Anda di halaman 1dari 4

ICRA RENOVASI RUANGAN POLY

Renovasi poly BPJS menjadi poly PARU

Kajian Resiko

1 Nomor kajian 10 nov ICRA PPI 2017


2 Nama Proyek Renovasi poly BPJS menjadi poly paru
3 Lokasi proyek Poly BPJS
4 Tanggal proyek 1 November 2017
5 Tanggal kajian 30 Oktober 2017
6 Petugas yg melaksanakan Tim PPI RSSW
kajian
7 Verifikasi Dr Alvina SpPK Ketua Komite PPI RSSW

Indikasi area di sekitar area proyek dan mengkaji pengaruh potensial terhadap
lingkunan sekitar

Lokasi Unit Nama Unit Kelompok Resiko


Bawah - -
Atas Poly Paru tinggi
Sisi Kanan Loby pintu masuk rendah
Sisi Kiri Wc umum rendah
Depan Poly bedak, anak, peny tinggi
dalam, gigi
Belakang Parker mobil , central tlp rendah

Analisis ICRA

Aktivitas Konstruksi bangunan berdasarkan

1. Tipe :Tipe C
2. Kelompok Resiko :Resiko Tinggi
3. Level ICRA :Level III/IV
LEVEL RESIKO AKTIFITAS
TIPE A TIPE B TIPE C TIPE D
KONSTRUKSI
Klompok Resiko Rendah Kelas I Kelas II Kelas II Kelas III/IV

Klompok Resiko Medium Kelas I Kelas II Kelas II Kelas IV


Klompok Resiko Tinggi Kelas I Kelas II Kelas III/IV Kelas IV

Klompok Resiko Tertinggi Kelas II Kelas III/IV Kelas III/IV Kelas IV

Tipe proyek Renovasi bangunan di bekas poly BPJS Termasuk dalam Level III/IV dimana
terdapat hal hal yang harus di perhatikan dan di lakukan sebagai berikut.

Rekomendas iPengendalian Infeksi yang dibutuhkan

1. Sebelum melakukan Renovasi :


a. Lakukan pekerjaan dengan metode yg dapat meminimalisir debu dari
aktifitas konstruksi.
b. Petugas Renovasi menggunakan APD Masker untuk meminimalisir paparan
debu
c. Melakukan metode yg aktif untuk mencegah debu berterbangan dari
tempatnya ke udara.
2. Selama renovasi :
 Isolasi sistem HVAC pada lokasi tempat berlangsungnya pekerjaan untuk
mencegah kontaminasi sistem saluran.
 Lengkapi semua barier konstruksi sebelum konstruksi dimulai.
 Pertahankan tekanan udara negatif di lokasi kerja menggunakan unit
ventilasi dengan filter HEPA atau metode lain untuk mempertahankan
tekanan negatif. Keamanan publik akan memonitor tekanan udara.
• Jangan menghilangkan barier dari area kerja sampai proyek selesai
dibersihkan secara menyeluruh.
• Pel basah atau vakum dua kali per 8 jam pada kegiatan konstruksi, atau
sebagaimana diharuskan untuk meminimalkan pelacakan.
• Buang material barier dengan hati-hati untuk meminimalkan penyebaran
kotoran dan debris yang terkait
dengan konstruksi. Material barier harus diseka basah, divacum dengan
HEPA atau disemprot air sebelum dibuang.
• Tempatkan sampah konstruksi dalam wadah yang tertutup rapat
sebelum dipindahkan
• Tempatkan keset di pintu masuk dan keluar dari area kerja, dan diganti
atau dibersihkan ketika sudah tidak efektif.
 Bersihkan area kerja dan permukaan horizontal pada penyelesaian proyek.

3. Menjelang Penyelesaian proyek


 Dilatang memindahkan pembatas dari area kerja sampai proyek selesai
dan diperiksa oleh ppi dan k3.dan sudah di bersihkan oleh cleaning servis.
 Pindahkan material pembatas secara hati hati untuk meminimalisir
penyebaran debu dan puing yg berhubungan dengan konstruksi.
 Tampung sampah konstruksi kedalam wadah tertutup selama
transportasi.
 Lakukan pembersihan dengan mop basah dan vakum dengan HEPA
filter.
 Lakukan pembersihan ruangan dengan Desinfektan dari arah atas
samping /dinding dan lantai.
 Lakukan uji fungsi serta pengukuran suhu dan tekanan udara

Jakarta November 2017

IPCN RS Sumber Waras Ketua komite RS Sumber Waras

Elly sulastri Dr Alvina SpPK

Ketua