Anda di halaman 1dari 9

JURNAL KEWIRAUSAHAAN

http://jklmii.org
A MEMBANGUN USAHA KREATIF, INOVATIF DAN
BERMANFAAT MELALUI PENERAPAN KEWIRAUSAHAAN
SOSIAL
Rintan Saragih
Fakultas Ekonomi, Uninversitas Methodist Indonesia
rin_saragih@yahoo.com
Info Artikel Abstrak
Sejarah Artikel: Kewirausahaan merupakan kemampuan kreatif
Diterima September dan inovatif, jeli melihat peluang dan selalu terbuka
2017 untuk setiap masukan dan perubahan yang positif
Disetujui Oktober 2017 yang mampu membawa bisnis terus bertumbuh.
Bisnis sebaiknya memiliki nilai dan bermanfaat
Dipublikasikan dimana hal ini bisa dilakukan melalui penerapan
Desember 2017 konsep kewirausahaan sosial. Berbagai kalangan
mulai memperbincangkan konsep kewirausahaan
sosial sebagai solusi inovatif dalam menyelesaikan
permasalahan sosial..
Kata Kunci: Tujuan kewirausahaan sosial adalah terwujudnya
Kewirausahaa;, perubahan sosial ke arah yang lebih baik atau positif
kewirausahaan sosial; dan memecahkan masalah sosial untuk kepentingan
kreatif; inovatif masyarakat

PENDAHULUAN dan keharusan untuk beradaptasi


Latar Belakang adalah kesadaran akan adanya celah
Mereka yang menjadi wirausaha antara apa yang ada dan apa yang
adalah orang-orang yang mengenal seharunya ada, dan antara apa yang
potensi dan belajar diinginkan oleh masyarakat dengan
mengembangkannya untuk apa yang sudah ditawarkan ataupun
menangkap peluang serta dilakukan oleh pemerintah, sektor
mengorganisasi usaha dalam swasta maupun Lembaga Swadaya
mewujudkan cita-citanya. Masyarakat (LSM).
Kewirausahaan merupakan Bisnis sebaiknya memiliki nilai
kemampuan kreatif dan inovatif, jeli dan bermanfaat. Hal ini bisa dicapai
melihat peluang dan selalu terbuka melalui kegiatan bisnis yang
untuk setiap masukan dan perubahan dilakukan dengan menerapkan
yang positif yang mampu membawa konsep kewirausahaan sosial.
bisnis terus bertumbuh serta Konsep kewirausahaan sosial telah
memiliki nilai. Salah satu pendorong menjadi konsep yang popular di
terciptanya inovasi selain perubahan berbagai Negara. Berbagai kalangan

