Anda di halaman 1dari 7

PEMERINTAH KABUPATEN SLEMAN

DINAS PENDIDIKAN, PEMUDA DAN OLAH RAGA


SMK PARAMITRA
Jl. Kaliurang km 10, Gadingan No.333 Sinduharjo Ngaglik Sleman Yogyakarta 55581

RENCANA PELAKSANAAN LAYANAN (RPL)


BIMBINGAN KLASIKAL
SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2017/2018

A Komponen Layanan dasar

B Bidang Layanan belajar

C Topik / Tema Layanan Gangguan / kesulitan belajar

D Fungsi Layanan Pemahaman

E Tujuan Umum Peserta didik dapat memahami tentang pengertian gangguan /


kesulitan belajar, jenis-jenis learning disorder, mendiagnosis
gangguan belajar, dan penyebab gangguan belajar

F Tujuan Khusus 1. Peserta didik dapat memahami pengertian gangguan /


kesulitan belajar
2. Peserta didik dapat memahami jenis-jenis learning disorder
3. Peserta didik dapat mengetahui mendiagnosis gangguan
belajar
4. Peserta didik dapat memahami penyebab gangguan belajar

G Sasaran Layanan Kelas X

H Materi Layanan 1. Pengertian gangguan / kesulitan belajar

2. jenis-jenis learning disorder

3. mendiagnosis gangguan belajar


4. penyebab gangguan belajar

I Waktu 1 Kali Pertemuan x 45 Menit

J Sumber Materi (maharokupasiterapi.blogspot.co.id/2011/11/gangguankesulit


an-belajar-learning-html?m=1)

K Metode/Teknik Ceramah

L Media / Alat LCD, laptop, PPT

M Pelaksanaan

1. Tahap Awal

a. pernyataan tujuan 1. Guru bk menyapa peserta didik dan membuka dengan


salam dan berdoa
Guru bk menyampaikan tujuan yang sesuai dengan tujuan
khusus diatas
b. penjelasan tentang Menjelaskan proses pelaksanaan kegiatan bimbingan.
langkah-langah kegiatan
kelompok Apabila menggunakan teknik yang sudah dipilih maka,

guru bimbingan dan konseling atau konselor perlu

menjelaskan langkah-langkah kegiatan, tugas dan


tanggungjawab siswa

c. Mengarahkan kegiatan Memberikan penjelasan tentang kegiatan yang akan


langkah-langkah dilakukan dan mennayakan kepada pesert didik tentang
( konsolidasi ) kegiatan yang akan dilakukannya

d. Tahap Peralihan 1. Guru Bkmelakukan ice breaking


2. Guru bk menanyakan kesiapan kelompok dalam
( transisi ) melaksanakan kegiatan bimbingan kelompok
3. Guru bk memberi kesempatan bertanya tentang
pelaksanaan kegiatan bimbingan kelompok tersebut
4. Guru bk menjelaskan kembali secara singkat dalam
pelaksanaan kegiatan bimbingan kelompok

1. Setiap kelompok memberikan pertangung jawaban


tentang hasil diskusi tentang penipuan di media sosial
2. Tahap Inti 2. Guru Bk menjadi pengarah dalam setiap masalah dalam
layanan bimbingan kelompok
3. Guru bk menjadi pendengar yang baik
4. Guru bk memberikan sebuah penguat/ reward

3. Tahap Penutup 1. Guru BK mengajak peserta didik membuat kesimpulan


yang terkait dengan materi layanan
2. Guru bk melakukan tindak lanjut
3. Guru BK melakukan ice breaking
4. Guru BK mengakhiri kegiatan dengan berdoa dan salam
Evaluasi

M 1. Evaluasi Proses Guru BK atau konselor melakukan evaluasi dengan


memperhatikan proses yang terjadi :
1. Melakukan Refleksi hasil, setiap peserta didik
menuliskan di kertas yang sudahdisiapkan.
2. Sikap atau atusias peserta didik dalam mengikuti kegiatan
3. Cara peserta didik dalam menyampaikan pendapat atau
bertanya
4. Cara peserta didik memberikan penjelasan dari pertanyaan
guru BK

