Anda di halaman 1dari 243

PENGEMBANGAN MODUL PRAKTIKUM BERBASIS

PROBLEM BASED LEARNING UNTUK KIMIA


KELAS X SEMESTER GENAP

SKRIPSI

Diajukan Kepada Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Syarif
Hidayatullah Jakarta untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar
Sarjana Pendidikan (S.Pd)

Disusun Oleh:
TIKA ZAHARA
1110016200045

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA


JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH
JAKARTA
2015
1
ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul praktikum berbasis


problem based learning untuk kimia kelas X semester genap dan untuk
mengetahui penilaian siswa terhadap modul praktikum yang dikembangkan.
Modul praktikum yang dikembangkan ini memuat langkah-langkah problem
based learning yang dikemukakan oleh Arends dan mencakup dua kegiatan
praktikum yaitu 1) larutan elektrolit dan non elektrolit, dan 2) reaksi reduksi
oksidasi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah modul praktikum
berbasis problem based learning dan angket siswa. Modul praktikum
dikembangkan melalui empat tahap yaitu tahap perencanaan, tahap penulisan,
review atau validasi, dan uji coba. Pada tahap review, draft produk divalidasi oleh
dua orang dosen kimia dan satu orang guru mata pelajaran kimia. Sedangkan uji
coba dilakukan kepada 40 orang siswa kelas X MIA 5 SMA Negeri 1 Karawang.
Dari hasil penelitian diperoleh data proses pengembangan produk berupa data
deskriptif meliputi langkah-langkah pengembangan modul dan data angket hasil
uji coba produk dengan hasil; 1) 80,07% untuk aspek karakteristik, 2) 78,08%
untuk aspek elemen mutu, 3) 78,12% untuk aspek kebahasaan, dan 4) 81,40%
untuk tahap problem based leraning. Hasil ini menunjukkan bahwa
pengembangan modul praktikum berbasis problem based learning untuk kimia
kelas X semester genap termasuk ke dalam kategori baik.

Kata kunci: Pengembangan, Modul Praktikum, Problem Based Learning,


Angket.

i
ABSTRACT

This research aims to develop a chemistry lab module base on problem based
learning for class X on second semester and also to know student’s responses
toward a developed of this chemistry lab module. It is means this module that
developed contains of the following five steps of problem based learning by
Arends and consist in two experiment there are; 1) electrolyte and non-electrolyte
solution, and 2) reduction oxidation reaction. The instruments were chemistry lab
module base on problem based learning and questionnaire sheets of student’s
responses. The chemistry lab module has developed in four steps; planning,
writing, reviewing, and try out the module. On reviewed step, content of the
module were validated by two qualified chemistry lecturers and one chemistry
teacher. On tried out, forty students of X MIA 5 SMAN 1 Karawang were chosen
as subject research. From the research result, the writer got the data of
development in descriptive data, including the steps of development of chemistry
lab module and from questionnaire with the result; 1)80,07% for characteristic,
2)78, 08%, for quality, 3) 78,12% for linguistics and 4) 81,04% for problem
based learning steps. These result showed that the development of chemistry lab
module base on problem base learning is on good categorized.

Keywords: Development, Chemistry Lab Module, Problem Based Learning,


Questionnaire

ii
KATA PENGANTAR

   

Alhamdulillaahirabbil’aalamiin, segala puji dan syukur penulis panjatkan


ke hadirat Allah SWT tuhan semesta alam yang telah memberikan ni‟mat iman,
islam, sehat, kesabara, kekuatan, serta limpahan rahmat dan hidayahnya-Nya
kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul
“Pengembangan Modul Praktikum Berbasis Problem Based Learning untuk
Kimia Kelas X Semester Genap”.

Shalawat serta salam tidak lupa penulis haturkan kepada junjungan


baginda Rasulullah Muhammad SAW, kepada keluarganya, dan sahabat-
sahabatnya yang telah berjuang untuk menyempurnakan akhlak manusia dalam
agama islam. Semoga senantiasa dalam lindungan Allah SWT.

Skripsi ini disusun untuk memenuhi salah satu syarat meraih gelar sarjana
(S.Pd) pada Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Jurusana Pendidikan Ilmu
Pengetahuan Alam Program Studi Pendidikan Kimia Universitas Islam Negeri
Syarif Hidayatullah Jakarta.

Penulis hanyalah seorang manusia biasa yang membutuhkan banyak


bantuan dan dukungan dari berbagai pihak dalam menyusun dan menyelesaikan
skripsi ini. Semoga Allah SWT membalas semua perhatian, motivasi, dan
bantuannya sebagai amal kebaikan dan memberikan rahmat-Nya kepada:

1. Prof. Dr. H. A. Thib Raya M.A., selaku Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah
dan Keguruan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
2. Baiq Hana Susanti, M.Sc., selaku Ketua Jurusan Pendidikan Ilmu
Pengetahuan Alam UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
3. Dedi Irwandi, M.Si., selaku Ketua Prodi Pendidikan Kimia UIN Syarif
Hidayatullah Jakarta sekaligus dosen pembimbing I. Terima kasih atas

iii
segala ilmu, masukan, dan bimbingannya, sehingga penulis dapat
menyelesaikan skripsi ini dengan sebaik-baiknya.
4. Nanda Saridewi, M.Si., selaku dosen pembimbing II. Terima kasih atas
segala ilmu, masukan, dan bimbingannya, sehingga penulis dapat
menyelesaikan skripsi ini dengan sebaik-baiknya.
5. Salamah Agung, M.A., Ph.D., selaku validator instrumen penelitian.
Terima kasih atas segala saran dan masukan yang diberikan kepada
penulis dalam memperbaiki instrumen penelitian.
6. Dewi Murniati, M.Si., selaku validator instrumen penelitian. Terima
kasih atas segala saran dan masukan yang diberikan kepada penulis
dalam memperbaiki instrumen penelitian.
7. Seluruh dosen jurusan pendidikan IPA, khususnya prodi pendidikan
kimia. Terima kasih atas ilmu dan bimbingannya selama penulis
menuntut ilmu di prodi pendidikan kimia UIN Syarif Hidayatullah
Jakarta.
8. Drs. H Padiana Octaviana ST., M.Pd., selaku kepala SMAN 1
Karawang yang telah memberikan izin kepada penulis untuk
melakukan penelitian.
9. Salim Munajat, M.Pd., selaku guru kimia SMAN 1 Karawang
sekaligus validator instrumen penelitian, yang telah memberikan saran
dan memberikan izin untuk melakukan penelitian di kelas X MIA 5.
10. Adik-adik kelas X MIA 5 SMAN 1 Karawang, terima kasih atas
bantuan dan keterbukaannya pada penulis dalam melakukan uji coba
produk.
11. Keluarga tercinta, ayahanda Kisno dan nda Imas Masfufah, serta kakak
dan adik tersayang Candra Nur Ihsan dan Hana Qonitah. Terima kasih
atas segala motivasi, dukungan, dan doanya sehingga penulis dapat
menyelesaikan skripsi ini.
12. Keluarga besar KAPAN 2010, terima kasih atas segala dukungan,
saran, dan kenangan yang diberikan, semoga silaturahmi diantara kita
selalu terjaga.

iv
13. Sahabat-sahabatku tercinta di kosan limuners, Nala, Riris, Sumy, Eka,
Riska, dan Husnul yang telah memberikan masukan dan dukungan,
serta berbagi hari untuk canda dan tawa bersama. Terima kasih banyak
atas segalanya.
14. Rizki Nurhidayah, Sumyati, dan Mardiana teman seperjuangan dalam
proses bimbingan dan revisi. Terima kasih atas masukan dan motivasi
yang diberikan.
15. Seluruh pihak yang tidak dapat penulis satu persatu sebutkan. Terima
kasih banyak atas segala bantuan yang telah diberikan.

Akhirnya, hanya doa yang dapat penulis panjatkan agar segala kebaikan
yang telah dilakukan oleh semua pihak dibalas oleh Allah SWT dengan balasan
yang sebaik-baiknya. Penulis berharap skripsi ini dapat bermanfaat bagi penulis
khususnya dan pembaca umumnya. Aamin yaa Rabbal „alamin.

Jakarta, Maret 2015

Tika Zahara

v
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL
ABSTRAK ......................................................................................................... i
KATA PENGANTAR ....................................................................................... iii
DAFTAR ISI ...................................................................................................... vi
DAFTAR TABEL ............................................................................................. viii
DAFTAR GAMBAR ......................................................................................... ix
DAFTAR LAMPIRAN ..................................................................................... xi

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah .......................................................................... 1


B. Identifikasi Masalah ................................................................................ 4
C. Pembatasan Masalah ............................................................................... 5
D. Perumusan Masalah ................................................................................ 5
E. Tujuan Penelitian .................................................................................... 5
F. Manfaat Penelitian .................................................................................. 6

BAB II KAJIAN TEORITIK DAN KERANGKA BERPIKIR


A. Kajian Teoritik
1. Modul ................................................................................................ 7
2. Praktikum .......................................................................................... 19
3. Problem Based Learning .................................................................. 22
4. Materi Pelajaran ................................................................................ 30
B. Hasil Penelitian yang Relevan ................................................................ 34
C. Kerangka Berpikir ................................................................................... 35

BAB III METODOLOGI PENELITIAN


A. Waktu dan Tempat Penelitian ................................................................. 38
B. Metode Penelitian.................................................................................... 38

vi
C. Objek dan Subjek Penelitian ................................................................... 38
D. Prosedur Penelitian.................................................................................. 39
E. Teknik Pengumpulan Data ...................................................................... 42
F. Instrumen Penelitian................................................................................ 42
G. Teknik Pengolahan Data ......................................................................... 45
H. Teknik Analisis Data ............................................................................... 46

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN


A. Hasil ........................................................................................................ 48
B. Pembahasan ............................................................................................. 73

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN


A. Kesimpulan ............................................................................................. 83
B. Saran ........................................................................................................ 84

DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................ 85


LAMPIRAN-LAMPIRAN ............................................................................... 89

vii
DAFTAR TABEL

Tabel 2. 1 Contoh Outline Penulisan Modul Menurut Andi Prastowo ......................17


Tabel 2.2 Perbedaan PBL dengan Metode Lain .........................................................23
Tabel 2.3 Tahapan Problem Based Learning Menurut Richard I Arends ..................25
Tabel 2.4 Perbedaan Larutan Elektrolit Kuat, Elektrolit Lemah
dan Non Elektrolit .....................................................................................31
Tabel 3.1 Kisi-Kisi Lembar Validasi Isi Pengembangan Modul Praktikum
Berbasis Problem Based Learning untuk Kimia Kelas X Semester
Genap ........................................................................................................43
Tabel 3.2 Kisi-Kisi Angket Pengembangan Modul Praktikum Berbasis
Problem Based Learning untuk Kimia Kelas X Semester Genap ............44
Tabel 3.3 Kriteria Penskoran Skala Guttman .............................................................45
Tabel 3.4 Kriteria Penskoran Skala Linkert ...............................................................46
Tabel 3.5 Kriteria Interpretasi Skor ............................................................................47
Tabel 4.1 Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar .....................................................49
Tabel 4.2 Daftar Media yang Digunakan dalam Kegiatan Praktikum .......................50
Tabel 4.3 Outline Penulisan Modul Praktikum Secara Keseluruhan .........................52
Tabel 4.4 Rincian Outline Penulisan pada Bagian Inti...............................................53
Tabel 4.5 Hasil Perbaikan Selama Tahap Penulisan Modul Praktikum .....................54
Tabel 4.6 Pengorganisasian Judul Modul Praktikum .................................................56
Tabel 4.7 Skor Awal Validasi Modul Praktikum Berbasis
Problem Based Learning ...........................................................................63
Tabel 4.8 Hasil Validasi Modul Tahap Pertama ........................................................64
Tabel 4.9 Hasil Skor Akhir Validasi Modul Praktikum Berbasis Problem Based
Learning .................................................................................................70
Tabel 4.10 Hasil presentase Angket Pengembangan Modul Praktikum Berbasis
Problem Based Learning untuk Kimia Kelas X Semester Genap ............71

viii
DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Tahap Perencanaan Penulisan Modul .................................................... 15


Gambar 2.2 Contoh Outline Penulisan Modul Menurut Daryanto ............................16
Gambar 2.3 Bagan Perencanaan Problem Based Learning .......................................27
Gambar 2.4 Bagan Kerangaka Berpikir ....................................................................37
Gambar 3.1 Prosedur Penelitian ................................................................................41
Gambar 4.1 (a) Cover Depan Sebelum Perbaikan
(b) Cover Depan Setelah Perbaikan .................................................... 55
Gambar 4.2 (a) Tampilan Awal Materi Pengenalan Laboratorium Kimia
(b) Tampilan Akhir Materi Pengenalan Laboratorium Kimia ...............56
Gambar 4.3 Tampilan Tujuan Pembelajaran Pada Salah Satu Judul Praktikum .......57
Gambar 4.4 Tampilan Wacana pada Setiap Judul Praktikum ...................................58
Gambar 4.5 Kegiatan Diskusi pada Setiap Judul Praktikum .....................................59
Gambar 4.6 Tampilan Kegiatan Eksperimen pada Salah Satu Judul Praktikum ......60
Gambar 4.7 Post Lab pada Setiap Judul Praktikum ..................................................60
Gambar 4.8 Kegiatan Refleksi yang Terdapat pada Setiap Judul Praktikum ............61
Gambar 4.9 Kolom Did You Know pada Salah Satu Judul Praktikum ......................61
Gambar 4.10 Tampilan Kegiatan Evaluasi pada Modul Praktikum ..........................62
Gambar 4.11 (a) Cover Depan dan Belakang Sebelum Revisi (b) Cover Depan
dan Belakang Setelah Revisi ...............................................................65
Gambar 4.12 (a) Jenis dan Ukuran Huruf Sebelum Revisi (b) Jenis dan Ukuran
Huruf Setelah Revisi ...........................................................................66
Gambar 4.13 (a) Ruang Kosong Pada Halaman 5 Sebelum Revisi (b) Ruang
Kosong Pada Halaman 5 Setelah Revisi .............................................66
Gambar 4.14 (a) Halaman Francis Sebelum Revisi (b) Halaman Francis Setelah
Revisi ................................................................................................. 67
Gambar 4.15 (a) Peta Kedudukan Modul Praktikum Sebelum Revisi
(b) Peta Kedudukan Modul Praktikum Sesudah Revisi ..........................68
Gambar 4.16 (a) Tata Letak Hasil Pengamatan Pada Halaman 11 Sebelum Revisi

ix
(b) Tata Letak Hasil Pengamatan Halaman 11 Setelah Revisi ...............69
Gambar 4.17 (a) Tata Letak Glosarium dan Daftar Pustaka Sebelum Revisi
(b) Tata Letak Glosarium dan Daftar Pustaka Setelah Revisi............. 70

x
DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1. Tabel Analisis Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar .......................90

Lampiran 2. Princian Tugas dan Pertanyaan pada Modul Praktikum .......................96

Lampiran 3. Kriteria Penskoran Tugas pada Modul Praktikum................................103

Lampiran 4. Rencana Pelakasanaan Pembelajaran (RPP).........................................119

Lampiran 5. Lembar Validisi Isi Modul ....................................................................136

Lampiran 6. Hasil Pengolahan Data Lembar Validasi Isi Modul ........................... .158

Lampiran 7. Lembar Validasi Angket Siswa ............................................................159

Lampiran 8. Hasil Validasi Instrumen Angket Siswa ...............................................168

Lampiran 9. Hasil Pengolahan Data Angket Siswa ..................................................171

Lampiran 10. Contoh Perhitungan Angket Siswa ................................................... 172

Lampiaran 11. Penentuan Kriteria Hasil Penelitian per Aspek pada

Angket Siswa ......................................................................................173

Lampiran 12. Hasil Pengembangan Modul Praktikum .............................................176

Lampiran 13. Surat Permohonan Izin Penelitian ......................................................218

Lampiran 14. Surat Keterangan Pelaksanaan Penelitian ...........................................219

Lampiran 15. Dokumentasi Kegiatan Penelitian .......................................................220

Lampiran 16. Lembar Uji Referensi .........................................................................221

xi
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah


Ilmu pengetahuan alam atau IPA pada hakikatnya adalah ilmu yang
mempelajari gejala-gejala melalui serangkaian proses yang dikenal dengan
proses ilmiah yang dibangun atas dasar sikap ilmiah dan hasilnya terwujud
sebagai produk ilmiah yang tersusun atas tiga komponen penting berupa
konsep, prinsip, dan teori yang berlaku secara universal. 1 Pembelajaran IPA
pada prosesnya menekankan pada pemberian pengalaman langsung yang
bertujuan untuk mengembangkan kompetensi agar dapat menjelajahi dan
memahami alam sekitar secara alamiah.2
Kimia merupakan salah satu ilmu yang termasuk ke dalam IPA, oleh
karenanya kimia mempunyai karakteristik yang sama dengan IPA.3
Karakteristik tersebut diharapkan dapat muncul, sehingga siswa
berkesempatan mengalami proses pembelajaran secara utuh dan memahami
pengetahuan melalui metode ilmiah.4 Hal ini sejalan dengan salah satu tujuan
mata pelajaran kimia di SMA/MA, yaitu:
Memperoleh pengalaman dalam menerapkan metode ilmiah melalui
percobaan atau eksperimen, dimana peserta didik melakukan pengujian
hipotesis dalam merancang percobaan melalui pemasangan instrumen,
pengambilan, pengolahan, dan penafsiran data, serta menyampaikan hasil
percobaan secara lisan dan tertulis.5

Uraian-uraian di atas jelaslah menyatakan bahwa dalam pembelajaran


kimia guru tidak hanya terfokus pada penyampaian materi dalam bentuk
produk (pengetahuan berupa konsep prinsip, dan teori) saja tetapi ditekankan
pula untuk memberikan pengalaman langsung kepada siswa dengan

1
Trianto, Model Pembelajaran Terpadu, (Jakarta: Bumi Aksara, 2010), h. 141.
2
Zulfiani, Tonih Feronika, dan Kinkin Suartini, Strategi Pembelajaran Sains, (Jakarta:
Lembaga Penelitian UIN Jakarta, 2009), Cet. I, h. 46.
3
BSNP, Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah, (Jakarta, 2006) h.
177.
4
Zulfiani, op.cit., h. 47.
5
E Mulyasa, Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan, (Bandung, Remaja Rosdakarya,
2011), h.133.

1
2

menerapkan metode ilmiah melalui percobaan atau praktikum. Namun, pada


kenyataannya masih terdapat siswa yang tidak dilibatkan langsung dalam
proses penemuan dari suatu konsep melalui metode ilmiah, dikarenakan dalam
kegiatan belajar mengajar guru hanya menggunakan metode ceramah saja
pada materi-materi yang sebenarnya dalam kompetensi dasar dituntut untuk
dilaksanakan praktikum. Padahal pembelajaran kimia tidak bisa hanya
dipahami dengan membayangkan apa yang disampaikan oleh guru saja.
Melalui praktikum siswa dapat secara aktif terlibat dalam proses
mengamati, mengobservasi, berhipotesis, menganalisis serta menarik
kesimpulan dari fenomena yang diamatinya. Sehingga siswa dapat
mengkorelasikan antara teori dan hasil yang mereka dapatkan. Selain itu juga
siswa dapat menguji atau membuktikan suatu konsep dari materi yang sedang
dipelajarinya. Kegiatan praktikum untuk mata pelajaran kimia sudah
dirumuskan pada kompetensi dasar kurikulum 2013 sesuai dengan
permendiknas no 69 tahun 2013 tentang kerangka dasar dan struktur
kurikulum SMA/MA, sehingga dalam hal ini guru dituntut melaksanakan
kegiatan praktikum untuk tercapainya tujuan pembelajaran yang diharapkan.
Beberapa diantaranya terdapat pada kompetensi dasar untuk kimia kelas X
semester genap yang menuntut dilaksanakannya praktikum pada kompetensi
dasar 4.8 dan 4.9 yang terdiri dari materi larutan elektrolit dan non elektrolit,
dan reaksi reduksi oksidasi.
Pelaksanaan praktikum yang baik tidak terlepas pula dari ketersedian
bahan ajar yang digunakan sebagai penuntun siswa dalam melakukan kegiatan
praktikum. Ketersedian bahan ajar ini dimaksudkan agar dapat membantu
siswa dalam menemukan dan memahami konsep materi yang sedang
dipelajarinya. Keinginan menciptakan kegiatan belajar mengajar di kelas
secara ideal serta tuntutan banyaknya materi yang harus dikuasi oleh siswa
terkadang membuat guru kesulitan untuk memfokuskan perhatian terhadap
kualitas praktikum yang dilakukan siswa.6 Hasil survei lapangan yang

6
Desy Rosmalinda, Muhammad Rusdy, dan Bambang Haryadi, Pengembangan Modul
Praktikum SMA Berbasis PBL (Problem Based Learning), Edu-Sains Volume 2 No. 2, 2013, h. 2.
3

dilakukan peneliti ke SMAN 1 Karawang didapati belum tersedianya bahan


ajar yang memuat keseluruhan kegiatan praktikum dalam satu semester,
sedangkan untuk melakukan kegiatan praktikum siswa diberikan fotocopy
lembar kerja dan terkadang guru menuliskan langsung langkah kerja di papan
tulis pada hari pelaksanaan praktikum. Instruksi yang diberikan tersebut
bersifat sangat menuntun siswa. Oleh sebab itu, jalannya kegiatan praktikum
yang dilakukan dapat dikatakan belum memberikan kesempatan secara penuh
kepada siswa untuk berpartisipasi secara aktif, serta kurang melatih
kemampuan berpikir guna memperoleh pengetahuan dan konsep secara
mandiri.
Upaya yang dapat dilakukan untuk masalah tersebut salah satunya adalah
mengintegrasikan bahan ajar dengan suatu model pembelajaran yang dapat
melatih keterampilan berpikir siswa dalam memperoleh pengetahuan dan
konsep dari suatu materi yang dipelajarinya secara mandiri tanpa
menghilangkan kebermaknaan kimia sebagai proses. Salah satu model yang
dapat diterapkan adalah problem based learning yang selanjutnya
diimplementasikan dalam bentuk bahan ajar berupa modul praktikum berbasis
problem based learning.
Moffit dalam Rusman mengemukakan bahwa problem based learing atau
pembelajaran berbasis masalah merupakan suatu pembelajaran yang
menggunakan masalah dunia nyata sebagai suatu konteks bagi siswa untuk
belajar tentang berpikir kritis dan keterampilan pemecahan masalah serta
untuk memperoleh pengetahuan dan konsep yang esensi dari materi
pelajaran.7
Pembelajaran IPA dengan menggunakan model problem based learning
memiliki pengaruh yang baik terhadap pemahaman konsep dan kemampuan
berpikir siswa, seperti penelitian yang dilakukan oleh Aslihan dan Mustafa
dengan judul The Effect of Problem Based Learning Approach on Conceptual
Understanding in Teaching of Magnetism Topics, memperoleh hasil yaitu

7
Rusman, Model-Model Pembelajaran Mengembangkan Profesionalisme Guru, (Jakarta:
Raja Grafindo, 2012), Cet. V, h. 241.
4

pembelajaran dengan menerapkan model problem based learning lebih efektif


dibandingkan dengan pembelajaran tradisional dalam meningkatkan
pemahaman mahasiswa pada konsep magnet.8 Selain itu, penelitian yang
dilakukan oleh Lutfi, dkk. yang berjudul Pembuatan dan Implementasi Modul
Praktikum Fisika Berbasis Masalah Untuk Meningkatkan Kemandirian
Belajar Siswa Kelas XI, dihasilkan bahwa dengan diterapkannya modul
praktikum berbasis masalah dapat meningkatkan kemandirian yang diikuti
pula oleh peningkatan hasil belajar siswa.9
Penerapan model pembelajaran problem based learning bertujuan juga
agar peserta didik terbiasa menggunakan kecerdaannya untuk menyelesaikan
masalah yang ada dalam kehidupan sehari-hari. Karena suatu masalah dapat
memicu konteks keterkaitan, rasa ingin tahu, dan inkuiri.10 Berdasarkan
uraian-uraian tersebut, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian
dengan judul “Pengembangan Modul Praktikum Berbasis Problem Based
Learning Untuk Kimia Kelas X Semester Genap”.

B. Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang yang diuraikan di atas, dapat diidentifakisan
beberapa masalah sebagai berikut:
1. Masih terdapat guru yang menggunakan metode ceramah pada materi yang
dalam kompetensi dasar yang menuntut untuk dilakukan praktikum.
2. Praktikum kimia untuk jenjang SMA yang ada saat ini masih
menggunakan lembar kerja yang bersifat terlalu menuntun sehingga
kreativitas dan kemandirian siswa kurang tersalurkan.
3. Guru masih kesulitan memfokuskan perhatian terhadap kualitas praktikum
yang dilakukan siswa

8
Aslıhan Kartal Taşoğlu dan Mustafa Bakaç, The Effect of Problem Based Learning
Approach on Conceptual Understanding in Teaching of Magnetism Topics, Eurasian J. Phys. &
Chem. Educ. 6(2), 2014, h. 110.
9
Lutfi Fidiana, Bambang S, dan Pratiwi D, Pembuatan Dan Implementasi Modul
Praktikum Fisika Berbasis Masalah Untuk Meningkatkan Kemandirian Belajar Siswa Kelas XI,
Unnes Physics Education Journal, 1(1), 2012, h. 38.
10
Oon-Seng Tan, Problem-Based Learning and Cretivity, (Singapore: Cengage Learning,
2009), h. 6.
5

4. Belum adanya bahan ajar di sekolah yang menuntun siswa untuk


mengkonstruksikan pengetahuan mereka dalam menemukan konsep-
konsep kimia.

C. Pembatasan Masalah
Agar masalah dalam penelitian ini tidak terlalu luas ruang lingkupnya,
maka diperlukan pembatasan masalah. Masalah dalam penelitian ini dibatasi
pada:
1. Modul praktikum yang akan dibuat hanya berisi materi-materi kimia kelas
X semester genap yaitu larutan elektrolit dan non elektrolit, dan reaksi
reduksi oksidasi.
2. Proses pengembangan modul praktikum berbasis problem based learing
untuk kelas X semester genap.
3. Penilaian siswa terhadap modul praktikum berbasis problem based
learning.

D. Perumusan masalah
Berdasarkan pembatasan masalah yang diuraikan di atas, maka penulis
merumuskan masalah sebagai berikut:
1. Bagaimanakah proses pengembangan modul praktikum berbasis problem
based learning untuk kimia kelas X semester genap.
2. Bagaimana hasil penilaian siswa terhadap modul praktikum berbasis
problem based learning untuk kimia kelas X semester genap.

E. Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian pengembagan modul praktikum berbasis problem
based learning ini adalah sebagai berikut:
1. Menghasilkan modul praktikum kimia berbasis problem based learning
khususnya pada materi kimia kelas X semester genap.
2. Mengetahui penilaian siswa terhadap modul praktikum berbasis problem
based learning untuk kimia kelas X semester genap.
6

F. Manfaat Penelitian
Peneltian ini diharapkan dapat memberikan hasil yang bermanfaat bagi
semua pihak, antara lain:
1. Bagi siswa, memberikan pengalaman dalam kegiatan praktikum dengan
menggunakan model problem based learning.
2. Bagi guru, memberikan informasi tentang penerapan model problem based
learning dalam melakukan kegiatan praktikum.
3. Bagi sekolah, diperoleh modul yang dapat digunkan untuk kegiatan
praktikum dalam mata pelajaran kimia kelas X semester genap.
4. Bagi peneliti, menambah pengalaman dan wawasan mengenai
pengembangan modul praktikum berbasis problem based learning serta
menambah bekal bagi peneliti sebagai calon pendidik untuk dapat
mengembangkan sendiri bahan ajar kimia yang inovatif.
5. Bagi pihak lainnya, dapat digunakan sebagai referensi untuk turut serta
menerapkan model problem based learning melalui kegiatan praktikum
pada materi maupun kegiatan belajar lainnya.
BAB II
KAJIAN TEORETIK DAN KERANGKA BERPIKIR

A. Kajian Teoretik
1. Modul
a. Pengertian Modul
Salah satu jenis bahan ajar cetak yang ada saat ini adalah modul.
Bahan ajar adalah segala bahan (baik informasi, alat, maupun teks)
yang disusun secara sistematis, yang menampilkan sosok utuh satu
kompetensi yang akan dikuasai siswa dan digunakan dalam proses
pembelajaran dengan tujuan perencanaan dan penelaahan
implementasi pembelajaran1. Sedangkan istilah modul dipinjam dari
dunia teknologi, yaitu suatu alat ukur yang lengkap dan merupakan
satu kesatuan program yang dapat mengukur tujuan.2 Menurut
Daryanto, “Modul adalah bahan ajar yang dikemas secara utuh dan
sistematis, di dalamnya memuat seperangkat pengalaman belajar yang
terencana dan didesain untuk membantu siswa mengasai tujuan belajar
yang spesifik”.3
Depdiknas menjelaskan bahwa “Modul adalah sebuah buku yang
ditulis dengan tujuan agar siswa dapat belajar secara mandiri tanpa
atau dengan bimbingan guru”.4 Sedangkan menurut Rudi dan Cepi,
“Modul yaitu suatu paket program yang disusun dalam bentuk satuan
tertentu dan didesain sedemikian rupa guna kepentingan belajar
siswa”.5
Dari uraian di atas mengenai modul, dapat ditarik kesimpulan
bahwa modul adalah sebuah bahan ajar cetak yang dibuat secara

1
Andi Prastowo, Panduan Kreatif Membuat Bahan Ajara Inovatif, (Jakarta: Diva Perss,
2011), Cet. I, h. 17.
2
Daryanto dan Dwicahyono, Pengembangan Perangkat Pembelajaran (Silabus, RPP,
PHB, Bahan Ajar), (Yogyakarta: Gava Media, 2014), Cet. I, h.177.
3
Daryanto, Menyusun Modul, (Yogyakarta: Gava Media, 2013), h. 9.
4
Depdiknas. Panduan Pengembangan Bahan Ajar, (Depdiknas, 2008), h. 13.
5
Rudi Susilana dan Cepi Riyana, Media Pembelajaran, (Bandung: CV Wacana Prima,
2009), h 15.

7
8

sistematis sesuai dengan kompetensi yang ada dengan tujuan


membantu siswa dalam proses pembelajaran secara mandiri tanpa atau
dengan bimbingan guru.

b. Tujuan Modul
Modul dibuat dengan beberapa tujuan yakni:
1) Memperjelas atau mempermudah penyajian.
2) Mengatasi keterbatasan (waktu, tempat, dan sebagainya).
3) Meningkatkan motivasi.
4) Meningkatkan kemampuan komunikasi.
5) Meningkatkan kemandirian belajar.6

c. Karakteristik Modul
Untuk menghasilkan sebuah modul yang mampu meningkatkan
motivasi belajar siswa, pengembangan modul harus memperhatikan
karakteristik yang diperlukan, yaitu:
1) Self instruction
Merupakan karakteristik penting dalam modul, dengan karakter
tersebut memungkinkan seseorang belajar secara mandiri dan
tidak tergantung pada pihak lain. Untuk memenuhi karakter self
instruction setidaknya modul harus memuat tujuan
pembelajaran yang jelas, memuat materi pembelajaran yang
dikemas dalam unit-unit kegiatan yang kecil/spesifik, tersedia
contoh dan ilustrasi yang mendukung kejelasan pemaparan,
terdapat soal-soal latihan untuk mengukur penguasaan siswa,
terdapat instrumen penilaian, dan terdapat informasi tentang
rujukan atau referensi.
2) Self contained
Modul diaktakan self contained bila seluruh materi
pembelajaran yang dibutuhkan termuat dalam modul tersebut.

6
Daryanto, Startegi Dan Tahapan Mengajar: Bekal Keterampilan Dasar Bagi Guru,
(Bandung: Yrama Widya, 2013), Cet I, h. 80.
9

3) Berdiri sendiri
Berdiri sendiri merupakan karakteristik modul yang tidak
tergantung pada bahan ajar/media lain, atau tidak harus
digunakan bersama-sama bahan ajar/media lain. Jika siswa
masih menggunakan dan masih bergantung pada bahan ajar
lain selain modul yang digunakan, maka bahan ajar tersebut
tidak dikategorikan sebagai modul yang berdiri sendiri.
4) Adaptif
Dikatakan adaptif jika modul dapat menyesuaikan
perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta
fleksibel/luwes digunakan di berbagai perangkat keras.
5) Bersahabat/akrab (user friendly)
Setiap instruksi dan paparan informasi yang tampil bersifat
membantu dan bersahabat dengan pemakainnya, termasuk
kemudahan pemakaian dalam merespon dan mengakses sesuai
dengan keinginan. Penggunaan bahasa yang sederhana, mudah
dimengerti, serta menggunakan istilah yang umum digunakan
merupakan salah satu bentuk user friendly. 7

d. Elemen Mutu Modul


Beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk dapat
menghasilkan modul yang mampu memerankan fungsi dan
perannya dalam pembelajaran yang efektif meliputi format,
organisasi, daya tarik, konsistensi, ukuran huruf, dan spasi kosong.
1) Format
a) Gunakan format kolom (tunggal atau multi) yang
proporsional. Penggunaan kolom tunggal atau multi harus
sesuai dengan bentuk dan ukuran kertas yang digunakan.

7
Daryanto, Menyusun…, op .cit., h. 9-11.
10

b) Gunakan format kertas (vertikal atau horizontal) yang tepat.


Penggunaan format kertas secara fertikal atau horizontal
harus memperhatikan tata letak dan format pengetikan.
c) Gunakan icon yang mudah ditangkap dan bertujuan untuk
menekankan pada hal-hal yang dianggap penting atau
khusus. Tanda dapat berupa gambar, cetak tebal, cetak
miring, atau lainnya. 8
2) Organisasi
Bahan ajar yang terorganisasi dengan baik akan memudahkan
dan meningkatkan semangat siswa untuk membaca atau belajar
menggunakan bahan ajar tersebut.9 Beberapa hal yang perlu
diperhatikan dalam pengorganisasian sebuah modul adalah:
a) Organisasikan isi materi pembelajaran dengan urutan dan
susunan yang sistematis, sehingga memudahkan siswa
memahami materi.
b) Susunan dan tempatkan naskah, gambar dan ilustrasi
sedemikian rupa sehingga informasi akan mudah
dimengerti oleh siswa.
c) Organisasikan antar bab, antar unit, dan antar paragrap
dengan susunan dan alur yang memudahkan siswa
memahaminya.
d) Organisasikan antar judul, subjudul, dan uraian yang
mudah diikuti oleh siswa.10
e) Kotak-kotak dapat digunakan untuk memisahkan bagian-
bagian dari teks.
f) Teks disusun sedemikian rupa sehingga informasi mudah
diperoleh.11

8
Ibid., h. 13.
9
Chomsin S. Widodo dan Jasmadi, Panduan Menyusun Bahan Ajar Berbasis Kompetensi,
(Jakarta: PT Elex Media Komputindo, 2008), h. 53.
10
Daryanto, Menyusun…, op. cit., h. 13-14.
11
Azhar Arsyad, Media Pembelajaran, (Jakarta: Raja Wali Press, 2011), h. 88-89.
11

3) Daya tarik
Daya tarik dari suatu modul dapat ditempatkan di beberapa
bagian seperti:
a) Bagian sampul (cover) depan, dengan mengkombinasikan
warna, gambar (ilustrasi), bentuk dan ukuran huruf yang
serasi.
b) Bagian isi modul diberikan rangsangan-rangsangan berupa
gambar atau ilustrasi, pencetakan huruf tebal, miring, garis
bawah atau warna.
c) Tugas dan latihan dikemas sedemikian rupa sehingga
menarik. 12
4) Bentuk dan ukuran huruf
a) Gunakan bentuk dan ukuran huruf yang mudah dibaca
sesuai dengan karakteristik umum siswa.
b) Gunakan perbandingan huruf yang proporssional antar
judul, sub judul, dan isi.
c) Hindari penggunaan huruf kapital untuk seluruh teks,
karena akan sulit untuk dibaca. 13
5) Ruang (spasi) kosong
Gunakan ruang atau spasi kosong tanpa teks dan gambar untuk
menambah kontras modul. Hal ini penting untuk memberikan
kesempatan bagi siswa untuk beristirahat pada titik-titik
tertentu.14 Selain itu spasi kosong ini berfungsi juga untuk
menambahkan catatan penting. Gunakan dan tempatkan spasi
kosong secara proporsional. Penempatan spasi kosong dapat
dilakukan di beberapa tempat seperti:
a) Ruangan sekitar judul bab dan subbab.
b) Batas tepi (marjin), batas tepi yang luas akan memaksa
siswa untuk masuk ke tengah-tengah halaman.
12
Daryanto, Menyusun…, loc .cit.
13
Ibid.
14
Arsyad, op. cit. h. 89.
12

c) Spasi antar kolom, semakin lebar kolomnya semakin luas


spasi diantaranya.
d) Pergantian antar paragrap dimulai dengan huruf kapital.
e) Pergantian antar bab atau bagian. 15
6) Konsistensi
a) Gunakan bentuk dan ukuran huruf secara konsisten dari
halaman ke halaman. Usahakan agar tidak menggabungkan
beberapa cetakan dengan bentuk dan ukuran huruf yang
banyak variasi.
b) Gunakan jarak spasi yang konsisten. Jarak antar judul
dengan baris pertama dan antara judul dengan teks.
c) Gunakan tata letak pengetikan yang konsisten, meliputi
pola pengetikan maupun margin/batas-batas pengetikan.16
d) Gunakan format kertas dan kolom dari halaman ke halaman
secara konsisten.17

e. Pengembangan Modul
Pendidik maupun calon pendidik haruslah memiliki
kemampuan untuk dapat menciptakan suatu pembelajaran yang
tidak hanya menyenangkan bagi siswa, tetapi juga harus memiliki
kebermaknaan agar mereka dengan mudah dapat memahami dan
mengaplikasikan materi ajar yang disampaikan. Salah satunya
adalah dengan melakukan pengembangan bahan ajar berupa modul
yang kreatif dan inovatif.
Dalam proses pengembangan bahan ajar tesebut guru harus
cermat dan memiliki pengetahuan serta keterampilan yang
memadai, karena sebuah modul paling tidak harus dapat memenuhi
kriteria dengan tercapai atau tidaknya sebuah kompetensi dasar
yang dikuasai oleh siswa.

