Anda di halaman 1dari 25

BUKU LOG KUMPULAN BORANG

PROGRAM INTERNSIP DOKTER INDONESIA


DI UPTD PUSKESMAS BARENG
KABUPATEN JOMBANG
PERIODE 16 FEBRUARI – 16 JUNI 2017

Oleh :
dr. Dwi Cahya Ramadhan Pranoto

DINAS KESEHATAN
KABUPATEN JOMBANG JAWA TIMUR
2017
BUKU LOG DAN KUMPULAN BORANG
INTERNSIP DOKTER INDONESIA

Data Peserta
Nama Peserta : dr. Dwi Cahya Ramadhan Pranoto
Nama Pendamping : dr. Andri Suhariyono, M.KP
Nama Wahana : UPTD Puskesmas bareng
KIDI Wilayah/Provinsi : Kabupaten Jombang/ Jawa Timur
Mulai Tanggal : 16 Februari 2017
Selesai Tanggal : 16 Juni 2017
Tanda tangan peserta :

Identitas
Nama Dokter dr. Dwi Cahya Ramadhan Pranoto
Nomor Sertifikat 575/KDI/SK/PNUK.2/10/2016
Kompetensi
No. STR Internsip 35 1 1 100 1 16 179440
No. SIP Internsip
Alumnus FK Universitas Wijaya Kusuma Tahun : 2016
Surabaya
Alamat Rumah : Hayam Wuruk RT 03 RW 03 Semanding, Tuban
Telp : Fax : Email :
082233494193 yayanramadhan@gmail.com

Rekapan pencapaian sasaran pelayanan


di UPTD Puskesmas Bareng Kab. Jombang
Periode 16 Februari 2017-16 Juni 2017
Nama peserta : dr. Dwi Cahya Ramadhan Pranoto
Nama Pembimbing : dr. Andri Suhariyono, M.KP
1. Berdasarkan Umur
No Umur Standar Pencapaian
1 Bayi – anak 25 – 40% 30%
2 Dewasa (15-60 th) 40 – 60% 40%
3 Lansia (>60 th) 15 – 25% 15%
2. Berdasarkan Jenis Kelamin
No Jenis kelamin Standar Pencapaian
1 Laki – laki 50% ± 10% 40 %
2 Perempuan 50% ± 10% 60 %
3. Berdasarkan kelompok
No Kelompok Standar Pencapaian
1 Medik 50-70 % 50 %
2 Bedah 10-40 % 8%
3 Kegawatdaruratan 10-30 % 10 %
4 Kejiwaaan 1-5 % 2%
5 Medikolegal 0.5 % 0%

Mengetahui
Dokter pendamping
Kepala UPTD Puskesmas Bareng

dr. Andri Suhariyono, M.KP


NIP. 1966.1205.2001.12.1.001
LAPORAN KEGIATAN INTERNSIP
UKM/UKP
OLEH :
dr. Dwi Cahya Ramadhan Pranoto

Pendamping :
dr. Andri Suhariyono, M.KP

Wahana :
Puskesmas Bareng
Kabupaten Jombang, Jawa Timur

Periode Februari 2017 – Juni 2017


LAPORAN KEGIATAN INTERNSIP
UKM/UKP
F.1 Upaya Promosi Kesehatan dan
Pemberdayaan Masyarakat

OLEH :
dr. Dwi Cahya Ramadhan Pranoto

Pendamping :
dr. Andri Suhariyono, M.KP

Wahana :
Puskesmas Bareng
Kabupaten Jombang, Jawa Timur

Periode Februari 2017 – Juni 2017


LAPORAN KEGIATAN INTERNSIP
UKM/UKP
F.2 Upaya Kesehatan Lingkungan

OLEH :
dr. Dwi Cahya Ramadhan Pranoto

Pendamping :
dr. Andri Suhariyono, M.KP

Wahana :
Puskesmas Bareng
Kabupaten Jombang, Jawa Timur

Periode Februari 2017 – Juni 2017


LAPORAN KEGIATAN INTERNSIP
UKM/UKP
F.3 Upaya Kesehatan Ibu dan Anak (KIA)
Serta Keluarga Berencana (KB)

