Anda di halaman 1dari 31

ORASI ILMIAH

PADA WISUDA XVII

SEKOLAH TINGGI PARIWISATA TRIATMA JAYA

KEPUASAN PELANGGAN DAN CITRA MEREK DALAM MEWUJUDKAN LOYALITAS MEREK PADA HOTEL BERBINTANG DI KOTA DENPASAR

LOYALITAS MEREK PADA HOTEL BERBINTANG DI KOTA DENPASAR OLEH: I MADE BAYU WISNAWA, A.PAR.,MM.,M.PAR DOSEN PRODI

OLEH:

I MADE BAYU WISNAWA, A.PAR.,MM.,M.PAR DOSEN PRODI D III PERHOTELAN STIPAR TRIATMA JAYA.

INNA GRAND BALI BEACH DENPASAR, 14 SEPTEMBER 2017

BALI

Denpasar 14 September 2017 Yang terhormat, Koordinator Kopertis Wilayah 8 Ketua APTISI Wilayah 8 Ketua Yayasan Triatma Surya Jaya Ketua STIPAR Triatma Jaya beserta Senat STIPAR Triatma Jaya Pimpinan Perguruan Tinggi di Lingkungan Kopertis Wilayah 8 Pimpinan Hotel dan Biro Perjalanan Wisata Pejabat di lingkungan Yayasan Triatma Surya Jaya Dosen STIPAR Triatma Jaya beserta Seluruh Civitas Akademika Dan Yang saya cintai, Para Wisudawan Sekolah Tinggi Pariwisata Triatma Jaya beserta keluarga, beserta segenap hadirin yang saya mulyakan. Om Swastiastu, Salam sejahtera bagi kita semua, Assalamualaikum Warahmatulahhi Wabarokatuh Namo Budhhayah

Perkenankan saya pada kesempatan ini untuk menyampaikan selamat

kepada segenap wisudawan atas keberhasilan saudara-saudara dalam

menyelesaikan studi di Sekolah Tinggi Pariwisata Triatma Jaya, serta

memanjatkan rasa syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas keberhasilan

saudara-saudara. Semoga ilmu dan pengalaman di Sekolah Tinggi Pariwisata

Triatma Jaya bermanfaat bagi saudara, keluarga saudara, almamater dan Bangsa

Indonesia, khususnya sebagai hotelier sekaligus pengabdi pariwisata.

Ucapan terimakasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Ketua

STIPAR Triatma Jaya beserta Anggota Senat STIPAR Triatma Jaya yang telah

memberikan kepercayaan kepada saya untuk menyampaikan orasi ilmiah pada

kesempatan yang berbahagia ini dengan tema “Kepuasan Pelanggan dan Citra

Merek dalam Mewujudkan Loyalitas Merek pada Hotel Berbintang di Kota

Denpasar

Saudara-saudara sekalian yang saya hormati,

Orasi ilmiah ini mengangkat kepuasan pelanggan (customer satisfaction),

citr merek (brand image) dalam mewujudkan loyalitas merek (brand loyalty)

yang merupakan upaya strategis jangka panjang untuk mampu bertahan dan

memenangkan persaingan pada industri perhotelan khususnya di Kota Denpasar. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan teknik SEM yang didukung dengan metode kualitatif untuk menambah pemaknaan hasil analisis. Hasil penelitian ini berimplikasi pada stake holder industri perhotelan, yakni pengelola hotel, pelanggan (wisatawan), dan masyarakat termasuk di dalamnya lembaga pendidikan perhotelan dan pariwisata. Hadirin yang saya hormati, Hotel merupakan sarana utama yang menunjang kepariwisataan. Tanpa

adanya hotel, wisatawan akan sulit untuk dapat menikmati perjalanan wisatanya.

Di

hotel, wisatawan dapat tinggal sampai dengan 24 jam perharinya. Oleh karena

itu

layanan kamar, makan dan minum harus tersedia dengan kualitas layanan yang

mampu memenuhi kebutuhan dan keinginan wisatawan. Hotel juga tempat bagi para wisatawan untuk dapat menetralisir semua ketidaknyamanan yang diperoleh selama melakukan perjalanan wisata. Bukan tidak mungkin semua keluhan yang didapatkan wisatawan selama melakukan aktivitas wisata akan hilang apabila mendapat layanan yang memuaskan dari pihak hotel Lo (2010). Oleh karena itu hotel juga memiliki peranan yang penting dalam menjaga dan meningkatkan citra destinasi wisata. Bali sebagai destinasi wisata internasional membutuhkan ketersediaan hotel yang berkualitas. Pertumbuhan wisatawan yang cendrung mengalami peningkatan selama satu dekade terakhir pasca kejadian Bom Bali ke-2, telah mendorong niat para investor untuk menanamkan modalnya pada sektor bisnis hospitaliti. Akibatnya pertumbuhan hotel dan sarana akomodasi di Bali, khususnya di kawasan selatan Pulau Bali (Kabupaten Badung dan Kota Madya Denpasar) semakin meningkat. Bahkan para investor tidak saja bertujuan untuk mengembangkan bisnis hospitality, melainkan juga lebih cenderung dalam bisnis property. Selain hotel, juga banyak villa-villa, guest house, costel, residence dan berbagai macam fasilitas akomodasi lainnya dibangun. Tingkat pertumbuhan hotel yang melebihi tingkat pertumbuhan wisatawan yang datang ke Bali, tentunya menimbulkan persaingan yang semakin ketat bagi pengelola usaha hotel sebagi akibat pengembangan konsep mass tourism tersebut.

Persaingan yang terjadi bukan hanya head to head, tapi sudah melewati batas

kewajaran. Pengelola hotel berbintang, tidak hanya bersaing antar hotel

berbintang di kelasnya, tetapi sudah sampai antar bintang, dan bahkan bukan

bintang. Kondisi persaingan yang semakin sulit ditambah lagi dengan

berkembangnya sistem pemasaran online yang menawarkan berbagai macam

kemudahan, pilihan bahkan progam loyalitas yang sangat menarik wisatawan.

Kondisi persaingan tersebut menyebabkan tingkat hunian kamar hotel

berbintang mengalami penurunan dari tahun 2012 sebesar 62,25% menjadi

59,85% pada tahun 2013. Kemudian mengalami kenaikan sampai dengan Tahun

2016, namun belum mampu mencapai angka seperti Tahun 2012 (Tabel 1).

Denpasar merupakan ibukota Provinsi Bali yang memiliki posisi strategis dalam

pengembangan kepariwisataan di Bali. Selain sebagai pusat administrasi Denpasar

juga memiliki berbagai macam daya tarik wisata. Kondisi tersebut juga

mendorong pertumbuhan hotel di Denpasar. Saat ini hotel dan fasilitas akomodasi

tidak hanya berada pada jalan-jalan besar, tetapi sudah masuk ke wilayah

pemukiman warga Kota Denpasar.

Tabel 1 Rerata Tingkat Hunian Kamar Hotel Berbintang di Bali Periode 2012 s.d 2016

N0

Tahun

Rerata Tingkat Hunian Kamar (%)

 

Bintang 5

Bintang 4

Bintang 3

Hotel Berbintang

1

2012

64.13

63.21

62.07

62.25

2

2013

61.91

60.68

58.59

59.85

3

2014

61.46

61.83

58.67

60.31

4

2015

62.95

62.37

55.12

60.48

5

2016

64.38

66.54

55.13

61.86

Rerata

62.97

62.92

57.92

60.95

Sumber : Badan Pusat Statistik Provinsi Bali, 2017

Keadaan seperti yang diuraikan di atas menggambarkan tingkat persaingan

yang semakin ketat pada sektor hotel di Kota Denpasar. Pengelola hotel harus

berusaha melakukan perbaikan-perbaikan dalam pengelolaan hotel. Ada banyak

hal yang dapat dilakukan untuk tetap bertahan dalam situasi persaingan yang sangat ketat. Salah satu usaha yang strategis adalah dengan mewujudkan loyalitas pelanggan melalui merek (brand loyalty). Loyalitas merek (brand loyalty) adalah sebuah keadaan di mana pelanggan (dalam hal ini wisatawan atau tamu) yang menginap di hotel memiliki (i) pengetahuan yang baik mengenai produk yang ditawarkan hotel, (ii) pengalaman- pengalaman baik yang mempengaruhi emosi/perasaan pelanggan, (iii) kecendrungan untuk menginap di hotel tersebut setiap ada kesempatan, dan (iv) melakukan pembelian produk (menginap), merekomendasikan kepada rekan- rekannya bahkan melakukan pembelaan apabila ada informasi miring mengenai hotel.