15
Daryanto, Menyusun…, op. cit., h. 15.
16
Ibid.
17
Arsyad, op. cit., h. 88.
13

Dalam mengembangkan sebuah modul terdapat beberapa


tahapan yang dapat ditempuh yaitu: (1) perencanaan, (2) penulisan,
(3) review, dan (4) uji coba.18 Penjelasan dari tiap tahapan
pengembangan modul adalah sebagai berikut:
1) Tahap perencanaan penulisan modul
Perencanaan penulisan merupakan tahap awal dari
pengembangan suatu modul. Sangat penting membuat
perencanaan sebaik mungkin, karena dengan begitu modul
yang dihasilkan akan memiliki tingkat keterbacaan yang tinggi
serta kedalaman materi yang sesuai dengan tingkat kemampuan
siswa sehingga dapat membantu siswa mencapai tujuan
pembelajaran secara efektif dan efisien.
Untuk dapat memenuhi unsur keterbacaan modul ada
beberapa aspek yang harus dikusai oleh penulis, yaitu: (1)
faktor bahasa, (2) gaya penyajian yang akrab, (3) relevansi
waktu belajar, (4) tingkat kemampuan siswa, (5) menarik
tidaknya materi yang disajikan, (6) pengorganisasian dan
penyajian, dan (7) pendekatan penulisan yang digunakan.19
Dalam merencanakan penulisan modul, terlebih dahulu
penulis harus menyusun Garis-Garis Besar Isi Modul (GBIM).
GBIM yang dihasilkan selanjutnya dijadikan pedoman dalam
menulis modul sebagai bahan ajar. Berikut adalah faktor-faktor
yang melandasi pembuatan GBIM dalam tahapan perencanaan
menulis modul:
a) Analisis kebutuhan
Ketika akan menulis modul, hendaknya memiliki informasi
sejelas mungkin untuk siapa modul yang ditulis, siapa
sasaran pembacanya. Dalam hal ini terdapat empat faktor
yang berkaitan dengan siswa yaitu, keadaan siswa, motivasi

18
Daryanto, Menyusun…,op. cit., h. 31
19
Ibid., h. 46
14

siswa, kemampuan belajar siswa, dan latar belakang bidang


studi.
b) Menentukan tujuan umum dan tujuan khusus
Mempertimbangkan dan menentukan tujuan (umum dan
khusus) sejak awal proses penulisan modul merupakan hal
penting sebagai upaya untuk menghasilkan modul yang
lebih baik. Tujuan pembelajaran umum (TPU) merupakan
pernyataan tentang apa yang diharapkan dapat dikuasai
siswa setelah selesai menyelesaikan pembelajaran dengan
modul. Sedangkan tujuan pembelajaran khusus (TPK)
merupakan pernyataan-pernyataan yang menginformasikan
apa yang dapat dicapai oleh siswa setelah menyelesaikan
suatu kegiatan pembelajaran, meliputi kemampuan-
kemampuan (kompetensi) khusus (pengetahuan,
keterampilan, sikap) yang dapat terukur.
c) Menentukan isi dan urutan materi pembelajaran
Setelah menentukan tujuan pembelajaran tahap selanjutnya
adalah menenentukan isi pelajaran dan urutannya. Cara
yang dilakukan adalah: (1) identifikasikan topik utama,
konsep-konsep, prinsip-prinsip, dan teori-teori yang akan
disajikan dalam modul, (2) uraikan produk bahasan ke
dalam sub-sub pokok bahasan. Pertimbangan penting yang
perlu dilakukan dalam menentukan isi dan urutan materi
pembelajaran, adalah:
(1) Relevansi antara materi yang disajikan dengan
pembelajaran yang dirumuskan.
(2) Kesesuaian waktu dengan materi yang dipelajari.
(3) Cakupan materi yang disajikan.
(4) Kesesuaian materi dengan perkembangan.
(5) Kesinambungan antara materi sekarang dengan materi
yang selanjutnya.
15

(6) Susunan materi dibuat dengan tepat.


d) Memilih dan menentukan media
Media sebagai pendukung dalam pembelajaran dengan
modul tetap diperlukan, seperti misalnya kaset audio, film
strip, ataupun media cetak lainnya untuk mendukung
pembelajaran melalui penggunaan modul, khususnya untuk
memperkuat pembelajaran yang memerlukan praktek.
Pertimbangan yang perlu dilakukan dalam memilih media
pendukung pembelajaran dengan modul salah satunya
adalah tujuan pembelajaran yang hendak dicapai.
e) Menentukan strategi penilaian
Beberapa hal yang perlu diperhatikan saat menentukan
strategi penilaian hasil belajar siswa yaitu: siapa yang akan
menilai, kapan penilaian dilakukan, mengapa siswa perlu
dinilai, dan bagaimana cara penilaiannya. 20
Tetapkan tujuan pembelajaran

Ketahui siapa peserta Tentukan isi dan urutan


didiknya materi pelajaran
- Keadaan peserta didik TAHAP - Relevansi materi
- Motivasi peserta PERENCANAAN dengan TPK
- Faktor belajar - Kebenaran materi
- Latar belakang bidang - Cakupan materi
studi - Kesatuan materi

Tentukan penilaian Pilih media


- Siapa yang menilai - Tujuan penggunaan
- Kapan akan dilakukan - Jenis yang akan
- Mengapa perlu dinilai digunakan
- Bagaimana cara - Sarana dan prasarana
menilainya

Gambar 2.1 Tahap Perencanaan Penulisan Modul


20
Ibid., h. 33-37
16

2) Tahap Penulisan Modul


Langkah selanjutnya dari pengembangan modul adalah
tahap penulisan modul meliputi: (1) mempersiapkan
outline/rancangan penulisan dan (2) melaksanakan penulisan.
a) Mempersiapkan outline/rancangan penulisan
Kegiatan yang ditempuh dalam mempersiapkan outline
meliputi langkah-langkah sebagai berikut:
(1) Menentukan topik atau bahasan yang disajikan
Dalam menentukan sebuah topik terdapat dua
pertimbangan yang harus diingat, pertama daftar tentang
kebutuhan belajar siswa dan tujuan pembelajaran
khusus, dan yang kedua adalah fokus pada belajar secara
aktif.
(2) Mengatur urutan materi sesuai dengan urutan tujuan
Pengaturan urutan materi secara logis adalah upaya
membantu siswa menyerap materi pelajaran yang
disajikan. Penguraian materi dimulai dari yang
sederhana menuju pada kegiatan yang lebih kompleks.
(3) Mempersiapkan rancangan/outline penulisan
Untuk mempersiapkan rancangan penulisan modul,
berikut terdapat beberapa contoh yang dapat digunakan
sebagai dasar untuk memulai menulis modul. 21

PENDAHULUAN

KEGIATAN PEMBELAJARAN 1
Bagian utama
KEGIATAN PEMBELAJARAN 2
sebuah modul
KEGIATAN PEMBELAJARAN 3

PENUTUP
Gambar 2.2 Contoh Outline Penulisan Modul Menurut Daryanto
21
Ibid., h. 38-40.
17

Sedangkan contoh outline penulisan sebuah modul menurut


Prastowo adalah sebagai berikut:
Tabel 2.1 Contoh Outline Penulisan Modul Menurut Andi Prastowo22

Sebelum Memulai Saat Pemberian Setelah Pemberian


Materi Materi Materi
1. Judul 11.Kompetensi 17. Tes Mandiri
2. Kata Pengantar Dasar 18. Post test
3. Daftar Isi 12. Materi Pokok 19. Tindak Lanjut
4. Latar Belakang 13. Uraian Materi 20. Harapan
5. Deskripsi Singkat 14. Heading 21. Glosarium
6. Standar Kompetensi 15. Ringkasan 22. Daftar Pustaka
7. Peta Konsep 16. Latihan atau 23. Kunci Jawaban
8. Manfaat Tugas
9. Tujuan Pembelajaran
10.Petunjuk Penggunaan

Menurut Depdiknas sebuah modul berisi paling


tidak tentang, petunjuk belajar (petunjuk siswa/guru),
kompetensi yang akan dicapai, content atau isi materi,
informasi pendukung, latihan-latihan, petunjuk kerja, dapat
berupa Lembar Kerja (LK), evaluasi, dan balikan terhadap
hasil evaluasi. 23
b) Memulai penulisan
Outline yang telah disiapkan, selanjutnya dijadikan
patokan untuk memulai menulis modul. Beberapa petunjuk
penulisan yang dapat diikuti dalam memulai penulisan:
(1) Tulislah draft modul dengan menggunakan bahasa
(Bahasa Indonesia) yang umum digunakan. Gunakan
pula bahasa yang akrab .

22
Prastowo, op. cit., h. 142.
23
Depdikas, loc. cit.
18

(2) Hindari penggunaan sebuah kata terlalu sering,


gunakanlah alternatif kata lainnya.
(3) Gunakanlah kalimat aktif dalam uraian yang
disajikan.
(4) Gunakan kalimat yang jelas, cukup pendek, dan
sederhana.
(5) Tampilkan gambar jika diperlukan secara tepat
sesuai dengan isi dan konteks dari penjelasan yang
diungkapkan.
Hasil dari penulisan ini disebut sebgai draft 1 (draft awal)
untuk selanjutnya dikaji dan dilengkapi lagi. Setelah selesai
menulis draft 1 tersebut, selanjutnya tinjau ulang kembali
dengan memperhatikan beberapa hal seperti membaca kembali
draft modul tersebut apakah cukup jelas bagi siswa tentang apa
yang mereka inginkan dan amati apakah masih terdapat bahasa
yang membingungkan atau tidak. Draft 1 yang telah diperbaiki
dan dilengkapi sehingga akan menghasilkan modul yang lebih
sempurna atau disebut juga sebagai draft 2. 24
c) Menulis penilaian hasil belajar
Penulisan tes bagi siswa yang belajar dengan modul, pada
prinsipnya tidak terlepas dar proses pengembangan modul yang
dilakukan. Tentunya bagi seorang penulis modul harus mampu
memilih metode, teknik, dan instrumen penilaian yang sesuai
untuk dapat mengukur tercapainya tujuan yang telah ditetapkan
sebelumnya. 25
3) Review
Suatu modul yang telah disusun memerlukan perbaikan
baik yang menyangkut isi maupun efektivitasnya. Kegiatan
review atau validasi dimaksudkan untuk memperoleh tanggapan

24
Daryanto, Menyusun…,op. cit., h. 44
25
Ibid., h. 45.
19

dari beberapa orang terhadap modul yang disusun, sehingga


diperoleh masukan dalam upaya perbaikan modul yang telah
selesai disusun.
Review dilakukan dengan cara meminta beberapa orang ahli
untuk membaca, mengkritisi, dan memberikan komentar
terhadap draft modul yang telah dibuat. Orang terkait yang
mereview biasanya adalah ahli materi bidang studi, ahli
pembelajaran, dan guru. Hal-hal yang perlu di review pada
dasarnya meliputi isi materi yang disajikan dan teknik penyajian
atau efektivitas pembelajaran. 26
4) Uji Coba Modul
Uji coba modul yang dimaksudkan adalah mencobakan
modul secara tebatas kepada beberapa orang sampel sasaran
belajar dalam hal ini adalah siswa. Bila hasil uji coba masih
kurang memberikan informasi untuk menyempurnakan modul
tersebut seperti yang diperlukan, maka dapat dilanjutkan untuk
melakukan uji coba secara empirik realistik di lapangan. 27

2. Praktikum
Ilmu kimia merupakan bagian dari ilmu pengetahuan alam yang tidak
hanya teori saja tetapi juga proses penemuan melalui kegiatan eksperimen
dan kerja di laboratorium yang disebut juga dengan praktikum. Lewat
kegiatan praktikum siswa diberi kesempatan secara langsung untuk
mengamati, mengobservasi, dan menganalisis suatu peristiwa yang timbul
dari percobaan yang dilakukan.
Kegiatan praktikum merupakan suatu bentuk pembelajaran yang
melibatkan siswa bekerja dengan benda-benda, bahan-bahan, dan peralatan

26
Ibid., h. 49-50.
27
Ibid., h. 51.
20

laboratorium yang dapat dilakukan secara perorangan maupun


28
kelompok.
Praktikum/eksperimen dapat diartikan juga sebagai cara penyajian
pelajaran dimana siswa melakukan percobaan dengan mengalami dan
membuktikan sendiri sesuatu yang dipelajari. Dalam prosesnya siswa
diberi kesempatan untuk melakukan sendiri, mengikuti suatu proses,
mengamati suatu objek, menganalisis, membuktikan, dan menarik
kesimpulan dari apa yang diamatinya.29
Sebelum melakukan suatu kegiatan praktikum guru perlu
mempersiapkan dan memperhatikan beberapa hal sebagai berikut:
a. Tetapkan tujuan praktikum
b. Persiapkan alat dan bahan yang diperlukan.
c. Persipakan tempat untuk melaksanakan praktikum.
d. Pertimbangkan jumlah siswa sesuai dengan alat-alat yang tersedia.
e. Perhatikan keamanan dan kesehatan agar dapat memperkecil
maupun menghindari resiko yang merugikan atau berbahaya
selama kegiatan praktikum berlangsung.
f. Perhatikan disiplin datu tata tertib, terutama dalam menjaga
peralatan dan bahan yang akan digunakan.
g. Memberikan pengarahan kepada siswa tentang hal-hal yang harus
diperhatikan dan tahapan-tahapan yang harus dilakukan, termasuk
yang dilarang dan yang membahayakan. 30
Dalam kegiatan praktikum guru dapat mengembangkan keterlibatan
fisik dan mental, serta emosional siswa. Siswa akan mendapat kesempatan
untuk melatih keterampilan proses agar memperoleh hasil belajar yang
maksimal. Pengalaman yang dialami secara langsung dapat tertanam
dalam ingatannya. Keterlibatan fisik dan mental serta emosional siswa

28
E. Mulyasa, Menjadi Guru Profesional Menciptakan Pembelajaran Kreatif dan
Menyenangkan, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2006), h. 110.
29
Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain, Strategi Belajar-Mengajar, (Jakarta: PT
Rineka Cipta, 2006), Cet. 3, h. 84.
30
Mulyasa, op.cit., h. 110-111.
21

diharapkan dapat menumbuhkan rasa percaya diri dan juga prilaku yang
inovatif dan kreatif.31
Kelebihan metode praktikum/eksperimen, antara lain:
a. Siswa diransang berpikir kritis, tekun, jujur, mau bekerja sama,
terbuka, dan objektif.
b. Siswa dirangsang untuk memiliki keterampilan proses sains.
c. Siswa belajar secara kontruktif tidak bersifat hafalan, sehingga
pemahaman terhadap suatu konsep bersifat mendalam dan bertahan
lama.
d. Konsentrasi siswa terarahkan pada kegiatan pembelajaran.
e. Siswa lebih mudah memahami suatu konsep yang bersifat abstrak. 32

Sedangkan kekurangan metode praktikum/eksperimen, antara lain:


a. Memerlukan bahan dan alat praktik yang banyak.
b. Apabila siswa tidak diawasi dengan baik, kaang-kadang ada yang
hanya bermain-main di dalam kelompoknya.
c. Memerlukan waktu belajar lebih lama dari pada metode
demonstrasi. 33

Dari pemaparan di atas dapat dikatakan bahwa pengalaman belajar


praktikum merupakan proses pembelajaran yang penting dilakukan pada
pembelajaran IPA khususnya kimia. Pengalaman praktikum ini lebih
ditekankan pada terbentuknya sikap dan tingkah laku, pengetahuan, serta
keterampilan dasar perofesional melalui penciptaan kondisi belajar yang
memberikan kesempatan siswa untuk berpikir sambil melakukan tindakan
dalam rangka penerapan pengetahuan, teori, konsep-konsep, dan prinsip
yang telah didapat melalui pengalaman belajar lainnya.

31
Trianto, Mengembangkan Model Pembelajaran Tematik, (Jakarta: PT. Prestasi
Putrakarya, 2009), h.138.
32
Zulfiani, Tonih Feronika, Kinkin Suartini, Strategi Pembelajaran Sains, (Jakarta:
Lembaga Penelitian UIN Jakarta, 2009), Cet. I, h. 104.
33
Mastur Faizi, Ragam Metode Mengajarkan Eksakta pada Murid, (Jogjakarta: Diva
Press, 2013), Cet. I, h. 254.
22

Berdasarkan pengertian modul dan praktikum yang diuraikan


sebelumnya dapat ditarik kesimpulan modul praktikum adalah salah satu
bahan ajar yang berfungsi sebagai sarana pembelajaran yang mencakup
kegiatan-kegiatan praktikum yang disusun secara sistematis untuk
mencapai tujuan tertentu tanpa atau dengan bantuan guru. Oleh karena itu
keberadaan modul praktikum diperlukan sebagai salah satu sarana dalam
keberlangsungan kegiatan praktikum.

3. Problem Based Learning


a. Pengertian Problem Based Learning
Problem based learning pertama kali dipopulerkan oleh Barrows
dan Tamblyn pada tahun 1980 di McMaster Medical School, Kanada.
Mereka melakukan mengembangkan model pembelajaran ini karena
menemukan para siswa bisa belajar konten dan keahlian ilmu
kesehatan, tapi mereka tidak mampu mengaplikasikan pengetahuannya
dalam menghadapi pasien pada saat praktik.34
Moffit dalam Rusman mengemukakan bahwa problem based
learing atau pembelajaran berbasis masalah merupakan suatu
pembelajaran yang menggunakan masalah dunia nyata sebagai suatu
konteks bagi siswa untuk belajar tentang berpikir kritis dan
keterampilan pemecahan masalah serta untuk memperoleh
pengetahuan dan konsep yang esensi dari materi pelajaran.35
Menurut Martinis Yamin problem based learning adalah kegiatan
pembelajaran yang dilakukan dengan pemberian masalah kepada
peserta untuk dipecahkan secara individu maupun kelompok, pada
intinya pembelajaran ini melatih keterampilan kognitif siswa untuk

34
Maggi Savin-Banden, A Practical Guide to Problem-Based Learning Online, (Oxon:
Taylor & Francis, 2007), h. 8
35
Rusman, Model-Model Pembelajaran Mengembangkan Profesionalisme Guru, (Jakarta:
Raja Grafindo, 2012), Cet. V, h. 241..
23

terbiasa dalam memecahkan masalah, mengambil keputusan, menarik


kesimpulan, mencari informasi, dan membuat laporan.36
Sedangkan Arends meyatakan problem based learning
merupakakan model pembelajaran yang dilakukan dengan
menghadirkan masalah autentik dan bermakan bagi siswa sebagai
langkah awal untuk melakukan investigasi dan penyelidikan.37
Problem based learning memiliki ciri khas yang membuat model
ini berbeda dengan model atau metode pembelajaran lainnya.
Perbedaan tersebut ditampilkan pada tabel berikut.

Tabel 2.2 Perbedaan PBL dengan Metode Lain38


Metode Belajar Deskripsi
Cermah Informasi dipresentasikan dan didiskusikan oleh
pendidik dan siswa.
Studi kasus Pembahasan kasus biasanya dilakukan di akhir
perkuliahan dan selalu disertai dengan pembahasan
di kelas tentang materi (dan sumber-sumbernya)
atau konsep terkait dengan kasus. Berbagai materi
terkait dan pertanyaan diberikan pada siswa.
PBL Informasi tertulis yang berupa masalah diberikan
sebelum kelas dimulai. Fokusnya adalah bagaimana
siswa mengidentidikasi isu pembelajaran sendiri
untuk memecahkan masalah. Materi dan konsep
yang relevan ditemukan oleh siswa sendiri.

Berdasarkan pengertian-pengertian problem based learning yang


dipaparkan di atas dapat disimpulkan bahwa problem based learning

36
Martinis Yamin, Strategi dan Metode dalam Model Pembelajaran, (Ciputat: Referensi,
2013), Cet. 1, h. 81.
37
Richard I Arends, Learning to Teach, (New York: Mc Graw-Hill, 2007), h. 380.
38
M. Taufiq Amir, Inovasi Pendidikan Melalui Problem Based Learning Bagimana
Pendidik Memberdayakan Pemelajar di Era Pengetahuan, (Jakarta: Kencana Prenada Media
Group, 2009), Cet. II, h. 23.
24

adalah suatu model pembelajaran yang dimulai dari pemberian


masalah yang bersifat autentik untuk selanjutnya dipecahkan oleh
siswa dengan melakukan pengumpulan informasi dan penyelidikan
secara individu maupun kelompok belajar kecil. Selain itu model
pembelajaran ini dapat melatih kemampuan siswa dalam
menyelesaikan masalah yang dapat dijumpai dalam kehidupan siswa.

b. Teori Belajar yang Melandasi Model Problem Based Learning


Terdapat beberapa teori belajar yang melandasi model problem
based learning, yakni:
1) Teori belajar bermakna dari David Ausubel
Belajar bermakna merupakan proses belajar di mana informasi
baru dihubungkan dengan struktur pengertian yang sudah dimiliki
seseorang yang sedang belajar. Kaitannya dengan PBL adalah
dalam hal mengkaitkan informasi baru dengan struktur kognitif
yang telah dimiliki oleh siswa.
2) Teori belajar Vigotsky
Vigotsky meyakini bahwa interaksi sosial dengan teman lain
memacu terbentuknya ide baru dan memperkaya perkembangan
intelektual siswa. Kaitan dengan PBL adalah dalam hal
mengkaitkan informasi baru dengan struktur kognitif yang telah
dimiliki oleh siswa melalui kegiatan belajar dalam inetraksi sosial
dengan teman-temannya.
3) Teori belajar Jerome S.Bruner
Metode penemuan merupakan metode di mana siswa menemukan
kembali, bukan menemukan sesuatu yang benar-benar baru.
Belajar penemuan sesuai dengan pencarian pengetahuan secara
aktif oleh manusia, dengan sendirinya memberikan hasil yang lebih
baik, berusaha sendiri mencari pemecahan masalah serta didukung
25

oleh pengetahuan yang menyertainya serta menghasailkan


39
pengetahuan yang benar-benar bermakna.

c. Karakteristik Problem Based Learning


Savoie dan Hughes dalam Made Wena menyatakan bahwa model
pembelajaran problem based learning memiliki beberapa karakteristik,
antara lain sebagai berikut:
1) Belajar dimulai dari suatu permasalahan.
2) Permasalahan yang diberikan harus berhubungan dengan dunia
nyata siswa.
3) Mengorganisasikan pembelajaran diseputar masalah, bukan
diseputar disiplin ilmu.
4) Memberikan tanggung jawab yang besar dalam membentuk
dan menjalankan secara langsung proses belajar mereka
sendiri.
5) Menggunakan kelompok kecil.
6) Menuntut siswa untuk mendemonstrasikan apa yang telah
dipelajarinya dalam bentuk produk dan kinerja. 40

d. Tahapan Problem Based Learning


Arends dalam bukunya merumuskan 5 tahapan pembelajaran
model problem based learning, sebagai berikut:
Tabel 2.3 Tahapan Problem Based Learning Menurut Richard I
Arends41
Fase Perilaku Guru
Fase 1: Orientasi siswa pada Menjelaskan tujuan
masalah pembelajaran, menjelaskan
logistik yang dibutuhkan, dan

39
Rusman, op.cit., h. 244-245.
40
Made Wena, Strategi Pembelajaran Inovatif Kontemporer, (Jakarta: Bumi
Aksara,2009), h. 91-92
41
Richard I Arends, Learning to Teach, (New York: Mc Graw-Hill, 2007), h. 394
26

memotivasi siswa terlibat dalam


aktivitas pemecahan masalah

Fase 2: Mengorganisasikan Membantu siswa mendefinisikan


siswa untuk belajar dan mengorganisasikan tugas
belajar yang berhubungan dengan
masalah tersebut
Fase 3: Membimbing Mendorong siswa untuk
penyelidikan individu atau mengumpulkan informasi yang
kelompok sesuai, melaksanakan eksperimen
untuk mendapatkan penjelasan
dan pemecahan masalah.
Fase 4: Mengembangkan dan Membantu siswa dalam
menyajikan hasil karya merencankaan dan menyiapkan
karya yang sesuai seperti laporan,
dan membantu mereka untuk
berbagai tugas dengan temannya.
Fase 5: Menganalisis dan Membantu siswa untuk
mengevaluasi proses melakukan refleksi atau evaluasi
pemecahan masalah terhadap penyelidikan mereka
dan proses yang mereka gunakan.

e. Merencanakan Pembelajaran Problem Based Learning


Merencanakan pembelajaran problem based learning dimulai
dengan mengidentifikasi topik yang akan dipelajari, menentukan
tujuan belajar, mengidentifikasi masalah yang berfungsi sebagai fokus
pelajaran, dan mengakses materi-materi yang diperlukan.42
Ada hal yang perlu diperhatikan pada saat memilih masalah yang
akan diselesaikan oleh siswa yaitu, apakah siswa memiliki cukup

42
Paul Eggen dan Don Kauchak, Strategi dan Model Pembelajaran Mengajarkan Konten
dan Keterampilan Berpikir, (Jakarta: Indeks, 2012), h. 308.
27

banyak pengetahuan awal untuk secara efektif merancang satu strategi


untuk memecahkan masalah yang diberikan. Oleh karena itu
diusahakan untuk menampilkan masalah yang jernih, konkret, dan
dekat dengan keseharian, khususnya untuk siswa yang tak
berpengalaman sebelumnya.43

Merencanakan Pelajaran untuk Problem Based Learning

Mengidentifikasi Menentukan Mengidentifikasi Mengakses


topik tujuan belajar masalah materi

Gambar 2.3 Bagan Perencanaan Problem Based Learning

f. Faktor-Faktor Penulisan Modul Problem Based Learning


Beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan oleh seorang penulis
dalam mengambangkan modul problem based learning yaitu:44
1) Masalah yang disajikan dikembangkan berdasarkan eksperimen
yang ada.
2) Masalah didesain untuk memastikan para siswa menjangkau
area pengetahuan yang belum dijabarkan, dan membantu siswa
belajar serangkaian konsep-kosep penting, ide-ide,
kemampuan, dan teknik.
3) Bentuk masalah pada umumnya berupa pernyataan deskriptif.
4) Siswa dapat bekerja dalam kelompok atau secara individu.
5) Para siswa terlibat dalam kegiatan pre-lab, dimana pemecahan
masalah yang pertama kali siswa temukan didiskusikan dengan
guru.

43
Ibid., h. 309.
44
Orla C. Kelly dan Ordilla E. Finlayson, Providing Solutions Through Problem-Based
Learning For The Undergraduate 1st Year Chemistry Laboratory, Chemistry Education Research
and Practice, 2007, (8), 3 h. 350.
28

g. Manfaat Problem Based Learning


Beberapa manfaat dari model problem based learning adalah
sebagai berikut:45
1. Menjadi lebih ingat dan meningkatkan pemahamannya atas materi
ajar
Dengan konteks yang dekat dan sekaligus melakukan deep
learning (karena banyak mengajukan pertanyaan menyelidik)
bukan surface learning (yang sekedar hafal saja), maka siswa akan
lebih memahami materi.
2. Meningkatkan fokus pada pengetahuan yang relevan
Dengan kemampuan guru membangun masalah yang sarat dengan
konteks praktik, siswa bisa merasakan lebih baik konteks
praktiknya dilapangan
3. Mendorong untuk berpikir
Nalar siswa dilatih dan kemampuan berpikirnya ditingkatkan.
Tidak sekedar tahu tapi juga dipahami.
4. Membangun kerja tim, kepemimpinan, dan keterampilan sosial
Problem based learning dapat mendorong terjadinya
pengembangan kecakapan kerja tim dan kecakapan sosial
dikarenakan dilakukan pembelajaran dalam kelompok-kelompok
kecil.
5. Membangun kecapakan belajar (life-long learning skills)
Siswa perlu dibiasakan untuk mampu belajar secara terus menerus.
6. Memotivasi siswa
Model problem based learning memiliki peluang untuk
membangkitkan minat dari dalam diri siwa, karena masalah yang
diciptakan berhubungan dengan konteks kehidupan sehari-hari.

45
Amir, op.cit., h. 27-29.
29

h. Keunggulan dan Kelemahan Model Problem Based Learning


Sebagai suatu model pembelajaran, problem based learning
memiliki beberapa keunggulan, diantaranya:
1) Merupakan teknik yang cukup baik untuk memahami isi suatu
pelajaran.
2) Menantang kemampuan siswa serta memberikan kepuasaan
untuk melakukan penemuan pengetahuan baru.
3) Meningkatkan aktivitas pembelajaran siswa.
4) Membantu siswa bagaimana mentransfer pengetahuan barunya
untuk memahami masalah dalam kehidupan nyata.
5) Memperlihatkan kepada siswa bahwa setiap mata pelajaran,
pada dasarnya merupakan cara berpikir, dan sesuatu yang harus
dimengerti oleh siswa, bukan hanya sekedar belajar dari guru
atau buku-buku yang ada saja.
6) Lebih menyenangkan dan disukai siswa.
7) Mengembangkan kemampuan siswa untuk berpikir kritis dan
mengembangkan kemampuan mereka untuk menyesuaikan
dengan pengetahuan baru.
8) Mengembangkan minat siswa untuk secara terus menerus
belajar sekalipun belajar pada pendidikan formal telah
berakhir.46

Disamping keunggulan tersebut, problem based learning juga


memiliki kelemahan, diantaranya:
1) Manakala siswa tidak memiliki minat atau tidak mempunyai
kepercayaan bahwa masalah yang dipelajari sulit untuk
dipecahkan, maka mereka akan merasa enggan untuk mencoba.
2) Keberhasilan model pembelajaran melalui problem based
learning membutuhkan cukup waktu untuk persiapan.

46
Wina Sanjaya, Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan,
(Jakarta: Kencana, 2011), h. 220-221
30

3) Tanpa pemahaman mengapa mereka berusaha untuk


memecahkan masalah yang sedang dipelajari, maka mereka
tidak akan belajar apa yang mereka ingin pelajari.47

4. Materi Pelajaran
a. Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit
Semua zat yang terlarut dalam air termasuk ke dalam salah satu
dari dua golongan elektrolit dan non elektrolit. Elektrolit adalah suatu
zat yang ketika dilarutkan dalam air akan menghasilkan larutan yang
dapat menghantarkan arus listrik. Sedangkan non elektrolit tidak
menghantarkan arus listrik ketika dilarutkan dalam air. Suatu larutan
elektrolit dapat ditunjukkan dengan alat penguji elektrolit. Hantaran
listrik melalui larutan elektrolit ditandai oleh nyala lampu atau
timbulnya gelembung pada elektroda.48
Pada awalnya hantaran listrik melalui larutan telah diterangkan
oleh Svante August Arrhenius dari Swedia pada tahun 1887. Menurut
Arrhenius, larutan elektrolit dapat menghantarkan arus listrik karena
mengandung ion-ion yang dapat bergerak bebeas. Ion-ion tersebutlah
yang menghantarkan listrik melalui larutan. Adapun zat non elektrolit
dalam air tidak terurai menjadi ion-ion, tetapi tetap berupa molekul.
Elektrolit dapat berupa senyawa ion atau senyawa kovalen polar yang
dapat terionisasi. Diketahui bahwa semua senyawa ion yang berbentuk
lelehan dan larutan tergolong elektrolit, sedangakan tidak semua
kovalen polar tergolong ke dalam elektrolit.49
Banyak sedikitnya elektrolit yang mengion dinyatakan dengan
derajat ionisasi (α), yaitu perbandingan antara jumlah zat yang
mengion dengan jumlah zat yang dilarutkan. Zat elektrolit yang
terionisasi sempurna mempunyai derjat ionisasi besar (α = 1) disebut

47
Ibid., h. 221.
48
Raymond Chang, Kimia Dasar Kosep-Kosep Inti Edisi Ketiga, (Jakarta: Erlanggga,
2004), h.90
49
Michael Purba, Kimia 1B Untuk Kelas X, (Jakarta: Erlangga. 2002), h. 71-73
31

sebagai elektrolit kuat, sedangkan zat yang terionisasi sebagian


mempunyai derajat ionisasinya kecil (0 < α < 1) disebut elektrolit
lemah, dan zat yang tidak dapat terionisasi mempunyai derajat ionisasi
yang bernilai 0 (α = 0) disebut sebagai non elektrolit. Larutan elektrolit
kuat dapat membuat lampu menyala terang dan menimbulkan
gelembung pada kedua elektroda contohnya adalah larutan garam
(NaCl), asam sulfat (H2SO4), dan asam klorida (HCl), sedangkan
elektrolit lemah hanya membuat lampu menyala redup atau
menimbulkan gelembung pada kedua elektroda contohnya adalah
larutan asam cuka (CH3COOH), dan larutan ammonia (NH3). Contoh
non elektrolit adalah larutan gula (C6H12O6), dan aquades.50
Tabel 2.4 Perbedaan Larutan Elektrolit Kuat, Elektrolit Lemah, dan Non
Elektrolit.51
Jenis larutan Jenis zat terlarut Tes nyala lampu Tes elektroda
Elektrolit kuat Senyawa ion (lelehan Terang Terbentuk
dan larutan) dan banyak
senyawa gelembung
kovalen polar (larutan)
gas
yang terionisasi
sempurna (α = 1)
Elektrolit Senyawa kovalen polar Redup Terbentuk
yang terionisasi sedikit
lemah
sebagian gelembung
0<α<1
gas
Non elektrolit Senyawa kovalen polar Tidak menyala Tidak
yang tidak terionisasi terbentuk
(α = 0) gelembung
gas

b. Reaksi Reduksi-Oksidasi (Redoks)


Reaksi kimia dapat digolongkan ke dalam reaksi redoks dan bukan
redoks. Istilah redoks berkaitan dengan peristiwa reduksi dan oksidasi.

50
Ibid., h. 74-75
51
Ari Harnanto, dan Ruminten, Kimia Untuk SMA/MA Kelas X, (Jakarta: Pusat Perbukuan
Departemen Pendidikan Nasional. 2009), h. 121
32

Reaksi reduksi-oksidasi sangat erat kaitannya dengan kehidupan kita


sehari-hari seperti pembakaran bahan bakar minyak bumi, perkaratan
besi, kerja cairan pemutih yang digunakan dalam rumah tangga, dan
sebagian besar unsur logam dan nonlogam diperoleh dari bijihnya
melalui proses oksidasi dan reduksi.52
Peristiwa reduksi dan oksidasi telah mengalami tiga kali
perkembangan. Pada awalnya, reaksi reduksi dan oksidasi dikaitkan
dengan pelepasan dan pengikatan oksigen. Pada perkembangan
selanjutnya, reduksi dan oksidasi dikaitkan dengan pelepasan dan
penangkapan elektron, dan kemudian dengan perubahan bilangan
oksidasi (biloks). Berikut penjelasan konsep reduksi oksidasi ditinjau
dari ke tiga aspek tersebut.
1) Konsep reaksi oksidasi dan reduksi berdasarkan penggabungan dan
pelepasan oksigen
Awalnya, reaksi redoks dipandang sebagai hasil dari perpindahan
atom oksigen. Oksidasi merupakan proses terjadinya penangkapan
oksigen oleh suatu zat. Sementara itu reduksi adalah proses
terjadinya pelepasan oksigen oleh suatu zat.
Contoh:
Reaksi oksidasi:
a) Pembakaran gas alam (CH4)
CH4(g) + 2O2(g) 2CO2(g) + 2H2O(g)
b) Oksidasi glukosa dalam tubuh.
C6H12O6(aq) + 6O2 6CO2(g) + 6H2O(l)
Reaksi reduksi:
a) Reduksi bijih besi (Fe2O3, hematit) dengan karbon
monoksida (CO).
Fe2O3(s) + 3CO(g) 2Fe(s) + 3CO2
b) Reduksi kromium (III) oksida oleh aluminium.
Cr2O3(s) + 2Al(s) Al2O3(s) + 2Cr(s)

52
Chang, op.cit., h. 100.
33

2) Konsep reaksi oksidasi reduksi berdasarkan pelepasan dan


penangkapan elektron
Reaksi oksidasi dan reduksi ternyata bukan hanya melibatkan
oksigen, melainkan juga melibatkan elektron. Pelepasan dan
penangkapan elektron terjadi secara silmutan, artinya jika suatu
spesi melepas elektron berarti ada spesi lain yang menyerapnya.
Hal tersebut berarti setiap oksidasi disertai reduksi. Reaksi reduksi
atau oksidasi saja disebut setengah reaksi. Pemisahan reaksi redoks
atas setengah reaksi hanya dalam ide saka, tidak dalam
kenyataannya. Reaksi oksidasi adalah reaksi pelepasan elektron,
sedangkan reaksi reduksi adalah reaksi penerimaan elektron.
Contoh:
Oksidasi : Ca Ca2+ + 2e
Reduksi : S + 2e S2
Redoks : Ca + S Ca2+ + S2
3) Konsep reaksi oksidasi reduksi berdasarkan perubahan bilangan
oksidasi
Bilangan oksidasi/biloks adalah muatan yang dimiliki oleh atom
jika elektron valensinya cenderung tertarik ke atom lain yang
berikatan dengannya dan memiliki keelektronegatifan lebih besar.
Reaksi oksidasi adalah reaksi kenaikkan biloks. Sedangkan reaksi
reduksi adalah reaksi penurunan biloks. 53
Contoh:
Ca2+ + S Ca2+ + S2
Oksidasi
Reduksi

53
Purba, op.cit., h. 76-80
34

B. Hasil Penelitian yang Relevan


1. Skripsi yang ditulis oleh Eka Martya Widianto “Pengembangan
Lembar Kerja Siswa Berorientasi Problem Based Learning Pada
Materi Laju Reaksi”, LKS dikembangkan melalui 4 tahap yaitu: (1)
penentuan tujuan instruksional, (2) pengumpulan materi, (3)
penyusunan elemen, (4) pemeriksaan dan penyempurnaan melalui
proses validasi isi LKS berdasarkan pertimbangan satu dosen kimia
dan satu orang guru kimia sebelum dilakukan uji coba. Dari hasil
penelitian dihasilkan LKS beorientasi PBL yang dapat digunakan
sebagai panduan praktikum laju reaksi dengan kriteria sangat baik.
2. Penelitian yang ditulis oleh Lutfi Fidiana, dkk. dengan judul
“Pembuatan dan Implementasi Modul Praktikum Fisika Berbasis
Masalah untuk Meningkatkan Kemandirian Belajar Siswa Kelas XI”
hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran dengan modul
praktikum berbasis masalah dapat meningkatkan kemandirian siswa
yang berpengaruh juga terhadap hasil belajar siswa.
3. Tesis yang ditulis oleh Desy Rosmalinda dengan judul
“Pengembangan Modul Praktikum Kimia SMA Berbasis PBL
(Problem Based Learning)”, hasil penelitiannya menunjukkan modul
praktikum dapat diterapkan pada siswa dengan kemampuan kognitif
yang beragam, hanya saja siswa dengan kemampuan kognitif yang
rendah memerlukan bimbingan guru terutama dalam memahami soal
analisis.
4. Skripsi yang ditulis oleh Dwi Nurcahaya yang berjudul “Pengaruh
Problem Based Learning (PBL) Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis
Pada Pembelajaran Kimia”, dari hasil uji t menunjukkan bahwa thitung
sbesear 7,64 > ttabel yaitu 2,042 dengan taraf signifikansi 5%. Hasil
tersebut membuktikan bahwa model problem based learning
berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis siswa pada
pembelajaran kimia materi kesetimbangan kimia dengan kriteria
sedang.
35

5. Penelitian yang dilakukan oleh Claire Mc Donnell, Christine


O‟Connor, and Michael K Seery yang berjudul “Developing Pratical
Chemistry Skills by Means of Student-Driven Problem Based Learning
mini-projects”, penelitian ini bertujuan menggunakan model problem
based learning mini-project sebagai alternatif metode tradisional
“recipe-stlyle” dalam pembelajaran di laboratorium. Hasil dari
implementasi PBL mini-projects dalam kegiatan pembelajaran
laboratoium selama 2 tahun mendapat respon baik dari para mahasiswa
dan dapat meningkatkan rasa percaya diri mereka.
6. The Effect of Problem Based Learning Approach on Conceptual
Understanding in Teaching of Magnetism Topics adalah sebuah
penelitian yang dilakukan oleh Aslıhan Kartal Taşoğlu dan Mustafa
Bakaç. Hasil dari penelitian ini adalah pembelajaran dengan model
problem based learning lebih efektif dibandingkan dengan
pembelajaran tradisional dalam meningkatkan pemahaman mahasiswa
pada konsep magnet.