OLEH :
dr. Dwi Cahya Ramadhan Pranoto

Pendamping :
dr. Andri Suhariyono, M.KP

Wahana :
Puskesmas Bareng
Kabupaten Jombang, Jawa Timur

Periode Februari 2017 – Juni 2017


LAPORAN KEGIATAN INTERNSIP
UKM/UKP
F.4 Upaya Perbaikan Gizi Masyarakat

OLEH :
dr. Dwi Cahya Ramadhan Pranoto

Pendamping :
dr. Andri Suhariyono, M.KP

Wahana :
Puskesmas Bareng
Kabupaten Jombang, Jawa Timur

Periode Februari 2017 – Juni 2017


LAPORAN KEGIATAN INTERNSIP
UKM/UKP
F.5 Upaya Pencegahan dan Pemberantasan
Penyakit Menular dan Tidak Menular

OLEH :
dr. Dwi Cahya Ramadhan Pranoto

Pendamping :
dr. Andri Suhariyono, M.KP

Wahana :
Puskesmas Bareng
Kabupaten Jombang, Jawa Timur

Periode Februari 2017 – Juni 2017


LAPORAN KEGIATAN INTERNSIP
UKM/UKP
F.6 Upaya Pengobatan Dasar

OLEH :
dr. Dwi Cahya Ramadhan Pranoto

Pendamping :
dr. Andri Suhariyono, M.KP

Wahana :
Puskesmas Bareng
Kabupaten Jombang, Jawa Timur

Periode Februari 2017 – Juni 2017


LAPORAN KEGIATAN INTERNSIP
UKM/UKP
F.7 Mini Project

OLEH :
dr. Dwi Cahya Ramadhan Pranoto

Pendamping :
dr. Andri Suhariyono, M.KP

Wahana :
Puskesmas Bareng
Kabupaten Jombang, Jawa Timur

Periode Februari 2017 – Juni 2017


LEMBAR PENGESAHAN

Dengan ini laporan mini Project :

Gambaran Pengetahuan dan Perilaku Penderita Hipertensi dalam


Upaya Mencapai Tekanan Darah Terkontrol di wilayah Puskesmas
Bareng, Kecamatan Bareng, Kabupaten Jombang

Oleh :
Dr. Dwi Cahya Ramadhan Pranoto

Diajukan sebagai syarat untuk memenuhi tugas sebagai dokter internsip di


Puskesmas Bareng, Kabupaten Jombang

Telah kami periksa dengan seksama dan menyutujui laporan ini.

Mengetahui
Dokter pendamping
Kepala UPTD Puskesmas Bareng

dr. Andri Suhariyono, M.KP


NIP. 1966.1205.2001.12.1.001
Berita Acara Presentasi Portofolio

Pada hari Rabo, tanggal 8 Maret 2017 telah dipresentasikan portofolio oleh:
Nama : dr. Dwi Cahya Ramadhan Pranoto
Dengan judul/ topik : Demam dengue
Nama Pendamping : dr. Andri Suhariyono, M.KP
Nama Wahana : Puskesmas Bareng

Nama Peserta Presentasi Tanda Tangan

1. dr. Tita Rizki Meilasari …………….


2. dr. Dwi Cahya Ramadhan Pranoto …………….
3. dr. Beatrix Rosella Anjani …………….
4. dr. Diah Verawati …………….
5. dr. Alifia Kautsar …………….
6. dr. Hinggan Altingia M …………….

Berita acara ini ditulis dan disampaikan sesuai dengan yang sesungguhnya.