Brand loyalty merupakan konsep multi dimensi. Konstruk utama dalam membentuk brand loyalty adalah brand image dan customer satisfaction. Namun demikian masih banyak dimensi lain yang membentuk brand loyalty, misalnya customer satisfaction, switching cost, switching behaviour, investment size, brand awarenes dan lain lain. Secara teoritis, kajian mengenai brand loyalty masih perlu dikembangkan, mengingat sampai saat ini masih belum tercapai kesepakatan diantara para peneliti mengenai konsep brand loyalty (Suhartanto, 2011) Brand image (citra merek) memiliki arti penting dalam membentuk sikap loyal dari pelanggan terhadap merek. Citra merek yang unik, baik akan memiliki nilai tersendiri di benak pelanggan. Industri perhotelan sangat membutuhkan brand image (Wu, 2014) , di mana unsur pelayanan yang merupakan unsur persaingan yang membedakan dianggap sebagai hampir identik dalam hal kinerja, harga, dan ketersediaan. Sayangnya, sebagian besar penelitian brand Image dilakukan pada produk manufaktur, dan pada konteks ritel, dan hanya sedikit sekali pada perusahaan jasa khususnya pada sektor perhotelan. Secara khusus, telah ada beberapa upaya penelitian untuk mengintegrasikan peran brand image dalam brand loyalty. Dengan demikian, memperluas model brand loyalty untuk menyertakan brand image dalam konteks pelayanan adalah suatu keharusan. Dimasukkannya brand image dalam rangka brand loyalty tidak bisa hanya meningkatkan daya prediksi model (Kotler dkk., 2010), hal itu bisa memberikan

pemahaman yang lebih baik tentang faktor-faktor yang memotivasi loyalitas tamu di industri perhotelan (Wisnawa, 2016). Customer satisfaction (kepuasan pelanggan), merupakan suatu kondisi di mana terjadi kesamaan atau kelebihan antara layanan yang sudah diberikan (perceived service) dengan layanan yang diharapkan pelanggan (expected service) (Gundersen, Heide dan Olson, 1996; Oliver, 1980; Holjevac et al, 2009). Pelanggan yang puas akan cendrung menjadi loyal. Selain itu customer satisfaction akan memperkuat prediksi model loyalitas merek (McQuitty et al.,

2000)

Orasi ilmiah ini didasarkan riset kami yang bertujuan tujuan untuk: (i) mengetahui pengaruh brand image terhadap customer satisfaction pada hotel berbintang di Kota Denpasar, (ii) mengetahui pengaruh customer satisfaction terhadap brand loyalty pada hotel berbintang di Kota Denpasar, (iii) mengetahui pengaruh brand image terhadap brand loyalty pada hotel berbintang di Kota Denpasar, (iv) mengetahui peran customer satisfaction dalam memediasi hubungan antara brand image terhadap brand loyalty pada hotel berbintang di Kota Denpasar. Penelitian ini diharapkan memberikan manfaat teoritis dan praktis, sebagai berikut : (i) manfaat teoritis, dari sisi teori, penelitian ini diharapkan mampu memberikan kajian terhadap konsep brand loyalty pada perilaku konsumen dan hospitality marketing. (ii) manfaat praktis, dari sisi praktis, penelitian ini diharapkan mampu memberikan sumbang saran, pikiran kepada (a) pengelola hotel, (b)lembaga pedidikan dan (c) karyawan hotel.

Hadirin yang terhormat Penelitian mengenai brand loyalty masih terus dikembangkan sampai dengan saat ini. Hal ini disebabkan karena belum ada kesepakatan dari para akademisi mengenai konsep loyalitas pada merek. Beberapa golongan menilai loyalitas dari sudut pandang behaviour (perilaku), golongan lainnya melihat loyalitas dari sudut pandang attitude (sikap), (Pedersen dan Nysveen,2001). Selanjutnya adapula yang menggabungkan antara attitude dan behaviour atau

sudut pandang composite (penggabungan). Adapula yang melihat brand loyalty sebagai sebuah model yang multi dimensi, yang menggabungkan dimensi dari dalam diri pelanggan (cognitive, affective, conative dan behavioural)(Back and Park, 2003; Evanschitzky dan Wunderlich (2006); serta dari luar diri pelanggan yang merupakan bentuk-bentuk upaya pengelola hotel untuk mencapai loyalitas pelanggan, seperti : service quality, brand image, brand awareness, customer satisfaction, perceived value, perceived risk, quality alternative, investment size, dll.

Peneliti lainnya (Mahasuweerachai, 2012) melakukan studi mengenai keterkaitan hubungan antara service quality, brand extensions, brand reputation,perceived image, perceived risk dalam membentuk brand loyalty pada hotel-hotel berbintang yang ada di Amerika Serikat. Temuan penelitian tersebut menunjukkan adanya pengaruh positif dan signifikan keseluruhan variabel- variabel tersebut terhadap brand loyalty. Semakin tinggi reputasi, citra, kualitas layanan pada sebuah merek hotel, maka semakin tinggi pula loyalitas pelanggan. Penelitian ini sejalan dengan Suhartanto (2011), Kuo,H (2012), Johnson,DP (2013), Martinez (2015), Timmerman (2013); Tabaku dan mersini (2015), Jraisat dkk., (2015) dan Al-Msallam (2015). Namun demikian penelitian tersebut di atas tidak sejalan dengan penelitian Noor (2014), Shahroudi dan Naimi (2014) dimana brand image tidak berpengaruh secara nyata terhadap brand loyalty. Adanya perbedaan hasil penelitian ini dari peneliti sebelumnya membuat perlu untuk dilakukan penelitian lanjutan terhadap kedua variabel tersebut. Berdasarkan uraian di atas, maka hipotesis dalam penelitian ini sebagai berikut : (i) Brand image berpengaruh positif dan signifikan terhadap customer satisfaction pada hotel berbintang di Kota Denpasar, (ii) Customer satisfaction berpengaruh positif dan signifikan terhadap brand loyalty pada hotel berbintang di Kota Denpasar, (iii) Brand image berpengaruh positif dan signifikan terhadap brand loyalty pada hotel berbintang di Kota Denpasar, (iv) Customer satisfaction memediasi hubungan antara brand image terhadap brand loyalty pada hotel berbintang di Kota Denpasar.

Gambar 2.1 Kerangka Konseptual Definisi Operasional Variabel Definisi operasional variabel penelitian ini sebagai berikut

Gambar 2.1 Kerangka Konseptual

Definisi Operasional Variabel Definisi operasional variabel penelitian ini sebagai berikut :

1. Brand Image (X1) adalah citra merek dari hotel-hotel berbintang yang ada di Denpasar, diukur dengan skala likert 1 sampai dengan 5 (sangat tidak setuju sampai dengan setuju). Indikator-indikator yang digunakan untuk mengukur sebagai berikut : (i) favorability of brand association (reputasi dan keistimewaan), (ii) strength of brand association (kemewahan, dan kenyamanan), (iii) uniqueness of brand association (keunikan).