C. Kerangka Berpikir
Pada hakikatnya kimia sebagai salah satu cabang ilmu IPA adalah kimia
sebagai produk dan kimia sebagai proses. Kimia sebagai produk meliputi
sekumpulan pengetahuan yang terdiri atas fakta, konsep, dan prinsip.
Sedangkan kimia sebagai proses merupakan keterampilan dalam memecahkan
masalah melalui suatu metode ilmiah.54 Metode ilmiah tersebut dapat
diterapakan melalui percobaan/praktikum. Sehingga siswa diharapkan dapat
terlibat langsung dalam penemuan suatu konsep dari suatu materi yang akan
dipelajari dan dapat memecahkan masalah yang dihadapinya secara mandiri.
Metode percobaan adalah metode mengajar dengan cara memperaktekan
langsung untuk menguji atau membuktikan suatu konsep yang sedang
dipelajari.55 Berdasarkan analisis kurikulum 2013 terdapat KD yang menuntut

54
Zulfiani, op.cit, h. 46.
55
Ibid., h. 104.
36

untuk dilaksanakannya kegiatan praktikum kimia, termasuk di dalamnya


untuk kimia untuk kelas X semester genap. Terdapat 2 kompetensi dasar yang
menuntut kegiatan percobaan pada kimia kelas X semester genap yakni:
KD. 4.8 Merancang, melakukan, dan menyimpulkan serta menyajikan
hasil percobaan untuk mengetahui sifat larutan elektrolit dan larutan non-
elektrolit.
KD. 4.9 Merancang, melakukan, dan menyimpulkan serta menyajikan
hasil percobaan reaksi oksidasi-reduksi.
Dalam melaksanakan pembelajaran dengan metode praktikum, siswa
membutuhkan bahan ajar. Bahan ajar yang digunakan dapat berupa modul
praktikum yang mencakup kegiatan praktikum selama satu priode tertentu/satu
semester. Dari survei lapangan yang dilakukan oleh peneliti ke sekolah,
didapati bahan ajar yang digunakan biasanya berasal dari lembar kerja yang di
fotocopy ataupun langsung menuliskan langkahnya pada papan tulis. Lembar
kerja maupun petunjuk yang diberikan ini terlalu menuntun siswa dalam
melakukan eksperimen atau dapat dikatakan seperti bersifat cook book.
Sehingga siswa kurang aktif, kreatif, serta mandiri dalam melaksanakan
praktikum. Oleh sebab itu, peneliti merancang suatu modul praktikum dengan
model problem based learning. Pengembangan modul dilakukan dengan
prosedur yang terdiri dari beberapa langkah, yaitu: (1) perencanaan, (2)
penulisan, (3) review/validasi, dan (4) uji coba.
37

Materi Pelajaran Kimia Problem Based Bahan Ajar


Kelas X Learning
Memilki

Ragam Pengetahuan Kegiatan dalam Modul


Prosedural problem based
learning:
Melalui
1. Orientasi siswa
Praktikum Modul adalah sebuah
pada masalah
bahan ajar cetak yang
2. Mengorganisasikan
dibuat secara sistematis
siswa untuk belajar
KD. 4.8 Merancang, sesuai dengan
3. Membimbing
melakukan, dan kompetensi yang ada
penyelidikan
menyimpulkan serta dengan tujuan
individu atau
menyajikan hasil membantu siswa dalam
kelompok
percobaan untuk proses pembelajaran
4. Mengembangkan
mengetahui sifat secara mandiri tanpa
dan menyajikan
larutan elektrolit dan atau dengan bimbingan
hasil karya
larutan non- elektrolit. guru.
5. Menganalisis dan
KD. 4.9 Merancang, mengevaluasi
melakukan, dan proses pemecahan Prosedur pengembangan
menyimpulkan serta masalah modul:
menyajikan hasil
percobaan reaksi 1. Perencanaaan
oksidasi-reduksi. Memiliki manfaat:
2. Penulisan
1. Menjadi lebih ingat
3. Review
dan mengingkatkan
4. Uji Coba
pemahamannya atas
materi ajar
2. Meningkatkan fokus
pada pengetahuan
yang relevan
3. Mendorong untuk
berpikir
4. Membangun kerja
tim, kepemimpinan,
dan keterampilan
sosial
5. Memotivasi siswa

Modul praktikum berbasis


problem based learning untuk
kimia kelas X semester genap

Gambar 2.4 Bagan Kerangka Berpikir


BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

A. Waktu dan Tempat Penelitian


Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 1 Karawang, yang berlokasi di
Jln. Jendral Ahmad Yani No. 22 Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Adapun
waktu pelaksanaan uji coba pada tanggal 12-22 Januari 2015.

B. Metode Penelitian
Metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Metode deskriptif
adalah metode yang dilakukan untuk menggambarkan atau menjelaskan secara
sistematis, faktual, dan akurat mengenai objek penelitian tertentu.1 Metode
deskriptif ini juga dapat ditujukan untuk mengadakan kajian yang bersifat
kualitatif yang nantinya data yang diperoleh tidak dituangkan ke dalam
bilangan atau angka statistik, melainkan dalam bentuk kualitatif. Peneliti
selanjutnya memberi pemaparan gambaran mengenai situasi yang diteliti
dalam bentuk naratif.2 Penelitian jenis deskriptif kualitatif juga lebih
memperhatikan karakteristik, kualitas, dan keterkaitan.3
Pada penelitian ini peneliti berorientasi pada pengembangan produk
dimana proses pengembangannya dideskripsikan seteliti mungkin dan produk
akhirnya dievaluasi. Adapun untuk tahap pengembangan modul praktikum ini
mengikuti tahapan pengembangan modul yang terdapat dalam buku Daryanto.

C. Objek dan Subjek Penelitian


1. Objek penelitian ini adalah modul praktikum berbasis problem based
learning yang dikembangkan untuk kimia kelas X semester genap.

1
Wina Sanjaya, Penelitian Pendidikan: Jenis, Metode dan Prosedur, (Jakarta: Kencana,
2013), Cet. 1, h. 59.
2
Margono, Metodologi Penelitian Pendidikan, (Jakarta: Rineka Cipta, 2007), h. 39.
3
Nana Syaodih Sukmadinata, Metode Penelitian Pendidikan, (Bandung: PT Remaja
Rosdakarya, 2011), Cet. 7, h. 73.

38
39

2. Subjek pada penelitian ini meliputi:


a. Dosen kimia sebagai ahli/pakar, dan guru kimia SMA sebagai praktisi
pendidikan. Dosen dan guru bertindak sebagai validator untuk uji
kelayakan bahan ajar sebelum dicobakan ke lapangan.
b. Siswa kelas X MIA 5 SMA Negeri 1 Karawang untuk mendapatkan
penilaian dalam uji coba modul praktikum.

D. Prosedur Penelitian
Prosedur penelitian ini terbagi menjadi beberapa tahap yaitu:
1. Tahap Perencanaan
a. Analisis kebutuhan
Dalam tahap ini peneliti melakukan analisis kebutuhan yang meliputi
kegiatan wawancara dengan guru mata pelajaran kimia untuk
mengetahui kegiatan praktikum yang dilakukan di SMAN 1 Karawang
dan bahan ajar yang digunakan sebagai panduan dalam melakukan
kegiatan praktikum tersebut. Selain itu peneliti melakukan analisis
kesesuaian materi dengan KI dan KD. Peneliti mengkaji KI dan KD
kelas X semester genap yang mencakup materi larutan elektrolit dan
non elektrolit, serta reaksi redoks untuk menentukan tujuan, serta isi
dan urutan materi pembelajaran.
b. Menentukan Tujuan Pembelajaran
Pada tahap ini peneliti menentukan tujuan yang akan dicapai oleh
peserta didik setelah melakukan pembelajaran dengan modul
praktikum sesuai dengan materi-materi terkait.
c. Menentukan Isi dan Urutan Materi Pembelajaran
Cara untuk menentukan isi dan urutan materi pembelajaran adalah
dengan identifikasi topik utama, konsep, prinsip, dan teori, yang akan
disajikan dalam modul praktikum.
40

d. Memilih dan Menentukan Media


Modul yang dikembangkan merupakan modul praktikum yang dalam
proses pembelajarannya membutuhkan media alat dan bahan kimia.
Pemilihan alat dan bahan kimia tersebut disesuaikan dengan materi
yang akan dilakukan kegiatan praktikum.
e. Menentukan strategi penilaian
Dalam menentukan startegi penilaian terdapat beberapa hal yang perlu
diperhatikan, diantaranya: siapa yang akan menilai, kapan penilaian
dilakukan, dan bagaimana cara penilaiannya.
2. Tahap Penulisan Modul Praktikum
a. Mempersiapkan outline/rancangan penulisan modul praktikum
Pada tahap ini peneliti melakukan penyusunan outline penulisan modul
yang dibuat berdasarkan tahap sebelumnya (perencanaan).
b. Memulai penulisan
Outline yang telah dibuat dijadikan patokan untuk menulis modul
praktikum berbasis problem based learning.
c. Menulis penilaian hasil belajar
Peneliti membuat penilaian hasil belajar yang akan disajikan dalam
modul prakikum.
3. Tahap Review
Setelah elemen tersusun secara sistematis, peneliti melakukan validasi
terhadap modul praktikum yang sudah dikembangkan. Validasi dilakukan
oleh dua orang dosen kimia dan seorang guru kimia.
4. Tahap Uji Coba
Uji coba yang dilakukan adalah uji coba terbatas setelah tahap validasi dan
revisi. Modul praktikum yang dikembangkan diujikan kepada 40 orang
peserta didik kelas X MIA 5 SMA Negeri 1 Karawang untuk mengetahui
penilaian pesera didik terhadap modul praktikum yang dikembangkan
melalui pengisian angket yang diberikan.
41

Tahap Perencanaan
Analisis Kebutuhan

Menentukan Tujuan Pembelajaran

Menentukan Isi danUraian Materi Pembelajaran

Memilih dan Menentukan Media

Menentukan Strategi Penilaian

Tahap Penulisan

Mempersiapkan Outline/Rancangan Penulisan Modul Praktikum

Memulai Penulisan Modul Praktikum

Menulis Penilaian Hasil Belajar

Draf Modul Praktikum Penyusunan Instrumen Penelitian

Angket Siswa

Tahap
Review
Validasi Oleh Dosen dan Guru
Revisi Revisi
(Tidak valid) (Tidak valid)
Valid
Tahap Uji Coba
Pengambilan Data

Uji Coba Terbatas

Pengolahan dan Analsis Data

Kesimpulan

Gambar 3.1 Prosedur Penelitian


42

E. Teknik Pengumpulan Data


Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah
angket siswa. Kuisioner atau angket adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang
digunakan untuk memperoleh informasi dari responden.4 Peneliti
menggunakan angket atau kuesioner untuk mengetahui penilaian siswa
terhadap modul praktikum berbasis problem based learning yang
dikembangkan. Pada angket tersebut diajukan pernyataan yang dibagi menjadi
pernyataan positif dan pernyataan negatif.

F. Instrumen Penelitian
1. Lembar Validasi Modul
Lembar validasi digunakan untuk validitas isi atau uji kelayakan
modul praktikum yang telah dibuat beserta instrumen angket siswa
sebelum dilakukan uji lapangan terbatas yang diberikan kepada dua orang
ahli (dosen kimia) dan satu orang praktisi pendidikan (guru kimia).
Lembar validasi yang digunakan adalah angket dengan menggunakan
skala Guttman. Skala Guttman yaitu skala yang menginginkan tipe
jawaban tegas dan konsisten (jawaban pernyataan adalah “Ya” atau
“Tidak”).5 Skala Guttman pada penelitian ini dibuat dalam bentuk daftar
chekhlist. Hasil validasi digunakan untuk pengecekan dan penyempurnaan
bahan ajar yang dibuat dan juga instrumen penelitian lainnya (angket
siswa).

4
Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik (Edisi Revisi),
(Jakarta: Rineka Cipta, 2010), h. 194.
5
Riduwan, Belajar Mudah Penelitian untuk Guru-Karyawan dan Peneliti Muda,
(Bandung: Alfabet, 2013), Cet 9, h. 91.
43

Tabel 3.1 Kisi-Kisi Lembar Validasi Isi Pengembangan Modul Praktikum


Berbasis Problem Based Learning untuk Kimia Kelas X Semester Genap

Aspek Indikator No. Pernyataan Jumlah


Karakteristik Self Instruction 1, 2, 3, 4, 5, 6, 8
7, 8
Self Contained 9 1
Adaptif 10 1
Bersahabat/User 11, 12 1
Friendly
Elemen mutu Format 13, 14 2
Organisasi 15, 16 2
Daya tarik 17, 18 2
Bentuk dan ukuran 19, 20 2
huruf
Ruang (spasi kosong) 21 1
Konsistensi 22, 23, 24 3
Kebahasaan Keterbacaan 25 1
Kejelasan informasi 26 1
Kesesuaian dengan 27, 28 2
kaidah Bahasa Indonesia
yang baik dan benar
Pemanfaatan bahasa 29 1
secara efektif dan efisien
(jelas dan singkat)
Tahapan PBL Orientasi siswa pada 30 1
masalah
Mengorganisasikan 31 1
siswa untuk belajar
Membimbing 32 1
penyelidikan
individu/kelompok
Mengembangkan dan 33 1
menyajikan hasil karya
Menganalisis dan 34 1
mengevaluasi proses
pemecahan masalah
Jumlah 34
44

2. Angket siswa
Angket siswa dalam penelitian ini digunakan sebagai alat pengumpul
data untuk mengetahui penilaian siswa setelah melakukan kegiatan
praktikum dengan menggunakan modul praktikum berbasis problem based
learning. Skala yang digunakan dalam angket siswa ini adalah skala Likert
yang dibuat dalam bentuk checklist. Skala Likert digunakan untuk
mengukur sikap, pendapat, dan presepsi orang tentang suatu fenomena.6

Tabel 3.2 Kisi-Kisi Angket Pengembangan Modul Praktikum Berbasis Problem


Based Learning untuk Kimia Kelas X Semester Genap
Aspek Indikator No. Pernyataan Jumlah
Positif (+) Negatif (-)
Karakteristik Self Instruction 13, 14, 20 16,18,19, 7
21
Self Contained 24 1
Adaptif 15 1
Bersahabat/User 17 1
Friendly
Elemen Format 1, 2 2
mutu Organisasi 7 4 2
Daya tarik 8 9 2
Bentuk dan ukuran 5 1
huruf
Ruang (spasi kosong) 3 1
Konsistensi 6 1
Kebahasaan Kaidah Bahasa 10 1
Indonesia
Pemanfaatan bahasa 11 1
secara efektif dan
efisien (jelas dan
singkat)
Keterbacaan 12 1
Kejelasan informasi 22 1
Tahapan Orientasi siswa pada 23 1
PBL masalah

6
Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan
R&D), (Bandung: Alfabeta, 2010), Cet. 11, h. 134.
45

Mengorganisasikan 25, 26 2
siswa untuk belajar
Membimbing 27,28 2
penyelidikan
individu/kelompok
Mengembangkan dan 29 1
menyajikan hasil
karya
Menganalisis dan 30 1
mengevaluasi proses
pemecahan masalah
Jumlah 20 10 30

G. Teknik Pengolahan Data


1. Data Validitas Modul
Data validitas modul menggunakan skala Guttman dengan
alternatif jawaban “Ya” dan “Tidak”. Setiap jawaban “Ya” bernilai 1
dan jawaban “Tidak” bernilai 0.7 Selanjutnya peneliti hanya tinggal
menjumlahkan total jawaban dan dianalisa seperti pada skala Likert.8
Tabel 3.3 Kriteria Penskoran Skala Guttman

No Alternatif Jawaban Skor


1. Ya 1
2. Tidak 0

2. Data Angket Siswa


Dari data hasil pengisian angket siswa dicari frekuensi jawaban
responden untuk setiap alternatif jawaban pada setiap pernyataannya.
Frekuensi yang tertinggi ditafsirkan sebagai kecenderungan jawaban
alat ukur tersebut. Sebaliknya frekuensi terendah dapat ditafsirkan
sebagai kecenderungan jawaban yang tidak menggambarkan pendapat
kebanyakan responden. Angket yang telah diisi oleh peserta didik

7
Arikunto, op.cit., h. 285.
8
Riduwan, loc.cit.
46

kemudian diperiksa dan diolah dengan meghitung frekuensi jawaban


seluruh peserta didik terhadap setiap pernyataan tersebut.9
Pemberian skor pada setiap jawaban dilakukan dengan
menggunakan skala Likert. Pernyataan yang digunakan dalam skala
Likert untuk mengetahui penilaian siswa adalah pernyataan positif dan
negatif. Adapun kriteria penilaian berdasarkan skala Likert adalah
sebagai berikut:10
Tabel 3.4 Kriteria Penskoran Skala Likert

No Alternatif Jawaban Bobot Skor


Positif (+) Negatif (-)
1 Sangat Setuju (SS) 5 1
2 Setuju (S) 4 2
3 Kurang Setuju (KS) 3 3
4 Tidak Setuju (TS) 2 4
5 Sangat Tidak Setuju (STS) 1 5

Selanjutnya, data yang diperoleh ditabulasikan dan dicari


presentasenya dengan menggunakan rumus:11

skor total
Presentase = ( ) x100%
skor maksimal

H. Teknik Analisis Data


Analisis data dilakukan dengan menyederhanakan data yang diperoleh dari
angket siswa ke dalam bentuk yang lebih mudah dibaca. Sehingga data yang
telah terkumpul dapat dianalisis kemudian diambil kesimpulan. Peneliti
menentukan kategori penilaian untuk menentukkan apakah pengambangan
modul praktikum berbabasis problem based learning untuk kimia kelas X

9
Nana Sudjana, Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar, (Bandung: PT Remaja
Rosdakarya, 2009), h. 128-129.
10
Riduwan, op.cit., h. 87.
11
Ibid., h. 89.
47

semester genap termasuk ke dalam kategori sangat baik, baik, cukup, kurang,
atau sangat kurang berdasarkan tabel berikut:12

Tabel 3.5 Kategori Interpretasi Skor

No. Interval Skor Kategori


1. 81 – 100% Sangat Baik
2. 61 – 80% Baik
3. 41 – 60% Cukup
4. 21 – 40% Kurang
5. 0 – 20% Sangat Kurang

12
Ibid.
BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Hasil
Penelitian ini berorientasi pada pengembangan produk dimana proses
pengembangannya dideskripsikan seteliti mungkin dan produk akhirnya
dievaluasi. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, diperoleh data berupa
proses pengembangan dan uji coba produk. Proses pengembangan modul
praktikum berbasis problem based learning untuk kimia kelas X semester
genap meliputi empat tahap yaitu tahap perencanaan, penyusunan, Review,
dan uji coba. Proses validasi dilakukan oleh dua orang ahli (dosen kimia) dan
satu orang praktisi pendidikan (guru bidang studi kimia). Untuk data hasil uji
coba modul praktikum diperoleh melalui angket siswa terhadap penggunaan
modul praktikum berbasis problem based learning.
Pada bagian ini akan dideskripsikan hasil yang diperoleh dari setiap
tahapan pengembangan modul praktikum berbasis problem based learning,
yakni sebagai berikut:
a. Tahap perancanaan
Pada tahap awal, peneliti melakukan analisis kebutuhan dengan
melakukan wawancara di sekolah yang akan dijadikan sebagai tempat
uji coba produk. Dari hasil wawancara dengan guru bidang studi kimia
diperoleh informasi terkait kegiatan praktikum dan bahan ajar yang
digunakan sebagai panduan dalam melakukan suatu kegiatan
praktikum. Kegiatan praktikum yang biasa dilakukan di SMA Negeri 1
Karawang untuk kelas X semester genap adalah larutan elektrolit dan
non elektrolit, dan reaksi reduksi oksidasi (redoks). Pelaksannaan
praktikum yang dilakukan ini sudah sesuai dengan dua kompetensi
dasar yang memang menuntut dilakukannya percobaan yakni pada KD
4.8 dan 4.9, namun bahan ajar yang digunakan sebagai panduan
praktikum siswa bersifat sangat menuntun atau recipe style. Sehingga
jalannya kegiatan praktikum yang dilakukan dapat dikatakan belum

48
49

memberikan kesempatan secara penuh kepada siswa untuk


berpartisipasi secara aktif, serta kurang melatih kemampuan berpikir
guna memperoleh pengetahuan dan konsep secara mandiri dari. Hal ini
juga membuat siswa masih kurang memahami kebermaknaan kimia
sebagai proses. Berdasarkan temuan tersebut peneliti menemukan
solusi dengan membuat bahan ajar mandiri berupa modul praktikum
berbasis problem based learning. Modul praktikum ini dibuat agar
siswa dapat lebih optimal untuk berpartisipasi langsung ke dalam
proses ilmiah.
Langkah selanjutnya, peneliti menentukan dan menganalisis KI
dan KD untuk selanjutnya merumuskan tujuan dan indikator
pembelajaran dari masing-masing kegiatan praktikum serta
menentukkan isi dan urutan materi yang akan di breakdown dalam
modul praktikum. Pada materi kelas X semester genap terdiri dari
sejumlah kompetensi dasar. Kompetensi dasar yang dipilih oleh
peneliti adalah yang memiliki ragam pengetahuan prosedur yaitu untuk
KD 4.8, dan 4.9. Hal ini dikarenakan modul yang akan dibuat
merupakan modul praktikum sehingga KD yang digunakan haruslah
benar-benar menuntut dilakukannya percobaan guna tercapainya
kompetensi serta tujuan yang diharapakan.

Tabel 4.1 Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar

Kompetensi Inti : 4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah


konkret dan ranah abstrak terkait dengan
pengembangan dari yang dipelajarinya di
sekolah secara mandiri, dan mampu
menggunakan metoda sesuai kaidah
keilmuan.
Kompetensi Dasar: 4.8 Merancang, melakukan, dan menyimpulkan
serta menyajikan hasil percobaan untuk
mengetahui sifat larutan elektrolit dan
larutan non- elektrolit.
4.9 Merancang, melakukan, dan menyimpulkan
serta menyajikan hasil percobaan reaksi
oksidasi-reduksi.
50

Penentuan isi dan urutan materi pada modul praktikum disesuaikan


dengan KD yang akan dicapai. Analisis KI dan KD dapat dilihat pada
Lampiran 1. Sedangkan materi yang terdapat dalam modul praktikum
diambil dari berbagai sumber, antara lain:
1) Chang, Raymond. Kimia Dasar Konsep-Konsep Inti Edisi Ketiga.
Jakarta: Erlangga. 2005
2) Harnanto, Ari, dan Ruminten. Kimia Untuk SMA/MA Kelas X.
Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional. 2009
3) Jackson, Mark. Chemlab Basics. BarChart. 2003
4) Khamadinal. Teknik Laboratorium Kimia. Yogyakarta: Pustaka
Pelajar. 2012
5) Purba, Michael. Kimia 1B Untuk Kelas X. Jakarta: Erlangga. 2002
6) Sitorus, Marham, dan Ani Sutiani. Pengelolaan dan Manajemen
Laboratorium Kimia. Yogyakarta: Graha Ilmu. 2013
7) Tarmizi. Manajemen Laboratorium. Padang: UNP Press.2009

Modul yang dikembangkan adalah modul praktikum oleh sebab itu


dalam pengguannya diperlukan media berupa alat dan bahan
praktikum. Pemilihan alat dan bahan praktikum ini juga disesuaikan
dengan materi pelajaran. Adapun alat dan bahan yang akan digunakan
adalah:

Tabel 4.2 Daftar Media yang Digunakan dalam Kegiatan Praktikum

Alat Bahan
Praktikum 1: Larutan elektrolit dan non elektrolit
Batu baterai Elektroda
Kabel Air Sungai
Papan kayu Aquades
Lampu bohlam kecil Alkohol 70%
Solatip NaOH(aq)
Gunting NaCl(aq)
Gelas kimia C12H22O11(aq)
CO(NH2)2(aq)
CH3COOH(aq)
51

Praktikum 2: Reaksi reduksi oksidasi


Tabung reaksi Fe(s)
Rak tabung reaksi
Amplas

Langkah terakhir dari tahap perencanaan adalah menentukan


strategi penilaian. Penilaian dilakukan oleh guru pada untuk setiap tugas
yang mencakup segala aktivitas yang terdapat di dalam modul yaitu
kegiatan diskusi, kegiatan eksperimen, post-lab, dan evaluasi. Perincian
tugas tugas dapat dilihat pada Lampiran 2. Sedangkan pada bagian
evaluasi siswa dapat melakukan penilaain mandiri dengan mencocokan
jawaban menggunakan kunci jawaban dan rubrik yang telah disediakan.
Kemudian siswa dapat menghitung presentase tingkat pengusaannya
pada umpan balik.
b. Tahap penulisan
Langkah awal dari tahap penulisan ini mempersiapkan outline
penulisan untuk selanjutnya digunakan sebagai panduan dalam
menyusun draft modul praktikum yang dibuat. Outline penulisan modul
praktikum ini merupakan kombinasi dari beberapa contoh outline yang
dikemukakan oleh Daryanto, Prastowo, dan Depdiknas. Langkah ini
diambil berdasarkan pertimbangan bahwa modul yang dibuat
terfokuskan pada kegiatan praktikum yang diintegrasikan dengan model
problem based learning, sehingga dalam penyusunannya perlu
disesuaikan dengan sintak atau tahapan pembelajaran dari model
tersebut. Pada akhirnya outline yang dibuat oleh penulis terdiri dari tiga
bagian utama yakni bagian pendahuluan yang terdiri dari judul,
halaman francis, kata pengantar, daftar isi, peta kedudukan modul,
deskripsi modul, petunjuk penggunaan modul, tata tertib laboratorium
kimia, dan chemlab basics. Bagian inti yang terdiri dari praktikum 1
larutan elektrolit dan non elektrolit, dan praktikum 2 reaksi reduksi
oksidasi. Serta bagian penutup yang terdiri evaluasi, glosarium, daftar
pustaka, dan kunci jawaban.
52

Berikut penjabaran outline penulisan modul praktikum yang


peneliti buat.
Tabel 4.3 Outline Penulisan Modul Praktikum Secara Keseluruhan

Ukuran kertas: A4 (8,27 inch x 11,69 inch)


Pengorganisasian:
1. Bagian pendahuluan
a. Cover depan
b. Halaman Francis
c. Kata Pengantar
d. Daftar Isi
e. Peta Kedudukan Modul Praktikum
f. Deskripsi Modul Praktikum
g. Petunjuk Penggunaan Modul Praktikum
h. Tata Tertib Laboratorium Kimia
i. Chemlab Basics
2. Bagian inti
a. Praktikum 1
b. Praktikum 2
3. Bagian penutup
a. Evaluasi
b. Umpan Balik
c. Glosarium
d. Daftar Pustaka
e. Kunci Jawaban
f. Cover belakang
Tabel 4.3 menjabarkan outline penulisan modul praktikum secara
keseluruhan dimulai dari bagian inti hingga bagian penutup.
Sedangkan untuk rincian outline penulisan untuk bagian inti di
jabarkan pada Tabel 4.4.
53

Tabel 4.4 Rincian Outline Penulisan pada Bagian Inti


Ukuran kertas: A4 (8,27 inch x 11,69 inch)
Pengorganisasian:
Bagian inti: Praktikum 1 (larutan elektrolit dan non elektrolit) dan
Praktikum 2 (reaksi reduksi oksidasi)
a. Judul praktikum
b. Penjabaran KI dan KD
c. Indikator
d. Tujuan
e. Wacana, memuat bacaan yang akan menggiring siswa
menemukan dan merumuskan masalah yang harus
diselesaikan.
f. Kegitan diskusi, berisi pertanyaan-pertanyaan yang
mengorganisasikan dan membimbing siswa untuk
belajar serta melakukan penyelidikan.
g. Kegiatan eksperimen, berisi instruksi-instruksi yang
diberikan kepada siswa untuk melakukan penyelidikan
lebih lanjut melalui kegiatan eksperimen.
h. Tabel hasil pengamatan
i. Kolom pembahasan, untuk membahas hasil pengamatan
yang diperoleh siswa dan mengkaitkannya dengan teori.
j. Kolom kesimpulan, untuk diisi oleh siswa berdasarkan
eksperimen yang telah dilakukan.
k. Kolom daftar pustaka untuk diisi oleh siswa sesuai
dengan sumber/bahan rujukan yang mereka gunakan
l. Post lab, berisi pertanyaan-pertanyaan yang dapat
membantu siswa dalam memahami konsep sesuai
dengan materi yang sedang dipraktikumkan.
m. Refleksi, berisi pertayaan yang ditujukkan untuk
mengevaluasi dan menganalisis proses pemecahan
masalah.
n. Did you know, berisi informasi sesuai dengan materi
yang bersangkutan.
o. Quote berisi kalimat motivasi.
p. Catatan guru, untuk menuliskan komentar atau saran
mengenai hasil kerja siswa.
q. Kolom penilaian, berisi penilaian akhir yang diberikan
guru setelah satu kegiatan praktikum selesai dalam
bentuk skor

Tabel 4.4 di atas menampilkan rincian outline untuk bagian inti


modul praktikum. Outline tersebut disesuaikan dengan tahapan
problem based learning yang terdiri dari lima tahap yaitu orientasi
54

siswa pada masalah, mengorganisasikan siswa untuk belajar,


membimbing penyelidikan individu atau kelompok, menyajikan hasil
karya, dan menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah.
Berdasarkan outline penulisan yang telah dijabarkan pada Tabel
4.3 dan Tabel 4.4 kemudian dilanjutkan dengan memulai penulisan
hingga menjadi draft awal modul praktikum. Dalam proses penulisan
hingga menjadi sebuah draft modul pratikum, peneliti juga melakukan
beberapa perbaikan sesuai dengan saran dan arahan yang diberikan
oleh dosen pembimbing. Berikut disajikan beberapa proses perbaikan
selama tahap penulisan modul praktikum.

Tabel 4.5 Hasil Perbaikan Selama Tahap Penulisan Modul Praktikum


No Sebelum Perbaikan Setelah Pebaikan
1. Penggunaan jenis huruf Times new Diganti menjadi jenis huruf
Roman dengan ukuran 12 dan PMingLiU dengan ukuran 11 dan
spasi 1,5 untuk isi modul spasi 1,15 untuk isi modul.
praktikum.
2. Penyajian informasi seputar K3 Penyajian dibuat lebih ringkas
(Keselamatan dan Kesehatan (menjadi 4 halaman) dengan
Kerja), pengenalan SDS (Safety disatukan dalam satu judul utama
Data Sheet), pengenalan B3 yaitu “Chemlab Basics” dan dibuat
(Bahan Berbahaya dan Beracun), tampilan semenarik mungkin/full
pengenalan alat, dan teknik colour.
laboratorium kimia dinilai terlalu
banyak (hingga 10 halaman) dan
disampaikan kurang menarik.
3. Terdapat kesalahan dalam Melakukan perbaikan penulisan,
beberapa penulisan seperti, kata seperti penulisan “Safety Data
dalam bahasa inggris tidak tulis Sheet” menjadi “Safety Data Sheet”,
miring/italic, penulisan indeks penulisan indeks senyawa “CuSO4”
senyawa yang tidak sesuai, dan menjadi “CuSO4”, dan penulisan kata
beberapa kesalahan dalam “illegal” menjadi “ilegal”.
pengetikan kata.
4. Terdapat penggunaan bahasa pada Perbaikan penggunaan bahasa pada
wacana yang kurang tepat. wacana.
5. Kombinasi warna, Kombinasi warna, gambar/ilustrasi,
gambar/ilustrasi, jenis dan ukuran jenis dan ukuran huruf pada cover
huruf pada cover dinilai kurang dinilai sudah sesuai dan menarik.
sesuai dan menarik.
55

Dari beberapa saran yang diberikan oleh dosen pembimbing


selanjutnya peneliti melakukan perbaikan sehingga didapatkan draft
modul praktikum yang dirancang dan dikemas sedemikian rupa dari
berbagai komponen yang telah dijabarkan sebelumnya. Berikut adalah
hasil penyusunan beberapa komponen yang terdapat dalam modul
praktikum sebelum di validasi.
1) Cover
Desain cover mencakup judul modul praktikum yaitu “Modul
Praktikum Kimia Berbasis Problem Based Learning” dan
keterangan sasaran penggunaan “Untuk SMA/MA Kelas X
Semester Genap”, serta kolom identitas siswa yang berisi nama,
kelas, dan kelompok.

(a) (b)
Gambar 4.1 (a) Cover Depan Sebelum Perbaikan (b) Cover
Depan Setelah Perbaikan

2) Judul
Judul utama terdapat pada cover depan dan judul praktikum
terdapat pada masing-masing awal kegiatan praktikum.
Pengorganisasian judul dapat dilihat pada tabel berikut.
56

Tabel 4.6 Pengorganisasian Judul Modul Praktikum


Judul Modul Modul Praktikum Kimia Berbasis Problem
Praktikum Based
Judul Praktikum 1 Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit
Judul Praktikum 2 Reaksi Reduksi Oksidasi

3) Chemlab Basics
Pada bagian ini berisi materi teknik laboratorium kimia yang
meliputi K3, pengenalan SDS, pengenalan B3, pengenalan alat
laboratorium kimia, dan teknik dasar laboratorium kimia.
Disusunya chemlab basics ini bertujuan agar siswa mengetahui dan
memahami berbagai hal yang berkaitan dengan laboratorium kimia
terutama mengenai keselamatan dan kesehatan kerja. Sehingga
dapat mengurangi semaksimal mungkin hal-hal yang tidak
diinginkan dalam proses kegiatan praktikum di laboratorium kimia.
Lebih lanjut untuk melatih siswa terhadap penguasaan materi yang
yang berkaitan dengan laboratorium maka sebelum melanjutkan
pada kegiatan praktikum 1 dan 2 siswa diminta untuk menjawab
pertanyaan-pertanyaan yang terdapat pada halaman 5.

(a) (b)
Gambar 4.2 (a) Tampilan Awal Materi Pengenalan Laboratorium
Kimia (b) Tampilan Materi Pengenalan Laboratorium Kimia
Setelah Perbaikan
57

4) Tujuan
Modul praktikum menampilkan tujuan pembelajaran untuk
masing-masing kegiatan praktikum pada modul yang disusun
berdasarkan Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar yang telah
ditentukan sebelumnya. Penulisan tujuan pada awal judul
praktikum adalah untuk memunculkan aktivitas guru yang terdapat
pada tahap awal model problem based learning sehingga guru
tidak perlu lagi menjelaskan tujuan dari pelajaran yang akan
dilakukan. Hal ini dapat menjadikan siswa lebih mandiri dalam
belajar dengan menggunakan modul praktikum berbasisis problem
based learning. Berikut adalah tampilan tujuan pembelajaran dari
salah satu materi yang terdapat pada modul praktikum:

Gambar 4.3 Tampilan Tujuan Pembelajaran Pada Salah Satu Judul


Praktikum

5) Wacana
Wacana yang terdapat pada bagian awal dari masing-masing
kegiatan praktikum ditujukan untuk mengorientasi siswa pada
proses penyelesaian masalah. Orientasi siswa terhadap masalah
merupakan tahap awal dari pembelajaran dengan model problem
based learning. Wacana yang dibuat haruslah mengandung
masalah yang bersifat autentik/nyata. Karena start point belajar
siswa dari model problem based learning adalah penyajian
masalah yang bersifat autentik. Penyampaian wacana dibuat dalam
bentuk deskriptif agar siswa dapat mengidentifikasi lebih lanjut
masalah yang terdapat dalam wacana tersebut. Selain itu,
58

permasalahan yang disajikan dalam wacana disesuaikan dengan


masing-masing materi. Untuk dapat memperjelas gambaran dari
permasalahan yang disajikan maka dilengkapi dengan ilustrasi
yang sesuai.

Gambar 4.4 Tampilan Wacana pada Setiap Judul Praktikum

6) Kegiatan diskusi
Kegiatan diskusi ini berisi pertanyaan-pertanyaan yang
mengorganisasikan siswa untuk belajar serta membimbing
penyelidikan siswa untuk menyelesaikan masalah yang mereka
temukan dalam wacana secara berkelompok. Mengorganisasikan
siswa untuk belajar merupakan tahap kedua, sedangkan
membimbing penyelidikan individu maupun kelompok adalah
tahap ketiga dari model pembelajaran problem based learning.
Pengorganisasian belajar siswa diarahkan dengan perintah
“Berdasarkan wacana di atas, jawablah pertanyaan-pertanyaan
berikut dengan berdiskusi bersama teman sekelompokmu!”,
dengan begitu siswa diminta melakukan diskusi kelompok untuk
dapat mengidentifikasi masalah yang ada dalam wacana.
Sedangkan untuk membimbing siswa dalam penyelidikan
59

individu/kelompok selama proses pemecahan masalah maka


dibuatlah pertanyaan-pertanyaan pengarah lainnya agar siswa dapat
melakukan penyelidikan yang lebih mendalam. Siswa diarahkan
untuk melakukan informasi sebanyak-banyaknya dari berbagai
sumber terkait dengan masalah yang telah diidentifikasi
sebelumnya, oleh karena itu modul praktikum menyediakan kolom
jawaban yang cukup besar agar siswa dapat mengeksplor informasi
yag ada. Berdasarkan informasi tersebut siswa diminta mengajukan
penyelesaian masalah dan selanjutnya diarahkan untuk melakukan
penyelidikan lanjutan melalui kegiatan percobaan.

Gambar 4.5 Kegiatan Diskusi pada Setiap Judul Praktikum

7) Kegiatan Eksperimen
Kegiatan eksperimen ini merupakan penyelidikan lanjutan yang
dilakukan oleh siswa berdasarkan penyelesaian masalah yang
mereka kemukakan pada kegiatan diskusi. Pada kegiatan ini siswa
diminta untuk menentukan alat dan bahan serta merancang
percobaan.
Selanjutnya siswa melakukan percobaan sesuai dengan rancangan
yang telah dibuatnya serta menuliskan hasil pengamatan pada
kolom yang telah disediakan sesuai dengan materi yang dipelajari.
Selain itu, nantinya siswa diminta untuk menuliskan pembahasan
60

dari hasil pengamatan yang telah mereka dapatkan. Terakhir siswa


diminta untuk menarik kesimpulan dari percobaan yang telah
mereka lakukan. Dengan begitu siswa diharapkan dapat terlatih
untuk meyajikan hasil penyelidikannya dalam hal ini berupa
laporan hasil praktikum. Penyajian hasil karya berupa laporan
praktikum ini merupakan tahap keempat dari model problem based
learning.