Mengetahui
Dokter pendamping
Kepala UPTD Puskesmas Bareng

dr. Andri Suhariyono, M.KP


NIP. 1966.1205.2001.12.1.001
Berita Acara Presentasi Portofolio

Pada hari jumat, tanggal 7 April 2017 telah dipresentasikan portofolio oleh:
Nama : dr. Dwi Cahya Ramadhan Pranoto
Dengan judul/ topik : Demam dengue
Nama Pendamping : dr. Andri Suhariyono, M.KP
Nama Wahana : Puskesmas Bareng

Nama Peserta Presentasi Tanda Tangan

1. dr. Tita Rizki Meilasari …………….


2. dr. Dwi Cahya Ramadhan Pranoto …………….
3. dr. Beatrix Rosella Anjani …………….
4. dr. Diah Verawati …………….
5. dr. Alifia Kautsar …………….
6. dr. Hinggan Altingia M …………….

Berita acara ini ditulis dan disampaikan sesuai dengan yang sesungguhnya.

Mengetahui
Dokter pendamping
Kepala UPTD Puskesmas Bareng

dr. Andri Suhariyono, M.KP


NIP. 1966.1205.2001.12.1.001
TABEL PENILAIAN KINERJA

UKP MEDIK, BEDAH,


KEGAWATDARURATAN, JIWA, KINERJA
NO.
MEDIKOLEGAL

Perilaku A B C D E

Disiplin (kehadiran tepat waktu)

Partisipasi (ikut serta memberi


masukan)

Argumentasi (rasionalitas)

Tanggungjawab(misalnya, mengisi
rekam medis)

Kerjasama (tenggang rasa,


tolong~menolong, tanggap)

Klinis (dapat dinilai melalui wawancara dan atau presentasi kasus)

Ilmu pengetahuan (mempunyai ilmu


yang memadai dan mampu
menerapkannya, di nilai melalui
presentasi kasus dan atau portofolio)
Keterampilan medis klinis
(Keterampilan klinis yang memadai
termasukanamnesisdan
pemeriksaanjasmani, dinilai melalui
audit medis)
Kemampuan membuat keputusan
klinis (“Clinical reasoning” dinilai
melalui presentasi kasus)
Kemampuan mengatasi kegawatan
medis (kemampuan bertindak cepat
dan tepat mengatasi kedaruratan
sekalgus menyadari keterbatasannya)
Keterampilan prosedural
(kemampuan menyelesaikan tindak
medis secara ”lege artis”, sesuai
dengan SOP, diniliai melalui laporan
periodik.
Komunikasi

Kemampuan berkomunikasi secara


efektif (dengan pasien, keluarganya,
sejawat, dan staf klinik)
Kemampuan bekeja dalam tim
(kerjasama dengan semua unsur di
dalam maupun di luar klinik)
Kepribadian dan profesionalisme

Tanggungjawab profesional
(kejujuran, keandalan)

Menyadari keterbatasan (merujuk,


konsultasi pada saat yang tepat)

Menghargai kepentingan dan


pendapat pasien (Menjelaskan semua
pilihan tindak media yang dapat
dilakukan dan membiarkan
pasien/keluarganya memilih yang
terbaik untukdalam
Partisipasi pasienpembelajaran
ybs)
(aktif mengutarakan pendapat dan
rasionalisasi tindak medis dalam setiap
kegiatan pembelajaran)
Kemampuan membagi waktu
(menyelesaikan semua tugas pada
waktunya dan tetap mempunyai waktu
untuk membantu orang lain)
Pengelolaan rekam medis (selalu
menulis data medis secara benar dan
baik dalam rekam medis)