2. Evaluasi Hasil Evaluasi setelah mengikuti kegiatan klasikal, antara lain :

1. Merasakan suasana pertemuan : menyenangkan/kurang


menyenangkan/tidak menyenangkan.
2. Topik yang dibahas : sangat penting/kurang penting/tidak
penting
3. Cara Guru Bimbingan dan Konseling atau konselor
menyampaikan : mudah dipahami/tidak mudah/sulit
dipahami
4. Kegiatan yang diikuti : menarik/kurang menarik/tidak
menarik untuk diikuti

LAMPIRAN-LAMPIRAN
1. Uraianmateri
2. Lembarkerjasiswa
3. Instrumenpenilaian

Tegal , april 2018


Mengetahui
Kepala Sekolah SMK PARAMITRA Guru BK

Drs. Konselor, M.Pd.Kons. Paramitra, S.Pd.,M.Pd.


NIP 19640209 199203 1 003 NIP 19990209 201503 1
001
Kesulitan Belajar

A. Pengertian Gangguan / kesulitan belajar (Learning Disorder)

Gangguan / kesulitan belajar (Learning Disorder) adalah suatu gangguan neurologis yang
mempengaruhi kemampuan untuk menerima, memproses, menganalisis atau menyimpan
informasi. Anak dengan Learning Disorder mungkin mempunyai tingkat intelegensia yang sama
atau bahkan lebih tinggi dibandingkan dengan teman sebayanya, tetapi sering berjuang untuk
belajar secepat orang di sekitar mereka.

Masalah yang terkait dengan kesehatan mental dan gangguan belajar yaitu kesulitan dalam
membaca, menulis, mengeja, mengingat, penalaran, serta keterampilan motorik dan masalah
dalam matematika.

Anak-anak dengan Learning Disorder yang tidak di terapi, akan mempengaruhi kepercayaan diri
mereka. Mereka berusaha lebih daripada teman-teman mereka, tetapi tidak mendapatkan pujian
atau reward dari guru atau orang tua. Demikian pula, Learning Disorder yang tidak di
terapi dapat menyebabkan penderitaan psikologis yang besar untuk orang dewasa.

B. Jenis-jenis Learning Disorder :

 Disleksia (Dyslexia) : adalah gangguanbelajar yang mempengaruhi membaca dan / atau


kemampuan menulis. Ini adalah cacat bahasa berbasis di mana seseorang
memiliki kesulitan untuk memahami kata-kata tertulis.
 Diskalkulia (Dyscalculia) : adalah gangguan belajar yang mempengaruhi
kemampuan matematika. Seseorang dengan diskalkulia sering mengalami
kesulitan memecahkan masalahmatematika dan menangkap konsep-
konsep dasar aritmatika.
 Disgrafia (Dysgraphia) : adalah ketidakmampuan dalam menulis, terlepas
dari kemampuan untuk membaca. Orang dengan disgrafiasering
berjuang dengan menulis bentuksurat atau tertulis dalam ruang yang didefinisikan. Hal
ini juga bisa disertai dengan gangguan motorik halus.
 Gangguan pendengaran dan proses visual (Auditoryand visual processingdisorders) :
adalahgangguan belajar yang
melibatkangangguansensorik. Meskipun anak tersebut mungkin dapat melihat dan /atau
mendengar secara normal, gangguan ini menyulitkan mereka dari apa yang mereka lihat
dan dengar.Mereka akan sering memiliki kesulitan dalam pemahaman bahasa, baik
tertulisatauauditori (atau keduanya).
 Ketidakmampuan belajar nonverbal (Nonverbal LearningDisabilities) :
adalah gangguan belajar dalam masalah dengan visual-spasial, motorik, dan keterampilan
organisasi. Umumnyamereka mengalami kesulitan dalam memahami komunikasi
nonverbal dan interaksi, yang dapat mengakibatkan masalah sosial.
 Gangguan bahasa spesifik (SpecificLanguageImpairment (SLI)) :
adalah gangguan perkembangan yang mempengaruhi penguasaan bahasa dan
penggunaan.

C. Mendiagnosis Gangguan Belajar (Learning Disorder)


Karena otak anak-anak lebih fleksibeldaripada orang dewasa, mereka sering dapat
mempelajari strategi baru dan mampu untukkembali melatih pikiran mereka untuk
berpikir dengan cara yang lebih konstruktif. Karena elastisitas otak menurun dengan
usia,merupakan hal yang penting untuk mencari bantuan sedini mungkin.