26 VOL 3 NO. 2 DESEMBER 2017 ISSN : 2301-6264 STIE LMII MEDAN


mulai memperbincangkan konsep hari. Inti dari kewirausahaan adalah
kewirausahaan sosial sebagai solusi kemampuan untuk menciptakan
inovatif dalam menyelesaikan sesuatu yang baru dan berbeda
permasalahan sosial. Permasalahan melalui pemikiran kreatif dan
sosial sendiri sudah menjadi tindakan inovatif demi terciptanya
permasalahan bersama sehingga peluang.
penanggulangannya membutuhkan Thomas W.Zimmerer et al (2005)
sinergi dari semua pihak. merumuskan manfaat berwirauaha
Di Indonesia sendiri, pemerintah sebagai berikut:
telah menghabiskan banyak sumber 1. Memberi peluang dan kebebasan
daya untuk menangani masalah untuk mengendalikan nasib
sosial dan bekerjasama dengan sendiri.
berbagai Negara asing di seluruh 2. Memberi peluang melakukan
dunia. Tetapi ternyata hal ini tidaklah perubahan : Pebisnis menemukan
cukup, oleh karena itu dibutuhkan cara untuk mengombinasikan
individu-individu atau lembaga- wujud kepedulian mereka
lembaga yang dapat melihat peluang terhadap berbagai masalah
dan mengeluarkan ide-ide inovatif ekonomi dan social dengan
untuk menyeleaikan permasalahan- harapan akan menjalani
permasalahan sosial tersebut. Hal kehidupan yang lebih baik
inilah yang pada akhirnya 3. Memberi peluang untuk mencapai
melahirkan individu atau lembaga potensi diri sepenuhnya :
yang disebut sebagai wirausaha Memiliki usaha sendiri
sosial. Dimana tujuan kewirausahaan memberikan kekuasaan,
sosial adalah terwujudnya perubahan kebangkitan spiritual dan
sosial ke arah yang lebih baik atau membuat wirausaha mampu
positif dan memecahkan masalah mengikuti minat atau hobinya
sosial untuk kepentingan sendiri.
masyarakat. 4. Memiliki peluang untuk meraih
keuntungan seoptimal mungkin
TINJAUAN PUSTAKA 5. Memiliki peluang untuk berperan
Kewirausahaan merupakan suatu aktif dalam masyarakat dan
proses dinamis untuk menciptakan mendapatkan pengakuan atas
nilai tambah atas barang dan jasa usahanya
serta kemakmuran. Peter F.Drucker 6. Memiliki peluang untuk
(1994) mendefinisikan melakukan sesuatu yang disukai
kewirausahaan sebagai kemampuan dan menumbuhkan rasa senang
untuk menciptakan sesuatu yang dalam mengerjakannya
baru dan berbeda. Thomas W. Entrepreneur dalam menjalankan
Zimmerer (1996;51) bisnisnya tidak lepas dari modal.
mengungkapkan bahwa Modal tidak selamanya identik
kewirausahaan merupakan proses dengan uang ataupun barang
penerapan kreativitas dan inovasi (tangible). Sebuah ide sudah
untuk memecahkan masalah dan termasuk modal yang luar biasa
mencari peluang yang dihadapi karena ide merupakan modal utama
setiap orang dalam kehidupan sehari- yang akan membentuk dan

VOL 3 NO. 2 DESEMBER 2017 ISSN : 2301-6264 STIE LMII MEDAN 27


mendukung modal lainnya. Beberapa Inovasi
modal yang termasuk ke dalam Inovasi tidak lepas dari dua
modal tidak berwujud (intangible) kriteria utama yakni kebaruan
antara lain : (novelty) dan perbaikan
1. Modal Intelektual (improvement). Kebaruan disini
Modal Intelektual didefinisikan tidak harus berupa menciptakan
sebagai kombinasi dari menciptakan ebuah produk baru tapi
sumberdaya-sumberdaya juga bisa pada sisi nilai guna, kondisi
intangible dan kegiatan-kegiatan dan aplikasinya. Kriteria
yang membolehkan organisasi improvement disini dimaksudkan
mentransformasi sebuah bundelan pencarian alternative terbaik yang
material, keuangan dan paling efisien dan efektif untuk
sumberdaya manusia dalam sebuah proses maupun sebuah
sebuah kecakapan sistem untuk produk.
menciptakan stakeholder value Definisi lain dari inovasi juga
(Cut Zurnali , 2008). mempertimbangkan adanya proses
2. Modal Sosial dan Moral penciptaan produk yang incremental
Modal sosial dan moral yang dan radical, kemudian ada juga yang
dapat disebut sebagai suatu mempertimbangkan adanya inovasi
integritas merupakan suatu hal yang bisa disebarkan (Diffused
penting yang membentuk sebuah Innovation) dan inovasi yang
citra terhadap kepribadian Anda diadopsi (Adopted Innovation)
sebagai seorang wirausaha. Pada (Helltrom, 2004).
saat menjalankan bisnis, ada etika
wirausaha yang tidak boleh Anda Inovasi Sosial
langgar. Inovasi sosial menurut Mulgan et
3. Modal Mental al (2007) adalah aktivitas dan
Mental wirausaha harus ditaman pelayanan inovasi yang dilakukan
sejak dini. Karena modal mental untuk mencapai kebutuhan sosial
merupakan kesiapan sejak dini yang biasanya dilakukan oleh
kemudian diwujudkan dalam sebagian besar organisasi yang
bentuk keberanian untuk tujuan utamanya adalah sosial.
menghadapi risiko dan tantangan. Definisi lain tentang inovasi social
Sebagai wirausaha, Anda harus oleh Standford Social Innovation
berani menghadapi risiko. Risiko Review (2008) adalah sebuah proses
disini berarti risiko yang telah menemukan, menjamin dukungan
diperhitungkan sebelumnya sehingga dan mengimplementasikan solusi
hasil yang akan dicapai akan baru (novel solution), permasalahan
proporsional terhadap risiko yang social (social problem) yang ada di
akan diambil. Anda harus bisa masyarakat dan menciptakan solusi
belajar mengelola risiko dengan cara yang sesuai dengan kebutuhan
mentransfer berbagai risiko ke pihak masyarakat (social need).
lain seperti bank, investor,
Kewirausahaan Sosial
konsumen, pemasok dan sebagainya Konsep kewirausahaan social
bertujuan untuk menciptakan