No UKM Kinerja
Perilaku A B C D E
Disiplin (kehadiran tepat waktu) [ ] [ ] [ ] [ ] [ ]
Partisipasi (dalam melakukan assassmen dan [ ] [ ] [ ] [ ] [ ]
intervensi F.1 s/d F.7)
Argumentasi (rasionalitas) [ ] [ ] [ ] [ ] [ ]
Tanggung jawab (misalnya, menulis laporan [ ] [ ] [ ] [ ] [ ]
kasus, laporan kunjungan rumah, penyuluhan)
Kerjasama (tenggang rasa, tolong-menolong, [ ] [ ] [ ] [ ] [ ]
tanggap)
Manajerial (dinilai berdasarkan laporan dan atau presentasi kasus)
Latar Belakang permasalahan atau kasus [ ] [ ] [ ] [ ] [ ]
Permasalahan di keluarga, masyarakat [ ] [ ] [ ] [ ] [ ]
maupun kasus
Perencanaan dan pemioihan intervensi [ ] [ ] [ ] [ ] [ ]
(misalnya metode penyuluhan, menetapkan
prioritas masalah dan intervensi)
Pelaksanaan (proses intervensi) [ ] [ ] [ ] [ ] [ ]
Komunikasi
Kemampuan berkomunikasi secara efektif [ ] [ ] [ ] [ ] [ ]
(dengan kasus, keluarga maupun masyarakat)
Kemampuan bekerja dalam tim (kerjasama [ ] [ ] [ ] [ ] [ ]
dengan semua unsur di masyarakat)
Kepribadian dan profesionalisme
Tanggung jawab 17rofessional (kejujuran, [ ] [ ] [ ] [ ] [ ]
keandalan)
Menyadari keterbatasan (merujuk, [ ] [ ] [ ] [ ] [ ]
konsultasi pada saat yang tepat)
Menghargai kepentingan dan pendapat [ ] [ ] [ ] [ ] [ ]
kasus maupun pihak lain (menjelaskan
semua pilihan tindak medis UKP dan UKM
yangbdapat dilakukan dan membiarkan
kasus/keluarga/masyarakat untuk
memutuskan pemecahan masalah)
Partisipasi dalam pembelajaran (aktif [ ] [ ] [ ] [ ] [ ]
mengutarakan pendapat dan rasionalisasi
tindak UKP dan UKM dalam setiap kegiatan
pembelajaran)
Kemampuan membagi waktu [ ] [ ] [ ] [ ] [ ]
(menyelesaiakan semua tugas pada waktunya
dan mempunyai waktu untuk membantu
orang lain)
Pengelolaan rekam medis (selalu menulis [ ] [ ] [ ] [ ] [ ]
data medis secara benar dan baik)

Jombang, 2017

Dokter pendamping
Dokter internsip

dr. Andri Suharyono, M.KP


dr. Dwi Cahya Ramadhan Pranoto
NIP. 1966.1205.2001.12.1.001
BORANG PORTOFOLIO

F.6. Upaya Pengobatan Dasar ( Topik : Tension Type Headache)


Nama Wahana : Puskesmas Bareng Kabupaten Jombang
Topik : Tension Type Headache
Tanggal : 29 Maret 2017
Nama Pasien : Ny. K No. RM :
Tanggal Presentasi : 25 April 2017 Nama Pendamping :
dr. Andri Suhariyono, M.KP
Tempat Presentasi : Puskesmas Bareng Kabupaten Jombang
Objektif Presentasi :
 Keilmuan  Keterampilan  Penyegaran  Tinjauan Pustaka
 Diagnostik  Manajemen  Masalah  Istimewa
 Neonatus  Bayi  Anak  Remaja  Dewasa  Lansia  Bumil
 Deskripsi
Seorang wanita, 36 tahun, nyeri kepala seperti diikat
 Tujuan
Untuk mengetahui tension type headache dan penatalaksanaannya.
Bahan bahasan :  Tinjauan  Riset  Kasus  Audit
Pustaka
Cara membahas :  Diskusi  Presentasi dan  Email  Pos
diskusi
Data pasien Nama : Ny. K Nomor Registrasi : -
Nama Klinik : Puskesmas Bareng Terdaftar sejak : 29 Maret
2016
Data Utama untuk bahan diskusi :
1. Diagnosis / Gambaran Klinis
Pasien datang ke Puskesmas Bareng dengan keluhan nyeri kepala sejak 2
hari sebelum datang ke puskesmas. Nyeri kepala dirasakan di seluruh kepala
terutama bagian leher dan kepala bagian belakang. Nyeri kepala terasa seperti
diikat dan terasa berat, namun tidak berdenyut. Keluhan dirasakan terus
menerus dan makin lama makin memberat hingga pasien juga kesulitan untuk
tidur. Mual (-), muntah (-), pandangan kabur (-), mata dan hidung nrocos (-),
pusing berbutar (-), demam (-).