Gambar 4.6 Tampilan Kegiatan Eksperimen pada Salah Satu


Judul Praktikum

8) Post Lab
Berisi lima pertanyaan yang berkaitan dengan percobaan yang
telah dilakukan oleh siswa yang dapat membantu siswa dalam
memahami konsep dengan materi yang sedang dipelajarinya.

Gambar 4.7 Post Lab pada Setiap Judul Praktikum


61

9) Refleksi
Kegiatan refleksi ini bertujuan untuk menganalisis dan
mengevaluasi proses penyelidikan dan pemecahan masalah yang
telah dilakukan oleh siswa, yang merupakan tahap kelima dari
model pembelajaran problem based learning.

Gambar 4.8 Kegiatan Refleksi yang Terdapat pada Setiap Judul


Praktikum

10) Kolom Informasi


Kolom Did You Know berisi informasi yang berhubungan dengan
masing-masing judul praktikum. Kolom ini bertujuan agar modul
yang dibuat dapat bersifat adaptif.

Gambar 4.9 Kolom Did You Know pada Salah Satu Judul
Praktikum
62

11) Evaluasi
Evaluasi merupakan salah satu komponen dari modul menurut
Depdiknas. Evaluasi berfungsi untuk mengetahui apakah siswa
dapat menerapkan proses pemecahan masalah pada fenomena yang
dijumpai di kehidupan nyata. Hal ini juga merupakan salah satu
tujuan dari model problem based learning, yakni siswa dapat
menerapkan pengetahuan yang dimilikinya dalam menyelesaikan
masalah di kehidupan nyata.

Gambar 4.10 Tampilan Kegiatan Evaluasi pada Modul Praktikum

Langkah terakhir dari tahap ini adalah menulis penilaian hasil


belajar. Penilaian hasil belajar yang digunakan oleh peneliti meliputi
semua tugas yang terdapat di dalam modul. Dan pada bagian akhir
terdapat evaluasi yang digunakan sebagai penilaian akhir apakah
proses belajar dengan menggunakan modul data tercapai sesuai dengan
tujuan pembelajaran.

Kendala yang dirasakan peneliti selama tahap penulisan ini adalah


penentuan outline penulisan, pembuatan rangka desain yang sederhana
namun tetap menarik, menyusun wacana yang sesuai dengan konteks
problem based learning, membuat pertanyaan pengarah yang sesuai
dengan model problem based learning, serta mencari ilustrasi-ilustrasi
yang dapat menggambarkan secara jelas maksud dan tujuan yang ingin
disampaikan.
63

c. Review
Validasi modul praktikum berbasis problem based learning
dilakukan hingga mendapat penilaian “Ya” dari validator untuk
seluruh indikator yang terdapat pada lembar validasi. Validasi
dilakukan oleh dua orang ahli (dosen kimia) dan seorang praktisi
pendidikan (guru bidang studi kimia). Dalam tahap ini peneliti
melakukan dua kali validasi hingga modul praktikum yang
dikembangkan mendapat keseluruhan penilaian “Ya” untuk setiap
indikatornya. Sedangkan aspek yang dinilai meliputi, karakteristik,
elemen mutu, kebahasaan, dan tahap problem based learning.
Pada validasi tahap pertama masih terdapat penilaian “Tidak”
pada beberapa pernyataan yang terdapat pada lembar validasi
modul praktikum, hasil validasi ini dapat dilihat pada Lampiran 5.
Berikut adalah skor awal validasi tahap pertama dari masing-
masing validator.

Tabel 4.7 Skor Awal Validasi Modul Praktikum Berbasis Problem Based
Learning
Validator Skor Keterangan
Salamah Agung, Ph.D 97,02 Terdapat Perbaikan
Dewi Murniati, M.Si 91,18 Terdapat Perbaikan
Salim Munajat, M.Pd 100 Valid/Layak

Selain mengisi pernyataan Ya dan Tidak, validator juga


memberikan saran terhadap modul praktikum yang dikembangkan.
Saran yang diberikan oleh validator dijadikan sebagai
pertimbangan bagi peneliti untuk merevisi modul praktikum. Tabel
4.8 adalah tabel daftar revisi hasil validasi modul praktikum tahap
pertama.
64

Tabel 4.8 Hasil Validasi Modul Tahap Pertama

No. Sebelum Revisi Setelah Revisi


1. Cover tidak mencantumkan Ditambahkan konten materi yang
konten materi yang terdapat terdapat dalam modul praktikum
dalam modul praktikum dan tidak yaitu
terdapat identitas penulis - Larutan elektrolit dan non
elektrolit
- Reaksi reduksi oksidasi (redoks)
dan ditambahkan pencantuman nama
penulis

2. Jenis huruf PMingLiU dan Jenis huruf diganti menjadi


ukuran 11 dinilai kurang Liberation Serif dengan ukuran 11,5
proporsional karena terlalu rapat
sehingga agak sulit untuk dibaca
3. Spasi kosong yang terdapat pada Spasi kosong yang terdapat pada
halaman 5 kurang proporsional halaman 5 proporsional
4. Layout penulisan pada halaman Layout penulisan pada halaman
francis kurang proporsional dan francis proprosional dan terdapat
tidak terdapat ilustrasi materi ilustrasi materi

5. Ilustrasi yang diberikan pada Ilustrasi disesuaikan dengan judul


setiap judul praktikum tidak praktikum
sesuai
6. Peta kedudukan modul praktikum Peta kedudukan modul praktikum
kurang terpusat dikhususkan untuk KD yang ada pada
kelas X dan dibawahnya diberi
keterangan isi KD
7. Petunjuk ” Keterangan: Berilah Pernyataan “Keterangan: Berilah
tanda checklist () pada tabel tanda checklist () pada tabel yang
yang sesuai dengan hasil sesuai dengan hasil pengamatanmu“
pengamatanmu” pada halaman 11 diletakan di atas
pada halaman 11 diletakan di tabel hasil pengamatan
bawah tabel hasil pengamatan
8. Penulisan glosarium dan daftar Memisahkan halaman glosarium dan
pustaka dalam satu halaman dafar pustaka

Berikut ditunjukkan perubahan yang terjadi setelah validasi


tahap pertama pada beberapa konten yang terdapat dalam modul
praktikum yang dikembangkan:
65

(a)

(b)
Gambar 4.11 (a) Cover Depan dan Belakang Sebelum Revisi (b)
Gambar 4.10 menunjukkan
Cover Depan dan Belakangcover depan
Setelah dan belakang
Revisi

Gambar 4.11 menunjukkan cover depan dan belakang yang


mengalami revisi pada tahap awal validasi. Cover depan pada
awalnya tidak terdapat identitas penulis dan tidak mencantumkan
keterangan terkait materi-materi praktikum yang ada di dalam
modul. Dari saran yang diberikan oleh validator penulis melakukan
revisi dengan menambahkan nama penulis yaitu Tika Zahara pada
bagian kiri atas dan keterangan materi yang mencakup larutan
elektrolit dan non elektrolit, dan redoks yang terletak pada bagian
66

kiri dibawah judul. Selain itu juga warna dasar cover depan dan
belakang diganti agar lebih menarik.

Gambar 4.12 (a) Jenis dan Ukuran Huruf Sebelum Revisi (b) Jenis
dan Ukuran Huruf Setelah Revisi

Gambar 4.12 merupakan contoh dari salah satu halaman dalam


modul yang sebelum revisi menggunakan jenis huruf PMingLiU
dengan ukuran 11 dan setelah direvisi jenis huruf yang digunakan
diubah menjadi Liberation Serif dengan ukuran 11,5. Perubahan
jenis dan ukuran huruf ini dilakukan atas dasar penilaian validator
yang menyatakan bahwa jenis dan ukuran huruf awal terlalu rapat
dan kecil, sehingga penulis mengganti jenis dan ukuran huruf yang
sekiranya tidak terlalu rapat dan lebih mudah untuk dibaca.

(a) (b)
Gambar 4.13 (a) Ruang Kosong Pada Halaman 5 Sebelum Revisi
(b) Ruang Kosong Pada Halaman 5 Setelah Revisi
67

Gambar 4.13 menunjukkan revisi yang dilakukan pada halaman


5. Halaman ini berisi latihan meliputi pertanyaan-pertanyaan sesuai
dengan materi yang dipaparkan pada bagian Chemlab Basics.
Pertanyaan ini meliputi contoh bahan berbahaya dan beracun serta
pemberian nama dan fungsi dari alat-alat laboratorim yang terdapat
dalam tabel. Revisi dilakukan pada ruang kosong yang
diperuntukkan untuk menuliskan jawaban. Ruang kosong yang
tersedia sebelumnya dinilai tidak mencukupi untuk siswa menulis
jawabannya, oleh karena itu penulis merevisi dengan merubah
spasi yakni dari 1 menjadi 1,15 dan menambahkan bagian titik-titik
sebagai tempat mengisi jawaban pada soal no 2.

(a) (b)

Gambar 4.14 (a) Halaman Francis Sebelum Revisi (b) Halaman


Francis Setelah Revisi

Gambar 4.14 menunjukkan halaman francis sebelum dan


sesudah direvisi. Halaman francis merupakan halaman pertama
dalam sebuah buku setelah kulit depan dan biasanya memuat judul
buku. Paling tidak judul dapat ditulis dengan tiga variasi huruf,
yaitu dengan huruf kapital semua, campuran huruf kapital dan
68

kecil, serta huruf kecil semua.1 Penulis melakukan perubahan


dengan menampilkan ilustrasi gambar dari ketiga judul praktikum
yang terdapat di dalam modul praktikum, yaitu gambar rancangan
alat uji elektrolit dan gambar salah satu contoh reaksi redoks, selain
itu juga ditampilkan gambar siswa yang sedang melakukan
kegiatan praktikum yang selanjutnya penulis buat dalam satu
lingkaran untuk menambah daya tarik.

(a) (b)
Gambar 4.15 (a) Peta Kedudukan Modul Praktikum Sebelum
Revisi (b) Peta Kedudukan Modul Praktikum Sesudah Revisi

Gambar 4.15 menunjukkan peta kedudukan modul praktikum


sebelum dan sesudah revisi. Peta kedudukan modul praktikum ini
bertujuan untuk menunjukkan kedudukan modul dalam
keseluruhan program pembelajaran.2 Awalnya peta kedudukan
modul praktikum mencantumkan seluruh KD mata pelajaran kimia
untuk kelas X, XI, dan XII SMA, kemudian dari tahap validasi
awal penulis mendapat saran dari validator bahwa peta kedudukan
tersebut kurang terperinci dan kurang jelas karena tidak
mencantumkan isi dari KD tersebut. Dari saran tersebut selanjutnya

1
Pamusuk Eneste, Buku Pintar Penyuntingan Naskah, (Jakarta: Gramedia), h.96.
2
Daryanto dan Aris Dwicahyono, Pengembangan Perangkat Pembelajaran,
(Yogyakarta: Gava Media,2014) Cet I, h. 194.
69

penulis melakukan revisi yang akhirnya peta kedudukan modul


praktikum berisi KD kelas X saja dengan memberikan warna hijau
pada KD yang terdapat pada modul praktikum serta memberikan
keterangan dari isi KD tersebut.

(a) (b)
Gambar 4.16 (a) Tata Letak Hasil Pengamatan Pada Halaman 11
Sebelum Revisi (b) Tata Letak Hasil Pengamatan Halaman 11
Setelah Revisi

Gambar 4.16 menunjukkan revisi yang dilakukan pada halaman


11 pada bagian penulisan “keterangan: Berilah tanda checklist ()
pada tabel yang sesuai dengan hasil pengamatanmu” yang
sebelumnya ditempatkan di bagian bawah tabel hasil pengamatan
kemudian dipindahkan menjadi di bagian atas tabel hasil
pengamatan. Hal ini dilakukan karena adanya kemungkinan siswa
tidak membaca petunjuk yang diberikan sehingga menimbulkan
kebingungan dan salah dalam mengisi tabel hasil pengamatan
dikarenakan penempatan petunjuk yang tidak sesuai.
70

(a) (b)
Gambar 4.17 (a) Tata Letak Glosarium dan Daftar Pustaka Sebelum
Revisi (b) Tata Letak Glosarium dan Daftar Pustaka Setelah Revisi

Gambar 4.17 menunjukkan perubahan tata letak pada bagian


glosarium dan daftar pustaka. Awalnya penempatan glosarium
disatukan dalam satu halaman yang sama dengan penulisan daftar
pustaka. Berdasarkan saran yang diberikan oleh validator akhirya
penempatan glosarium dan daftar pustaka dipisahkan pada halaman
yang berbeda. Selain itu, penulis juga menambah daftar istilah-
istilah yang dianggap masih asing bagi siswa pada bagian
glosarium.
Validasi tahap kedua dilakukan setelah adanya revisi sesuai
dengan saran yang diberikan validator pada validasi tahap pertama.
Pada validasi tahap kedua ini semua indikator mendapat penilaian
“Ya”, sehingga modul praktikum berbasis problem based learning
sudah layak/valid dan dilanjutkan pada tahap uji coba poduk.

Tabel 4.9 Hasil Skor Akhir Validasi Modul Praktikum Berbasis Problem Based
Learning

Validator Skor Keterangan


Salamah Agung, Ph.D 100 Valid/Layak
Dewi Murniati, M.Si 100 Valid/Layak
Salim Munajat, M.Pd 100 Valid/Layak
71

Berdasarkan Tabel 4.9 menunjukkan bahwa hasil skor akhir


yang diberikan oleh setiap validator adalah 100. Dengan skor
tersebut modul praktikum yang dikembangkan dinyatakan valid
atau layak untuk di uji cobakan kepada siswa. Selanjutnya adalah
melakukan pencetakan modul sesuai dengan jumlah siswa kelas X
MIA 5 SMA Negeri 1 Karawang yaitu sebanyak 40 orang.
d. Uji Coba Produk
Modul yang telah divalidasi dan direvisi selanjutnya diuji
cobakan kepada siswa sebagai subjek penelitian yang akan
memberikan penilaian melalui angket yang diberikan setelah
menggunakan modul praktikum berbasis problem based learning
dalam pembelajaran kimia di sekolah.
Hasil pengisian angket yang dilakukan oleh siswa ini bertujuan
untuk mengumpulkan informasi mengenai penilaian siswa terhadap
produk yang dikembangkan. Dari angket yang diberikan kepada 40
orang responden siswa kelas X MIA 5 SMA Negeri 1 Karawang,
diperoleh data presentase yang kemudian dikonversikan menjadi
nilai kategori. Hasil tersebut dikelompokkan menjadi empat aspek
berdasarkan dimensi pengembangan modul praktikum berbasis
problem based learning untuk kimia kelas X semester genap yaitu
karakteristik, elemen mutu, kebahasaan, dan tahap problem based
learning.

Tabel 4.10 Hasil Presentase Angket Pengembangan Modul Praktikum Berbasis


Problem Based Learning untuk Kimia Kelas X Semester Genap

Aspek Indikator Presentase Presentase Kategori


per rata-rata
indikator
Karakteristik Self Instruction 75,28% 80,07% Baik
Self Contained 84,50%
Adaptif 83,00%
Bersahabat/User 77,50%
Friendly
72

Elemen Format 84,25% 78,08% Baik


mutu Organisasi 80,25%
Daya tarik 75,5%
Bentuk dan 82%
ukuran huruf
Ruang (spasi 65%
kosong)
Konsistensi 81,5%
Kebahasaan Kaidah Bahasa 75% 78,12% Baik
Indonesia
Pemanfaatan 82,5%
bahasa secara
efektif dan efisien
(jelas dan
singkat)
Keterbacaan 73,5%
Kejelasan 81,5%
informasi
Tahap Orientasi pada 80,5% 81,40% Sangat Baik
Problem masalah
Based Mengorganisasik 83.25%
Learning an siwa untuk
belajar
Membimbing 81,25%
penyelidikan
individu/kelompo
k
Mengembangkan 82%
dan menyajikan
hasil karya
Menganalisis dan 80%
mengevaluasi
proses
pemecahan
masalah
Rata-rata hasil pengembangan modul 79,42% Baik
praktikum

Dari Tabel 4.10 dapat diketahui aspek dengan presentase hasil


tertinggi hingga terendah adalah tahap Problem Based Learning
sebesar 81,4%, karakteristik sebesar 80,07%, kebahasaan sebesar
73

78,12%, dan elemen mutu sebesar 78,08%. Sedangkan rata-rata


keseluruhan hasil pengembangan diperoleh presentase sebesar
79,42% dengan kategori baik.

B. Pembahasan
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan produk yaitu modul
praktikum kimia berbasis problem based learning. Berdasarkan teori
pengembangan modul dalam buku Daryanto, pengembangan modul
dilaksankan dalam empat tahap yaitu tahap perencanaan, tahap penulisan,
tahap review/validasi, dan tahap uji coba.3
1. Tahap perencanaan
Tahap awal dalam proses pengembangan produk ini adalah melakukan
analisis kebutuhan di sekolah jenjang SMA, hal ini dimaksudkan untuk
mengetahui hal apa saja yang memang dibutuhkan oleh peserta didik
dalam pembelajaran kimia khususnya dalam kegiatan praktikum. Analisis
kebutuhan dilakukan melalui wawancara dengan guru bidang studi kimia
untuk mengetahui kegiatan praktikum yang dilakukan di sekolah dan
bahan ajar yang digunakan sebagai panduan dalam melakukan kegiatan
praktikum tersebut. Dari hasil wawancara diketahui bahwa guru biasanya
menggunakan lembar kerja yang dapat dikatakan terkesan seperti buku
resep, hal ini dikarenakan lembar kegiatan yang digunakan masih sangat
menuntun siswa. Lembar kegiatan tersebut berisi teori singkat, alat dan
bahan, langkah kerja, hasil pengamatan, dan post lab. Lembar kerja yang
demikian dapat menjadikan siswa kurang aktif, kreatif, dan mandiri dalam
merancang maupun melakukan percobaan. Hal ini sesuai dengan
pernyataan Hoffstein dan Lunet dalam Claire Mc Donall yang menyatakan
bahwa pembelajaran di laboratorium yang bersifat resep/cook book tidak
memungkinkan bagi siswa untuk berpikir lebih jauh mengenai tujuan dari

3
Daryanto, Menyusun Modul, (Yogyakarta: Gava Media, 2013), h. 31.
74

penyelidikan yang dilakukannya.4 Oleh karena itu peneliti


mengintegrasikan model problem based learning pada modul praktikum
yang akan dikembangkan. Sejalan dengan Rosmalinda, dkk. bahwa model
yang tepat digunakan untuk menghasilkan pembelajaran bermakna dalam
praktikum yaitu problem based learning.5 Selain itu pembelajaran dengan
modul berbasis masalah dapat melatih siswa untuk memecahkan masalah
yang disajikan melalui strategi pemecahan masalah. Kegiatan belajar
dengan diskusi maupun percobaan dalam kelompok memberikan
kesempatan bagi masing-masing anggota kelompok untuk turut serta
menyampaikan gagasan dalam menyelesaikan masalah yang diberikan.6
Tahap selanjutnya, peneliti melakukan analisis kompetensi inti dan
kompetensi dasar untuk menentukan materi apa saja yang menuntut untuk
dilaksanakannya kegiatan praktikum untuk kelas X semester genap.
Hasilnya ditetapkan KD 4.8 dan 4.9 yang mencakup dua kegiatan
praktikum yaitu larutan elektrolit dan non elektrolit, dan reaksi reduksi
oksidasi. Setelah ditentukan dua kompetensi dasar tersebut, kemudian
dialakukanlah analisis kompetensi inti dan kompetensi dasar lebih lanjut
untuk merumuskan indikator, tujuan pembelajaran, aktivitas pembelajaran,
dan alat bahan yang digunakan. Penentuan tujuan pembelajaran
merupakan hal penting, dikarenakan suatu proses pembelajaran dikatakan
berhasil apabila siswa dapat mencapai tujuan pembelajaran tersebut.7
Pemilihan media yang berupa alat dan bahan praktikum disesuaikan
dengan tujuan pembelajaran dari masing-masing materi. Alat dan bahan
praktikum yang digunakan dapat dilihat pada Tabel 4.2.
4
Claire Mc Donnell, Christine O‟Connor, dan Michael K Seery, Developing Practical
Chemistry Skills By Means Of Student-Driven Problem Based Learning Mini-Projects, Chemistry
Education Research and Practice, 2007, 8 (2), h. 131
5
Desy Rosmalinda, Muhammad Rusdi, dan Bambang Hariyadi, Pengembangan Modul
Praktikum Kimia SMA Berbasi PBL (Problem Based Learning), Edu-Sains ,Vol. 2, No 2, 2013, h,
2.
6
Sujiono dan Arif Widiyatmoko, Pengembangan Modul IPA Terpadu Berbasis Problem
Based Learning Tema Gerak Untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa, Unnes
Science Education Journal 3 (3), 2014, h. 690.
7
Riska Pridamaulia, “Pengembangan LKS Eksperimen Berorientasi Inkuiri Terbimbing
Pada Materi Laju Reaksi”, Skripsi pada program sarjana UIN Syarif Hidayatullah, 2014, h. 76,
tidak dipublikasikan.
75

Startegi penilaian dilakukan dengan menggunakan tugas individu dan


tugas kelompok serta evaluasi, rincian tugas dapat dilihat pada Lampiran
2. Pada evaluasi, siswa dapat melakukan penilaian mandiri dengan
mencocokkan jawaban menggunakan kunci jawaban dan rubrik yang
disediakan. Selanjutnya siswa dapat menghitung persentase tingkat
penguasaannya pada bagian umpan balik. Menurut Prastowo, pada
penentuan alat penilaian termasuk ke dalam criterion items, yaitu sejumlah
pertanyaan atau tes digunakan untuk mengetahui keberhasilan siswa dalam
menguasai kompetensi. 8
2. Tahap penulisan
Pada tahap ini dilakukan penentuan outline penulisan modul yang
disesuaikan dengan tujuan pembelajaran yang telah ditentukan
sebelumnya. Outline inilah yang akan dijadikan sebagai kerangka dasar
dalam penulisan. Dalam modul praktikum dimuat beberapa kegiatan yakni
kegiatan diskusi kelompok, kegiatan eksperimen, post lab, dan refleksi.
Dengan pertimbangan adanya cukup ruang untuk mengisi jawaban-
jawaban dari berbagai kegiatan tersebut dan agar halaman modul
praktikum tidak terlalu tebal maka dipilihlah ukuran kertas A4 (8,27 inch x
11,69 inch) 80 gsm sebagai lembaran modul praktikum. Ukuran kertas A4
merupakan salah satu standar kertas yang telah ditetapkan oleh ISO
(International Orgnaization for Standardization).9 Selanjutnya proses
penyusunan modul berdasarkan outline penulisan yang terdapat pada
Tabel 4.3 dan 4.4 dilakukan dengan memanfaatkan aplikasi komputer
yaitu Micrososft Office Word 2010, Adobe Photoshop CS 4, dan Microsoft
Paint. Pemanfaatan berbagai aplikasi komputer ini bertujuan untuk
membuat tampilan atau design modul praktikum semenarik mungkin.
Outline penulisan yang digunakan oleh penulis merupkan kombinasi dari
tiga contoh outline yang dikemukakan oleh Daryanto, Prastowo, dan

8
Andi Prastowo, Panduan Kreatif Membuat Bahan Ajar Inovatif, (Yogyakarta: Diva
Press, 2013), Cet. 5, h. 121.
9
BSNP, Deskripsi Butir Instrumen Penilaian Buku Teks Pelajaran SMP, SMA, SMK
Komponen Kegrafikan, 2007, h. 1.
76

Depdiknas. Pada proses penentuan outline ini juga didasarkan dengan


kesesuaian model problem based learning yang diintegrasikan dengan
modul praktikum.
Proses penulisan draft modul praktikum ini juga mengalami beberapa
perubahan sesuai dengan saran dan arahan dari dosen pembimbing di
antaranya adalah penentuan outline modul, penempatan gambar,
penggunaan jenis dan ukuran huruf, spasi antar kalimat, kombinasi warna,
dan penggunaan tata bahasa. Hal ini bertujuan untuk menghasilkan draft
yang sesuai dengan tujuan dari pengembangan modul praktikum yang
dilakukan.
Instrumen hasil belajar pada modul praktikum ini meliputi penugasan
individu maupun kelompok yang diberikan pada bagian Chamlab Basics,
serta kegiatan diskusi, kegiatan eksperimen, post-lab untuk setiap judul
praktikum, dan evaluasi. Rincian penugasan dapat dilihat pada Lampiran
2.
Pada tahap penulisan ini wacana yang dibuat harus dapat
mengorinetasikan siswa pada masalah sesuai dengan model problem based
learning. Permasalahan pada wacana dibuat se-autentik mungkin, sesuai
dengan yang dikemukakan Arends bahwa situasi masalah yang baik adalah
masalah yang dikaitkan dengan pengalaman real siswa.10
3. Review
Sebelum modul praktikum hasil pengembangan dilakukan uji coba,
peneliti melakukan validasi modul praktikum berbasis problem based
learning untuk kelas X semester genap yang disesuaikan dengan aspek-
aspek yang telah dijabarkan pada lembar validasi. Validasi dilakukan oleh
dua orang ahli (dosen kimia), dan satu orang praktisi (guru mata pelajaran
kimia). Saran dari para validator kemudian dijadikan masukan oleh
peneliti untuk melakukan revisi terhadap modul praktikum. Proses validasi
dilakukan hingga akhirnya validator menyatakan bahwa modul praktikum

10
Ricard I Arends, Learning to Teach Seventh Edition, (New York: Mc Graw-Hill, 2007),
h. 390.
77

yang dikembangkan layak untuk diuji cobakan. Pada penelitian ini validasi
modul dilakukan sebanyak dua kali hingga didapatkan hasil keseluruhan
pernyataan “Ya” dalam lembar validasi. Tahap validasi ini betujuan untuk
mendapatkan pengakuan atau pengesahan kesesuaian produk yang
dikembangkan dengan kebutuhan sehingga produk tersebut dapat
dikatakan layak dan cocok digunakan dalam pembelajaran.11
Selain melakukan validasi terhadap modul praktikum, juga dilakukan
validasi instrumen angket siswa kepada dua orang ahli (dosen kimia), dan
satu orang praktisi pendidikan (guru bidang studi kimia). Seperti halnya
validasi modul praktikum, saran dan komentar dari para validator
kemudian dijadikan masukan untuk melakukan revisi pada angket siswa
yang akan digunakan.
4. Uji coba produk
Setelah modul praktikum dinyatakan layak/valid oleh para validator,
maka dilakukan uji coba lapangan. Uji coba dilakukan pada siswa kelas X,
hal ini sesuai dengan modul yang dikembangkan yaitu untuk jenjang
SMA/MA kelas X semester genap.
Penilaian hasil pengembangan produk dilakukan berdasarkan uji coba
modul praktikum dan pemberian angket kepada siswa. Angket tersebut
berisi 30 pernyataan yang diberikan kepada 40 orang siswa, yang
selanjutnya data dari angket yang dikumpulkan kemudian diolah sehingga
didapatkan presentase nilai untuk setiap indikatornya yang kemudian
dikategorikan sesuai dengan interpretasi skor menurut Riduwan.
a. Aspek karakteristik
Aspek karakteristik terdiri dari empat indikator yaitu self
contained, adaptif, self instruction, dan user friendly. Sebagian besar
siswa menilai bahwa modul praktikum telah memuat seluruh materi
pembelajaran yang dibutuhkan atau dikatakan bersifat self contained.
Dalam hal ini materi pembelajaran yang dimaksudkan adalah materi-

11
Rayandra Asyhar, Kreatif Mengembangkan Media Pembelajaran, (Jakarta: Referensi,
2012), Cet. I, h. 170-171.
78

materi yang memang dituntut oleh KD untuk dilakukannya kegiatan


percobaan. Sehingga siswa dapat mengetahui percobaan apa saja yang
terdapat dalam satu priode pembelajaran/semester. Tujuan dari konsep
self contained adalah memberikan kesempatan kepada siswa untuk
mempelajari materi pembelajaran secara tuntas, karena materi belajar
dikemas dalam satu kesatuan yang utuh.12
Hasil penilaian siswa pada indikator adaptif juga sangat baik
karena modul praktikum dapat menyesuaikan perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi. Penyampaian isu-isu terbaru disesuaikan
dengan masing-masing materi yang terdapat di dalam modul
praktikum dan disajikan dalam kolom “did you know?”.
Indikator self instruction walaupun mendapat presentase terendah
dari keempat indikator yang ada pada aspek karakteristik namun masih
termasuk ke dalam kategori baik. Self instruction merupakan
karakteristik penting dalam modul, dengan karakter tersebut
memungkinkan siswa dapat belajar secara mandiri. 13
b. Aspek elemen mutu
Penilaian siswa terhadap format kolom (kolom tunggal) dan kertas
(portrait) dengan penggunaan kertas ukuran A4 (8,27 inch x 11,69
inch) pada modul praktikum yang dikembangkan sangat baik. Andriani
dalam Prastowo menyatakan bahwa aspek layout/tata letak tidak kalah
penting dalam melakukan pengembangan modul yang dipengaruhi
oleh tiga variabel, yaitu ukuran kertas dipengaruhi oleh materi serta
target pembaca. Format kertas yang dapat dipilih dalam bentuk
portrait, landscap, atau gabungan keduanya. Untuk format kolom,
kolom tunggal akan lebih mudah ditangani. Sedangkan untuk
penempatan tabel, gambar, serta diagram diatur secara konsisten.14

12
Daryanto, Menyusun …op.cit., h. 10.
13
Ibid., h. 9.
14
Andi Prastowo, Panduan Kreatif Membuat Bahan Ajar Inovatif, (Jogjakarta: Diva
Press, 2013), Cet. 5, h. 163.
79

Hasil penilaian siswa untuk indikator daya tarik modul termasuk ke


dalam kategori baik. Hasil ini menunjukkan bahwa siswa menilai
kombinasi warna, gambar, bentuk dan ukuran huruf yang terdapat
dalam cover serasi. Daya tarik siswa terhadap bahan ajar terkadang
lebih terfokus pada bagian cover, sehingga pada sampul diberikan
gambar, kombinasi warna, dan ukuran yang sesuai.15 Selain itu sesuai
dengan standar BSNP, desain kulit buku merupakan daya tarik awal
dari sebuah buku yang ditentukan oleh ketepatan dalam penempatan
unsur/materi desain yang ingin ditampilkan sehingga memperjelas
tampilan teks maupun ilustrasi dan elemen dekoratif lainnya.16
Bentuk huruf yang digunakan pada bagian isi modul adalah
liberation sherif dengan ukuran 11,5. Pemilihan jenis dan huruf ini
sesuai dengan standar kegrafikan yang dirumuskan oleh BSNP dimana
jenis huruf tersebut bukan merupakan huruf hias yang sulit untuk di
baca.17
Indikator ruang/spasi kosong pada aspek elemen mutu mendapat
presentase terendah dengan kategori baik. Ketidak proporsionalan
spasi kosong terutama terdapat pada bagian penyediaan ruang kosong
untuk mengisi jawaban post-lab, beberapa siswa tidak dapat
menuliskan jawaban dengan baik karena ruang kosong yang tersedia
kurang mencukupi.
c. Aspek Kebahasaan
Indikator keterbacaan mendapatkan hasil presentase terendah dari
siswa di antara indikator-indikator pada aspek kebahasaan lainnya.
Siwa menilai beberapa istilah yang terdapat dalam modul praktikum

15
Chomsin S. Widodo dan Jasmadi, Panduan Menyusun Bahan Ajar Berbasis
Kompetensi, (Jakarta: PT Elex Media Komputindo, 2008), Cet 1, h. 53.
16
BSNP, loc.cit.
17
Ibid., h. 2.
80

sulit untuk dipahami. Hal ini dapat disebabkan karena terdapat istilah
yang kurang sesuai dengan tingkat perkembangan siswa.18
Penggunaan bahasa dinilai sudah efektif dan efisien oleh siswa, hal
ini dapat dilihat dari hasil presentase yang didapat dan merupakan
presentase tertinggi dibanding dengan indikator lainnya. Hal ini karena
bahasa yang digunakan tidak bertele-tele sehingga informasi yang
ingin disampaikan pun dapat dengan mudah ditangkap oleh siswa.
Presentase rata-rata aspek kebahasaan secara keseluruhan termasuk
ke dalam kategori baik, sesuai dengan penelitian Dias Fatchul Jannah
yang mendapat kriteria layak pada aspek bahasa dikarenakan bahasa
yang digunakan dalam buku ajar yang dikembangkan merupakan
bahasa yang baik dan benar sesuai dengan kaidah Bahasa Indonesia
yang baku.19 Penulisan bahasa tidak menggunakan bahasa daerah,
sehingga bersifat umum dan dapat dipahami oleh semua siswa dengan
berbagai latar belakang daerah yang berbeda.
d. Aspek Tahap Problem Based Learning
Aspek tahap problem based leaning dinilai sangat baik oleh peserta
didik diantara ketiga aspek lainnya Hasil yang didapat ini sesuai
dengan penelitian yang dilakukan oleh Sujiono yang termasuk ke
dalam kategori sangat baik aspek keterkaitan modul dengan model
problem based learning pada uji coba skala kecil.20
Modul praktikum berbasis problem based learning dinilai siswa
sangat baik untuk melatih siswa dalam melakukan penyelidikan baik
secara teoritis (mengumpulkan dasar teori) maupun melalui kegiatan
percobaan. Selain itu siswa menilai modul praktikum sangat baik
dalam mendorong siswa untuk mengembangkan dan menyajikan hasil

18
Uski Apriliyana, Herlina Fitrihidayati, dan Rahardjo, “Pengembangan Perangkat
Pembelajaran Berbasis Inkuiri Pada Materi Pencemaran Lingkungan Dalam Upaya Melatih
Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Kelas X SMA”, Jurnal BioEdu, Vol. 1 No. 3, 2012, h. 43.
19
Dias Facthtul Jannah, Kelayakan Buku Ajar Kimia Berorienatasi Quantum Learning
pada Materi Pokok Kimia Unsur untuk Siswa Kelas XII SMA, Unesa Journal of Chemical
Education, Vol. 2, No. 2, 2013, h. 177.
20
Sujiono, op.cit., h. 688.
81

karya dalam bentuk laporan praktikum. Sedangkan untuk indikator


pengorganisasian belajar mendapat presentase tertinggi dibandingkan
dengan indikator lainnya. Hal ini dikarenakan siswa merasa diarahkan
dengan baik untuk melakukan pembelajaran secara berkelompok untuk
bekerja sama dalam menjawab beberapa pertanyaan yang terdapat
pada modul praktikum. Sejalan dengan yang dikemukakan oleh Heru,
dkk., bahwa dengan menerapakan model problem based learning
siswa dapat bekerja sama dalam kelompok dan saling memberikan
motivasi untuk secara berkelanjutan terlibat dalam tugas-tugas
kompleks dan memperbanyak peluang untuk mengembangkan
keterampilan sosial dan kemampuan berfikir siswa.21
Indikator orientasi siswa pada masalah pun mendapat tanggapan
baik dari siswa. Orientasi masalah merupakan tahap awal dari model
problem based learning, pada modul praktikum orientasi masalah
disajikan melalui wacana, yang akan menggiring siswa menemukan
dan merumuskan masalah yang harus diselesaikan. Dalam tahap ini
rasa ingin tahu dan gemar membaca akan mendominasi untuk bisa
muncul dari diri siswa dengan mengungkapkan masalah dan jawaban
secara jujur.22 Selain itu, menurut Tan sebuah masalah dapat
memberikan tantangan terhadap pengetahuan yang telah dimiliki
siswa, sikap, dan kemampuannya, maka disebut juga sebagai
identifikasi kebutuhan belajar dan arena belajar baru.23
Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah yang
terdapat di dalam modul praktikum mendapat penilaian terendah dari
siswa bila dibandingkan dengan indikator lainnya. Tahap ini
diimplementasikan dalam bentuk kegiatan refleksi yang terdapat pada
setiap bagian akhir kegiatan praktikum yang dilakukan.

21
Heru Edi Kurniawan, Sarwanto, dan Cari, Pengembangan Modul IPA SMP Berbasis
Problem Based Learning Terintegrasi Pendidikan Karakter pada Materi Getaran dan Gelombang,
Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan Fisika, Surakarta, 2013, h,53.
22
Ibid., h, 52.
23
Oon-Seng Tan, Problem-Based Learning Innovation: Using Problem to Power
Learning in the 21st Century, (Singapura: Cengange Learning Asia, 2003), h.31.
82

Hasil ini menunjukkan bahwa siswa memberikan respon positif


pada model pembelajaran problem based learning yang
diimplementasikan pada modul praktikum. Sejalan dengan penelitian
yang dilakukan oleh Desy Rosmalinda, dkk. diperoleh hasil bahwa
modul praktikum kimia berbasis problem based learning yang
dikembangkannya mendapat respon positif dari siswa dan dapat
diterapkan pada siswa dengan kemampuan kognitif yang beragam,
hanya saja siswa dengan kemampuan kognitif yang rendah
memerlukan bimbingan guru terutama dalam memahami soal
analisis.24
Presentase rata-rata keseluruhan per aspek yang diperoleh dari
angket siswa terhadap modul praktikum berbasis problem based
learning adalah 79,42% dan termasuk ke dalam kategori baik sesuai
dengan kriteria interpretasi skor yang terdapat dalam buku Riduwan
bahwa kategori baik ada pada rentang nilai 70-80%.25

24
Rosmalinda, op.cit., h. 1.
25
Riduwan, Belajar Mudah Penelitian untuk Guru-Karyawan dan Peneliti Muda,
(Bandung: Alfabet, 2013), Cet 9, h. 87.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh dan analisis data yang
telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa pengembangan modul
praktikum berbasis problem based learning untuk kimia kelas X semester
genap dilakukan melalui empat tahap. Pertama adalah tahap perencanaan,
hal yang perlu diperhatikan pada tahap ini meliputi analisis kebutuhan
yang mendalam agar produk yang dikembangkan sesuai dengan kebutuhan
belajar siswa serta analisis materi yang sesuai dengan kurikulum. Kedua
adalah tahap penulisan, beberapa hal yang perlu diperhatikan pada tahap
ini adalah penentuan outline penulisan yang sesuai dengan komponen-
komponen dari modul, pembuatan desain yang sederhana namun tetap
menarik, penyusunan wacana dan pertanyaan produktif yang sesuai
dengan model problem based learning, serta penggunaan dan penempatan
ilustrasi yang dapat menggambarkan secara jelas maksud dan tujuan yang
ingin disampaikan. Ketiga adalah tahap review, hal yang diperhatikan pada
tahap ini adalah pemilihan validator yang berkompeten dalam bidangnya
untuk dapat menguji kelayakan dari modul yang dikembangkan. Keempat
adalah tahap uji coba yang bertujuan untuk mengetahui penilaian siswa
terhadap modul praktikum berbasis problem based learning. Dari hasil
pengolahan angket siswa dadapatkan penilaian sisiwa terhadap modul
praktikum yang dikembangkan termasuk ke dalam kategori baik.