28 VOL 3 NO. 2 DESEMBER 2017 ISSN : 2301-6264 STIE LMII MEDAN


dampak sebagai berikut (Jain, 2012): kewirausahaan melalui kombinasi
1. Penciptaan nilai social dan karakteristik yang membedakan
ekonomi mereka dari pengusaha lainnya
2. Pekerjaan 3. Tindakan dan kegiatan dalam
3. Inovasi / barang baru dan jasa organisasi berorientasi
4. Modal social kewirausahaan dengan
5. Promosi ekuitas melakukan inovasi dan
Kewirausahaan sosial bekerja keterbukaan
dengan mendefinisikan masalah 4. Organisasi mandiri secara
sosial tertentu dan kemudian financial. Memiliki strategi dan
mengatur, membuat dan mengelola perencanaan untuk menghasilkan
usaha sosial untuk mencapai pendapatan.
perubahan yang diinginkan.
Pelaku Kewirausahaan Sosial
Pengelolaan terebut dicapai dengan Wirausaha social adalah individu
memadukan kegiatan social dan atau kelompok yang menciptakan
berorientasi laba, mencapai perubahan bagi masyarakat dengan
swasembada, mengurangi menangkap peluang yang hilang dan
ketergantungan pada sumbangan dan memperbaiki system melalui
dana pemerintah, dan meningkatkan pendekatan-pendekatan baru dan
potensi memperluas pengiriman nilai menciptakan solusi untuk mengubah
social yang diusulkan. masyarakat menjadi lebih baik.
Kewirausahaan soial bertujuan untuk Kewirausahaan sosial ditakdirkan
memberikan nilai sosial dengan untuk menjamah masyarakat yang
financial mandiri (Saifan, 2012). tidak dijamah oleh kebijakan yang
Kewirauahaan sosial disebut juga ada.
sebagai innovator atau agen Delapan asumi dasar tentang
perubahan dalam perekonomian. sumber, tujuan, dan strategi
Kewirausahaan sosial adalah wirausaha social (Noruzi, 2010):
konsep dimana pengusaha 1. Wirausaha social tidak harus
menyesuaikan kegiatan mereka menjadi individu, mereka juga
dengan tujuan menciptakan nilai
bisa menjadi kelompok-kelompok
social. Seorang penguaha social kecil atau tim individu,
menggabungkan gairah dari misi organisasi, jaringan bahkan
social dengan gambar disiplin bisnis komunitas yang bersatu untuk
seperti inovasi dan tekad (Dees, menciptakan perubahan.
2001). 2. Wirausaha sosial membuat
Terdapat empat faktor yang perubahan dalam skala besar dan
membuat konsep kewirausahaan berkelanjutan.
social berbeda dengan konsep 3. Kewirausahaan social dapat
kewirausahaan secara umum (Saifan, melibatkan ide, menggunakan
2012): pola atau tren yang terjadi di
1. Dorongan Misi: segala bentuk masyarakat untuk mengatasi
kegiatan dan keputusan yang masalah social dengan dengan
dilakukan berdaarkan misi signifikan
melayani nilai social 4. Pengusaha sosial berada di dalam
2. Melakukan tindakan