2. Customer Satisfaction (Y1) adalah kepuasan pelanggan, dimana terpenuhinya harapan-harapan pelanggan pada saat dan setelah mengkonsumsi produk hotel berbintan yang ada di Kota Denpasar yang diukur dengan skala likert 1 sampai dengan 5 (sangat tidak setuju sampai dengan setuju). Indikator-indikator yang digunakan untuk mengukur sebagai berikut : (i) kenyamanan selama menggunakan produk, (ii) kebenaran pengambilan keputusan pembelian, (iii) layanan yang diterima melebihi harapan, (iv) kepuasan menyeluruh.

3. Brand Loyalty (Y2), adalah kesetiaan pelanggan terhadap merek hotel yang diukur menggunakan skala likert 1 sampai dengan 5 (sangat tidak setuju sampai dengan setuju). Indikator-indikator yang digunakan untuk mengukur adalah sebagai berikut : (i) kognitif, (ii) afektif, (iii) konatif dan (iv) behaviour.

Hadirin yang kami hormati Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan teknik analisis Structural Equation Modelling (SEM) dengan bantuan program computer AMOS 22.0. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 170 responden dengan metode purposive sampling, di mana responden harus pernah menginap minimal

satu kali. Jumlah sampel sudah memenuhi syarat, karena persyaratan analisis SEM dengan maximum likelihood (ML) sebanyak minimal 200 sampel (Ghozali, 2014; Hair et al, 2006 dan Ferdinand, 2012). Jumlah indikator yang digunakan sebanyak 15, sehingga jumlah sampel minimal sebanyak 5 kali indikator yakni 75 dan sudah diatas sampel maksimal yakni 10 kali indikator yakni 150. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan kuisioner yang disebarkan secara online dan offline selama tiga bulan mulai Januari sampai dengan Maret 2017. Penelitian ini tidak menggunakan nama hotel untuk mengidentifikasi hotel, melainkan lokasi hotel yang diisi oleh responden. Uji Validitas dan reliabilitas dilakukan sebelum kuisioner disebarkan secara online, untuk selanjutnya dilakukan tahapan-tahapan analisis dalam SEM (Ghozali, 2014), sebagai berikut : (i) pengembangan model berdasar teori, (ii) menyusun diagram jalur dan persamaan structural, (iii) memilih jenis input matrik dan estimasi model yang diusulkan, (iv) menilai identifikasi model structural (v) menilai kinerja goodness of fit dan (vi) interpretasi dan modifikasi model Hadirin yang kami mulyakan, Sebelum kuisioner disebarkan secara online dan offline, dilakukan uji validitas dan reliabilitas terlebih dahulu melalui 30 responden. Hasil uji menunjukkan bahwa instrument valid dengan korelasi antar item dalam variable keseluruhan di atas 0,3. Instrumen dinyatakan valid dengan nilai alpha-cronbach masing-masing variable di atas 0,6 seperti pada Lampiran 1 (hasil uji validitas dan reliabilitas). Selanjutnya kuisioner disebarkan dengan online dan offline, Tingkat responrate offline sangat rendah. Dari 200 kuisioner yang disebar, yang kembali hanya 15% yakni 30 kuisioner. Total kuisioner yang diisi responden keseluruhan sebanyak 227, namun hanya 170 yang lengkap terisi dan layak diproses lebih lanjut. Profil responden pada penelitian ini adalah sebagian besar (i)pria (60%), (ii)usia pada kisaran 26 s.d 35 tahun (36,50%), (iii)berasal dari Jakarta (44%), (iv) pekerjaan sebagai pengusaha (34,50%), (v) pendapatan 5jt s.d 10jt perbulan (56,00%), (vi) pengeluaran kurang dari 5jt selama menginap di hotel, (vii)tujuan berlibur (71,50%), (vii) lama menginap 1-3 malam, (viii) menginap yang kedua

kali (80,50%), dan (ix) lokasi menginap di daerah sekitar bypass Ngurah Rai

(37,00%)

Hadirin yang kami hormati,

Pada variable brand image, rata-rata skor jawaban responden sebesar 3,54

yang berarti responden cendrung setuju terhadap pernyataan pada kuisioner. Pada

variabel customer satisfaction rata-rata skor dari jawaban responden sebesar 3,53

yang berarti responden cenderung setuju pada pernyataan yang ada pada

kuisioner. Sedangkan pada variabel brand loyalty skor rata-rata sebesar 3.25 yang

berarti responden cendrung netral terhadap pernyataan pada kuisioner.

Berdasarkan perhitungan yang diperoleh dari output program Amos 22.0

pada data penelitian ini, nilai critical ratio kurtoisis dari semua indikator berada

pada rentang ±2,58. Hal tersebut berarti semua data yang digunakan dalam

penelitian ini terdistribusi normal, seperti pada Tabel 2 berikut :

Tabel 2

Uji Normalitas

seperti pada Tabel 2 berikut : Tabel 2 Uji Normalitas Sumber: Hasil Penelitian, Lampiran, 2017 Evaluasi

Sumber: Hasil Penelitian, Lampiran, 2017

Evaluasi Outlier

Pada Tabel 3 dapat dilihat bahwa nilai mahalanobis distance dibandingkan

dengan nilai chi-square dengan tingkat signifikansi 0,001, degree of freedom 15

atau χ 2 (15;0,001) = 37,6973. Hal tersebut menunjukkan tidak ada permasalahan

multivariate outlier dalam penelitian ini.

Tabel 3

Uji Outlier

permasalahan multivariate outlier dalam penelitian ini. Tabel 3 Uji Outlier Sumber : Hasil penelitian, lampiran, 2017

Sumber : Hasil penelitian, lampiran, 2017

Evaluasi Multicolinearity dan Singularity

Multicollinearity dan singularity dapat dideteksi melalui determinan matrix

covarian yang sama dengan nol (Ghozali, 2014). Data dalam penelitian ini

terbebas dari hal tersebut, karena nilai matriks kovarian sebesar 0,00037

Berikut adalah diagram alur dan persamaan structural dari penelitian ini,

pada Gambar 1 sebagai berikut :

dari penelitian ini, pada Gambar 1 sebagai berikut : Gambar 1 Diagram Alur Persamaan Struktural Tabel

Gambar 1 Diagram Alur Persamaan Struktural

Tabel 4 Goodness of Fit Index Setiap Konstruk

Alur Persamaan Struktural Tabel 4 Goodness of Fit Index Setiap Konstruk Sumber : Hasil Penelitian, Lampiran

Sumber : Hasil Penelitian, Lampiran , 2017

Hasil pengujian model

Hasil pengujian model Gambar 2 .Full Model Persamaan Struktural (modifikasi) Tabel 5 Goodness of Fit Index

Gambar 2 .Full Model Persamaan Struktural (modifikasi)

Tabel 5 Goodness of Fit Index Model Persamaan Struktural (modifikasi pertama)

of Fit Index Model Persamaan Struktural (modifikasi pertama) Sumber : Hasil Penelitian, 2017 Hasil pengujian konstruk

Sumber : Hasil Penelitian, 2017

Hasil pengujian konstruk laten variabel eksogen maupun endogen sudah

memenuhi goodness of fit, seperti pada Tabel 5. Namun hasil pengujian gof untuk

full model structural masih belum fit. Sehingga perlu dilakukan modifikasi. Pada

Gambar 2 ditampilkan modifikasi dari persamaan structural dengan menarik

korelasi antara kesalahan pengukuran Indikator X1.4 (e4) dengan Y1.1(e6) karena

kedua indicator tersebut memiliki kesamaan yakni menggali informasi tentang

kenyamanan.