B. Saran
Adapun saran yang peneliti sampaikan terkait dengan hasil penelitian ini
adalah:
1. Bahan ajar untuk kegiatan praktikum merupakan bagian utama bagi
siswa dalam melakukan kegiatan praktikum. Oleh karena itu, perlu
dipersiapkan bahan ajar yang dapat melatih kecerdasan, kreatifitas, dan

83
84

keterampilan siswa. Salah satunya dengan menggunakan modul


praktikum berbasis problem based learning.
2. Perlu dilakukan penyempurnaan pada modul praktikum yang
dikembangkan khususnya pada aspek elemen mutu yang memiliki
presentase terendah dibandingkan dengan ketiga aspek lainnya.
3. Terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan
pengembangan modul praktikum berbasis problem based learning,
diantaranya adalah analisis kebutuhan yang mendalam, penentuan
outline, kesesuaian materi dengan KI dan KD, serta aspek elemen
mutu modul.
DAFTAR PUSTAKA

Amir, M. Taufiq. Inovasi Pendidikan Melalui Problem Based Learning Bagimana


Pendidik Memberdayakan Pemelajar Di Era Pengetahuan. Jakarta: Kencana
Prenada Media Group, Cet. II, 2010.

Apriliyana, Uski, Herlina Fitrihidayati, dan Rahardjo. Pengembangan Perangkat


Pembelajaran Berbasis Inkuiri Pada Materi Pencemaran Lingkungan Dalam
Upaya Melatih Keterampilan Berpikir Kritis Siswa Kelas X SMA. Jurnal
BioEdu, Vol. 1 No. 3, 2012.

Arends, Richard I. Learning to Teach. New York: Mc Graw-Hill, 2007.

Arikunto. Suharsimi. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik (Edisi


Revisi). Jakarta: Rineka Cipta, 2010.

Arsyad, Azhar. Media Pembelajaran, Jakarta: Raja Wali Pers, 2011.

Asyhar, Rayandra. Kreatif Mengembangkan Media Pembelajaran. Jakarta:


Referensi, Cet. I, 2012.

BSNP. Deskripsi Butir Instrumen Penilaian Buku Teks Pelajaran SMP, SMA,
SMK Komponen Kegrafikan. 2007.

BSNP. Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Jakarta, 2006.
Chang, Raymond. Kimia Dasar Konsep-Konsep Inti Edisi Ketiga Jilid 1.
Jakarta: Erlanggga, 2004.

Daryanto. Menyusun Modul. Yogyakarta: Gava Media, Cet I, 2013.

Daryanto. Startegi Dan Tahapan Mengajar: Bekal Keterampilan Dasar Bagi


Guru. Bandung: Yrama Widya, 2013.

Daryanto dan Dwicahyono. Pengembangan Perangkat Pembelajaran (Silabus,


RPP, PHB, Bahan Ajar). Yogyakarta: Gava Media, Cet I, 2014.

Depdiknas. Panduan Pengembangan Bahan Ajar. Depdiknas, 2008.

Djamarah, Syaiful Bahri dan Aswan Zain. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: PT
Rineka Cipta, 2006.

Donnell, Claire Mc Christine O‟Connor, dan Michael K Seery, Developing


Practical Chemistry Skills By Means Of Student-Driven Problem Based

85
86

Learning Mini-Projects, Chemistry Education Research and Practice, 8 (2),


2007.

Eggen, Paul dan Don Kauchak. Strategi dan Model Pembelajaran Mengajarkan
Konten dan Keterampilan Berpikir. Jakarta: Indeks, 2012.

Eneste, Pamusuk. Buku Pintar Penyuntingan Naskah Edisi Kedua. Jakarta:


Gramedia.

Faizi, Mastur. Ragam Metode Mengajarkan Eksakta pada Murid. Jogjakarta: Diva
Press, Cet. I, 2013.

Fidiana, Lutfi, Bambang S, dan Pratiwi D. Pembuatan Dan Implementasi Modul


Praktikum Fisika Berbasis Masalah Untuk Meningkatkan Kemandirian
Belajar Siswa Kelas XI. Unnes Physics Education Journal, 1(1), 2012.

Harnanto, Ari dan Ruminten. Kimia Untuk SMA/MA Kelas X. Jakarta: Pusat
Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional. 2009

Jannah, Dias Fachtul dan Kusumawati Dwiningsih. Kelayakan Buku Ajar Kimia
Berorienatasi Quantum Learning pada Materi Pokok Kimia Unsur untuk
Siswa Kelas XII SMA. Unesa Journal of Chemical Education. Vol. 2, No. 2,
2013.

Kelly, Orla C. dan Ordilla E. Finalyson, Providing Solutions Through Problem-


Based Learning For The Undergraduate 1st Year Chemistry Laboratory,
Chemistry Education Research and Practice, (8) 3, 2007.

Kurniawan, Heru, Edi Sarwanto, dan Cari, Pengembangan Modul IPA SMP
Berbasis Problem Based Learning Terintegrasi Pendidikan Karakter pada
Materi Getaran dan Gelombang, Seminar Nasional Fisika dan Pendidikan
Fisika, Surakarta, 2013, h, 53.

Margono. Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta, 2007.

Mulyasa, E. Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Bandung: Remaja


Rosdakarya, 2011.

Mulyasa, E. Menjadi Guru Profesional Menciptakan Pembelajaran Kreatif dan


Menyenangkan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2006.

Nurcahya, Dwi. “Pengaruh Problem Based Learning Terhadap Kemampuan


Berpikir Kritis Siswa Pada Pembelajaran Kimia”, Skripsi pada program
sarjana UIN Syarif Hidayatullah, 2012, tidak dipublikasikan.
87

Prastowo, Andi. Panduan Kreatif Membuat Bahan Ajar Inovatif. Jakarta: Diva
Press, Cet. V, 2013.

Purba, Michael. Kimia 1B Untuk SMA Kelas X. Jakarta: Erlangga, 2002.

Riduwan. Belajar Mudah Penelitian untuk Guru-Karyawan dan Peneliti Muda.


Bandung: Alfabet, 2013.

Riska Pridamaulia, “Pengembangan LKS Eksperimen Berorientasi Inkuiri


Terbimbing Pada Materi Laju Reaksi”, Skripsi pada program sarjana UIN
Syarif Hidayatullah, 2014, tidak dipublikasikan.

Rosmalinda, Desy. Muhammad Rusdy, dan Bambang Haryadi. Pengembangan


Modul Praktikum SMA Berbasis PBL (Problem Based Learning). Edu-Sains
Volume 2 No. 2, 2013.

Rusman. Model-Model Pembelajaran Mengembangkan Profesionalisme Guru.


Jakarta: Raja Grafindo Persada, Cet. V, 2012.

Sanjaya, Wina. Penelitian Pendidikan: Jenis, Metode dan Prosedur. Jakarta:


Kencana, Cet 1, 2013.

Sanjaya, Wina. Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan.


Jakarta: Kencana, Cet. 10, 2013.

Savin-Banden, Maggi. A Practical Guide to Problem-Based Learning Online.


Oxon: Taylor & Francis, 2007.

Setyawati, Arifatun Anifah. Kimia: Mengkaji Fenomena Alam Untuk Kelas X


SMA/MA. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional, 2009.

Sudjana, Nana. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: PT Remaja


Rosdakarya, 2009.

Sugiyono. Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan


R&D). Bandung: Alfabeta, Cet. 11, 2010.

Sujiono dan Arif Widiyatmoko. Pengembangan Modul IPA Terpadu Berbasis


Problem Based Learning Tema Gerak Untuk Meningkatkan Kemampuan
Berpikir Kritis Siswa. Unnes Science Education Journal 3 (3), 2014.

Sukmadinata, Nana Syaodih. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: PT


Remaja Rosdakarya, 2011.
88

Susilana, Rudi dan Cepi Riyana. Media Pembelajaran. Bandung: CV Wacana


Prima, 2009.

Tan, Oon-Seng. Problem-Based Learning and Cretivity, Singapore: Cengage


Learning, 2009.

Taşoğlu, Aslıhan Kartal dan Mustafa Bakaç. The Effect of Problem Based
Learning Approach on Conceptual Understanding in Teaching of Magnetism
Topics. Eurasian Journal Physics and Chemistry Education, 6(2), 2014.

Trianto. Mengembangkan Model Pembelajaran Tematik. Jakarta: PT. Prestasi


Putrakarya, 2010.

Trianto. Model Pembelajaran Terpadu. Jakarta: Bumi Aksara, 2010.

Wena, Made. Strategi Pembelajaran Inovatif Kontemporer. Jakarta: Bumi Aksara,


2009.

Widodo, Chomsin S. dan Jasmadi. Panduan Menyusun Bahan Ajar Berbasis


Kompetensi. Jakarta: PT Elex Media Komputindo, 2008.

Widyowati, Eka Martya. “Pengembangan Lembar Kerja Siswa Berorientasi


Problem Based Learning Pada Materi Laju Reaksi” Skripsi pada program
sarjana UIN Syarif Hidayatullah, 2013, tidak dipublikasikan.

Yamin, Martinis. Strategi dan Metode dalam Model Pembelajaran. Ciputat:


Referensi, Cet. 1, 2013.

Zulfiani, Tonih Feronika, Kinkin Suartini, Strategi Pembelajaran Sains. Jakarta:


Lembaga Penelitian UIN Jakarta, Cet. I 2009.
Lampiran-Lampiran
.

89
90

Lampiran 1. Analisis Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar


Kompetensi Inti: 4 Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang
dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan
Kompetensi Dasar: 4.8 Merancang, melakukan, dan menyimpulkan serta menyajikan hasil percobaan untuk mengetahui sifat larutan elektrolit dan
larutan non- elektrolit .
Materi Indikator Tujuan Aktivitas guru Aktivitas Siswa Tahap PBL Alat dan Bahan
Pembelajaran
Daya hantar  Merancang dan  Siswa dapat  Meminta siswa  Membaca wacana  Orientasi siswa Modul
listrik larutan melakukan mengidentifikasi untuk membaca yang terdapat dalam pada masalah praktikum
elektrolit dan non percobaan daya masalah pada wacana yang modul praktikum. berbasis
elektrolit wacana. terdapat dalam
hantar listrik problem based
bagian awal modul
berbagai larutan. praktikum. learning
Batu baterai 9
 Membagi dan  Berdiskusi dengan  Mengorganisasi volt
memusatkan teman sekelompoknya kan siswa untuk Kabel
perhatian siswa untuk merumuskan belajar Batang karbon
untuk menemukan masalah yang ditemui 2 buah
masalah dengan
diskusi kelompok
dalam wacana. Lampu bohlam
kecil
 Siswa dapat  Membimbing siswa  Mencari dan  Membimbing Gelas kimia 50
mengajukan dalam melakukan menganalisis penyelidikan ml 7 buah
pemecahan penyelidikan. informasi yang sesuai individu atau Botol semprot
masalah. untuk memecahkan kelompok Tisu
masalah. Papan kayu
bekas
 Siswa dapat  Merancang Larutan garam
 Membimbing siswa
merancang dan percobaan untuk
91

mlakukan dalam merancang melakukan Larutan gula


percobaan daya percobaan larutan penyelidikan lebih Larutan asam
hantar listrik elektrolit dan non lanjut dari pemecahan cuka
berbagai larutan. elektrolit.
masalah yang telah Larutan urea
dikemukakan Larutan NaOH
sebelumnya. Air sungai
 Menentukan alat dan Aquades/air
bahan yang akan suling
digunakan. Alkohol 70%
 Mendiskusikan dan
merancang langkah
kerja.

 Menyiapkan alat dan


 Membimbing siswa bahan yang
melakukan
diperlukan.
praktikum sesuai
dengan rancangan  Melakukan praktikum
yang telah dibuat sesuai dengan
sebelumnya. rancangan yang telah
dibuat.
 Melakukan
pengamatan terhadap
percobaan yang
sedang dilaksanakan.
 Mencatat hasil  Mengembangkan
pengamatan pada tabel dan menyajikan
yang telah disediakan hasil karya
di modul.
92

 Mengolah dan  Siswa dapat  Meminta siswa  Menganalisis data


menganalisis data mengolah dan untuk menyimpulkan hasil percobaan untuk
hasil percobaan menganalisis data sifat-sifat larutan menyimpulkan sifat
untuk elektrolit dan non
hasil percobaan larutan elektrolit dan
menyimpulkan elektrolit.
sifat-sifat larutan untuk non elektrolit
elektrolit kuat, menyimpulkan berdasarkan
elektrolit lemah, sifat larutan percobaan.
dan non elektrolit elektrolit dan non
berdasarkan daya elektrolit
hantar listrik. berdasarkan daya
hantar listriknya
 Meminta siswa
 Mengelompokkan untuk
larutan mengelompokkan  Mengelompokkan
 Siswa dapat
berdasarkan daya larutan berdasarkan
mengelompokkan larutan ke dalam
hantar listriknya daya hantar
larutan larutan elketrolit dan
listriknya.
(larutan elektrolit berdasarkan daya non elektrolit.
kuat, elektrolit hantar listriknya
lemah, dan non (larutan elektrolit
elektrolit) dari kuat, elektrolit
lemah, dan non
data hasil
elektrolit) dari
percobaan. data hasil
percobaan.  Meminta siswa
 Menyajikan hasil untuk membuat
laporan hasil
percobaan larutan  Siswa dapat  Membuat laporan
praktikum.
elektrolit dan non menyajikan hasil praktikum dengan
percobaan larutan melengkapi modul dan
elektrolit.  Meminta setiap
elektrolit dan non menjawab pertanyaan
kelompok untuk
elektrolit. merefleksikan dan post lab.
93

mengevaluasi proses  Merefleksikan  Menganalisis


pemecahan masalah. dan mengevaluasi dan
hasil pemecahan mengevaluasi
proses
masalah.
pemecahan
masalah

Kompetensi Dasar: 4.9Merancang, melakukan, dan menyimpulkan serta menyajikan hasil percobaan reaksi oksidasi-reduksi.
Materi Indikator Tujuan Aktivitas guru Aktivitas Siswa Tahap PBL Alat dan
Pembelajaran Bahan
Reaksi reduksi  Merancang  Siswa dapat  Meminta siswa  Membaca wacana yang  Orientasi  Modul
dan oksidasi percobaan reaksi mengidentifikasi untuk membaca terdapat dalam modul siswa pada praktikum
oksidasi-reduksi. masalah pada wacana yang praktikum. masalah berbasis
wacana. terdapat dalam
problem
bagian awal modul
praktikum. based
learning
 Memusatkan  Berdiskusi dengan  Mengorganisa  Tabung
perhatian siswa teman sekelompoknya sikan siswa reaksi
untuk menemukan untuk merumuskan untuk belajar  Rak tabung
masalah dengan masalah yang ditemui reaksi
diskusi kelompok
 Siswa dapat
dalam wacana.  Fe(s)
 Membimbing siswa
mengajukan dalam melakukan  Mencari dan  Membimbing
pemecahan penyelidikan. menganalisis informasi penyelidikan
masalah. yang sesuai individu atau
untuk memecahkan kelompok
masalah.
94

 Siswa dapat  Membimbing siswa  Merancang


merancang dalam merancang percobaan
percobaan reaksi percobaan reaksi untuk melakukan
oksidasi-reduksi oksidasi-reduksi
penyelidikan lebih lanjut
dari pemecahan masalah
yang telah dikemukakan
sebelumnya.
 Menentukan alat dan
bahan yang akan
digunakan.
 Mendiskusikan dan
merancang langkah kerja.

 Melakukan  Siswa dapat  Membimbing siswa  Menyiapkan alat dan bahan


percobaan reaksi melakukan melakukan yang diperlukan.
oksidasi-reduksi percobaan reaksi praktikum sesuai
dengan rancangan  Melakukan praktikum
oksidasi-reduksi
yang telah dibuat sesuai dengan
sebelumnya. rancangan yang telah
dibuat.
 Melakukan pengamatan
terhadap eksperimen yang
sedang dilaksanakan.

 Menyimpulkan  Siswa dapat  Meminta siswa


data hasil menyimpulkan  Mencatat hasil pengamatan  Mengembang
untuk menganalisis kan dan
percobaan reaksi data hasil pada tabel yang telah
reduksi oksidasi percobaan reaksi data hasil percobaan menyajikan
disediakan di modul.
reduksi oksidasi dan menarik hasil karya
95

kesimpulan.  Menganalisis data hasil


percobaan reaksi reduksi
oksidasi untuk menarik
kesimpulan.
 Siswa dapat  Meminta siswa
 Menyajikan hasil  Membuat laporan
meyajikan hasil untuk membuat
percobaan reaksi percobaan reaksi laporan hasil praktikum dengan
oksidasi-reduksi oksidasi-reduksi praktikum. melengkapi modul dan
menjawab pertanyaan post
lab.

 Meminta setiap  Merefleksikan  Menganalisis


kelompok untuk dan mengevaluasi hasil dan
merefleksikan dan pemecahan masalah. mengevaluasi
mengevaluasi proses proses
pemecahan masalah. pemecahan
masalah
96

Lampiran 2. Perincian Tugas dan Pertanyaan pada Modul Praktikum


Chemlab Basics
Jenis Tugas Daftar Pertanyaan
Individu 1. Carilah contoh bahan kimia yang termasuk ke dalam kategori:
Mudah meledak (explosive)
Pengoksidasi (oxsidizing)
Mudah terbakar (flammable)
Korosif (corrosive)
Beracun (toxic)
Iritasi (irritant)
Bahaya bagi kesehatan (healt hazard)
Berbahaya bagi lingkungan (dangerous for environment)
Gas bertekanan (pressure gas)
2. Tuliskan nama beserta fungsi dari beberapa alat laboratorium yang terdapat pada tabel berikut!
No Nama Alat dan Gambar Fungsi
1 …………………

2 …………………

3 …………………

4 ………………..

5 ………………………….
97

Praktikum 1: Larutan Elektrolit dan Non Elektrrolit


Jenis Tugas Daftar Pertanyaan Tahap PBL
Kegiatan diskusi
Kelompok Bacalah wacana di bawah ini dengan teliti! Orientasi siswa pada masalah
Berdasarkan wacana di atas, jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan berdiskusi Mengorganisasiskan siswa
bersama teman sekelompokmu! untuk belajar
Tuliskan permasalahan yang kalian temukan dari wacana di atas!
Menurut kalian, teori apakah yang berhubungan dengan masalah yang kalian temukan Membimbing penyelidikan
dalam wacana? individu atau kelompok
Carilah teori tersebut dari buku ataupun internet, kemudian tulis dan jelaskan pada kolom
di bawah ini!
Berdasarkan teori yang telah kalian temukan, bagaimana cara kalian untuk
menyelesaikan masalah tersebut?
Kegiatan eksperimen
Kelompok Pilihlah diantara alat-alat berikut yang dapat digunakan untuk melakukan kegiatan Membimbing penyelidikan
eksperimen individu atau kelompok
Buatlah skema langkah kerja untuk kegiatan ekperimen yang akan kamu lakukan!
Gambarkanlah rangkaian eksperimen yang kalian lakukan dan berikanlah keterangannya!
Lakukanlah percobaan sesuai dengan rancangan yang telah kalian buat!
Catatlah hasil pengamatan yang kalian dapatkan pada tabel berikut! Menyajikan hasil karya
Individu Buatlah pembahasan secara individu dengan menghubungkan antara teori dan hasil
pengamatan yang kamu peroleh! Jika hasil eksperimen kamu berbeda dengan teori,
berilah alasan ilmiah untuk hasil yang berbeda tersebut!
Berdasarkan pembahasan yang kamu buat, kesimpulan apa yang dapat kamu peroleh?
Tuliskan daftar pustaka dari buku maupun internet yang kamu gunakan sebagai bahan
rujukan!
Refleksi
Individu Apa yang membuatmu yakin dengan solusi yang kamu ajukan? Menganalisis dan evaluasi
Apakah kegiatan eksperimen yang kamu rancang dan lakukan dapat membantumu dalam proses pemecahan masalah
menemukan jawaban dari masalah yang kamu temukan dalam wacana? Jelaskan!
Apakah hipotesis yang kamu ajukan terbukti? Jelaskan!
98

Setelah melakukan kegiatan yang terdapat dalam modul ini, hal apa saja yang telah kamu
pelajari?

Post Lab
Individu 1. Definisikan pengertian larutan elektrolit dan non elektrolit berdasarkan eksperimen
yang telah kamu lakukan?
2. Berdasarkan eksperimen yang telah kamu lakukan, lengkapilah tabel sifat-sifat
larutan elektrolit kuat, elektrolit lemah dan non elektrolit di bawah ini!
Jenis larutan Tes nyala lampu Tes elektroda Contoh larutan
Elektrolit kuat
Elektrolit lemah
Non elektrolit
3. Setelah melakukan kegiatan eksperimen, dapatkah kamu menjelaskan fenomena
tersengatnya ikan dalam air sungai?
4. Jelaskan mengapa larutan elektrolit dapat menghantarkan listrik sedangakan larutan
non elektrolit sebaliknya!
5. Sebutkan dan jelaskan 2 contoh penerapaan konsep larutan elektrolit dan non
elektrolit di kehidupan sehari-hari!

Praktikum 2: Reaksi Reduksi Oksidasi


Jenis Tugas Daftar Pertanyaan Tahap PBL
Kegiatan diskusi
Kelompok Bacalah wacana di bawah ini dengan teliti! Orientasi siswa pada masalah
Berdasarkan wacana di atas, jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan berdiskusi Mengorganisasiskan siswa
bersama teman sekelompokmu! untuk belajar
Tuliskan permasalahan yang kalian temukan dari wacana di atas!
Menurut kalian, teori apakah yang berhubungan dengan masalah yang kalian temukan Membimbing penyelidikan
dalam wacana? individu atau kelompok
Carilah teori tersebut dari buku ataupun internet, kemudian tulis dan jelaskan pada kolom
99

di bawah ini!
Berdasarkan teori yang telah kalian temukan, bagaimana cara kalian untuk
menyelesaikan masalah tersebut?
Kegiatan Eksperimen
Kelompok Pilihlah diantara alat-alat berikut yang dapat digunakan untuk melakukan kegiatan Membimbing penyelidikan
eksperimen individu atau kelompok
Buatlah skema langkah kerja untuk kegiatan ekperimen yang akan kamu lakukan!
Gambarkanlah rangkaian eksperimen yang kalian lakukan dan berikanlah keterangannya!
Lakukanlah percobaan sesuai dengan rancangan yang telah kalian buat!
Catatlah hasil pengamatan yang kalian dapatkan pada tabel berikut! Menyajikan hasil karya
Individu Buatlah pembahasan secara individu dengan menghubungkan antara teori dan hasil
pengamatan yang kamu peroleh! Jika hasil eksperimen kamu berbeda dengan teori,
berilah alasan ilmiah untuk hasil yang berbeda tersebut!
Berdasarkan pembahasan yang kamu buat, kesimpulan apa yang dapat kamu peroleh?
Tuliskan daftar pustaka dari buku maupun internet yang kamu gunakan sebagai bahan
rujukan!
Refleksi
Individu Apa yang membuatmu yakin dengan solusi yang kamu ajukan? Menganalisis dan evaluasi
Apakah kegiatan eksperimen yang kamu rancang dan lakukan dapat membantumu dalam proses pemecahan masalah
menemukan jawaban dari masalah yang kamu temukan dalam wacana? Jelaskan!
Apakah hipotesis yang kamu ajukan terbukti? Jelaskan!
Setelah melakukan kegiatan yang terdapat dalam modul ini, hal apa saja yang telah kamu
pelajari?
Post Lab
Individu 1. Faktor apa saja yang mempengaruhi terjadinya korosi?
2. Tuliskan rumus kimia dari karat besi!
3. Dari percobaan yang telah kamu lakukan, tentukanlah variabel kontrol dan bebas!
4. Jelaskan mengapa perkaratan besi termasuk ke dalam reaksi redoks?
5. Sebutkan dan jelaskan 2 contoh penerapaan konsep reaksi redoks di kehidupan
sehari-hari!
100

Evaluasi
Janis Tugas Daftar Pertanyaan
Individu Bagian A. Berilah tanda silang (X) pada jawaban yang benar!
1. Serbuk garam dilarutkan ke dalam air, ternyata larutan garam tersebut dapat menghantarkan arus listrik. Pernyataan yang
tepat untuk menerangkan peristiwa ini adalah..
2. Perhatikanlah tabel hasil pengamatan berikut ini
Larutan Nyala Lampu Gelembung gas
A Tidak menyala Tidak ada gelembung gas
B Terang Ada gelembung gas
C Tidak menyala Ada gelembung gas
D Terang Ada gelembung gas
E Tidak menyala Tidak ada gelembung gas
F Redup Ada gelembung gas
Dari data hasil pengamatan tersebut larutan manakah yang termasuk ke dalam larutan elektrolit kuat…

3. Perhatikan tabel di bawah ini


Nama Zat Konsentrasi Volume Pengamatan
Voltase (v) Arus (mA)
HCl 0,5 M 20mL 3 0,8
HCl 1M 20mL 3 1,4
HCl 1,5 M 20mL 3 2,3
Dari data tersebut apakah yang mempengeruhi daya hantar listrik suatu larutan?
4. Diketahui beberapa zat sebagai berikut
2) Garam dapur
3) Gula pasir
4) Asam Cuka
Berdasarkan sifat daya hantar listriknya, urutan larutan-larutan tersebut dari yang non elektrolit, elektrolit lemah, dan
elektrolit kuat adalah….
101

5.Diketahui data hasil pengujian daya hantar listrik berbagai zat sebagai berikut:
Jenis Zat Padatan Lelehan Larutan
X Non konduktor Non konduktor Konduktor
Y Non konduktor Konduktor Konduktor
Z Non konduktor Non konduktor Non konduktor
Elektrolit yang merupakan senyawa ion adalah..
6. Sebagian daur nitrogen di alam mengalami proses sebagai berikut
N2 NO

NO3- NO2
Urutan biloks nitrogennya adalah…
7. Di antara reaksi-reaksi berikut, mana yang merupakan reaksi redoks adalah…
8. Manakah yang bukan merupakan reaksi reduksi?
9. Tiga macam pengertian reaksi reduksi oksidasi adalah sebagai berikut:
1) Penerimaan dan pelepasan oksigen
2) Kenaikan dan penurunan bilangan oksidasi
3) Penerimaan dan pelepasan elektron
Urutan perkembangan konsep reduksi oksidasi tersebut adalah…
10. Berapakah biloks dari unsur kobal dalam senyawa kobal (II) klorida…

Bagian B. Jawablah pertanyaan berikut dengan tepat!


1. Bacalah cuplikan berita dibawah ini dengan teliti!
Wacana

Tuliskanlah masalah yang berkaitan dengan konsep larutan elektrolit dan non elektrolit dari cuplikan berita di atas!
kemudian carilah jawaban dari masalah yang telah kamu temukan tersebut!
Daftar masalah
.................................................................................................................................................
Penyelesaian:
.................................................................................................................................................
102

2.
Wacana
Tuliskanlah masalah yang kamu temukan dari wacana di atas! kemudian carilah jawaban dari masalah yang telah kamu
temukan tersebut!
Daftar masalah:
................................................................................................................................................
Penyelesaian:
................................................................................................................................................
3.
Wacana
Tuliskanlah permasalah yang dapat kalian temukan dari wacana tersebut! kemudian carilah penyelesainnya yang memiliki
keterkaitan dengan konsep redoks!
Daftar masalah:
................................................................................................................................................
Penyelesaian:
................................................................................................................................................
103

Lampiran 3. Kriteria Penskoran Tugas pada Modul Praktikum


Chemlab Basics
No Pertanyaan Kriteria jawaban Skor dan ketentuan penetapan
skor
1. Carilah contoh bahan a.Mudah meledak (explosive): diidopropiler, tetrahidrofuran 5= Menuliskan jawaban dengan
kimia yang termasuk ke b. Pengoksidasi (oxsidizing): kalium klorat ( KClO3) lengkap (9 jawaban)
dalam kategori: c. Mudah terbakar (flammable): etil eter, propana 4= Terdapat 1-2 jawaban yang
a. Mudah meledak d. Korosif (corrosive): asam kuat (HCl, HNO3) tidak dituliskan
(explosive) e. Beracun (toxic): karbon tetraklorida (CCl4), merkuri 3= Terdapat 3-4 jawaban yang
b. Pengoksidasi f. Iritasi (irritant): halogen, benzoil klorida tidak dituliskan
(oxsidizing) g. Bahaya bagi kesehatan (healt hazard): benzena 2= Terdapat 5-6 jawaban yang
c. Mudah terbakar h. Berbahaya bagi lingkungan (dangerous for environment): tidak dituliskan
(flammable) tetraklorometan 1= Tedapat 7-8 jawaban yang
d. Korosif (corrosive) i. Gas bertekanan (pressure gas): asetilen tidak dituliskan
e. Beracun (toxic) 0= Tidak menjawab
f. Iritasi (irritant)
g. Bahaya bagi kesehatan
(healt hazard)
h. Berbahaya bagi
lingkungan (dangerous for
environment)
i. Gas bertekanan
(pressure gas)
2. Tuliskan nama beserta No Nama Alat dan Fungsi 5= Menuliskan jawaban dengan
fungsi dari beberapa alat Gambar lengkap (10 jawaban)
laboratorium yang 1 Neraca tiga Digunakan untuk mengukur massa 4= Terdapat 1-2 jawaban yang
terdapat pada tabel lengan suatu zat tidak dituliskan
berikut! 3= Terdapat 3-4 jawaban yang
tidak dituliskan
2= Terdapat 5-6 jawaban yang
tidak dituliskan
1= Terdapat 7-8 jawaban yang
104

2 Labu erlenmeyer Digunakan untuk menyimpan dan tidak dituliskan


mereaksikan larutan, menampung filtrat 0= Tidak menuliskan jawaban
hasil penyaringan, menampung titran
(larutan yang dititrasi) pada proses
titrasi, dan digunakan sebagai wadah
saat memanaskan larutan.
3 Kaca arloji
Digunakan untuk tempat bahan padatan
pada saat menimbang.
4 Rak tabung Digunakan untuk meletakkan tabung
reaksi reaksi saat mereaksikan bahan kimia.

5 Corong Digunakan untuk memasukkan atau


memindahkan larutan dari suatu wadah
ke wadah dengan mulut sempit, seperti
labu ukur. Selain itu, digunakan pula
dalam proses penyaringan setelah diberi
kertas saring pada bagian atasnya.

Jumlah skor maksimum 10 Nilai = x 100


105

Praktikum 1: Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit


Kegiatan diskusi
No Pertanyaan Kriteria jawaban Skor dan ketentuan penetapan skor
1 Masalah apa yang - Apakah air sungai, larutan cuka, aquades/air suling, larutan 2 = Menuliskan dua masalah yang ditemukan
kalian temukan dari urea, larutan NaOH, dan alkohol 70% dapat menghantarkan dari wacana
wacana di atas? arus listrik? 1 = Menuliskan satu masalah
Tuliskanlah pada - Bagaimana cara mengidentifikasi daya hantar dari air sungai, 0 = Tidak menuliskan jawaban
kolom di bawah ini! larutan cuka, aquades/air suling, larutan urea, larutan NaOH,
dan alkohol 70%?
2. Menurut kalian teori - Teori yang sesuai adalah teori larutan elektrolit dan non 4= Menjawab dan menuliskan teori yang
apakah yang sesuai elektrolit. berkaitan dengan masalah
dengan masalah yang 3= Menjawab teori dengan benar tetapi tidak
kalian temukan dalam menuliskan teori pada kolom yang
wacana? tersedia
Carilah teori tersebut 2= Menjawab dan menuliskan teori yang tidak
dari buku ataupun berkaitan dengan masalah
internet, kemudian tulis 1= Menjawab teori yang tidak berkaitan
dan jelaskan pada dengan masalah dan tidak menuliskan
kolom di bawah ini! teori pada kolom yang tersedia
0= Tidak menuliskan jawaban
3. Berdasarkan teori yang - Membuat alat uji elektrolit yang dibuat dari rangkaian batu 2= Menuliskan startegi dan menjelaskannya
telah kalian temukan, baterai sebagai sumber arus listrk yang dihubungkan dengan secara lengkap
bagaimana cara kalian lampu bohlam kecil dan elektroda karbon 1=Menuliskan strategi tanpa memberi
untuk menyelesaikan penjelasan secara lengkap
masalah tersebut? 0= Tidak menuliskan jawaban
106

Kegiatan Eksperimen Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit


No Pertanyaan Kriteria jawaban Skor dan ketentuan penetapan skor
1 Alat dan Bahan Alat: 4= Menuliskan seluruh alat dan bahan yang
- Batu baterai 9 volt diperlukan sesuai dengan kunci jawaban
- Kabel 3= Terdapat 1-2 alat/bahan yang tidak
- Batang karbon 2 buah dituliskan
- Lampu bohlam kecil 2= Terdapat 3-4 alat/bahan yang tidak
- Gelas kimia 50 ml 7 buah dituliskan
- Botol semprot 1= Terdapat lebih dari 5 alat/bahan yang tidak
- Tisu dituliskan.
- Papan kayu bekas 0= Tidak menuliskan jawaban

Bahan:
- Larutan garam
- Larutan gula
- Larutan asam cuka
- Larutan urea
- Larutan NaOH
- Air sungai
- Aquades/air suling
- Alkohol 70%
2. Membuat skema - Membuat alat uji larutan elektrolit 4= Menuliskan langkah kerja dengan lengkap
langkah kerja - Mempersipakan larutan yang akan di ujikan (menuliskan 5 langkah kerja).
- Menguji daya hantar suatu larutan dan mencatat hasil 3= Menuliskan 4 langkah kerja
pengamatan 2= Menuliskan 3 langkah kerja
- Membilas elektroda karbon dengan air dan mengeringkannya 1= Menuliskan kurang dari 3 langkah kerja
dengan tisu 0= Tidak menuliskan langkah kerja
- Mengulangi langkah ke-3 dan ke-4 dengan larutan lainnya
107

3. Gambarkanlah 2= Membuat gambar alat uji elektrolit dan


rangkaian alat uji memberi keterangan pada gambar
larutan elektrolit, dan 1= Membuat gambar alat uji elektrolit tanpa
tuliskan pula memberikan keterangan pada gambar
keterangannya 0 = Tidak membuat gambar

4. Hasil pengamatan Menuliskan hasil pengamatan dari 8 larutan yang diujikan pada 4= Menuliskan hasil pengamatan dengan
tabel yang tersedia lengkap (8 hasil pengamatan)
3= Terdapat 1-2 hasil pengamatan yang tidak
dituliskan
2= Terdapat 3-4 hasil pengamatan yang tidak
dituliskan
1= Terdapat lebih dari 5 hasil pengamatan
yang tidak dituliskan.
0= Tidak menuliskan hasil pengamatan
5. Pembahasan - Bahasa yang digunakan mudah dipahami 4= Memenuhi 4 kriteria
- Pembahasan sesuai dengan tujuan praktikum 3= Memenuhi 3 kriteria
- Pembahasan sesuai dengan hasil praktikum 2= Memenuhi 2 kriteria
- Adanya hubungan antara pembahasan dengan literatur yang 1= Memenuhi 1 kriteria
diambil 0= Tidak menuliskan pembahasan
6. Kesimpulan - Kesimpulan sesuai dengan tujuan praktikum 4= Memenuhi 4 kriteria
- Kesimpulan yang disajikan sesuai dengan pembahasan 3= Memenuhi 3 kriteria
- Kesimpulan sesuai dengan hasil praktikum 2= Memenuhi 2 kriteria
- Kesimpulan dituliskan dengan bahasa yang mudah dipahami 1= Memenuhi 1 kriteria
0= Tidak menuliskan kesimpulan
7. Daftar Pustaka - Menuliskan daftar pustaka sesuai dengan aturan penulisan 2= Menuliskan daftar pustaka sesuai dengan
(Nama penulis. Judul buku. Kota terbit: penerbit. Tahun terbit) aturan penulisan
1= Menuliskan daftar pustaka tidak sesuai
dengan aturan penulisan
0= Tidak menuliskan daftar pustaka
108

Post Lab Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit


No Pertanyaan Kriteria jawaban Skor dan ketentuan penetapan skor
1 Definisikan pengertian - Larutan elektrolit adalah larutan yang dapat menghantarkan 2= Menuliskan dua jawaban
larutan elektrolit dan listrik yang ditandai dengan nyala lampu dan gelembung gas 1= Menuliskan satu jawaban
non elektrolit pada elektroda. 0= Tidak menuliskan jawaban
berdasarkan percobaan - Larutan non elektrolit adalah larutan yang tidak dapat
yang telah kamu menghantrakan arus listrik ditandai dengan nyala lampu yang
lakukan? tidak menyala dan tidak terdapat gelembung gas pada batang
elektroda.
2. Lengkapilah tabel sifat- Jenis Tes nyala lampu Tes elektroda Contoh larutan 2= Menuliskan jawaban dengan lengkap
sifat larutan elektrolit larutan 1= Terdapat 3-4 jawaban yang tidak dituliskan
kuat, lemah dan non Elektrolit Terang Terbentuk NaCl, NaOH 0= Tidak menuliskan jawaban
elektrolit di bawah ini kuat banyak
berdasarkan percobaan gelembung gas
yang telah kamu Elektrolit Redup/tidak Terbentuk CH3OOH
lemah menyala sedikit air sungai
lakukan!
gelembung gas
Non Tidak menyala Tidak terdapat C6H12O6,
elektrolit gelembung gas air suling, C2H5OH,
CO(NH2)2
3. Setelah melakukan Tersengatnya ikan di dalam air sungai dikarenakan air sungai 2= Menuliskan jawaban dengan tepat
kegiatan eksperimen, termasuk ke dalam larutan elektrolit sehingga dapat 1= Kurang tepat dalam menuliskan jawaban
dapatkah kamu menghantarkan listrik yang dapat menyengat tubuh ikan di dalam 0= Tidak menuliskan jawaban
menjelaskan fenomena air.
tersengatnya ikan dalam
air?
4. Jelaskan mengapa Karena larutan elektrolit mengandung ion-ion yang dapat bergerak 2= Menuliskan 2 jawaban
larutan elektrolit dapat bebas. 1= Menuliskan 1 jawaban
menghantarkan listrik Sedangkan larutan non elektrolit tidak terurai menjadi ion-ion 0= Tidak menuliskan jawaban
sedangakan larutan non
elektrolit sebaliknya?
5. Sebutkan 2 contoh - Oralit diminum penderita diare supaya tidak mengalami 2= Menulis dua contoh penerapan konsep
penerapaan konsep dehidrasi atau kekurangan cairan tubuh. Cairan tubuh larutan elektrolit dan non elektrolit
109

larutan elektrolit dan mengandung komponen larutan elektrolit untuk memungkinkan 1= Menuliskan satu contoh penerapan konsep
non elektrolit di terjadinya daya hantar listrik yang diperlukan implus saraf kerja. larutan elektrolit dan non elektrolit
kehidupan sehari-hari! - Sel aki/accu terdiri dari elektroda Pb sebagai anoda dan PbO2 0= Tidak menuliskan jawaban
Jelaskan! sebagai katoda dengan larutan elektrolit asam sulfat (H2SO4),
adanya larutan elektrolit memungkinkan terjadinya reaksi kimia
yang menghasilkan arus listrik untuk menghidupkan kendaraan.