VOL 3 NO. 2 DESEMBER 2017 ISSN : 2301-6264 STIE LMII MEDAN 29


dan diantara semua sektor Menurut Bornstein (2004)
5. Wirausaha sosial tidak perlu “Pengusaha social adalah orang-
terlibat dalam usaha sosial atau orang dengan ide-ide baru untuk
menggunakan alat berbasis pasar mengatasi masalah utama yang tak
untuk menjadi sukses. kenal lelah dalam mengejar visi
6. Jumlah kewirausahaan sosial mereka, yang tidak akan menyerah
dapat sangat bervariasi di seluruh sampai mereka telah menyebar ide-
individu dan entitas. ide mereka sejauh mereka bisa.”
7. Intensitas kewirausahaan sosial Komponen-komponen penting
dapat membawa perubahan dan dalam kewirausahaan social (Noruzi,
tidak pasang urut dari waktu ke dkk, 2010):
waktu. 1. Respon untuk kegagalan pasar
8. Wirausaha sosial kadang-kadang Wirausahawan social tidak
gagal, meskipun pada tingkat berorientasi pada permintaan
yang belum atau akan ditentukan. pasar. Pasar tidak bekerja dengan
Gregory Does (2001) baik untuk keberlangsungan
mengungkapkan bahwa seorang penguaha social. Karena pasar
wirausahawan sosial harus berperan tidak dapat mentolerir unsure-
sebagai agen perubahan. Sebagai unsur yang penting bagi
agen perubahan wirausaha sosial kewirausahaan social.
harus memiliki beberapa kriteria 2. Inovasi Transformatif
berikut: Kewirausahaan menempatkan
1. Mengadopsi misi untuk inovasi transformative mereka
menciptakan dan kedalam praktik. Kewirauahaan
mempertahankan nilai social social tersebut dapat berupa usaha
(bukan hanya nilai pribadi) kecil masyarakat, koperasi, LSM
2. Mengenali dan terus-meneru yang menggunakan strategi
mengejar peluang baru untuk bisnisnya untuk menghasilkan
melayani misi tersebut pendapatan dimana usaha yang
3. Terlibat dalam proses inovasi dilakukan didorong oleh
yang berkelanjutan, adaptasi, dan keinginan mereka untuk
pembelajaran. membawa perubahan sosial atau
4. Bertindak dengan berani tanpa lingkungan yang berkelanjutan.
dibatasi oleh sumber daya 3. Kesinambungan Keuangan
5. Menunjukkan akuntanbilitas dan Kesinambungan keuangan disini
penghargaan yang tinggi kepada dimaksudkan sebagai cara yang
konstituen yang dilayani dan digunakan untuk merancang
untuk hasil yang diciptakan. pemasukan kas atau pendapatan
Para pemimpin kewirausahaan organisasi. Intinya adalah inovai
social dikenal dengan sebutan social yang dilakukan oleh ebuah
entrepreneur atau wirausahawan organisasi nirlaba dengan
social. Wirausahawan sosial adalah mempraktikkan kewirausahaan
individu dengan solusi inovatif untuk sosial atau dengan kata lain
menyelesaikan masalah yang paling bagaimana sebuah organisasi
mendesak di lingkungan masyarakat. mampu mengelola kontribusi
donor secara efektif, invetasi

30 VOL 3 NO. 2 DESEMBER 2017 ISSN : 2301-6264 STIE LMII MEDAN


dalam usaha-usaha sosial yang Cih, Medan.
menghasilkan pendapatan untuk
mempertahankan diri,
PEMBAHASAN
Salah satu manfaat dari
kewirausahaan sosial adalah untuk
membangun sebuah bisnis sebagai
solusi untuk permasalahan sosial
ekonomi, pendidikan, lingkungan Gambar 3.1 Biji plastik yang siap
dan berbagai permasalahan yang dikirim ke pabrik
telah menjadi tantangan dunia.
Seperti yang diungkapkan Bill Bahan baku usaha ini adalah
Drayton, seorang innovator publik sampah-sampah dari berbagai jenis
yang mendirikan Ashoka Foundation plastik yang berasal dari lokasi
menulis bahwa cara yang paling tempat pembuangan akhir. Namun
efektif untuk mempromosikan dapat demikian sampah-sampah plastik
merumuskan solusi inovatif yang yang berasal dari rumah tangga juga
berkelanjutan dan dapat ditiru baik ditampung disini. Sampah-sampah
nasional maupun global. Berikut plastic ini diolah menjadi biji plastic
adalah peran wirausaha sosial dalam dan selanjutnya dikirim ke pabrik
perekonomian suatu Negara: pengolahan untuk kemudian diproses
 Menciptakan lapangan kerja labih lanjut (misalnya menjadi
 Mengurangi pengangguran produk plastik yang kita gunakan
sehari-hari).
 Meningkatkan pendapatan
Pada usaha ini penyortiran
masyarakat
dilakukan oleh ibu-ibu yang
 Mengombinasikan factor-faktor
berdomisili di sekitar lokasi
produksi (alam, tenaga kerja,
produksi. Sebelum bekerja di usaha
modal dan keahlian)
Purba Plastik, ibu-ibu ini
 Meningkatkan produktivitas kesehariannya adalah seorang
nasional pemulung (nyeker). Ternyata bisnis
Menjadi wirausaha sosial tidaklah yang dijalankan tersebut
mudah. Wirausaha sosial melihat memberikan peluang kerja bagi
permasalahan sosial sebagai peluang masyarakat di lingkungan sekitar
usaha serta memiliki keberanian dan yang tentunya membawa dampak
mengambil risiko untuk positif serta mampu mengurangi
menyelesaikannya. Hal inilah yang gundukan-gundukan sampah yang
dilakukan oleh Purba Plastik. berada di tempat pembuangan akhir.
Simpati Anas Agusta Purba pria
Batak Karo adalah pemilik nama Penyelesaian Masalah Sosial
wirausaha tersebut. Usaha yang Melalui Inovasi Sosial
bergerak dibidang produksi biji Penyelesaian masalah sosial
plastik ini berdiri pada bulan membutuhkan analisis yang cermat
Pebruari 2012 dengan mengusung dan solusi yang rasional, mewakili
merek “Purba Plastik” yang aspirasi masyarakat, terintegrasi dan
berlokasi di Jl Djamin Ginting, Lau holistic sehingga menghasilkan