Pengujian Hipotesis

Tabel 6 Estimasi Paramater

kenyamanan. Pengujian Hipotesis Tabel 6 Estimasi Paramater Sumber : Hasil Penelitian,2017 Pengujian terhadap hipotesis

Sumber : Hasil Penelitian,2017

Pengujian terhadap hipotesis pertama, yakni brand image pengaruh positif

dan signifikan terhadap customer satisfaction, terbukti dengan nilai signifikansi

0,000 dengan besar pengaruh langsung 0,54114. Hal ini sesuai dengan penelitian

Suhartanto, 2011; Wisnawa,2011

Pengujian terhadap hipotesis kedua, yakni customer satisfaction

berpengaruh positif dan signifikan terhadap brand loyalty, terbukti dengan nilai

signifikansi 0,049. Besar pengaruh langsung 0,37056. Hal ini sesuai dengan

penelitian Suhartanto, 2011

Pengujian terhadap hipotesis ketiga, yakni brand image berpengaruh positif

dan signifikan terhadap brand loyalty, terbukti dengan nilai signifikansi 0,000.

Besar pengaruh langsung 0,20393. Hal ini sesuai dengan penelitian

Suhartanto,2011

Pengujian hipotesis keempat, yakni customer satisfaction memediasi pengaruh brand image terhadap customer satisfaction, terbukti dengan menggunakan Uji Sobel, dimana thitung yang dihasilkan sebesar 2,384 lebih besar dari ttabel (0,05;170)= 1,975. Dengan nilai c’= 2,897 tidak sama dengan 0 sebagai mediasi parsial.(perhitungan Uji Sobel terdapat pada lampiran). Hal ini sesuai dengan penelitian Suhartanto, 2011 Hadirin yang kami mulyakan

Setelah melalui prosedur analisis data sesuai dengan yang dipersyaratkan dalam pemenuhan asumsi SEM, di mana : (i) data terdistribusi normal, (ii) tidak terjadi multikolinearitas dan outlier, (iii) terbebas dari multikolinearitas dan singularity, (iv) model teridentifikasi fit, maka hasil penelitian menunjukkan :

1. Brand image berpengaruh positif dan signifikan terhadap customer satisfaction. Hal ini menunjukkan bahwa pihak pengelola hotel berbintang di Kota Denpasar hendaknya harus mengutamakan kenyamanan (loading factor tertinggi =0,81) dan keunikan merek (loading factor = 0,79) untuk meningkatkan kepuasan pelanggan, sehingga pelanggan benar-benar merasa tepat dalam mengambil keputusan untuk menginap di hotel (loading factor tertinggi = 0,71762). Dengan meningkatkan brand image, maka kepuasan pelanggan tentunya akan meningkat. 2. Customer satisfaction berpengaruh positif dan signifikan terhadap brand loyalty, hal ini berarti apabila kepuasan pelanggan meningkat, maka loyalitas pelanggan terhadap merek juga akan semakin meningkat. Pengelola diharapkan mampu memberikan keyakinan kepada pelanggan bahwa produk dan layanan yang diberikan benar-benar merupakan kebutuhan pelanggan (loading factor teringgi = 0,85) dan secara keseluruhan layanan yang diberikan selama tinggal di hotel benar-benar memuaskan pelanggan (loading factor = 0,77). Dengan demikian, maka pelanggan akan lebih menyukai hotel daripada hotel-hotel pesaing lainnya. Disamping itu customer satisfaction juga berperan sebagai variabel penghubung antara brand image dengan brand loyalty 3. Brand image berpengaruh positif dan signifikan terhadap brand loyalty, hal ini berarti apabila citra hotel semakin baik, maka loyalitas pelanggan juga akan

semakin tinggi. Hal-hal yang harus diperhatikan adalah kenyamanan dan keunikan merek harus selalu dipertahankan karena memiliki loading factor paling tinggi. Apabila pengelola meperhatikan variabel-variabel tersebut di atas, maka diharapkan pelanggan akan lebih lama tinggal di hotel, menghabiskan uang lebih banyak dan akan setia untuk menginap lagi pada kunjungan berikutnya. Penelitian ini memperkuat penelitian-penelitian sebelumnya, yang menguji pengaruh brand image, customer satisfaction terhadap brand loyalty, dengan hasil kedua variabel eksogen tersebut berpengaruh positif dan nyata terhadap brand loyalty. Secara praktis penelitian ini diharapkan mampu memberikan sumbangan pemikiran bagi pengusaha akomodasi dalam membuat program loyalitas dengan memperhatikan indikator-indikator dari masing-masing variabel yang digunakan dalam penelitian ini. 4. Brand image berpengaruh positif dan signifikan terhadap customer satisfaction dan brand loyaty, di mana customer satisfaction berpengaruh positif dan signifikan terhadap brand loyalty dan memediasi hubungan antara brand image dengan brand loyalty. Saran bagi pengelola hotel adalah untuk memperhatikan kenyamanan hotel dalam meningkatkan citra hotel (brand image), sehingga pelanggan merasa puas dan yakin bahwa keputusannya menginap di hotel tersebut adalah benar. Dengan demikian pelanggan akan merekomendasikan hotel tersebut kepada kerabatnya. (masukkan implikasi dari sisi stakeholder karyawan, pendidikan, secara holistik di bagian ini). Hindari persaingan dengan menurunkan harga, bersainglah dengan meningkatkan kualitas layanan. Upaya untuk mencapai loyalitas merek (brand loyalty) tersebut dilakukan secara holistik, dari internal hotel yang meliputi seluruh departemen dalam hotel (departemen mayor dan minor; front of the house dan back of the house, mulai top, middle, lower management dan karyawan) sampai pada eksternal hotel yang melibatkan network / kerjasama dengan pemerintah, lembaga pendidikan, bahkan wisatawan. Keberhasilan dalam mewujudkan loyalitas pelanggan bagi industri hospitality tidak hanya menguntungkan bagi hotel itu sendiri, namun dalam skala

makro akan mampu menjaga daya saing Bali, khususnya Denpasar dalam kompetisi antar destinasi wisata berskala internasional. Pemerintah selaku pemegang kebijakan, sebaiknya tegas untuk menghentikan pembangunan fasilitas akomodasi khususnya di kawasan Selatan Bali. Konsep pembangunan mass tourism harus segera dihentikan mengingat daya dukung Pulau Bali yang sangat terbatas. Langkah pemerintah saat ini yang patut diapresiasi adalah sudah mulai mengembangkan konsep sustainable tourism development, dengan bentuk penggalian potensi wisata pedesaan di seluruh Bali; mempertahankan pariwisata budaya sebagai akar utama daya tarik wisata di Bali. Pada akhirnya Bali harus menuju quality tourism, dimana wisatawan yang datang adalah wisatawan yang berkualitas, spending money yang tinggi serta length of stay yang tinggi. Demikian pula lembaga pendidikan harus terus menerus melakukan penyesuaian, perubahan-perubahan kurikulum dan peningkatan kompetensi dosen. Industri perhotelan adalah industri yang sangat dinamis dan sangat modis. Seringkali apa yang diberikan pada mahasiswa pada saat ini sudah tidak relevan dengan kebutuhan industri, sehingga boleh dapat dikatakan pembelajaran di kampus merupakan dasar pengetahuan dan keterampilan sedangkan pembelajaran menjadi hotelier sejati sesungguhnya pada industri perhotelan itu sendiri. Alangkah baiknya gap tersebut dipersempit, sehingga proses adaptasi bagi mahasiswa yang memasuki lapangan kerja di industri tidak menjadi lama dan sulit.

Bagi wisudawan sendiri, sebagai calon pemimpin pada industri pariwisata dan perhotelan di masa depan, hendaknya konsep kepuasan pelanggan, citra perusahaan dan loyalitas pelanggan dapat diterapkan pada dunia kerja melalui skill individu yang secara terus menerus dikembangkan. Penelitian ini terbatas dalam menguji hubungan variabel-variabel yang membentuk brand loyalty, dimana hanya menggunakan brand image dan customer satisfaction. Penelitian selanjutnya diharapkan menguji hubungan yang lebih banyak dengan penambahan variabel trust, switching cost, investment size yang lebih relevan dengan trend persaingan hotel yang semakin ketat dewasa ini.