2. Riwayat Pengobatan
Dua bulan sebelumnya, pasien sudah berobat dan diberikan obat (pasien
lupa nama obat tersebut). Keluhan dirasakan berkurang, tetapi kemudian
kambuh kembali.

3. Riwayat Kesehatan / Penyakit


Riwayat keluhan serupa : (+) sering kambuh-kambuhan terutama jika sedang
kelelahan dan banyak pikiran
Riwayat maag : disangkal
Riwayat hipertensi : disangkal
Riwayat diabetes : disangkal
Riwayat jantung : disangkal

4. Riwayat Keluarga
Riwayat keluhan serupa : disangkal
Riwayat hipertensi : disangkal
Riwayat diabetes : disangkal
Riwayat jantung : disangkal

5. Riwayat Sosial Ekonomi


Pasien tinggal dengan suami dalam 1 rumah dan mempunyai 2 orang anak.
Pasien sebagai ibu rumah tangga. Pasien berobat dengan fasilitas BPJS-
Jamkesmas.

6. Pemeriksaan Fisik
A. Vital Sign
Tekanan Darah : 110/70 mmHg
Nadi : 80x/menit
RR : 22x/menit
Suhu : 36,7oC
B. Mata
TIO per palpasi kesan normal, Reflek cahaya (+|+), Pupil isokor (3mm|
3mm)
C. Hidung
Sekret (-|-), Nafas cuping hidung (-|-)
D. Telinga
Sekret (-|-), Tragus pain (-|-)
E. Jantung
BJ I-II, intensitas normal, regular, bising (-)
F. Paru
SDV (+|+), RBK (-|-), Wheezing (-|-)
G. Abdomen
BU (+) normal, supel, timpani, nyeri tekan (-)
H. Px Neurologis
Motorik : dalam batas normal
Sensorik : dalam batas normal

Daftar Pustaka :
1. IDI Depkes RI. Panduan Praktik Klinis Bagi Dokter di Fasilitas
Kesehatan Primer. Jakarta : Departemen Kesehatan RI. 2013.
2. ISH Classification ICHD II (International Classification of Headache
Disorders)available at http://ihs-classification.org/downloads/mixed/ICHD
-IIR1final.doc
3. Reksodiputro, A.Hariyanto,dkk. Migren dan Sakit Kepala. Aru W.sudoyo,
Bambang Setyohadi, dkk. Ilmu Penyakit Dalam Jilid II edisi IV. Jakarta :
Pusat Penerbitan Ilmu Penyakit Dalam fakultas Kedokteran Universitas
Indonesia.2007.934-936.