VOL 3 NO. 2 DESEMBER 2017 ISSN : 2301-6264 STIE LMII MEDAN 31


sebuah gagasan atau ide yang lebih terdapat insentif besar melalui
konprehensif dalam penyelesaian kerjasama program pemerintah.
permasalahan-permasalahan sosial 2. Pemasaran
yang ada. Diantaranya kemiskinan, Pemasaran dan promosi untuk
pendidikan dan pengangguran. organisasi ini juga sangat mudah.
Melalui terbentukya agen-agen Karena untuk menghasilkan
perubahan yang melakukan solusi dari permasalahan yang
percobaan terus-menerus dan sedang ditangani, perusahaan bisa
berkelanjutan diharapkan dapat lebih mudah menarik orang-orang
memberikan solusi terhadap masalah dengan menggunakan media
sosial. sosial.
Seorang wirausaha sosial 3. Sumber Daya Manusia Lebih
berperan dalam menyediakan Murah
lapangan kerja bagi para pencari Dalam menentukan sumber daya
kerja. Dengan terserapnya tenaga manusia (SDM), perusahaan
kerja diharapkan mampu sosial lebih mudah untuk
mengurangi tingkat pengangguran menggalang dukugan dari
serta memberikan pengaruh positif individu yang memiliki misi dan
pada peningkatan pendapatan visi yang sama dan kesediaan
perkapita. menerima gaji yang lebih rendah
dibandingkan dengan perusahaan
Keuntungan Menjadi
komersil lainnya.
Wirausahawan Sosial
Wirausahawan sosial cenderung 4. Berfokus Pada Penyelesaian
beroperasi dengan tujuan Masalah
menciptakan nilai bagi masyarakat Perusahaan sosial memberikan
dan juga menghasilkan pendapatan. pelayanan yang disesuaikan untuk
Kewirausahaan sosial sangat memenuhi kebutuhan individu
bermanfaat bagi masyarakat miskin, atau masalah. Sehingga
umumnya dengan menyediakan penyelesaian yang ditawarkan
sarana mata pencaharian serta juga akan langsug pada titik
permasalahan.
alternative untuk bekerja
berdasarkan misi sosial dan 5. Efektivitas Biaya
semangat melayani. Berikut adalah Efektivitas biaya adalah
beberapa kelebihan menjadi keuntungan lain dari sebuah
wirausaha menurut MSG, 2013 perusahaan sosial. Solusi yang
(dalam Wawan Dewanto dkk, 2013): ditawarkan oleh organisasi-
1. Modal organisasi ini baik dalam bentuk
Wirausaha sosial akan lebih produk atau jasa yang masuk akal
mudah meningkatkan modal dibandingkan dengan layanan
karena modal yang diinvetasikan yang disediakan oleh organisasi
adalah misi, kepercayaan dan nirlaba
etika, sehingga dalam Wirausahawan sosial bertindak
pembangunan usaha tidak terlalu sebagai agen perubahan bagi
membutuhkan modal yang besar, masyarakat, menangkap peluang
terlebih disetiap Negara pasti yang hilang dan memperbaiki
system, menciptakan pendekatan