Demikian pula obyek penelitian kedepannya bukan hanya hotel berbintang, tetapi

lebih terkelompok, sehingga pembahasan antar variabel akan semakin spesifik

sesuai dengan karakteristik pelanggan dan karakteristik hotel.

Akhir kata, saya ucapkan terimakasih atas perhatian hadirin sekalian. Saya

mohon maaf apabila dalam orasi ilmiah ini terdapat hal-hal yang kurang berkenan.

Semoga Tuhan Memberkati.

Om Shanti, Shanti, Shanti Om

Salam Sejahtera Bagi Kita Semua

Wassalammualaikum warahmatulahi wabarokatuh

Sabe Satha Bhawantu Sukitata

DAFTAR PUSTAKA

Al-Msallam, S. 2015. Customer Satisfaction and Brand Loyalty in The Hotel Industry. European Scientific Journal, [cited 2016 Apr.8] Available from

Back, K., & Parks, S. C. 2003. A brand loyalty model involving cognitive, affective, and conative brand loyalty and customer satisfaction. Journal of Hospitality & Tourism Research, 27(4), p.419-435. doi :

10.1177/10963480030274003.

Evanschitzky, H., & Wunderlich, M. 2006. An examination of moderator effects in the four- stage loyalty model. Journal of Service Research, 8(4),

330-345.

Ferdinand, A.2000. Structural Equation Modelling dalam Penelitian Manajemen:

Aplikasi Model-model Rumit dalam Penelitian untuk Tesis S2 dan Disertasi S3. Semarang : BP Universitas Diponegoro Ghozali, Imam.2014.Model Persamaan Struktural, Konsep dan Aplikasi dengan Program Amos 22.0. Semarang:Universitas Diponegoro Gundersen,M.G., Heide,M.& Olsson, U.H.1996. Hotel Guest Satisfaction among Business Travellers : What Are The Important Factors? The Cornell Hotel and Restaurant Administration Quarterly, 37(2) : 72-81 Hair, J. F., Bush, R. P., & Ortinau, D. J. 2006a. Marketing research: Within a changing information environment (3rd ed.). Boston: McGraw- Hill/Irwin. Johnson, D. P. 2013. Attitudinal loyalty: A mixed method study of apple

fandom (Order No. 3557606). Available from ABI/INFORM Global. [cited 2016 Jul.22] Available from

Jraisat, L. E., Akroush, M. N., AL-Faouri, R., Qatu, L. T., & Kurdieh, D. J. 2015. Perceived brand salience and destination brand loyalty from international tourists' perspectives: The case of dead sea destination, jordan. International Journal of Culture, Tourism and Hospitality

[cited 2016 Noc.22] Available from

Research, 9(3),

Kotler,P.dan Keller,K.Lane.2010. Manajemen Pemasaran. Jakarta:Ghalia Kuo, H. 2012. Modelling The Influence of Green Brand Image on Brand Loyalty in Technology Products: Relationships Among Green Brand Image, Brand Identification, Perceived Value And Brand Loyalty (Order No. 3544331). Available from ABI/INFORM Global. (1221564834). [cited 2016 Apr.22] Available from

.

Lo, K. P. Y. (2010). Emotional design for hotel stay experiences: Research on guest emotions and design opportunities (Order No. 3441012). Available from ABI/INFORM Global. (849293747). Retrieved from

https://search.proquest.com/docview/849293747?accountid=32506

Mahasuweerachai, P. 2012. A study of spillover effects of multiple hotel brand extensions (Order No. 3525632). Available from ABI/INFORM Global. (1039149543). [cited 2016 Apr.12] Available from

Martínez, P. 2015. Customer loyalty: Exploring its antecedents from a green marketing perspective. International Journal of Contemporary Hospitality Management, 27(5), 896-917. [cited 2016 Apr.20]

from

Available

http://search.proquest.com/docview/1694512670?accountid=3250

McQuitty,S.,Finn,A.,&Wiley,J.B.2000. Sysematically Varying Customer Satisfaction and its Implications for Product Choice. Academy of

Marketing

http://www.amsreview.org/articles/mcquitty10-2000.pdf

Science

Review.

Noor, Mitha Fadilla.2014. Pengaruh Brand Image dan Brand Trust Terhadap Brand Loyalty King Thai Tea Bandung. Jurnal Image, Volume III Nomor 2. Oliver, R. L. 1980. Satisfaction: A behavioral perspective on the consumer. New York: McGraw Hill. Shahroudi, Kambiz and Naimi, Seyedeh Safoura.2014. The Impact of Brand Image on Customer Satisfaction and Loyalty Intention (Case Study:

Consumer of Hygiene Products). International Journal of Engineering Innovation & Research, Volume 3, Issue 1, ISSN:2277-5668 Suhartanto, Dwi. 2011. “An Examination of Brand Loyalty in Indonesian Hotel Industry”.Dissertation. New Zealand : Lincoln University Tabaku, E., & Zerellari Mersini, M. 2015. Brand Loyalty and Loyalty Programs;

A Literature Review. Romanian Economic and Business

Review, 10(2), 87-102. [cited 2016 Feb.27] Available from

Timmerman, J. C. 2013. The relationship between hotel staff service delivery

with customer attitudinal loyalty and financial outcomes (Order No.

3566153). Available from ABI/INFORM Global. (1418025595). [cited

from

2016

Aug.27]

Available

Wisnawa, I Made Bayu. 2011. “Pengaruh Kualitas Layanan terhadap Kepuasan Pelanggan dan Minat Menginap Kembali pada Hotel Pan Pasifik Nirwana Bali Resort Tabanan Bali.” Tesis.Denpasar : Universitas Udayana Wu, H. 2014. The effects of customer satisfaction, perceived value, corporate image and service quality on behavioral intentions in gaming establishments. Asia Pacific Journal of Marketing and Logistics, 26(4), 540-565. [cited 2016 Oct.20] Available from

LAMPIRAN

Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas

Variabel

Indikator

KoefisienKorelasi

Validititas

AlphaCronbach

Reliabilitas

BrandImage

X1.1

0.950

Valid

0.96

Reliabel

X1.2

0.923

Valid

X1.3

0.921

Valid

X1.4

0.918

Valid

X1.5

0.952

Valid

Customer

Y1.1

0.864

Valid

0.92

Reliabel

Satisfaction

Y1.2

0.897

Valid

Y1.3

0.887

Valid

Y1.4

0.917

Valid

Y1.5

0.799

Valid

BrandLoyalty

Y2.1

0.934

Valid

0.94

Reliabel

Y2.2

0.882

Valid

Y2.3

0.915

Valid

Y2.4

0.874

Valid

Y2.5

0.926

Valid

Karakteristik RespondenDlihat dari Kota Kedatangan

No

Kebangsaan

Jumlah(Orang)

Persentase (%)

1

Jakarta

75

44.00

2

Bandung

3

2.00

3

Semarang

9

5.50

4

Surabaya

40

23.50

5

Palembang

3

2.00

6

Makasar

9

5.00

7

Kupang

3

1.50

8

Mataram

8

4.50

9

Yogyakarta

20

12.00

 

Total

170

100.00

KarakteristikRespondenDlihat dari Pendapatan

No

Pendapatan

Jumlah(Orang)

Persentase(%)

1

<5 jt

1

0.50

2

5jt s.d 10 jt

95

56.00

3

11jts.d15jt

51

30.00

4

16jts.d20jt

13

7.50

5

21jts.d25jt

10

6.00

 

Total

170

100.00

KarakteristikRespondenDlihatdariJenisKelamin

No

JenisKelamin

Jumlah(Orang)

Persentase(%)

1

Pria

102

60.00

2

Wanita

68

40.00

 