Hasil Pembelajaran
Tension Type Headache merupakan sensasi nyeri pada daerah kepala
akibat kontraksi terus menerus otot-otot kepala dan tengkuk (M.splenius
kapitis, M.temporalis, M.maseter, M.sternokleidomastoid, M.trapezius,
M.servikalis posterior, dan M.levator skapula). Etiologi dan Faktor Resiko
Tension Type Headache (TTH) adalah stress, depresi, bekerja dalam posisi
yang menetap dalam waktu lama, kelelahan mata, kontraksi otot yang
berlebihan, berkurangnya aliran darah, dan ketidakseimbangan
neurotransmitter seperti dopamin, serotonin, noerpinefrin, dan enkephalin.
TTH terjadi 78 % sepanjang hidup dimana Tension Type Headache
episodik terjadi 63 % dan Tension Type Headache kronik terjadi 3 %. Tension
Type Headache episodik lebih banyak mengenai pasien wanita yaitu sebesar
71%sedangkan pada pria sebanyak 56 %. Biasanya mengenai umur 20 – 40
tahun.
Klasifikasi TTH adalah Tension Type Headache episodik dan dan Tension
Type Headache kronik. Tension Type Headache episodik, apabila frekuensi
serangan tidak mencapai 15 hari setiap bulan. Tension Type Headache episodik
(ETTH) dapat berlangsung selama 30 menit – 7 hari. Tension Type Headache
kronik (CTTH) apabila frekuensi serangan lebih dari 15 hari setiap bulan dan
berlangsung lebih dari 6 bulan.
Tension Type Headache harus memenuhi syarat yaitu sekurang kurangnya
dua dari berikut ini : (1) adanya sensasi tertekan/terjepit, (2) intensitas ringan –
sedang, (3) lokasi bilateral, (4) tidak diperburuk aktivitas. Selain itu, tidak
dijumpai mual muntah, tidak ada salah satu dari fotofobia dan fonofobia.
Gejala klinis dapat berupa nyeri ringan- sedang – berat, tumpul seperti
ditekan atau diikat, tidak berdenyut, menyeluruh, nyeri lebih hebat pada daerah
kulitkepala, oksipital, dan belakang leher, terjadi spontan, memburuk oleh
stress,insomnia, kelelahan kronis, iritabilitas, gangguan konsentrasi, kadang
vertigo, danrasa tidak nyaman pada bagian leher, rahang serta
temporomandibular.
Tidak ada uji spesifik untuk mendiagnosis TTH dan pada saat dilakukan
pemeriksaa neurologik tidak ditemukan kelainan apapun. TTH biasanya tidak
memerlukan pemeriksaan darah, rontgen, CT scan kepala maupun MRI.
Relaksasi selalu dapat menyembuhkan TTH. Pasien harus dibimbing untuk
mengetahui arti dari relaksasi yang mana dapat termasuk bed rest,massage,
dan/ atau latihan biofeedback. Pengobatan farmakologi adalah simpel analgesia
dan/atau muclesrelaxants. Ibuprofen dan naproxen sodium merupakan obat
yang efektif untuk kebanyakan orang. Jika pengobatan simpel
analgesia(asetaminofen, aspirin, ibuprofen, dll.) gagal maka dapat ditambah
butalbital dan kafein (dalam bentuk kombinasi seperti Fiorinal) yang akan
menambah efektifitas pengobatan.
Diferensial Diagnosa dari TTH adalah sakit kepala pada spondilo-artrosis
deformans, sakit kepala pasca trauma kapitis, sakit kepala pasca punksi
lumbal,migren klasik, migren komplikata, cluster headache, sakit kepala pada
arteritis temporalis, sakit kepala pada desakan intrakranial, sakit kepala pada
penyakit kardiovasikular, dan sakit kepala pada anemia.
TTH dapat menyebabkan nyeri yang menyakitkan tetapi tidak
membahayakan. Nyeri ini dapat sembuh dengan perawatan ataupun dengan
menyelesaikan masalah yang menjadi latar belakangnya jika penyebab TTH
berupa pengaruh psikis. Nyeri kepala ini dapat sembuh dengan terapi obat
berupa analgesia. TTH biasanya mudah diobati sendiri. Progonis penyakit ini
baik, dan dengan penatalaksanaan yang baik maka > 90 % pasien dapat
disembuhkan.