Jumlah skor maksimum 42 Nilai = x 100

Praktikum 2: Reaksi Reduksi Oksidasi (Redoks)


Kegiatan diskusi

No Pertanyaan Kriteria jawaban Skor dan ketentuan penetapan skor


1 Masalah apa yang - Apa saja yang dapat menyebabkan reaksi perkaratan pada besi? 2 = Menuliskan dua masalah yang ditemukan
kalian temukan dari - Reaksi apakah yang terjadi? dari wacana
wacana di atas? 1 = Menuliskan satu masalah
Tuliskanlah pada 0 = Tidak menuliskan jawaban
kolom di bawah ini!
2. Menurut kalian teori - Teori yang sesuai adalah reaksi reduksi dan oksidasi/redoks dan 4= Menjawab dan menuliskan teori yang
apakah yang sesuai korosi berkaitan dengan masalah
dengan masalah yang 3= Menjawab teori dengan benar tetapi tidak
kalian temukan dalam
menuliskan pada kolom yang tersedia
wacana?
Carilah teori tersebut 2= Menjawab dan menuliskan teori yang tidak
dari buku ataupun berkaitan dengan masalah
internet, kemudian tulis 1= Menjawab teori yang tidak berkaitan
110

dan jelaskan pada dengan masalah dan tidak menuliskan teori


kolom di bawah ini! pada kolom yang tersedia
0= Tidak menuliskan jawaban
3. Berdasarkan teori yang - Dengan mereaksikan antara besi dengan air, besi dengan 2= Menuliskan startegi dan menjelaskannya
telah kalian temukan, asam, besi dengan garam, besi dengan basa, dsb. secara lengkap
bagaimana cara kalian - Reaksi yang terjadi adalah reaksi redoks 1=Menuliskan strategi tanpa memberi
untuk menyelesaikan penjelasan secara lengkap
masalah tersebut? 0= Tidak menuliskan jawaban

Kegiatan Eksperimen Reduksi Oksidasi (Redoks)


No Pertanyaan Kriteria jawaban Skor dan ketentuan penetapan skor
1 Alat dan Bahan Alat: 4= Menuliskan seluruh alat dan bahan yang
- Tabung reaksi diperlukan sesuai dengan kunci jawaban
- Rak tabung reaksi 3= Terdapat 1-2 alat/bahan yang tidak
- Pipet tetes dituliskan
2= Terdapat 3-4 alat/bahan yang tidak
Bahan:
dituliskan
- Fe
1= Terdapat lebih dari 4 alat/bahan yang tidak
- 5 bahan lainnya
dituliskan.
0= Tidak menuliskan alat dan bahan
2. Membuat skema - Amplas logam Fe 4= Menuliskan 4 langkah kerja dengan lengkap
langkah kerja - Masukkan logam Fe ke dalam tabung reaksi 3= Menuliskan 3 langkah kerja
- Beri label pada masinng-masing tabung 2= Menuliskan 2 langkah kerja
- Lakukan penambahan air pada tabung A, penambahan asam
1= Menuliskan kurang dari 2 langkah kerja
pada tabung B, dst.
- Amati secara berkala reaksi yang terjadi dan catat hasilnya 0= Tidak menuliskan langkah kerja
3. Gambarkanlah Contoh 2= Membuat gambar percobaan dan memberi
rancangan keterangan pada gambar
111

percobaanya! Tuliskan 1= Membuat gambar percobaan tanpa


juga keterangannya! memberikan keterangan pada gambar
0 = Tidak membuat gambar

4. Hasil pengamatan Terdapat 5 hasil pengamatan 4= Menuliskan 5 hasil pengamatan dengan


lengkap
3= Terdapat 1 hasil pengamatan yang tidak
dituliskan
2= Terdapat 2 hasil pengamatan yang tidak
dituliskan
1= Terdapat lebih dari 3 hasil pengamatan
yang tidak dituliskan.
0= Tidak menuliskan hasil pengamatan
5. Pembahasan - Bahasa yang digunakan mudah dipahami 4= Memenuhi 4 kriteria
- Pembahasan sesuai dengan tujuan praktikum 3= Memenuhi 3 kriteria
- Pembahasan sesuai dengan hasil praktikum 2= Memenuhi 2 kriteria
- Adanya hubungan antara pembahasan dengan teori yang 1= Memenuhi 1 kriteria
diambil 0= Tidak menuliskan pembahasan
6. Kesimpulan - Kesimpulan sesuai dengan tujuan praktikum 4= Memenuhi 4 kriteria
- Kesimpulan yang disajikan sesuai dengan pembahasan 3= Memenuhi 3 kriteria
- Kesimpulan sesuai dengan hasil praktikum 2= Memenuhi 2 kriteria
- Kesimpulan dituliskan dengan bahasa yang mudah dipahami 1= Memenuhi 1 kriteria
0= Tidak menuliskan kesimpulan
112

7. Daftar Pustaka - Menuliskan daftar pustaka sesuai dengan aturan penulisan 2= Menuliskan daftar pustaka sesuai dengan
(Nama penulis. Judul buku. Kota terbit: penerbit. Tahun terbit) aturan penulisan
1= Menuliskan daftar pustaka tidak sesuai
dengan aturan penulisan
0= Tidak menuliskan daftar pustaka

Post Lab Reaksi Reduksi Oksidasi (Redoks)


No Pertanyaan Kriteria jawaban Skor dan ketentuan penetapan skor
1 Faktor apa saja yang Kelembapan, keasaman suatu zat, dan lingkungan. 2= Menuliskan jawaban secara lengkap
mempengaruhi 1= Menuliskan salah satu jawaban
terjadinya korosi? 0= Tidak menuliskan jawaban
2. Tuliskan rumus kimia Fe2O3.xH2O 2= Menuliskan rumus kimia dengan tepat
dari karat besi! 1=Kurang tepat dalam menuliskan rumus kimia.
0= Tidak menuliskan jawaban
3. Dari percobaan yang Variabel kontrol : Besi 2= Menuliskan jawaban dengan lengkap
telah kamu lakukan, Varibel bebas: air, asam, garam, dsb. 1= Menuliskan salah satu jawaban
tentukanlah variabel 0= Tidak menuliskan jawaban
kontrol dan bebas!
4. Jelaskan mengapa Hal ini dikarenakan logam Fe mengalami reaksi oksidasi, 2= Menuliskan jawaban dengan lengkap.
perkaratan besi sedangkan oksigen mengalami reduksi. 1= Tidak menuliskan jawaban dengan lengkap.
termasuk ke dalam 0= Tidak menuliskan jawaban
reaksi redoks?
5. Sebutkan dan jelaskan - Reaksi redoks terjadi pada penggunaan sel aki, yaitu logam Pb 2= Menulis dua contoh penerapan konsep reaksi
2 contoh penerapaan mengalami reaksi oksidasi membentuk PbSO4, sedangkan PbO2 redoks
konsep reaksi redoks di mengalami reduksi menghasilkan PbSO4 1= Menuliskan satu contoh penerapan konsep
kehidupan sehari-hari! - Penerapan pada industri pelapisan logam. Sebagai contoh reaksi redoks
pelapisan besi dengan seng atau krom untuk menjaga besi dari 0= Tidak menuliskan jawaban
perkaratan.
Jumlah skor maksimum: 42 Nilai = x 100
113

Evaluasi
Bagian A
No Pertanyaan Kunci Jawaban Skor dan ketentuan penetapan skor
1 Serbuk garam dilarutkan ke dalam air, ternyata larutan garam tersebut C 1= Menjawab dengan benar
dapat menghantarkan arus listrik. Pernyataan yang tepat untuk 0= Jawaban salah atau tidak menulis jawaban
menerangkan peristiwa ini adalah..
2 Perhatikanlah tabel hasil pengamatan berikut ini E 1= Menjawab dengan benar
Larutan Nyala Lampu Gelembung gas 0= Jawaban salah atau tidak menulis jawaban
A Tidak menyala Tidak ada gelembung
gas
B Terang Ada gelembung gas
C Tidak menyala Ada gelembung gas
D Terang Ada gelembung gas
E Tidak menyala Tidak ada
gelembung gas
F Redup Ada gelembung gas
Dari data hasil pengamatan tersebut larutan manakah yang termasuk ke
dalam larutan elektrolit kuat…
3 Perhatikan tabel di bawah ini B 1= Menjawab dengan benar
Nama Konsentrasi Volume Pengamatan 0= Jawaban salah atau tidak menulis jawaban
Zat Voltase Arus
(v) (mA)
HCl 0,5 M 20mL 3 0,8
HCl 1M 20mL 3 1,4
HCl 1,5 M 20mL 3 2,3
Dari data tersebut apakah yang mempengeruhi daya hantar listrik suatu
larutan?
4 Diketahui beberapa zat sebagai berikut D 1= Menjawab dengan benar
1) Garam dapur 0= Jawaban salah atau tidak menulis jawaban
2) Gula pasir
3) Asam Cuka
114

Berdasarkan sifat daya hantar listriknya, urutan larutan-larutan tersebut


dari yang non elektrolit, elektrolit lemah, dan elektrolit kuat adalah….
5 Diketahui data hasil pengujian daya hantar listrik berbagaizat sebagai B 1= Menjawab dengan benar
berikut: 0= Jawaban salah atau tidak menulis jawaban
Jenis Padatan Lelehan Larutan
Zat
X Non konduktor Non konduktor Konduktor
Y Non konduktor Konduktor Konduktor
Z Non konduktor Non konduktor Non konduktor
Elektrolit yang merupakan senyawa ion adalah..
6 Sebagian daur nitrogen di alam mengalami proses sebagai berikut C 1= Menjawab dengan benar
N2 NO 0= Jawaban salah atau tidak menulis jawaban

NO3- NO2
Urutan biloks nitrogennya adalah…

7 Di antara reaksi-reaksi berikut, mana yang merupakan reaksi redoks B 1= Menjawab dengan benar
adalah… 0= Jawaban salah atau tidak menulis jawaban
8 Manakah yang bukan merupakan reaksi reduksi? B 1= Menjawab dengan benar
0= Jawaban salah atau tidak menulis jawaban
9 Tiga macam pengertian reaksi reduksi oksidasi adalah sebagai berikut: D 1= Menjawab dengan benar
1) Penerimaan dan pelepasan oksigen 0= Jawaban salah atau tidak menulis jawaban
2) Kenaikan dan penurunan bilangan oksidasi
3) Penerimaan dan pelepasan elektron
Urutan perkembangan konsep reduksi oksidasi tersebut adalah…
10 Berapakah biloks dari unsur kobal dalam senyawa kobal (II) klorida… A 1= Menjawab dengan benar
0= Jawaban salah atau tidak menulis jawaban
115

Bagian B

No Kunci Jawaban Kriteria Jawaban Bobot


Soal
1 Daftar masalah Menuliskan daftar masalah 4
1. Apa yang menyebabkan sesorang dapat tersetrum? dan penyelesaian sesuai
2. Pencegahan apa yang dapat dilakukan untuk menghindari kasus pada berita tersebut? dengan kunci jawaban
Penyelesaian Menuliskan salah satu daftar 3
1. Hal ini dikarenakan kabel yang digunakan terkelupas sehingga tembaga yang terdapat di masalah dan penyelesaian
dalam kabel tidak terlindungi oleh karet yang melapisinya. Dalam hal ini tembaga berperan yang yang sesuai dengan
sebagai elektroda sehingga saat teraliri arus listrik dan terkena air, maka air akan meneruskan kunci jawaban
arus listrik tersebut. Sehingga saat sesorang berada di daerah sekitar aliran listrik maka orang Menuliskan daftar masalah 2
tersebut akan tersengat. dengan benar namun
Hal ini juga dikarenakan air termasuk ke dalam larutan elektrolit yaitu larutan yang dapat memberikan penyelesaian
menghantarkan arus listrik. yang salah
2. Pencegahan yang dapat dilakukan adalah dengan: Menuliskan daftar masalah 1
a. Melakukan pengecekan bagian kabel pada peralatan listrik yang digunakan, usahakan dan penyelesaian yang tidak
jangan sampai ada bagian kabel yang terkelupas. sesuai dengan kunci jawaban
b. Hindari penggunaan stop kontak bila dalam kondisi basah. Tidak menuliskan jawaban 0
2 Daftar masalah Menuliskan daftar masalah 4
1. Mengapa terjadi perbedaan hasil percobaan daya hantar antara HCl murni dengan HCl 5M? dan penyelesaian sesuai
Penyelesaian dengan kunci jawaban
1. Perbedaan hasil percobaan yang antara HCl murni dan HCl 5M adalah karena HCl dalam Menuliskan daftar masalah 3
dengan benar namun
keadaan murni berupa molekul-molekul, sehingga tidak dapat menghantarkan arus listrik.
penyelesaian yang
Sedangkan pada HCl 5M telah terjadi pencampuran antara HCl dengan air sehingga molekul dikemukakan tidak lengkap
HCl terionisasi sempurna di dalam air, maka HCl 5M dapat menghantarkan listrik dengan seperti pada kunci jawaban.
baik. Menuliskan daftar masalah 2
dengan benar namun
memberikan penyelesaian
yang salah
116

Menuliskan daftar masalah 1


dan penyelesaian yang tidak
sesuai dengan kunci jawaban
Tidak menuliskan jawaban 0
3. Daftar masalah Menuliskan daftar masalah 4
1. Bagaimana menerapkan konsep reaksi redoks pada pengolahan limbah perairan? dan penyelesaian sesuai
Penyelesaian dengan kunci jawaban
1. Penerapan konsep reaksi redoks pada pengolahan limbah perairan dapat dilakukan melalui
metode lumpur aktif dengan tahapan sebagai berikut: Menuliskan daftar masalah 3
a. Tahap awal dengan benar namun
Pada tahap ini dilakukan pemisahan benda-benda asing. Sisa-sisa partikel digiling agar penyelesaian yang
tidak merusak alat dalam sistem dan limbah dicampur agar laju aliran dan konsentrasi dikemukakan tidak lengkap
partikel konsisten. seperti pada kunci jawaban.
b. Tahap primer Menuliskan daftar masalah 2
Tahap ini disebut juga tahap pengendapan. Partikel-partikel berukuran suspensi dan dengan benar namun
partikel-partikel ringan dipisahkan, partikel-partikel berukuran koloid digumpalkan memberikan penyelesaian
dengan penambahan elektrolit seperti FeCl3, FeCl2, Al2(SO4)3, dan CaO. yang salah
c. Tahap sekunder
Menuliskan daftar masalah 1
Tahap sekunder meliputi 2 tahap yaitu tahap aerasi (metode lumpur aktif) dan
dan penyelesaian yang tidak
pengendapan.
sesuai dengan kunci jawaban
d. Tahap tersier
117

Tahap ini disebut tahap pilihan. Tahap ini biasanya untuk memisahkan kandungan zat- Tidak menuliskan jawaban
zat yang tidak ramah lingkungan seperti senyawa nitrat, fosfat, materi organik yang
sukar terurai, dan padatan anorganik. Contoh-contoh perlakuan pada tahap ini sebagai
berikut:
 Nitrifikasi/denitrifikasi
Nitrifikasi adalah pengubahan amonia (NH3 dalam air atau NH4+) menjadi nitrat (NO3-
) dengan bantuan bakteri aerobik. Reaksi:
2NH4+(aq) + 3 O2(g) 2NO2-(aq) + 2H2O(l) + 4H+(aq)
2NO2- (aq) +O2(g) 2NO3- (aq)
 Denitrifikasi adalah reduksi nitrat menjadi gas nitrogen bebas seperti N 2, NO, dan
NO2.
Senyawa NO3 gas nitrogen bebas
 Pemisahan fosfor
Fosfor dapat dipisahkan dengan cara koagulasi/penggumpalan dengan garam Al dan
Ca, kemudian disaring. Reaki redoks yang terjadi:
Al2(SO4)3 + 14H2O(s) + 2PO43-(aq) 2AIPO4(s) + 3SO42-(aq) + 14H2O(l)
5Ca(OH)2(s) + 3 HPO42-(aq) Ca5OH(PO4)3(s) + 6OH-(aq) + 3H2O(l)
 Adsorbsi oleh karbon aktif untuk menyerap zat pencemar, pewarna, dan bau tak sedap.
 Penyaringan mikro untuk memisahkan partikel kecil seperti bakteri dan virus.
 Rawa buatan untuk mengurai materi organik dan anorganik yang masih tersisa dalam
air limbah.
e. Disinfektan
Disinfektan ditambahkan pada tahap ini untuk menghilangkan mikroorganisme seperti
virus dan materi organik penyebab bau dan warna. Air yang keluar dari tahap ini dapat
digunakan untuk irigasi atau keperluan industri, contoh: Cl2.
Reaksi: Cl2(g) + H2O(l) HClO(aq) + H+(aq) + Cl-(aq)
f. Pengolahan padatan lumpur
Padatan lumpur dari pengolahan ini dapat diuraikan bakteri aerobik atau anaerobik
menghasilkan gas CH4 untuk bahan bakar dan biosolid untuk pupuk.

Jumlah skor maksimum: 22 Nilai = x 100


119

Lampiran 4. Rencana Pelakasanaan Pembelajaran (RPP)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Nama Sekolah : SMA Negeri 1 Karawang


Mata Pelajaran : Kimia
Kelas/Semester : X MIA/Genap
Materi pokok : Larutan elektrolit dan non elektrolit
Alokasi Waktu : 3 JP (3 x 45 menit)
Jumlah Pertemuan : 2 Pertemuan

A. Kompetensi Inti
KI 1: Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
KI 2: Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab,
peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif
dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas
berbagai permasalahan dalamberinteraksi secara efektif dengan
lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai
cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
KI 3: Memahami,menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual,
konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu
pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan
wawasankemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait
penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan
prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan
minatnya untuk memecahkan masalah.
KI 4: Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah
abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di
sekilah secara mandiri, dan mampu menggunkan metoda sesuai kaidah
keilmuan.

B. Kompetensi Dasar
1.1 Menyadari adanya keteraturan struktur partikel materi sebagai wujud
kebesaran Tuhan YME dan pengetahuan tentang struktur partikel materi
sebagai hasil pemikiran kreatif manusia yang kebenarannya bersifat
tentatif.
2.1 Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu, disiplin, jujur,
objektif, terbuka, mampu membedakan fakta dan opini, ulet, teliti,
bertanggung jawab, kritis, kreatif, inovatif, demokratis, komunikatif )
120

dalam merancang dan melakukan percobaan serta berdiskusi yang


diwujudkan dalam sikap sehari-hari.
2.2 Menunjukkan perilaku kerjasama,santun, toleran, cinta damai dan peduli
lingkungan serta hemat dalam memanfaatkan sumber daya alam.
2.1 Menunjukkan perilaku responsif, dan proaktif serta bijaksana sebagai
wujud kemampuan memecahkan masalah dan membuat keputusan
4.8 Merancang, melakukan, dan menyimpulkan serta menyajikan hasil
percobaan untuk mengetahui sifat larutan elektrolit dan larutan non-
elektrolit.

C. Indikator Pencapaian Kompetensi

1. Merancang percobaan untuk menyelidiki sifat larutan berdasarkan


daya hantar listrik.
2. Melakukan percobaan pengujian daya hantar listrik berbagai larutan.
3. Mengolah dan menganalisis data hasil percobaan untuk menyimpulkan
sifat-sifat larutan elektrolit kuat, elektrolit lemah, dan non elektrolit
berdasarkan daya hantar listrik.
4. Mengelompokkan larutan elektrolit kuat, elektrolit lemah, dan non
elektrolit berdasarkan daya hantar listriknya.
5. Menyajikan hasil percobaan yang dilakukan

D. Tujuan Pembelajaran
1. Siswa dapat merancang percobaan untuk menyelidiki sifat larutan
berdasarkan daya hantar listrik.
2. Siswa dapat melakukan percobaan untuk menguji daya hantar listrik
berbagai larutan.
3. Siswa dapat mengolah dan menganalisis data hasil percobaan untuk
menyimpulkan sifat larutan elektrolit dan non elektrolit berdasarkan
daya hantar listriknya
4. Siswa dapat mengelompokkan larutan ke dalam larutan elektrolit dan
non elektrolit berdasarkan hantaran listriknya.
5. Siswa dapat menyajikan hasil pecobaan yang dilakukan.

E. Materi Pembelajaran
Larutan adalah campuran homogen dari dua atau lebih zat. Zat yang
jumlahnya sedikit disebut zat terlarut sedangkan zat yang jumlahnya banyak
disebut pelarut. Semua zat yang terlarut dalam air termasuk ke dalam salah
satu dari dua golongan elektrolit dan non elektrolit. Elektrolit adalah suatu zat
121

yang ketika dilarutkan dalam air akan menghasilkan larutan yang dapat
menghantarkan arus listrik. Sedangkan non elektrolit tidak menghantarkan
arus listrik ketika dilarutkan dalam air. Suatu larutan elektrolit dapat
ditunjukkan dengan alat penguji elektrolit. Hantaran listrik melalui larutan
elektrolit ditandai oleh nyala lampu atau timbulnya gelembung pada elektroda.
Pada awalnya hantaran listrik melalui larutan telah diterangkan oleh
Svante August Arrhenius dari Swedia pada tahun 1887. Menurut Arrhenius,
larutan elektrolit dapat menghantarkan arus listrik karena mengandung ion-ion
yang dapat bergerak bebeas. Ion-ion tersebutlah yang menghantarkan listrik
melalui larutan. Adapun zat non elektrolit dalam air tidak terurai menjadi ion-
ion, tetapi tetap berupa molekul.
Larutan elektrolit kuat dapat membuat lampu menyala terang dan
menimbulkan banyak gelembung pada kedua elektroda, contohnya adalah
larutan garam (NaCl), asam sulfat (H2SO4), dan asam klorida(HCl). Elektrolit
lemah hanya membuat lampu menyala redup/tidak menyala dan menimbulkan
sedikit gelembung pada kedua elektroda, contohnya adalah larutan asam cuka
(CH3COOH), dan larutan ammonia (NH3). Sedangkan larutan non elektrolit
tidak membuat lampu menyala dan tidak menimbulkan gelembung gas pada
kedua elektrodanya, contohnya adalah alkohol.

F. Strategi Pembelajaran
Pendekatan : Scientific Learning
Metode pembelajaran : Diskusi kelompok dan eksperimen
Model pembelajaran : Problem Based Learning

G. Alat dan Sumber Pembelajaran


1. Alat dan Bahan Ekserimen
Alat dan bahan yang digunakan dalam kegiatan eksperimen ini meliputi:
Alat Bahan
- Larutan gula
- Lampu bohlam kecil
- Larutan garam
- Kabel
- Larutan cuka
- Elektroda karbon
- Larutan NaOH
- Batu baterai 9v
- Larutan urea
- Gelas kimia 50ml
- Larutan akohol 70% (antiseptik)
- Papan bekas
- Air sungai
- Aquades

2. Sumber Belajar
a. Modul praktikum berbasis problem based learning
122

b. Chang, Raymond. Kimia Dasar Konsep-Konsep Inti Edisi Ketiga.


Jakarta: Erlangga. 2005
c. Sudarmo, Unggul. Kimia untuk SMA/MA Kelas X. Jakarta: Erlangga.
2013
d. Internet

H. Langkah-langkahKegiatan Pembelajaran

Pertemuan I (1 x 45menit)
Kegiatan Aktivitas Guru Aktivitas Siswa Waktu
Pendahuluan  Memberikan salam untuk  Menjawab salam dengan 10’
memulai kegiatan serempak.
pembelajaran.
 Mempersilahkan ketua kelas  Ketua kelas memimpin doa
untuk memimpin do’a. sebelum memulai
pembelajaran.
 Menanyakan kondisi murid-  Bersyukur terhadap nikmat
murid dan mengajak siswa yang telah diberikan oleh
untuk bersyukur kepada Allah.
Allah SWT atas nikmat
sehat yang telah diberikan.

 Berkata “hadir” jika


 Mengecek kehadiran siswa.
namanya dipanggil
 Memotivasi siswa untuk
 Memperhatikan dengan
semangat belajar.
seksama.
 Menyampaikan tujuan  Memperhatikan dengan
pembelajaran hari ini. seksama.
123

Inti  Meminta siswa  Siswa mengeluarkan modul 30’


mengeluarkan modul praktikum.
praktikum yang telah
dibagikan sebelumnya.
 Menginstruksikan siswa  Siswa berkumpul dengan
untuk berkumpul dengan teman sekelompoknya
teman sekelompoknya. masing-masing.

 Menginstruksikan kepada  Siswa membaca wacana


setiap kelompok untuk tentang larutan elektrolit dan
membaca wacana dan non elektrolit yang terdapat
menjawab pertanyaan yang dalam modul praktikum lalu
terdapat dalam modul terkait menjawab pertanyaan yang
dengan larutan elektrolit dan diajukan secara
non elektrolit (halaman 6-9). berkelompok.

 Bertanya kepada siswa  Siswa bertanya mengenai


apakah ada hal yang belum hal-hal yang belum
dimengerti berkaitan dengan dimengerti berkaitan dengan
tugas yang diberikan?. tugas yang diberikan.

 Menginstruksikan kepada
siswa agar teliti dalam
mengerjakan modul.  Siswa mengisi modul dengan
teliti.
 Berkeliling kelas untuk  Melakukan diskusi
melihat kinerja siswa dalam kelompok dalam
melakukan diskusi mengerjakan modul
praktikum.
kelompok.
Penutup  Mengingatkan setiap  Mencatat peralatan yang 5’
kelompok untuk membawa akan dibwa pada pertemuan
perlengkapan yang akan selanjutnya.
digunakan pada kegiatan
eksperimen di pertemuan
selanjutnya.
 Mengakhiri pembelajaran  Berdo’a untuk mengakhiri
dengan do’a bersama dan pembelajaran dan
ucapan salam. mengucapkan salam kepada
guru.
124

Pertemuan II (2 x 45menit)
Kegiatan Aktivitas Guru Aktivitas Siswa Waktu
Pendahuluan  Memberikan salam untuk  Menjawab salam dengan 10’
memulai kegiatan serempak.
pembelajaran.
 Mempersilahkan ketua  Ketua kelas memimpin
kelas untuk memimpin doa sebelum memulai
do’a. pembelajaran.
 Menanyakan kondisi  Bersyukur terhadap
siswa dan mengajak nikmat yang telah
siswa untuk bersyukur diberikan oleh Allah.
kepada Allah SWT atas
nikmat sehat yang telah
diberikan.
 Mengecek kehadiran  Berkata “hadir” jika
siswa. namanya dipanggil

 Memotivasi siswa untuk  Memperhatikan dengan


semangat belajar. seksama

 Menjelaskan tujuan  Memperhatikan dengan


pembelajaran hari ini. seksama penjelasan guru.

Inti  Menginstruksikan siswa  Mengeluarkan modul 75’


untuk mengeluarkan praktikum.
modul praktikum.
 Menginstruksikan siswa  Berkumpul dengan
untuk berkumpul dengan teman sekelompoknya
teman sekelompoknya. masing-masing.

 Menginstruksikan siswa  Melakukan eksperimen


untuk memulai secara berkelompok
eksperimen sesuai sesuai dengan rancangan
dengan rancangan yang yang telah di buat.
telah dibuat oleh masing-
masing kelompok.
 Membimbing siswa
dalam melakukan
kegiatan eksperimen.
125

 Mengingatkan siswa  Mengamati dan mencatat


untuk teliti dalam data hasil eksperimen
mengamati dan mencatat yang diperoleh dengan
hasil eksperimen yang teliti.
diperoleh.

 Menginstruksikan siswa  Setiap kelompok


untuk membuat dan membuat dan
mengumpulkan laporan mengumpulkan laporan
sementara berupa data sementara berupa data
hasil pengamatan dari hasil pengamatan.
eksperimen yang
dilakukan.

 Meminta siswa untuk  Masing-masing


menjelaskan dan kelompok menjelaskan
membuat kesimpulan dari dan menyimpulkan
penyelesaian masalah penyelesaian masalah
yang telah mereka buat yang telah mereka buat
dan lakukan. dan lakukan.

 Memberikan komentar  Menyimak dan mencatat


dan saran, serta penjelasan guru tentang
penguatan terhadap klarifikasi dari kegiatan
jawaban siswa. yang telah dilakukan.
Penutup  Meminta siswa untuk  Mencatat tugas yang 5’
melengkapi jawaban dari diberikan guru.
pertanyaan-pertanyaan
yang terdapat dalam
modul praktikum.

 Mengingatkan siswa
untuk mengumpulkan
modul praktikum pada
pertemuan berikutnya.
 Siswa berdo’a untuk
 Mengakhiri pembelajaran
mengakhiri
dengan do’a bersama dan
pembelajaran dan
ucapan salam.
mengucapkan salam
kepada guru.
126

I. Penilaian
Mekanisme dan
No Aspek Instrumen
Prosedur
1. Sikap 1. Kerja Kelompok 1. Lembar Observasi

2. Pengetahuan 1. Diskusi kelompok 1. Soal penugasan.


2. Penugasan 2. Modul praktikum.
3. Keterampilan 1. Praktikum 1. Penilaian kinerja
2. Laporan Praktikum 2. Rubrik penilaian.

Lembar observasi pada saat diskusi


No Aspek yang dinilai Kelompok ............
A B C D
1. Mengemukakan pendapat
2. Mengendalikan diri
3. Menghargai pendapat orang lain
4. Bekerja sama dengan orang lain
5. Berbagi pengetahuan yang dimiliki
6. Mengatur waktu dengan tepat
Jumlah Skor

Petunjuk pengisian:
Nilai: AB (amat baik)
Nilai: B (baik)
Nilai: C (cukup)
Nilai: K (kurang)

Penilaian Kinerja saat Peserta Didik Melakukan Percobaan

Nomor Kelompok/ Merancang Merangkai Melakukan Menganalisis Jumlah Nilai


Absen Nama percobaan alat pengamatan data dan skor
menyimpulkan

1.
2.
Dst
127

Rubrik Penilaian Kinerja


No. Aspek yang dinilai Penilaian
1 2 3
1. Merancang Tidak mampu Dilakukan dengan Dilakukan secara
percobaan merancang bantuan guru mandiri (individual
percobaan atau kelompok)
2. Merangkai alat Rangkaian alat tidak Rangkaian alat Rangkaian alat
benar benar tetapi tidak benar dan
memperhatikan memperhatikan
keselamatan kerja keselamatan kerja
atau tidak rapi
3. Mencatat Data Hasil Pengamatan tidak Pengamatan teliti / Pengamatan teliti /
Pengamatan teliti/ jujur jujur tetapi jujur dan tidak
mengandung mengandung
interpretasi interpretasi
4. Mengolah dan Tidak mampu Dilakukan dengan Dilakukan secara
menganalisis data bantuan guru mandiri (individual
serta menyimpulkan atau kelompok)
Jumlah skor maksimum 12

Nilai = x 100

Mengetahui, Karawang, Januari 2015


Guru Mapel Kimia Mahasiswa

H. Salim Munajat, M.Pd Tika Zahara


NIP: 197106081994021002
128

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Nama Sekolah : SMA Negeri 1 Karawang


Mata Pelajaran : Kimia
Kelas/Semester : X MIA/Genap
Materi pokok : Reaksi Reduksi-Oksidasi
Alokasi Waktu : 3 JP (3 x 45 menit)
Jumlah Pertemuan : 2 Pertemuan

A. Kompetensi Inti
KI 1: Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya
KI 2: Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab,
peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif
dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas
berbagai permasalahan dalamberinteraksi secara efektif dengan
lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai
cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
KI 3: Memahami,menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual,
konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu
pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan
wawasankemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait
penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan
prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan
minatnya untuk memecahkan masalah.
KI 4: Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah
abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di
sekilah secara mandiri, dan mampu menggunkan metoda sesuai kaidah
keilmuan.

B. Kompetensi Dasar
1.1 Menyadari adanya keteraturan struktur partikel materi sebagai wujud
kebesaran Tuhan YME dan pengetahuan tentang struktur partikel materi
sebagai hasil pemikiran kreatif manusia yang kebenarannya bersifat
tentatif.
2.1 Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu, disiplin, jujur,
objektif, terbuka, mampu membedakan fakta dan opini, ulet, teliti,
bertanggung jawab, kritis, kreatif, inovatif, demokratis, komunikatif )
dalam merancang dan melakukan percobaan serta berdiskusi yang
diwujudkan dalam sikap sehari-hari.
129

2.2 Menunjukkan perilaku kerjasama,santun, toleran, cinta damai dan peduli


lingkungan serta hemat dalam memanfaatkan sumber daya alam.
2.1 Menunjukkan perilaku responsif, dan proaktif serta bijaksana sebagai
wujud kemampuan memecahkan masalah dan membuat keputusan
4.9 Merancang, melakukan, dan menyimpulkan serta menyajikan hasil
percobaan reaksi oksidasi-reduksi.

C. Indikator Pencapaian Kompetensi


1. Merancang dan melakukan percobaan reaksi redoks.
2. Mengolah dan menganalisis data hasil percobaan.
3. Menyimpulkan data hasil percobaan.
4. Menyajikan laporan hasil percobaan.

D. Tujuan Pembelajaran
1. Siswa dapat merancang percobaan reaksi redoks.
2. Siswa dapat melakukan percobaan reaksi redoks.
3. Siswa dapat menganalisis data hasil percobaan.
4. Siswa dapat menyimpulkan data hasil percobaan.
5. Siswa dapat menyajikan laporan percobaan yang dilakukan.

E. Materi Pembelajaran
Reaksi redoks merupakan reaksi oksidasi dan reduksi. Reaksi redoks sangat
mudah dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Perkaratan besi, perubahan
warna daging apel menjadi kecokelatan kalau dikupas merupakan contoh
peristiwa oksidasi. Konsep reaksi redoks mengalami perkembangan yaitu
redoks ditinjau dari penggabungan dan pelepasan oksigen, pelepasan dan
penerimaan elektron dan berdasarkan perubahan bilangan oksidasi.
1. Konsep reaksi oksidasi dan reduksi berdasarkan penggabungan dan
pelepasan oksigen
Awalnya, reaksi redoks dipandang sebagai hasil dari perpindahan atom
oksigen dan hidrogen. Oksidasi merupakan proses terjadinya penangkapan
oksigen oleh suatu zat. Sementara itu reduksi adalah proses terjadinya
pelepasan oksigen oleh suatu zat.
2. Konsep reaksi oksidasi reduksi berdasarkan pelepasan dan penerimaan
elektron
Reaksi oksidasi dan reduksi ternyata bukan hanya melibatkan oksigen,
melainkan juga melibatkan elektron. Memasuki abad ke-20, para ahli
melihat suatu karakteristik mendasar dari reaksi oksidasi dan reduksi
ditinjau dari ikatan kimianya, yaitu adanya serah terima elektron. Konsep
130

ini dapat diterapkan pada reaksi-reaksi yang tidak melibatkan oksigen.


Reaksi oksidasi adalah reaksi pelepasan elektron, sedangkan reaksi reduksi
adalah reaksi penerimaan elektron.
3. Konsep reaksi oksidasi reduksi berdasarkan perubahan bilangan oksidasi
Bilangan oksidasi/biloks adalah muatan yang dimiliki oleh atom jika
elektron valensinya cenderung tertarik ke atom lain yang berikatan
dengannya dan memiliki keelektronegatifan lebih besar. Reaksi oksidasi
adalah reaksi kenaikkan biloks. Sedangkan reaksi reduksi adalah reaksi
penurunan biloks.

F. Strategi Pembelajaran
Pendekatan : Scientific Learning
Metode pembelajaran : Diskusi kelompok dan eksperimen
Model pembelajaran : Problem Based Learning

G. Alat dan Sumber Pembelajaran


Alat dan Bahan Eksperimen
Alat dan bahan yang digunakan dalam kegiatan eksperimen ini meliputi:
Alat Bahan
- Fe
- Tabung reaksi
- Rak tabung reaksi
- Pipet tetes

Sumber Belajar
a. Modul praktikum berbasis problem based learning
b. Sudarmo, Unggul. Kimia untuk SMA/MA Kelas X. Jakarta:
Erlangga. 2013
c. Harnanto, Ari dan Ruminten. Kimia Untuk SMA/MA Kelas X.
Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional. 2009
d. Internet
131

H. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran

Pertemuan I (1 x 45menit)
Kegiatan Aktivitas Guru Aktivitas Siswa Waktu
Pendahuluan  Memberikan salam untuk  Menjawab salam dengan 10’
memulai kegiatan serempak.
pembelajaran.
 Mempersilahkan ketua kelas  Ketua kelas memimpin doa
untuk memimpin do’a. sebelum memulai
pembelajaran.
 Menanyakan kondisi siswa  Bersyukur terhadap nikmat
dan mengajak siswa untuk yang telah diberikan oleh
bersyukur kepada Allah Allah.
SWT atas nikmat sehat yang
telah diberikan.

 Mengecek kehadiran siswa.  Berkata “hadir” jika


namanya dipanggil
 Memotivasi siswa untuk  Memperhatikan dengan
semangat belajar. seksama.

 Menyampaikan tujuan  Memperhatikan dengan


pembelajaran hari ini. seksama.
Inti  Meminta siswa  Siswa mengeluarkan modul 30’
mengeluarkan modul praktikum.
praktikum yang telah
dibagikan sebelumnya.
 Menginstruksikan siswa  Siswa berkumpul dengan
untuk berkumpul dengan teman sekelompoknya
teman sekelompoknya. masing-masing.

 Menginstruksikan kepada  Siswa membaca wacana


setiap kelompok untuk tentang reaksi redoks yang
membaca wacana dan terdapat dalam modul
menjawab pertanyaan yang praktikum lalu menjawab
terdapat dalam modul terkait pertanyaan yang diajukan
dengan reaksi redoks secara berkelompok.
(halaman 15-19).
132

 Bertanya kepada siswa  Siswa bertanya mengenai


apakah ada hal yang belum hal-hal yang belum
dimengerti berkaitan dengan dimengerti berkaitan dengan
tugas yang diberikan?. tugas yang diberikan.

 Menginstruksikan kepada  Siswa mengisi modul dengan


siswa agar teliti dalam teliti.
mengerjakan modul.

 Berkeliling kelas untuk  Melakukan diskusi kelompok


melihat kinerja siswa dalam dalam mengerjakan modul
melakukan diskusi praktikum.
kelompok.
Penutup  Mengingatkan setiap  Mencatat penjelasan guru. 5’
kelompok untuk melakukan
percobaan dan pengamatan
dengan teliti di rumah
masing-masing selama
beberapa hari.
 Mengingatkan masing-
masing kelompok untuk
membawa percobaannya
pada pertemuan selanjutnya.