32 VOL 3 NO. 2 DESEMBER 2017 ISSN : 2301-6264 STIE LMII MEDAN


baru, dan menciptakan solusi untuk perubahan sosial berdasarkan tujuan
mengubah masyarakat menjadi lebih mulia. Penguaha sosial harus
baik. memiliki trategi berdaarkan
Berikut adalah keuntungan kekuatan sosial untuk menyebarkan
kewirausahaan sosial pengaruhnya, penggunaan media
(www.ncoa.org) dalam Wawan sosial akan membantu organisasi
Dhewanto dkk, 2013. maupun individu untuk
Keuntungan: menyebarkan permaalahan yang
 Menyediakan pendapatan yang dialami masyarakat.
dapat dikelola kembali untuk Untuk itu pengusaha sosial berfokus
kepentingan anggota dan pada pengalaman yang dialami
masyarakat (swasembada). masyarakat, sehingga sangat perlu
 Mengurangi ketergantungan pada untuk menjalin komunikasi serta
sumber pendanaan tradisional dan mambangun empati melalui peritiwa
peningkatan penggunaan dan yang dialami oleh masyarakat.
lebih baik sumber daya keuangan.
DAFTAR PUSTAKA
 Memungkinkan untuk
Bornstein,D, 2004, How to Change
pengelolaan keuangan secara
the World: Social Entrepreneur
swasembada
and the Power of New Idea.
 Memberikan pemahaman yang
Oxford; Oxford University Press
lebih baik tentang kebutuhan
Dees, J. G , 2001, The Meaning of
masyarakat
Social Entrepreneurship
 Memeberikan dan memperluas Drucker, P.F , 1994, Innovation and
layanan yang ada kepada Entrepreneurhip, New York:
konstituen yang lebih besar Harpercollins Publisher
 Memberdayakan klien untuk Helltrom, T, 2004, Innovation as
menuntut layanan yang lebih baik, Social Action., Denmark:
member mereka raa hormat Copenhagen Bussiness School
 Mempertajam focus dan Jain, Monika, 2012, Social
memperluas layanan organisasi Entrepreneurship – Using
 Meningkatkan dampak positif di Business Methods to Solve Sosial
masyarakat Problems: The Case of Kotwara,
 Meningkatkan perencanaan dan Decision, Vol.39, No.3,
keterampilan pemasaran Desember 2012
 Meningkatkan pembelajaran dan Mulgan, G., Tucker, S., Ali, R., and
perbaikan terus menerus Sanders,B, 2007, Social
Innovation: What It Is, Why It
KESIMPULAN Matters and How It Can Be
Kewirausahaan sosial adalah Accelerated. Oxford; Skoll Centre
tindakan berinovasi dan mengenali for Social Entrepreneurship, Said
masalah sosial dengan menggunakan Business Scholl- University of
prinsip kewirausahaan. Modal dasar Oxford
yang dibutuhkan untuk menjadi Noruzi, M.R,Westover, J.H. dan
wirausahawan sosial adalah lebih Gholam,R.R, 2010, An
kepada komitmen untuk membuat Exploration of Social

VOL 3 NO. 2 DESEMBER 2017 ISSN : 2301-6264 STIE LMII MEDAN 33


Entrepreneurship in the
Entrepreneurhip Era. Asian Social
Science Vol.6, No.6; June 2010
Saragih, Rintan, 2013. Berwirausaha
Cerdas, Inspirasi bagi kaum
muda, Yogyakarta;.Graha Ilmu.
Saifan, S.A, 2012, Social
Entrepreneurship: Definition and
Boundaries. Teknology
Innovation Management Review
Wawan D., Hendrati,D,M.,
Anggraeni,P.,Grisns,A.,Indriyani,
A, 2013, Inovasi dan
Kewirausahaan Sosial. Panduan
Dasar Menjadi Agen Perubahan,
Bandung; Alfabeta

34 VOL 3 NO. 2 DESEMBER 2017 ISSN : 2301-6264 STIE LMII MEDAN