Total

170

100.00

KarakteristikRespondenDlihatdariUsia

No

Usia

Jumlah(Orang)

Persentase(%)

1

17

s.d 25 tahun

21

12.50

2

26

s.d 35 tahun

62

36.50

3

36

s.d 45 tahun

56

33.00

4

> 46 tahun

31

18.00

 

Total

170

100.00

KarakteristikRespondenDlihatdariPekerjaan

No

Pekerjaan

Jumlah(Orang)

Persentase(%)

1

Pelajar/Mahasiswa

1

0.50

2

Pengusaha

59

34.50

3

Pegawaiswasta

54

32.00

4

Profesional

16

9.50

5

PegawaiNegeri/ABRI/POLRI

19

11.00

6

Lainnya

21

12.50

 

Total

170

100.00

KarakteristikRespondenDlihat dari KotaKedatangan

No

TujuanMenginap

Jumlah(Orang)

Persentase (%)

1

Liburan

122

71.50

2

Seminar

12

7.00

3

KeperluanPribadi

17

10.00

4

Penyembuhan

3

2.00

5

Bisnis

15

9.00

6

Lainnya

1

0.50

 

Total

170

100.00

19

KarakteristikRespondenDlihatdariPengeluaran

No

Pengeluaran

Jumlah(Orang)

Persentase(%)

1

<5 jt

84

49.50

2

5jt s.d 10 jt

56

33.00

3

11jts.d15jt

20

11.50

4

16jts.d20jt

10

6.00

5

21jts.d25jt

0

0.00

 

Total

170

100.00

KarakteristikRespondenDlihatdarilamamenginap

No

LamaMenginap

Jumlah(Orang)

Persentase(%)

1

1-3malam

147

86.50

2

4-6malam

14

8.50

3

7-9malam

4

2.50

4

10-12malam

4

2.50

5

>13malam

0

0.00

 

Total

170

100.00

KarakterJawabanRespondenterhadapBrandImage

No

Indikator

Penilaian/JawabanResponden(%)

Rata-

Standar

1

2

3

4

5

rata

Deviasi

1

X1.1

6.00

19.00

25.00

32.50

17.50

3.37

1.067

2

X1.2

3.50

5.50

19.50

54.50

17.00

3.76

0.876

3

X1.3

2.50

7.00

19.00

57.00

14.50

3.74

0.853

4

X1.4

3.50

11.50

24.50

47.00

13.50

3.56

0.952

5

X1.5

6.50

14.50

35.00

30.50

13.50

3.3

1.052

   

BrandImage

 

3.54

0.985

Karakter Jawaban Responden terhadap Customer Satisfaction

No

Indikator

Penilaian/Jawaban Responden (%)

Rata-

Standar

Variabel

1

2

3

4

5

rata

Deviasi

1

Y1.1

2.50

5.00

33.00

46.50

13.00

3.63

0.763

2

Y1.2

2.50

14.00

31.00

45.00

7.50

3.41

0.937

3

Y1.3

4.50

15.50

32.00

33.50

14.50

3.38

0.932

4

Y1.4

2.50

15.50

24.50

34.50

23.00

3.60

0.966

5

Y1.5

2.50

14.00

25.00

35.50

23.00

3.63

0.966

   

Customer Satisfaction

 

3.53

0.961

Karakter Jawaban Responden terhadap Brand Loyalty

No

Indikator

Penilaian/Jawaban Responden (%)

Rata-

Standar

Variabel

1

2

3

4

5

rata

Deviasi

1

Y2.1

4.50

15.00

34.00

40.50

6.00

3.29

0.967

2

Y2.2

8.00

18.00

39.00

22.50

12.50

3.14

0.996

3

Y2.3

5.50

15.00

41.50

28.50

9.50

3.22

1.009

4

Y2.4

13.00

21.00

28.50

28.00

9.50

3.00

1.14

5

Y2.5

2.50

14.00

24.50

36.00

23.00

3.63

0.966

   

Brand Loyalty

 

3.25

1.053

KarakteristikRespondenDlihatdariPeriodeMenginap

No

PeriodeMenginap

Jumlah(Orang)

Persentase(%)

1

Kedua

137

80.50

2

Ketiga

25

14.50

3

Keempat

5

3.00

4

Kelima

3

2.00

 

Total

170

100.00

KarakteristikRespondenDlihatdariHotelTempatMenginap

No

KawasanHotelTempatMengin

Jumlah(Orang)

Persentase(%)

1

By Pass Ngurah Rai JalanGatotSubroto JalanImamBonjol JalanTeukuUmar LingkarPuputanBadung

62.9

37.00

2

45.9

27.00

3

13.6

8.00

4

27.2

16.00

5

20.4

12.00

 

Total

170

100.00

   

20

 
Uji Sobel sa sb a b sa2 sb2 a2 b2 0.06112 0.1512 0.54114 0.37056 0.00374
Uji Sobel sa sb a b sa2 sb2 a2 b2 0.06112 0.1512 0.54114 0.37056 0.00374
Uji Sobel sa sb a b sa2 sb2 a2 b2 0.06112 0.1512 0.54114 0.37056 0.00374
Uji Sobel sa sb a b sa2 sb2 a2 b2 0.06112 0.1512 0.54114 0.37056 0.00374
Uji Sobel sa sb a b sa2 sb2 a2 b2 0.06112 0.1512 0.54114 0.37056 0.00374

Uji Sobel

sa

sb

a

b

sa2

sb2

a2

b2

0.06112

0.1512

0.54114

0.37056

0.00374

0.02286

0.29283

0.13731

b2sa2

a2sb2

sa2sb2

b2sa2+a2sb2+sa2sb2

Uji Sobel

c'

0.00051

0.00669

8.54E-05

0.007292935

0.0854

0.2393

a

b

std deviasi

ab

thitung

t tabel

0.54114

0.37056

0.0853987

0.200524838

2.3481

1.97402

Standardized Direct Effects (Group number 1 - Default model)

21

Standardized Regression Weights: (Group number 1 - Default model)

     

Estimate

Customer_Satisfaction

<---

Brand_Image

.54114

Brand_Loyalty

<---

Brand_Image

.20393

Brand_Loyalty

<---

Customer_Satisfaction

.37056

X11

<---

Brand_Loyalty

.74047

X12

<---

Brand_Loyalty

.66299

X13

<---

Brand_Loyalty

.51470

X14

<---

Brand_Loyalty

.80276

X15

<---

Brand_Loyalty

.82435

X5

<---

Brand_Image

.79084

X4

<---

Brand_Image

.80729

X3

<---

Brand_Image

.77248

X2

<---

Brand_Image

.69574

X1

<---

Brand_Image

.52444

X6

<---

Customer_Satisfaction

.63159

X7

<---

Customer_Satisfaction

.84713

X8

<---

Customer_Satisfaction

.60733

X9

<---

Customer_Satisfaction

.76778

X10

<---

Customer_Satisfaction

.55770

CURRICULUM VITAE

A. Identitas Diri

1

Nama Lengkap (dengan gelar)

I Made Bayu Wisnawa,A.Par,MM,M.Par

2

Jenis Kelamin

Laki-laki

2

Jabatan Fungsional

Lektor

4

NIP/NIK/Identitas lainnya

197512062005101001

5

NIDN

0006127503

6

Tempat dan Tanggal Lahir

Jakarta, 6 Desember 1975

7

E-mail

dek_bayu@yahoo.com

8

Nomor Telepon/HP

085737472077

9

Alamat Kantor

Jalan Kubu Gunung, Tegal Jaya Dalung, Badung

10

Nomor Telepon/Faks

0361- 412971

13

Mata Kuliah yang Diampu

1. Pengantar Perhotelan dan Pariwisata

2. Metodelogi Riset

3. Analisis Operasional Hotel

4. Manajemen Perhotelan

A.