Sebagai aturan umum, semakin muda usiadiagnosis gangguan mental dan belajar, akan semakin
sukses pengobatan. Anak-anak yang didiagnosis di TK sering dapat sepenuhnya
mengatasi masalah mereka dengan bantuanperbaikan/terapi.

Mereka yang didiagnosis lebih lama/terlambat, kemungkinan dapat diajarkan cara-cara


kompensasi atau cara untuk menolong mereka, tetapi semakin berkembangnya usia maka cara
kompensasi itu juga semakin menurun. Jadi jika terlihat tanda dan gejala pada anak anda seperti
berikut ini, segeralah minta bantuan Okupasi Terapis untuk menerapinya.

Mengetahui gejala Gangguan Belajar (Learning Disorder) :

 Gejala pada balita:


o Lambat bicara dan perkembangan kosakata yang sedikit dibandingkan dengan
anak seumurannya.
o Masalah dengan pengucapan
o Kesulitan belajar alfabet, angka, bentuk, dan warna
o Kesulitan mengikuti petunjuk
o Kesulitan kemampuan motorik
o Mudah terganggu
o Masalah dengan interaksi sosial
 Gejala pada anak yang lebih dewasa :
o Lambat untuk mempelajari suara-suara asosiasi
o Konstan membaca, menulis, atau kesalahan ejaan
o Kesulitan dalam tanda aritmatika matematika dan bingung (Seperti tanda X dan
+)
o Lambat untuk belajar keterampilan baru
o Tidak menyadari akan bahaya (resiko)
o Miskin konsentrasi
o Membutuhkan waktu yang lebih lama dibandingkan teman sebaya nya untuk
pelajaran sekolah atau pekerjaan rumah
o Terbalik atau susah untuk memahami huruf seperti p dengan q dan b dengan d
o Menghindari membaca dengan suara keras
o Tulisan tangan yang jelek
o Kesulitan untuk berteman
o Nilai akademik jelek
 Gejala yang ditampilkan pada remaja dan dewasa :
o Menghindari membaca dan menulis tugas
o Salah membaca sesuatu
o Salah mengeja
o Bekerja secara perlahan
o Bermasalah dengan konsep-konsep abstrak
o Masalah pada ingatan

Hal ini biasanya seorang guru atau orang tua yang pertama kali tahu bahwa anak mempunyai
gangguan belajar. Kinerja pekerjaan sekolah (akademik) biasanya menurun ketika pekerjaan
menjadi sulit dan anak mungkin berusaha dengan cara yang mudah.

Seseorang dengan gangguan belajar mempunyai karakteristik :

 Keterlambatan akademik, meskipun IQ rata-rata atau diatas rata-rata


 Kekurangan dalam pemrosesan informasi
 Prestasi akademik dan kemampuan aktual secara substansial lebih rendah daripada
usianya, pendidikan dan IQ nya.

Jika anda menduga bahwa anak anda mengalami gangguan/kesulitan belajar, disarankan untuk
menghubungi Okupasi Terapis untuk tindakan yang lebih lanjut.

D. Penyebab Gangguan Belajar (Learning Disorder)


Penelitian telah menunjukan bahwa ada sejumlah faktor yang mungkin berperan
penyebab gangguan belajar :

 Genetik : Gangguan belajar cenderung ada pada keluarga


 Perkembangan otak dan gangguannya : beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa
gangguan belajar mungkin disebabkan oleh gangguan pada otak baik sebelum kelahiran
atau setelah kelahiran. Lahir berat badan rendah, kekurangan oksigen, ibu mengkonsumsi
obat atau alkohol, ibu merokok selama kehamilan, kelahiran prematur, kekurangan gizi,
serta minimnya perawatan pra kelahiran. Anak-anak yang mengalami cedera kepala
cenderung untuk mempunyai gangguan belajar.
 Faktor lingkungan : racun yang ada dilingkungan juga merupakan penyebab gangguan
belajar. Janin yang berkembang, bayi, dan anak-anak sangat rentan terhadap racun
lingkungan. Beberapa racun yang sering kita dapati dilingkungan yaitu zat aditif makanan
tertentu, pengawet, asap rokok, merkuri, dan timah. Gizi buruk pada awal kehidupan juga
berpengaruh untuk penyebab gangguan belajar di kemudian hari.