 Mengakhiri pembelajaran  Berdo’a untuk mengakhiri


dengan do’a bersama dan pembelajaran dan
ucapan salam. mengucapkan salam kepada
guru.

Pertemuan II (2 x 45menit)
Kegiatan Aktivitas Guru Aktivitas Siswa Waktu
Pendahuluan  Memberikan salam untuk  Menjawab salam dengan 10’
memulai kegiatan serempak.
pembelajaran.
 Mempersilahkan ketua kelas  Ketua kelas memimpin doa
untuk memimpin do’a. sebelum memulai
pembelajaran.
 Menanyakan kondisi siswa  Bersyukur terhadap nikmat
dan mengajak siswa untuk yang telah diberikan oleh
133

bersyukur kepada Allah Allah.


SWT atas nikmat sehat yang
telah diberikan.

 Mengecek kehadiran siswa.  Berkata “hadir” jika namanya


dipanggil
 Memotivasi siswa untuk  Memperhatikan dengan
semangat belajar. seksama
 Memperhatikan dengan
 Menjelaskan tujuan seksama penjelasan guru.
pembelajaran hari ini.
Inti  Menginstruksikan siswa  Mengeluarkan modul 75’
untuk mengeluarkan modul praktikum.
praktikum.
 Menginstruksikan siswa  Berkumpul dengan teman
untuk berkumpul dengan sekelompoknya masing-
teman sekelompoknya. masing.

 Menginstruksikan masing-  Mengeluarkan hasil


masing kelompok untuk percobaan.
mengeluarkan hasil dari
percobaan reaksi redoks.
 Membimbing siswa dalam  Melakukan diskusi
melakukan kegiatan diskusi . kelompok.

 Menginstruksikan siswa
untuk membuat dan  Setiap kelompok membuat
mengumpulkan laporan dan mengumpulkan laporan
sementara berupa data hasil sementara berupa data hasil
pengamatan dari eksperimen pengamatan.
yang dilakukan.

 Meminta siswa untuk  Masing-masing kelompok


menjelaskan dan membuat menjelaskan dan
kesimpulan dari menyimpulkan penyelesaian
penyelesaian masalah yang masalah yang telah mereka
telah mereka buat dan buat dan lakukan.
lakukan.

 Menyimak dan mencatat


134

 Memberikan komentar dan penjelasan guru tentang


saran, serta penguatan klarifikasi dari kegiatan yang
terhadap jawaban siswa. telah dilakukan.

Penutup  Meminta siswa untuk  Mencatat tugas yang


melengkapi jawaban dari diberikan guru.
pertanyaan-pertanyaan yang
terdapat dalam modul
praktikum.
 Mengingatkan siswa untuk
mengumpulkan modul
praktikum pada pertemuan
berikutnya.
 Mengakhiri pembelajaran  Siswa berdo’a untuk
dengan do’a bersama dan mengakhiri pembelajaran dan
ucapan salam. mengucapkan salam kepada
guru.

I. Penilaian
Mekanisme dan
No Aspek Instrumen
Prosedur
1. Sikap 2. Kerja Kelompok 2. Lembar Observasi

2. Pengetahuan 3. Diskusi kelompok 3. Soal penugasan.


4. Penugasan 4. Modul praktikum.
3. Keterampilan J. Praktikum 3. Penilaian kinerja
K. Laporan Praktikum 4. Rubrik penilaian.

Lembar Observasi pada saat diskusi


No Aspek yang dinilai Kelompok ............
1 2 3 4
1. Mengemukakan pendapat
2. Mengendalikan diri
3. Menghargai pendapat orang lain
4. Bekerja sama dengan orang lain
5. Berbagi pengetahuan yang dimiliki
6. Mengatur waktu dengan tepat
Jumlah Skor
135

Petunjuk pengisian:
Nilai: AB (amat baik)
Nilai: B (baik)
Nilai: C (cukup)
Nilai: K (kurang)

Penilaian Kinerja saat Peserta Didik Melakukan Percobaan


Nomor Kelompok/ Merancang Merangkai Melakukan Menganalisis Jumlah Nilai
Absen Nama percobaan alat pengamatan data dan skor
menyimpulkan
1.
2.
Dst

Rubrik Penilaian Kinerja


No. Aspek yang dinilai Penilaian
1 2 3
1. Merancang Tidak mampu Dilakukan dengan Dilakukan secara
percobaan merancang bantuan guru mandiri (individual
percobaan atau kelompok)
2. Merangkai alat Rangkaian alat tidak Rangkaian alat Rangkaian alat
benar benar tetapi tidak benar dan
memperhatikan memperhatikan
keselamatan kerja keselamatan kerja
atau tidak rapi
3. Mencatat Data Hasil Pengamatan tidak Pengamatan teliti / Pengamatan teliti /
Pengamatan teliti/ jujur jujur tetapi jujur dan tidak
mengandung mengandung
interpretasi interpretasi
4. Mengolah dan Tidak mampu Dilakukan dengan Dilakukan secara
menganalisis data bantuan guru mandiri (individual
serta menyimpulkan atau kelompok)
Jumlah skor maksimum 12 Nilai = x 100

Mengetahui, Karawang, Januari 2015


Guru Mapel Kimia Mahasiswa

H. Salim Munajat, M.Pd Tika Zahara


NIP: 197106081994021002
136

Lampiran 5. Lembar Validitas Isi Modul


137
138
139
140
141
142
143
144
145
146
147
148
149
150
151
152
153
154
155
156
157
158

Lampiran 6. Hasil Pengolahan Data Lembar Validasi Isi Modul

No. Validasi Awal Validasi Akhir


Pernyataan Validator Validator Validator Validator Validator Validator
1 2 3 1 2 3
1 1 1 1 1 1 1
2 1 1 1 1 1 1
3 1 1 1 1 1 1
4 1 1 1 1 1 1
5 1 1 1 1 1 1
6 1 1 1 1 1 1
7 1 1 1 1 1 1
8 1 1 1 1 1 1
9 1 1 1 1 1 1
10 1 1 1 1 1 1
11 1 1 1 1 1 1
12 1 1 1 1 1 1
13 1 1 1 1 1 1
14 1 1 1 1 1 1
15 1 1 1 1 1 1
16 1 1 1 1 1 1
17 1 1 1 1 1 1
18 1 1 1 1 1 1
19 1 0 1 1 1 1
20 1 0 1 1 1 1
21 0 0 1 1 1 1
22 1 1 1 1 1 1
23 1 1 1 1 1 1
24 1 1 1 1 1 1
25 1 1 1 1 1 1
26 1 1 1 1 1 1
27 1 1 1 1 1 1
28 1 1 1 1 1 1
29 1 1 1 1 1 1
30 1 1 1 1 1 1
31 1 1 1 1 1 1
32 1 1 1 1 1 1
33 1 1 1 1 1 1
34 1 1 1 1 1 1
Jumlah 33 31 34 34 34 34
Presentase 97,06% 91,18% 100% 100% 100% 100%

Keterangan: Validator 1: Salamah Agung, Ph.D.


Validator 2: Dewi Murniati, M.Si.
Validator 3: Salim Munajat, M.Pd.
159

Lampiran 7. Lembar Validasi Angket Siswa


160
161
162
163
164
165
166
167
168

Lampiran 8. Hasil Validasi Instrumen Angket Siswa

ANGKET SISWA

A. Petunjuk Pengisian Angket


1. Isilah identitas diri di tempat yang telah disediakan.
2. Isilah jawaban sesuai dengan pendapat dan keadaan yang sebenarnya,
jawaban yang diberikan tidak akan mempengaruhi nilai anda.
3. Berilah tanda checklist (√) pada kolom yang telah disediakan, dengan
keterangan sebagai berikut:
SS : Sangat Setuju
S : Setuju
KS : Kurang Setuju
TS : Tidak Setuju
STS : Sangat Tidak Setuju
4. Tanyakan jika ada hal yang kurang jelas.
5. Kerjakan setiap nomor dan jangan terlewatkan satu nomor pun.
6. Atas bantuan dan perhatian anda, saya ucapkan terimakasih.

B. Identitas Diri
Nama :
Kelas :

C. Pernyataan-pernyataan

No. Pernyataan Alternatif Jawaban


SS S KS TS STS
1. Format kertas yang digunakan pada modul
sudah sesuai.
2. Format kolom pada modul sudah proporsional.
3. Ketersedian spasi kosong/ruang kosong untuk
menulis jawaban tidak proporsional.
4. Penyusunan naskah, gambar, dan ilustrasi
membuat saya tidak mengerti informasi yang
169

ada di dalam modul.


5. Jenis dan ukuran huruf yang digunakan sulit
untuk dibaca.
6. Bentuk huruf, ukuran huruf, margin, dan spasi
yang digunakan pada modul konsisten.
7. Materi pembelajaran memiliki urutan yang
sistematis.
8. Tugas dan latihan dikemas sedemikian rupa
sehingga menarik.
9. Kombinasi warna, gambar, bentuk, dan ukuran
huruf pada cover tidak serasi.
10. Bahasa yang digunakan tidak sesuai dengan
Kaidah Bahasa Indonesia yang baik dan benar.
11. Bahasa yang digunakan dalam modul efektif
dan efisien (singkat dan jelas).
12. Kata-kata yang terdapat di dalam modul sulit
untuk dimengerti..
13. Pada modul tersedia ilustrasi yang mendukung
pemaparan materi.
14. Terdapat informasi tentang referensi yang
mendukung materi pembelajaran.
15. Modul dapat menyesuaikan perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi.
16. Modul tidak membuat saya terlibat aktif dalam
kegiatan pembelajaran.
17. Modul memberikan informasi dan memberikan
petunjuk pelaksanaan yang jelas tentang apa
yang harus dilakukan.
18. Tidak terdapat soal-soal latihan, tugas, dan
sejenisnya yang dapat mengukur penguasaan
saya terhadap materi.
19. Permasalahan dalam wacana tidak dapat saya
jumpai dalam kehidupan sehari-hari.
20. Tujuan pembelajaran disampaikan dengan baik.
21 Wacana yang terdapat dalam modul tidak sesuai
dengan materi yang dipelajari.
22. Informasi yang disajikan dalam modul mudah
dipahami.
23. Wacana yang terdapat dalam modul dapat
170

mendorong saya untuk terlibat pada aktivitas


pemecahan masalah.
24. Modul memuat materi pembelajaran/praktikum
yang dibutuhkan.
25. Instruksi yang terdapat dalam modul dapat
mengorganisasikan tugas belajar yang
berhubungan dengan masalah.
26. Modul melatih saya untuk melakukan kegiatan
belajar dalam kelompok secara aktif.
27. Modul melatih saya mengumpulkan informasi
(teori) yang dibutuhkan untuk mendapatkan
penjelasan dan pemecahan masalah.
28. Modul mendorong saya melakukan
penyelidikan melalui kegiatan eksperimen.
29. Modul melatih saya untuk menyajikan hasil
eksperimen yang saya lakukan.
30. Terdapat kegiatan refleksi dalam modul yang
dapat mengevaluasi proses penyelidikan dan
pemecahan masalah yang saya lakukan.
171

Lampiran 9. Hasil Pengolahan Data Angket Siswa

No. Jawaban Responden Total Presentase


Butir SS S KS TS STS Responden
1 14 24 2 0 0 40 86%
2 6 33 1 0 0 40 82,5%
3 1 7 15 15 2 40 65%
4 0 2 13 19 6 40 74,5%
5 0 1 5 23 11 40 82%
6 5 33 2 0 0 40 81,5%
7 13 26 1 0 0 40 86%
8 12 23 5 0 0 40 83,5%
9 0 7 15 14 4 40 67,5%
10 0 2 14 16 8 40 75%
11 8 29 3 0 0 40 82,5%
12 2 2 9 21 8 40 73,5%
13 5 26 8 1 0 40 77,5%
14 4 27 9 0 0 40 77,5%
15 9 28 3 0 0 40 83%
16 2 3 18 15 2 40 66%
17 6 23 11 0 0 40 77,5%
18 0 2 9 21 8 40 77,5%
19 0 4 18 13 5 40 69,5%
20 4 34 2 0 0 40 81%
21 1 2 7 20 10 40 78%
22 3 37 0 0 0 40 81,5%
23 8 27 4 0 0 40 80,5%
24 9 31 0 0 0 40 84,5%
25 9 30 1 0 0 40 84%
26 7 31 2 0 0 40 82,5%
27 8 29 2 0 0 40 82%
28 7 29 3 0 1 40 80,5%
29 8 28 4 0 0 40 82%
30 9 23 7 1 0 40 80%
172

Lampiran 10. Contoh Perhitungan Angket Siswa

Rumus:
Presentase x 100%

1. Pernyataan positif

Sangat setuju : 14 x 5 = 70
Setuju : 24 x 4 = 96
Kurang setuju :2 x3=6
Tidak setuju :0 x2=0
Sangat tidak setuju : 0 x 1 = 0 +
Skor total 172
Skor maksimal 40 responden x 5 = 200
Presentase

= 86%

2. Pernyataan negatif

Sangat setuju :1 x1=1


Setuju : 7 x 2 = 14
Kurang setuju : 15 x 3 = 45
Tidak setuju : 15 x 4 = 60
Sangat tidak setuju : 2 x 5 = 10 +
Skor total 130
Skor maksimal 40 responden x 5 = 200
Presentase

= 65%
173

Lampiaran 11. Penentuan Kriteria Hasil Penelitian per Aspek pada Angket Siswa

Aspek Indikator No Pernyataan Presentase Kriteria Presentase Kriteria


Butir Rata-Rata
Karakteristik Self Instruction 13 Pada modul tersedia ilustrasi yang mendukung 77,5% Baik
pemaparan materi.
14 Terdapat informasi tentang referensi yang mendukung 77,5% Baik
materi pembelajaran.
20 Tujuan pembelajaran disampaikan dengan baik. 77,5% Baik
16 Modul tidak membuat saya terlibat aktif dalam 81% Sangat Baik
kegiatan pembelajaran.
18 Tidak terdapat soal-soal latihan, tugas, dan sejenisnya 66% Baik
yang dapat mengukur penguasaan saya terhadap
materi.
19 Permasalahan dalam wacana tidak dapat saya jumpai 77,5% Baik 80,07% Baik
dalam kehidupan sehari-hari.
21 Wacana yang terdapat dalam modul tidak sesuai 81% Sangat Baik
dengan materi yang dipelajari.
Self Contained 24 Modul memuat materi pembelajaran/praktikum yang 84,5% Sangat Baik
dibutuhkan.
Adaptif 15 Modul dapat menyesuaikan perkembangan ilmu 83% Sangat Baik
pengetahuan dan teknologi.
Bersahabat/User 17 Modul memberikan informasi dan memberikan 77,5% Baik
Friendly petunjuk pelaksanaan yang jelas tentang apa yang
harus dilakukan.
Elemen mutu Format 1 Format kertas yang digunakan pada modul sudah 86% Sangat Baik
sesuai.
2 Format kolom pada modul sudah proporsional. 82,5% Sangat Baik
Organisasi 4 Penyusunan naskah, gambar, dan ilustrasi membuat 74,5% Baik
saya tidak mengerti informasi yang ada di dalam
modul.
174

7 Materi pembelajaran memiliki urutan yang sistematis. 86% Sangat Baik


Daya tarik 8 Tugas dan latihan dikemas sedemikian rupa sehingga 83,5% Sangat Baik
menarik.
9 Kombinasi warna, gambar, bentuk, dan ukuran huruf 67,5% Baik 78,08% Baik
pada cover tidak serasi.
Bentuk dan 5 Jenis dan ukuran huruf yang digunakan sulit untuk 82% Sangat Baik
ukuran huruf dibaca.
Ruang (spasi 3 Ketersedian spasi kosong/ruang kosong untuk menulis 65% Baik
kosong) jawaban tidak proporsional.
Konsistensi 6 Bentuk huruf, ukuran huruf, margin, dan spasi yang 82,5% Sangat Baik
digunakan pada modul konsisten.
Kebahasaan Kaidah Bahasa 10 Bahasa yang digunakan tidak sesuai dengan Kaidah 75% Baik
Indonesia Bahasa Indonesia yang baik dan benar
Pemanfaatan 11 Bahasa yang digunakan dalam modul efektif dan 83,5% Sangat Baik
bahasa secara efisien (singkat dan jelas).
efektif dan 78,12% Baik
efisien (jelas dan
singkat)
Keterbacaan 12 Kata-kata yang terdapat di dalam modul sulit untuk 73,5% Baik
dimengerti.
Kejelasan 22 Informasi yang disajikan dalam modul mudah 81,5% Sangat Baik
informasi dipahami.
Tahapan Orientasi siswa 23 Wacana yang terdapat dalam modul dapat mendorong 80,5% Baik
PBL pada masalah saya untuk terlibat pada aktivitas pemecahan masalah.

Mengorganisasik 25 Instruksi yang terdapat dalam modul dapat 84% Sangat Baik
an siwa untuk mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan
belajar dengan masalah.
26 Modul melatih saya untuk melakukan kegiatan belajar 82,5% Sangat Baik
dalam kelompok secara aktif.
Membimbing 27 Modul melatih saya mengumpulkan informasi (teori) 82% Sangat Baik
pengalaman yang dibutuhkan untuk mendapatkan penjelasan dan
175

individu pemecahan masalah. 81,40% Sangat


28 Modul mendorong saya melakukan penyelidikan 80,5% Baik Baik
melalui kegiatan eksperimen.
Mengembangkan 29 Modul melatih saya untuk menyajikan hasil 82% Sangat Baik
dan menyajikan eksperimen yang saya lakukan.
hasil karya
Menganalisis 30 Terdapat kegiatan refleksi dalam modul yang dapat 80% Baik
dan mengevaluasi proses penyelidikan dan pemecahan
mengevaluasi masalah yang saya lakukan.
proses
pemecahan
masalah
176
Modul Praktikum Kimia
Berbasis Problem Based Learning
Untuk SMA/MA Kelas X Semester Genap

Disusun Oleh:
Tika Zahara

Pembimbing:
Dedi Irwandi, M.Si
Nanda Saridewi, M.Si

UIN Syarif Hidayatullah Jakarta


Kata Pengantar
Alhamdulillahirabbil’alamin puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, karena berkat
rahmat dan hidayah-Nyalah sehingga penulis dapat menyelesaikan Modul Praktikum Berbasis
Problem Based Learning untuk Kimia Kelas X Semester Genap. Salawat serta salam semoga
senantiasa tercurah kepada junjungan dan suri tauladan kita Nabi Besar Muhammad SAW, beserta para
keluarganya, para sahabatnya dan para umatnya hingga akhir zaman.

Modul praktikum kimia berbasis PBL kelas X semester genap ini disusun berdasarkan standar
isi kurikulum 2013, di dalamnya berisi dua kegiatan praktikum: 1) larutan elektrolit dan non elektrolit,
dan 2) reaksi redoks (reduksi oksidasi). Penyusunan modul ini bertujuan untuk membantu siswa agar
dapat menemukan pemahaman konsep melalui proses pemecahan masalah dan memberikan
pengetahuan tambahan bagi siswa berkenaan dengan teknik laboratorium kimia. Selain itu juga melalui
modul ini diharapkan dapat meningkatkan motivasi dan kemandirian siswa dalam pembelajaran kimia.

Penulis berharap modul praktikum berbasis problem based learning ini dapat membantu dalam
proses pembelajaran kimia bagi peserta didik khususnya untuk kegiatan pembelajaran yang dilakukan
di laboratorium kimia dan juga dapat memberikan manfaat bagi siapapun yang menggunakannya.
Aamiin

Jakarta, Desember 2014

Penulis

Modul Praktikum Kimia Kelas X Semester Genap i


Daftar Isi
Cover

Halaman Francis

Kata Pengantar ....................................................................................................................i

Daftar Isi ...............................................................................................................................ii

Peta Kedudukan Modul Praktikum ..................................................................................iii

Deskripsi Modul Praktikum ...............................................................................................iv

Petunjuk Penggunaan Modul Praktikum..........................................................................v

Tata Tertib Laboratorium Kimia ......................................................................................vi

Chemlab Basics .....................................................................................................................1

Praktikum 1 Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit ........................................................6

Praktikum 2 Reaksi Reduksi Oksidasi (Redoks) .............................................................15

Evaluasi.................................................................................................................................24

Glosarium .............................................................................................................................29

Daftar Pustaka .....................................................................................................................30

Kunci Jawaban.....................................................................................................................31

Modul Praktikum Kimia Kelas X Semester Genap ii


Peta Kedudukan Modul Praktikum

Kelas X Semester 1 Kelas X Semester 2

KIM X/1. KD 3.1 KIM X/2. KD 3.8


KIM X/1. KD 4.1 KIM X/2. KD 4.8
KIM X/1. KD 3.2 KIM X/2. KD 3.9
KIM X/1. KD 3.3 KIM X/2. KD 3.10
KIM X/1. KD 3.4 KIM X/2. KD 4.9
KIM X/1. KD 4.2 KIM X/2. KD 4.10
KIM X/1. KD 4.3 KIM X/2. KD 3.11
KIM X/1. KD 4.4 KIM X/2. KD 4.11
KIM X/1. KD 3.5
KIM X/1. KD 3.6
KIM X/1. KD 3.7
KIM X/1. KD 4.5
KIM X/1. KD 4.6
KIM X/1. KD 4.7

Keterangan:

KD 4.8 Merancang, melakukan, dan menyimpulkan serta menyajikan hasil percobaan untuk
mengetahui sifat larutan elektrolit dan larutan non- elektrolit.

KD 4.9 Merancang, melakukan, dan menyimpulkan serta menyajikan hasil percobaan reaksi
oksidasi-reduksi.

Modul Praktikum Kimia Kelas X Semester Genap iii


Deskripsi Modul Praktikum
Praktikum ini terdiri dari dua kegiatan praktikum yakni: 1) larutan elektrolit dan non elektrolit, dan 2)
reaksi reduksi oksidasi (redoks). Modul ini akan membantu siswa dalam mencari dan menemukan
pengetahuannya sendiri melalui model problem based learning, dengan tahapan sebagai berikut:

Orientasi siswa terhadap masalah

1. Modul menyajikan masalah pada siswa yang dapat membimbing


siswa untuk menemukan konsep sesuai dengan tujuan pembelajaran

Mengorganisasikan siswa untuk belajar

2. Instruksi dalam modul mengorganisasikan siswa untuk belajar


secara individu maupun kelompok

Membimbing penyelidikan individu/kelompok

3. Mendorong siswa untuk mengumpulkan informasi yang sesuai dan


melaksanakan eksperimen untuk mendapatkan penjelasan dan
pemecahan masalah

Membimbing pengalaman dan menyajikan hasil karya


4. Membantu siswa dalam menyiapkan karya berupa laporan
praktikum

Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah


5. Membantu siswa untuk melakukan refleksi atau evaluasi terhadap
penyelidikan dan proses yang digunakan

Modul Praktikum Kimia Kelas X Semester Genap iv


Petunjuk Penggunaan Modul Praktikum

Untuk Siswa

1. Perhatikan dengan teliti setiap bagian dalam modul ini dan jangan ada bagian yang
terlewatkan, karena setiap bagian merupakan kesatuan untuk memahami dam
memperoleh hasil belajar yang maksimal.
2. Baca dan pahamilah setiap perintah yang terdapat dalam modul dengan teliti.
3. Lakukan diskusi dengan teman sekelompokmu untuk menyelesaikan permasalahan
yang terdapat dalam modul secara ringkas dan jelas.
4. Gunakanlah sumber literatur lain seperti buku dan internet sebagai penunjang proses
belajar yang kalian lakukan.
5. Pelajarilah SDS (Safety Data Sheet) dari bahan kimia yang kalian gunakan sebelum
melakukan praktikum.

Untuk guru

1. Perhatikan dan bimbinglah siswa agar sistematis dalam mengerjakan setiap perintah
yang terdapat dalam modul ini.
2. Bimbinglah siswa dalam setiap kegiatan praktikum yang dilakukan.
3. Lakukan konfirmasi jawaban siswa setiap selesai melakukan satu judul praktikum.

Modul Praktikum Kimia Kelas X Semester Genap v


Tata Tertib Laboratorium Kimia

a. Selama mengikuti praktikum, praktikan harus memakai sepatu (dilarang mengenakan


sandal atau sepatu sandal) dan jas laboratorium yang dikancingkan dengan rapi.
b. Tidak diperbolehkan membawa makanan dan minuman ke dalam laboratorium.
c. Praktikan yang tidak mengikuti praktikum pada hari yang ditentukan, diwajibkan
mengganti di hari lain yang telah ditentukan oleh guru pembimbing.
d. Sebelum melakukan kegiatan praktikum baca dan pelajarilah modul praktikum dan SDS
(Safety Data Sheet) dari setiap bahan yang akan digunakan.
e. Sebelum melaksanakan praktikum, praktikan meminjam alat-alat dengan mengisi buku
peminjaman alat dan menandatangani peminjaman alat.
f. Semua peralatan yang dipinjam menjadi tanggung jawab penuh pemakainya dan harus
diperiksa terlebih dahulu sebelum praktikum dimulai. Jika ada alat yang rusak segera
dilaporkan kepada guru pembimbing.
g. Selama praktikum berlangsung, kondisi tempat praktik masing-masing kelompok harus
dijaga kebersihannya.
h. Selama praktikum berlangsung, diharapkan praktikan selalu berhati-hati dan bijaksana
dalam menggunakan bahan/zat.
i. Sesudah melaksanakan praktikum, alat-alat harus dikembalikan dalam keadaan bersih dan
kering serta mengisi buku peminjaman alat dan menandatangani pengembalian alat.
j. Setiap kelompok diharuskan membuat laporan praktikum sementara yang berisikan data
hasil praktikum dan diserahakan kepada guru pembimbing setelah melaksanakan
praktikum.
k. Praktikan diharuskan mengisi setiap tugas yang ada di dalam modul praktikum dan
dikumpulkan lima hari setelah kegiatan praktikum dilakukan.

Modul Praktikum Kimia Kelas X Semester Genap vi


CHEMLAB BASICS
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) & Panduan Laboratorium Kimia

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)

K3 dan kegiatan praktikum merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Ini berarti jika
kita melaksanakan kegiatan praktikum di laboratorium kimia, maka sudah menjadi keharusan bagi
kita untuk memahami dan melaksanakan segala hal yang berkaitan dengan K3, diantaranya:
mematuhi tata tertib yang berlaku, pemahaman karakteristik bahan yang digunakan (dapat dilihat dari
lembar Safety Data Sheet), pemahaman simbol B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun), serta tata cara
pembuangan limbah hasil praktikum.

Safety Data Sheet (SDS) Simbol Bahan Kimia Berbahaya dan


Beracun (B3)*
Dalam bahasa Indonesia dikenal dengan
nama lembar data keselamatan. SDS adalah
Simbol-simbol/pitocgram ini dapat kita
suatu lembar keselamatan yang berisi informasi
jumpai pada kemasan bahan kimia yang terdapat
tentang potensi bahaya bahan kimia dan
di laboratorium dan memungkinkan dalam satu
tindakan keselamatan yang perlu diikuti oleh kemasan bahan kimia terdapat lebih dari satu
pengguna. SDS ini dapat diperoleh lewat situs- simbol bahaya. Oleh karena itu, seorang praktikan
situs resmi yang ada di internet secara gratis. hendaknya dapat memahami dengan baik sifat-
Setiap lembar SDS terdiri dari 16 bagian yang sifat dari bahan kimia yang ada khususnya bahan
kesemuanya menjelaskan tentang karakteristik kimia yang tergolong ke dalam B3.
bahan yang bersangkutan. Selain itu, di dalam
lembar SDS terdapat pula kode NFPA Mudah Meledak (Explosive)
(National Fire Prevention Association) yang Suatu bahan yang pada suhu dan
berbentuk belah ketupat dengan 4 warna tekanan standar (25 0C, 760 mmHg)
berbeda dan masing-masing warna mewakili dapat meledak dan menimbulkan
kebakaran atau melalui reaksi kimia dan/fisika
sifat bahaya suatu bahan dengan skala bahaya
dapat menghasilkan gas dengan suhu dan tekanan
tertentu, seperti pada gambar berikut:
tinggi yang dengan cepat dapat merusak
lingkungan di sekitarnya.

Korosif (Corrosive)
Bahan kimia yang dapat
menyebabkan kerusakan pada
mata, kulit dan logam karena
bersifat korosif.

*Bagian 1

Modul Praktikum Kimia Kelas X Semester Genap 1


Simbol Bahan Kimia Berbahaya dan Paparan Bahan Kimia
Beracun (B3)*

Saat kita bekerja di laboratorium,


Pengoksidasi (Oxsidizing) memungkinkan terjadinya paparan bahan kimia
Bahan yang dapat melepaskan berbahaya yang berasal dari berbagai bahan
banyak panas atau menimbulkan kimia yang kita gunakan.
api ketika bereaksi dengan bahan
Terjadinya resiko paparan meliputi:
kimia lainnya, terutama bahan-bahan yang
 Terhisapnya uap atau bubuk bahan kimia.
sifatnya mudah terbakar meskipun dalam
 Tertelannya bahan kimia dalam bentuk
keadaan hampa udara.
padatan atau cairan lewat mulut.
Mudah Terbakar (Flammable)  Luka pada kulit yang disebabakan pecahan
Bahan kimia mudah menyala dan kaca dan masuknya bahan kimia ke dalam
dapat menyebabkan kebakaran. tubuh
 Terserapnya bahan kimia melalui kulit.
Iritasi (Irritant)
Bahan kimia yang dapat
menyebabkan iritasi. Pertolongan Pertama

Beracun (Toxic)
Bahan kimia yang bersifat 1.Terkena bahan kimia
beracun, baik jika tertelan, - Cucilah bagian tubuh yang
terkena kulit maupun terhirup. terkena bahan kimia dengan air.
- Jangan menggaruk bagian tubuh yang
Bahaya Bagi Kesehatan (Healt Hazard) terkena bahan kimia.
Bahan kimia yang dapat - Hubungi medis jika keadaan tidak
menyebabkan masalah kesehatan membaik.
yang serius dalam jangka pendek,
jangka panjang, atau berulang, seperti 2.Luka terkena pecahan kaca
karsinogenik, teratogenik, dan mutagenik. Kecil: Cuci luka dengan air dan segera beri
antiseptik, kemudian tutup luka dengan kasa
Berbahaya Bagi Lingkungan steril dan plester.
(Dangerous for Environment) Serius: Lakukan desinfeksi dan segera
Bahan kimia yang dapat hubungi medis.
menyebabkan pencemaran
lingkungan, di tanah juga di 3.Pusing/sakit kepala
perairan. Bawa ke tempat udara segar di luar
laboratorium.
Gas Bertekanan (Pressure Gas)
Bahan kimia bertekanan tinggi dan 4.Kebakaran
dapat meledak bila tabung dipanaskan - Jangan panik, apabila mungkin padamkan
atau terkena panas atau pecah dan api dengan tabung CO2 (racun api).
isinya dapat menyebabkan kebakaran. - Hindari menghirup asap secara langsung.
- Hubungi pemadam kebakaran jika
*Bagian 2 kebakaran bertambah besar.

Modul Praktikum Kimia Kelas X Semester Genap 2


Tumpahan Bahan Kimia Alat Pelindung Diri (APD)

Di atas lantai atau meja kerja Jas laboratorium


 Tumpahan kecil: gunakan sarung tangan, Gunakan jas laboratorium untuk
netralisasi asam/basa; serap tumpahan mencegah bahaya kontaminasi
dengan menggunakan kain dan buang atau mengindari bahaya yang
dalam kantong/wadah pembuangan yang terjadi akibat percikan bahan-bahan kimia yang
sesuai. berbahaya dan melindungi baju dari noda bahan
 Tumpahan besar: beri tahu pembimbing, kimia.
gunakan sarung tangan dan sepatu
pengaman, gunakan sebuah kit yang Sarung tangan (glove)
didesain khusus untuk bahan kimia Digunakan untuk melindungi
tersebut. tangan dari kontak dengan
 Bersihkan semua tumpahan dengan bahan kimia baik bahan kimia
segera untuk menghindari hal-hal yang cair maupun bahan kimia padat.
tidak diinginkan.

Tumpahan pada baju atau kulit Pelindung mata (goggles)


 Bersihkan tumpahan yang terkena pakaian. Digunakan untuk melindungi
 Cuci kulit yang terkena tumpahan bahan mata dari percikan bahan kimia
kimia dengan air dan lakukan pertolongan pada saat bekerja di laboratorium.
pertama. Obati dengan segera untuk Jangan menggunkan kontak lensa bila bekerja
meminimalkan resiko bahaya. di laboratorium karena asap/uap dapat
 Jika terkena paparan dalam area yang besar, menumpuk di bawah kontak lensa yang dapat
gunakan shower keselamatan, kemudian menimbulkan kerusakan mata.
lakukan pertolongan pertama.

Pembuangan Limbah Kimia

Setelah menyelesaikan aktivitas dengan berbagai bahan kimia, sering kali dihasilkan limbah
berupa residu (sisa), slurries (campuran encer dari bahan-bahan tidak terlarut, endapan-endapan, zat
warna, dan lain-lain), dan larutan sisa yang harus dibuang. Sebelum membuang limbah kimia
hendaknya kita memahami SDS (Safety Data Sheet) dari limbah tersebut dan bila ragu-ragu lakukan
kosultasi dengan ahlinya (pembimbing) sebelum membuangnya.
Aturan pembuangan limbah kimia adalah sebagai berikut:
a. Ketika membuang limbah asam, basa, dan slurries ke wastafel maka air harus dialirkan terus-
menerus untuk menegencerkan bahan yang dibuang. Jika proses pembuangan telah selesai,
bilas wastafel untuk membuang bahan-bahan korosif.
b. Limbah kimia berbahaya harus ditempatkan dalam wadah yang diberi label. Limbah-limbah
yang sangat berbahaya sebisa mungkin diubah terlebih dahulu menjadi bahan yang tidak
terlalu berbahaya sebelum ditempatkan dalam wadah pembuangan.
c. Hindari pembuangan limbah bahan kimia sembarangan untuk mencegah pencemaran
lingkungan dan kemungkinan terjadinya reaksi spontan, ledakan, dan kebakaran.

Modul Praktikum Kimia Kelas X Semester Genap 3


Peralataan Laboratorium Kimia Teknik Laboratorium

Secara umum peralatan yang digunakan 1.Menggunakan pipet tetes


di laboratorium kimia dikelompokkan menjadi - Pegang dan tekan karet
tiga, yaitu peralatan gelas, peralatan non-gelas, penghisap pipet tetes dengan
dan peralatan mekanik/elektronik. Dalam menggunakan ibu jari dan
praktiknya kalian harus bisa menggunakan jari telunjuk, kemudian celupkan pipet tetes
peralatan tersebut sesuai dengan fungsi dari pada larutan yang akan diambil.
masing-masing alat. - Lepaskan tekanan pada karet penghisap
sedikit demi sedikit supaya larutan masuk
Gelas kimia/beaker glass ke dalam pipet tetes.
Digunakan untuk tempat larutan - Untuk mengeluarkan larutan dari dalam
dan dapat juga untuk memanaskan pipet, berilah tekanan dengan kedua jari
larutan. Tidak diperkenankan pada karet pipet sampai larutan yang berada
untuk mengukur volume suatu di dalam pipet menetes ke luar.
cairan (walaupun terdapat skala, namun 2.Menggunakan gelas ukur
ralatnya cukup besar). -Letakan gelas ukur pada
permukaan yang datar.
Gelas ukur -Masukkan larutan yang
Digunakan untuk mengukur akan diukur volumenya.
suatu larutan dengan volume -Pembacaan miniskus
tertentu yang tidak memerlukan dilakukan sejajar dengan
ketelitian tingkat tinggi. mata dan sesuai dengan jenis zat cair yang
diukur volumenya. Untuk larutan yang tidak
Pipet tetes berwarna dan berwarna bening, pembacaan
Memindahkan volume tertentu suatu miniskus yang berlaku adalah miniskus
cairan dalam jumlah yang sedikit. bawah/cekung. Sedangkan untuk larutan yang
berwarna gelap, pembacaan miniskus yang
Batang pengaduk berlaku adalah miniskus atas/cembung.
Untuk mengaduk suatu larutan, 3.Menimbang dengan neraca tiga lengan
selain itu digunakan juga untuk - Pastikan piringan neraca
membantu saat menuangkan dalam keadaan bersih.
cairan dalam proses - Atur neraca dengan
penyaringan. memutar sekrup ke arah
luar ataupun ke arah
Tabung reaksi dalam sampai pointer
Untuk mereaksikan dua atau lebih tepat berada di tengah
zat kimia dalam jumlah sedikit. atau berada di nol.
Ini berarati neraca sudah dalam keadaan
Spatula setimbang
Untuk mengambil zat kimia - Letakkan kaca arloji di atas piringan neraca
padatan dalam bentuk serbuk. dan timbang massanya dengan menggeser
beban, pastikan pointer tepat berada di nol.
- Taruh zat padat yang akan ditimbang pada
kaca arloji, kemudian timbang sesuai
dengan massa zat padat yang diinginkan.

Modul Praktikum Kimia Kelas X Semester Genap 4


Let’s practice your knowledge now!
Setelah kalian membaca Chemlab Basics, sekarang waktunya untuk melatih
pengetahuan kalian dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan di bawah ini!

1. Carilah contoh bahan kimia yang termasuk ke dalam kategori:


Mudah meledak (explosive) : ……………………………………..
Pengoksidasi (oxsidizing) : ……………………………………..
Mudah terbakar (flammable) : ……………………………………..
Korosif (corrosive) : ……………………………………..
Beracun (toxic) : ……………………………………..
Iritasi (irritant) : ……………………………………..
Bahaya bagi kesehatan (healt hazard) : ……………………………………..
Berbahaya bagi lingkungan (dangerous for environment) : ……………………………………..
Gas bertekanan (pressure gas) : ……………………………………..

2. Tuliskan nama beserta fungsi dari beberapa alat laboratorium yang terdapat pada tabel berikut!
No Nama Alat dan Gambar Fungsi
1
………………………….

2
………………………….

3
………………………….

4
………………………….

5
………………………….

Modul Praktikum Kimia Kelas X Semester Genap 5


Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit

Praktikum I
Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit

Kompetensi Inti
4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah
konkret dan ranah abstrak terkait dengan
pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah
secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda
sesuai kaidah keilmuan.

Kompetensi Dasar
4.8 Merancang, melakukan, dan menyimpulkan serta
menyajikan hasil percobaan untuk mengetahui sifat
larutan elektrolit dan larutan non elektrolit.

Indikator

1. Merancang dan melakukan percobaan daya hantar listrik berbagai larutan.


2. Mendefinisikan pengertian larutan elektrolit dan non elektrolit berdasarkan percobaan.
3. Menyimpulkan sifat-sifat larutan elektrolit dan non elektrolit berdasarkan percobaan.
4. Mengelompokkan larutan berdasarkan daya hantar listriknya (larutan elektrolit kuat, elektrolit
lemah, dan non elektrolit) dari data hasil percobaan.
5. Menyajikan hasil percobaan larutan elektrolit dan non elektrolit.

