tidak.