Riwayat Pendidikan

 

1. Pendidikan Dasar dan Menengah

SDK Swastiastu 1 Denpasar

(1987)

SMP Negeri 1 Denpasar

(1990)

SMANegeri 1 Denpasar

(1993)

2. Pendidikan Tinggi

 

S-1

S-2

S-3 (On Going)

Nama Perguruan Tinggi

STP Nusa

Program Pasca

Program Doktor

Dua Bali

Sarjana UNUD

Pariwisata

 

UNUD

Bidang Ilmu

Pariwisata

1. Manajemen

Manajemen

2. Kajian Pariwisata

Destinasi

Tahun Masuk-Lulus

1993/1998

2002-2004 dan

2013 s.d saat ini

2008-2011

Judul

Faktor-faktor

1. Pengaruh Perubahan Sumber-sumber Pendanaan

Model Loyalitas Pelanggan pada Hotel Berbintang di Bali

Skripsi/Thesis/Diserta

yang

si

Mempengaru

hi Kenaikan

   

S-1

S-2

S-3 (On Going)

 

Harga Pokok

Terhadap Perubahan Laba Bersih Perusahaan Sektor Hotel dan Travel Service pada Bursa Efek Jakarta

2. Pengaruh Kualitas Layanan dan Kepuasan Pelanggan terhadap Minat Menginap Kembali pada Hotel Pan Pasifik Nirwana Bali Resort Tabanan Bali

(Masih pada

Makanan di

tahap

Hotel

penyelesaian)

Jayakarta Bali

Nama Pembimbing /Promotor

1.

Made

1. Dr. IB Anom Purbawangsa,SE ,MM

1. Prof. Dr. Ir. Made Antara.,MS

Sujana,

 

SE,MM

2.

I Nengah

1. Prof. Dr. I Gusti Putu Wirawan, M.si

2. Prof.Dr. Komang Gde Bendesa.,M.A

Mentera,

SE

 

2. Dr. Gde Sukaatmaja, M.Si.

.D.E.

C. Pengalaman Penelitian Dalam 5 Tahun Terakhir

( Bukan Skripsi, Tesisi, maupun Disertasi)

No

Tahun

 

Judul Penelitian

 

1

2017

Ketua Peneliti

 

Loyalitas

Pelanggan

pada Brand

Hotel

Berbintang di

Kota

Madya Denpasar

 

2

2017

Ketua Peneliti Potensi Desa Pekraman Mendek Sebagai Desa Wisata Ekologi di Tabanan Bali

3

2016

Anggota Peneliti Strategi Pemasaran Puri Anyar Kerambitan Sebagai Daya Tarik Wisata Budaya Berbasis Masyarakat di Kabupaten Tabanan Bali

4 2016

Ketua Peneliti Positioning Pengembangan Kawasan Pesisir Di Kabupaten Badung Sebagai Destinasi Kreatif Dan Berkelanjutan

5 2015

Ketua Peneliti Pengembangan Potensi Wisata Pantai Yeh Gangga Menjadi Produk Wisata Berdaya Saing Di Kabupaten Tabanan Bali

6 2015

Anggota Peneliti Strategi Positioning Pengembangan Daya Tarik Wisata: Studi Kasus Destinasi Pariwisata Tabanan

7 2014

Ketua Peneliti Pengembangan Potensi Wisata Pantai Kedungu Menjadi Produk Wisata Kreatif Di Kabupaten Tabanan Bali

8 2013

Anggota Peneliti Strategi Positioning Pengembangan Daya Tarik Wisata: Studi Kasus Destinasi Pariwisata Tabanan

9 2013

Anggota Peneliti Strategi Pengembangan Eco-Lodge dan Eco Recreation sebagai Daya Tarik Wisata di Desa Sidemen, Karang Asem, Bali

10 2012

Ketua Peneliti “Pengaruh Dimensi Assurance dan Responsiveness terhadap Kepuasan Tamu pada Jeje Resort, Legian

11 2012

Team Peneliti (Anggota)”Faktor-faktor Penentu Kepuasan Kerja Trainee Bali yang Melaksanakan on The Job Training di Singapura”

12 2011

Team Peneliti (Anggota) “Model Alarm Sosial Bali.”

13 2011

Ketua peneliti “Potensi Banjar Mendek Sebagai Daya Tarik Wisata di Kecamatan Selemadeg, Tabanan, Bali”

14 2010

Ketua Peneliti “Pengaruh Kualitas Layanan Terhadap Kepuasan Pelanggan :

Studi Kasus Pada Jeje Resort Kuta Bali.”

D. Pengalaman Pengabdian Kepada Masyarakat Dalam 5 Tahun Terakhir

No

Tahun

Pengabdian Kepada Masyarakat

 

1 2017

Pelatihan Perhotelan dan Pariwisata pada Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pariwisata Mapindo

 

2 2016

Pelatihan Perhotelan dan Pariwisata pada Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pariwisata Mapindo

 

3 2015

Pelatihan Perhotelan dan Pariwisata pada Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pariwisata Mapindo

 

4 2014

Pelatihan Perhotelan dan Pariwisata pada Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pariwisata Mapindo

 

5 2013

Pelatihan Perhotelan dan Pariwisata pada Pusat Pendidikan dan

   

Pelatihan Pariwisata Mapindo

 

6

2012

Pemberdayaan Masyarakat Di Dusun Cemanik, Desa Plaga, Kecamatan Petang, Kab. Badung

7

2013

Kursus Sertifikasi Pramu Wisata Umum 2013 bekerjasama dengan DPD HPI Bali

8

2012

Sosialisasi

Perhotelan

dan

Pariwisata

pada

SMA/SMK

di

Kabupaten Badung

 

9

2012

Pelatihan Perhotelan dan Pariwisata pada Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pariwisata Mapindo

10

2011

Pemberdayaan Masyarakat Di Desa Bongkasa, Kecamatan Abian Semal, Kab. Badung

11

2011

Sosialisasi

Perhotelan

dan

Pariwisata

pada

SMA/SMK

di

Kabupaten Tabanan

 

12

2011

Pelatihan Perhotelan dan Pariwisata pada Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pariwisata Mapindo

13

2010

Sosialisasi

Perhotelan

dan

Pariwisata

pada

SMA/SMK

di

Kabupaten Badung

 

14

2010

Pelatihan Perhotelan dan Pariwisata pada Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pariwisata Mapindo

15

2009

Sosialisasi

Perhotelan

dan

Pariwisata

pada

SMA/SMK

di

Kabupaten Badung

 

16

2009

Pelatihan Perhotelan dan Pariwisata pada Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pariwisata Mapindo

17

2008

Sosialisasi

Perhotelan

dan

Pariwisata

pada

SMA/SMK

di

Kabupaten Badung

 

17

2008

Pelatihan Perhotelan dan Pariwisata pada Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pariwisata Mapindo

E. Publikasi Artikel Ilmiah Dalam Jurnal Dalam 5 Tahun Terakhir

No.