RANGKUMAN HASIL PEMBELAJARAN PORTOFOLIO

1. SUBYEKTIF
Pasien datang ke dengan keluhan nyeri kepala sejak 2 hari sebelum datang
ke puskesmas. Nyeri kepala dirasakan di seluruh kepala terutama bagian leher
dan kepala bagian belakang. Terasa seperti diikat dan terasa berat, namun tidak
berdenyut. Keluhan dirasakan terus menerus dan makin lama makin memberat
hingga pasien juga kesulitan untuk tidur. Mual (-), muntah (-), pandangan
kabur (-), mata dan hidung nrocos (-), pusing berbutar (-), demam (-).
Dua bulan sebelumnya, pasien sudah berobat dan diberikan obat (pasien
lupa nama obat tersebut). Keluhan dirasakan berkurang, tetapi kemudian
kambuh kembali. Keluhan seperti ini dirasakan kambuh-kambuhan terutama
jika pasien banyak pikiran dan kelelahan.

2. OBJEKTIF
A. Vital Sign
Tekanan Darah : 110/70 mmHg
Nadi : 80x/menit
RR : 22x/menit
Suhu : 36,7oC
B. Mata
TIO per palpasi kesan tidak meningkat
C. Pemeriksaan Neurologis
Motorik : dalam batas normal
Sensorik : dalam batas normal

3. ASSESSMENT
Tension Type Headache

4. PLAN
Pengobatan :
Pengobatan yang diberikan kepada pasien adalah Analgetik golongan NSAID
berupa Natrium Diklofenac dengan dosis 2x50 mg. Pasien juga mengalami
kesulitan tidur, bisa dipertimbangkan pemberian Diazepam 2 mg malam hari
sebelum tidur jika perlu. Alprazolam menjadi pilihan akhir karena memiliki
efek ketergantungan jika dikonsumsi terus menerus.

R/ Natrium Diklofenac tab mg 50 No.VI


S 2 dd tab I p.c. ___ ⅟
R/ Diazepam tab mg 2 No.II
S 0-0-0-1 p.r.n ____ ⅟

Konseling/Edukasi
a. Menjelaskan mengenai definisi, faktor risiko, penyebab, penatalaksanaan,
dan prognosis tension type headache pada pasien.
b. Menjelaskan kepada pasien bahwa keluhannya tersebut berkaitan dengan
stress pikiran maupun fisik dan kecemasan, bukan karena ada kelainan di
dalam kepala atau otak. Sehingga pengobatannya pun didasarkan pada
penyebab yang mendasari.
c. Keluarga pasien diharapkan ikut serta membantu menjelaskan kepada
pasien bahwa tidak ditemukan kelainan fisik dalam rongga kepala atau
otaknya sehingga dapat menghilangkan rasa takut akan adanya tumor otak
atau penyakit intracranial lainnya.
d. Keluarga pasien diharapkan ikut membantu mengurangi beban
pikiran/kecemasan yang menjadi pencetus keluhan yang dirasakan saat ini.
Konsultasi
Pasien perlu dimotivasi agar lebih memahami bahwa keluhan nyeri kepala
yang dialami bukan karena ada masalah di dalam kepala/otak namun
dicetuskan karena faktor psikis seperti stress pikiran. Hendaknya pasien lebih
terbuka terhadap keluarga atau suami jika sedang ada masalah sehingga
mengurangi beban pikiran.

Rujukan
Rujukan perlu dilakukan jika nyeri kepala tidak membaik setelah diberi
obat pereda nyeri, dapat dipertimbangkan untuk diberi rujukan ke spesialis
syaraf di fasilitas pelayanan kesehatan sekunder. Jika pikiran pasien terlalu
berat hingga tidak dapat diatasi dan memimbulkan gejala kecemasan/depresi
berat, dapat dipertimbangkan untuk dirujuk ke spesialis jiwa.

Jombang, 2017
Peserta Pendamping

dr. Dwi Cahya Ramadhan Pranoto dr. Andri Suhariyono, M.KP