Tujuan

Setelah melakukan percobaan ini, siswa dapat:


1. Merancang dan melakukan percobaan daya hantar listrik berbagai larutan.
2. Mendefinisikan pengertian larutan elektrolit dan non elektrolit.
3. Menyimpulkan sifat-sifat larutan elektrolit dan non elektrolit berdasarkan daya hantar
listriknya.
4. Mengelompokkan larutan berdasarkan daya hantar listriknya (larutan elektrolit kuat, elektrolit
lemah, dan non elektrolit).
5. Menyajikan hasil percobaan larutan elektrolit dan non elektrolit.
6.

Modul Praktikum Kimia Kelas X Semester Genap 6


Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit

BACALAH WACANA DI BAWAH INI DENGAN TELITI!

Apakah kalian sudah mengetahui, bahkan pernah melihat


langsung fenomena menangkap ikan dengan alat setrum?
Alat setrum ini memanfaatkan accu/aki sebagai sumber arus
listriknya dan bahan konduktor sebagai elektrodanya. Cara ini
dianggap efektif oleh sebagian besar orang, karena ikan yang
berada di sungai dapat dengan mudah dikumpulkan setelah Gambar 1 Menangkap ikan dengan
alat setrum
ikan tersengat listrik. Mengapa ikan yang terdapat di dalam air
sungai tersebut dapat tersengat oleh aliran listrik dengan mudah, padahal alat setrum tidak
mengenai tubuh ikan secara langsung? Apakah air sungai dapat menghantarkan listrik?
Menurut kalian apakah larutan cuka, larutan garam dapur, larutan gula, larutan urea,
larutan natrium hidroksida, aquades, dan alkohol 70% juga dapat menghantarkan arus listrik?
Bagaimana cara kalian mengidentifikasinya?

Perlu diketahui bahwa menangkap ikan dengan menggunakan cara ini tergolong
ilegal, karena selain dapat merusak ekosistem perairan juga dapat membahayakan bagi
penggunanya.

Berdasarkan wacana di atas, jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan berdiskusi


bersama teman sekelompokmu!

1. Tuliskan permasalahan yang kalian temukan dari wacana di atas!


...........................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................

Modul Praktikum Kimia Kelas X Semester Genap 7


Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit

2. Menurut kalian, teori apakah yang berhubungan dengan masalah yang kalian temukan dalam
wacana?............................................................
Carilah teori tersebut dari buku ataupun internet, kemudian tulis dan jelaskan pada kolom di bawah
ini!

...........................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................

3. Berdasarkan teori yang telah kalian temukan, bagaimana cara kalian untuk menyelesaikan masalah
tersebut?

...........................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................

Modul Praktikum Kimia Kelas X Semester Genap 8


Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit

Lakukanlah uji coba untuk


penyelesaian masalah
yang kalian ajukan melalui
kegiatan eksperimen!

Pada kegiatan eksperimen nanti, sekiranya


larutan apa saja yang dapat menghantarkan
listrik?

......................................................................
......................................................................
......................................................................

Kegiatan Eksperimen

Pilihlah diantara alat-alat berikut yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi larutan
elektrolit dan non elektrolit!

1. Kabel 5. Papan kayu ukuran 5cm x13 cm 9. Batang karbon


2. Gelas kimia 50 mL 6. Botol semprot 10. Kaca arloji
3. Batu baterai 9 volt 7. Neraca 11. Pipet tetes
4. Gelas ukur 100 mL 8. Lampu bohlam kecil 12. Tisu

Rancangan percobaan larutan elektrolit dan non elektrolit


Alat Bahan

Modul Praktikum Kimia Kelas X Semester Genap 9


Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit

Buatlah skema langkah kerja untuk kegiatan ekperimen yang akan kamu lakukan!

Skema Langkah Kerja:

Gambarkanlah rangkaian alat uji


larutan elektrolit dan non elektrolit!
Tuliskan juga keterangannya!

Larutan natrium hidroksida, urea, dan alkohol 70% yang telah digunakan dimasukkan kembali ke
dalam masing-masing wadah yang sesuai. Sedangkan larutan lainnya diencerkan dahulu dengan air
mengalir sebelum dibuang ke wastafel.

Modul Praktikum Kimia Kelas X Semester Genap 10


Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit

Catatlah hasil pengamatan yang kalian dapatkan pada tabel berikut!

Keterangan: Berilah tanda checklist () pada tabel yang sesuai dengan hasil pengamatanmu
No Larutan Rumus Pengamatan Keterangan
senyawa Nyala lampu Gelembung gas pada (larutan
batang karbon elektrolit
Terang Redup Mati Banyak Sedikit Ti- kuat,
dak elektrolit
ada lemah, dan
non elektrolit)
1. Aquades
2. Air sungai

3. Larutan
garam dapur
4. Larutan gula
5. Larutan cuka
6. Larutan
Natrium
Hidroksida
7. Larutan urea
8. Alkohol
70%

Buatlah pembahasan secara individu dengan menghubungkan antara teori dan hasil pengamatan
yang kamu peroleh! Jika hasil eksperimen kamu berbeda dengan teori, berilah alasan ilmiah
untuk hasil yang berbeda tersebut!.

...........................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................

Modul Praktikum Kimia Kelas X Semester Genap 11


Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit

.......................................................................................................................................................... .
...........................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................

Berdasarkan pembahasan yang kamu buat, kesimpulan apa yang dapat kamu peroleh?

............................................................................................................................................................
............................................................................................................................................................
............................................................................................................................................................
............................................................................................................................................................
............................................................................................................................................................
............................................................................................................................................................
............................................................................................................................................................
............................................................................................................................................................
............................................................................................................................................................
............................................................................................................................................................
............................................................................................................................................................

Tuliskan daftar pustaka dari buku maupun internet yang kamu gunakan sebagai bahan rujukan!
...........................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................

Modul Praktikum Kimia Kelas X Semester Genap 12


Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit

POST LAB

Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini!

1. Definisikan pengertian larutan elektrolit dan non elektrolit berdasarkan eksperimen yang telah kamu
lakukan?
..............................................................................................................................................................
..............................................................................................................................................................
..............................................................................................................................................................
..............................................................................................................................................................
2. Berdasarkan eksperimen yang telah kamu lakukan, lengkapilah tabel sifat-sifat larutan elektrolit
kuat, elektrolit lemah dan non elektrolit di bawah ini!
Jenis larutan Tes nyala lampu Tes elektroda Contoh larutan
Elektrolit kuat

Elektrolit lemah

Non elektrolit

3. Setelah melakukan kegiatan eksperimen, dapatkah kamu menjelaskan fenomena tersengatnya ikan
dalam air sungai?
..............................................................................................................................................................
..............................................................................................................................................................
..............................................................................................................................................................
..............................................................................................................................................................
4. Jelaskan mengapa larutan elektrolit dapat menghantarkan listrik sedangakan larutan non elektrolit
sebaliknya!
..............................................................................................................................................................
..............................................................................................................................................................
..............................................................................................................................................................
..............................................................................................................................................................
5. Sebutkan dan jelaskan 2 contoh penerapaan konsep larutan elektrolit dan non elektrolit di kehidupan
sehari-hari!
..............................................................................................................................................................
..............................................................................................................................................................
..............................................................................................................................................................
..............................................................................................................................................................
..............................................................................................................................................................
..............................................................................................................................................................
..............................................................................................................................................................
..............................................................................................................................................................
..............................................................................................................................................................
..............................................................................................................................................................

Modul Praktikum Kimia Kelas X Semester Genap 13


Larutan Elektrolit dan Non Elektrolit

REFLEKSI

1. Apa yang membuatmu yakin dengan solusi yang kamu ajukan?


..............................................................................................................................................................
..............................................................................................................................................................
..............................................................................................................................................................
2. Apakah kegiatan eksperimen yang kamu rancang dan lakukan dapat membantumu dalam
menemukan jawaban dari masalah yang kamu temukan dalam wacana? Jelaskan!
..............................................................................................................................................................
..............................................................................................................................................................
..............................................................................................................................................................
3. Apakah hipotesis yang kamu ajukan terbukti? Jelaskan!
..............................................................................................................................................................
..............................................................................................................................................................
..............................................................................................................................................................
4. Setelah melakukan kegiatan yang terdapat dalam modul ini, hal apa saja yang telah kamu pelajari?
..............................................................................................................................................................
..............................................................................................................................................................
..............................................................................................................................................................

Did you know?

Penggunaan air kelapa muda dengan kosentrasi 99,4% dan madu dengan konsentrasi 0,6% dapat dimanfaatkan
sebagai bahan pengencer oleh pembudidaya ikan patin (Pangasius pangasius) untuk meningkatkan lama hidup
spermatozoa selama penyimpanan. Air kelapa sendiri merupakan larutan elektrolit yang mengandung beberapa
bahan mineral, seperti K+, Mg2+, Cl-, dan Na+.

Sumber: Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan Vol. 3, No. 1, April 2011

“A person who never


made a mistake never Kolom Penilaian …… - …… - …..
tried anything new” Catatan Guru: Nilai
Albert Einstein

Modul Praktikum Kimia Kelas X Semester Genap 14


Reaksi Reduksi Oksidasi

Praktikum 2
Reaksi Reduksi Oksidasi (Redoks)

Kompetensi Inti

4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah


konkret dan ranah abstrak terkait dengan
pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah
secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda
sesuai kaidah keilmuan.

Kompetensi Dasar

4.9 Merancang, melakukan, dan menyimpulkan serta


menyajikan hasil percobaan reaksi oksidasi-reduksi.

Indikator

1. Merancang percobaan reaksi oksidasi-reduksi.


2. Melakukan percobaan reaksi oksidasi-reduksi
3. Menyimpulkan data hasil percobaan.
4. Menyajikan hasil percobaan reaksi oksidasi-reduksi

Tujuan

1. Merancang dan melakukan percobaan reaksi oksidasi-reduksi.


2. Menyimpulkan data hasil percobaan reaksi oksidasi-reduksi.
3. Menyajikan hasil percobaan reaksi oksidasi-reduksi.

Modul Praktikum Kimia Kelas X Semester Genap 15


Reaksi Reduksi Oksidasi

BACALAH WACANA DI BAWAH INI DENGAN TELITI!

Siapa yang pernah memakan buah apel, pir, dan pisang?


Tentu kalian semua sudah pernah mencicipi buah-buahan
tersebut, tapi apakah kalian pernah perhatikan bahwa daging
buah yang telah di kupas akan menjadi kecoklatan bila Gambar(a) (b) yang
2 (a) Daging buah apel
kecoklatan. (b) Peristiwa korosi pada
dibiarkan di udara terbuka dalam jangka waktu tertentu? pagar besi
Kejadian tersebut juga terjadi pada sayur-sayuran, seperti
kentang dan terong. Perhatikan pula benda-benda dari besi yang ada di sekitarmu. Ketika cat yang
melapisinya terkelupas, maka lama-kelamaan akan timbul bercak kekuningan yang disebut
sebagai karat. Ternyata perubahan warna tersebut menunjukkan bahwa reaksi kimia telah terjadi.
Dalam suatu kegiatan praktikum kamu diminta untuk mengamati lebih lanjut tentang
perkaratan pada besi dengan berbagai macam perlakuan. Perlakuan apa sajakah yang sekiranya
dapat menyebabkan perkaratan pada besi tersebut?

Berdasarkan wacana di atas, jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan berdiskusi


bersama teman sekelompokmu!

1. Tuliskan permasalahan yang kalian temukan dari wacana di atas!

...........................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................

Modul Praktikum Kimia Kelas X Semester Genap 16


Reaksi Reduksi Oksidasi

2. Menurut kalian teori apakah yang berhubungan dengan masalah yang kalian temukan dalam
wacana?............................................................
Carilah teori tersebut dari buku ataupun internet, kemudian tulis dan jelaskan pada kolom di bawah
ini!
...........................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................

3. Berdasarkan teori yang telah kalian temukan, bagaimana cara kalian untuk menyelesaikan masalah
tersebut?

...........................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................
Apakah solusi yang kalian ajukan dapat diujicobakan melalui kegiatan praktikum?......
...........................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................

Modul Praktikum Kimia Kelas X Semester Genap 17


Reaksi Reduksi Oksidasi

Lakukanlah uji coba untuk


penyelesaian masalah
yang kalian ajukan melalui
kegiatan eksperimen!

Pada kegiatan eksperimen nanti, sekiranya


bagaimana hasil yang seharusnya didapat?

......................................................................
......................................................................
......................................................................

Kegiatan Eksperimen

Pilihlah diantara alat-alat berikut yang dapat digunakan untuk


melakukan percobaan redoks
1. Neraca 4. Batang pengaduk
2. Tabung reaksi 5. Botol semprot
3. Rak tabung reaksi 6. Amplas

Rancangan percobaan Reaksi Reduksi Oksidasi


Alat Bahan

Modul Praktikum Kimia Kelas X Semester Genap 18


Reaksi Reduksi Oksidasi

Buatlah skema langkah kerja untuk kegiatan ekperimen yang akan kamu lakukan!
Skema Langkah Kerja:

Catatlah hasil pengamatan yang kalian dapatkan pada tabel berikut!

Gambarkanlah rancangan percobaannya!


Tuliskan juga keterangannya!

Limbah hasil praktikum diencerkan terlebih dahulu dengan air mengalir sebelum dibuang ke
wastafel.

Modul Praktikum Kimia Kelas X Semester Genap 19


Reaksi Reduksi Oksidasi

Catatlah hasil pengamatan yang kalian dapatkan pada tabel berikut!


Hari ke- Pengamatan
Perlakuan A Perlakuan B Perlakuan C Perlakuan D Perlakuan E
(Besi+ ) (Besi+ ) (Besi+ ) (Besi+ ) (Besi+ )

Buatlah pembahasan secara individu dengan menghubungkan antara teori dan hasil pengamatan
yang kamu peroleh! Jika hasil eksperimen kamu berbeda dengan teori, berilah alasan ilmiah
untuk hasil yang berbeda tersebut!

............................................................................................................................................................
............................................................................................................................................................
............................................................................................................................................................
............................................................................................................................................................
............................................................................................................................................................
............................................................................................................................................................
............................................................................................................................................................
............................................................................................................................................................
............................................................................................................................................................
............................................................................................................................................................
............................................................................................................................................................
............................................................................................................................................................
............................................................................................................................................................
............................................................................................................................................................
Modul Praktikum Kimia Kelas X Semester Genap 20
Reaksi Reduksi Oksidasi

............................................................................................................................................................
............................................................................................................................................................
............................................................................................................................................................
............................................................................................................................................................
............................................................................................................................................................
............................................................................................................................................................
............................................................................................................................................................
............................................................................................................................................................
............................................................................................................................................................
............................................................................................................................................................
............................................................................................................................................................
............................................................................................................................................................
............................................................................................................................................................

Berdasarkan pembahasan yang kamu buat, kesimpulan apa yang dapat kamu peroleh?
............................................................................................................................................................
............................................................................................................................................................
............................................................................................................................................................
............................................................................................................................................................
............................................................................................................................................................
............................................................................................................................................................
............................................................................................................................................................
............................................................................................................................................................

Tuliskan daftar pustaka dari buku maupun internet yang kalian gunakan sebagai bahan rujukan!
............................................................................................................................................................
............................................................................................................................................................
............................................................................................................................................................
............................................................................................................................................................
............................................................................................................................................................
............................................................................................................................................................
............................................................................................................................................................
............................................................................................................................................................

Modul Praktikum Kimia Kelas X Semester Genap 21


Reaksi Reduksi Oksidasi

POST LAB

Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini!

1. Faktor apa saja yang mempengaruhi terjadinya korosi?


........................................................................................................................................................
........................................................................................................................................................
........................................................................................................................................................
........................................................................................................................................................
2. Tuliskan rumus kimia dari karat besi!
........................................................................................................................................................
........................................................................................................................................................
........................................................................................................................................................
........................................................................................................................................................
........................................................................................................................................................
3. Dari percobaan yang telah kamu lakukan, tentukanlah variabel kontrol dan bebas!
........................................................................................................................................................
........................................................................................................................................................
........................................................................................................................................................
........................................................................................................................................................
........................................................................................................................................................
4. Jelaskan mengapa perkaratan besi termasuk ke dalam reaksi redoks?
........................................................................................................................................................
........................................................................................................................................................
........................................................................................................................................................
........................................................................................................................................................
........................................................................................................................................................
5. Sebutkan dan jelaskan 2 contoh penerapaan konsep reaksi reduksi oksidasi di kehidupan sehari-
hari!
........................................................................................................................................................
........................................................................................................................................................
........................................................................................................................................................
........................................................................................................................................................
........................................................................................................................................................
........................................................................................................................................................
........................................................................................................................................................
........................................................................................................................................................
........................................................................................................................................................
..............................................................................................................................................................
........................................................................................................................................................
..............................................................................................................................................................
........................................................................................................................................................
..............................................................................................................................................................
........................................................................................................................................................

Modul Praktikum Kimia Kelas X Semester Genap 22


Reaksi Reduksi Oksidasi

REFLEKSI

1. Apa yang membuatmu yakin dengan penyelesaian masalah/solusi yang kamu ajukan?
..............................................................................................................................................................
..............................................................................................................................................................
..............................................................................................................................................................
2. Apakah kegiatan eksperimen yang kamu rancang dan lakukan dapat membantumu dalam
menemukan jawaban dari masalah yang kamu identifikasi?
..............................................................................................................................................................
..............................................................................................................................................................
..............................................................................................................................................................
3. Setelah melakukan kegiatan yang terdapat dalam modul ini, hal apa saja yang telah kamu pelajari?
..............................................................................................................................................................
..............................................................................................................................................................
..............................................................................................................................................................
4. Berikanlah saran untuk perbaikan pada kegiatan praktikum selanjutnya!
..............................................................................................................................................................
..............................................................................................................................................................
..............................................................................................................................................................

Did you know?

Salah satu aplikasi dari konsep redoks adalah reaksi termit atau biasa disebut sebagai las termit adalah reaksi
yang terjadi antara alumunium dengan oksida besi. Reaksi ini sangat eksotermik. Besarnya kalor yang sangat
tinggi dapat melelehkan logam besi yang terbentuk. Las termit ini dimanfaatkan untuk mengelas rel kereta api
Persamaan reaksinya adalah sebagai berikut:
2Al + Fe2O3 2Fe + Al2O3 + 850kJ
Karat besi yang mengandung ion Fe3+ mengalami reduksi menjadi logam besi murni (Fe). Sedangkan serbuk
alumunium (Al) teroksidasi menjadi alumunium oksida (Al2O3).

Sumber: http://etnarufiati.guru-indonesia.net/artikel_detail-15227.html

“Ilmu itu didapati oleh


Kolom Penilaian …… - …… - ……
lidah yang gemar
bertanya dan akal yang Catatan Guru: Nilai
suka berfikir”
Abdullah Bin Abbas

Modul Praktikum Kimia Kelas X Semester Genap 23


Evaluasi
A. Berilah tanda silang (X) pada jawaban yang benar!
1. Serbuk garam dilarutkan ke dalam air, ternyata larutan garam tersebut dapat menghantarkan arus
listrik. Pernyataan yang tepat untuk menerangkan peristiwa ini adalah….
A.dalam air, garam terurai menjadi atomnya
B.dalam air, garam itu terurai menjadi molekulnya
C.dalam air, garam terurai menjadi ionnya
D.adanya penambahan garam membuat air menjadi mudah terionisasi
E. air menjadi konduktor listrik bila ada garam/zat terlarut di dalamnya

2. Perhatikanlah tabel hasil pengamatan berikut ini


Larutan Nyala Lampu Gelembung gas
A Tidak menyala Tidak ada gelembung gas
B Terang Ada gelembung gas
C Tidak menyala Ada gelembung gas
D Terang Ada gelembung gas
E Tidak menyala Tidak ada gelembung gas
F Redup Ada gelembung gas
Dari data hasil pengamatan tersebut larutan manakah yang termasuk ke dalam larutan elektrolit
kuat…
A. Larutan A dan E
B. Larutan B dan A
C. Larutan C dan E
D. Larutan D dan F
E. Larutan B dan D

3. Perhatikan tabel di bawah ini


Nama Zat Konsentrasi Volume Pengamatan
Voltase (v) Arus (mA)
HCl 0,5 M 20mL 3 0,8
HCl 1M 20mL 3 1,4
HCl 1,5 M 20mL 3 2,3
Dari data tersebut apakah yang mempengeruhi daya hantar listrik suatu larutan?
A. Jenis zat
B. Konsentrasi
C. Volume
D. Suhu
E. Tekanan

4. Diketahui beberapa zat sebagai berikut


1) Garam dapur
2) Gula pasir
Modul Praktikum Kimia Kelas X Semester Genap 24
3) Asam Cuka
Berdasarkan sifat daya hantar listriknya, urutan larutan-larutan tersebut dari yang non elektrolit,
elektrolit lemah, dan elektrolit kuat adalah….
A. 1,2, dan 3
B. 1,3, dan 2
C. 2,1, dan 3
D. 2,3, dan 1
E. 3,2, dan 1

5. Diketahui data hasil pengujian daya hantar listrik berbagai zat sebagai berikut:
Jenis Zat Padatan Lelehan Larutan
X Non konduktor Non konduktor Konduktor
Y Non konduktor Konduktor Konduktor
Z Non konduktor Non konduktor Non konduktor
Elektrolit yang merupakan senyawa ion adalah…
A. X
B. Y
C. Z
D. X dan Y
E. Tidak ada

6. Sebagian daur nitrogen di alam mengalami proses sebagai berikut


N2 NO

NO3- NO2
Urutan biloks nitrogennya adalah….
A. -3, 0, +1, +3
B. +2, +3, +4, -1
C. 0, +2, +4, +5
D. -3, +1, +2, +3
E. 0, +3, +4, +5

7. Di antara reaksi-reaksi berikut, mana yang merupakan reaksi redoks adalah…


A. AgNO3 + NaCl AgCl +NaNO3
B. 2KI + Cl2 I2 + 2KCl
C. NH3 + H2O NH4+ + OH-
D. NaOH + CH3COOH CH3COONa + H2O
E. Al2O3 + 2NaOH 2NaAlO2 + H2O

8. Manakah yang bukan merupakan reaksi reduksi?


A. Mn2+ + 2e- Mn
B. Mn Mn + 2e-
2+

C. Ca2+ + 2e- Ca

Modul Praktikum Kimia Kelas X Semester Genap 25


D. I2 + 2e- 2I-
E. K+ + e- K

9. Tiga macam pengertian reaksi reduksi oksidasi adalah sebagai berikut:


1) Penerimaan dan pelepasan oksigen
2) Kenaikan dan penurunan bilangan oksidasi
3) Penerimaan dan pelepasan elektron
Urutan perkembangan konsep reduksi oksidasi tersebut adalah….
A. 1-2-3
B. 2-3-1
C. 2-1-3
D. 1-3-2
E. 3-1-2

10. Berapakah biloks dari unsur kobal dalam senyawa kobal (II) klorida….
A. +2
B. +1
C. 0
D. -2
E. -1

B. Jawablah pertanyaan berikut dengan tepat!

1. Bacalah cuplikan berita dibawah ini dengan teliti


Selasa, 10 Februari 2015,

POJOKSATU. Hujan yang mengguyur wilayah Bekasi dan sekitarnya sejak Senin (9/2) dinihari
mengakibatkan genangan di sejumlah titik. Tidak terkecuali di Babelan, Kabupaten Bekasi.
Nahasnya, salah seorang warga, Karyuni (40), tewas tersengat listrik saat banjir melanda. Ibu
rumah tangga yang tinggal di Kavling Taman Wisata, Jalan Cendrawasih Blok D11. No.19, Desa
Bahagia, Kecamatan Babelan, itu diduga meninggal dunia karena tersetrum kabel yang
mengelupas dan terendam air di rumahnya. Sang suami, Heri Priyatno menuturkan istrinya
hendak menyalakan pompa air jet pump untuk mengisi bak penampungan air. Disinyalir karena
ada bagian kabel jet pump yang terkelupas dan tergenang air setinggi 50 cm, maka arus pendek
aliran listrik pun tak terelakkan. Sontak, istrinya terkejut dan langsung berteriak kesakitan…

( Sumber: http://pojoksatu.id/pojok-news/2015/02/10/banjir-warga-bekasi-tewas-kesetrum/)

Tuliskanlah masalah yang berkaitan dengan konsep larutan elektrolit dan non elektrolit dari
cuplikan berita di atas! kemudian carilah jawaban dari masalah yang telah kamu temukan
tersebut!
Daftar masalah
......................................................................................................................................................
......................................................................................................................................................
......................................................................................................................................................
......................................................................................................................................................

Modul Praktikum Kimia Kelas X Semester Genap 26


Penyelesaian:
......................................................................................................................................................
......................................................................................................................................................
......................................................................................................................................................
......................................................................................................................................................
......................................................................................................................................................
......................................................................................................................................................
......................................................................................................................................................
......................................................................................................................................................
2. Seorang ilmuan melakukan percobaan daya hantar listrik dari suatu zat di laboratorium dengan
alat uji elektrolit. Zat yang digunakannya berupa HCl murni dan larutan HCl 5 M. Dari hasil
percobaannya didapati bahwa HCl murni tidak menimbulkan gejala nayala lampu maupun
gelembung gas, sedangkan pada HCl 5M didapati nyala lampu terang dan terdapat banyak
gelembung gas pada batang elektroda.
Tuliskanlah masalah yang kamu temukan dari wacana di atas! kemudian carilah jawaban dari
masalah yang telah kamu temukan tersebut!
Daftar masalah:
......................................................................................................................................................
......................................................................................................................................................
......................................................................................................................................................
......................................................................................................................................................
Penyelesaian:
......................................................................................................................................................
......................................................................................................................................................
......................................................................................................................................................
......................................................................................................................................................
......................................................................................................................................................
......................................................................................................................................................
......................................................................................................................................................
......................................................................................................................................................
3. Kemajuan industri tekstil, pulp, kertas, bahan kimia, obat-obatan, dan industri pangan di
samping membawa dampak positif juga berdampak negatif. Dampak negatif yang ditimbulkan
antara lain menghasilkan air limbah yang membahayakan lingkungan, karena mengandung
bahan-bahan kimia dan mikroorganisme yang merugikan.
Tuliskanlah permasalah yang dapat kalian temukan dari wacana tersebut! kemudian carilah
penyelesainnya yang memiliki keterkaitan dengan konsep redoks!
Daftar masalah:
......................................................................................................................................................
......................................................................................................................................................
......................................................................................................................................................
......................................................................................................................................................
Penyelesaian:
......................................................................................................................................................
......................................................................................................................................................
......................................................................................................................................................

Modul Praktikum Kimia Kelas X Semester Genap 27


......................................................................................................................................................
......................................................................................................................................................
......................................................................................................................................................
......................................................................................................................................................
......................................................................................................................................................
......................................................................................................................................................
......................................................................................................................................................
......................................................................................................................................................
......................................................................................................................................................
......................................................................................................................................................
......................................................................................................................................................
......................................................................................................................................................
......................................................................................................................................................
......................................................................................................................................................
......................................................................................................................................................
......................................................................................................................................................
......................................................................................................................................................
......................................................................................................................................................
......................................................................................................................................................
......................................................................................................................................................

UMPAN BALIK
Cocokkan jawaban kalian dengan kunci jawaban yang tersedia pada bagian akhir modul praktikum.
Hitunglah jawaban benar kalian, kemudian gunakan rumus di bawah ini untuk mengetahui tingkat
penguasaan kalian terhadap materi larutan elektrolit dan non elektrolit, dan redoks.

𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑠𝑘𝑜𝑟 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑝𝑒𝑟𝑜𝑙𝑒ℎ


𝑇𝑖𝑛𝑔𝑘𝑎𝑡 𝑝𝑒𝑛𝑔𝑢𝑎𝑠𝑎𝑎𝑛 = 𝑥 100%
22

Keterangan:
Pada bagian A (Pilihan Ganda) masing-masing jawaban benar berbobot 1. sedangkan pada bagian B
(Essay) masing-masing jawaban dinilai berdasarkan rubrik penialian dengan bobot maksimal 4.

Arti dari tingkat penguasaan yang telah kalian capai adalah sebagai berikut:
90%-100% = Baik Sekali
80%-89% = Baik
70%-79% = Cukup
<70% = Kurang
Apabila penguasaan kalian telah mencapai 80% atau lebih, kalian telah menguasai materi yang disajikan
dalam modul ini. Tetapi, apabila penguasaan kalian masih di bawah 80%, kalian harus mengulangi
kembali materi terkait, terutama pada bagian yang belum kalian kuasai.

Modul Praktikum Kimia Kelas X Semester Genap 28


Glosarium

Aquades adalah air hasil destilasi/penyulingan

Desinfeksi adalah pembasmian hama penyakit.

Elektroda adalah bahan konduktor yang digunakan untuk bersentuhan dengan bagian atau media
non-logam (misal elektrolit).

Karsinogenik adalah bahan kimia yang dapat menimbulkan atau memengaruhi timbulnya kanker.

Kit adalah perangkat atau perlengkapan untuk keperlan khusus.

Larutan adalah campuran yang homogen antara zat terlarut dan pelarut

Larutan elektrolit adalah larutan yang dapat menghantarkan listrik.

Larutan non elektrolit adalah larutan yang tidak dapat menghantarkan listrik.

Mutagenik adalah sifat dasar kimia yang menyebabkan mutasi gen.

Ralat adalah kesalahan atau kekeliruan.

Redoks adalah singkatan dari reaksi reduksi dan oksidasi.

SDS (Safety Data Sheet) adalah suatu lembar keselamatan yang berisi informasi tentang potensi
bahaya zat kimia dan tindakan keselamatan yang perlu diikuti oleh pengguna.

Slurries adalah campuran encer dari bahan-bahan tidak terlarut, endapan-endapan, zat warna, dan
lain-lain.

Teratogenik adalah sifat bahan yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan embrio.

Modul Praktikum Kimia Kelas X Semester Genap 29


Daftar Pustaka

Arends, Richard I. Learning to Teach. New York: Mc Graw-Hill. 2007


Chang, Raymond. Kimia Dasar Konsep-Konsep Inti Edisi Ketiga. Jakarta: Erlangga. 2005
Harnanto, Ari, dan Ruminten. Kimia Untuk SMA/MA Kelas X. Jakarta: Pusat Perbukuan
Departemen Pendidikan Nasional. 2009
Jackson, Mark. Chemlab Basics. BarChart. 2003
Khamadinal. Teknik Laboratorium Kimia. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. 2012
Purba, Michael. Kimia 1B Untuk Kelas X. Jakarta: Erlangga. 2002
Sitorus, Marham, dan Ani Sutiani. Pengelolaan dan Manajemen Laboratorium Kimia. Yogyakarta:
Graha Ilmu. 2013
Sulmartiwi. Laksmi, dkk. Pengaruh Konsentrasi Air Kelapa Muda dan Madu dalam NaCl
Fisiologis terhadap Motilitas dan Lama Hidup Spermatozoa Ikan Patin (Pangasius
pangasius). Jurnal Ilmiah Perikanan dan Kelautan Vol. 3,No. 1, April 2011 Universitas
Airlangga
Sumardjo, Damir. Pengantar Kimia Buku Panduan Kuliah Mahasiswa Kedokteran. Jakarta:
Penerbit Buku Kedokteran EGC. 2008
Tarmizi. Manajemen Laboratorium. Padang: UNP Press.2009
http://bhupalaka.files.wordpress.com/2011/02/kuliah-5-b3-label-dan-msds.pdf
http://distantina.staff.uns.ac.id
http://etnarufiati.guru-indonesia.net/artikel_detail-15227.html
www.bppt.go.id
www.kbbi.web.id

Modul Praktikum Kimia Kelas X Semester Genap 30


Kunci Jawaban
Bagian A (PG)

1. C 6. C
2. E 7. B
3. B 8. B
4. D 9. D
5. B 10. A

Bagian B (Essai)
No Kunci Jawaban Kriteria Jawaban Bobot
Soal
1 Daftar masalah Menuliskan daftar masalah 4
1. Apa yang menyebabkan sesorang dapat tersetrum? dan penyelesaian sesuai
2. Pencegahan apa yang dapat dilakukan untuk dengan kunci jawaban
menghindari kasus pada berita tersebut? Menuliskan salah satu daftar 3
Penyelesaian masalah dan penyelesaian
1. Hal ini dikarenakan kabel yang digunakan terkelupas yang yang sesuai dengan
sehingga tembaga yang terdapat di dalam kabel tidak kunci jawaban
terlindungi oleh karet yang melapisinya. Dalam hal Menuliskan daftar masalah 2
ini tembaga berperan sebagai elektroda sehingga saat dengan benar namun
teraliri arus listrik dan terkena air, maka air akan memberikan penyelesaian
meneruskan arus listrik tersebut. Sehingga saat yang salah
sesorang berada di daerah sekitar aliran listrik maka Menuliskan daftar masalah 1
orang tersebut akan tersengat. dan penyelesaian yang tidak
Hal ini juga dikarenakan air termasuk ke dalam sesuai dengan kunci
larutan elektrolit yaitu larutan yang dapat jawaban
menghantarkan arus listrik. Tidak menuliskan jawaban 0
2. Pencegahan yang dapat dilakukan adalah dengan:
a. Melakukan pengecekan bagian kabel pada
peralatan listrik yang digunakan, usahakan
jangan sampai ada bagian kabel yang terkelupas.
b. Hindari penggunaan stop kontak bila dalam
kondisi basah.
2 Daftar masalah Menuliskan daftar masalah 4
1. Mengapa terjadi perbedaan hasil percobaan daya dan penyelesaian sesuai
hantar antara HCl murni dengan HCl 5M? dengan kunci jawaban
Penyelesaian Menuliskan daftar masalah 3
dengan benar namun
1. Perbedaan hasil percobaan yang antara HCl murni
penyelesaian yang
dan HCl 5M adalah karena HCl dalam keadaan dikemukakan tidak lengkap
murni berupa molekul-molekul, sehingga tidak dapat seperti pada kunci jawaban.
menghantarkan arus listrik. Sedangkan pada HCl 5M Menuliskan daftar masalah 2
telah terjadi pencampuran antara HCl dengan air dengan benar namun
sehingga molekul HCl terionisasi sempurna di dalam memberikan penyelesaian
yang salah

Modul Praktikum Kimia Kelas X Semester Genap 31


air, maka HCl 5M dapat menghantarkan listrik Menuliskan daftar masalah 1
dengan baik. dan penyelesaian yang tidak
sesuai dengan kunci
jawaban
Tidak menuliskan jawaban 0
3. Daftar masalah Menuliskan daftar masalah 4
1. Bagaimana menerapkan konsep reaksi redoks pada dan penyelesaian sesuai
pengolahan limbah perairan? dengan kunci jawaban
Penyelesaian
1. Penerapan konsep reaksi redoks pada pengolahan Menuliskan daftar masalah 3
limbah perairan dapat dilakukan melalui metode dengan benar namun
lumpur aktif dengan tahapan sebagai berikut: penyelesaian yang
a. Tahap awal dikemukakan tidak lengkap
Pada tahap ini dilakukan pemisahan benda- seperti pada kunci jawaban.
benda asing. Sisa-sisa partikel digiling agar Menuliskan daftar masalah 2
tidak merusak alat dalam sistem dan limbah dengan benar namun
dicampur agar laju aliran dan konsentrasi memberikan penyelesaian
partikel konsisten. yang salah
b. Tahap primer
Menuliskan daftar masalah 1
Tahap ini disebut juga tahap pengendapan.
dan penyelesaian yang tidak
Partikel-partikel berukuran suspensi dan
sesuai dengan kunci
partikel-partikel ringan dipisahkan, partikel-
jawaban
partikel berukuran koloid digumpalkan dengan
penambahan elektrolit seperti FeCl3, FeCl2, Tidak menuliskan jawaban 0
Al2(SO4)3, dan CaO.
c. Tahap sekunder
Tahap sekunder meliputi 2 tahap yaitu tahap
aerasi (metode lumpur aktif) dan pengendapan.
d. Tahap tersier
Tahap ini disebut tahap pilihan. Tahap ini
biasanya untuk memisahkan kandungan zat-zat
yang tidak ramah lingkungan seperti senyawa
nitrat, fosfat, materi organik yang sukar terurai,
dan padatan anorganik. Contoh-contoh
perlakuan pada tahap ini sebagai berikut:
 Nitrifikasi/denitrifikasi
Nitrifikasi adalah pengubahan amonia (NH3
dalam air atau NH4+) menjadi nitrat (NO3-)
dengan bantuan bakteri aerobik. Reaksi:
2NH4+(aq) + 3 O2(g) 2NO2-(aq) + 2H2O(l) +
+
4H (aq)
2NO2- (aq) +O2(g) 2NO3- (aq)

 Denitrifikasi adalah reduksi nitrat menjadi gas


nitrogen bebas seperti N2, NO, dan NO2.
Senyawa NO3 gas nitrogen bebas
 Pemisahan fosfor
Fosfor dapat dipisahkan dengan cara
koagulasi/penggumpalan dengan garam Al
dan Ca, kemudian disaring. Reaki redoks yang
terjadi:

Modul Praktikum Kimia Kelas X Semester Genap 32


Al2(SO4)3 + 14H2O(s) + 2PO43-(aq) 2AIPO4(s)
+ 3SO42-(aq) + 14H2O(l)
5Ca(OH)2(s) + 3 HPO42-(aq) Ca5OH(PO4)3(s)
-
+ 6OH (aq) + 3H2O(l)
 Adsorbsi oleh karbon aktif untuk menyerap
zat pencemar, pewarna, dan bau tak sedap.
 Penyaringan mikro untuk memisahkan
partikel kecil seperti bakteri dan virus.
 Rawa buatan untuk mengurai materi organik
dan anorganik yang masih tersisa dalam air
limbah.
e. Disinfektan
Disinfektan ditambahkan pada tahap ini untuk
menghilangkan mikroorganisme seperti virus
dan materi organik penyebab bau dan warna.
Air yang keluar dari tahap ini dapat digunakan
untuk irigasi atau keperluan industri, contoh:
Cl2.
Reaksi: Cl2(g) + H2O(l) HClO(aq) + H+(aq)
-
+ Cl (aq)
f. Pengolahan padatan lumpur
Padatan lumpur dari pengolahan ini dapat
diuraikan bakteri aerobik atau anaerobik
menghasilkan gas CH4 untuk bahan bakar dan
biosolid untuk pupuk.

Modul Praktikum Kimia Kelas X Semester Genap 33


217
218

Lampiran 13. Surat Permohonan Izin penelitian


219

Lampiran 14. Surat Keterangan Pelaksanaan Penelitian


220

Lampiran 15. Dokumentasi Kegiatan Penelitian


221

Lampiran 16. Lembar Uji Referensi


222
223
224
225
226
227
228
229

Beri Nilai