Tahun

Judul

Penerbit/Jurnal

1

2017

Loyalitas Pelanggan pada Brand Hotel Berbintang di Kota Madya Denpasar

STIMI Handayani , Prosiding Seminar Nasional Meningkatkan Mutu Penelitian dan Peringkat Perguruan Tinggi, Aula STIMI Handayani 16 Juni 2017

2

2017

Potensi Desa Pekraman Mendek Sebagai Desa Wisata Ekologi di Tabanan Bali

STIPAR Triatma Jaya,Jurnal Perhotelan dan Pariwisata Vol 7 No.1 Tahun 2017, ISSN 2088-8155

3

2016

Strategi Pemasaran Puri Anyar Kerambitan Sebagai Daya Tarik Wisata Budaya Berbasis Masyarakat di

STIPAR Triatma Jaya,Jurnal Perhotelan dan Pariwisata Vol 6 No.2 Tahun 2016, ISSN 2088-8155

 

Kabupaten Tabanan Bali

 

4 2016

Positioning Pengembangan Kawasan Pesisir Di Kabupaten Badung Sebagai Destinasi Kreatif Dan Berkelanjutan

Universitas Mahasaraswati, Prosiding Seminar Nasional Inovasi Ipteks Perguruan Tinggi untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat, Denpasar, 29-30 Agustus 2016

5 2016

The Potency Of Bali Culinary As Cultural Tourism Attractions With Resource Based Value Approach

Universitas Udayana, Proceeding International Tourism Confrence “ Promoting Cultural and Heritage Tourism” Denpasar, Bali 1-3 September 2016

6 2016

Potensi Wisata Pantai Yeh

STIMI Handayani/ Jurnal Ilmah Forum Maajemen Vol.14 No.1 Tahun 2016,Januari-Juni 2016 ISSN 0854-0616

Gangga

Menjadi Produk

Wisata Berdaya Saing Di

Kabupaten Tabanan Bali

7 2015

The Tourism Development Strategy of Yeh Gangga Beach to be Competitive Tourism Product at Tabanan Bali

Sekolah Tinggi Pariwisata Bali Internasional, Proceeding on International Symposium on Hospitality and Tourism, Forging a head in Challenging Growth- ISBN No 978-602-7358-03

8 2015

Sustainable Tourism Development In Bali Coastal Areas To Be Creative Destination

Universitas Mahasaraswati Press/ Proceeding ICSD 2015, 2 nd International Confrence on Sustainability Development. ISBN No 978-602-18622-7-8

9 2014

Potensi Desa Belalang sebagai Desa Wisata untuk Menunjang Kepariwisataan Kabupaten Tabanan

STIMI Handayani/ Jurnal Ilmah Forum Maajemen Vol.12 No.2 Tahun 2014, Juli-Desember 2014 ISSN 0854-0616

10 2014

Pengembangan Potensi Wisata Pantai Kedungu Menjadi Produk Wisata Kreatif Di Kabupaten Tabanan Bali

STIPAR Triatma Jaya/ Prosiding

Seminar Nasional Kepariwisataan 2014 dan Diseminasi Hasil Penelitian ISBN No.

978.602.71208.0.8

11 2014

Over Capacity Pembangunan Fasilitas Akomodasi Di Bali Dalam Perspektif Ekonomi Dan Bisnis

STIPAR Triatma Jaya,Jurnal Perhotelan dan Pariwisata Vol 4 No.1 Tahun 2014, ISSN 2088-8155

12 2013

Strategi Pengembangan Eco-Lodge dan Eco Recreation sebagai Daya Tarik Wisata di Desa

STIPAR Triatma Jaya,Jurnal Perhotelan dan Pariwisata Vol 3 No.1 Tahun 2013, ISSN 2088-8155

 

Sidemen, Karang Asem, Bali

 

13 2012

Pengaruh Dimensi Assurance dan Responsiveness terhadap Kepuasan Tamu pada Jeje Resort, Legian

STIE Triatma Jaya, Jurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi, Eks. Jurnal Manajemen Pariwisata, Vol

17

No.2 Tahun 2012, ISSN 1412-

1263

14 2012

Faktor-faktor Penentu Kepuasan Kerja Trainee Bali yang Melaksanakan on The Job Training di Singapura

STIPAR Triatma Jaya,Jurnal Perhotelan dan Pariwisata Vol 2 No.2 Tahun 2012, ISSN 2088-8155

15 2011

Potensi Banjar Mendek Sebagai Daya Tarik Wisata di Kecamatan Selemadeg, Tabanan, Bali

STIPAR Triatma Jaya,Jurnal Perhotelan dan Pariwisata Vol 1 No.2 Tahun 2011, ISSN 2088-8155

16 2011

Aspek Tangible Terhadap Kepuasan dan Minat Menginap Kembali pada Hotel Pan Pacific Nirwana Bali Resort, Tabanan-Bali

STIE Triatma Jaya, Jurnal Ilmiah Manajemen dan Akuntansi, Eks. Jurnal Manajemen Pariwisata, Vol

17

No.2 Tahun 2012, ISSN 1412-

1263

17 2011

Aspek Assurance Terhadap Kepuasan dan Minat Menginap Kembali pada Hotel Pan Pacific Nirwana Bali Resort, Tabanan-Bali

STP Bali International, Jurnal Ilmiah Hospitality Management Vol 2 No 1 Tahun 2011, ISSN

2087-5576

18 2011

Pengaruh Kualitas Layanan Terhadap Kepuasan Pelanggan : Studi Kasus Pada Jeje Resort Kuta Bali.

STIPAR Triatma Jaya,Jurnal Perhotelan dan Pariwisata Vol 1 No.1 Tahun 2011, ISSN 2088-8155

F. Pemakalah Seminar Ilmiah (Oral Presentation) dalam 5 Tahun Terakhir

No

Nama Pertemuan Ilmiah/Seminar

Judul Artikel Ilmiah

Waktu dan Tempa

1

Seminar Nasional Hasil Penelitian yang Dibukukan Dalam Bentuk Prosiding, Dalam Rangka Meningkatkan Mutu Penelitian dan Peringkat Perguruan Tinggi

Loyalitas Pelanggan pada Brand Hotel Berbintang di Kota Madya Denpasar

16 Juni 2017, Aula STIMI Handayani Denpasar

2

Seminar Nasional Inovasi Ipteks Perguruan Tinggi untuk Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Positioning Pengembangan Kawasan Pesisir Di Kabupaten Badung

29-30 Agustus

2016

Universitas

Mahasaraswati

   

Sebagai Destinasi Kreatif Dan Berkelanjutan

Denpasar

3

International Tourism Confrence “ Promoting Cultural and Heritage Tourism”

The Potency Of Bali Culinary As Cultural Tourism Attractions With Resource Based Value Approach

1-3 September

2016

Universitas

Udayana,

 

Denpasar, Bali

4

International Symposium on Hospitality and Tourism

The Tourism Development Strategy of Yeh Gangga Beach to be Competitive Tourism Product at Tabanan Bali

The Westin Resort Nusa Dua Bali 12 th 13 th November 2015

5

International Confrence on Sustainability Development

Sustainable Tourism Development In Bali Coastal Areas To Be Creative Destination

Sanur Paradise

Plaza Denpasar,

28

Februari s/d 1

 

Maret 2015

6

Seminar Nasional Kepariwisataan dan Diseminasi Hasil Penelitian 2015

Pengembangan Potensi Wisata Pantai Kedungu Menjadi Produk Wisata Kreatif Di Kabupaten Tabanan Bali

STIPAR Triatma Jaya, Dalung, 5 September 2014

7

Wisuda VIII AKPAR Triatma Jaya

Pengaruh Perubahan Sumber Sumber Pendanaan Terhadap Perubahan Laba Bersih Perusahaan Sektor Hotel dan Ttravel Service di Bursa Efek Jakarta

21

September

2008

 

Inna Grand Bali

Beach

G.Pengalaman Penulisan Buku dalam 5 Tahun Terakhir

No

Judul Buku

Tahun

Jumlah Halaman

Penerbit

H. Perolehan HKI Dalam 5 10 Tahun Terakhir

No

Judul / Tema HKI

Tahun

Jenis

Nomor P/ID

I. Pengalaman Merumuskan Kebijakan Publik/Rekayasa Sosial Lainnya Dalam 5 Tahun Terkhir

No

Jenis/Tema/Jenis Rekayasa Sosial Lainnya yang telah diterapkan

Tahun

Tempat

Respon

Penerapan

Masyarakat

J.

Penghargaan yang Pernah diraih dalam 10 tahun Terakhir ( dari pemerintah, asosiasi atau institusi lainnya)

No

Jenis Penghargaan

Institusi Pemberi Penghargaan

Tahun

1

Dosen Favorit

STIPAR Triatma Jaya

2011